Arsip Tag: Dumuliahi Djami

Hadiri Acara Bedah Buku, Wali Kota Dorong Budaya Literasi di Kota Kupang

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH menghadiri acara bedah buku yang diselenggarakan atas kerjasama antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang dengan Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Provinsi NTT dan Media Pendidikan Cakrawala NTT. Acara bedah buku bertajuk “Melukis Kata Menulis Asa” hasil karya guru-guru SD-SMP yang ada di Kota Kupang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Jumat (12/11/2021).

Hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut, Dr. Marsel Robot dari kalangan akademisi dari Undana yang juga merupakan sastrawan NTT, Kepala Kantor bahasa NTT, Syaiful Bahri Lubis, editor buku dari Media Cakrawala NTT, Gusti Rikarno dan Yosefina H. Klau, sebagai perwakilan dari para guru penulis buku. Acara juga dihadiri oleh Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drsm Dumuliahi Djami, M.Si, Ketua Umum BMPS NTT, Winston Rondo sekaligus memandu acara serta para guru SD dan SMP se-Kota Kupang.

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH dalam sambutannya mengapresiasi kerja keras luar biasa para guru yang sudah berinisiatif menuangkan pikiran melalui tulisan tentang potret Kota Kupang khususnya di dunia pendidikan. Menurutnya budaya literasi di Kota Kupang masih sangat terbatas dan perlu digalakkan.

Wali Kota mengakui guna mendorong budaya literasi, pemerintah telah mengajukan anggaran untuk pengadaan buku-buku untuk mendapat persetujuan DPRD. Wali Kota berharap buku yang ditulis dan akan dibedah tersebut akan juga dapat menjadi bacaan wajib dipajang disetiap perpustakaan sekolah. Ia membeberkan bahwa pada tahun 2022, pemerintah Kota Kupang akan mengadakan 30.000 buku, “mudah-mudahan tulisan bapak/ibu guru menjadi langkah awal menjadikan Kota Kupang sebagai kota literasi,” ujar Jeriko.

Menurut Jeriko, pendidikan dan literasi merupakan niscaya yang harus dikerjakan serius di Kota Kupang, keberlangsungan dunia pendidikan, khususnya mempersiapkan masa depan anak-anak di Kota Kupang ada pada pundak bapak/ibu guru, “kita berharap para pelajar di Kota Kupang memiliki minat baca tinggi, untuk itu kita rangsang dengan pengadaan buku-buku gratis, sekaligus mendorong budaya menulis agar lahir penulis-penulis di Kota Kupang,” imbuhnya.

Oleh karena itu, dengan tegas mantan anggota DPR RI 2 periode itu menegaskan agar lingkaran setan malas membaca harus diberangus, salah satunya dengan memberikan akses buku-buku yang memadai, “kita perlu memiliki banyak ruang atau tempat yang kondusif untuk membaca, dorong anak-anak membaca paling tidak 30 menit sehari, hal ini akan menjadi kebiasaan dan menambah wawasan berpikir generasi muda kita,” ucap Jeriko.

Jeriko yang juga aktif sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi swasta ini mengapresiasi terobosan yang dilakukan BMPS NTT melatih guru-guru Kota Kupang untuk menulis buku Potret Kota Kupang Dalam Catatan Para Pendidik Generasi, baginya pendidikan merupakan tanggung jawab bersama semua elemen masyarakat, tidak saja guru tapi pemerintah maupun kalangan swasta di Kota Kupang.

Selain itu, Jeriko juga menyampaikan bahwa membangun Kota Kupang merupakan sinergitas menyeluruh, berbagai bantuan pendidikan, seperti bantuan pakaian seragam, peningkatan infrastruktur sekolah merupakan perjuangan gigih pemerintah yang didukung oleh DPRD, “kami sering mengajak kita berefleksi bersama tentang bantuan pakaian seragam, banyak masyarakat yang berjuang ketika tahun ajaran baru dimulai, dimana banyak dari masyarakat yang kesulitan ketika harus membeli uang pakaian seragam, tas dan buku untuk anak-anak mereka, puji Tuhan pemerintah dapat menganggarkannya untuk meringankan beban masyarakat,” urainya.

Diakhir sambutannya, Wali Kota berharap agar aktifitas menulis buku ini dapat berkelanjutan agar menghasilkan tulisan dan buku-buku berkualitas yang dapat menjadi inspirasi bagi peserta didik dan masyarakat Kota Kupang, “teruslah menulis dan mari wujudkan Kota Kupang sebagai kota literasi,” pungkas Jeriko.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si mengatakan bahwa semua sekolah mempunyai kesempatan untuk mengembangkan potensi, baik guru maupun peserta didik. Potensi tersebut perlu diasah, oleh sebab itu dirinya menyampaikan terima kasih kepada BMPS dan Media Pendidikan Cakrawala yang telah berupaya melatih guru-guru di Kota Kupang untuk menulis.

Dirinya setuju jika kegiatan ini dilaksanakan ditahun-tahun mendatang agar apa yang menjadi cita-cita Wali Kota menjadikan Kupang sebagai kota literasi dapat terwujud, “kita punya 200 sekolah lebih, kalau setiap tahun banyak yang menulis maka kita bisa hasilkan ratusan karya setiap tahun,” kata Dumul.

Wakil Ketua BMPS NTT, Romo Kornelis Usboko menyampaikan bahwa, sejak dipilih dan dilantik pada tahun 2016, pengurus BMPS terus memberi kontribusi membangun pendidikan di NTT, dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan, mulai dari cerdas cermat, lomba pidato, debat bahasa inggris, pelatihan penulisan karya ilmiah, penulisan buku dan pentas seni. BMPS juga merangkul sekolah-sekolah negeri untuk berkolaborasi.

Ia berterimakasih atas dukungan penuh Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kota Kupang, membantu BMPS menyelenggarakan dan memfasilitasi berbagai kegiatan dan program kerja BMPS.

Alasan BMPS, kata Romo Kornelis menyelenggarakan berbagai kegiatan agar membiasakan pendidik dan peserta didik untuk belajar dalam situasi apapun, terutama ditengah pandemi, meskipun pandemi merubah banyak tatanan hidup dan kebiasaan manusia, terutama aktivitas belajar mengajar di sekolah.

Menurutnya, acara bedah buku ini merupakan wadah yang dapat mendorong para guru untuk rajin menulis dan menghasilkan karya, “poinnya adalah kami memberikan contoh dimulai dari para pendidik, agar menjadi transformasi ilmu dan pengalaman yang akan diterapkan kepada peserta didik di sekolah,” ucap Romo Kornelis. (*PKP_sny)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Wali Kota Kupang Pantau Langsung KBM Tatap Muka di Sekolah

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM.,MH memantau langsung pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka terbatas di dua sekolah di Kota Kupang, Senin (20/9/2021).

Dalam kunjungan tersebut Wali Kota melihat langsung kesiapan sekolah yang telah dinyatakan memenuhi syarat, berdasarkan penilaian tim penilai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang direkomendasikan siap menjalankan proses pembelajaran tatap muka terbatas. Wali Kota juga berkesempatan menyapa langsung para guru dan siswa di dua sekolah tersebut.

Sekolah pertama yang dikunjungi adalah SD Kristen Hosana Agape di Kelurahan Bonipoi, Kecamatan Kota Lama. Sekolah tersebut sudah menjalankan kegiatan belajar mengajar tatap muka terbatas sejak seminggu yang lalu. Kepada para siswa yang ditemui di ruang kelas mereka, Wali Kota berpesan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan baik di sekolah maupun di rumah. Para siswa juga diimbau untuk memanfaatkan fasilitas yang disediakan sekolah seperti air dan sabun untuk mencuci tangan dan hand sanitizer. Mereka juga diminta untuk membawa bekal masing-masing yang disiapkan orang tua dari rumah dan tidak jajan sembarangan. Tak lupa layaknya orang tua, Wali Kota juga mengimbau kepada para siswa untuk tekun belajar, mengerjakan tugas-tugas sekolah secara baik agar kelak menjadi anak-anak yang pintar dan berprestasi.

Kepala Sekolah SD Kristen Hosana Agape, Dicky Fanggidae, S.Pd, saat menerima kunjungan Wali Kota memastikan kesiapan sekolahnya dalam menjalankan pembelajaran tatap muka terbatas. Menurutnya SD Kristen Hosana Agape telah melakukan berbagai persiapan sebagaimana yang diprasyaratkan dalam menunjang pembelajaran tatap muka terbatas, mulai dari perlengkapan covid-19, pengawasan satgas covid-19 tingkat sekolah dan kesiapan guru yang mengisi proses belajar mengajar.

Usai memantau di SD Kristen Hosana, Wali Kota melanjutkan kunjungan ke SMP 15 Kelurahan Manulai 2 Kecamatan Alak. Bersama Kepala Sekolah Yusak S. Olla,S.Pd, Wali Kota menyambangi sejumlah ruang kelas yang sedang berlangsung kegiatan belajar mengajar tatap muka terbatas. Dari dialog dengan sejumlah siswa diketahui sebagian besar siswa yang mengikuti kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah sudah divaksin covid 19. Beberapa siswa belum bisa divaksin karena sedang sakit.

Kepala Dinas Pedidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si, yang turut mendampingi Wali Kota dalam kunjungan tersebut menjelaskan, berdasarkan hasil penilaian tim dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang terhadap daftar periksa satuan pendidikan (SD dan SMP) untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas yang sudah dilakukan sebelumnya, direkomendasikan bahwa satuan pendidikan (sekolah) yang telah memenuhi syarat untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas adalah sebagai berikut; kelas yang menjadi prioritas pembelajaran tatap muka terbatas tahap pertama adalah Jenjang SD/ MI (kelas I seluruhnya dan kelas V khusus siswa peserta Asesmen Nasional Berbasis Komputer/ ANBK), jenjang SMP/ MTs (kelas VII seluruhnya dan kelas VIII khusus siswa peserta Asesmen Nasional Berbasis Komputer/ ANBK). Ditambahkannya untuk tahap pertama akan mulai dilaksanakan paling lambat tanggal 20 September 2021. Selama berlangsungnya tatap muka tahap pertama, tim dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap keseluruhan proses pembelajaran pada masing-masing sekolah. “Jika menurut hasil penilaian tim ternyata sekolah mengabaikan protokol covid-19 maka rekomendasi pembelajaran tatap muka terbatas bagi sekolah tersebut akan dicabut dan kembali ada pembelajaran jarak jauh (daring),” tegasnya. Batas waktu evaluasi pembelajaran tatap muka terbatas tahap pertama adalah 30 Oktober 2021.

Dumul menambahkan untuk tahap kedua, jika hasil evaluasi tim terhadap keseluruhan proses pembelajaran pada tahap pertama ternyata satuan pendidikan konsisten atau taat pada protokol covid-19 dan status Covid-19 di Kota Kupang cenderung menurun maka pembelajaran tatap muka terbatas dinaikkan lagi, yaitu kelas II untuk jenjang SD/ MI dan kelas IX untuk jenjang SMP/ MTs. Untuk jumlah peserta didik tiap sekolah perhari menurutnya tetap mengacu pada SE Walikota Kupang Nomor: 068/ HK. 443.1/IX/2021 yang menjelaskan maksimal jumlah peserta didik tiap hari pada satu sekolah adalah 50% dari total siswa kelas I untuk jenjang SD/ MI dan kelas VII untuk jenjang SMP/ MTs. Sedangkan jumlah siswa dalam satu ruang kelas adalah 14 orang untuk jenjang SD/MI dan 16 orang dalam satu ruang untuk jenjang SMP/ MTs.

Terkait dengan alokasi waktu pembelajaran tatap muka perhari untuk jenjang SD/ MI maksimal 4 X 35 menit perhari atau mulai dari pukul 08.00 – 10.20 wita, sedangkan untuk jenjang SMP/ MTs maksimal kegiatan akan berlangsung 5 X 40 menit per hari atau mulai pukul 08.00 – 11.20 wita. Ditegaskannya bahwa peran satgas covid-19 Tingkat sekolah selama berlangsungnya pembelajaran tatap muka di sekolah sangat penting untuk memastikan beberapa hal yaitu antara lain; memastikan seluruh perlengkapan atau peralatan covid-19 tersedia dan cukup, mengawasi siswa agar disiplin dan taat pada protokol covid-19 yaitu dengan memakai, mencuci tangan, menjaga jarak dengan teman teman dan juga guru, memastikan tidak ada kantin yang dibuka di sekolah dan sekaligus mengontrol agar tidak ada kelas yang kosong sehingga menimbulkan kerumunan siswa.

Adapun satuan pendidikan atau sekolah yang telah diperiksa dan dinyatakan memenuhi syarat sehingga direkomendasikan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas untuk jenjang SD/ MI sebanyak 109 satuan pendidikan/ sekolah dari total 154 satuan pendidikan di Kota Kupang. Sedangkan untuk jenjang SMP sebanyak 30 satuan pendidikan (sekolah) dari total 56 satuan pendidikan (sekolah) di Kota Kupang

Turut hadir mendampingi Wali Kota dan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang memantau pelaksanaan proses pembelajaran tatap muka terbatas tersebut Kepala Bagian Protokol dan Komuikasi Pimpinan Setda Kota Kupang, Ernest S. Ludji, SSTP., M.Si dan Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Okto Naitboho, M.Pd. (*PKP_jms)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Pemkot Kupang Serahkan Bantuan HP Android Bagi 739 Siswa SD dan SMP

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Pemerintah Kota Kupang menyerahkan bantuan HP android bagi 739 siswa SD dan SMP yang berasal dari panti asuhan dan keluarga tidak mampu. Penyerahan secara simbolis berlangsung di Kantor Dinas Pendidikan Kota Kupang kepada 12 orang perwakilan siswa dan disaksikan secara virtual oleh Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore,MM,MH, Kamis (02/9/2021). Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Kupang juga melaunching program aplikasi e-planning dan e-budgeting untuk pengelolaan dana BOS. Turut hadir pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si beserta jajarannya, para kepala sekolah, pengelola panti asuhan serta orang tua penerima bantuan yang juga mengikuti secara virtual.

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore,MM,MH dalam arahannya menyampaikan terima kasih kepada DPRD Kota Kupang terutama Komisi IV serta semua stakeholder terkait yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program ini. Diakuinya di tengah pandemi covid 19 yang masih terus mengancam, saat para siswa diwajibkan belajar secara daring dari rumah, keberadaan android menjadi penting bagi kelanjutan pendidikan anak-anak.

Walikota mengapresiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang yang sudah memikirkan terobosan ini. Mantan Anggota DPR RI itu menyadari karena keterbatasan anggaran tidak semua siswa bisa memperoleh bantuan hp android ini. Untuk itu Wali Kota mempercayakan sepenuhnya kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengatur penyaluran bantuan ini benar-benar kepada anak yang membutuhkan. Dinas Pendidikan juga diminta untuk mengkaji program pemberian pulsa bagi siswa serta pemasangan wi-fi gratis di sejumlah lokasi, agar bisa diakses anak-anak dari keluarga tidak mampu saat hendak mengikuti pembelajaran secara daring. “Mudah-mudahan perhatian kecil Pemkot Kupang ini, bisa banyak membantu anak-anak dalam mengikuti proses belajar,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama Wali Kota Kupang juga melaunching aplikasi e-planning dan e-budgeting untuk pengelolaan dana BOS. Menurutnya aplikasi ini akan sangat membantu program kerja di Dinas Pendidikan, terutama pengelolaan administrasi dana BOS yang selama ini menjadi kendala terutama dalam penentuan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Kedua aplikasi ini diyakininya menjadi terobosan yang baik untuk pelaporan administrasi yang baik agar Pemkot Kupang bisa mempertahankan predikat WTP yang sudah diraih dua tahun berturut-turut.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si menyampaikan pandemi covid 19 telah membawa perubahan besar dalam kegiatan belajar mengajar, yang dulu bisa dilakukan secara tatap muka, sekarang harus secara daring. Salah satu kendala yang dihadapi dalam pembelajaran secara daring menurutnya adalah keterbatasan HP android. Untuk meminimalisir permasalahan tersebut maka pada TA 2021 melalui APBD Kota Kupang pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menganggarkan pembelian tablet atau hp android. HP android tersebut akan dibagikan kepada 739 siswa, dengan rincian; siswa SD sebanyak 443 orang, yang berasal dari panti asuhan sebanyak 138 orang dan anak yang berasal dari keluarga kurang mampu sebanyak 305 orang; siswa SMP sebanyak 296 orang, yang berasal dari panti asuhan sebanyak 172 orang dan anak yang berasal dari keluarga tidak mampu sebanyak 124 orang. Para siswa penerima bantuan hibah hp android tersebut tersebar di 79 SD, 31 SMP dan 14 panti asuhan di Kota Kupang.

Mengenai aplikasi e-planning dan e-budgeting untuk pengelolaan dana BOS regular menurutnya bertujuan untuk meminimalisir penyimpangan dalam pengelolaan dan pertanggungjawaban dana BOS regular pada satuan pendidikan (SD dan SMP) di wilayah Kota Kupang. aplikasi tersebut juga diharapkan dapat mewujudkan tata kelola dana BOS regular yang tertib, transparan dan akuntabel.

Bantuan hibah hp android secara simbolis diserahkan atas nama Wali Kota Kupang oleh Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang kepada perwakilan siswa SD dan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Ambo kepada perwakilan siswa SMP. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

665 Orang Guru SMP di Provinsi NTT Ikuti Edukasi Keuangan Dari OJK

NTT AKTUAL. KUPANG. Dalam rangka Bulan Inklusi Keuangan (BIK) tahun 2020, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT kembali menggelar Edukasi Keuangan kepada 665 peserta guru tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Provinsi NTT, Jumat (16/10/2020).

Peserta saat mengikuti kegiatan Edukasi Keuangan yang diselenggaraksn oleh OJK Provinsi NTT melalui aplikasi Zoom, Jumat (16/10/2020). Dokumentasi : HUMAS OJK Provinsi NTT

Kegiatan yang diselenggarakan melalui aplikasi Zoom ini bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan se Provinsi NTT, Kantor Perwakilan BEI NTT, Pegadaian Area Kupang, serta Bank Rakyat Indonesia Cabang Kupang.

Acara yang dimulai pukul 08.30 WITA diawali sambutan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang Drs. Dumuliahi Djami, M.Si mewakili Kepala Dinas dan Kebudayaan Kab/Kota di Provinsi NTT mengucapkan terimakasih kepada OJK yang telah melaksanakan edukasi keuangan kepada guru-guru SMP dan meningkatkan pemahaman terkait investasi bodong.

Sementara itu Kepala OJK Provinsi NTT, Robert HP Sianipar, dalam sambutanya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu program kerja OJK dalam rangka meningkatkan pemahaman kepada para guru khususnya guru tingkat SMP terhadap Lembaga Jasa Keuangan, sehingga diharapkan para guru dapat mengajarkan kembali kepada anak didiknya berbagai pengetahuan mengenai OJK dan Industri Jasa keuangan dengan baik dan tepat.

Kepala OJK Provinsi NTT, Robert HP Sianipar, saat memberikan sambutan pada kegiatan Edukasi Keuangan kepada 665 peserta guru tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Provinsi NTT yang diselenggarakan melalui aplikasi Zoom, Jumat (16/10/2020). Dokumentasi : HUMAS OJK Provinsi NTT

Saat ini berdasarkan data nasional tahun 2019, indeks literasi atau pemahaman masyarakat Provinsi NTT mengenai produk dan atau jasa keuangan hanya sebesar 27,82% sedangkan indeks inklusi atau penggunaan dari produk dan atau jasa keuangan di Provinsi NTT hanya sebesar 60,63%, hal ini menunjukan bahwa banyak masyarakat yang telah menggunakan produk jasa keuangan namun belum mengetahui secara jelas resiko, biaya-biaya dan kewajiban terkait produk keuangan tersebut.

Adapun narasumber dalam Edukasi Keuangan ini yakni Dedi Safari Yapudin selaku Kepala Subbagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK NTT, Imam Subekti selaku Vice President Pegadaian Area Kupang, Adevi Sabath selaku Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia NTT, dan R Nining Juningsih selaku Relationship Manager Dana Ritel BRI Cabang Kupang. (*/NA)

Sumber : HUMAS OJK Provinsi NTT
Editor : Nataniel Pekaata

Pembelajaran Secara Daring, Dumuliahi Djami : Guru Harus Lebih Kreatif

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Pada proses pembelajaran secara daring (dalam jaringan) ini, guru-guru atau tenaga pengajar harus bisa lebih kreatif dan waktu pembelajarannya lebih dipersingkat. “Kalau waktu pembelajaran 10 sampai 15 menit itu bisa, tidak usah sampai 20 atau 25 menit itu lebih bagus, karena kita tidak ingin peserta didik merasa jenuh,”

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si, kepada awak Media saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (14/10/2020).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si. Dokumentasi : Nataniel Pekaata/NTT Aktual

Dumuliahi Djami menambahkan metode pembelajaran secara daring yang diberikan oleh guru-guru kepada peserta didik (siswa/siswi) harus dapat membuat para peserta didik itu tetap merasa senang atau nyaman dan siswa-siswi tidak merasa jenuh.

“Metode pembelajaran yang dipakai secara daring ini harus dapat juga membuat peserta didik merasa senang. Selain itu diharapkan pula bagi para guru jangan juga memindahkan secara keseluruhan pembelajaran secara tatap muka yang biasanya itu 1 Jam sama dengan 35 Menit di metode pembelajaran daring, paling secara daring ini sekitar 20 – 25 Menit. Inti-intinya dan substansi nya apa itu diberikan kepada peserta didik dan selanjutnya diharapkan peserta didik secara kretaif dan aktif pula dapat melakukan tugas-tugas yang diberikan oleh guru atau tenaga pengajar,” ujar Dumuliahi Djami.

Dalam Metode Daring ini cukup banyak contoh tutorial yang dapat di unggah di Google. “Contoh-contoh pembelajaran secara daring itu walaupun tidak bisa dilaksanakan 100 persen di Kota Kupang, tetapi paling kurang dapat dijadikan sebagai acuan untuk kita buat semacam tutorial-tutorial bagi peserta didik, sehingga walaupun dengan metode pembelajaran secara Daring di saat pandemi ini tetap juga membuat peserta didik merasa nyaman dan senang,” katanya.

Selain itu Dumuliahi Djami menerangkan pula Daring atau pendidikan jarak jauh ini tidak dapat didefinisikan bahwa sama dengan memberikan tugas kepada peserta didik setiap harinya. “Bayangkan kalau dalam satu hari itu ada dua atau tiga guru mata pelajaran yang memberikan tugas dan satu minggu misalnya ada delapan sampai dua belas mata pelajaran memberikan tugas. Hal ini kerap kali juga membuat peserta didik menjadi kerepotan dan akhirnya lebih banyak mereka tidak mengerjakan tugas dan yang mengerjakan tugas mereka adalah orang tua apalagi peserta didik TK dan SD. Oleh karena itu kita perlu strategi agar peserta didik itu senang juga mengerjakan tugas yang dimana dalam hal ini tugas yang diberikan juga jangan banyak-banyak,” jelas Dumuliahi Djami.

Dalam metode pembelajaran secara daring ini diperlukan rasa saling pengertian antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Guru, Kepala Sekolah dan juga orang tua serta siswa, tambahnya.

“Memang dalam kondisi seperti ini kita perlu saling mengerti antara Dinas Pendidikan, Kepala Sekolah juga antara Guru dan orang tua, serta antara orang tua dengan peserta didik,” tutup Dumuliahi Djami. (NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

30 Sekolah di Kota Kupang Siap Terima Siswa Baru Secara Online

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. 30 sekolah di Kota Kupang siap menerima peserta didik baru secara online untuk tahun ajaran baru 2020-2021. 30 sekolah tersebut terdiri atas 10 Sekolah Dasar (SD) dan 20 Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Tahapan pendaftaran dan verifikasi secara online akan berlangsung sejak 22 Juni 2020 hingga 24 Juni 2020 mendatang dengan mengakses website Siap PPDB Online Kota Kupang, htpps://kupangkota.siap.ppdb.com.

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R Riwu Kore, MM, MH saat launching penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat Kota Kupang tahun 2020, Rabu (17/06/2020) meminta agar informasi tentang penerimaan siswa secara online ini segera disebarluaskan kepada masyarakat.

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R Riwu Kore, MM, MH, saat memberikan sambutannya pada kegiatan launching peluncuran PPDB Online yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kota Kupang, Rabu (17/06/2020). Foto : PKP Setda Kota Kupang

Wali Kota berharap agar sosialisasi tidak hanya sekedar menggunakan brosur saja, tapi harus juga memanfaatkan semua media yang ada, “Jangan sampai ada orang tua yang tidak dapat atau terlambat info dan akhirnya menimbulkan persoalan di kemudian hari,” tambahnya.

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R Riwu Kore, MM, MH (kanan) didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si (tengah) menekan tombol sirene launching PPDB Online. Foto : PKP Setda Kota Kupang

Disamping itu, menurut Wali Kota, kebijakan zonasi yang diterapkan pada PPDB online ini merupakan langkah yang ditempuh untuk mengatasi penumpukan siswa di satu sekolah. Untuk menghindari gejolak seperti tahun-tahun sebelumnya Wali Kota meminta kepada panitia penyelenggara untuk bekerja secara jujur dan profesional.

“Sebelum ada zonasi, ada sekolah favorit dan non favorit, semua orang tua tentu ingin agar anaknya belajar di sekolah favorit. Tapi dengan sistem zonasi dalam PPDB Online, mengurangi penumpukan pada sekolah-sekolah tertentu,” jelasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si menjelaskan, ada sejumlah perbedaan yang mereka terapkan pada PPDB tahun ini bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Menurutnya jika tahun 2019 lalu sistem penerimaannya masih semi online, maka pada tahun 2020 ini seluruh proses dilakukan secara online. Ditambahkannya, kebijakan tahun lalu tentang zonasi menjadi zona satu dan dua, di mana jika tidak terakomodir di salah satu zona bisa melamar ke sekolah di zona lain yang belum terpenuhi kuotanya tidak berlaku lagi. Pada tahun ini Pemkot sudah menetapkan pembagian zona yang tertuang dalam SK Wali Kota. Siswa hanya dapat melamar di zona yang sesuai domisilinya, dengan pertimbangan supaya dekat dengan rumah mereka dan bisa ditempuh dengan jalan kaki.

Dumul juga menambahkan selain jalur zonasi yang diberi porsi 70% dari daya tampung sekolah, pada PPDB tahun ini sekolah juga memberi ruang bagi jalur afirmasi sebanyak 22%, jalur perpindahan 5% dan jalur prestasi 3%. Informasi ini sudah mereka sebarluaskan lewat brosur yang mereka bagikan di semua rumah ibadah di Kota Kupang.

Manajer Umum Telkom Witel NTT, Samsurizal Aruni, ST yang turut hadir pada kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih kepada Pemkot Kupang yang masih memberi kepercayaan kepada Telkom untuk menjadi provider atau developer aplikasi PPDB online tahun ini. Kepercayaan ini menjadi pemicu bagi mereka untuk terus berupaya melahirkan ide-ide baru yang inovatif dan bermanfaat bagi masyarakat Kota Kupang. Telkom sendiri telah membentuk tim khusus untuk menangani PPDB online di Kota Kupang dan pihaknya terbuka menerima masukan guna memperbaiki kekurangan yang terjadi pada tahun lalu. Jika ada kendala dalam proses PPDB online pihaknya telah menyediakan jalur khusus untuk melayani.

Untuk diketahui peluncuran PPDB Online yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kota Kupang tersebut dihadiri oleh para Kepala Bidang Dinas Pendidikan Kota Kupang, para Kepala Sekolah dan operator komputer dari 30 sekolah yang menyelenggarakan PPDB secara online. (*PKP_ans/ded/frd/Red)

Tingkat Kelulusan SMP/MTs di Kota Kupang 100 Persen

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Tingkat kelulusan SMP/MTs di Kota Kupang untuk Tahun Ajaran 2019/2020 yaitu 100 Persen (100 %).

Jumlah peserta ujian SMP/MTs di Kota Kupang untuk Tahun Ajaran 2019/2020 yang dinyatakan lulus berjumlah sebanyak 7.593 peserta, dengan rinciannya yakni laki-laki berjumlah 3.895 dan perempuan 3.698, yang berasal dari 56 SMP/MTs se Kota Kupang.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si, kepada Media ini saat di konfirmasi melalui WhatsApp, Jumat (05/06/2020).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si. (Foto : Istimewa)

“Saya ucapkan terimakasih kepada seluruh Kepala Sekolah dan Guru se Kota Kupang baik Guru PNS maupun PTT. Walaupun dalam kondisi yang sangat berat dengan adanya Covid-19, tetapi teman-teman Kepala Sekolah dan Guru tetap bisa melaksanakan kewajibannya sebagai Kepala Sekolah dan Guru dengan baik, khususnya dalam mengajar serta mengevaluasi anak-anak didik di kelas IX,” ungkap Dumuliahi Djami

Dirinya juga mengungkapkan terimakasih kepada para orang tua anak-anak didik di SMP/MTs yang sudah dengan aktif membimbing dan mengawasi anak-anak didik sehingga semuanya bisa sukses meraih kelulusan dengan baik, jelasnya.

Selain itu dirinya berpesan pula kepada anak-anak didik kelas IX SMP/MTs yang telah di nyatakan lulus.

“Untuk anak-anak didik SMP/MTs yang sudah dinyatakan lulus harus tetap semangat kerena perjalanan kalian masih panjang. Sebentar lagi akan melanjutkan ke SMA, semoga anak-anak bisa terus melakukan proses belajar dengan baik dan akhirnya dapat meraih kesuksesan,” pungkasnya. (Red)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Dinas P&K Kota Kupang Perpanjang WFH Hingga 14 Juni 2020

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P&K) Kota Kupang memperpanjang waktu Work Form Home (WFH) yakni terhitung sejak 2 Mei 2020 sampai dengan 14 Juni 2020 mendatang.

Hal ini dituangkan dalam Surat Edaran yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang dengan Nomor Surat : 629/Disdikbud.004.5/SEK/2020 dan yang ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si dan ditujukan kepada Kepala Sekolah TK/RA, SD/MI, dan SMP/MTs Negeri Swasta Sekota Kupang

Surat Edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P&K) Kota Kupang terkait perpanjangan waktu Work From Home (WFH). Foto : Istimewa

Dalam Surat Edaran yang dikeluarkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang menekankan bahwa sekalipun WFH di perpanjang, pelayanan publik tetap dilakukan yakni dengan empat poin Mekanisme nya yaitu :

1. Kepala Sekolah wajib hadir setiap hari disekolah.
2. Para guru diatur jadwal piket sehingga hadir di sekolah secara bergilir.
3. Petugas piket wajib berpakaian Dinas resmi sesuai ketentuan.
4. Proses Belajar Mengajar tetap dilaksanakan secara daring (online) dan dilaporkan secara berkala bersamaan dengan jadwal piket dan daftar hadir piket ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si, kepada Media ini saat di konfirmasi melalui WhatsApp, Selasa (02/06/2020) malam mengatakan Guru-guru juga sudah menyelesaikan persiapan kelulusan dan untuk kenaikan kelas, jadi tanpa siswa/siswi masuk sekolah pun itu tidak terlalu berpengaruh terhadap hasil yang mereka capai sehingga memang sebaiknya siswa/siswi baik SD dan SMP di Kota Kupang tetap untuk sementara waktu dirumah dulu.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si. (Foto : Istimewa)

Alasan lain di perpanjang nya masa WFH dan proses Belajar Mengajar secara daring (online) karena sampai dengan saat ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang dan Pemerintah Kota Kupang belum memutuskan apakah di Tahun Ajaran Baru proses Belajar Mengajar nya kembali ke sekolah seperti biasa, atau tetap siswa/siswi SD dan SMP di Kota Kupang belajar di rumah yakni dengan ‘Panduan’ yang dibuat oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang bersama Kepala Sekolah dan guru-guru, jelas Dumuliahi Djami.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si. (Foto : Istimewa)

“Terkait dengan proses Belajar Mengajar ini, pada dasarnya kami dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang tetap menunggu kebijakan dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota Kupang,” pungkasnya. (*/Red)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata