Arsip Tag: dr. Hermanus Man

Paket FirmanMu Kebut Pemenuhan Air Bersih di 7 Bulan Tersisa Masa Jabatan

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Masa jabatan pasangan Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM,MH dan Wakil Wali Kota, dr. Hermanus Man yang dikenal dengan paket FirmanMu, tersisa kurang lebih 7 bulan lagi. Selama 4 tahun terakhir sudah banyak pencapaian dan prestasi yang diraih oleh kedua pemimpin ini. Banyak juga pekerjaan dan penataan kota yang dimulai selama periode ini, yang telah mengubah wajah Kota Kupang menjadi jauh lebih indah dan menarik. Salah satu mega proyek yang menjadi buah tangan kepemimpinan keduanya adalah mega proyek SPAM Kali Dendeng yang sebentar lagi sudah bisa dinikmati warga Kota Kupang. Proyek yang mendapat dukungan dana dari pemerintah pusat itu akan memenuhi kebutuhan air dari 12 ribu kepala keluarga di Kota Kupang.

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM,MH, dalam acara nonton Vlog pembangunan Mega Proyek Air Bersih bersama Wali Kota Kupang dengan awak media di Aula Garuda, Kamis (13/01/2022), memastikan akan mengupayakan agar mega proyek SPAM Kali Dendeng ini sudah bisa dinikmati oleh warga Kota Kupang sebelum masa jabatannya berakhir. Diakuinya saat ini masih ada kendala teknis di lapangan, karena masih ada warga yang menolak pemasangan jalur pipa di wilayah Mantasi. Namun dipastikannya masalah tersebut dapat diselesaikan dan pekerjaan dapat dilanjutkan. Menurutnya pekerjaan SPAM Kali Dendeng saat ini adalah tahap I dari rencana besar pemenuhan air bersih di Kota Kupang. Dengan kapasitas produksi 150 liter per detik, diharapkan proyek ini akan memenuhi kebutuhan 12 ribu sambungan rumah di wilayah Kota Kupang bagian barat. Di tahap kedua nanti, akan ada pekerjaan untuk pemenuhan air bersih bagi warga Kota Kupang di wilayah lainnya. Pemerintah pusat juga akan memberikan dukungan dana untuk pengelolaan air bersih di Air Sagu kelurahan Batuplat. Selain itu menurutnya Gubernur NTT juga telah memberikan lampu hijau dukungan untuk pembangunan bendungan Kolhua yang saat ini sedang dalam proses penyesuaian desain. Dia berharap proyek-proyek ini bisa memenuhi kebutuhan air bersih warga Kota Kupang.

Selain pemenuhan air bersih, Pemkot Kupang juga memberi perhatian serius pada pekerjaan penataan kota seperti pembangunan taman, bundaran dan gerbang masuk yang sudah disetujui pemerintah pusat. Di samping itu, Wali Kota juga menambahkan dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan Kementerian PUPR tentang rencana pembangunan jembatan kembar Liliba, untuk mengurai kemacetan di jalur tersebut.

Wali Kota Jeriko yang merayakan HUT ke-62 pada hari ini juga memastikan, di sisa masa jabatannya bersama Wawali akan terus mengupayakan program-program yang membantu masyarakat yang tidak beruntung seperti program bedah rumah. Menurutnya di tahun 2022 ini ditargetkan akan membedah 359 unit rumah. 249 unit dibangun dengan dukungan Dana Alokasi Khusus Pemerintah Pusat dan 110 unit rumah akan dibedah dengan menggunakan dana APBD Kota Kupang. Dia berharap program pro rakyat ini bisa dilanjutkan oleh Penjabat Wali Kota yang akan menggantikannya di Agustus 2022 nanti.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man menambahkan saat ini cakupan pemenuhan air bersih untuk warga Kota Kupang baru 51 persen. Dengan tambahan layanan SPAM Kali Dendeng ada peningkatan persentasenya. Target mereka di waktu mendatang dengan pekerjaan-pekerjaan pengelolaan air bersih yang didukung oleh pemerintah pusat ini, 60 hingga 70 warga Kota Kupang bisa dilayani.

Laurens Leba Tukan, jurnalis Media Selatan Indonesia dalam acara tersebut mengakui selain penataan kota seperti taman dan bundaran, masa kepemimpinan FirmanMu juga menonjol dengan program bedah rumahnya. Dia berharap apa yang ditargetkan untuk dibangun atau dibedah bisa terwujud sebelum akhir masa jabatan keduanya, karena sangat membantu warga kurang mampu. Tentang pekerjaan pengelolaan air bersih SPAM Kali Dendeng, Laurens berharap agar di tahap berikutnya bisa menjangkau juga warga Kota Kupang di wilayah lainnya seperti Oesapa dan Liliba.

Acara nonton Vlog pembangunan Mega Proyek Air Bersih bersama Wali Kota Kupang tersebut dihadiri pula oleh Sekretaris Daerah, Fahrensy P. Funay, SE, M.Si, Ketua TP PKK Kota Kupang, Ny. Hilda Riwu Kore Manafe, para Asisten Sekda dan sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

Wawali Buka Pembekalan Baseline Survey Program Kesiapsiagaan Polio di Kota Kupang

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man, membuka kegiatan pembekalan baseline survey program kesiapsiagaan polio di Kota Kupang yang berlangsung di Aula Hotel Romyta, Kelurahan Oebufu Kota Kupang, hari ini, Selasa (4/01/2022).

Turut mendampingi Wakil Wali Kota Kupang dalam kegiatan tersebut, Kepala Markas PMI Kota Kupang, Yuliana Manuhutu dan Koordinator Lapangan (Korlap) Kesehatan PMI Provinsi NTT, Marsianus Lanna, S.Pd.

Wawali yang juga menjabat
sebagai Ketua PMI Kota Kupang, dalam sambutannya menyampaikan tujuan dilaksanakan pembekalan ini adalah guna menyiapkan diri menghadapi penyakit yang disebabkan oleh virus, bukan hanya Covid-19, demam berdarah dan campak, melainkan juga polio. Virus polio ini menurutnya dapat menyerang saraf bahkan otak yang bisa menyebabkan kelumpuhan dan kecacatan pada anak-anak. Untuk membasmi virus ini perlu dilakukan vaksinasi/imunisasi. Untuk itu, relawan PMI Kota Kupang dapat mengajak anak-anak di Kota Kupang untuk mendapatkan vaksinasi/imunisasi di Posyandu.

Ditambahkannya, Kota Kupang dipilih sebagai salah satu daerah operasi PMI dan dijadikan sebagai salah satu kota untuk promosi percepatan pelaksanaan vaksinasi. Untuk pelaksanaan vaksinasi/imunisasi polio dilakukan di 4 kelurahan di Kota Kupang. Wawali berharap PMI Kota Kupang dapat menggunakan metode pendekatan keluarga atau dari rumah ke rumah untuk mendata anak di bawah umur 15 tahun. Data yang diperlukan yaitu nama, umur, dan alamat domisili. Pendataan juga bisa dilakukan menggunakan Kartu Keluarga dan Kartu Identitas Anak (KIA). Untuk itu, seluruh anak yang baru dilahirkan harus segera mempunyai akta kelahiran dan Kartu Identitas Anak (KIA) kemudian setelah umur 17 tahun, KIA dapat dialihkan menjadi Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Wawali yang juga berprofesi sebagai dokter itu menambahkan, pembekalan ini sekaligus pelatihan bagi relawan PMI dalam melakukan teknik pemberian vaksinasi/imunisasi polio. Dia juga berharap dalam dua minggu mendatang vaksinasi covid-19 di Kota Kupang untuk dosis pertama bisa mencapai 90% dan dosis kedua mencapai 70%.

Kepala Markas PMI Kota Kupang, Yuliana Manuhutu menjelaskan kegiatan pembekalan baseline survey program kesiapsiagaan polio di Kota Kupang ini akan berlangsung selama dua hari sejak 4-5 Januari 2022. Peserta kegiatan terdiri dari 8 orang dari Relawan KSR (Korps Suka Rela) dan 16 orang perwakilan dari 4 kelurahan, yakni Kelurahan Naikoten 2, Kelurahan Nunleu, Kelurahan Oeba dan Kelurahan Fatubesi.

Narasumber kegiatan ini didatangkan dari Dinas Kesehatan Kota Kupang, Korlap PMI  Propinsi NTT dan relawan yang sudah mengikuti training of trainer (TOT). *PKP_ain/ans

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Wawali Pimpin Upacara Peringatan Hari Amal Bakti ke-76 Kementerian Agama Tingkat Kota Kupang

NTT AKTUAL . KOTA KUPANG. Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man, memimpin upacara peringatan Hari Amal Bakti  ke -76 Kantor Kementerian Agama Tingkat Kota Kupang. Upacara berlangsung di lapangan upacara Kantor Kementerian Agama Kota Kupang, Senin (3/01/2022).

Turut hadir dalam upacara tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kupang bersama jajarannya, Ketua FKUB Kota Kupang, Ketua MUI Kota Kupang, para Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Kota Kupang, para Kepala Madrasah se-Kota Kupang, Ketua dan pengurus Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama Kota Kupang, pimpinan BRI Cabang Kupang, pimpinan BSI Cabang Kupang, para purnabakti Kementerian Agama serta seluruh ASN di lingkup Kementerian Agama Kota Kupang.

Wawali dalam Sambutan Menteri Agama RI yang dibacakannya menyampaikan sejak dibentuk tanggal 3 Januari 1946 hingga hari ini, Kementerian Agama terus bertumbuh dan berkembang menjadi salah satu instansi pemerintah yang mempunyai peran penting dan strategis dalam meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran agama serta mewujudkan tatanan kehidupan beragama yang toleran dan ramah bagi semua. Kementerian Agama telah hadir sebagai payung teduh bagi semua unsur umat beragama, memberikan pelayanan prima bagi masyarakat yang membutuhkan layanannya dan menjaga Pancasila, konstitusi dan Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk tetap dalam jalurnya.

Hal tersebut dibuktikan dengan naiknya indeks kesalehan umat beragama dari 82,52 pada tahun 2020 menjadi 83,92 pada tahun 2021. Indeks kerukunan umat beragama juga mengalami peningkatan yang semula tahun 2020 sebesar 67,46 menjadi sebesar 72,39 pada tahun 2021. Indeks kepuasan layanan KUA meningkat pula dari angka 77,28 pada tahun 2019 menjadi 78,90 pada tahun 2021.

Ditambahkannya, di usia yang ke-76 ini, Kementerian Agama harus terus berbenah. Prestasi yang telah diraih harus dipertahankan dan secara bersamaan perlu terus berinovasi untuk mewujudkan Kementerian Agama yang lebih baik. Untuk itu kepada para ASN Kementerian Agama dia berpesan agar menjadikan agama sebagai inspirasi dan penggerak yang dapat meningkatkan daya kreativitas. Selain itu menjadikan pula lima nilai budaya kerja Kementerian Agama yaitu integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab dan keteladanan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi selaku ASN. “Selamat memperingati Hari Amal Bakti ke-76 Kementerian Agama, semoga terus berjaya serta menjadi oase dan pelayan masyarakat yang terbaik,” ucapnya.

Dalam upacara tersebut Wawali juga berkesempatan menyematkan penghargaan Satya Lencana Karya Satya untuk 33 ASN di Lingkup Kantor Kementerian Agama Kota Kupang untuk masa bakti 30 tahun, 20 tahun dan 10 tahun. Wawali bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kupang juga menyerahkan SK Kenaikan pangkat untuk 7 orang ASN dan SK pensiun untuk 1 orang ASN di lingkup Kantor Kementerian Agama Kota Kupang.

Pada acara ramah tamah usai upacara, setelah potong tumpeng ulang tahun ke-76 Kementerian Agama, Wawali mengucapkan selamat kepada para ASN yang menerima penghargaan satya lencana hari ini. Menurutnya ini merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi Negara kepada para ASN yang memiliki integritas. Senada dengan Menteri Agama, Wawali berpesan kepada para ASN di lingkup Kementerian Agama untuk menerapkan lima nilai budaya kerja Kementerian Agama, terutama integritas, yang menurutnya ditandai dengan adanya keselarasan antara iman dan perbuatan dari ASN, apa pun agama yang diimaninya.

Menurutnya Kota Kupang memiliki tagline Kupang rukun. Berbagai penghargaan berhasil diraih menjadi bukti Kota Kupang sebagai rumah kerukunan. “Di dalam rumah bisa saja ada perbedaan. Tapi kita harus tetap saling menghormati, menghargai, toleransi dan tidak ada diskriminasi. Semua agama kita mengajarkan tentang persaudaraan. Tema Natal lalu juga tentang persaudaraan, mau ingatkan bahwa kita sebenarnya satu dalam Allah,” pungkasnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kupang, Yakobus Beda Kleden pada kesempatan yang sama menyampaikan terima kasih kepada umat beragama dan Pemerintah Kota Kupang yang terus mendukung tugas dan peran mereka selama ini. “Terima kasih sudah menerima kami untuk ambil bagian dalam pembangunan kehidupan umat beragama di Kota Kupang,” ungkapnya. Terima kasih juga disampaikannya kepada FKUB dan para tokoh agama yang telah menjadi mitra yang baik bagi mereka.

Ditambahkannya tema peringatan Hari Bakti kali ini adalah transformasi layanan umat, dimaksudkan untuk menjawab kebutuhan umat di era transformasi digital. Terutama di tengah pandemi covid 19, pelayanan iman umat sudah memanfaatkan kemajuan teknologi dan bisa berlangsung secara virtual. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Wawali Terus Pantau Progres Vaksinasi Di Kota Kupang

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Kupang kembali melakukan pemantauan dan pengendalian hasil vaksinasi Covid 19 di 2 Puskesmas di Kota Kupang, Jumat (06/8/2021). Puskesmas yang dikunjungi antara lain; Puskesmas Penfui dan Puskesmas Naioni yang bekerjasama dengan Polres Kupang Kota tengah melaksanakan vaksin bagi masyarakat di Kelurahan Manulai II. Turut hadir Kapolres Kupang Kota, AKBP Satrya Perdana P. T Binti, SIK, Kasdim 1604/Kupang, Letkol Inf Sugeng Prihatin Sos, M.Sc, M.Tr, serta Lurah dan Kepala Puskesmas setempat.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man bersama Forkopimda Kota Kupang kembali melakukan pemantauan dan pengendalian hasil vaksinasi Covid 19 di Puskesmas di Kota Kupang, Jumat (06/8/2021). Dokumentasi : Prokompim Setda Kota Kupang.

Dalam pantauan, Puskesmas Naioni sedang melaksanakan vaksinasi di pelataran SD Pelangi Manulai II bagi warga di lingkungan RT 7, 8 dan 9 RW 3 Kelurahan Manulai II. Kegiatan tersebut diprakarsai oleh Meky Bola selaku Ketua RW 3 Kelurahan Manulai II. Dijelaskannya program vaksinasi bagi masyarakat di RW 3 dapat terlaksana berkat kerja sama dengan Polres Kupang Kota dan Puskesmas Naioni. Menurut Ketua RW 03 target vaksinasi dosis 1 tersebut berjumlah 300 orang dilaksanakan dalam waktu 1 hari.

Berdasarkan informasi yang diperoleh jumlah sasaran vaksinasi Covid 19 baik jenis Sinovac maupun Astra Zeneca di Puskesmas Naioni adalah 9.199 orang yang masuk kategori umum dan lansia. Wilayah pelayanan Puskesmas Naioni meliputi Kelurahan Naioni, Batuplat dan Manulai II. Kelurahan Manulai II jumlah sasaran penerima 3.232 orang dengan 730 orang yang telah menerima vaksin, kelurahan Naioni jumlah penerima vaksin 1.964 orang dengan 422 orang yang telah menerima vaksin dan kelurahan batuplat jumlah penerima vaksin 4.003 orang dengan 519 orang yang telah divaksin. Puskesmas Naioni masih kekurangan 110 vial dosis vaksin yang selanjutnya akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Kupang untuk pemenuhan kebutuhan vaksin.

Selanjutnya pada pemantauan pada Puskesmas Penfui yang sedang melaksanakan vaksinasi Covid 19 dosis 2 jenis sinovac dan Astra Zeneca, informasi yang diperoleh target vaksin perhari adalah 100 orang. Wilayah pelayanan Puskesmas Penfui mencakup kelurahan Penfui, Naimata dan Maulafa dengan sasaran penerima vaksin berjumlah 5.019 orang. Jumlah penerima vaksin yang terdata adalah 4.074 orang dan sisanya 945 orang yang belum divaksin. Menurut Kepala Puskesmas, dr. Maria Stephani, jumlah vaksin yang tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan di Puskesmas Penfui.

Wawali pada kesempatan tersebut menyampaikan data penerima harus dicocokkan dengan pelayanan kesehatan lain di sekitar puskesmas, misalnya kegiatan vaksinasi oleh TNI/Polri, Kejaksaan dan sebagainya. Hal ini untuk mengetahui berapa banyak warga di kelurahan yang telah melakukan vaksinasi di luar wilayah kerja puskesmas tersebut. Sehingga informasi mengenai kebutuhan vaksin di puskesmas dapat terdata dengan baik.

“Saya berharap ketersediaan vaksin dapat didata dengan baik sehingga 70% hingga 80% masyarakat sudah bisa menerima vaksin baik dosis 1 maupun dosis 2,” ungkap Wawali.

Wawali juga meminta kepada Dinas Kesehatan Kota Kupang agar selalu berkoordinasi baik dengan Puskesmas di Kota Kupang untuk memantau setiap kebutuhan yang diperlukan. Wawali juga menegaskan agar puskesmas memprioritaskan pelayanan vaksinasi covid 19 bagi masyarakat di wilayah kerja masing-masing. (*PKP_chr)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Puskesmas Penkase-Oeleta Bakal Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid 19

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Puskesmas Penkase-Oeleta yang terletak di Kelurahan Penkase-Oeleta, Kecamatan Alak akan dijadikan sebagai tempat isolasi alternatif bagi para pasien covid 19 di Kota Kupang, karena ruang isolasi di semua rumah sakit sudah penuh.

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man saat melakukan pemantauan tim isolasi mandiri di sejumlah puskesmas di Kota Kupang, Kamis (21/01/2020).

Wawali bersama rombongan berkesempatan mengunjungi langsung lokasi puskesmas Penkase-Oeleta dan turut serta dalam kunjungan tersebut yaitu Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Kupang, Yanuar Dally, SH, M.Si, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang, Maxi Jemy D. Didok, S.Pd., M.Si, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim) Setda Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP., M.Si, Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kupang, Marthin Alan Yoga Girsang, SH., MH., Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Kupang, Rudi Priyono, S.KM., M.Kes., Kepala Bidang Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kota Kupang, I. G. A. Ngurah Suarnawa serta para lurah setempat.

Menurut Wawali gedung puskesmas yang belum aktif beroperasi tersebut akan segera dimanfaatkan sebagai tempat isolasi jika fasilitas penunjang serta petugas sudah siap. Tak lupa dia memastikan ketersediaan air sebagai kebutuhan dasar di gedung puskesmas tersebut. “Nantinya pasien positif covid 19 yang bergejala yang kita prioritaskan untuk dirawat di sini,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Kupang, Rudi Priyono, S.KM., M.Kes menjelaskan saat ini sudah tersedia 18 tempat tidur di Puskesmas Penkase untuk ruang isolasi. Rencananya akan ada tambahan 12 unit tempat tidur lagi sehingga total tempat tidur yang akan tersedia menjadi 30 unit. 26 unit tempat tidur untuk pasien, sedangkan 4 tempat tidur untuk petugas. Saat ini pihaknya akan melengkapi fasilitas penunjang di puskesmas tersebut serta melakukan koordinasi dengan semua puskesmas guna membahas ketersediaan petugas yang didatangkan dari semua puskesmas. Rencananya masing-masing puskesmas diminta menyediakan 12 petugas terdiri atas dokter dan perawat, yang akan bertugas secara bergilir di Puskesmas Penkase sebagai tempat isolasi.

Sebelum memantau Puskesmas Penkase, Wawali bersama rombongan juga berkesempatan mengunjungi Puskesmas Manutapen yang diterima langsung oleh Kepala Puskesmas Manutapen, dr. Haryono. Menurut dr. Haryono mereka sudah membagi tim untuk melakukan pemantauan terhadap pasien positif covid 19 yang berjumlah 28 orang dan tersebar di tiga kelurahan yang masuk dalam wilayah pelayanan mereka yakni, Kelurahan Manutapen, Kelurahan Mantasi dan Kelurahan Fatufeto. Pada kesempatan yang sama dr. Haryono bersama para petugasnya sempat mengeluhkan soal tidak adanya mobil ambulans di puskesmas mereka sehingga sering mengalami kendala saat hendak merujuk pasien. Menanggapi keluhan tersebut Wawali berjanji akan memperhatikan kendala itu.

Usai dari Puskesmas Manutapen, Wawali bersama rombongan melanjutkan pemantauan ke Puskesmas Alak di Kelurahan Nun Baun Sabu. Di sana mereka diterima oleh Kepala Puskesmas, dr. Panondang Pandjaitan. Menurutnya saat ini ada 28 pasien positif yang sedang dalam pemantauan petugas mereka dan tersebar di lima kelurahan yang masuk dalam wilayah pelayanan mereka, yakni Kelurahan Nunhila, Nun Baun Delha (NBD), Nun Baun Sabu (NBS), Penkase, Namosain serta Alak. Dalam kunjungan tersebut tak lupa Wawali mendesak untuk mempercepat vaksinasi covid bagi para petugas kesehatan di puskesmas tersebut.

Desakan untuk sesegera mungkin melakukan vaksinasi bagi para tenaga medis juga disampaikan Wawali di dua puskesmas terakhir yang dikunjungi hari ini, yakni Puskesmas Bakunase dan Puskesmas Sikumana. Kepala Puskesmas Sikumana, dr. Ivony Ray memastikan dalam waktu satu hingga dua minggu ke depan vaksinasi bagi para tenaga kesehatan bisa selesai dilaksanakan. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Wawali Tinjau Tim Isolasi Mandiri di Empat Puskesmas

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man melakukan peninjauan terhadap tim pemantau pasien isolasi mandiri di empat puskesmas di Kota Kupang, Rabu (20/01/2021).

Empat puskesmas yang dikunjungi antara lain, Puskesmas Penfui, Puskesmas Oesapa, Puskesmas Pasir Panjang dan Puskesmas Oebobo. Turut mendampingi Wawali dalam kunjungan tersebut, Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Kupang, Yanuar Dally, SH, M.Si, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang, Maxi Jemy D. Didok, S.Pd., M.Si, Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kupang, Marthin Alan Yoga Girsang, SH., MH, Kepala Bidang Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kota Kupang, I.G.A. Ngurah Suarnawa dan Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Kupang, Sri Wahyunigsih, SKM. M.Kes.

Dalam penjelasannya kepada awak media usai melakukan kunjungan tersebut Wawali menyampaikan, kunjungan ini untuk memastikan apakah arahannya terkait pembentukan tim isolasi mandiri per puskesmas berjalan dengan baik. Dari hasil pemantauan hari ini dia mendapat kesan semuanya berjalan dengan baik. Wawali memberi apresiasi kepada para petugas di puskesmas yang sudah bekerja sesuai standar baku pelayanan isolasi mandiri dan pasien juga merasa tertolong. Dalam kunjungan tersebut Wawali juga berkesempatan mengontak langsung per telepon pasien isolasi mandiri yang sedang dalam pemantauan petugas di Puskesmas Penfui dan Puskesmas Oesapa.

Peninjauan berawal dari Puskesmas Penfui. Di sana Wawali diterima langsung oleh Kepala Puskesmas Penfui, dr. Maria Stephani. Dalam penjelasannya dr. Stephani menyampaikan saat ini petugas mereka tengah melakukan pemantauan terhadap 55 orang yang tersebar di tiga kelurahan yang berada dalam wilayah pelayanan Puskesmas Penfui, yakni Kelurahan Penfui, Kelurahan Naimata dan Kelurahan Maulafa. Untuk pasien yang tanpa gejala, pemantauan dilakukan per telepon dan WA. Bila ada keluhan baru petugas turun langsung ke rumah pasien.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Puskesmas Oesapa, dr. Shinta Ndaomanu. Menurutnya saat ini ada 20-an orang yang melakukan isolasi mandiri dan sedang dalam pemantauan petugas mereka. setelah dari Puskesmas Oesapa, Wawali dan rombongan melanjutkan kunjungan ke Puskesmas Pasir Panjang dan diterima oleh Kepala Puskesmas dr. E. Evalina Corebima. Puskesmas terakhir yang dikunjungi pada Rabu (20/01/2020) adalah Puskesmas Oebobo, Wawali dan rombongan diterima langsung oleh Kepala Puskesmas Oebobo, dr. Sartje Nubatonis.

Rencananya kunjungan yang sama akan dilanjutkan pada, Kamis (21/01/2020) ke puskesmas yang berada di wilayah barat Kota Kupang. (*Pkp_ans)

Sumber Berita + Foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Wawali Pantau Jalannya Operasi Protokol Kesehatan Kasih

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Sesuai edaran yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Kupang tentang Peningkatan Kewaspadaan Dalam Rangka Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Untuk Mengendalikan dan Meminimalkan Penularan Transmisi Lokal Covid-19 di Kota Kupang nomor 044/HK.188.45.443.1/I/2021, Wakil Wali Kota Kupang dr. Hermanus Man, pada hari ini Jumat (15/01/2020) bersama Satuan Polisi Pamong Praja beserta Gugus Tugas Kecamatan dan Kelurahan melakukan pemantauan ke setiap pintu masuk Kota Kupang dan tempat-tempat yang dapat menimbulkan kerumunan masyarakat.

Salah satu isi edaran Wali Kota Kupang adalah dilakukan pemeriksaan melalui operasi Prokasih (Protokol Kesehatan Kasih) di setiap pintu masuk (gerbang) wilayah Kota Kupang dan bagi sopir, awak dan/atau penumpang yang tidak memakai masker dan menaati protokol kesehatan lainnya dilarang memasuki wilayah Kota Kupang.

Wakil Wali Kota Kupang dr. Hermanus Man (kiri depan) saat melakukan operasi Prokasih (Protokol Kesehatan Kasih), Jumat (15/01/2020). Dokumentasi : Prokompim Setda Kota Kupang

Pemantauan dimulai dari pintu masuk timur Kota Kupang di daerah Bimoku Lasiana. Di perbatasan tersebut ditemukan beberapa pengendara baik roda empat dan roda dua yang tidak menggunakan masker dan langsung ditegur secara keras oleh Wakil Wali Kota (Wawali) untuk segera menggunakan masker.

Selanjutnya rombongan menuju ke pintu masuk bagian selatan di daerah perbatasan Nasipanaf. Di daerah tersebut terpantau masyarakat tertib dalam penggunaan masker. Wawali kemudian menuju ke pasar Penfui dan salah satu perbankan yang menimbulkan kerumunan. Di tempat tersebut ditemukan banyak pedagang, pembeli serta antrean bank yang terpantau tidak menggunakan masker dan tidak menjaga jarak. dr. Hermanus Man beserta rombongan memberikan teguran keras agar menaati protokol kesehatan, karena ini semua demi kebaikan banyak orang. Apabila tidak menaati protokol kesehatan, maka akan aktivitas pasar maupun perbankan akan ditutup sementara.

Menurut Wawali pantauan ini dilakukan guna memantau penerapan protokol kesehatan di lingkungan masyarakat dapat berjalan tertib dan efektif. Selain itu ia juga menambahkan agenda penindakan ini juga dimanfaatkan untuk mensosialisasikan Surat Edaran (SE) terbaru. “Jadi selain kami melakukan pemantauan dan penindakan, kami sekaligus juga mensosialisasikan Edaran Wali Kota terbaru tentang Pembatasan Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat pada masa pandemi ini,” ungkapnya.

Sementara itu untuk hajatan atau pesta, sesuai Surat Edaran Wali Kota terbaru tentang pembatasan kegiatan masyarakat, bilamana ditemukan ada kegiatan pesta, Satpol PP bersama tim gabungan akan datang ke lokasi berdasarkan hasil laporan. “Kami akan datang ke lokasi hajatan/pesta dan akan melakukan edukasi kepada yang bersangkutan,” lanjut Wawali.

Turut mendampingi Wakil Wali Kota Kupang pada kesempatan ini yaitu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kota Kupang, Drs. Agus Ririmasse, AP, M.Si., Kepala BKPPD Kota Kupang, A. D. E. Manafe, S.IP., M.Si, Kepala Dinas Perhubungan Kota Kupang, Bernadinus Mere, AP., M.Si., Plt. Kasat PolPP Kota Kupang, Daniel Zakharias, S.Sos., M.Si., Kabag Prokompim Setda Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP., M.Si., para Camat dan Lurah serta tim gabungan penegakan protokol kesehatan di Kota Kupang. (*PKP_chr)

Sumber berita + foto : Siaran Pers Prokompim Setda Kota Kupang

Pemkot Kupang Gelar Pencanangan Vaksinasi Covid-19 Tahap I

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Setelah Pemerintah pusat dan Provinsi NTT, sekarang giliran Pemerintah Kota Kupang melaksanakan Pencanangan Vaksinasi Covid-19 Tahap I Termin I bagi Forkopimda di Kota Kupang dengan tagline ‘Vaksin Covid-19, Aman dan Halal’, pada hari ini, Kamis (15/01/2020).

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH dan Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man hadir bersama Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, S.E., dan para pejabat, tenaga kesehatan serta tokoh masyarakat penerima vaksin tahap I termin I tersebut, antara lain Kapolres Kupang Kota, AKBP Satrya Perdana Panuntung Tarung Binti, S.IK, Kasdim 1604/Kupang, Letkol Inf. Sugeng Prihatin, S.Sos., M.Sc., M.Tr.Hanla., Kepala BNN Provinsi NTT, Isnaeni Ujiarto, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kota Kupang, Drs. Agus Ririmasse, AP., M.Si., Asisten Administrasi Umum Sekda, Yanuar Dally, S.H., M Si., Sekretaris Dinkes Kota Kupang, Rudy Priyono, S.KM., M.Kes., Kabag Prokompim Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP., M.Si., Perwakilan dari Karang Taruna, Stenly Boymau dan 2 orang yang mewakili tenaga kesehatan, dr. Jessie Julian Mila Meha dan dr. Joanita Tukan.

Kegiatan dicanangkan secara resmi oleh Wakil Wali Kota Kupang. Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Kupang memberikan apresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada para pihak yang telah hadir dan bersedia divaksin sebagai contoh bagi masyarakat. Dia mengakui bahwa program vaksinasi ini masih mengundang pro dan kontra oleh berbagai kalangan namun mengajak seluruh masyarakat untuk meyakini keamanan dan kehalalan vaksin karena Presiden Jokowi sendiri telah menjamin, dengan menjadi orang pertama di Indonesia yang menerima vaksin pada Rabu (13/1/2020) di Istana Negara dan disaksikan oleh seluruh masyarakat Indonesia melalui siaran langsung media-media nasional.

“Bapak ibu yang menerima vaksin perdana hari ini merupakan show windows di Kota Kupang agar menjadi contoh bagi masyarakat terutama mereka yang masih meragukan vaksin ini. Dengan bersedianya Bapak Ibu telah turut membantu dalam penanggulangan Covid-19 di Indonesia khususnya di Kota Kupang. Selain itu negara sudah menjamin keamanan dan kesucian vaksin ini karena sudah bersertifikat halal oleh MUI dan jaminan aman oleh Kemenkes apalagi BPOM sendiri telah mengeluarkan hasil uji efikasi tahap 3 vaksin sebesar 65,3 %,” jelas Wawali.

Wawali juga mengatakan bahwa Wali Kota dan dirinya tidak ikut divaksin pada tahap I ini karena tidak memenuhi syarat dari segi usia, “salah satu syarat penerima vaksin tahap pertama ini adalah mereka yang berusia 15 sampai dengan 59 tahun, kami berdua sudah 60 lebih. Selain itu mereka yang memiliki komorbid atau penyakit penyerta seperti hipertensi dan diabetes juga tidak turut divaksin pada tahap ini,” sambung dr. Herman Man.

Lebih lanjut, dr. Herman menyebutkan bahwa per hari ini Kota Kupang telah mencatat 1.290 kasus positif Covid-19, dengan tingkat kesembuhan paling rendah se-NTT yaitu sebanyak 485 orang, sedangkan jumlah penderita meninggal 43 orang. Saat ini, katanya, ada 762 pasien yang melakukan isolasi mandiri.

Keprihatinan oleh tingginya kasus Covid 19 itulah yang mendorong pemerintah untuk semakin memperketat penegakkan protokol kesehatan. Menurutnya vaksinasi bukanlah satu-satunya solusi namun salah satu dari berbagai upaya pemerintah untuk memutuskan mata rantai kesakitan dan kematian akibat Covid 19, “Protokol Kesehatan juga kunci. Selain itu 3T yaitu testing, tracing dan treatment ditambah 1V atau program vaksinasi Covid-19 diharapkan dapat menekan penularan hingga tercapailah zero covid-19. Untuk itu, edukasi dan sosialisasi berbagai pihak diperlukan agar masyarakat mendukung dan bersedia divaksin, dan hari ini kita sedang mewujudkannya melalui vaksinasi perdana oleh para pejabat, tokoh masyarakat dan nakes di Kota Kupang,” tegas dr. Herman.

Diakhir sambutan, Wawali mengajak semua yang hadir untuk tetap memperketat prokes dalam aktivitas sehari-hari melalui 3M, yaitu menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan serta membantu pemerintah untuk meyakinkan masyarakat akan pentingnya vaksin, karena vaksin covid 19 aman dan halal.

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahap I termin I dilaksanakan di halaman RS S. K. Lerik Kupang mulai pukul 10.00 WITA. Setelah melakukan registrasi di meja 1, para penerima diskrining di meja 2, atau diperiksa suhu tubuh dan tekanan darahnya dan kemudian melalui tes rapid antigen oleh petugas. Setelah memenuhi syarat kesehatan, di meja ke-3 para pejabat/tokoh kemudian divaksin dan diobservasi oleh petugas di meja yang ke-4.

Menurut laporan panitia yang dibacakan Kabid Pelayanan Medis RS S. K. Lerik, dr. M. Ikhsan, distribusi vaksin di Kota Kupang dari Gudang Farmasi Dinkes Kota Kupang ke lokasi vaksinasi telah memenuhi SOP distribusi vaksin Covid-19. Vaksinasi menggunakan vaksin Sinovac dosis tunggal. Mereka yang divaksin adalah sasaran vaksin yang menerima sms blast sesuai daftar nama yang diajukan Subdit Imunisasi Kemenkes RI, Pusat Data dan Informasi (Pusdatin), Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) berjumlah 10 dari unsur Forkopimda, tokoh agama dan tokoh masyarakat. (*PKP_nt)

Sumber Berita + Foto : Siaran Pers PKP Setda Kota Kupang

Pemkot Kupang Selenggarakan Perayaan Natal Oikumene Virtual

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Pemerintah Kota Kupang menyelenggarakan perayaan dan ibadah Natal Oikumene, Senin (04/01/2020) pagi bertempat di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang.

Dalam perayaan Natal tersebut dilakukan sesuai protokol kesehatan dan diikuti terbatas oleh Sekda, pimpinan perangkat daerah dan Camat, selebihnya baik pejabat eselon III, para lurah dan staf mengikuti secara virtual dari kantor masing-masing menggunakan aplikasi zoom.

Ibadah perayaan Natal dibawah tema “Mereka Akan Menamakan-Nya Imanuel” dengan sub tema “Sukacita Natal Memberikan Semangat Untuk Terus Berubah dan Merawat Kebersamaan di Tengah Pandemi Covid-19”, dipimpin oleh Pdt. Yandi Manobe, S.Th dari Gereja GMIT Agape Kupang dan pesan Natal disampaikan Wakil Wali Kota Kupang, dr Hermanus Man. Turut hadir di kesempatan tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Kupang, Odermaks Sombu, S.H., MA., M.H. dan Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Kupang, Ir. Ricardus O. Yunatan dan Wakil Ketua TP. PKK Kota Kupang, Ny. Elisabeth Man-Rengka.

Dalam khotbah singkatnya, Pdt. Yandi Manobe, S.Th mengatakan dalam masa pandemi Covid-19 saat ini dimana pemerintah menerapkan kerja dari rumah/ WFH sehingga pekerjaan menjadi kurang optimal, maka Natal ini menjadi momen untuk merawat kerja dalam membangun Kota Kupang bersama-sama.

Sementara Wakil Wali Kota Kupang menyampaikan beberapa pesan Natal. Sebagai ASN perlu berefleksi bagaimana menerapkan imanuel dalam kerja kita sehari-hari, diantaranya Wawali minta agar ASN memiliki sifat rendah hati seperti kisah tiga raja saat kelahiran Yesus Kristus. “Tiga raja bersedia turun tahta atau turun dari kekuasaannya hanya untuk bertemu Tuhan Yesus. Rendah hati, dalam makna ini para pejabat harus turun tangan untuk menangani persoalan-persoalan di Kota Kupang,” tuturnya. Wawali juga mengatakan dalam membangun perlu pengorbanan baik berkorban waktu, tenaga dan bahkan perasaan.

Selanjutnya Wawali memberikan motivasi bahwa kita harus optimis, pandemi covid-19 ini akan hilang dengan adanya vaksin. “Optimis itu penting, tetapi optimis itu bersandar pada kekuatan manusia, berbeda dengan pengharapan yang bersandar pada Tuhan,” ujarnya. Wawali mengajak semua yang hadir, pada momen Natal dan Tahun Baru agar memanfatkan talenta yang dimiliki dengan penuh rendah hati. “Saya minta ASN untuk memiliki semangat melayani, bagaimana kita lebih rendah hati, lebih berkorban, fokus pada tugas, dan sikap-sikap pelayanan yang penuh kemanusiaan kepada masyarakat sehingga masyarakat merasa damai,” ucapnya. Wawali juga mengutip refleksi dari gubernur NTT, perlu super tim dalam membangun kota ini untuk bersama-sama menangani masalah yang ada.

Diakhir Natal Oikumene ini, Wawali menyapa beberapa OPD yang mengikuti perayaan dan ibadah dari kantor dengan menggunakan aplikasi zoom yaitu Bappeda dan Bagian Pemerintahan. (*PKP_ghe)

Sumber Berita + Foto : Siaran Pers PKP Setda Kota Kupang

Lurah dan Ketua TP PKK Kelurahan Ikuti Pelatihan Kepemimpinan dan Public Speaking

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Sejumlah Lurah dan Ketua TP PKK tingkat kelurahan di Kota Kupang mengikuti pelatihan kepemimpinan dan keterampilan berbicara di depan umum (public speaking). Pelatihan yang diselenggarakan berkat kerja sama Pemkot Kupang dengan Yayasan Nusa Bunga Abadi (Yanubadi) itu berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wakil Wali Kota Kupang, Rabu (30/12/2020).

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man saat membuka pelatihan tersebut menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Nusa Abadi yang telah membantu Pemkot Kupang menyelenggarakan kegiatan ini. Menurutnya para peserta pelatihan harus bersyukur karena mendapat kesempatan dalam proses belajar tentang kepemimpinan ini. “Semua yang hadir di sini adalah pemimpin tapi belum tentu punya kepemimpinan,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man saat foto bersama dengan sejumlah Lurah dan Ketua TP PKK tingkat kelurahan di Kota Kupang, yang mengikuti kegiatan pelatihan kepemimpinan dan keterampilan berbicara di depan umum (public speaking), Rabu (30/12/2020). Dokumentasi : PKP Setda Kota Kupang

Ditambahkannya ada empat hal yang perlu diperhatikan seorang pemimpin. Yang pertama adalah kemampuan intelektual. Seorang pemimpin perlu cerdas dalam menerapkan ilmunya pada kehidupan sehari-hari. Kecerdasan dapat ditingkatkan dengan banyak membaca. Hal lain yang perlu diperhatikan oleh seorang pemimpin adalah kepekaan terhadap situasi, membaca kebiasaan, kemampuan berkomunikasi serta legitimasi, dukungan atau pengesahan sebagai seorang pemimpin.

Khusus tentang kemampuan berkomunikasi diakuinya, dari 10 ketakutan yang ada di dunia, ketakutan untuk berbicara di depan umum menempati urutan pertama. Karena itu Wawali yang pernah mengikuti pelatihan public speaking saat masih di perguruan tinggi tahun 1970-an lalu mengakui pentingnya proses belajar dan pelatihan semacam ini, sambil mengutip ungkapan “never feel too old to learn” (jangan pernah merasa terlalu tua untuk belajar). Dia berharap pelatihan ini bisa membawa manfaat bagi para Lurah dan Ketua TP PKK dan bisa dipraktekkan dalam tugas dan kewajiban mereka setiap hari.

Ketua Yayasan Nusa Bunga Abadi (Yanubadi) sekaligus narasumber dalam pelatihan tersebut, Dra. Mien Hadjon – Pattymangoe mengakui untuk menjadi seorang pemimpin tidak bisa instan dan butuh proses. Menurutnya jika bicara tentang pemimpin berkaitan erat dengan public speaking. Karena itu dalam pelatihan ini materi yang disajikan tidak hanya tentang kepemimpinan saja tapi juga tentang public speaking dan teknik berpidato, dengan sesi khusus untuk praktek.

Sejak tahun 2014 lalu, Yanubadi fokus pada dua program utama, yakni balai belajar anak jalanan dan balai belajar public speaking. Selama ini mereka sudah menjalin kerja sama dengan sejumlah pemerintah daerah di NTT dan baru kali ini mereka menggelar pelatihan dengan para lurah dan ketua TP PKK di Kota Kupang. Pelatihan ini diikuti oleh 30 orang peserta, yang terdiri atas 15 orang lurah dan 15 orang Ketua TP PKK tingkat kelurahan. Dia berharap kerja sama seperti ini bisa terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya.

Senada dengan Wawali, dia juga mengutip kata bijak sebagai pesan bagi para peserta pelatihan. “Dengan belajar kita akan berpikir cerdas, dengan berpikir cerdas orang akan sukses. Orang yang berpikir kerdil akan gagal,” pungkasnya. Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua TP PKK Kota Kupang, Ny. Elisabeth Liez Man- Rengka. (*PKP_ans/ech)

Sumber Berita + Foto : Siaran Pers PKP Setda Kota Kupang