Arsip Tag: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang

Hadiri Acara Bedah Buku, Wali Kota Dorong Budaya Literasi di Kota Kupang

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH menghadiri acara bedah buku yang diselenggarakan atas kerjasama antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang dengan Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Provinsi NTT dan Media Pendidikan Cakrawala NTT. Acara bedah buku bertajuk “Melukis Kata Menulis Asa” hasil karya guru-guru SD-SMP yang ada di Kota Kupang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Jumat (12/11/2021).

Hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut, Dr. Marsel Robot dari kalangan akademisi dari Undana yang juga merupakan sastrawan NTT, Kepala Kantor bahasa NTT, Syaiful Bahri Lubis, editor buku dari Media Cakrawala NTT, Gusti Rikarno dan Yosefina H. Klau, sebagai perwakilan dari para guru penulis buku. Acara juga dihadiri oleh Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drsm Dumuliahi Djami, M.Si, Ketua Umum BMPS NTT, Winston Rondo sekaligus memandu acara serta para guru SD dan SMP se-Kota Kupang.

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH dalam sambutannya mengapresiasi kerja keras luar biasa para guru yang sudah berinisiatif menuangkan pikiran melalui tulisan tentang potret Kota Kupang khususnya di dunia pendidikan. Menurutnya budaya literasi di Kota Kupang masih sangat terbatas dan perlu digalakkan.

Wali Kota mengakui guna mendorong budaya literasi, pemerintah telah mengajukan anggaran untuk pengadaan buku-buku untuk mendapat persetujuan DPRD. Wali Kota berharap buku yang ditulis dan akan dibedah tersebut akan juga dapat menjadi bacaan wajib dipajang disetiap perpustakaan sekolah. Ia membeberkan bahwa pada tahun 2022, pemerintah Kota Kupang akan mengadakan 30.000 buku, “mudah-mudahan tulisan bapak/ibu guru menjadi langkah awal menjadikan Kota Kupang sebagai kota literasi,” ujar Jeriko.

Menurut Jeriko, pendidikan dan literasi merupakan niscaya yang harus dikerjakan serius di Kota Kupang, keberlangsungan dunia pendidikan, khususnya mempersiapkan masa depan anak-anak di Kota Kupang ada pada pundak bapak/ibu guru, “kita berharap para pelajar di Kota Kupang memiliki minat baca tinggi, untuk itu kita rangsang dengan pengadaan buku-buku gratis, sekaligus mendorong budaya menulis agar lahir penulis-penulis di Kota Kupang,” imbuhnya.

Oleh karena itu, dengan tegas mantan anggota DPR RI 2 periode itu menegaskan agar lingkaran setan malas membaca harus diberangus, salah satunya dengan memberikan akses buku-buku yang memadai, “kita perlu memiliki banyak ruang atau tempat yang kondusif untuk membaca, dorong anak-anak membaca paling tidak 30 menit sehari, hal ini akan menjadi kebiasaan dan menambah wawasan berpikir generasi muda kita,” ucap Jeriko.

Jeriko yang juga aktif sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi swasta ini mengapresiasi terobosan yang dilakukan BMPS NTT melatih guru-guru Kota Kupang untuk menulis buku Potret Kota Kupang Dalam Catatan Para Pendidik Generasi, baginya pendidikan merupakan tanggung jawab bersama semua elemen masyarakat, tidak saja guru tapi pemerintah maupun kalangan swasta di Kota Kupang.

Selain itu, Jeriko juga menyampaikan bahwa membangun Kota Kupang merupakan sinergitas menyeluruh, berbagai bantuan pendidikan, seperti bantuan pakaian seragam, peningkatan infrastruktur sekolah merupakan perjuangan gigih pemerintah yang didukung oleh DPRD, “kami sering mengajak kita berefleksi bersama tentang bantuan pakaian seragam, banyak masyarakat yang berjuang ketika tahun ajaran baru dimulai, dimana banyak dari masyarakat yang kesulitan ketika harus membeli uang pakaian seragam, tas dan buku untuk anak-anak mereka, puji Tuhan pemerintah dapat menganggarkannya untuk meringankan beban masyarakat,” urainya.

Diakhir sambutannya, Wali Kota berharap agar aktifitas menulis buku ini dapat berkelanjutan agar menghasilkan tulisan dan buku-buku berkualitas yang dapat menjadi inspirasi bagi peserta didik dan masyarakat Kota Kupang, “teruslah menulis dan mari wujudkan Kota Kupang sebagai kota literasi,” pungkas Jeriko.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si mengatakan bahwa semua sekolah mempunyai kesempatan untuk mengembangkan potensi, baik guru maupun peserta didik. Potensi tersebut perlu diasah, oleh sebab itu dirinya menyampaikan terima kasih kepada BMPS dan Media Pendidikan Cakrawala yang telah berupaya melatih guru-guru di Kota Kupang untuk menulis.

Dirinya setuju jika kegiatan ini dilaksanakan ditahun-tahun mendatang agar apa yang menjadi cita-cita Wali Kota menjadikan Kupang sebagai kota literasi dapat terwujud, “kita punya 200 sekolah lebih, kalau setiap tahun banyak yang menulis maka kita bisa hasilkan ratusan karya setiap tahun,” kata Dumul.

Wakil Ketua BMPS NTT, Romo Kornelis Usboko menyampaikan bahwa, sejak dipilih dan dilantik pada tahun 2016, pengurus BMPS terus memberi kontribusi membangun pendidikan di NTT, dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan, mulai dari cerdas cermat, lomba pidato, debat bahasa inggris, pelatihan penulisan karya ilmiah, penulisan buku dan pentas seni. BMPS juga merangkul sekolah-sekolah negeri untuk berkolaborasi.

Ia berterimakasih atas dukungan penuh Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kota Kupang, membantu BMPS menyelenggarakan dan memfasilitasi berbagai kegiatan dan program kerja BMPS.

Alasan BMPS, kata Romo Kornelis menyelenggarakan berbagai kegiatan agar membiasakan pendidik dan peserta didik untuk belajar dalam situasi apapun, terutama ditengah pandemi, meskipun pandemi merubah banyak tatanan hidup dan kebiasaan manusia, terutama aktivitas belajar mengajar di sekolah.

Menurutnya, acara bedah buku ini merupakan wadah yang dapat mendorong para guru untuk rajin menulis dan menghasilkan karya, “poinnya adalah kami memberikan contoh dimulai dari para pendidik, agar menjadi transformasi ilmu dan pengalaman yang akan diterapkan kepada peserta didik di sekolah,” ucap Romo Kornelis. (*PKP_sny)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Pembelajaran Secara Daring, Dumuliahi Djami : Guru Harus Lebih Kreatif

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Pada proses pembelajaran secara daring (dalam jaringan) ini, guru-guru atau tenaga pengajar harus bisa lebih kreatif dan waktu pembelajarannya lebih dipersingkat. “Kalau waktu pembelajaran 10 sampai 15 menit itu bisa, tidak usah sampai 20 atau 25 menit itu lebih bagus, karena kita tidak ingin peserta didik merasa jenuh,”

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si, kepada awak Media saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (14/10/2020).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si. Dokumentasi : Nataniel Pekaata/NTT Aktual

Dumuliahi Djami menambahkan metode pembelajaran secara daring yang diberikan oleh guru-guru kepada peserta didik (siswa/siswi) harus dapat membuat para peserta didik itu tetap merasa senang atau nyaman dan siswa-siswi tidak merasa jenuh.

“Metode pembelajaran yang dipakai secara daring ini harus dapat juga membuat peserta didik merasa senang. Selain itu diharapkan pula bagi para guru jangan juga memindahkan secara keseluruhan pembelajaran secara tatap muka yang biasanya itu 1 Jam sama dengan 35 Menit di metode pembelajaran daring, paling secara daring ini sekitar 20 – 25 Menit. Inti-intinya dan substansi nya apa itu diberikan kepada peserta didik dan selanjutnya diharapkan peserta didik secara kretaif dan aktif pula dapat melakukan tugas-tugas yang diberikan oleh guru atau tenaga pengajar,” ujar Dumuliahi Djami.

Dalam Metode Daring ini cukup banyak contoh tutorial yang dapat di unggah di Google. “Contoh-contoh pembelajaran secara daring itu walaupun tidak bisa dilaksanakan 100 persen di Kota Kupang, tetapi paling kurang dapat dijadikan sebagai acuan untuk kita buat semacam tutorial-tutorial bagi peserta didik, sehingga walaupun dengan metode pembelajaran secara Daring di saat pandemi ini tetap juga membuat peserta didik merasa nyaman dan senang,” katanya.

Selain itu Dumuliahi Djami menerangkan pula Daring atau pendidikan jarak jauh ini tidak dapat didefinisikan bahwa sama dengan memberikan tugas kepada peserta didik setiap harinya. “Bayangkan kalau dalam satu hari itu ada dua atau tiga guru mata pelajaran yang memberikan tugas dan satu minggu misalnya ada delapan sampai dua belas mata pelajaran memberikan tugas. Hal ini kerap kali juga membuat peserta didik menjadi kerepotan dan akhirnya lebih banyak mereka tidak mengerjakan tugas dan yang mengerjakan tugas mereka adalah orang tua apalagi peserta didik TK dan SD. Oleh karena itu kita perlu strategi agar peserta didik itu senang juga mengerjakan tugas yang dimana dalam hal ini tugas yang diberikan juga jangan banyak-banyak,” jelas Dumuliahi Djami.

Dalam metode pembelajaran secara daring ini diperlukan rasa saling pengertian antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Guru, Kepala Sekolah dan juga orang tua serta siswa, tambahnya.

“Memang dalam kondisi seperti ini kita perlu saling mengerti antara Dinas Pendidikan, Kepala Sekolah juga antara Guru dan orang tua, serta antara orang tua dengan peserta didik,” tutup Dumuliahi Djami. (NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Tingkat Kelulusan SMP/MTs di Kota Kupang 100 Persen

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Tingkat kelulusan SMP/MTs di Kota Kupang untuk Tahun Ajaran 2019/2020 yaitu 100 Persen (100 %).

Jumlah peserta ujian SMP/MTs di Kota Kupang untuk Tahun Ajaran 2019/2020 yang dinyatakan lulus berjumlah sebanyak 7.593 peserta, dengan rinciannya yakni laki-laki berjumlah 3.895 dan perempuan 3.698, yang berasal dari 56 SMP/MTs se Kota Kupang.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si, kepada Media ini saat di konfirmasi melalui WhatsApp, Jumat (05/06/2020).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si. (Foto : Istimewa)

“Saya ucapkan terimakasih kepada seluruh Kepala Sekolah dan Guru se Kota Kupang baik Guru PNS maupun PTT. Walaupun dalam kondisi yang sangat berat dengan adanya Covid-19, tetapi teman-teman Kepala Sekolah dan Guru tetap bisa melaksanakan kewajibannya sebagai Kepala Sekolah dan Guru dengan baik, khususnya dalam mengajar serta mengevaluasi anak-anak didik di kelas IX,” ungkap Dumuliahi Djami

Dirinya juga mengungkapkan terimakasih kepada para orang tua anak-anak didik di SMP/MTs yang sudah dengan aktif membimbing dan mengawasi anak-anak didik sehingga semuanya bisa sukses meraih kelulusan dengan baik, jelasnya.

Selain itu dirinya berpesan pula kepada anak-anak didik kelas IX SMP/MTs yang telah di nyatakan lulus.

“Untuk anak-anak didik SMP/MTs yang sudah dinyatakan lulus harus tetap semangat kerena perjalanan kalian masih panjang. Sebentar lagi akan melanjutkan ke SMA, semoga anak-anak bisa terus melakukan proses belajar dengan baik dan akhirnya dapat meraih kesuksesan,” pungkasnya. (Red)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata