Arsip Tag: Dinas Pariwisata Kota Kupang

Bantu Pedagang Ikan, Dinas Pariwisata Kota Kupang Gelar Pelatihan Kuliner

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH., diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, Ignasius Repelita Lega, SH., membuka kegiatan Pelatihan Kuliner bagi Pedagang Ikan di Kawasan Pantai Kelapa Lima, bertempat di Hotel Naka, pada Kamis (14/07/2022).

Pelatihan ini akan berlangsung selama 2 (dua) hari yakni terhitung sejak tanggal 14 sampai dengan 15 Juli 2022.

Turut hadir dalam pembukaan pelatihan ini yaitu perwakilan Dinas Perikanan Kota Kupang, Dinas Perindag Kota Kupang, Dinas Kominfo Kota Kupang, Dinas LHK Kota Kupang, Dinas Koperasi dan UKM Kota Kupang, Dinas Nakertrans Kota Kupang, perwakilan Camat Kelapa Lima, dan Sekretaris Lurah Kelapa Lima.

Dalam sambutan Wali Kota Kupang yang dibacakan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, Ignasius Repelita Lega, SH., menyampaikan terima kasih kepada panitia penyelenggara dalam hal ini Dinas Pariwisata Kota Kupang karena menyelenggarakan kegiatan pelatihan ini. Pemerintah Kota Kupang menyambut baik penyelenggaraan kegiatan pelatihan ini, karena membantu perkembangan usaha para pedagang ikan. Wali Kota berharap kegiatan ini dapat memberikan kesepakatan kepada para peserta untuk menambah kemampuan serta ketrampilan yang akan diaplikasikan pada bidang usaha yang digeluti, dengan begitu dapat meningkatkan jumlah dan kualitas menu kuliner sebagai upaya menarik wisatawan.

Destinasi wisata Pantai Kelapa Lima yang telah diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo pada bulan Maret lalu ini di bangun agar dimanfaatkan menjadi tempat destinasi wisata kuliner maupun ekonomi kreatif lainnya. Wilayah Kota Kupang yang berbatasan dengan laut sangat potensial akan wisata Bahari, mengingat sebagian masyarakat Kota Kupang yang mata pencahariannya sebagai nelayan, sehingga dapat meningkatkan kunjungan wisata ke Kota Kupang. Wali Kota juga memberikan imbauan kepada para pedagang ikan, pelaku ekonomi kreatif lainnya maupun masyarakat dan wisatawan untuk menjaga kawasan wisata ini sehingga dapat terus terjaga dengan baik.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang, Josefina M. D. Gheta, ST, MM., selaku ketua panitia menyampaikan tujuan pelatihan ini untuk memberikan edukasi dan ide-ide kreatif pada pedagang ikan sesuai dengan standar kebersihan dan kesehatan serta menciptakan kenyamanan bagi konsumen ikan segar. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan membantu meningkatkan pendapatan pedagang ikan di wilayah pantai kelapa lima. Peserta yang mengikuti pelatihan ini sebanyak 20 peserta. (*PKP_ain/NA)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

Dispar Kota Kupang Gelar Sosialisasi Standarisasi Keamanan Pelaksanaan Protokol Covid-19 Untuk Hotel dan Restoran

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Kupang melakukan Sosialisasi Standarisasi Keamanan Pelaksanaan Protokol Covid-19 yang akan diterapkan pada Hotel dan Restoran di Kota Kupang, Senin (21/12/2020).

Kegiatan Sosialisasi yang berlangsung di Hotel Aston ini dibuka secara langsung oleh Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R.Riwu Kore, MM, MH dan hadir sebagai pemateri Dr. Herbi Saragi, SE, MM, dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Panitia pelaksana kegiatan sosialisasi tersebut dalam laporannya mengatakan bahwa tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman terkait stantar penerapan protokol Covid-19 di Hotel dan Restoran sehingga dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi tamu yang akan dan sedang berada di Kota Kupang.

Kegiatan tersebut akan berlangsung selama 3 hari, yakni pada 21-23 Desember 2020, peserta kegiatan sosialisasi tersebut difokuskan pada pemilik/penanggungjawab hotel sebanyak 65 orang dan restoran sebanyak 38 orang yang akan dibagi dalam tiga gelombang peserta. Dalam sosialisasi ini, Dinas Pariwisata Kota Kupang menghadirkan 5 pemateri, diantaranya, Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH, Sub Koordinator Kelembagaan Regional III A Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dr. Herbi Saragi, SE, MM, Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang, Yanuar Dally, SH, MM, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, Ketua PHRI Kota Kupang, Leonardus Arkiang.

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kota Kupang adalah salah satu daerah yang paling banyak terdampak covid-19, oleh sebab itu dirinya mengajak seluruh masyarakat untuk menaati protokol kesehatan, melihat kondisi ini, maka penting sekali terobosan yang dilakukan Kementerian Pariwisata untuk melakukan sosialisasi standarisasi keamanan protokol covid-19.

Mantan anggota DPR RI 2 periode ini mengatakan bahwa Kota Kupang sebagai daerah terjangkit covid-19 berdampak besar terhadap perekonomian masyarakat, hal ini juga sangat dirasakan oleh karyawan yang di PHK dari tempatnya bekerja atau yang hanya dipotong gajinya sebagian. Hal ini, menurutnya, menimpa semua pekerja/karyawan di Kota Kupang, namun perlu disampaikan bahwa Pemerintah Kota Kupang berjuang sungguh-sungguh meningkatkan ekonomi masyarakat yang terdampak covid-19, “tidak mudah memang karena keterbatasan anggaran, PAD yang sangat terbatas, tapi kita masih bisa menghasilkan PAD, ini karena peran para pemilik Hotel dan Restoran terhadap pembangunan Kota Kupang untuk menunjang PAD,” ujar sosok yang akrab disapa Jeriko ini.

Politisi Partai Demokrat ini melanjutkan bahwa, kontribusi luar biasa ini terbukti, bahwa ditengah pandemi covid-19, PAD Kota Kupang bisa mencapai 60%, sehingga saat ada kontribusi dari pemerintah pusat untuk Kota Kupang sebagai salah satu penerima dana hibah sektor pariwisata sebesar 4 miliar 793 ribu 60 rupiah yang diperuntukan untuk pemulihan ekonomi jasa usaha hotel dan restoran. Berdasarkan pendataan yang dilaksanakan Dinas Pariwisata Kota Kupang, dari 78 hotel yang diusul, terdapat 65 hotel yang memenuhi persyaratan, dan dari 78 restoran yang diusulkan, yang memenuhi persyaratan sebanyak 38 restoran.

Sesuai amanat juknis, maka perlu dilaksanakan sosialisasi standarisasi pelaksanaan keamanan protokol kesehatan covid-19 bagi pemilik/penanggungjawab hotel dan restoran tersebut, berkenaan dengan hal ini maka Pemerintah Kota Kupang menyalurkan kembali dana tersebut kepada Hotel dan Restoran sesuai dengan kontribusi yang diberikan kepada Pemerintah Kota Kupang, “apapun yang diberikan hari ini semoga tidak menimbulkan kekecewaan diantara bapak/ibu pemilik hotel dan restoran, harapan kecil kami semoga ini cukup membantu bapak/ibu untuk peningkatan ekonomi, supaya kita bisa bergerak maju,” tutur Jeriko.

“Kita berbangga bahwa Provinsi NTT hari ini dalam kwartal ke 3 tahun 2020 ini, ekonominya luar biasa bergerak, saat ini berada pada posisi 3,6. Hal ini sesuatu yang luar biasa dibandingkan dengan semester dua tahun ini yang minus 1,93. Posisi perekonomian kita yang bergerak maju karena kerja kolaboratif antara pemerintah dan dunia usaha dalam mengatur dan menunjang fasilitas bagi tamu yang datang di Kota Kupang, ini sangat membantu meningkatkan ekonomi kita, kita menyadari bahwa begitu banyak tamu yang datang dan menunjang ekonomi masyarakat Kota Kupang, bapak/ibu adalah orang-orang terdepan dalam membantu kami, PAD kita selain dari PBB, kontribusinya dari pajak hotel dan restoran yang bapak/ibu setor,” tutur Jeriko.

Jeriko juga menyatakan dirinya siap membuka diri dengan semua stakeholder untuk memikirkan dan bekerja bersama untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Kota Kupang, “jika ekonomi sudah pulih, bapak/ibu pemilik hotel dan restoran bisa mengajak kembali karyawan yang sempat di PHK, ini merupakan harapan dari Pemerintah Kota Kupang”, lanjut Wali Kota Jeriko. Ia juga menyampaikan perannya sebagai anggota Apeksi cukup membantu karena dapat meminta bantuan langsung kepada Presiden RI untuk menata Kota Kupang, terbukti menurutnya permintaannya beberapa kali direspon secara baik oleh Presiden Jokowi, sehingga berbagai terobosan pembangunan sudah mulai nampak di Kota Kupang.

Dirinya juga mengatakan bahwa Pemerintah Kota Kupang tidak bisa berbuat apa-apa jika tidak ada kontribusi dari semua pihak, Pemerintah Kota Kupang tidak berbangga dengan pembangunan yang ada, jika geliat ekonomi tidak tumbuh, jika usaha-usaha macet diterpa pandemi covid-19, maka tantangan pemerintah hari ini adalah menghidupkan kembali dunia usaha, dirinya berharap agar ada revolusi pajak yang harus dikerjakan bersama, sehingga dunia usaha bisa hidup dan bekerja dengan baik dengan melakukan penataan-penataan sistem yang lebih baik lagi.

Jeriko kembali berharap agar kerja sama dan diskusi seperti ini terus terjalin, semoga PHRI menjadi garda terdepan membangun diskusi dengan Pemerintah Kota Kupang, karena pemerintah bukan malaikat yang mengetahui semua persoalan, “bapak, ibu yang paling tahu kondisi lapangan, maka itu perlu waktu untuk kita diskusi,” tutup Jeriko. (*PKP_sny/jm)

Sumber Berita + Foto : Siaran Pers PKP Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

Puncak Peringatan HUT Ke-3 Kepemimpinan Firmanmu Akan Dimeriahkan Dengan Festival Kolaboratif

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Acara puncak peringatan HUT ke-3 kepemimpinan Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H dan dr. Hermanus Man atau yang lebih dikenal dengan Firmanmu dilaksanakan pada Sabtu (22/08/2020) malam. Pada acara puncak ini digelar festival kolaboratif untuk mendukung industri pariwisata di Kota Kupang.

Acara puncak acara HUT Firmanmu ini, Dinas Pariwisata Kota Kupang akan mengemasnya dengan konsep kreatif baru untuk membangkitkan industri pariwisata melalui strategi event outdoor, yang mana diketahui bahwa industri ini cukup signifikan memberikan kontribusi bagi pergerakan ekonomi.

Dengan tajuk “Festival Kupang Kolaboratif” yaitu sensasi baru menonton konser musik dari dalam mobil yang akan dilaksanakan pada Sabtu malam nanti, pukul 19.00. Pemerintah mengajak masyarakat Kota Kupang untuk terlibat secara kreatif dan taat protokol kesehatan dalam mendukung event outdoor ini.

Pada puncak acara nanti akan dilaksanakan syukuran HUT ke-3 kepemimpinan Firmanmu serta dilakukan penandatanganan MoU kerja sama dengan lembaga agama dan pendidikan tinggi, penandatangan prasasti 17 taman kota, peluncuran aplikasi pendaftaran Puskesmas online, penyerahan hadiah berbagai lomba kreatif, peluncuran Perwali tentang pedoman teknis pendirian rumah ibadah, penyerahan dokumen rumah tenun oleh Dekranasda kepada Bank Indonesia.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang, Yanuar Dally, Kamis (20/08/2020) mengatakan Kota Kupang sebagai ibu kota provinsi NTT dan salah satu kota modern di Indonesia Timur, harus menjadi lokomotif dan contoh dari transformasi dan perubahan sosial budaya dengan semangat AYO TERUS BERUBAH. “Dan dalam pelaksanaannya, kami berkolaborasi lintas OPD serta bekerja sama dengan event creator di Kota Kupang yang sudah berpengalaman menciptakan berbagai even nasional di NTT yaitu NTTnesia Event Creator,” kata Yanuar.

Sementara itu, Founder NTTnesia Ivan Rondo, menyampaikan melalui festival kolaboratif ini dapat membangkitkan industri pariwisata di Kota Kupang.

Dikatakan, dalam event ini ada kolaborasi kreatif bersama EO dan vendor lainnya di Kota Kupang. Konsep menonton konser musik di dalam mobil yang disebut Drive-In telah dilakukan di beberapa negara di tengah pandemi maupun di new normal. Begitu pun di Indonesia. Ini adalah kota ke-3 yang menyelenggarakan konsep event outdoor ini.

“Dalam mengimplementasikan protokol kesehatan, kami mengajak para penonton (drive in dan yang di rumah) untuk melakukan registrasi secara online melaui platform digital (silakan klik https://instan.link/ayo_terus_berubah), dan penonton drive in kami batasi maksimal 150 mobil dengan empat penumpang serta wajib meggunakan masker atau faceshield,” kata Ivan.

Pada 22 Agustus nanti, pukul 17.00 wita, penonton drive in sudah bisa melakukan check in di venue lapangan upacara Kantor Wali Kota Kupang dan akan dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh tenaga medis untuk suhu tubuh, penyemprotan disinfektan pada mobil dan selanjutnya diarahkan ke dalam lapangan untuk ditata sesuai lay out dan simulasi parkir oleh panitia dibantu tim dari Dinas Perhubungan dan Sat Pol PP Kota Kupang.

Panitia dan tim penyelenggara pun wajib menggunakan masker/faceshield selama bekerja mempersiapkan panggung dan sebagainya, serta disediakan tempat cuci tangan dan disinfektan. Dan pada tempat kegiatan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan menyediakan tempat sampah serta tenaga kebersihan untuk tetap menjaga kebersihan lokasi acara.

Dalam upaya mendorong adaptasi kebiasaan baru, khususnya bagi penonton konser, penonton di mobil pun akan mengakses live audio dari radio mobil melalui siaran SKFM Kupang. Selain itu, bisa melakukan interaktif dengan panggung acara melalui platform zoom video conference (dengan meeting id 865 7682 0969 dan password FIRMANMU) serta memesan makanan menggunakan aplikasi Grab atau membawanya sendiri dari rumah.

Karena penonton dibatasi, maka khusus bagi penonton di rumah dapat mengakses event ini secara live melalui channel Facebook Jefri Riwu Kore/Jeriko, Prokompim Setda Kota Kupang dan RakyatNTT.com dan Youtube Kominfo Kota Kupang. Dan bagi yang membagikan postingan live event ini serta memberikan komen/kesan terbaik maka akan diberikan pulsa data bagi 100 orang pemberi komentar.

Acara ini juga akan live streaming melalui layar lebar di Taman Tagepe, Kelurahan Kelapa Lima Kupang, dengan tetap taat pada protokol kesehatan bagi pengunjung.

Dan sebagai konsep hiburan, beberapa pelaku seni akan memeriahkan event ini dengan konsep “Kupang Entertainment” besutan Brief Talent Management yaitu MARINUZ KEVIN x VJ BEATS’, DJ Marlon, Rizal Masae, Jenny Besin, Donal Manuain, Juliandry Mustafa, Putry Soares, Rivany Bistolen dan Special Perform Timor Creative People (TCP) Models dan dukungan property event dari Techno Production serta Multimedia Streaming dari Media Kita. (*PKP/Red).

Sumber : Siaran Pers PKP Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

Kupang City Government Intensively Fix The Tourism Sector In New Normal Time

NTT AKTUAL. KUPANG CITY. Kupang city Government intensively fix the tourism sector in new normal times as of the leading sectors of the region during the new normal periode. A number of activities held to ensure that the businnes people in the sector were realy ready to run their businnes amid Covid-19 pandemic. One of is them is to prepare tour quide to promote exiting tourist destinations. Previosly the tourism Departement of the City Of Kupang has also held training in the management of the tourist lodge home stay.

The Mayor of Kupang, Dr. Jefristston R. Riwu Karo, MM., MH, when opening a tour quide training in the management of tourist destinations in the city of Kupang, Wednesday 1 July 2020 at the Neo Aston Kupang hotel conveyed the tourism of Kupang city has experienced quite severe challanges over the past three months due to the covid-19 pandemic.

The Mayor city of Kupang, Dr Jefriston R. Riwu Kore, MM.MH, when opening the activity of a tour guide in the management of tourism destinations the city of Kupang, Wednesday 1 July 2020. Documentation : Leadership Communication Protocol (LCP) the regional secretary of Kupang City

Tourism sector activities suffer from a vacuum because they have to adjust to the social restrictions imposed by the government, in order to narrow the scope of this epidemic transmission however, with the start of the adaptation of the new habits that the government has implied recently. All as pacts of life are encourage to be productive in the midst of a pandemic while still tightening health protocols so that they remain safe from transmission of the virus.

“We know very well because covid-19 so many impact that we feel, both individuals and in the businnes world such as hospitaly destinations that realy together revive businnes and tourism industries that are stuck or not running durring covid-19,” He added.

The Mayor added that in achieving the ideal governance of tourist destinations it was necessary to pay attention to several things such us the potential approach and characterics of the destination itself, community empowerment and the factor of the network of supporting facilities as well as the adaptation of new normalcy.

Documentation : Leadership Communication Protocol (LCP) The regional secretary of Kupang City

On the same accasion the Mayor invited all parties to continue to pay atention to security and health aspects so that they remain productive and save in the mids of a pandemic. He also hoped that the training on the management of tourist destinations to be carried out was put the good use and improved welfare for the people of the Kupang.

Head of tourism resources and creative economy Departement Tourism Of City of Kupang, Dra. Maria Fernandez as the committee explained, the training of tour guides for governance of Non- physical special budget funds for the 2020 fiscal year for tourism managers spread in Kupang city was carried out from July 1, 2020 until July 3, 2020. Purpose of this training is to develop or foster destination governance in preparing them selves for a new normal era.

In addition, according to him, this training can encourage excellent service in facing a new normal era by using the covid- 19 protocol. He added that tourism destination governance requires exploration of values, locality, balance of leadership and acountability in order to create quality destination. Special non- physical allocation fund that have been allocated aim to support the improvement of tourist attraction services and increase that capacity of tourism human resources on the face of facing a new normal era.

This activity presented a number of resource person, inculiding the changelor of arta wacana christian university, Dr. Ayub U. I. Meko, MSi., observer of tourism, Fellyanus Haba Ora, S. Pt., M.Si., Commensioner of the East Nusa Tenggara Public Information commission, Pius Rengka, SH., M.Sc., Head Of the Tourism city of Kupang, Yanuar Dally, SH, M.Si., Economic practitioner of widya mandiri university, Dr. Henny Manafe, SE., MM and chair of the Indonesian Trevel Association East Nusa Tenggara, Abednego Frans.(*LCP_chr/ans/ech/Red)

Source : Leadership Communication Protocol (LCP) The regional secretary of Kupang City

Editor : Nataniel Pekaata

Pemkot Gencar Benahi Sektor Pariwisata di Masa Normal Baru

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG.Pemerintah Kota Kupang mulai gencar melakukan pembenahan di sektor pariwisata sebagai salah satu sektor unggulan daerah ini pada masa normal baru. Sejumlah kegiatan digelar untuk memastikan para pelaku usaha di sektor ini benar-benar siap menjalankan usahanya di tengah pandemi covid 19. Salah satunya mempersiapkan para pemandu wisata untuk mempromosikan destinasi wisata yang ada. Sebelumnya Dinas Pariwisata Kota Kupang juga telah menggelar pelatihan manajemen pondok wisata (homestay).

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM,MH, saat membuka kegiatan pelatihan pemandu wisata tata kelola destinasi wisata Kota Kupang, Rabu (1/07/2020) di Hotel Neo Aston Kupang menyampaikan pariwisata Kota Kupang telah mengalami tantangan yang cukup berat selama tiga bulan belakangan ini akibat pandemi covid 19.

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM,MH, saat membuka kegiatan pelatihan pemandu wisata tata kelola destinasi wisata Kota Kupang, Rabu (1/07/2020). Foto : PKP Setda Kota Kupang

Aktivitas sektor pariwisata mengalami kevakuman karena harus menyesuaikan dengan pembatasan-pembatasan sosial yang diberlakukan pemerintah, guna mempersempit ruang gerak penularan wabah ini. Namun, dengan dimulainya adaptasi kebiasaan baru yang diisyaratkan pemerintah baru-baru ini, seluruh aspek kehidupan didorong untuk produktif di tengah pandemi namun tetap memperketat protokol kesehatan sehingga tetap aman dari penularan virus.

“Kita tahu benar karena covid-19 ini begitu banyak dampak yang kita rasakan, baik itu perorangan maupun di dunia usaha seperti perhotelan atau destinasi wisata. Oleh karena itu pemerintah Kota Kupang saat ini juga berjuang sungguh-sungguh bersama membangkitkan kembali tempat usaha dan industri pariwisata yang macet atau tidak berjalan selama pandemik covid-19,” tambahnya.

Foto : PKP Setda Kota Kupang

Wali Kota menambahkan dalam mencapai tata kelola destinasi wisata yang ideal, perlu memperhatikan beberapa hal seperti pendekatan partisipasi unsur-unsur yang terkait, pendekatan potensi dan karakteristik destinasi itu sendiri, pemberdayaan masyarakat serta faktor jaringan fasilitas pendukung yang sesuai serta adaptasi kenormalan baru.

Pada kesempatan yang sama Wali Kota mengajak semua pihak untuk tetap memperhatikan aspek keamanan dan kesehatan sehingga tetap produktif dan aman ditengah pandemi. Dia juga berharap pelatihan tata kelola destinasi wisata yang akan dilaksanakan ini dimanfaatkan secara baik dalam meningkatkan kapasitas destinasi wisata yang dimiliki demi meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat Kota Kupang.

Kepala Bidang Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kota Kupang, Dra. Maria Fernandez selaku panitia menjelaskan, Pelatihan Pemandu Wisata Tata Kelola Destinasi Wisata DAK Non Fisik Tahun Anggaran 2020 bagi para pengelola wisata yang tersebar di wilayah Kota Kupang ini dilaksanakan sejak tanggal 1 Juli 2020 hingga 3 Juli 2020. Tujuan pelaksanaan pelatihan ini menurutnya adalah untuk pengembangan atau pembinaan tata kelola destinasi dalam mempersiapkan diri menghadapi era normal baru.

Selain itu juga pelatihan ini menurutnya dapat mendorong pelayanan prima menghadapi era normal baru dengan menggunakan protocol covid-19. Ditambahkannya tata kelola destinasi pariwisata memerlukan eksplorasi tatanan nilai, lokalitas, keseimbangan, leadership dan akuntabilitas agar menciptakan keunggulan destinasi yang berkualitas. Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik yang sudah dialokasikan bertujuan untuk mendukung peningkatan kualitas tata kelola destinasi dalam rangka meningkatkan pelayanan, daya tarik wisatawan dan peningkatan kapasitas SDM pariwisata di dalam menghadapi era new normal.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah nara sumber antara lain Rektor UKAW Kupang, Dr. Ayub U. I. Meko, M.Si., Pemerhati Pariwisata, Fellyanus Haba Ora, S.Pt., M.Si., Komisioner Komisi Informasi Publik NTT, Pius Rengka, SH., M.Sc., Kadis Pariwisata Kota Kupang, Yanuar Dally, SH., M.Si., Praktisi Ekonomi Unwira Kupang, Dr. Henny Manafe, SE., MM dan Ketua DPD Asita NTT, Abednego Frans. (*PKP_chr/ans/ech/Red)

Sumber : PKP Setda Kota Kupang
Editor : Nataniel Pekaata

Wali Kota Kupang Buka Pelatihan Manajemen Homestay

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG.Pemerintah Kota Kupang Melalui Dinas Pariwisata Kota Kupang menyelenggarakan Pelatihan Manajemen Homestay, dengan tema “New Normal… Are you ready??”, dan Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H, berkesempatan membuka kegiatan ini yang berlangsung di Hotel Neo by Aston Kelurahan Oesapa, Rabu (24/06/2020) pagi.

Foto : PKP Setda Kota Kupang

Wali Kota Kupang dalam sambutannya mengungkapkan bahwa saat ini perekonomian sedang menurun dan salah satu penyebabnya yaitu okupansi (tingkat hunian) pada hotel dan penginapan sangat rendah sekitar 1-2 persen disebabkan oleh Covid-19.

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H, saat memberikan sambutan. Foto : PKP Setda Kota Kupang

“Dengan dimulainya masa New Normal ditandai dengan akan di bukanya kembali tempat-tempat wisata dan pusat-pusat perekonomian maka kita dituntut harus mempunyai kesiapan secara baik. Untuk itulah penyelenggaraan pelatihan manajemen homestay melalui Dinas Pariwisata Kota Kupang perlu dilakukan,” ujar Wali Kota.

Lanjutnya, pelatihan seperti ini merupakan salah satu strategi Pemkot untuk menaikkan ekonomi akibat pandemi yang imbasnya tidak hanya di Kota Kupang tapi secara global, karena itu dirinya memandang kegiatan ini cukup strategis bagi pemerintah dan pelaku pariwisata terutama bagi penyedia jasa pariwisata seperti pengelola homestay dalam mempersiapkan diri menghadapi masa new normal, yang diharapkan akan meningkatkan pertumbuhan perekonomian, jelas Wali Kota.

Mengakhiri sambutannya, Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H, memberi penjelasan singkat tentang beberapa hal penting yang menjadi prioritas dalam pengembangan pariwisata yaitu persiapan sumberdaya manusia yang bagus dan kredibel disertai dengan pelayanan prima, peningkatan kerja sama antara pelaku jasa pariwisata dan pemerintah dalam meningkatkan penyediaan akomodasi serta fasilitas pendukung lainnya serta yang paling utama adalah memperhatikan penerapan protokol kesehatan agar di laksanakan dengan baik.

Dalam laporan panitia yang dibacakan oleh Kepala Bidang Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kota Kupang, Dra. Maria Fernandez, disampaikan bahwa Pelatihan Manajemen Homestay di Kota Kupang diselenggarakan untuk mendukung peningkatan kualitas tata kelola manajemen Homestay / Pondok Wisata atau rumah wisata guna meningkatkan pelayanan, daya tarik wisata dan meningkatkan kapasitas sumberdaya manusia pariwisata di dalam menghadapi era new normal. Pelatihan akan berlangsung selama 3 hari sejak tanggal 24 sampai dengan tanggal 26 Juni 2020 dan diikuti oleh 45 peserta para pengelola homestay yang berada di Kota Kupang.

Lebih lanjut, dikemukakan bahwa tujuan pelatihan ini adalah sebagai pengembangan atau pembinaan tata kelola manajemen homestay / pondok wisata atau rumah wisata dalam mempersiapkan diri menghadapai era New Normal serta mendorong pelayanan prima menghadapai era new normal dengan mengedepankan protokol Covid-19.

Untuk diketahui turut hadir mendampingi Wali Kota Kupang, Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang, Yanuar Dally, SH, M.Si., Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Kupang Ernest Ludji, S.STP., M.Si. serta Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Kupang, Drs. Matheus Eustakhius.

Tampil sebagai pembicara atau narasumber antara lain, Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang, Yanuar Dally, S.H., M.Si, Praktisi Ekonomi Dr. Fritz Oscar Fanggidae, M.Si., M.EP., Kepala Pusat Studi Kebudayaan dan Pariwisata Undana, Dr. Marsel Robot, M,Si., Ketua Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Kupang, Sari Bandaso Tandilino, S.E., M.M., dan Pengamat Pariwisata, Winston Neil Rondo, S.Pt. (*pkp_rdp/eh/Red)

Sumber : PKP Setda Kota Kupang
Editor : Nataniel Pekaata

Sambut Pesparani, Dinas Pariwisata Ajak Pengusaha Perhotelan Siapkan Diri

NTT AKTUAL. KUPANG. Dinas Pariwisata Kota Kupang mengajak para pengusaha kuliner, souvenir dan perhotelan serta home stay yang ada di Kota Kupang untuk menyiapkan diri menyambut Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Tingkat Provinsi pada bulan Mei dan Pesparani Tingkat Nasional pada bulan Oktober mendatang.

Hal ini dikatakan Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang, Yanuar Dally, SH.,M.Si, saat ditemui Media ini di ruang kerjanya, Jumat (13/03/2020).

“Untuk Pesparani Tingkat Provinsi NTT, Dinas Pariwisata Kota Kupang ditugaskan oleh Wakil Walikota Kupang untuk mendata potensi penginapan di Kota Kupang. Oleh karena itu kami mengajak Pemilik Hotel dan Home Stay mempersiapkan ruangan untuk tempat penginapan peserta Pesparani tingkat Provinsi pada bulan Mei mendatang dengan jumlah peserta berkisar antara 3000 sampai 4000 orang,” ujar Yanuar.

Yanuar juga mengajak pengusaha kuliner dan souvenir untuk menyiapkan kuliner serta souvenir terbaik bagi peserta Pesparani.

“Kami juga mengajak pengusaha kuliner dan souvenir untuk turut mempersiapkan kuliner dan souvenir terbaik serta mengajak seluruh warga Kota Kupang untuk menjaga kebersihan tempat-tempat wisata di Kota Kupang sehingga para peserta Pesparani dapat merasakan keindahan Kota Kupang dan merasa nyaman selama berada di ibu kota Provinsi ini,” ajak Yanuar.

Yanuar menambahkan bahwa melalui Pesparani ini, kita dapat mempererat tali persaudaraan dan meningkatkan Toleransi Keberagaman diantara kita.

“Yang lebih menarik adalah kita juga dapat meningkatkan toleransi keberagaman dan mempererat tali persaudaraan diantara kita karena meskipun Pesparani adalah acara Gerejani, namun yang menjadi panitia adapula yang berasal dari pemeluk agama lain,” pungkasnya. (Red)

Penulis    : Folkes Timu
Editor       : Nataniel Pekaata

Yanuar Dally : Corona Tidak Signifikan Pengaruhi Pariwisata Kota Kupang

NTT AKTUAL. KUPANG. Virus Corona tidak signifikan mempengaruhi wisatawan yang datang berkunjung ke Kota Kupang.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang, Yanuar Dally, SH., M.Si, saat ditemui Media ini diruang kerjanya, Jumat (13/03/2020)

“Kota Kupang adalah daerah transit, bukan destinasi utama pariwisata seperti Labuan Bajo, Kelimutu ataupun daerah Bali. Sehinga pengaruh corona terhadap Pariwisata Kota Kupang dapat dikatakan sangat rendah,” ungkap Yanuar.

Lanjut Yanuar, “Benar bahwa ada pernyataan dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota yang membenarkan adanya wabah virus corona, namun hal tersebut ada SOP-nya, tata cara penangannya sudah diketahui bahkan hingga saat ini masyarakat Kota Kupang dapat dikatakan baik-baik saja.

Tambah Yanuar, “Harusnya yang lebih ditakuti dan menjadi fokus saat ini adalah Demam Berdarah Dengue (DBD) dan stunting karena saat ini di Kota Kupang telah ada korban nyawa akibat DBD.”

Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang, Yanuar Dally, SH., M,Si, pada kesempatan ini juga menghimbau masyarakat Kota Kupang agar tidak panik terhadap persoalan virus corona.

“Masyarakat tidak perlu panik terhadap persoalan virus corona di Kota Kupang, tetapi masyarakat perlu waspada, dengan cara menjaga kesehatan, kebersihan diri dan kebersihan lingkungan,” imbuh Yanuar. (Red)

Penulis : Folkes Timu
Editor : Nataniel Pekaata