Arsip Tag: Demam Berdarah Dengue (DBD)

Menangkal Penyebaran Covid-19, Personel Kodim 1604/Kupang Gelar Karya Bakti

NTT AKTUAL. KUPANG. Personel Kodim 1604/Kupang bersama Personel Makorem 161/Wira Sakti dan Balak Aju Dam IX/Udy melaksanakan kegiatan Karya Bakti dalam rangka mengatasi wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) dan menangkal penyebaran Corona Virus Desease (Covid-19) yang bertempat di Lingkungan Asrama Tentara Kuanino, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (21/03/2020).

Sasaran Karya Bakti ini berupa pembersihan rumput liar, pembersihan selokan dan pembersihan sampah yang berada di Asrama Tentara Kuanino. Tidak luput juga tempat ibadah seperti gereja, pura dan masjid dan sekolah menjadi sasaran Karya Bakti.

Dandim 1604/Kupang Kolonel Arh I Made Kusuma Dhyana Graha, S.I.P menyampaikan pembersihan yang dilaksanakan Korem 161/Wira Sakti, Kodim 1604/Kupang serta Balak Aju Dam IX/Udy merupakan bentuk kepedulian bersama mengingat pentingnya kesehatan anggota terutama anak-anak mengingat saat ini di Kabupaten Kupang sedang marak-maraknya wabah DBD, dan selain itu kegiatan karya bakti ini juga untuk menangkal penyebaran Corona Virus Desease (Covid-19).

“Oleh karena itu Dandim 1604/Kupang menghimbau kepada anggota untuk dapat mewaspadai penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan lebih lagi penyebaran Corona Virus Desease (Covid-19), dengan sikap tenang dan selalu waspada, tidak panik asalkan selalu menjaga kebersihan lingkungan sekitar, tempat tinggal terutama kebersihan diri sendiri.

Dandim 1604/Kupang juga sudah memerintahkan Danramil jajaran Kodim 1604/Kupang untuk keliling bersosialisi kepada masyakarat tentang hidup sehat dengan perilaku hidup bersih dengan upaya untuk antisipasi menangkal penyebaran Virus Corona. Diharapkan warga masyarakat tetap berada dirumah, jauhi pusat keramaian dan kerumunan serta hindari kontak langsung dengan warga lain, rajin berolahraga untuk menjaga stamina dan yang paling penting jangan lupa berdoa mudah-mudahan musibah corona ini cepat berakhir. Serta selalu mendukung himbauan Pemerintah tentang pencegahan Corona Virus Desease (Covid-19). (*/Red)

Sumber : Pendim1604/Kupang

Cegah Meluasnya DBD, Pemkot Kupang Gelar Kegiatan Kerja Bakti

NTT AKTUAL. KUPANG. Guna mencegah meluasnya wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Kupang, Walikota Kupang Dr. Jefirstson R Riwu Kore, MM, MH menginstruksikan kepada seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara se-Kota Kupang untuk menggelar kerja bakti bersama di lingkungan masing-masing.

Menyikapi instruksi Walikota ini Kerja Bakti bersama tersebut digelar serentak oleh seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara se-Kota Kupang di sejumlah titik yang ada di Kota Kupang, Jumat (13/03/2020) pagi.

Penjabat Sekda Kota Kupang, Ir. Elvianus Wairata, M.Si turun langsung memantau kerja bakti tersebut di sejumlah titik. Salah satu titik yang dikunjungi adalah Kelurahan Liliba, tepatnya di sekitar lingkungan sekolah SDK Rosa Mystica. Tampak Camat Oebobo Matheos A.H.T Maahury, SE dan Lurah Liliba Victor Makoni, S.Sos bersama jajarannya terjun langsung di lokasi tersebut. Kerja bakti ini melibatkan sejumlah unsur, tidak hanya para ASN, tapi juga Babinsa, Babinkamtibmas Kelurahan Liliba, warga sekitar, para guru dan siswa.

Pj. Sekda menyampaikan terima kasih kepada para guru, para siswa dan warga yang sudah berpartisipasi aktif dalam kerja bakti. Kepada para siswa dia berpesan untuk senantiasa menjaga kebersihan tidak hanya di lingkungan sekolah tapi juga di rumah masing – masing. Dia juga mengimbau untuk selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan aktivitas. Menurutnya Pemkot Kupang sudah mengeluarkan imbauan kepada seluruh warga Kota Kupang untuk tidak membuang sampah sembarang tempat termasuk di lahan kosong yang bisa menjadi sarang nyamuk.

Ditambahkannya saat ini di Kota Kupang sudah ada bank sampah yang bersedia membeli sampah-sampah yang sudah dikumpulkan. Kepala Sekolah SDK Rosa Mystica, Sr. Florentina Thani, RVM menyampaikan terima kasih kepada Pemkot Kupang yang telah menggagas kerja bakti ini dan membantu membersihkan lingkungan di sekitar lokasi sekolah mereka. Pihak sekolah siap memberikan dukungan terhadap program- program semacam ini. Setelah memantau lokasi kerja bakti di Kelurahan Liliba, Pj. Sekda yang didamping Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Ernest Ludji melanjutkan pemantauan di Kantor Camat Kota Raja. Tampak Camat Kota Raja, Achrudin Rudi Abubakar, S.Sos, M.Si bersama jajarannya sedang sibuk membersihkan lingkungan sekitar kantor mereka.

Dalam jumpa pers bersama awak media usai pemantauan tersebut, Pj. Sekda menyampaikan kerja bakti ini dilaksanakan sesuai arahan Wali Kota Kupang untuk melaksanakan gerakan massal membersihkan lingkungan dengan menggerakkan seluruh komponen masyarakat, sekolah, puskesmas dan ASN di lingkup pemerintah Kota Kupang. Gerakan ini untuk mengantisipasi Demam Berdarah Dengue (DBD) yang kasusnya cukup banyak di NTT khususnya di Kota Kupang.

Diakuinya ketika turun ke lapangan pagi tadi pelaksanaannya cukup baik, di mana pihak Kelurahan Liliba dan kecamatan serta sekolah tampak mengambil bagian dalam membersihkan lingkungan. Selain itu Pj Sekda berkesempatan juga melakukan sosialisasi cara mencuci tangan yang benar untuk menghindari bakteri dan virus yang dapat menimbulkan penyakit dan juga penyuluhan mengenai mengantisipasi DBD. “Harapan kita kerja bakti ini dapat menjadi budaya masyarakat untuk membersihkan lingkungannya sendiri,” tegasnya.

Selain itu dia berharap peran puskesmas dalam memberikan informasi kepada masyarakat terkait pencegahan dan langkah-langkah membersihkan lingkungan terus ditingkatkan. Dia yakin masalah kebersihan akan teratasi dan masalah penyakit kaitan dengan DBD yang hidup pada area-area genangan air dapat teratasi dan bahkan budaya mengubur sampah yang sifatnya menjadi tempat genangan air dapat dilakukan oleh masyarakat sendiri tanpa harus dipaksakan. Saat ini proses foging massal juga sudah dilakukan untuk seluruh daerah yang dianggap endemik.

Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Kupang, Sri Wahyuningsih, SKM, M.Kes pada kesempatan yang terpisah menyampaikan saat ini terhitung sejak Januari 2020 lalu sudah ada 483 kasus DBD di Kota Kupang dan lima di antaranya meninggal dunia. Kelima korban tersebut berdomisili di Wilayah Kecamatan Maulafa yang angka bebas jentiknya masih di bawah 40 persen. Kerja bakti yang diselenggarakan Pemkot hari ini merupakan salah satu cara efektif untuk meningkatkan angka bebas jentik tersebut. (Red)

Sumber : Humas Setda Kota Kupang

Atasi DBD, Dandim 1618/TTU Jalin Koordinasi Dengan Dinkes

NTT AKTUAL. KEFAMENANU. Dalam rangka mengatasi serta mencegah penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Dandim 1618/TTU, Letkol Arm Roni Junaidi, S.Sos, mendatangi Dinas Kesehatan Kabupaten TTU, Rabu (11/03/2020).

Kunjungan Dandim 1618/TTU ini merupakan salah satu bentuk koordinasi antara Kodim 1618/TTU dengan Dinas Kesehatan Kabupaten TTU dalam upaya penanggulangan bahaya DBD.

Pada kesempatan ini Dandim 1618/TTU, Letkol Arm Roni Junaidi, S.Sos, kepada Wartawan mengatakan bahwa pada dasarnya dirinya yang merupakan aparat wilayah harus pula menjalin koordinasi yang aktif bersama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten TTU terkait penanggulangan penyakit DBD.

“Selaku aparat kewilayahan saya memahami bahwa permasalahan DBD adalah masalah kita bersama, karna kita hidup bersama dalam lingkungan masyarakat,” ungkap Dandim.

Melihat persoalan DBD ini, dirinya mengharapkan masyarakat juga harus terus selalu menjaga lingkungan sekitarnya agar lingkungan yang merupakan tempat tingggal dapat menjadi lingkungan yang bersih dan sehat, jelas Dandim.

“Selama ini kita tau nyamuk hidup di kubangan-kubangan air kotor padahal tidak, pola hidup nyamuk juga ada di kubangan air bersih. Oleh karena itu kita harus selalu menjaga lingkungan kita agar terhindar dari jentik-jentik nyamuk ini, ujarnya.

Dandim juga berterimakasih karena setelah bertemu dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTU, dirinya mendapatkan banyak Informasi, dan dari pertemuan ini dirinya akan menjalin koordinasi pula dengan seluruh jajaran Kodim 1618/TTU guna membantu pemerintah dalam upaya menanggulangi penyebaran bahaya DBD di Kabupaten TTU.

“Setelah melakukan kordinasi dengan pihak kesehatan kami akan melakukan S. O. P dan akan berkordinasi dengan semua babinsa agar dapat menyampaikan pada warga sehingga kita tidak terlena, dan bisa keluar dari bahaya DBD. Yang paling pertama yang perlu kita lakukan adalah memberikan pemahaman pada semua warga melalui sosialisasi dan tentunya kami akan terus melakukan koordinasi dengan Dinas Terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan,” pungkasnya.

Dikesempatan yang sama, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTU, Thomas J.M. Laka, S.km, menjelaskan bahwa saat ini di Kabupaten TTU sudah terdapat 215 kasus DBD, 58 kasus diantaranya adalah positif terinfeksi DBD, sisanya masih dalam kelas suspek. Bahaya DBD juga mengakibatkan 2 orang meninggal dunia. 2 orang yang meninggal itu di Kecamatan Biboki Anleu yaitu Anak usia 12 tahun dan 5 Tahun.

Selain menjelaskan tentang banyaknya kasus akibat DBD tersebut,  Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTU, Thomas Laka juga berterimakasih pada Dandim 1618/TTU, Letkol Arm Roni Junaidi, S.Sos, yang sudah melakukan kordinasi dengan Dinas kesehatan, karena secara tim semua punya tanggung jawab yang sama untuk sama-sama memberantas bahaya DBD di Kabupaten TTU. (Red)

Penulis    : Yanri Maunaben
Editor       : Nataniel Pekaata

Atasi Bahaya DBD, Dinkes TTU Aktif Lakukan Langkah Preventif

NTT AKTUAL. KEFAMENANU. Dalam mengatasi penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang terjadi di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten TTU gencar dan juga aktif melakukan langkah-langkah preventif.

“Langkah preventif pertama yang dilakukan adalah dengan gencar melakukan Fogging di daerah-daerah yang terserang DBD. Fogging adalah salah satu langkah atau strategi yang dilakukan guna pemberantasan jentik nyamuk dengan cara penyemprotan asap (pengasapan),”

Hal ini dikatakan Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTU, Thomas J.M Laka, S.km, kepada Wartawan saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (11/03/2020).

“Dalam mengatasi bahaya DBD Dinas Kesehatan Kabupaten TTU sedang melakukan berbagai hal dan diantaranya yaitu dengan melakukan Fogging. Kami lakukan Fogging di daerah-daerah yang sedang terkena kasus DBD, diantaranya di Ponu, Kaubele, Wini dan kemarin yang terakhir kami bersama tim melakukannya di Sasi,” ungkap Thomas.

Dirinya menambahkan upaya lainnya yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten TTU yakni dengan melakukan penyuluhan keliling terkait bagaimana masyarakat bisa berprilaku hidup bersih dan sehat.

Selain itu Dinas Kesehatan Kabupaten TTU juga aktif melakukan pemberantasan sarang nyamuk yakni dengan melakukan kerja bakti sosial, jelas Thomas Laka.

“Terkait dengan pemberantasan sarang nyamuk dan kerja bakti, kami lakukan koordinasi dengan Camat dan kepala Desa, selain itu kami juga melakukan koordinasi dengan Kapolsek-Kapolsek dan Danramil di setiap wilayah yang terkena kasus DBD, ada juga upaya pencegahan melalui media-media seperti Radio Penyiar Daerah (RPD) untuk mengajak semua elemen memberantas bahaya DBD itu sendiri,” ujarnya.

Langkah preventif lainnya yang dilakukan pula oleh Dinas Kesehatan Kabuten TTU yakni dengan membagikan abate, pembagian abete ini di tujukan untuk semua warga di TTU dan untuk semua instansi, jelas Thomas Laka.

“Saat ini di Kabupaten TTU sudah terdapat 215 kasus DBD, 58 kasus diantaranya adalah positif terinfeksi DBD, sisanya masih dalam kelas suspek. Bahaya DBD juga mengakibatkan 2 orang meninggal dunia. 2 orang yang meninggal itu di Kecamatan Biboki Anleu yaitu Anak usia 12 tahun dan 5 Tahun,” kata Thomas.

Oleh kerena itu diharapkan kepada masyarakat agar dapat segera melakukan rujukan dari Puskesmas ke Rumah Sakit, ketika mengalami gejala-gejala DBD, agar dapat dilakukan tindakan medis dan meminimalisir jatuhnya korban jiwa, pungkasnya. (Red)

Penulis    : Yanri Maunaben
Editor       : Nataniel Pekaata