Arsip Tag: Corona Virus Desease (Covid-19)

Cegah Penyebaran Covid-19, Babinsa Koramil 1604-01/Kupang dan Tim Beri Himbauan Keliling

NTT AKTUAL. KUPANG. Babinsa Koramil 1604-01/Kupang bersama tim gabungan yang terdiri dari Babinkamtibmas dan Lurah LLBK beserta staf melaksanakan kampenye himbauan keliling kepada warga masyarakat dan pemilik pertokoan di wilayah kelurahan LLBK untuk tetap menerapkan protokol kesehatan serta dalam rangka menyambut HUT 17 Agustus wajib memasang Bendera dan umbul-umbul merah putih di depan rumah/ruko, Selasa (03/08/2021).

Tidak terlihat dengan kasat mata namun sangat berbahaya dan meresahkan masyarakat serta dapat menghancurkan sendi-sendi kehidupan itulah Covid-19, diketahui bersama bahwa penyebaran Corona Virus di Provinsi NTT khususnya di kota Kupang masih mengalami peningkatan baik yang terpapar maupun yang meninggal dunia dan juga terdapat virus jenis varian baru yaitu virus Corona Varian Delta.

Babinsa Kelurahan LLBK Serka Roby Marten Wake Here usai melaksanakan himbauan keliling bersama Babinkantibmas dan Lurah LLBK beserta staf kelurahan mengatakan bahwa untuk menekan dan memutus mata rantai penyebaran covid, perlu adanya kesadaran bersama untuk bersama-sama berperang melawan penyebaran covid ini. Kami bersama Babinkantibmas Brigpol Moses Soe, Lurah LLBK Ibu Anastasia Manafe dan staf melaksanakan himbauan keliling kepada warga.

Lebih lanjut, kegiatan ini bertujuan untuk menekankan kepada masyarakat agar selalu mematuhi protokol kesehatan seperti menjaga jarak ketika berinteraksi dengan orang lain, mengurangi mobilitas, menjauhi kerumunan, mencuci tangan dengan air mengalir usai keluar rumah atau menggunakan hand sanitizer dan memakai masker. selain itu, juga memberitahukan untuk tetap tenang dan segera menghubungi atau mendatangi tenaga kesehatan terdekat apabila merasa memiliki kondisi badan yang kurang sehat.

kampanye himbauan penerapan protokol kesehatan ini diharapkan dapat menyadarkan masyarakat sekitar akan pentingnya mematuhi protokol kesehatan, sehingga apabila setiap orang sadar akan hal ini maka dapat menurunkan angka kasus penyebaran covid-19 yang semakin hari mengalami peningkatan.

Selain itu, kita menghimbau kepada warga masyarakat mulai tanggal 01-31 Agustus 2021 agar memasang bendera dan umbul-umbul merah putih di depan rumah atau pertokoan untuk menyambut hari ulang tahun kemerdekaan 17 Agustus 2021 (HUT Ke-76).Setiap negara pasti memiliki bendera sebagai simbol negara, yang memiliki makna mendalam tentang negaranya. Seperti negara Indonesia, yang memiliki bendera merah putih wajib dikibarkan di depan rumah oleh setiap warga negara Indonesia untuk menyambut hari proklamasi kemerdekaan, tegas Robi. (*/NA)

Sumber berita + foto : Pendim 1604/Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

Gubernur NTT Instruksikan Para Bupati dan Wali Kota Lebih Fokus Tangani Penyebaran Covid-19

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat menginstruksikan para Bupati dan Wali Kota untuk bekerja lebih keras dalam menghentikan penyebaran virus Corona di wilayah masing-masing, Demikian disampaikan Gubernur melalui Juru Bicara Gugus Tugas Covid 19 Provinsi NTT, Marius Ardu Jelamu, Minggu (4/07/2021).

“Semua pimpinan daerah agar melakukan tracing testing dan treatment serta mengontrol dan mengawasi pergerakan masyarakat di wilayah masing-masing serta melakukan kontrol yang ketat di ruang publik untuk memastikan masyarakat mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes) dengan penuh disiplin,” ungkap Marius.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid 19 Provinsi NTT, Marius Ardu Jelamu saat menyampaikan instruksi Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat.

Marius mengatakan, Gugus Tugas Kabupaten/Kota yang didukung TNI-Polri diminta untuk mengontrol masyarakat di ruang publik.

“Kita harus bekerja keras memutus mata rantai penyebaran covid ini. Walaupun sampai saat ini belum terdeteksi adanya varian baru namun kita tetap harus waspada. Program vaksinasi harus dilakukan secara masif di berbagai wilayah dan Para Bupati/Wali Kota harus tetap memantau pelaksanaannya,” pungkas Jelamu

Marius Juga mengungkapkan angka pertambahan pasien Covid hari ini sebanyak 1.003 Orang.

Hari ini angka pertambahan pasien covid sangat signifikan lebih dari seribu orang. Hal ini harus diwaspadai oleh seluruh rakyat NTT dan kita tetap wajib melaksanakan prokes secara baik dan benar.

Untuk diketahui, jumlah kasus baru hari ini sejumlah 1.003 orang dengan persebarannya yaitu Kabupaten Flores Timur : 376 Orang, Manggarai Timur : 252 Orang, Manggarai Barat : 84 Orang, Kota Kupang : 81 Orang, Nagekeo :79 Orang, Ende : 50 Orang, Sumba Barat Daya: 22 Orang, Sumba Timur : 19 Orang, Ngada : 18 Orang, Manggarai : 15 Orang, Timor Tengah Utara : 13 Orang, Alor : 11 Orang, Belu : 6 Orang, Sabu Raijua : 6 Orang, Rote Ndao : 1 Orang. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Pemprov NTT Bagikan 300 Tabung Oksigen Untuk 10 RS di Kota Kupang

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Pemerintah Provinsi NTT membagikan 300 tabung oksigen untuk 10 rumah sakit di Kota Kupang yang menangani pasien positif covid 19. Penyerahan secara simbolis oleh Wakil Gubernur Josef Nae Soi kepada perwakilan dari masing-masing rumah sakit yang disaksikan oleh Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man berlangsung di Rumah Sakit Jiwa Naimata Kupang, Senin (8/02/2021).

10 rumah sakit yang menerima bantuan oksigen tersebut antara lain, RSUD W.Z. Johannes mendapat 50 tabung, RSUD S.K. Lerik 50 tabung, RS. St. Boromeus 20 tabung, RS Leona 20 tabung, RS Bhayangkara 15 tabung, RS Wirasakti 15 tabung, RS Kartini Kupang 10 tabung, RS TNI AL. Lantamal Kupang 5 tabung dan RSJ Naimata 5 tabung. Pembagian tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing rumah sakit saat ini. Untuk tabung yang tersisa akan dijadikan stok yang akan didistribusikan sesuai dengan kebutuhan dari rumah sakit.

Wagub mengakui saat ini stok oksigen di Kota Kupang masih kurang. Namun dia memastikan pagi ini ada 900 kontainer tabung oksigen milik pihak swasta yang sedang bongkar muat di pelabuhan, yang bakal menjamin ketersediaan stok oksigen di Kota Kupang.

Pada kesempatan yang sama Wagub menyampaikan bersama Wawali akan berusaha keras mencegah penyebaran covid 19 di Kota Kupang. Untuk pasien positif yang berkategori sedang dan ringan disarankan untuk isolasi mandiri di rumah masing-masing dan mengonsumsi ramuan yang diakui oleh BPOM dan sesuai surat edaran Dirjen Kesehatan Kementerian Kesehatan RI seperti kelor, jahe, kunyit dan lainnya. Pemprov NTT bekerja sama dengan Pemerintah Kota Kupang juga akan mengadakan vitamin dan obat anti virus yang akan didistribusikan kepada masyarakat. Untuk rencana tersebut menurutnya Pemkot Kupang telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 80 miliar.

Diakuinya Pemprov memberi perhatian lebih untuk Kota Kupang karena kondisi saat ini butuh penanganan serius. Namun dipastikannya kabupaten lain juga tentu diperhatikan dan mendapat dukungan dari Pemprov untuk penanganan covid 19. “Prinsip kami keselamatan manusia no compromise, keselamatan rakyat di atas segala-galanya. Karena kami adalah pelayan masyarakat maka wajib hukumnya kami melayani masyarakat,” pungkasnya.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man sesaat sebelum penyerahan tersebut kepada wartawan menyampaikan hingga saat ini, setelah pemberlakuan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diakuinya kepatuhan masyarakat Kota Kupang dalam penerapan protokol kesehatan sudah makin baik. namun diakuinya masih ada juga beberapa yang melanggar sehingga petugas masih terus melakukan operasi prokasih setiap hari.

Pemkot Kupang menurutnya telah merancang konsep penerapan PPKM tingkat mikro. Saat ini tengah dalam tahapan finalisasi konsep terutama tentang bagaimana koordinasi tingkat kelurahan, kecamatan serta koordinasi dengan pihak rumah sakit.

Wawali menambahkan Pemkot Kupang tengah berencana menyediakan fasilitas isolasi bagi warga kurang mampu yang terpapar covid 19. Penentuannya berdasarkan rekomendasi dari lurah setempat yang memastikan orang tersebut tidak mampu secara ekonomi dan memiliki rumah yang tidak layak untuk dilakukan isolasi mandiri. Pasien tidak mampu tersebut akan dirawat selama 10 hari dan diberikan vitamin serta obat yang disarankan bagi pasien positif covid 19.

Sementara mengenai Surat Edaran Wali Kota tentang pemberlakuan PPKM menurut Wawali akan diperpanjang dengan beberapa penyesuaian, sesuai kondisi terakhir dan instruksi Menteri Dalam Negeri yang terbaru.

Sebelum penyerahan tabung oksigen di RSJ Naimata, Wawali berkesempatan menemui Wakil Gubernur NTT dan Sekda Provinsi NTT di ruang kerja mereka masing-masing guna membahas sejumlah hal termasuk penanganan covid 19 di Kota Kupang. (*Pkp_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Cegah Penyebaran Covid-19, Pemkot Tutup Kembali Sejumlah Pusat Keramaian

NTT AKTUAL.KOTA KUPANG. Pemerintah Kota Kupang kembali menutup sejumlah pusat keramaian di Kota Kupang. Kebijakan penutupan ini dalam rangka mencegah penyebaran virus Covid-19 di masa new normal.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man turun langsung untuk mengimbau masyarakat di sejumlah lokasi, Rabu (15/07/2020) pukul 21.00 wita.

Foto : PKP Setda Kota Kupang

Aksi ini menindaklanjuti hasil rapat yang dipimpin oleh Wakil Wali Kota Kupang pada siang harinya tentang rencana penutupan dan pemadaman lampu serta wifi di taman terbuka dimulai Rabu 15 Juli 2020 diikuti dengan penutupan tempat hiburan malam.

Wakil Wali Kota Kupang yang didampingi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kota Kupang, Drs.Yoseph Rera Beka, Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang, Yanuar Dally S.H., M.Si., Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Kupang, Dra. Thruice Balina Oey, M.Si., Kepala Dinas Perhubungan Kota Kupang, Bernadinus Mere, AP., M.Si., Plt. Kasat Pol PP, Daniel Zacharias, S.Sos., M.Si, serta Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Kecamatan Kelapa Lima, Richardo Therik yang turut mengawali pemantauan sekaligus memberikan imbauan kepada warga di lokasi Bundaran Tirosa (Bundaran PU) Kota Kupang.

Kepada warga Wakil Wali Kota mengimbau untuk tidak melasakanan kegiatan berkumpul dan berjualan pada tempat keramaian untuk sementara waktu, sambil menunggu petunjuk lebih lanjut dari Pemerintah Kota Kupang. Imbauan ini menurutnya dilakukan dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 di masa new normal.

Selain Bundaran Tirosa rencana penutupan berlaku juga di pusat keramaian lainnya yang mereka pantau yakni Taman Tagepe di wilayah Kelurahan Kelapa Lima dan Taman Ina Boi yang bertempat di Kelurahan Pasir Panjang.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man, menjelaskan bahwa imbauan yang disampaikan dalam pemantauan ini merupakan bentuk pendekatan komunikasi persuasif dari Pemkot Kupang kepada seluruh warga Kota Kupang yang melakukan aktivitas di tempat tempat pusat keramaian, yang berpotensi memicu penyebaran virus corona.

“Kebijakan ini demi keselamatan dan keamanan bersama seluruh warga Kota Kupang terutama dalam mencegah penyebaran virus corona di masa new normal,“ pungkasnya. (*PKP_nis/rdp/ans/Red)

Sumber : PKP Setda Kota Kupang

Editor ; Nataniel Pekaata

Entering The New Normal, The East Nusa Tenggara Financial Service Authority Conduct A Rapid Test Of All Employee

NTT AKTUAL. KUPANG. Enteriting of new normal custom adaptation phase, the East Nusa Tenggara Provinci Financial Service Authority in collaboration with Kimia Pharma held a rapid test for all empployee and stakeholders of the East Nusa Tenggara Financial Service Authority, Thursday 2 July 2020.

Documentation by Public Relation of The East Nusa Tenggara Financial Service Authority

This activity is part of an effort to break the chain of the spread of the corona virus (Covid-19). The rapid test is carried out simultaneous in Financial Service Authority Office in Indonesian starting from 1 – 3 July 2020.

The rapid test expected to provide preliminary information about the health conditions of imployee in order to continue to do a good job and ensure they are ready to work amid the covid-19 pandemic, this is indeed not to diagnose covid-19 directly, but to so see the antibody response that is present in the body of every employee of the East Nusa Tenggara Financial Service Authority. The measurement result will be an early detection for Futher tests (Swab Test), and it is certain that all employee are in good health before conducting a rapid test.

Documentation by Public Relation of The East Nusa Tenggara Financial Service Authority

The implementation of rapid test is one of the efforts of the Financial Service Authority to the prevent the spread of covid-19.

In addition health protocol are applied in the enviroment of the East Nusa Tenggara Financial Service Authority, inculiding the provision of handwashing places at several points of office locations, placement of hand sanitaizers, mandatory use of mask and several other things wich has been incruted by the government in acordance with the health protocol, with the hope that all efforts that have been made can prevent the spread covid-19. (*/Red)

Source : Press Realizing Public Relation of The East Nusa Tenggara Financial Service Authority

Editor : Nataniel Pekaata

Masuk New Normal, OJK NTT Lakukan Rapid Test Seluruh Pegawai

NTT AKTUAL. KUPANG. Memasuki Fase Adaptasi Kebiasaan Baru atau New Normal, Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (OJK NTT) bekerjasama dengan Kimia Farma menggelar rapid test atau tes cepat untuk seluruh pegawai dan stakeholder OJK NTT, Kamis (2/07/2020).

Foto : Humas OJK NTT

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memutus mata rantai penyebaran Virus Corona (Covid-19). Tes cepat dilakukan serentak diseluruh Kantor OJK yang ada di Indonesia mulai tanggal 1 sampai dengan 3 Juli 2020.

Foto : Humas OJK NTT

Dengan adanya rapid test diharapkan dapat menyajikan informasi awal tentang kondisi kesehatan pegawai agar tetap dapat menjalankan pekerjaan dengan baik dan memastikan siap bekerja di tengah pandemic COVID-19, hal ini memang bukan untuk diagnosa COVID-19 secara langsung, melainkan untuk melihat respon antibodi yang ada dalam tubuh setiap pegawai OJK NTT. Hasil pengukuran akan menjadi deteksi awal untuk pemeriksaan lebih lanjut (swab test), dan dipastikan bahwa seluruh pegawai dalam kondisi sehat sebelum melakukan rapid test.

Pelaksanaan rapid test merupakan salah satu dari beberapa upaya OJK dalam mencegah penyebaran virus COVID-19.

Selain itu protokol kesehatan di terapkan di lingkungan OJK NTT, antara lain penyediaan tempat cuci tangan di beberapa titik lokasi Kantor, penempatan hand sanitizer, wajib menggunakan masker dan beberapa hal lain yang telah diinstruksikan pemerintah sesuai dengan protokol kesehatan, dengan harapkan segala upaya yang telah dilakukan ini dapat mencegah penyebaran COVID-19. (*/Red)

Sumber : Humas OJK NTT
Editor : Nataniel Pekaata

Berbagi Kebaikan, OJK & FKLJK Beri Bantuan APD Kepada Gugus Tugas

NTT AKTUAL. KUPANG. Sebagai bentuk kepedulian dan wujud berbagi kebaikan di tengah pandemi Covid-19, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan (FKLJK) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memberikan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) kepada Gugus Tugas Provinsi NTT, Gugus Tugas Kota Kupang dan kepada Pekerja Migran Indonesia melalui BP3TKI, Senin (22/06/2020).

APD yang diberikan kepada Gugus Tugas Provinsi NTT dan Gugus Tugas Kota Kupang yaitu paket bantuan berupa Hazmat dan Masker Medis (Kn95), sementara itu bagi Pekerja Migran Indonesia melalui BP3TKI yakni masker kain.

Kepala kantor OJK Provinsi NTT, Robert Sianipar saat di konfirmasi Wartawan usai penyerahan bantuan APD di Gugus Tugas Provinsi NTT mengatakan bantuan APD yang diberikan kepada Gugus Tugas Provinsi NTT yakni sebanyak 210 Paket, Gugus Tugas Kota Kupang 100 Paket dan 335 Masker Kain kepada Pekerja Migran Indonesia melalui BP3TKI.

OJK bersama FKLJK Provinsi NTT saat memberikan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) kepada Gugus Tugas Provinsi NTT yang bertempat di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Senin (22/06/2020). Foto : Nataniel Pekaata/NTT Aktual

“Total perkiraan keseluruhan anggaran dari FKLJK yang kita gunakan untuk pengadaan alat-alat ini yakni sebanyak 70 juta Rupiah,” ungkapnya.

Kepala kantor OJK Provinsi NTT, Robert Sianipar saat memberikan keterangan kepada Wartawan usai penyerahan bantuan kepada Gugus Tugas Provinsi NTT, Senin (22/06/2020). Foto : Nataniel Pekaata/NTT Aktual

Dirinya juga menerangkan pada waktu sebelumnya di tengah pandemi Covid-19, OJK Provinsi NTT juga pernah memberikan bantuan kepada pemerintah Kota Kupang dan saat itu sumber dana bantuan nya berasal dari Wadah Ikatan Pegawai OJK, dan sementara untuk bantuan kali ini OJK bersama-sama dengan FKLJK, jelas Robert.

Untuk diketahui FKLJK Provinsi NTT adalah Wadah organisasi yang dibentuk atas dasar kebutuhan dan kepentingan bersama otoritas dan pelaku industri jasa keuangan se-Provinsi Nusa Tenggara Timur, sehingga perencanaan organisasi dan program kegiatan, serta pelaksanaan program dilaksanakan secara bersama oleh lembaga jasa keuangan yang menjadi anggota forum ini.

Sebagai wujud dari kesamaan kebutuhan dan komitmen bersama dari otoritas dan pelaku industri jasa keuangan se-Provinsi Nusa Tenggara Timur, telah dibentuk wadah organisasi dan kepengurusan Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan Provinsi Nusa Tenggara Timur yang disingkat FKLJK Nusa Tenggara Timur. (Red)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Masuk New Normal, STIKES Maranatha Kupang Tetap Terapkan Protokol Kesehatan

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Walaupun Provinsi NTT telah memasuki New Normal atau tatanan normal baru, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Maranatha Kupang tetap aktif menerapkan protokoler kesehatan dalam rangka pencegahan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Ketua Yayasan STIKES Maranatha Kupang, Drs. Semuel Sellan, saat ditemui Media ini di ruang kerjanya, Selasa (16/06/2020) mengatakan meskipun sudah dalam masa New Normal tetapi tetap STIKES Maranatha Kupang hingga saat ini masih aktif menerapakan protokol Kesehatan seperti cuci tangan, pemeriksaan suhu tubuh, penggunaan masker dan tetap jaga jarak antara Mahasiswa/i dan Dosen.

Ketua Yayasan STIKES Maranatha Kupang, Drs. Semuel Sellan (kanan) saat foto bersama dengan Wartawan NTT Aktual, Nitanel Atti, yang juga merupakan Mahasiswa STIKES Maranatha Kupang. Foto : Istimewa

“Jadi walau sudah New Normal, tetapi secara keseluruhan kita masih tetap menerapkan Protokoler kesehatan. Jangan sampai kita menganggap bahwa semua sudah berakhir. Kita boleh melakukan perkuliahan tetapi kita harus tetap tunduk pada protokoler Kesehatan itu sendiri,” ungkap Semuel Sellan.

Walaupun sudah memasuki New Normal STIKES Maranatha Kupang masih menerapkan untuk setiap kelas itu maksimal 20 orang mahasiswa saja pada saat perkuliahan berlangsung dan jarak duduk antar mahasiswa juga sangat diperhatikan, jelas Semuel.

Walaupun sudah New Normal, Mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Maranatha Kupang tetap aktif melakukan pemeriksaan suhu tubuh. (Foto : Nitanel Atti/NTT Aktual)

“Kewajiban Protokoler kesehatan yang ditetapkan dari instisusi ini, tidak hanya berlaku bagi Mahasiswa dan Dosen, tetapi semua itu berlaku untuk komponen-komponen yang ada dilingkungan kampus,” ujarnya.

Dirinya mengimbau kepada seluruh mahasiswa STIKES Maranatha Kupang khususnya, agar selalu mengikuti protokol kesehatan yang sudah ditetapkan dari institusi, tutur Semuel.

Mahasisiwi STIKES Maranatha Kupang juga tetap melakukan aktifitas cuci tangan menggunakan air mengalir dan juga sabun. (Foto : Nitanel Atti/NTT Aktual)

Salah seorang Dosen STIKES Maranatha Kupang, Juandri S. Tusi S,Kep,Ns,.MT mengatakan pada dasarnya protokoler kesehatan yang di tetapkan ini sangat membantu Mahasiswa dan juga Dosen, sehingga apabila misalnya ada pemeriksaan suhu tubuh yang lebih dari batas Normal, maka akan di kembalikan untuk lakukan pemeriksaan lengkap dari Pelayanan kesehatan terdekat, jelasnya.

Dikesempatan yang sama salah satu Mahasiswa STIKES Maranatha Kupang, Yohanes Manbait, mengatakan dirinya memberikan apresiasi yang tinggi kepada pihak kampus yang tetap menerapkan protokoler kesehatan hingga saat memasuki New Normal ini.

“Saya sangat senang dengan adanya protokoler yang dilakukan oleh Ketua Yayasan maupun Ketua STIKES Maranatha Kupang, karena sangat membantu meskipun kita tahu bahwa Covid-19 sudah Memasuki New Normal, tetapi kita masih ikut Protokoler Kesehatan,” ungkapnya. (Red)

Penulis : Nitanel Atti
Editor : Nataniel Pekaata

Wali Kota Kupang Turun Serahkan Bansos Bagi Masyarakat

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wali Kota Kupang Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM., MH, turun untuk memantau langsung proses penyaluran sekaligus menyerahkan Bantuan Sosial (Bansos) berupa sembako kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terdampak Covid-19 di tiga kelurahan se-Kecamatan Alak, Senin (15/06/2020).

Wali Kota Kupang Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM.,MH, saat menyerahkan bantuan sosial (bansos) berupa sembako kepada masyarakat, Senin (15/06/2020). Foto : PKP Setda Kota Kupang

Tiga kelurahan yang dikunjungi tersebut antara lain Kelurahan Alak dengan jumlah penerima bantuan 1.114 kepala keluarga (KK), Kelurahan Penkase Oeleta dengan jumlah penerima bantuan 940 KK dan Kelurahan Namosain dengan jumlah penerima bantuan 847 KK. Para penerima bantuan akan menerima sembako selama 3 bulan kedepan yang terdiri dari beras 10 kg, minyak goreng 2 liter, gula pasir 2 kg dan mie instan 1 dus.

Pada proses penyerahan bansos, pihak kelurahan menampilkan daftar penerima bantuan secara lengkap dan transparan. Untuk menerima sembako, para penerima terlebih dahulu wajib menunjukkan surat penerima bantuan, kartu keluarga dan kartu tanda penduduk sebagai syarat yang harus dipenuhi. Hal ini sesuai dengan penegasan Wali Kota Kupang pada rapat persiapan penyaluran Bansos pada Jumat (12/06/2020) lalu.

Sebelumnya, Dr. Jefri Riwu Kore sampaikan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir apabila sudah terdata dan memiliki surat pemberitahuan dengan persyaratan lengkap, tentunya akan menerima bantuan sembako.

Dirinya juga menegaskan kepada pihak kelurahan untuk segera menyalurkan agar tidak terjadi penumpukan. Wali Kota menegaskan bahwa yang berhak menerima bantuan adalah masyarakat yang terdampak Covid-19 tetapi non KPM yang dimana tidak menerima bantuan PKH, Bantuan Presiden dan bantuan serupa lainnya yang bersumber dari APBN.

“Masyarakat tidak perlu khawatir, jika sudah terdata di Kelurahan maka pasti akan menerima bantuan. Jika ada masyarakat yang sudah terdata namun tidak menerima bantuan, dapat segera lapor ke Lurah agar dilakukan verifikasi ulang,” tegas Wali Kota.

Wali Kota Kupang dalam pantauannya meminta agar jalannya proses penyaluran bantuan ini dapat berjalan secara baik dan transparan. Beliau berharap dengan adanya bantuan sosial ini selama tiga bulan ke depan dapat membantu kondisi ekonomi masyarakat di Kota Kupang. Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota didampingi Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, Lodywik Djungu Lape, S.Sos., Camat Alak, Ridhon A. Bire, S.IP serta Para Lurah.

Untuk diketahui penyerahan Bansos berupa sembako yang berasal dari APBD Kota Kupang ini akan berlangsung hingga tanggal 27 Juni 2020 mendatang, dan akan disalurkan di 6 (enam) kecamatan se-Kota Kupang yakni kepada 23.640 KPM.(*PKP_chr_let/Red)

Wakil Wali Kota Kupang Terima Bantuan 1.000 Masker dari FPK NTT

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man menerima bantuan alat pelindung diri (APD) berupa masker dari Forum Pembauran Kebangsaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (FPK NTT).

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man, saat menerima secara simbolis bantuan 1.000 masker dari Forum Pembauran Kebangsaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (FPK NTT), Senin (15/6/2020). Foto : PKP Setda Kota Kupang

Acara penyerahan bantuan 1.000 masker ini berlangsung secara simbolis di Kantor Wali Kota Kupang, Jl. S. K. Lerik No. 1, Kota Kupang, Senin (15/06/2020).

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Kupang mengucapkan terima kasih kepada pihak FPK NTT atas atensi dan kepedulian terhadap Penanganan Covid-19 di Kota Kupang yang telah menyerahkan 1.000 buah masker kepada Pemerintah Kota Kupang.

Wakil Wali Kota Kupang mengatakan akan segera meneruskan bantuan tersebut kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kupang, dan berharap sinergitas antara pihak FPK dan Pemkot Kupang akan terus terjalin, terlebih dalam hal Penanganan Covid-19 di wilayah Kota Kupang dimasa yang akan datang.

Theodorus Widodo, selaku pihak FPK NTT dalam kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih kepada Wakil Walikota Kupang selaku Pemerintah yang bersedia menerima langsung penyerahan bantuan tersebut. Dirinya berharap bantuan yang diserahkan tersebut dapat berguna terutama bagi para petugas di Gugus Tugas yang berada pada garis depan melawan Covid-19 di Kota Kupang.

Pengusaha yang akrab disapa Theo Widodo tersebut sebelumnya, pihak FPK NTT telah menyerahkan bantuan yang sama pada pihak Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 NTT dan RSUD Prof. Dr. W. Z. Yohanes, “bantuan yang pertama, 2.000 APD berupa masker mini telah kami serahkan ke Gugus Tugas Provinsi NTT, kepada pihak RS Prof. Dr. W. Z. Yohannes Kupang sebanyak 1.200 APD dan kemudian sekarang berupa 1.000 APD kepada Gugus Tugas Kota Kupang,” jelasnya.

Dirinya menjelaskan, tujuan penyerahan ini guna mendukung tupoksi Gugus Tugas dalam penanganan Covid-19 dimana sangat membutuhkan dukungan mengingat perkembangan Covid-19 belum mereda hingga kini. Selain itu, dirinya menyadari bahwa penanganan Covid-19 tidak dapat diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah untuk itu membutuhkan keterlibatan semua pihak.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man menyampaikan bahwa sepanjang minggu ini Pemerintah Kota Kupang juga telah menerima bantuan APD dari berbagai pihak. Ini membuktikan bahwa ada perhatian dan sinergi seluruh elemen masyarakat Kota Kupang yang cukup tinggi sebagai dukungan pada pemerintah dalam penanganan Covid-19 di Kota Kupang. Waki Walikota berpendapat, hal tersebut bisa menjadi modal awal dalam rangka kesiapan kita dalam menuju tatanan normal baru yang produktif dan aman Covid-19 di Kota Kupang.

Wakil Walikota mengatakan saat ini Pemerintah Kota Kupang sedang mempersiapkan regulasi dalam bentuk Peraturan Walikota tentang pedoman dalam penerapan tatanan normal baru produktif dan aman Covid-19 di Kota Kupang, “jadi ketika Kota Kupang nanti sudah siap untuk menerapkan New Normal maka kita sudah memiliki juknis tersebut sebagai pedoman pelaksanaannya. Hal ini saya informasikan untuk diketahui oleh semua elemen termasuk pihak FPK NTT sebagai bagian dari masyarakat Kota Kupang,” ujar Wakil Walikota Kupang diakhir kegiatan tersebut. (*PKP_LV_jms/Red)