Arsip Tag: BPS Provinsi NTT

November 2021, TPK Hotel Berbintang di NTT Sebesar 52,55 Persen

NTT AKTUAL. KUPANG. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel Berbintang di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada bulan November 2021 sebesar 52,55 persen, naik 4,52 poin dibanding TPK Oktober 2021 yang sebesar 48,03 persen.

Hal ini disampaikan Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, Ir. Adi H. Manafe, M.Si, dalam Press Release yang diterima Media ini, Senin (3/01/2022).

Adi Manafe menambahkan jumlah tamu menginap pada hotel berbintang bulan November 2021 sejumlah 47.639 orang dengan rincian 46.833 orang tamu nusantara dan 806 orang tamu mancanegara.

“Rata-rata lama tamu menginap di hotel berbintang pada bulan November 2021 selama 1,53 hari. Rata-rata lama tamu nusantara menginap selama 1,52hari dan rata-rata lama tamu mancanegara menginap selama 1,83 hari,” ujar Adi.

Dirinya juga menjelaskan terkait dengan jumlah penumpang domestik angkutan udara yang tiba di NTT pada November 2021 berjumlah 115.998 orang dan penumpang yang berangkat berjumlah 110.723 orang. Selain itu terdapat 2 penumpang internasional yang tiba di Bandar Udara El Tari, Kupang, tutupnya. (*/NA)

Sumber berita + foto : Rilis Berita Resmi BPS NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Ekonomi NTT Triwulan II-2021 Tumbuh Sebesar 4,22 Persen

NTT AKTUAL. KUPANG.Perekonomian Nusa Tenggara Timur (NTT) berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku tahun 2021 mencapai Rp 27,65 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp17,61 triliun.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, Darwis Sitorus, S.Si, M.Si, dalam Press Release yang diterima Media ini, Kamis (05/8/2021).

Dirinya menambahkan Ekonomi NTT triwulan II-2021 tumbuh sebesar 4,22 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2020 (y-on-y). Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi tertinggi dicapai oleh lapangan usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 24,86 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit Yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 11,79 persen.

Lanjutnya, Ekonomi NTT triwulan II-2021 mengalami pertumbuhan sebesar 5,03 persen dibandingkan dengan triwulan I-2021 (q-to-q). Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 18,23 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 69,69 persen.

Ekonomi NTT pada semester I 2021 tumbuh sebesar 2,18 persen (c-to-c). Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi tertinggi pada semester pertama tahun 2021 dicapai oleh lapangan usaha Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang sebesar 14,21 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran PK-LNPRT mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 5,07 persen, jelas Darwis.

Struktur Ekonomi NTT pada triwulan II-2021 masih didominasi oleh lapangan usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan dengan kontribusi sebesar 28,91 persen Sedangkan dari sisi pengeluaran masih didominasi Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga yaitu sebesar 68,79 persen, tutupnya. (***/NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Juni 2021, TPK Hotel Berbintang di NTT Naik 11,39 poin

NTT AKTUAL. KUPANG. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel Berbintang di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada bulan Juni 2021 sebesar 41,39 persen, naik 11,39 poin dibanding TPK Mei 2021 yang sebesar 30,00 persen.

Hal ini disampaikan Koordinator Fungsi Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, Demarce.M. Sabuna, SST.,SE.,M.Si dalam Press Release yang diterima Media ini, Senin (02/8/2021).

Dirinya menambahkan jumlah tamu menginap pada hotel berbintang di NTT bulan Juni 2021 sejumlah 34.657 orang dengan rincian 33.757 orang tamu nusantara dan 900 orang tamu mancanegara.

“Rata lama tamu menginap di hotel berbintang pada bulan Juni 2021 selama 1,62 hari. Rata-rata lama tamu nusantara menginap selama 1,61 hari dan rata-rata lama tamu mancanegara menginap selama 1,87 hari,” ujar Demarce.

Sementara itu terkait  penumpang domestik angkutan udara yang tiba di NTT pada Juni 2021 berjumlah 122.513 orang, dan penumpang yang berangkat berjumlah 107.640 orang, jelasnya. (***/NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

BPS Catat TPK Hotel Berbintang di NTT Turun 4,51 Poin

NTT AKTUAL. KUPANG. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT mencatat bahwa Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel Berbintang di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada bulan Desember 2020 sebesar 38,00 persen, turun 4,51 poin dibanding TPK November yang sebesar 42,51 persen.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, Darwis Sitorus, S.Si, M.Si, dalam Press Release yang diterima Media ini, Senin (1/02/2021).

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, Darwis Sitorus, S.Si, M.Si. (Dokumentasi : Istimewa)

Darwis menambahkan jumlah tamu menginap pada hotel berbintang bulan Desember 2020 sejumlah 31.263 orang, yaitu dengan rincian 31.011 orang tamu nusantara dan 252 orang tamu mancanegara.

Sementara itu rata-rata lama tamu menginap di hotel berbintang pada bulan Desember 2020 selama 1,45 hari. Rata-rata lama tamu nusantara menginap selama 1,44 hari dan rata-rata lama tamu mancanegara menginap selama 2,60 hari.

Dirinya juga menjelaskan bahwa untuk jumlah penumpang angkutan udara yang tiba di NTT pada bulan Desember 2020 berjumlah 117.856 orang, sedangkan penumpang yang berangkat berjumlah 102.652 orang, tutupnya. (*/NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Oktober 2020, TPK Hotel Berbintang di NTT Naik 1,73 Poin

NTT AKTUAL. KUPANG. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel Bintang di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada bulan Oktober 2020 sebesar 36,53 persen, naik 1,73 poin dibanding TPK September yang sebesar 34,80 persen.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, Darwis Sitorus, S.Si, M.Si, saat menyampaikan Press Release BPS NTT pada kegiatan jumpa pers melalui Live Streaming, Selasa (01/12/2020) siang.

Darwis menambahkan bahwa jumlah tamu menginap pada hotel bintang bulan Oktober 2020 sejumlah 26.945 orang.

“Jumlah tamu yang menginap pada hotel berbintang bulan Oktober 2020 dengan rinciannya yakni 26.785 orang tamu Nusantara dan 160 orang tamu mancanegara,” ujarnya.

Rata-rata lama tamu menginap di hotel berbintang pada bulan Oktober 2020 selama 1,58 hari. Rata-rata lama tamu Nusantara menginap selama 1,57 hari dan rata-rata lama tamu mancanegara menginap selama 3,67 hari, jelas Darwis.

Sementara itu untuk Jumlah penumpang angkutan udara yang tiba di NTT pada bulan Oktober 2020 berjumlah 85.060 orang sedangkan penumpang yang berangkat berjumlah 78.139 orang, pungkasnya. (NA)

Walaupun Ditengah Pandemi, BPS NTT Tetap Berkomitmen Sukseskan SP 2020

NTT AKTUAL. KUPANG. Walaupun ditengah situsi yang sulit akibat pandemi Corona Virus Disease (Covid-19), Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT tetap berkomitmen untuk mencatat data penduduk secara akurat yaitu lewat Sensus Penduduk (SP) 2020.

“Intinya yang mau kita lakukan, walaupun ditengah situasi yang sulit ini yaitu ada komitmen besar kita jangan sampai ada satupun penduduk yang tidak tercatat di SP 2020,”

Hal ini disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, Darwis Sitorus, S.Si, M.Si, pada kegiatan jumpa pers yang berlangsung di Aula Kantor BPS NTT, Selasa (01/09/2020).

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, Darwis Sitorus, S.Si, M.Si (tengah) saat menjadi pembicara pada kegiatan jumpa pers yang berlangsung di Aula Kantor BPS NTT, Selasa (01/09/2020). Dokumentasi : Nataniel Pekaata/NTT Aktual

Turut hadir dalam kegiatan jumpa pers yang berlangsung di Kantor BPS NTT ini yaitu Kepala BPS Kota Kupang Ramly Kurniawan Tirtokusumo, Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Provinsi NTT Demarce Sabuna, sejumlah perwakilan dari Dinas serta instansi serta dihadiri pula oleh awak Media baik dari Media Online, cetak dan elektronik.

Pada kesempatan ini Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, Darwis Sitorus, S.Si, M.Si juga menjelaskan bahwa Sensus Penduduk merupakan pekerjaan besar dan dalam hal ini BPS juga melibatkan peran aktif dari Ketua RT serta pengurus RT.

“Ketua RT dan pengurus RT merupakan tumpuan harapan kita, untuk melakukan pemeriksaan terhadap data penduduk yang sudah kita susun berdasarkan data penduduk yang di daftar sebelumnya pada SP Online. Petugas SP Offline itu membawa data penduduk termasuk data yang sudah didaftar di SP Online, dan distu dilakukan verifikasi apakah ada perubahan data masyarakat setelah pengisian data di SP Online, mungkin ada anak yang baru lahir, ada yang sudah meninggal, dan ada yang sudah pindah ataupun masuk,” kata Darwis.

“Kita pastikan Petugas SP Offline 2020 tidak terlibat dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Sesuai kontrak kerja, kalau ketauan ada petugas SP Offline 2020 yang melakukan kampanye terselubung di daerah-daerah di NTT yang melakukan Pilkada otomatis kita putuskan hubungan kerjanya dan dia tidak menerima imbalan,” ujarnya.

Selain itu terkait dengan SP 2020 ini Darwis juga menerangkan bahwa pada dasarnya Petugas SP Offline 2020 juga di lengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD) yaitu meliputi masker, sarung tangan, face shield, dan hand sanitizer.

“Selain dilengkapi dengan APD tersebut petugas SP Offline 2020 juga dilengkapi dengan tanda pengenal serta surat tugas,” tambahnya.

Dirinya mengharapkan masyarakat secara sukarela bertanya kepada Ketua RT atau disaat petugas SP 2020 datang masyarakat bisa menerima petugas dengan memberikan data yang benar dan jujur, dimana kerahasian data dilindungi Undang-Undang.

“Hal ini penting karena guna mengidentifikasi Nomor Induk Kependudukan dengan harapan besar semua penduduk yang sudah tercatat mempunyai Nomor Induk Kependudukan. Selain itu karena kedepannya Nomor Induk Kependudukan menjadi single identity yang digunakan untuk semua hal baik seperti pendidikan, kesehatan dan sebagainya,” jelas Darwis.

SP 2020 merupakan kolaborasi BPS dengan Kementerian Dalam Negeri yang dimana artinya keberadaan penduduk sangat ditentukan pada saat sensus penduduk ini, oleh karena itu diharapkan pula agar masyarakat tidak acuh terhadap kegiatan SP 2020, tutupnya.

Untuk diketahui Badan Pusat Statistik (BPS) menggelar Sensus Penduduk secara offline yaitu dari tanggal dari tanggal 01 sampai dengan 30 September 2020, dan sebagai informasi pula bahwa sebelumnya sejak tanggal 15 Februari sampai dengan 29 Mei 2020 lalu BPS juga sudah melaksanakan Sensus Penduduk secara online. (Red)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Mei 2020, Nilai Tukar Petani di NTT Alami Penurunan 0,38 Persen

NTT AKTUAL. KUPANG. Terjadi penurunan Nilai Tukar Petani (NTP) sebesar 0,38 persen di Provinsi NTT pada Mei 2020, jika dibandingkan dengan NTP April.

Penurunan ini disebabkan oleh penurunan indeks harga baik itu yang diterima maupun yang dibayarkan petani. “Dapat disimpulkan bahwa harga komoditasbaik hasil produksi maupun konsumsi mengalami penurunan,”

Hal ini disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, Darwis Sitorus, S.Si, M.Si, dalam Press Release yang diterima Media ini, Selasa (02/06/2020).

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, Darwis Sitorus, S.Si, M.Si. (Foto : Istimewa)

Darwis menambahkan Nilai Tukar Petani (NTP) bulan Mei 2020 didasarkan pada perhitungan NTP dengan tahun dasar 2018 (2018=100).

“Penghitungan NTP ini mencakup 5 subsektor, yaitu subsektor padi dan palawija, hortikultura, tanaman perkebunan rakyat, peternakan serta perikanan,” ujarnya.

Dirinya juga menjelaskan pada bulan Mei, NTP Nusa Tenggara Timur sebesar 95,23 dengan NTP masing-masing sub sektor tercatat sebesar 95,42 untuk sub sektor tanaman padi-palawija (NTP-P); 101,94 untuk sub sektor hortikultura (NTP-H); 90,27 untuk sub sektor tanaman perkebunan rakyat (NTP-TPR); 102,29 untuk sub sektor peternakan (NTP-Pt) dan 93,69 untuk sub sektor perikanan (NTP-Pi).

“Terjadi penurunan sebesar 0,38 persen pada NTP Mei jikadibandingkan dengan NTP April,” tandasnya. (*/Red)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Triwulan I-2020, Ekonomi Provinsi NTT Tumbuh 2,84 Persen

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Perekonomian Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku tahun 2020 mencapai Rp25,95 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 nencapai Rp16,74 triliun.

Ekonomi Provinsi NTT triwulan I-2020 tumbuh sebesar 2,84 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2019 (y-on-y)

Hal ini disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, Darwis Sitorus, S.Si, M.Si, dalam Press Release yang diterima Media ini, Selasa (05/05/2020).

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, Darwis Sitorus, S.Si, M.Si. (Foto : Istimewa)

“Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi tertinggi dicapai lapangan usaha Pengadaan Listrik dan Gas sebesar 14,50 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 4,41 persen,” tambah Darwis.

Dirinya menerangkan ekonomi NTT triwulan I-2020 mengalami kontraksi sebesar 7,62 persen dibandingkan dengan triwulan IV-2019 (q-to-q). Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan Informasi dan Komunikasi sebesar 1,67 persen.

“Sedangkan dari sisi pengeluaran kontraksi terendah terjadi pada komponen Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 2,78 persen,” ujar Darwis.

Struktur ekonomi Provinsi NTT pada Tahun 2020 masih didominasi oleh lapangan usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan dengan kontribusi sebesar 27,15 persen, jelasnya.

Sedangkan dari sisi pengeluaran masih didominasi Konsumsi Rumah Tangga yaitu sebesar 75,41 persen, tutup Darwis. (*/Red)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

April 2020, Provinsi NTT Alami Inflasi 0,07 Persen

NTT AKTUAL. KUPANG. Pada April 2020, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami inflasi sebesar 0,07 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 103,79.

Kota Kupang mengalami inflasi sebesar 0,19 persen, Kota Maumere mengalami deflasi sebesar 0,06 persen dan Kota Waingapu mengalami deflasi sebesar 0,80 persen.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, Darwis Sitorus, S.Si, M.Si, dalam Press Release yang diterima Media ini, Senin (04/05/2020).

Darwis menambahkan inflasi April 2020 di NTT terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada 5 dari 11 kelompok pengeluaran.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, Darwis Sitorus, S.Si, M.Si. (Foto : Istimewa)

“Kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks harga terbesar adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang naik sebesar 1,25 persen,” ujarnya.

Berdasarkan hasil penghitungan IHK, pada bulan April 2020, Kota Kupang mengalami inflasi sebesar 0,19 persen, atau terjadi kenaikan IHK dari 103,51 pada bulan Maret 2020 menjadi 103,71 pada April 2020.

Berdasarkan hasil penghitungan IHK pada bulan April 2020, Kota Maumere mengalami deflasi sebesar 0,06 persen, atau terjadi penurunan IHK dari 103,42 pada bulan Maret 2020 menjadi 103,36 pada April 2020.

“Berdasarkan hasil penghitungan IHK, pada bulan April 2020, Kota Waingapu mengalami deflasi sebesar 0,80 persen, atau terjadi penurunan IHK dari 105,80 pada bulan Maret 2020 menjadi 104,95 pada April 2020,” kata Darwis.

Darwis menerangkan Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan salah satu indikator ekonomi yang sering digunakan untuk mengukur tingkat perubahan harga (inflasi/deflasi) di tingkat konsumen, khususnya di daerah perkotaan.

Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket komoditas yang di konsumsi oleh rumah tangga. Di Indonesia, tingkat inflasi diukur dari persentase perubahan IHK dan diumumkan ke publik setiap awal bulan (hari kerja pertama) oleh Badan Pusat Statistik (BPS), jelas Darwis.

“Pada April 2020, dari 90 kota sampel IHK Nasional, 39 kota mengalami inflasi dan 51 kota mengalami deflasi,” pungkasnya. (Red)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

TPK Hotel Berbintang di NTT Alami Penurunan 0,76 Poin

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel Berbintang di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada bulan Februari 2020 sebesar 38,50 persen, turun 0,76 poin dibanding TPK Januari 2020 yang sebesar 39,26 persen.

Hal ini disampaikan Kepala BPS Provinsi NTT, Darwis Sitorus, S.Si, M.Si, saat membacakan Press Release BPS melalui Live Streaming di akun YouTube Humas BPS NTT, Rabu (1/04/2020).

“Pada bulan Februari 2020 TPK Hotel Berbintang di NTT sebesar 38,50 persen, hal ini berarti dari seluruh kamar hotel berbintang yang tersedia di NTT pada bulan Februari 2020 rata-rata terisi sekitar 38,50 persen. Angka TPK bulan Februari 2020 turun 0,76 poin dari TPK bulan Januari 2020 yang sebesar 39,26 persen dan lebih rendah 6,90 poin dari Februari 2019 lalu yang sebesar 45,40 persen,” kata Darwis.

Dirinya menambahkan jumlah tamu menginap pada hotel berbintang di Provinsi NTT bulan Februari 2020 sejumlah 30.693 orang dengan rincian 28.209 orang merupakan tamu Nusantara dan 2.484 orang tamu mancanegara.

Rata-rata lama tamu menginap di hotel berbintang pada bulan Februari 2020 selama 1,74 hari. Rata-rata lama tamu Nusantara menginap yaitu selama 1,64 hari dan rata-rata lama tamu mancanegara menginap selama 2,74 hari, jelas Darwis Sitorus.

“Rata-rata lama tamu menginap pada hotel berbintang di Provinsi NTT selama bulan Februari 2020 adalah 1,74 hari atau lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata lama tamu menginap bulan Januari 2020 yang sebesar 1,80 hari. Pada bulan Februari 2020 rata-rata lama menginap tamu mancanegara naik menjadi 2,74 hari dibandingkan pada bulan Januari 2020 selama 2,66 hari. Rata-rata lama menginap tamu Nusantara mengalami penurunan menjadi 1,64 hari pada bulan Februari 2020 dibandingkan dengan bulan Januari 2020 yaitu selama 1,65 hari,” kata Darwis.

Sementara itu untuk jumlah penumpang angkutan udara yang datang ke NTT pada bulan Februari 2020 sebanyak 131.370 orang, sedangkan penumpang yang berangkat sebanyak 139.946 orang, tambahnya.

Pada bulan Februari 2020, empat bandara sipil dengan jumlah penumpang datang dan berangkat terbanyak adalah Bandara El Tari-Kota Kupang (48,68 persen), Bandara Komodo-Manggarai Barat (16,70 persen), Bandara Tambolaka-Sumba Barat Daya (5,33 persen) dan Bandara Frans Seda-Sikka (5,29 persen), pungkasnya. (Red)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata