Arsip Tag: Bank Indonesia (BI)

Meriahkan Fesyar KTI 2021, BI NTT Gelar Talkshow “Sustainable Fashion as The New Lifestyle”

NTT AKTUAL. KUPANG. Dalam rangka mendorong akselerasi Pengembangan Ekonomi & Keuangan Syariah Nasional, serta dalam rangka menuju penyelenggaraan Indonesia Shari’a Economic Festival (ISEF) di Jakarta, Bank Indonesia menyelenggarakan Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) yang diselenggarakan di 3 regional Indonesia, yaitu Regional Sumatera, Jawa dan Kawasan Timur Indonesia(KTI). Fesyar KTI tahun ini mengambil Tema “Bersinergi Membangun Ekonomi dan Keuangan Syariah untuk Memperkuat Momentum Pemulihan Ekonomi Melalui Keunggulan Sumber Daya Regional”, terdiri dari 2 kegiatan utama, yakni Sharia Forum dan Shariaf Fair serta sub-sub kegiatan seperti webinar, talkshow, business matching, perlombaan dan kegiatan lainnya yang berlangsung pada 27 Juli – 3 Agustus 2021. Fesyar KTI sendiri telah dibuka oleh Deputi Gubernur BI, Bapak Dony Primanto Juwono pada tanggal 27 Juli 2021.

Sejalan dengan rangkaian penyelenggaraan Fesyar KTI tersebut, pada hari Kamis, 29 Juli 2021, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT mengadakan kegiatan acara talkshow webinar dengan tema Sustainable Fashion as The New Lifestyle. Kegiatan ini bertujuan mendukung keberlangsungan pengembangan ekonomi dan keuangan Syariah melalui dukungan terhadap halal value chain yang salah satunya ditunjang dari segi industri fesyen. Lebih lanjut kegiatan ini juga diharapkan dapat mengenalkan konsep sustainable fashion, membahas perkembangan serta potensi sustainable fashion pada kehidupan sehari – hari, serta sebagai gaya hidup baru masyarakat. Kegiatan talkshow webinar ini menghadirkan tiga narasumber utama yaitu Ali Charisma (National Chairman of Indonesian Fashion Chamber), Basrie Kamba (Director Asia Pacific Rayon), dan Franka Soeria (Fashion Expert & Co-Founder #Markamarie & Global Head). Acara ini dihadiri oleh berbagai kalangan di antaranya Kepala Perwakilan dan Pimpinan Satuan Kerja BI di seluruh Indonesia, Kepala Kanwil Kementerian Keuangan Provinsi NTT, Kepala OJK Provinsi NTT, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi NTT, Ketua MUI Provinsi NTT, Ketua dan Anggota Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Provinsi NTT, Pimpinan Pesantren di Provinsi NTT, pelaku UMKM, asosiasi usaha, mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum.

Acara dibuka oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan potensi yang dimiliki oleh  Indonesia dalam ekonomi dan keuangan Syariah, serta berbagai upaya yang telah dilakukan oleh Bank Indonesia dalam rangka mendorong perkembangan ekonomi dan keuangan Syariah tersebut, khususnya di bidang fashion. Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT juga menekankan bahwa di NTT, BI juga terus mendukung pengembangan sustainable fashion dengan mendorong penggunaan pewarna alam pada kain dan produk-produk tenun karya UMKM Binaan KPw BI Provinsi NTT. Produk-produk tersebut juga telah diturunkan menjadi busana etnik dan modern yang dipamerkan melalui fashion show pada penyelenggaraan Exotic Tenun Fest 2021 pada bulan Maret lalu yang disiarkan virtual secara nasional, serta Gernas BBI Kilau Permata Digital Flobamora pada Juni 2021, di Labuan Bajo.

Sesi talkshow diawali dengan pemaparan materi dari masing-masing narasumber Ali Charisma yang menyampaikan bahwa pengembangan sustainable fashion dapat menjadi salah satu strategi yang dapat ditempuh untuk menempatkan Indonesia bukan hanya sebagai target pasar namun juga pelaku pasar. Prinsip utama dalam sustainable fashion yaitu keseimbangan antara people, profit, dan planet harus dikembangkan lebih lanjut untuk meningkatkan keberlangsungan kegiatan industri fesyen tanah air. Selanjutnya, Basrie Kamba selaku narasumber kedua, menjelaskan bagaimana perkembangan industry fashion yang sustainable (Global-Nasional) serta bagaimana potensi yang dapat diperoleh bagi pelaku usaha fashion tanah air. Franka Soeria selaku narasumber ketiga memaparkan mengenai beberapa miskonsepsi yang sering terjadi di masyarakat terkait dengan sustainable fashion. Beliau juga mendorong pesrta yang hadir, baik dari sisi pelaku usaha maupun konsumen, untuk tidak takut dalam memulai mengadopsi fashion yang berkelanjutan, baik dalam usahanya maupun sebagai gaya hidup sehari-hari. Diskusi dan pendalaman dilakukan pada sesi selanjutnya berikut pertanyaan dari audience terkait topik talkshow. Secara keseluruhan, kegiatan talkshow  ini berlangsung dengan antusiasme tinggi yang ditunjukkan oleh lebih dari 825 orang peserta yang aktif memberikan pertanyaan serta keikutsertaan dalam kuis interaktif yang disiapkan. (*)

Sumber berita + foto : Humas KPwI BI NTT

Bank Indonesia Gelar Webinar Edukasi Ekonomi dan Keuangan Syariah

NTT AKTUAL. KUPANG. Bank Indonesia (BI) secara kontinyu akan senantiasa melaksanakan kegiatan edukasi kepada masyarakat terkait peran dan kebijakan Bank Indonesia. Pada hari Kamis, 22 Juli 2021, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT telah menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan edukasi ekonomi dan keuangan syariah secara virtual (webinar) via zoom. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pemahaman terhadap  konsep ekonomi dan keuangan Syariah serta peran dan kegiatan yang dilakukan Bank Indonesia dalam mendukung pengembangan ekonomi & keuangan syariah. Kegiatan webinar ini menghadirkan narasumber Ibu Kesumawati Syafei selaku Asisten Direktur dari Departemen Ekonomi & Keuangan Syariah (DEKS) Bank Indonesia. Acara ini dihadiri oleh berbagai kalangan seperti Kepala MUI NTT, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Kupang, serta mahasiswa dan pelajar dari berbagai institusi pendidikan di NTT seperti Universitas Muhammadiyah Kupang, STAI, SMA Muhammadiyah, MAN 1 Kupang, dan instansi pendidikan lainnya.

Acara edukasi dibuka dengan sambutan dari Kepala KPw BI NTT, Bpk. I Nyoman Ariawan Atmaja yang menyampaikan pentingnya menyampaikan perkembangan ekonomi & keuangan syariah kepada masyarakat dan peran penting Bank Indonesia di dalamnya, termasuk sinergi dengan Komite Nasional Ekonomi Syariah (KNEKS). antara lain dengan pelaksanaan seperti melalui Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (Fesyar KTI) 2021. Selain itu, terdapat acara penyerahan sertifikasi halal LPPOM MUI kepada lima UMKM NTT yang telah melewati proses sertifikasi. Acara sosialisasi dan edukasi ekonomi dan keuangan Syariah dimoderatori oleh Emil Faizza dan narasumber Kesumawati Syafei dari DEKS. Ibu Kesumawati menyampaikan konsep dasar dari ekonomi & keuangan Syariah, dan bahwa Indonesia memiliki potensi yang besar dimana Indonesia duduk pada ranking empat pada Global Islamic Economy Indicator Score Rank. Bank Indonesia berperan sebagai akselerator, inisiator, dan regulator pada pengembangan ekonomi & keuangan Syariah. Dalam pengembangan ekonomi & keuangan Syariah, Bank Indonesia memiliki tiga strategi.

  1. Pemberdayaan Usaha Syariah

Contoh: adalah fasilitasi teknis sertifikasi halal yang dilakukan oleh Bank Indonesia dan kurasi produk unggulan pada Industri Kreatif Syariah Indonesia (IKRA)

  1. Pengembangan dan Pendalaman Keuangan Syariah

Contoh: adalah melalui pengembangan instrumen Syariah dan penguatan regulasi.

  1. Keilmuan & Kampanye Ekonomi Syariah

Contohnya adalah kegiatan sosialisasi dan edukasi yang dilakukan kali ini untuk mendorong literasi ekonomi & keuangan Syariah di Indonesia yang masih 16.3%.

Selanjutnya, adalah tanggapan dari Bp. Dr. Syarifuddin MM, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Kupang. Beliau menyatakan bahwa praktik jual beli yang baik telah diatur dengan mengedepankan konsep syariah, yakni pelaksanaannya harus berdasarkan nilai-nilai agama, dan menjauhkan dari riba. Sehingga dalam pengembangannya, masyarakat, dan usaha dapat mengikuti nilai-nilai tersebut agar dapat memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat. Tanggapan kedua dari Bapak Abdul Kadir Makarim, ketua MUI NTT. Bapak Abdul Kadir menyatakan bahwa melaksanakan kegiatan secara syariah adalah sebuah kepentingan, dan kondisi negara pada saat ini diharapkan dapat dibantu dengan ekonomi & keuangan Syariah, dan diharapkan bahwa ekonomi & keuangan Syariah dapat berkembang, terutama di NTT. Secara keseluruhan kegiatan edukasi ekonomi & keuangan Syariah berlangsung dengan antusiasme tinggi peserta dengan beragam pertanyaan yang diajukan serta keikutsertaan dalam kuis interaktif yang disiapkan. (*/NA)

Sumber berita + foto : HUMAS KPw BI NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Semarak QRIS NTT “Sinergi Aksi Menuju Digitalisasi Transaksi Pemerintah di Nusa Tenggara Timur

NTT AKTUAL. KUPANG. Transformasi digital telah mengubah konsep kehidupan manusia.
Pesatnya perubahan perilaku masyarakat dan dunia usaha ke arah digital menuntut otoritas kebijakan untuk berinovasi merespon berbagai perubahan yang terjadi.

Dorongan dari Pemerintah sebagaimana yang ditekankan Bapak Presiden yakni melalui 5 langkah untuk Percepatan Transformasi Digital. Lima langkah tersebut mencakup diantaranya akses, infrastruktur, layanan internet, transformasi digital pada sektor strategis, integrasi data, SDM bertalenta digital begitupula halnya
dengan akselerasi implementasi transaksi non tunai pada transaksi pemerintah.

Bank Indonesia mendukung upaya bersama dalam mengakselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan nasional melalui langkah-
langkah percepatan digitalisasi sistem pembayaran. Langkah-langkah tersebut antara lain mendorong akselerasi digitalisasi
keuangan melalui QR Code Indonesian Standard (QRIS) sekaligus mendorong kesuksesan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GBBI), mempersiapkan fast payment 24/7 pembayaran ritel
menggantikan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) guna mempercepat penyelesaian transaksi, mendorong digitalisasi perbankan melalui standardisasi Open Application Programming
Interfaces (Open API), dan terus mendorong elektronifikasi transaksi keuangan daerah.

Sinergi untuk mendorong digitalisasi transaksi pemerintah direspon dengan adanya Nota Kesepahaman (NK) antara Kemenko Bidang Perekonomian, Kemendagri, BI, Kemenkeu, dan Kemkominfo pada 2020 tentang Koordinasi percepatan dan Perluasan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah dalam rangka mendukung Tata Kelola Keuangan, Keuangan Inklusif, dan Perekonomian Nasional dan Keputusan Presiden No. 3 Tahun 2021 tentang Satuan Tugas Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah, yang menjadi dasar pembentukan Tim Percepatan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) bagi masing-masing Pemda di seluruh Indonesia.

TP2DD diharapkan menjadi forum sinergi dan koordinasi antar stakeholder yang berkontribusi pada peningkatan dan akselerasi digitalisasi transaksi pemerintah sehingga terwujudnya efisiensi, efektifitas, transparansi, dan tata kelola keuangan yang terintegrasi.

Saat ini telah terbentuk 265 TP2DD di Indonesia yang terdiri dari 27 TP2DD Provinsi dan 238 TP2DD tingkat Kabupaten/Kota. TP2DD yang telah terbentuk di Provinsi NTT ada enam TP2DD tingkat kota/kabupaten yakni TP2DD Kota Kupang, Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai, Kabupaten
Manggarai Timur dan Kabupaten Sikka. Kami berharap TP2DD tingkat Provinsi di NTT serta kabupaten yang lain di NTT dapat
segera terbentuk.

Dalam rangka mendorong awareness pentingnya digitalisasi ekonomi, keuangan inklusif dan efisien untuk perekonomian
Indonesia, meningkatkan kolaborasi dalam mempercepat akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan Indonesia, dan mendorong
optimalisasi inovasi dan stabilitas di bidang Ekonomi dan Keuangan Digital (EKD) serta mendukung pemulihan ekonomi, telah
diselenggarakan secara nasional “Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2021” dengan tema “Bersinergi dalam Akselerasi Digitalisasi Ekonomi dan Keuangan Indonesia” pada tanggal 5-8
April 2021 hasil sinergi Bank Indonesia dengan Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian.

Sebagai tindak lanjut event nasional tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT bersinergi dengan PJSP menyelenggarakan event Semarak QRIS NTT pada bulan Mei-Juni 2021. Event ini diharapkan dapat mendorong akselerasi implementasi transaksi non tunai di Provinsi Nusa Tenggara Timur khususnya pembayaran dengan menggunakan QR Code Indonesian Standard (QRIS) serta elektronifikasi transaksi pemerintah daerah.

Rangkaian kegiatan Semarak QRIS NTT diantaranya adalah kampanye/publikasi, edukasi/talkshow dan promo experience
penggunaan QRIS. Hari ini, Selasa (25/05/2021) merupakan rangkaian kegiatan Semarak QRIS NTT yang memfokuskan kepada Digitalisasi Transaksi Pemerintah. Kegiatan di hari ini mencakup Launching TP2DD yang telah terbentuk di Provinsi NTT yakni TP2DD Kota Kupang, Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Timur dan Kabupaten Sikka.

Selain itu akan dilanjutkan dengan Talkshow dengan narasumber-narasumber terbaik dengan tema Perluasan Kanal Pembayaran
Transaksi Pemerintah Daerah dan Succes Story Pemda dan Peran BPD sebagai Bank Kas Daerah dalam Digitalisasi Transaksi
Pemerintah Daerah.

Bank Indonesia melalui sinergi dengan berbagai stakeholder terus mendorong upaya digitalisasi salah satunya dengan meningkatkan akseptansi QRIS pada berbagai ekosistem termasuk pada transaksi
pemerintah seperti pembayaran pajak dan retribusi. Jumlah merchant QRIS secara nasional posisi bulan Mei telah mencapai 7,09 juta merchant dan untuk Provinsi NTT sebanyak 35.095 merchant, meningkat sebesar 12.8% dibandingkan dengan awal tahun 2021 yang sebanyak 31.095 merchant. Jumlah merchant QRIS di Provinsi
NTT potensinya masih sangat besar dan dapat diperluas pada transaksi pemerintah.

Melalui kegiatan ini kami ingin terus bersinergi untuk mendorong digitalisasi transaksi di Provinsi NTT khususnya transaksi pemerintah sehingga dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta mendorong dan mengakselerasi Ekonomi Keuangan Digital menuju NTT Bangkit, Maju dan Sejahtera. (*)

Sumber berita + foto : Siaran Pers Humas Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) NTT

Semarak QRIS NTT “Ayo Kartini Era Digital, Bertransaksi Non Tunai Dengan QRIS”

NTT AKTUAL. KUPANG. Transformasi digital telah mengubah konsep bagaimana proses bisnis dilaksanakan; bagaimana perusahaan berinteraksi; dan
bagaimana konsumen mendapatkan layanan, informasi, dan barang.
Pesatnya perubahan perilaku masyarakat dan dunia usaha ke arah
digital menuntut otoritas kebijakan berinovasi merespons perubahan-perubahan tersebut.

BI mendukung upaya bersama dalam mengakselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan nasional melalui langkah-langkah percepatan digitalisasi sistem pembayaran. Langkah-langkah
tersebut antara lain mendorong akselerasi digitalisasi keuangan
melalui QR Code Indonesian Standard (QRIS) sekaligus mendorong
kesuksesan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GBBI), mempersiapkan fast payment 24/7 pembayaran ritel menggantikan
Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) guna mempercepat
penyelesaian transaksi, mendorong digitalisasi perbankan melalui
standardisasi Open Application Programming Interfaces (Open API),
dan terus mendorong elektronifikasi transaksi keuangan daerah.

Quick Response Code Indonesian Standard atau biasa disingkat QRIS
(dibaca KRIS) adalah standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code menjadi lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya.
QRIS bukan aplikasi, melainkan sebuah standar nasional QR Code yang diwajibkan bagi seluruh Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) yang menggunakan QR.

Dengan adanya standar QRIS, seluruh aplikasi pembayaran dari PJSP
apapun dapat melakukan pembayaran menggunakan QR code di seluruh merchant meskipun PJSP yang digunakan berbeda. Standar QRIS juga memudahkan merchant dalam menerima pembayaran dari aplikasi apapun hanya dengan membuka akun pada salah satu PJSP penyelenggara QRIS.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT bersinergi dengan
PJSP menyelenggarakan event Semarak QRIS NTT pada bulan Mei-
Juni 2021. Event ini diharapkan dapat mendorong akselerasi implementasi transaksi non tunai serta elektronifikasi transaksi pemerintah daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Rangkaian kegiatan Semarak QRIS NTT diantaranya adalah kampanye/publikasi, edukasi/talkshow dan promo experience
penggunaan QRIS. Hari ini merupakan hari 1 kegiatan edukasi yang diawali dengan melakukan launching Komunitas QRIS diantaranya Komunitas Kuliner Kampung Solor, Komunitas Penjahit Kampung Solor, Komunitas Jawa – K2S Kota Kupang, Komunitas Lantamal VII
Kupang – Layanan Kesehatan (RS dan Klinik) serta Komunitas Hindu
Kota Kupang. Edukasi hari pertama mengambil tema Panen Rupiah Ala Kartini Jaman Now. Edukasi hari pertama ditujukan kepada para wanita
sebagai Kartini di era digitalisasi yang dapat menjadi agen perubahan di masyarakat.

Bank Indonesia yakin dengan pemberdayaan perempuan menjadi
agen perubahan di era digitalisasi akan semakin mendorong percepatan kebangkitan ekonomi NTT serta perluasan pemanfaatan transaksi secara non tunai khususnya penggunaan QRIS di NTT.

Melalui kegiatan ini kami mengajak “Ayo Kartini era digital, bertransaksi non tunai dengan QRIS” alternatif pembayaran yang CeMuMuAH (Cepat, Mudah Murah Aman dan Handal). (*)

Sumber berita + foto : Humas KPw BI NTT

BI NTT Serahkan Bantuan Kepedulian Bencana Alam Badai Siklon Tropis, Diterima oleh Gubernur NTT

NTT AKTUAL. KUPANG. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), I Nyoman Ariawan Atmaja menyerahkan langsung bantuan kepedulian bencana alam  yang disebabkan oleh badai siklon tropis Seroja yang melanda Provinsi NTT.

Bantuan ini diserahkan langsung oleh Kepala Perwalian Bank Indonesia Provinsi NTT kepada Gubernur NTT, Viktor B. Laiskodat pada Senin, (19/04/2021) di Kantor Gubernur.

Bantuan yang diserahkan terdiri dari 3 (tiga) sumber yakni 1) Program Sosial Bank Indonesia a/n Gubernur BI, Anggota Dewan Gubernur dan Bank Indonesia senilai Rp 600 juta (adapun senilai Rp 100 juta, telah disalurkan di Kota Kupang); 2) Bantuan dari Ikatan Pegawai Bank Indonesia sebesar Rp 125 juta; 3) dan Bantuan dari Badan Musyawarah Perbankan di NTT sebesar Rp 25 juta. Bantuan ini akan disalurkan melalui Gugus Komando Tanggap Darurat Bencana Provinsi NTT.

Pada saat acara penyerahan, Bank Indonesia Provinsi NTT menyampaikan duka mendalam dan keprihatinan atas terjadinya bencana alam yang terjadi di beberapa daerah di NTT, sekaligus mengharapkan agar bantuan yang disalurkan oleh keluarga besar Bl dapat membantu meringankan beban para korban terdampak bencana tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur NTT menyampaikan rasa terimakasih kepada Gubernur BI, Anggota Dewan Gubernur dan seluruh keluarga besar Bi atas perhatian kepada masyarakat NTT, terutama yang terdampak bencana. Kiranya dengan bantuan yang diserahkan dapat membantu mempercepat pemulihan daerah-daerah terdampak. Viktor B. Laiskodat juga memerintahkan pada jajarannya untuk memonitor kondisi dan perkembangan tanggap darurat di NTT, dan memberi sinyal jika pemulihan berlangsung lebih cepat, maka kondisi darurat bencana dapat dicabut.

Selain menyerahkan bantuan melalui Gugus Komando Tanggap Darurat Bencana Provinsi NTT, BI NTT juga ikut melakukan aksi kepedulian lainnya antara lain dengan menyalurkan bantuan paket sembako kepada masyarakat dan menyediakan sarana pos pengisian daya ponsel dan laptop di area kantor Bank Indonesia. (*/NA)

Sumber berita + foto : Humas BI NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Proyeksi Kebutuhan Uang Layak Edar di NTT Pada Ramadhan dan Idul Fitri 2021 Sebesar Rp998 Miliar

NTT AKTUAL. KUPANG. Proyeksi kebutuhan Uang Layak Edar (ULE) perbankan dan masyarakat di Wilayah Provinsi NTT pada periode Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri tahun 2021 sebesar Rp998 Miliar, mengalami penurunan 4,1% (yoy) dibandingkan dengan realisasi distribusi uang layak edar pada periode Ramadhan dan Idul Fitri Tahun 2020 yang lalu yaitu sebesar Rp1,041 Triliun.

Hal ini disampaikan Deputi Kepala Perwakilan (Tim Implementasi SP, PUR dan MI), Daniel Agus Prasetyo kepada awak Media pada kegiatan Sasando Dia (Santai-santai Baomong deng Media) yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi NTT, bertempat di Kedai Kopi Petir, Senin (12/04/2021).

Dirinya menambahkan pelayanan penukaran uang kepada masyarakat tahun 2021 disediakan oleh 23 Bank di Kota kupang serta Bank yang memiliki kantor-kantor Cabang di seluruh wilayah Provinsi NTT maupun di 9 lokasi Kas Titipan Bank Indonesia meliputi Atambua, Maumere, Ende, Waikabubak, Waingapu, Ruteng, Kalabahi, Lewoleba dan Labuan Bajo. Terdapat 57 jaringan kantor bank di seluruh Provinsi NTT yang akan membuka pelayanan penukaran uang kepada masyarakat.

Selain itu Bank Indonesia meminta kepada seluruh kantor Bank untuk tetap menerapkan protokol kesehatan guna pencegahan penyebaran Covid-19 dalam setiap kegiatan, baik layanan penukaran uang di jaringan kantor bank maupun layanan penarikan serta penyetoran uang melalui mesin ATM, antara lain dengan kewajiban penggunaan masker, pemindaian suhu tubuh, penerapan physical distancing, penyediaan hand sanitizer, sabun dan tempat cuci tangan, jelas Daniel.

Lanjutnya, dalam rangka kelancaran pelayanan penukaran uang di Wilayah Provinsi NTT, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi NTT telah menyusun strategi sebagai berikut :

  1. Berkoordinasi dengan perbankan dan Penyelenggara Jasa Pengelolaan Uang Rupiah (PJPUR) untuk menjaga ketersediaan uang di berbagai ATM yang berkualitas baik melalui perencanan pengisian uang secara akurat.
  2. Berkoordinasi dengan perbankan untuk menyediakan layanan penukaran uang kepada masyarakat di loket kantor perbankan sehingga masyarakat mudah memperoleh uang.
  3. Berkoordinasi dengan perbankan untuk memastikan seluruh kegiatan pengelolaan uang memperhatikan aspek Kesehatan, Keamanan dan Keselamatan (K3) pegawai.
  4. Menghimbau kepada masyarakat untuk menggunakan transaksi pembayaran secara non tunai melalui Digital Banking, Uang Elektonik dan Quick Response Code Indonesian Standart (QRIS ).
  5. Menyediakan uang layak edar dalam jumlah nominal yang cukup dan higienis.
  6. Melakukan karantina uang Rupiah setoran Bank selama 7 hari sebelum diolah untuk diedarkan ke perbankan dan masyarakat di wilayah Provinsi NTT.
  7. Mendukung akselerasi penyaluran dana bantuan Pemerintah kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid 19 berupa bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), Program Sembako dan Bantuan Sosial Tunai (BST) serta Program Bantuan Dana Desa, tutup Daniel. (*/NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Bertemu Awak Media, Ini yang Disampaikan Kepala Perwakilan BI NTT

NTT AKTUAL. KUPANG. Dihadapan awak Media pada kegiatan SASANDO DIA (Santai-santai Baomong deng Media), yang berlangsung pada Senin (12/04/2021) Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), I Nyoman Ariawan Atmaja menyampaikan bahwa badai siklon tropis seroja yang mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi di beberapa wilayah di sejumlah Kabupaten/Kota di Provinsi NTT, berpotensi menjadi faktor penahan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2021.

“Lebih lanjut, kami akan melakukan asesmen lebih mendalam untuk mengetahui dampak bencana terhadap perekenomian di NTT, setelah mendapatkan data dan informasi antara lain luas panen, peternakan dan infrastruktur yang terdampak bencana,” ujar I Nyoman Ariawan Atmaja.

Sementara itu, perkembangan sistem keuangan pada Februari 2021 membaik, yang tercermin dari DPK, tumbuh 1,94% (yoy), meningkat dari bulan sebelumnya yang tumbuh 0,99% (yoy). Di sisi lain, kredit tumbuh sebesar 4,10% (yoy) sedikit melambat dari bulan sebelumnya yang mampu tumbuh 4,32% (yoy), jelas nya.

Dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan BI NTT dan berlangsung di Kedai Kopi Petir Kupang ini, I Nyoman Ariawan Atmaja juga menambahkan berdasarkan penggunaannya, kredit di NTT didominasi oleh kredit konsumsi dengan pangsa kredit sebesar 60% dan kredit produktif sebesar 40%. Kredit produktif (usaha) di NTT sebagian besar (62%) disalurkan ke sektor perdagangan berupa kredit UMKM.

Kegiatan yang berlangsung penuh keakraban ini juga turut pula dihadiri Deputi Kepala Perwakilan (Tim Perumusan dan Implementasi KEKDA), Hery Catur Wibowo, Deputi Kepala Perwakilan (Tim Implementasi SP, PUR dan MI), Daniel Agus Prasetyo, staf Kantor Perwakilan BI Provinsi NTT serta awak Media baik dari Media Online, Cetak dan Elektronik.

Dikesempatan ini Deputi Kepala Perwakilan (Tim Perumusan dan Implementasi KEKDA), Hery Catur Wibowo mengatakan Restrukturisasi kredit akibat Covid-19 di Provinsi NTT tercatat sebesar Rp4,7 triliun dari 59.574 debitur pada Maret 2021. Mayoritas restrukturisasi kredit dilakukan oleh pelaku usaha di sektor perdagangan dengan kontribusi sebesar 65,1% terhadap total restrukturisasi kredit.

Disamping itu, risiko kredit usaha tercatat masih tinggi, tercermin dari Loan-at-risk kredit modal kerja dan investasi yang melonjak sejak pandemi Covid-19 ke level 34,69% dan 58,93%. Bila dilihat berdasarkan sektor, tingkat risiko kredit di sektor akmamin, perdagangan, dan konstruksi masih berada pada level yang tinggi diatas 30%, jelas Hery. (*/NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

BI Beri Apresiasi untuk Bank NTT

NTT AKTUAL. LABUAN BAJO. Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) melakukan Kunjungan Kerja di Labuan Bajo-Kabupaten Manggarai Barat mulai Kamis (5/11/2020) sampai Sabtu (7/11/2020).

Dalam Kunjungan Kerja pada hari pertama, Kamis (5/11/2020) Gubernur VBL bersama dengan Bupati Manggarai Barat Gusti C.H. Dulah menghadiri dan meresmikan Kas Titipan Bank Indonesia di Kantor Bank NTT Cabang Labuan Bajo.

Direktur utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho dalam laporannya mengatakan, menindaklanjuti program kerja Gubernur dan Wakil Gubernur untuk menjadikan Pariwisata sebagai lokomotif pembangunan di NTT, Bank NTT siap memberikan dukungan penuh dari aspek ekonomi dan pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di NTT.

“Kami bersinergi dengan Bank Indonesia melalui aspek Ekonomi dan UMKM yaitu dengan hadirkan Kas Titipan Bank Indonesia di Kantor Bank NTT Cabang Labuan Bajo sebesar 200 miliar untuk mendukung sistim pembayaran uang tunai dan peredaran uang di Manggarai Barat. Tujuannya untuk atasi kendala pembayaran uang tunai dan perlancar peredaran uang di wilayah ini. Terkait kantor kas titipan ini, kami terus mengoptimalkan pengelolaannya sehingga terus mendapat kepercayaan dari Bank Indonesia. Ke depannya Bank NTT dapat mengelola kantor kas titipan terbanyak di Indonesia. Kami juga bekerjasama dengan Kementerian Hukum dan HAM untuk pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) untuk UMKM binaan kami sebanyak 236 UMKM dengan 157 UMKM di Manggarai Barat dan sisanya tersebar diseluruh NTT,” ujar Alexander.

Deputi Kepala Perwakilan – Kepala Tim Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah, Layanan dan Administrasi BI NTT , Eddy Junaedi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah atas dukungannya sehingga terlaksana hubungan kerjasama dengan Bank NTT. Ia berharap pengelolaan kantor kas dan kendala-kendala yang dihadapi dapat teratasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

“Beberapa bulan sebelumnya kami melakukan assessment dan terdapat kemungkinan akan bertambah kantor kas di sini. Kami berikan apresiasi kepada Bank NTT karena dukung kami untuk kesiapan kantor kas dan pengelolaanya. Untuk diketahui, terdapat 9 kantor kas kami yang sudah dikelola Bank NTT termasuk Labuan Bajo ini dan menyusul di Kabupaten Sumba Timur nantinya. Sejak dibukanya kas ini, perputaran uang tunai di Labuan Bajo semakin bagus dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah ini. Kami berharap salah satu cabang pengelola kas di NTT bisa menjadi yang terbaik dan dapat award dari kantor pusat Bank Indonesia,” kata Eddy.

Gubernur VBL dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada Presiden RI, Joko Widodo yang telah menetapkan Labuan bajo sebagai salah satu lokasi Destinasi Wisata Super Prioritas di Indonesia. Juga apresiasi kepada Bupati Manggarai Barat yang telah mendukung kolaborasi Bank Indonesia dan Bank NTT untuk membuka Kas Titipan.

“Kalau bukan Bapak Presiden, Labuan Bajo tidak akan menjadi seperti sekarang ini. Apresiasi juga untuk Bupati Manggarai Barat yang mendukung penuh program Pemerintah Pusat dan Provinsi. Lewat momentum kolaborasi ini, saya tegaskan kepada Bank Indonesia agar bertanggung jawab untuk mensosialisasikan, memperkenalkan dan mempertahankan wujud keIndonesiaan dalam sektor keuangan yaitu harus dipastikan yang dikenal Rupiah, nilai uang atau mata uang kebanggaan Indonesia. Kerjasama hari ini menunjukan kepercayaan diri kita untuk bersaing di internasional yang kita mulai dari Labuan bajo.
Ada dua hal yang menjadi landasan filosofi kehadiran saya hari ini. Pertama, bagaimana masyarakat tahu kalau Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super prioritas yang ditetapkan Pemerintah Pusat. Kedua, UMKM sebagai basis perekonomian rakyat yang mendapat dukungan dari lembaga perbankan. Nah inilah menjadi landasan filosofis kenapa Gubernur hadir,” tegas Gubernur Viktor.

Gubernur berharap bank NTT terus berkembang maju dan manfaatkan momentum kebijakan pemerintah pusat yang senantiasa berpihak pada NTT.

“Bank Daerah kebanggaan NTT mesti terus berbenah diri, berikan pelayanan baik misalnya ATM yang tersebar di Labuan Bajo ini juga harus bagus dan canggih. Begitupun aspek lainnya juga mesti dilakukan perbaikan,” pungkas Gubernur VBL.

Selanjutnya Gubernur VBL meresmikan Kas Titipan Bank Indonesia di Kantor Bank NTT Cabang Labuan Bajo.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Para Staf Khusus Gubernur, Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi NTT, Pimpinan Perangkat Daerah Provinsi, Pimpinan Perangkat Daerah Kabupaten dan Para Pelaku UMKM. (*/NA)

Sumber : Siaran Pers Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

BI Sediakan 900 Ribu Lembar UPK 75 Tahun RI di Provinsi NTT

NTT AKTUAL. KUPANG. Bank Indonesia (BI) melalui Kantor Perwakilan (KPw) BI Provinsi NTT menyediakan 900 Ribu lembar Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun Republik Indonesia (UPK 75 Tahun RI) berbentuk uang kertas pecahan Rp75.000 di Provinsi NTT.

“Jumlah UPK 75 Tahun RI di NTT terbatas karena uang ini adalah uang peringatan (commemorative notes) yang dimana uang ini dicetak terbatas. Di Provinsi NTT UPK 75 Tahun RI yang disiapkan berjumlah 900 Ribu lembar,”

Hal ini disampaikan Kepala Kantor KPw BI Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja dalam kegiatan Konferensi Pers yang berlangsung di Lantai II KPw BI Provinsi NTT, Senin, (7/09/2020).

Kepala KPw BI Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja saat menunjukan UPK 75 Tahun RI berbentuk uang kertas pecahan Rp75.000, pada kegiatan Konferensi Pers yang berlangsung di Lantai II KPw BI Provinsi NTT, Senin, (7/09/2020). Dokumentasi : Nataniel Pekaata/NTT Aktual

“UPK 75 Tahun RI ini bisa dibelanjakan karena uang ini sebagai alat pembayaran yang sah (legal tender) apabila ingin digunakan oleh masyarakat untuk bertransaksi,” ujar I Nyoman Ariawan Atmaja.

Dirinya menambahkan UPK 75 Tahun RI ini tidak menambah uang beredar di masyarakat karena sistemnya adalah penukaran.”Apabila masyarakat punya uang 75 ribu Rupiah akan ditukar di Bank Indonesia dan Bank Indonesia akan memberikan UPK 75 Tahun RI ini, sehingga tidak menambah uang yang beredar di masyarakat”.

I Nyoman Ariawan Atmaja menerangkan bahwa UPK 75 Tahun RI telah diluncurkan sejak 17 Agustus 2020 lalu bertepatan dengan HUT ke 75 Kemerdekaan RI oleh Gubernur Bank Indoensia, Perry Warjiyo dan Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati.

“Setalah diluncurkan UPK 75 Tahun RI, KPw BI NTT juga sudah menyerahkan Token Of Appreciation (TOA) atau UPK 75 Tahun RI yang sudah dibingkai kepada Stakeholder utama di Provinsi NTT,” kata I Nyoman Ariawan Atmaja.

Lanjutnya, latar belakang dibuatnya UPK 75 Tahun RI adalah sebagai rasa syukur bahwa Indonesia telah merdeka selama 75 tahun. Kemudian latar belakang lainnya di buatnya UPK 75 Tahun RI yaitu untuk memperkokoh kedaulatan negara Indonesia.

“Bahan uang kertas pada UPK 75 Tahun RI juga beda dari uang kertas Rupiah pada umumnya karena uang kertas pada UPK 75 Tahun RI adalah durable paper, dan uang kertas durable paper lebih tahan lama, selain itu ada keunggulan lain pula pada uang kertas berbahan durable paper ini,” ujar I Nyoman Ariawan Atmaja.

Tema dari UPK 75 Tahun RI yaitu yang pertama mensyukuri Kemerdekaan,  kedua memperteguh Kebhinekaan dan menyongsong masa depan Indonesia yang gemilang. “Jadi UPK 75 Tahun RI sangat mencerminkan Indonesia karena di bagian depan UPK 75 Tahun RI ada gambar Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta yang memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia dan ada pula gambar pengibaran Bendera Merah Putih (sebagai lambang Kemerdekaan) dan ada pula gambar MRT atau kereta listrik dan jembatan atau infrastruktur yang melambangkan Kemajuan Indonesia, jelas I Nyoman Ariawan Atmaja.

Kemudian di bagian belakang pada UPK 75 Tahun RI ada gambar anak-anak kecil yang menggunakan pakian adat tradisional yang melambangkan Kebhinekaan di Indonesia, pungkasnya.

Untuk diketahui pada kegiatan Konferensi Pers ini juga turut pula dihadiri staf KPw BI Provinsi NTT dan insan pers baik dari Media Cetak, Online dan Eletronik. (Red)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata