Arsip Tag: Bank Indonesia (BI)

Sepanjang 2022, Pengguna QRIS di NTT Sebanyak 137.459

NTT AKTUAL. KUPANG. Sepanjang 2022, tercatat sebanyak 137.459 penduduk NTT yang telah menggunakan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) setidaknya 1 kali untuk melakukan transaksi. Jumlah penduduk yang telah menggunakan QRIS tersebut meningkat pesat karena pada tahun sebelumnya hanya tercatat sekitar 15 ribu penduduk. Sebagai sistem pembayaran non-tunai yang baru diluncurkan pada tahun 2019, QRIS merupakan sistem pembayaran yang CEpat, MUdah, MUrah, Aman, dan Handal (Cemumuah). Bank Indonesia terus berkomitmen untuk meningkatkan penggunaan QRIS melalui sisi supply (merchant QRIS) dan demand (pengguna QRIS).

Dokumentasi : Kantor Perwakilan BI NTT

Dari sisi supply, Bank Indonesia mendorong pertumbuhan pedagang  pengguna QRIS (yang selama ini disebut merchant) dengan meluncurkan program pasar SIAP QRIS. Selama tahun 2022, terdapat pasar Oeba, pasar Kasih Naikoten, pasar Baru Atambua, pasar Boubou, dan pasar Nataga yang diluncurkan sebagai pasar SIAP QRIS. Selain itu juga pusat perbelanjaan Transmart Kupang diluncurkan sebagai pusat perbelanjaan SIAP QRIS. Dengan melalui perluasan merchant QRIS, jumlah merchant di akhir tahun 2022 tercatat sebanyak 141.727 pedagang. Selama bulan Januari hingga Oktober 2022, di Provinsi NTT terdapat 952.073 transaksi QRIS dengan total nominal sebesar Rp129,83 miliar dengan mayoritas transaksi terjadi di Kota Kupang. Selain untuk kegiatan perdagangan, terdapat berbagai merchant QRIS yang menggunakan QRIS dalam skema lainnya, yaitu untuk melakukan transaksi pemerintah daerah, parkir, sumbangan sosial di rumah ibadah. Pemerintah daerah di NTT telah menyediakan fasilitas pembayaran pajak PBB-P2, pajak kendaraan bermotor di Samsat, retribusi pasar. Hal ini juga sebagai salah satu upaya mendorong peningkatan Pendapatan Ekonomi Daerah (PAD). Selain itu, mempertimbangkan kemudahaan dalam pengelolaan keuangan, beberapa rumah ibadah, seperti gereja, masjid, pura telah menyediakan QRIS bagi para jemaat.

Dokumentasi : Kantor Perwakilan BI NTT

Dari sisi demand, tantangan untuk meningkatkan pengguna QRIS adalah masyarakat yang belum terinformasi dan merasakan cara dan manfaat dari penggunaan QRIS. Maka dari itu, Bank Indonesia telah melakukan 29 kali sosialisasi selama 2022 di berbagai komunitas. Beberapa kegiatan sosialisasi dan QRIS experience, yang dilakukan antara lain di Universitas Nusa Cendana, Universitas Widya Mandira, Universitas Citra Bangsa, 12 Kelurahan Kota Kupang, hingga rumah ibadah di Kota Kupang. Selain itu Bank Indonesia juga melakukan berbagai kegiatan promo menarik bagi masyarakat yang mencoba menggunakan QRIS seperti Bazar Sembako Murah pada bulan April di UMKM ApasA dan promo telur dan daging ayam di pasar Kasih Naikoten dan Oeba. Masyarakat yang mencoba menggunakan QRIS telah merasakan manfaat pembayaran non-tunai seperti lebih cepat, tidak memerlukan kembalian, dan terbebas dari risiko uang palsu.

Bank Indonesia terus berkomitmen untuk mendigitalisasi sistem pembayaran di Provinsi NTT dan menargetkan penambahan minimal sebanyak 150 ribu pengguna baru di tahun 2023 dengan lebih gencar lagi melakukan sosialisasi dan mengajak masyarakat mencoba pembayaran dengan QRIS melalui QRIS experience, di berbagai komunitas seperti universitas, rumah ibadah, dan lain-lain. (**/NA)

Sumber berita + foto : Kantor Perwakilan BI NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Survei Konsumen Januari 2023, Optimisme Konsumen Provinsi NTT Tetap Terjaga

NTT AKTUAL. KUPANG. Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) yang dilakukan di Kota Kupang pada Januari 2023 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi di Provinsi NTT tetap terjaga. Hal tersebut tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Provinsi NTT di bulan Januari 2023 yang tercatat pada area optimis (indeks > 100) sebesar 125,50 meskipun tidak setinggi dibandingkan dengan indeks pada bulan sebelumnya sebesar 129,50.

Dokumentasi : Kantor Perwakilan BI NTT

Berdasarkan komponen pembentuknya, Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) tetap pada level optimis, terutama didukung oleh peningkatan ketersediaan lapangan kerja saat ini dibandingkan 6 (enam) bulan yang lalu. Selanjutnya, berdasarkan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) terpantau tetap pada level optimis meskipun tidak setinggi bulan sebelumnya yang disebabkan oleh termoderasinya seluruh komponen pembentuk IEK.

Secara rinci, Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) tercatat sebesar 126,67 sedikit melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 127,67.  Komponen pembentuk IKE Provinsi NTT yang termoderasi adalah indeks penghasilan saat ini dan Indeks Pengeluaran untuk konsumsi barang-barang tahan lama saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu masing-masing sebesar 4 poin dan 7 poin menjadi 131 dan 122. Sebaliknya, Indeks ketersediaan lapangan kerja saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu mengalami peningkatan sebesar 8 poin menjadi 127.

Dokumentasi : Kantor Perwakilan BI NTT

Ekspektasi konsumen Provinsi NTT terhadap kondisi ekonomi ke depan terpantau turut termoderasi. Hal ini tercermin dari IEK Provinsi NTT mengalami perlambatan dari 131,3 di bulan Desember 2022 menjadi 124,3 di bulan Januari 2023. IEK pada periode laporan dipengaruhi oleh termoderasinya seluruh komponen pembentuk IEK yaitu Indeks Ekspektasi Penghasilan, Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja dan Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha 6 bulan mendatang masing-masing melambat sebesar 5 poin, 12 poin dan 4 poin menjadi 119, 122 dan 132. (**)

Kepala Perwakilan BI NTT Baru Donny Heatubun Ramah Tamah Bersama Wartawan

NTT AKTUAL. KUPANG. Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTT yang baru, S. Donny H. Heatubun ramah tamah bersama Wartawan yang ada di Kota Kupang, bertempat di Selasar Lt. 3 Kantor Perwakilan BI NTT, Selasa (17/01/2023).

Hadir dalam acara ramah tamah bersama Insan pers ini, Deputi Bank Indonesia Perwakilan NTT, Daniel Agus Prasetyo, Staf Kantor Perwakilan BI NTT dan para Wartawan baik dari Media Online, cetak dan elektronik.

Pada kegiatan yang berlangsung penuh keakraban ini, Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT yang baru, S. Donny H. Heatubun mengatakan kedepan nanti nya Kantor Perwakilan BI NTT akan intens berkoordinasi dengan insan pers guna menyampaikan secara rutin tugas dan fungsi Bank Indonesia serta perkembangan ekonomi Provinsi NTT itu sendiri.

Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT yang baru, S. Donny H. Heatubun, saat beramah tamah bersama Wartawan di Selasar Lantai 3 Kantor Perwakilan BI NTT, Selasa (17/01/2023). Dokumentasi : Nataniel Pekaata/NTT AKTUAL

“Koordinasi ini penting agar pada akhirnya dapat meminimalisir berita bohong (hoax) yang tersebar di masyarakat, dan masyarakat dapat memperoleh berita yang benar dan juga edukasi positif,” ujar Donny.

Dirinya sangat membuka Diri dan informasi kepada Media dan ini semua demi pembangunan NTT yang lebih baik kedepannya, tutup Donny.

Untuk di ketahui Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT yang baru, S. Donny H. Heatubun mengganti kan Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT sebelumnya yaitu I Nyoman Ariawan Atmaja yang berpindah tugas ke Jakarta. (NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Pemkot Kupang Raih Penghargaan Mitra Pengendalian Inflasi Terkolaboratif BI NTT 2022

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Penjabat Wali Kota Kupang, George Melkianus Hadjoh, S.H. menghadiri acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia dan Temu Responden 2022, hari ini, Rabu, (30/11/2022), bertempat di Auditorium Nemberala lantai III Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam acara tersebut bank Indonesia Perwakilan NTT menganugerahkan sejumlah penghargaan kepada para stakeholder/mitra maupun responden dari berbagai kategori. Dalam acara tersebut, Pemerintah Kota Kupang menerima penghargaan BI NTT 2022 sebagai pemenang dari kategori kedua, sebagai Mitra Pengendalian Inflasi Terkolaboratif Kabupaten/Kota Non Indeks Harga Konsumen (IHK) Wilayah NTT, menyisihkan 2 nominasi lainnya, yaitu Kabupaten Sikka dan Kabupaten Sumba Timur.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Johanna Lisapaly yang diterima langsung oleh Penjabat Wali Kota Kupang.

Usai menerima penghargaan tersebut, Penjabat Wali Kota Kupang mengatakan bahwa urban farming menjadi salah satu solusi pengendalian inflasi yang tengah diupayakan Pemerintah Kota Kupang saat ini. “Kurang lebih seribu hektar lahan kosong di Kota Kupang sudah berhasil diidentifikasi dan siap untuk ditanami kelor, sorgum serta tanaman hortikultura. Bahkan Pemkot Kupang sudah mulai gerakan menanam di dua lahan kosong milik Pemkot di Kelurahan Naimata dan Kelurahan Naioni,” kata George.

Penjabat Wali Kota mengaku kerja pemerintah tentunya membutuhkan peran serta semua stakeholder agar bersama-sama berkolaborasi untuk kesejahteraan masyarakat. Selain urban farming, seperti menanam kelor dan sorgum di sejumlah lahan kosong, menurutnya Pemkot Kupang juga sudah mulai membangun komunikasi dan kerja sama dengan pemasok bahan-bahan kebutuhan pokok pemicu inflasi seperti telur dan ayam potong, yang selama ini didatangkan dari luar NTT.

“Kerja sama juga dilakukan dengan daerah-daerah lain yang ada di daratan Timor yang selama ini memasok suplai barang kebutuhan pokok warga Kota Kupang. Kami juga sudah minta Dinas Perhubungan untuk mengintervensi kenaikan harga barang akibat kenaikan biaya transportasi, dengan memberikan subsidi kepada penyedia jasa angkutan barang-barang kebutuhan dari luar Kota Kupang, seperti mobil pick up,” ujarnya.

Pemerintah Kota Kupang, lanjut George, yang dilantik sebagai Penjabat Wali Kota Kupang pada 22 Agustus 2022 silam, juga melakukan intervensi anggaran sebesar Rp 10 miliar pada APBD Tahun 2023 untuk penanganan inflasi dan dampak sosial bagi masyarakat. “Agar dapat mengendalikan inflasi, Pemerintah Kota Kupang telah dan akan terus melakukan langkah-langkah teknis, antara lain sidak pasar yang dilaksanakan setiap hari serta operasi pasar yang dilaksanakan masing-masing 2 kali seminggu di kelurahan dan tempat-tempat ibadah guna menekan kenaikan harga beberapa komoditas serta menjaga ketersediaan barang kebutuhan pokok masyarakat melibatkan Tim Satgas Pangan Provinsi NTT, unsur TNI Polri, pihak Bulog, Pelindo, Pertamina dan PT Angkasa Pura,” jelasnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, S. Donny H. Heatubun, dalam laporannya menyampaikan pada tahun 2022 ini, TPID Provinsi NTT dan TPID Kota Kupang terpilih menjadi salah satu nominasi TPID Provinsi dan TPID Kota Terbaik dalam seremoni TPID Awards. Dia mengapresiasi seluruh upaya extra effort dan sinergi yang telah dilakukan bersama melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota serta koordinasi seluruh stakeholder yang terlibat. Menurutnya sinergi dan kolaborasi TPID telah diwujudkan melalui pelaksanaan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di Pulau Flores dan Sumba, Gerakan Tanam Holtikultura di pekarangan rumah, pelaksanaan high level meeting secara berkala serta operasi dan sidak pasar dalam rangka menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

BI NTT 2022 merupakan ajang penghargaan yang diberikan Bank Indonesia Perwakilan Provinsi NTT kepada para stakeholder/mitra maupun responden terbaik yang telah berdedikasi dan berkontribusi nyata bersama Kantor Perwakilan BI Provinsi NTT dalam memajukan perekonomian di Provinsi NTT.

Dalam acara yang mengusung tema “Sinergi dan Inovasi Memperkuat Ketahanan dan Kebangkitan Menuju Indonesia Maju” tersebut, BI NTT menganugerahkan berbagai apresiasi tahun 2022 kepada 15 nominasi dengan 5 pemenang kategori. Kategori pertama, Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB) Terbaik Wilayah Provinsi NTT tahun 2022 dimenangkan oleh PT Citra Timor. Kategori ketiga, Mitra Pengendalian Inflasi Terkolaboratif Kabupaten/Kota Non IHK Wilayah NTT Tahun 2022, dimenangkan oleh Kabupaten Nagekeo. Kategori keempat, Mitra Strategis Terkolaboratif dalam Mendukung Edukasi Cinta Bangga Paham Rupiah Wilayah Provinsi NTT tahun 2022, dimenangkan oleh PT BPD NTT. Kategori kelima UMKM Binaan/Mitra Terkolaboratif di wilayah Provinsi NTT Tahun 2022, dimenangkan oleh Kelompok Tani Noetnana.

Selain itu, apresiasi BI NTT 2022 juga diberikan kepada responden terbaik tahun 2022, Kategori Pertama Contact Kegiatan Liaison Terkooperatif BI Wilayah Provinsi NTT Tahun 2022 diberikan kepada Kristal Hotel Kupang. Kategori kedua, Responden Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Pedagang Besar dan Data Pasokan Terkooperatif BI Wilayah Provinsi NTT Tahun 2022 diberikan kepada PT Multi Niaga Jaya Abadi. Kategori ketiga, Responden Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Terkooperatif BI Wilayah NTT Tahun 2022 diberikan kepada PT Ramayana Lestari Sentosa. Kategori keempat, Responden Survei Penjualan Eceran (SPE) Terkooperatif BI Wilayah Provinsi NTT Tahun 2022 diberikan kepada PT Mitra Pinasthika Mustika Cabang Kupang. Kategori kelima, responden PIHPS Pedagang Eceran Terkooperatif BI Wilayah Provinsi NTT Tahun 2022 diberikan kepada Bapak Mohamad Yusuf, Toko Rizky Boga. Kategori keenam, Responden Survey Pemantauan Harga (SPH) Terkooperatif BI Wilayah Provinsi NTT Tahun 2022 diberikan kepada Ibu Waode Ayama.

Sedangkan, juara pertama peserta Pitching Proposal Bisnis Terbaik, Program BI YES (Bank Indonesia Young Entrepeneur School) Batch II tahun 2022 diberikan kepada UMKM Hyuna.id, pengembangan produk madu tanah Desa Belemana Kabupaten Alor, Ibu Paulina Alu. Juara kedua, UMKM Antique Cake, pengembangan produk kue dan coklat Kota Kupang, Ibu Raden Rara Ekawati Astuti, S.H. Juara ketiga, UMKM Sedotan Rumput, pengembangan sedotan minuman dari rumput kabupaten Alor, Bapak Benny Leonard. (*PKP_ans/nt)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Lebih Mendorong Digitalisasi, BI Launching Pasar Siap QRIS

NTT AKTUAL. KUPANG. Dalam rangka untuk lebih mendorong Digitalisasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT (KPw BI NTT) menyelenggarakan acara launching Pasar Siap QRIS, Jumat (5/08/2022).

Acara launching Pasar Siap QRIS ini juga di selenggarakan bersamaan dengan kegiatan Sasando Dia (Sante-Sante Baomong Deng Media).

Dalam acara yang berlangsung di Aula Nemberalla Lantai III KPw BI NTT ini turut pula dihadiri Kepala Biro (Karo) Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTT Larry Rupidara, Kepala Otoritas Jasa Keuangan NTT Japerman Manalu, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb), Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Provinsi NTT, perwakilan PD Pasar Kota Kupang, Akademisi dan insan Pers dari Media Online, Cetak dan Elektronik.

Dihadapan undangan yang hadir, Kepala KPw BI NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja mengatakan tujuan untuk lebih mendorong Digitalisasi yaitu untuk mempercepat pemulihan ekonomi.

“Karena kalau bertransaksi secara manual, itu butuh uang cash atau uang juga kembalian. Tetapi dengan digitalisasi apapun aplikasi nya tinggal scan QRIS nya kemudian kita bisa melakukan transaksi dan ini lebih handal serta cepat,” ujar Kepala KPw BI NTT.

Dirinya menambahkan BI NTT menargetkan tahun 2022 ini ada kurang lebih enam (6) pasar di NTT yang Siap QRIS. “Tidak saja hadir di pasar, Digitalisasi ini juga akan hadir di Merchant-merchant lain termasuk tempat-tempat pariwisata. Seperti beberapa waktu lalu BI NTT juga melakukan Digitalisasi di Labuan Bajo,” tandasnya.

 

Selain itu BI NTT juga menargetkan tahun ini adalah 344.000 user QRIS, kalau dari sisi Merchant nya sudah tercapai karena tahun lalu sudah mencapai lebih dari 149 persen dari target. Sementara dari sektor user QRIS pencapaian nya baru 13 persen dari target 344.000.

Dirinya berharap teman-teman PD Pasar, Perbankan dan seluruh Stakeholder yang bergerak di bidang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) lebih mendorong penggunaan QRIS ini, sehingga user QRIS nya bisa mencapai seperti target 344.000 user QRIS.

“Dalam meningkatkan Digital dan penggunaan QRIS ini, ada dua cara yakni mari gunakan Mobile Banking serta yang kedua mendorong penggunaan aplikasi payment yang premium,” pungkasnya.

Di kesempatan yang sama Karo Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTT, Larry Rupidara mengatakan BI NTT merupakan mitra yang strategis dengan Pemerintah Provinsi NTT selama ini.

Kegiatan ‘Sasando Dia’ ini diharapkan dapat selalu menjadi sarana untuk tukar pikiran atau sharing guna lebih memajukan pertumbuhan ekonomi di NTT, jelasnya. (NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Pemkot Kupang dan BI Luncurkan Program Kampung Sadar Inflasi

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Sebagai upaya menekan laju inflasi, Pemerintah Kota Kupang bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia, meluncurkan program kampung sadar inflasi di Kelurahan Kayu Putih, Rabu (03/08/2022).

Dalam kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTT, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kupang, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kupang, Kabag Perekonomian Setda Kota Kupang, Lurah dan Ketua LPM Kelurahan Kayu Putih, Ketua RT/RW serta masyarakat Kelurahan Kayu Putih.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Bank Indonesia dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kupang yang telah bersepakat meluncurkan serta mendukung program Kampung Sadar Inflasi, melalui aksi penanaman kluster cabai merah sebagai simbol memerangi dampak buruk dari inflasi, karena kenaikan harga cabai merah saat ini menjadi salah satu penyumbang kenaikan tingkat inflasi di Kota Kupang.

Kampung Sadar Inflasi menjadi salah satu program unggulan hasil kegiatan High Level Meeting dan Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah Triwulan III Kota Kupang, yang berlangsung di Ruang Garuda, Kantor Wali Kota Kupang pada Selasa (2/8/2022). Secara tahunan, inflasi NTT pada Juli 2022 tercatat sebesar 5,30% year on year (yoy), lebih tinggi dari inflasi nasional sedangkan bobot inflasi di Kota Kupang yakni 80,4% paling tinggi dibandingkan dengan kabupaten lainnya di NTT.

Melihat kondisi tersebut untuk mengendalikan laju inflasi di Kota Kupang, Wawali mengajak masyarakat Kota Kupang untuk menambah produksi pasokan bahan pangan rumah tangga, dengan cara memanfaatkan lahan rumah untuk menanam bahan pangan di rumah masing – masing. ‘’Cabai, bawang, tomat, merupakan bahan kebutuhan pangan sehari – hari yang mempengaruhi perekonomian di Kota Kupang. Jika kita bisa menaikan produksi bahan pangan, maka inflasi dapat dikendalikan sehingga perekonomian akan menjadi lebih baik,’’ tambahnya.

Strategi pengendalian inflasi lain menurutnya yakni Pemerintah Kota Kupang bersama TPID akan membuat program kegiatan operasi pasar dan pasar murah yang bekerja sama dengan distributor. Kegiatan ini direncanakan tiap bulan. Meskipun masa jabatan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang akan berakhir dalam bulan ini, dia memastikan bahwa kegiatan operasi pasar tetap akan berjalan hingga akhir tahun ini.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja, dalam sambutannya menyampaikan akan mengawal jalannya Inflasi di Kota Kupang. Menurutnya ada dua cara yang dilakukan oleh Bank Indonesia untuk menjaga kestabilan perekonomian. Yang pertama adalah mengendalikan laju inflasi sehingga kesejahteraan masyarakat tidak menurun, yang kedua adalah menjaga nilai tukar mata uang rupiah.

“Bagaimana kita memahami bahwa inflasi berpengaruh terhadap kesejahteraan hidup kita dan itu menjadi tugas pokok pemerintah daerah bersama dengan Bank Indonesia. Harga bahan pangan saat ini meningkat. Oleh karena itu kita kendalikan dengan langkah – langkah tradisional konkret untuk membangkitkan ekonomi Indonesia. Contohnya minyak goreng dapat diganti dengan membuat minyak kelapa, tentunya akan lebih sehat. Selain itu lahan juga dapat dimanfaatkan untuk menanam cabai, terong dan tomat,” jelasnya. (*PKP_dev/NA)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

Jelang Paskah dan Idul Fitri, BI Siapkan Ketersediaan 3,79 Triliun Uang Rupiah

NTT AKTUAL. KUPANG. Dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang hari besar keagaaman yaitu Paskah dan Idulfitri, KPwBI Provinsi NTT memastikan kecukupan dan ketersediaan uang di masyarakat. Nominal uang yang disiapkan mencapai Rp3,79 triliun, meningkat sebesar 10,42% dari tahun sebelumnya. Langkah KPwBI Prov.NTT tersebut, dilakukan seiring momentum pertumbuhan ekonomi yang terus berlanjut serta untuk mengantisipasi peningkatan transaksi masyarakat sejalan dengan pandemi yang mulai terkendali. Pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), realisasi vaksinasi yang terus didorong dan peningkatan aktivitas masyarakat saat Paskah, Ramadan dan Idulfitri diperkirakan meningkatkan aktivitas ekonomi dan pembayaran sehingga membutuhkan peningkatan layanan sistem pembayaran tunai dan non tunai. Selain menyiapkan uang tunai, BI juga terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan pembayaran non tunai.

Hal ini disampaikan, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT (KPw BI NTT), I Nyoman Ariawan Atmaja dalam kegiatan Sante-Sante Duduk Baomong Deng Media (Sasando Dia) yang berlangsung di ruang Nemberela Lantai 3 KPw BI NTT, Jumat (8/4/2022).

Kepala KPw BI Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja (tengah) saat menjadi Narasumber dalam kegiatan Sasando Dia yang berlangsung di ruang Nemberela Lantai 3 KPw BI NTT, Jumat (8/4/2022). Dokumentasi : Humas KPw BI NTT

Sehubungan dengan hal tersebut, Bank Indonesia menempuh 3 (tiga) langkah strategis guna memastikan kelancaran sistem pembayaran, terutama memfasilitasi kegiatan perekonomian dan kebutuhan masyarakat, yaitu:

  1. Menyediakan uang layak edar dalam jumlah yang cukup dan higienis serta layanan penukaran uang di seluruh Indonesia khusus periode Ramadan/Idulfitri 1443H.
  2. Terus mendorong masyarakat untuk menggunakan transaksi pembayaran secara non tunai, antara lain QRIS, uang elektronik, BI-FAST, dan digital banking, yang dapat meminimalisir kontak fisik dalam bertransaksi.
  3. Melakukan kesiapan sistem dan layanan kritikal BI untuk menjamin keberlangsungan operasional sistem pembayaran yang diselenggarakan BI (tunai dan nontunai) serta sistem pembayaran yang diselenggarakan industri. Untuk memenuhi kebutuhan transaksi di masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri 1443H, layanan pembayaran melalui Sistem BI-RTGS, Bank Indonesia Scripless Securities Settlement System (BI-SSSS), Bank Indonesia Electronic Trading Platform (BI-ETP) dan SKNBI akan tetap beroperasi kecuali pada periode libur lebaran tanggal 2-3 Mei 2022. Sementara itu, layanan BI-FAST tetap beroperasi sepanjang waktu (24/7).

Dirinya menambahkan bagi masyarakat yang ingin melakukan penukaran uang tunai jelang Idulfitri, KPwBI Provinsi Nusa Tenggara Timur telah mempersiapkan 2 (dua) bentuk layanan, yaitu:

  1. Penukaran uang di Perbankan, mulai 4-29 April 2022. KPwBI Provinsi NTT bersinergi dengan perbankan nasional di Provinsi NTT menyiapkan 101 titik penukaran, bertambah 8% dari tahun lalu. Daftar rincian lokasi bank dapat dilihat https://tinyurl.com/LokasiPenukaranUangPerbankan.
  2. Penukaran uang di Mobil Kas Keliling BI, mulai tanggal 4 April 2022.  Penukaran uang melalui kas keliling BI kembali hadir setelah vakum dua tahun akibat pandemi. Guna menghindari kerumunan, masyarakat diharapkan memesan penukaran terlebih dahulu melalui aplikasi PINTAR (https://pintar.bi.go.id) sebelum hadir ke lokasi kas keliling. Lebih lanjut mekanisme pemesanan melalui aplikasi PINTAR dapat dilihat https://www.bi.go.id/id/publikasi/ruang-media/news-release/Documents/sp_249622_Panduan-PINTAR.pdf

Upaya tersebut juga melengkapi kegiatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat di daerah 3T (terdepan, terluar dan terpencil) di 5 pulau yaitu P Rote, P. Ndao, P. Sabu, P Raijua dan P. Salura. Kegiatan yang dilakukan pada tanggal 21 s.d 26 Maret 2022 merupakan salah satu langkah supaya ketersediaan uang rupiah yang berkualitas tetap terjaga di seluruh wilayah NTT, jelas I Nyoman Ariawan Atmaja.

Selain itu, BI mengajak masyarakat untuk berperilaku belanja bijak sesuai kebutuhan, berhemat, dan berinvestasi dengan cermat. BI juga mendorong masyarakat merawat Rupiah guna meningkatkan kesadaran masyarakat untuk semakin Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBP Rupiah). Hal ini tercermin juga dalam tema Ramadan/Idulfitri yang diusung tahun ini yakni “Serambi Rupiah Ramadan: Belanja Bijak dan Rawat Rupiah”.  KPwBI Provinsi NTT senantiasa berkoordinasi dengan perbankan dan lembaga terkait untuk memberikan layanan sistem pembayaran tunai dan nontunai guna mendukung kelancaran transaksi di masyarakat selama Paskah, Ramadan dan Idulfitri 1443 H, tutupnya. (*/NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Pertemuan Tahunan BI 2021, Bank NTT Raih Tiga Apresiasi

NTT AKTUAL. KUPANG. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memberikan apresiasi untuk Bank NTT. Apresiasi ini diserahkan langsung oleh Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja kepada Manajemen Bank NTT saat acara pertemuan tahunan BI tahun 2021, yang berlangsung di ruang Nemberala – Kantor Perwakilan BI Provinsi NTT, Rabu (24/10/2021).
Apresiasi ini yaitu meliputi :
1. PT. BPD NTT mendapat apresiasi PTBI sebagai PJSP Bank Pendukung Implementasi QRIS Terbaik Tahun 2021.
2. Bank NTT KCK, mendapat apresiasi sebagai bank penarik Uang Pecahan Kecil Terbanyak di NTT Tahun 2021.
Selain memperoleh apresiasi dari Kantor Perwakilan BI NTT, Bank NTT juga memperoleh apresiasi dari BI Pusat di tingkat Nasional yakni meraih peringkat pertama sebagai Bank Pengelola Kas Titipan Terbaik di daerah 3 T (Terdepan, Terluar, Terpencil) dan Apresiasi ini diperoleh Bank NTT Waikabubak.
Saat ditemui awak Media, Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja mengatakan
“Kami memberikan apresiasi kepada Bank NTT karena memang Bank NTT ini selalu memberikan pelayanan kepada masyarakat hingga daerah-daerah terpencil. Selain itu Bank NTT juga sangat baik dalam mengedarkan uang pecahan,” ujar Kepala Perwakilan BI NTT.
Kepala Perwakilan BI NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja saat menyerahkan apresiasi dalam bentuk plakat kepada Bank NTT, Rabu (24/11/2021).
Dirinya menambahkan diberikannya apresiasi dari Kantor Perwakilan BI NTT kepada Bank NTT KCK karena Bank NTT KCK melayani penukaran uang pecahan kecil masyarakat dengan baik dan banyak juga nasabah-nasabah Bank NTT KCK yang menggunakan uang pecahan.
Kepala Perwakilan BI NTT pada kesempatan ini juga menjelaskan mengapa uang pecahan kecil penting, karena menurutnya uang pecahan kecil ini sangat penting di dalam transmisi tukar menukar barang dan jasa.
Kepala Perwakilan BI NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja
Selain itu dirinya juga sangat memberikan apresiasi karena Bank NTT aktif masuk ke Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk menggunakan QRIS.
“Kita juga bekerjasama dengan Bank NTT untuk melakukan elektronifikasi transaksi Pemerintah Daerah, jadi Agent Of Development dari Bank NTT itu sangat besar perannya, terutama mengelektronifikasi ekonomi dan keuangan daerah,” tuturnya.
Semoga dengan apresiasi ini Bank NTT semakin maju, semakin lebih baik lagi kedepannya untuk menjadi agen pembangunan di Provinsi NTT dan lebih sungguh melayani masyarakat, pungkasnya.
Untuk diketahui pertemuan tahunan BI tahun 2021 ini berlangsung secara Virtual yakni melalui Zoom dan YouTube. (NA)
Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Triwulan II 2021, Jumlah Transaksi e-Commerce di NTT Mencapai Rp214,74 Juta

NTT AKTUAL. KUPANG. Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) selalu aktif mengejar ketinggalan dari daerah lain yang lebih maju di Indonesia dari sisi digital. Secara transaksi, pada triwulan II 2021 jumlah transaksi e-Commerce di NTT mencapai Rp214,74 juta, atau mengalami peningkatan 87,45% (yoy), lebih tinggi bila dibandingkan transaksi periode yang sama tahun sebelumnya. Transaksi Uang Elektronik atau dompet elektronik pada periode Januari sampai dengan Agustus 2021 mencapai Rp192,61 juta, meningkat 614,14% (yoy). Selanjutnya untuk transaksi pembayaran menggunakan QR Code atau QRIS dari Januari hingga Juli 2021 tercatat telah mencapai Rp18,74 miliar. Rata-rata transaksi yang relatif meningkat, menggambarkan Provinsi NTT telah mulai bergerak menuju digitalisasi dan pertumbuhan transaksinya cukup signifikan.

Hal ini disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja saat memberikan sambutan dan membuka secara resmi kegiatan “Sosialisasi Interoperabilitas Layanan Sistem Pembayaran dan QRIS Tahun 2021” yang berlangsung via Zoom, hari ini Selasa (12/10/2021).

“Dengan adanya digitalisasi sistem pembayaran di NTT tersebut, kami harapkan pertumbuhan ekonomi di NTT juga dapat terakselerasi. Pertumbuhan ekonomi NTT pada triwulan II 2021 tumbuh sebesar 4,22% (yoy), dan kami perkirakan di triwulan III 2021 ini masih terus meningkat dan dapat tumbuh sebesar 3,49 % (yoy),” ujar Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja saat memberikan sambutan dan membuka secara resmi kegiatan “Sosialisasi Interoperabilitas Layanan Sistem Pembayaran dan QRIS Tahun 2021” yang berlangsung via Zoom, hari ini Selasa (12/10/2021). Dokumentasi : Istimewa

Dirinya menambahkan Tantangan dalam mengakselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan tentunya sangat banyak. Salah satunya adalah literasi digital SDM Indonesia yang masih relatif rendah khususnya di NTT. Oleh karena itu, BI secara intensif melakukan sosialisasi dan edukasi seperti yang dilaksanakan pada hari ini.

“Kami percaya Bapak/Ibu Akademisi dan Mahasiswa/Mahasiswi di NTT dapat menjadi agen perubahan dan berperan aktif dalam mendorong transformasi digital di Indonesia khususnya di NTT. Cara mudah dalam berpartisipasi adalah dengan menggunakan layanan Sistem Pembayaran secara non tunai dalam bertransaksi.

Untuk diketahui kegiatan “Sosialisasi Interoperabilitas Layanan Sistem Pembayaran dan QRIS Tahun 2021” ini dilaksanakan dalam rangka memberikan edukasi dan juga literasi kepada masyarakat khususnya Mahasiswa di NTT terkait layanan sistem pembayaran dan juga Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Kegiatan ini dilaksanakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT bersama dengan Departemen Penyelenggara Sistem Pembayaran (DPSP).

Kegiatan ini diikuti oleh Akademisi dan Mahasiswa dari sejumlah Universitas di Provinsi NTT, dan para peserta antusias mengikuti kegiatan. (*/NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Meriahkan Fesyar KTI 2021, BI NTT Gelar Talkshow “Sustainable Fashion as The New Lifestyle”

NTT AKTUAL. KUPANG. Dalam rangka mendorong akselerasi Pengembangan Ekonomi & Keuangan Syariah Nasional, serta dalam rangka menuju penyelenggaraan Indonesia Shari’a Economic Festival (ISEF) di Jakarta, Bank Indonesia menyelenggarakan Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) yang diselenggarakan di 3 regional Indonesia, yaitu Regional Sumatera, Jawa dan Kawasan Timur Indonesia(KTI). Fesyar KTI tahun ini mengambil Tema “Bersinergi Membangun Ekonomi dan Keuangan Syariah untuk Memperkuat Momentum Pemulihan Ekonomi Melalui Keunggulan Sumber Daya Regional”, terdiri dari 2 kegiatan utama, yakni Sharia Forum dan Shariaf Fair serta sub-sub kegiatan seperti webinar, talkshow, business matching, perlombaan dan kegiatan lainnya yang berlangsung pada 27 Juli – 3 Agustus 2021. Fesyar KTI sendiri telah dibuka oleh Deputi Gubernur BI, Bapak Dony Primanto Juwono pada tanggal 27 Juli 2021.

Sejalan dengan rangkaian penyelenggaraan Fesyar KTI tersebut, pada hari Kamis, 29 Juli 2021, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT mengadakan kegiatan acara talkshow webinar dengan tema Sustainable Fashion as The New Lifestyle. Kegiatan ini bertujuan mendukung keberlangsungan pengembangan ekonomi dan keuangan Syariah melalui dukungan terhadap halal value chain yang salah satunya ditunjang dari segi industri fesyen. Lebih lanjut kegiatan ini juga diharapkan dapat mengenalkan konsep sustainable fashion, membahas perkembangan serta potensi sustainable fashion pada kehidupan sehari – hari, serta sebagai gaya hidup baru masyarakat. Kegiatan talkshow webinar ini menghadirkan tiga narasumber utama yaitu Ali Charisma (National Chairman of Indonesian Fashion Chamber), Basrie Kamba (Director Asia Pacific Rayon), dan Franka Soeria (Fashion Expert & Co-Founder #Markamarie & Global Head). Acara ini dihadiri oleh berbagai kalangan di antaranya Kepala Perwakilan dan Pimpinan Satuan Kerja BI di seluruh Indonesia, Kepala Kanwil Kementerian Keuangan Provinsi NTT, Kepala OJK Provinsi NTT, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi NTT, Ketua MUI Provinsi NTT, Ketua dan Anggota Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Provinsi NTT, Pimpinan Pesantren di Provinsi NTT, pelaku UMKM, asosiasi usaha, mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum.

Acara dibuka oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan potensi yang dimiliki oleh  Indonesia dalam ekonomi dan keuangan Syariah, serta berbagai upaya yang telah dilakukan oleh Bank Indonesia dalam rangka mendorong perkembangan ekonomi dan keuangan Syariah tersebut, khususnya di bidang fashion. Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT juga menekankan bahwa di NTT, BI juga terus mendukung pengembangan sustainable fashion dengan mendorong penggunaan pewarna alam pada kain dan produk-produk tenun karya UMKM Binaan KPw BI Provinsi NTT. Produk-produk tersebut juga telah diturunkan menjadi busana etnik dan modern yang dipamerkan melalui fashion show pada penyelenggaraan Exotic Tenun Fest 2021 pada bulan Maret lalu yang disiarkan virtual secara nasional, serta Gernas BBI Kilau Permata Digital Flobamora pada Juni 2021, di Labuan Bajo.

Sesi talkshow diawali dengan pemaparan materi dari masing-masing narasumber Ali Charisma yang menyampaikan bahwa pengembangan sustainable fashion dapat menjadi salah satu strategi yang dapat ditempuh untuk menempatkan Indonesia bukan hanya sebagai target pasar namun juga pelaku pasar. Prinsip utama dalam sustainable fashion yaitu keseimbangan antara people, profit, dan planet harus dikembangkan lebih lanjut untuk meningkatkan keberlangsungan kegiatan industri fesyen tanah air. Selanjutnya, Basrie Kamba selaku narasumber kedua, menjelaskan bagaimana perkembangan industry fashion yang sustainable (Global-Nasional) serta bagaimana potensi yang dapat diperoleh bagi pelaku usaha fashion tanah air. Franka Soeria selaku narasumber ketiga memaparkan mengenai beberapa miskonsepsi yang sering terjadi di masyarakat terkait dengan sustainable fashion. Beliau juga mendorong pesrta yang hadir, baik dari sisi pelaku usaha maupun konsumen, untuk tidak takut dalam memulai mengadopsi fashion yang berkelanjutan, baik dalam usahanya maupun sebagai gaya hidup sehari-hari. Diskusi dan pendalaman dilakukan pada sesi selanjutnya berikut pertanyaan dari audience terkait topik talkshow. Secara keseluruhan, kegiatan talkshow  ini berlangsung dengan antusiasme tinggi yang ditunjukkan oleh lebih dari 825 orang peserta yang aktif memberikan pertanyaan serta keikutsertaan dalam kuis interaktif yang disiapkan. (*)

Sumber berita + foto : Humas KPwI BI NTT