Arsip Tag: APEKSI

Bertemu Gus Ipul, Wali Kota Kupang Bahas Kota Pasuruan Sebagai Tuan Rumah Rakerkomwil 2023

NTT AKTUAL. PASURUAN. Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH menyerahkan berita acara keputusan rapat kerja komisariat wilayah IV ke 17 APEKSI tahun 2022 dalam pertemuan dengan Wali Kota Pasuruan, Drs. H. Saifullah Yusuf di rumah jabatan Wali Kota Pasuruan, Senin (27/06/2022). Berita acara yang diserahkan berisi beberapa poin rekomendasi hasil rakerkomwil yang diselenggarakan di Kota Kupang tanggal 21 sampai dengan 23 Juni 2022 yang lalu.

Berita acara yang diserahkan dalam pertemuan tersebut merupakan hasil rapat kerja komisariat wilayah IV ke-17 APEKSI tahun 2022 yang ditandatangani oleh 13 Wali Kota para peserta rakerwil, yaitu Wali Kota Kupang selaku ketua komwil IV dan 12 anggota, antara lain Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, Wali Kota Malang, H. Sutiaji, Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, Wali Kota Bima, Muhammad Lutfi, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, Wali Kota Pasuruan, Saifullah Yusuf, Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, Wali Kota Blitar, Santoso, Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari dan Wali Kota Madiun, Maidi.

Beberapa poin rekomendasi wilayah IV APEKSI yang termuat dalam berita acara dimaksud antara lain :
a. Pola pengukuran kinerja dan kenaikan pangkat pejabat fungsional dan merincikan secara jelas implementasi penyetaraan jabatan dari struktural ke fungsional;
b. Pengalokasian kembali dana kelurahan serta penambahan DAU bagi pemerintah daerah untuk mengakomodir penggajian PPPK yang diserahkan ke daerah;
c. Sehubungan peningkatan penggunaan produksi dalam negeri (P3DN) diharapkan agar menambahkan sertifikat serta daftar produk dalam negeri pada e-katalog pengadana barang dan jasa;
d. Mengoptimalkan penerapan SIPD;
e. Penentuan proporsi pokir DPRD oleh pemerintah pusat;
f. Peninjauan kembali gaji dan pension kepala daerah;
g. Banyaknya penyedia yang tidak menyelesaikan kontrak dikarenakan hukuman putus kontrak hanya black list dan bisa mencairkan nilai pekerjaan yang sudah dilaksanakan, usul memberikan hukuman yang lebih berat bagi penyedia jasa yang cidera janji (menjatuhkan black list dan tidak dibayarkan atas pekerjaan yang telah dilaksanakan);
h. Perlu adanya rekomendasi dari pemerintah untuk pemberian ijin usaha skala kecil yang terdaftar melalui OSS;
i. Perlu adanya pemikiran kebijakan untuk tenaga non aparatur sipil Negara (tenaga kontrak dan tenaga harian lepas) dalam pengalihan status agar tetap memberikan kontribusi pada perangkat daerah di Pemerintah Kota (SE Menpan RB nomor B/185/M.SM.02.03/2022).

Sementara rekomendasi yang dihasilkan diinternal komisariat wilayah IV APEKSI antara lain :
a. Pengaturan jadwal kegiatan / agenda APEKSI Pusat dan komwil IV;
b. Pembiayaan kegiatan-kegiatan komwil IV melalui dana APEKSI pusat;
c. Prosedur pengisian kekosongan jabatan pada anggota komwil IV menjelang pilkada.

Wali Kota Kupang selaku ketua komwil IV APEKSI dengan Wali Kota Pasuruan turut membahas keputusan rakerwil yang menetapkan Kota Pasuruan sebagai tempat penyelenggaraan rakerkomwil ke 18, tahun 2023 mendatang. Pada dasarnya, Wali Kota Pasuruan yang juga Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Sekjen PBNU) dan akrab disapa Gus Ipul itu menyatakan pihaknya siap menyambut para kepala daerah delegasi sebagai tuan rumah penyelengaraan rakerwil tahun depan. Kedua kepala daerah tersebut kemudian saling bertukar cinderamata dan melanjutkan pertemuan dengan makan siang bersama.

Usai makan siang, Gus Ipul mengundang Wali Kota Jeriko untuk ikut meninjau secara langsung mal pelayanan publik dan sentra UMKM Kota Pasuruan. Wali Kota Kupang tampak terkesan dengan penerapan MPP Kota Pasuruan tersebut. Menurutnya, konsep mal pelayanan publik merupakan inovasi pemerintah yang dapat mengurai benang kusut birokrasi dengan memanfaatkan sistem satu data agar antar instansi pemerintah dapat berkolaborasi menciptakan pelayanan yang cepat bagi masyarakat. Wali Kota Jeriko berharap kedepan MPP juga dapat segera diterapkan di Kota Kupang, “mal pelayanan publik diperlukan agar masyarakat dan pelaku usaha dapat memperoleh pelayanan yang dibutuhkan dengan cepat, murah dan mudah, karena berada di satu lokasi dan sistem datanya sudah terintegrasi dengan baik. Saya terkesan dengan inovasi mal pelayanan publik milik masyarakat Kota Pasuruan ini dan berharap Kota Kupang juga dapat segera memilikinya,” ujar Wali Kota Jeriko.

Kepada Jeriko, Gus Ipul menjelaskan sejak bulan Mei 2022 baru ada 11 dari 19 instansi internal pemkot yang membuka pelayanan di mal, tahun ini targetnya seluruh instansi sudah bisa ikut serta. Selain 19 instansi pemkot diharapkan semua instansi vertikal dapat ikut membuka pelayanan di mal, seperti kepolisian, imigrasi, BPJS, kantor pos dan lain-lain.

Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota Kupang didampingi oleh Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Kupang, Hengky C. Malelak, S.STP, M.Si. sementara tampak hadir mendampingi Wali Kota Pasuruan, antara lain Wakil Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, S.TP, M.Si, Sekretaris Daerah Kota Pasuruan, Rudiyanto, AP, MM, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kota Pasuruan, Ir. Sahari Putro, MM dan Kabag Administrasi Pemerintahan Setda Kota Pasuruan, Drs. Sinarwidi, MM. Kedua kepala daerah tersebut juga berkesempatan saling bertukar cinderamata masing-masing. (*PKP_nt)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Raker Komwil IV APEKSI Ke 17 Rekomendasikan Kebijakan Bagi Tenaga Kontrak

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Rapat Kerja Komisariat Wilayah (RAKERKOMWIL) IV Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) ke 17 tahun 2022, yang berlangsung di Kota Kupang melahirkan sejumlah rekomendasi. Salah satunya adalah rekomendasi tentang perlu adanya pemikiran kebijakan untuk tenaga non Aparatur Sipil Negara (tenaga kontrak dan tenaga harian lepas) dalam pengalihan status agar tetap memberikan kontribusi pada perangkat daerah di Pemerintah Kota.

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH, selaku Ketua Komisariat Wilayah IV APEKSI saat menutup kegiatan Rakerwil di Hotel Aston Kupang, Kamis (23/06/2022) menyampaikan beberapa poin yang menjadi rekomendasi dalam forum Rakerkomwil yang disepakati bersama, untuk diusulkan pada rapat kerja nasional APEKSI bulan Agustus 2022 akan datang.

Selain tentang tenaga non ASN, hal lain yang direkomendasikan rakerwil kali ini antara lain pola pengukuran kinerja dan implementasi penyetaraan jabatan, alokasi dana kelurahan serta penambahan dana alokasi umum (DAU) bagi penggajian Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK di daerah, penambahan sertifikat serta daftar produk dalam negeri pada e-katalog pengadaan barang dan jasa untuk peningkatan penggunaan produksi dalam negeri (P3DN), optimalisasi penerapan SIPD, penentuan proporsi pokir DPRD oleh pemerintah pusat, peninjauan kembali gaji dan pensiun kepala daerah, peninjauan hukuman bagi penyedia jasa yang cidera janji agar dijatuhi hukuman black list dan tidak dibayarkan atas pekerjaan, serta perlu adanya rekomendasi untuk memberikan ijin usaha skala kecil yang terdaftar melalui online single submission (OSS).

Menurutnya keputusan Rakerwil ini sebagai input Komisariat Wilayah IV dalam forum RAKERNAS APEKSI di Kota Padang, bulan Agustus 2022 mendatang. “Kita harapkan bersama rekomendasi-rekomendasi tersebut dapat diterima dan diadvokasi oleh APEKSI pusat demi penguatan kebijakan pemerintah bagi terwujudnya efektivitas dan efisiensi pemerintahan yang baik, khususnya di daerah,” pungkasnya.

Sebelumnya dalam pleno yang dipimpin oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Kota Mojokerto, Abdul Rachman Tuwo, S.Sos,M.Si, disepakati Rapat Kerja Komisariat Wilayah IV Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia ke 18 tahun 2023 mendatang, akan dilaksanakan di Kota Pasuruan, Jawa Timur.

Hadir dalam acara penutupan Rakerwil tersebut, perwakilan dari 13 kota anggota komisariat wilayah IV Apeksi, perwakilan Forkopimda Kota Kupang, Kepala BPS Kota Kupang, Sekretaris Daerah Kota Kupang, para Staf Ahli Wali Kota Kupang, para Asisten Sekda Kota Kupang, pimpinan perangkat daerah Lingkup Kota Kupang beserta para camat dan lurah se-Kota Kupang. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang 

PKK dan DWP Kota Kupang Promosi Tenun Sepe Pada Ladies Program

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Kupang, Ny. Lousje Marlinda Funay – Pellokilla, S.TP, mewakili Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Kupang, Ny. Hilda Riwu Kore – Manafe, SE, MM, membuka kegiatan Ladies Program yang dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian Rapat Kerja Komisariat Wilayah (RAKERKOMWIL) IV APEKSI ke 17 tahun 2022. Kegiatan ini berlangsung di Restaurant The Kings, Kelurahan Alak, Rabu (22/06/2022).

Tampak hadir dalam kunjungan di RSUD S. K. Lerik, Wakil Ketua TP – PKK Kota Kupang, Ny. Elisabeth Lies Man – Rengka, sedangkan seluruh rangkaian acara diikuti oleh antara lain Ketua TP – PKK Kota Malang, Ketua TP – PKK Kota Kediri, Ketua TP – PKK Kota Bima, Wakil Ketua TP – PKK Kota Blitar, Wakil Ketua TP – PKK Kota Mataram, Ketua DWP Kota Denpasar, Istri-istri FORKOPIMDA Kota Kupang, para anggota DWP Kota Kupang, serta Camat Alak dan para lurah se-Kecamatan Alak.

Seluruh para peserta Ladies Program mengunjungi Paliative Care Basecamp di RSUD S. K. Lerik sebelum kemudian menuju The Kings untuk menyaksikan fashion show yang memperagakan busana berbahan dasar tenun ikat motif sepe dan mengunjungi ke spot Expo Mini Sepe yang berada di pelataran depan The Kings Restaurant.

Dalam sambutan Ketua TP PKK dan Dekranasda Kota Kupang yang dibacakan oleh Ketua DWP Kota Kupang menyampaikan selamat datang kepada para peserta yang merupakan para istri wali kota, istri wakil wali kota, istri FORKOPIMDA serta beberapa istri sekretaris daerah pemerintah kota anggota Komwil IV. Menurutnya, pemerintah Kota Kupang selaku tuan rumah sangat senang menyambut kehadiran para peserta serta berkesempatan menampilkan keunggulan-keunggulan yang dimiliki daerah ini melalui Koepan Expo dimana para pengunjung dapat melihat secara langsung produk unggulan pelaku UMKM Kota Kupang. By. Lousje terutama menyorot tenun motif sepe, yang desainnya diciptakan khusus oleh Ketua TP – PKK dan Dekranasda Kota Kupang, Ny. Hilda Riwu Kore – Manafe untuk menjadi motif khas daerah Kota Kupang. Motif bunga sepe ini sudah didaftarkan dan mendapat sertifikat Hak Kekayaan ko Intelektual (HKI) dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia yang pada bulan Maret 2021 silam diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Provinsi NTT dan disaksikan oleh Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, SE, M.Si, bersama Ketua DWP Kota Kupang saat itu.

Ny. Lousje menjelaskan lebih lanjut tentang alasan pemilihan motif bunga sepe atau yang dikenal dengan flamboyan. Pohon flamboyan disebut sepe oleh masyarakat lokal, merupakan pohon yang banyak tumbuh subur di wilayah Kota Kupang. Sepe menarik karena bunganya yang berwarna semarak merah jingga dan dikelilingi warna hijau daun yang segar dimata setiap orang yang memandang. Bunga sepe atau flamboyan mekar setiap tahun khusus pada bulan November hingga menjelang hari raya natal. “Alasan sepe dipilih menjadi motif khas kota Kupang karena menurut Ketua Dekranasda Kota Kupang, Ibu Hilda, sepe dipilih karena mencerminkan karakteristik masyarakat Kota Kupang yang berani, jujur, beriman, ulet dan rajin namun ramah, toleran dan memiliki rasa kekeluargaan yang tinggi. Selain memperkenalkan ke masyarakat Kota Kupang untuk menjadi kebanggaan daerah, Dekranasda saat ini juga tengah berencana mempromosikannya hingga ke kancah nasional bahkan internasional. Secara tidak langsung juga akan mempromosikan kekayaan budaya Indonesia,” jelas istri Sekretaris Daerah Kota Kupang, Bapak Fahrensy P. Funay, SE, M.Si itu

Setelah penjelasan tentang tenun sepe, Ny. Lousje juga menjelaskan terkait kunjungan Ladies Program ke Paliative Care Basecamp di RSUD S. K. Lerik, untuk menyaksikan langsung pelayanan terintegrasi antara dokter, perawat, terapis, petugas sosial medis, psikolog, rohaniwan, relawan, dan profesi lain yang diperlukan. “perawatan paliatif merupakan suatu pendekatan yang meningkatkan kualitas hidup pasien dan keluarga yang menghadapi masalah terkait mengancam jiwa, dengan mencegah dan meringankan penderitaan melalui identifikasi dini, pengkajian cermat menyeluruh dan pengelolaan nyeri serta masalah lain, baik fisik, psikososial dan spiritual”, jelasnya.

Sebelum menutup sambutan, Ny. Lousje mengajak para peserta untuk turut serta dalam pawai budaya yang diselenggarakan dalam rangka Rakerwil IV dimana dalam kegiatan tersebut akan digelar berbagai atraksi serta peragaan busana adat asli NTT dari berbagai etnis yang ditampilkan oleh para seniman, sanggar budaya dan para ASN Pemkot Kupang, “kami mengundang ibu-ibu sore ini dalam pawai budaya, ajang pertukaran budaya diantara 13 kota anggota Komwil IV APEKSI sekaligus kami tampilkan budaya NTT yang kaya melalui berbagai atraksi kesenian dan peragaan busana adat asli NTT dari berbagai etnis, sekaligus merasakan langsung suasana Kota Kupang yang hangat dan penduduknya yang ramah serta bersahabat,” ujar Ketua DWP Kota Kupang itu.

Ny. Lousje berharap ladies program tersebut juga dimaknai sebagai ajang menjalin keakraban sekaligus berbagi ide, pengetahuan, pengalaman maupun praktik terbaik dalam pelayanan bagi masyarakat, khususnya terkait program paliatif dan peningkatan UMKM yang dapat diadopsi oleh kota-kota, “harapan kami program ini berjalan lancar dan berkesan bagi ibu-ibu yang hadir dan semakin mempererat kemitraan dan kerjasama diantara 13 kota anggota komwil IV APEKSI. (*PKP_enj)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Pameran Koepan Expo Rakerwil IV APEKSI ke 17 Ajang Promosi Produk Unggulan UMKM Kota Kupang

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Pemerintah Kota Kupang selaku tuan rumah Rapat Kerja Komisariat Wilayah IV APEKSI ke 17 tahun 2022 menyelenggarakan Pameran Koepan Expo di Kawasan Pantai Kelapa Lima Kupang, Selasa (21/06/2022), kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 22-24 Juni 2022, kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef Nae Soi, MM, pada Rabu (22/06/2022).

Kegiatan Expo Koepan merupakan salah satu rangkaian kegiatan dari kegiatan APEKSI di Kota Kupang yang dihadiri oleh 13 pemerintah kota se-Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara yang tergabung dalam Komisariat Wilayah IV.

Wali Kota Kupang Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH dalam sekapur sirihnya mengatakan bahwa Koepan Expo memamerkan berbagai informasi potensi pariwisata dan budaya NTT juga produk-produk unggulan UMKM di Kota Kupang, dengan harapan semakin memperluas promosi hingga ke luar NTT, “semoga Bapak Ibu para delegasi 13 kota anggota Komwil IV terkesan dengan berbagai produk yang dipamerkan, terutama kain tenun ikat etnis asli NTT juga yang menjadi pendatang baru saat ini, kain tenun sepe. Ketika membeli dan dibawa pulang secara tidak langsung semakin memperkenalkan potensi dan berbagai produk UMKM hingga ke daerah-daerah lain di Indonesia,” ujar Wali Kota Jeriko sekaligus Ketua Komwil IV Apeksi periode 2021 sampai dengan 2024 ini.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTT dalam sambutannya memaparkan betapa tingginya toleransi di Nusa Tenggara Timur (NTT), ia juga menekankan tentang hidup yang mengedepankan rasa persaudaraan di NTT tanpa memandang suku dan agama, “Kota Kupang adalah rumah besar persaudaraan dan kerukunan umat beragama, wajah orang NTT seram-seram, tapi hatinya baik terhadap siapa saja yang datang ke NTT, terutama di Kota Kupang,” kata Josef.

Ia juga mengapresiasi kerja keras yang dilakukan Pemerintah Kota Kupang bersama jajaran yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut di Kawasan Pantai Kelapa Lima yang indah ini. “Terima Kasih kepada Wali Kota Kupang bersama jajaran yang sudah menyelenggarakan kegiatan Koepan Expo ini. Tidak lupa juga kita mengapresiasi kinerja Pemerintah Kota Kupang yang dalam beberapa tahun terakhir ini sudah cukup baik dalam melalukan penataan dan pembenahan wajah Kota Kupang di beberapa titik sehingga sudah terlihat baik, rapi dan lebih indah dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya,” katanya lagi.

Wagub Nae Soi juga memuji Pemkot Kupang karena telah melibatkan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam Pameran Expo Koepan, “Kegiatan Koepan Expo ini juga baik adanya dengan turut melibatkan para pelaku UMKM. Hal ini sejalan dengan langkah Pemerintah Provinsi NTT yang terus berupaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk-produk UMKM serta mendorong pelaku UMKM untuk mengambil bagian dalam pasar digital,” jelas Wagub Nae Soi.

Diketahui bahwa, dalam kegiatan Expo Koepan ini juga dipamerkan berbagai kain adat serta pakaian yang telah dimodifikasi dari bahan baku kain tenun dari berbagai daerah di NTT, “Kegiatan seperti ini tentu akan memberikan motivasi yang cukup besar dalam menumbuhkan dan mengembangkan produk-produk yang dihasilkan UMKM menjadi lebih baik. Dengan menyadari persaingan dalam dunia usaha dan perubahan selera konsumen sangatlah cepat dan ketat sehingga menuntut semua pelaku ekonomi bekerja keras untuk menghadapi persaingan maka perlu memantapkan jaringan usaha dan memanfaatkan perkembangan teknologi,” tambahnya.

“Keberhasilan para pelaku usaha UMKM akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat antara lain pendapatan masyarakat akan meningkat, lapangan kerja akan terbuka luas dan berbagai usaha terkait akan tertarik pula untuk berkembang,” ujarnya.

Beliau juga menjelaskan, Perekonomian NTT akan memiliki landasan yang kuat dengan pengembangan UMKM yang berkelanjutan. Dengan pemanfaatan potensi sumber daya alam yang tersedia dan dengan dukungan sarana prasarana yang memadai maka produk UMKM yang dihasilkan akan memiliki nilai daya saing yang kuat dalam pemasarannya.

“Dengan berbelanja produk-produk UMKM merupakan bukti kecintaan kita terhadap produk-produk dalam negeri sekaligus memperlihatkan nasionalisme kita. Presiden Joko Widodo telah mencanangkan Program Bangga Buatan Indonesia (BBI) yang menjadi pedoman bagi kita dalam mempromosikan produk-produk UMKM. Presiden juga menegaskan agar belanja APBN dan APBD harus dimanfaatkan untuk membeli produk dalam negeri sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan nilai tambah untuk negara,” jelas Wagub Nae Soi.

“Pemerintah terus berupaya memperkuat kelembagaan, membangun kapasitas serta mempermudah dan meningkatkan akses pembiayaan bagi UMKM. Upaya peningkatan kualitas dan kuantitas produk-produk UMKM NTT harus menjadi penting dan semua pihak harus punya komitmen yang kuat untuk menggunakan produk-produk UMKM NTT,” tutupnya.

Beberapa Peserta APEKSI yang merupakan para Wali Kota dari pulau Jawa memuji perkembangan pesat Kota Kupang dibawah kepemimpinan pasangan Wali Kota Jeriko dan Wakil Wali Kota, dr. Herman Man, seperti yang diungkapkan Wali Kota Kediri, Wali Kota Probolinggo dan juga Direktur Eksekutif APEKSI, mereka masing-masing memberikan pujian tentang perubahan besar di Kota Kupang, khsususnya penataan kota. (*PKP_sny)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang 

Pemkot Kupang Siap Menyambut Peserta Raker Komwil IV APEKSI

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Kota Kupang didaulat sebagai tuan rumah penyelenggaraan RAPAT KERJA KOMWIL IV APEKSI Ke- 17 Tahun 2022. Rangkaian kegiatan yang diagendakan berlangsung selama 3 hari sejak tanggal 21-23 Juni 2022 mendatang akan dihadiri lebih dari 239 peserta yang terdiri dari para Walikota, Wakil Walikota, Sekda, Asisten, Kepala Bagian, Camat dan Lurah yang berasal dari 13 Kota yang tergabung dalam Komisariat Wilayah IV APEKSI yaitu dari Kota Bogor, Kota Kediri, Kota Batu, Kota Surabaya, Kota Blitar, Kota Mojokerto, Kota Probolinggo, Kota Mataram, Kota Madiun, Kota Pasuruan, Kota Denpasar, Kota Malang dan Kota Bima.

Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia atau disingkat APEKSI merupakan organisasi bagi seluruh pemerintah Kota Indonesia yang terbentuk sejak 25 Mei 2000 yang mengusung visi sebagai organisasi strategis untuk pemberdayaan kota-kota dalam rangka pelaksanaan otonomi di Indonesia, dan dengan misi berusaha untuk menjadi organisasi terpercaya, profesional di bidang perkotaan dalam mendukung dan melaksanakan upaya terbaik bagi pemerintahan kota melalui pembangunan yang demokratis, transparan, otonomi yang bertanggung jawab.

Ada 98 Kota se-Indonesia yang tergabung didalam APEKSI dan terbagi dalam 6 Komisariat Wilayah, dimana Kota Kupang termasuk dalam Komisariat Wilayah IV, dengan Walikota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, SE, MM sebagai Ketuanya.

Program dan komponen utama kegiatan APEKSI ini adalah Pembangunan Berkelanjutan, Advokasi Kebijakan, Peningkatan Kapasitas, Kerjasama Daerah, Kelembagaan dan Kemitraan, Komunikasi dan Informasi serta Administrasi dan Keuangan.

Saat ditemui di ruangan kerjanya usai memimpin rapat persiapan pelaksanaan Raker APEKSI ini, Asisten 1 Setda Kota Kupang, Jefry E. Pelt, SH , menyatakan bahwa Pemerintah Kota Kupang sudah melakukan berbagai persiapan yang cukup matang untuk menyambut perhelatan ini.

Asisten Pemerintahan Setda Kota Kupang, Jefry E. Pelt,SH

“Kita harapkan nantinya kegiatan ini dapat berkesan bagi seluruh Kepala Daerah beserta rombongan yang berkunjung ke Kota Kasih”, ujar Jefry. Beberapa rencana kegiatan dimulai dari penjemputan para tamu undangan di bandara yang mulai dilaksanakan sejak tanggal 20 Juni hingga berbagai tempat yang nantinya akan dikunjungi oleh para tamu sudah dipersiapkan dengan baik oleh panitia.

“Rangkaian kegiatan Rakor Apeksi Komwil IV ini meliputi Rapat Kerja, Pameran, Pagelaran Seni Budaya, Pawai Budaya/Karnaval, Fashion Show dan Penanaman Pohon”, tambahnya.

Lebih lanjut, Jefry memaparkan rangkaian kegiatan selama 3 hari pelaksanaan APEKSI di Kota Kupang. “Pada hari pertama, setelah dilakukan penjemputan dibandara, rombongan akan dibawa langsung ke Hotel Aston sebagai tempat penginapan para tamu APEKSI.

Pada sore harinya tamu akan arahkan ke Pelataran Pantai Kelapa Lima untuk mengikuti Pembukaan Pameran Koepan Expo, kemudian pada malam harinya, dilanjutkan dengan Gala Dinner di Subasuka Paradise Restaurant. Sambil menikmati makan malam, para tamu undangan akan disuguhkan berbagai hiburan seperti tarian budaya, tayangan seputar perubahan Kota Kupang serta penyerahan cenderamata”, jelas Jefry.

“Pada hari kedua, ada 3 kegiatan utama yang akan dilaksanakan, yakni Rapat Kerja APEKSI yang dilaksanakan di Hotel Aston, dengan agenda pembahasan seputar Penataan Ruang Perkotaan Berkelanjutan dan Best Practice Pemulihan Ekonomi Pasca Covid-19. Kegiatan kedua adalah Ladies Program yang dikoordinir oleh Dekranasda Kota Kupang, dimana para istri tamu undangan akan mengunjungi beberapa lokasi menarik seperti Paliative Care, dilanjutkan dengan menikmati Tarian Kreasi Sepe di The Kings Restaurant dan menyaksikan Fashion Show Busana Produk Kota Kupang di Spot Expo Mini Sepe.

Kegiatan ketiga adalah Pawai Budaya/Karnaval yang dilaksanakan pada sore harinya, dengan Rute Start dari depan GOR Oepoi dan berakhir di depan Rumah Jabatan Gubernur NTT,” lanjutnya.

Di hari terakhir, Jefry mengatakan akan dilaksanakan kegiatan Penanaman Pohon oleh perwakilan dari setiap Kota Peserta Rakor APEKSI. Kegiatan penanaman pohon ini berlokasi di IPA SPAM Kali Dendeng Kelurahan Penkase Oeleta. “Diharapkan dengan Raker Komwil IV APEKSI ini, Kota Kupang dapat mengenalkan dan menampilkan produk unggulannya sekaligus bertukar pengalaman dan informasi dengan daerah lain untuk meningkatkan pembangunan. Keuntungan lainnya, pelaksanaan kegiatan ini juga dapat memicu pemulihan pertumbuhan ekonomi pasca pandemi, karena akan berdampak langsung pada tingkat okupansi hotel, serta visitasi pada restoran dan UMKM “, pungkasnya. (**)

Sumber : Sekretariat Komwil IV APEKSI