Be Cash Bank NTT Hadir Untuk Manjakan Nasabah

NTT AKTUAL. KUPANG. Tak berhenti melakukan inovasi dalam layanan perbankan. Itulah PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (PT. BPD NTT). Bertempat di Paradox Café and Roasting, Jl. W.J. Lalamentik Kupang, Sabtu (25/06/2022), digelarlah Promo Kredit Konsumsi BE CASH yang merupakan hadiah langsung Kredit Multiguna Bank NTT berupa beasiswa dan cashback.

Dalam skim kredit yang diarsiteki Direktur Kredit, Paulus Stefen Messakh dan didukung team di Direktorat Kredit ini, anda bisa mendapatkan cashback angsuran bunga hingga dua bulan berjalan, untuk plafond kredit baru/top up minimal Rp 60 juta dan kelipatannya.

Adapun syarat dari program Promo Beasiswa dan Cashback yang dikhususkan bagi debitur baru dan debitur eksisting/top up Bank NTT yang mengajukan fasilitas kredit konsumsi Bank NTT, diantaranya setiap plafond sama dengan atau lebih besar Rp.60 Juta s.d < Rp.120 Juta dapatkan paket beasiswa langsung Rp.400 ribu. Sementara bagi yang lebih besar Rp.120 Juta s.d <180 Juta paket beasiswa langsung 400 ribu dan cashback satu bulan angsuran bunga, serta lebih besar Rp.180 juta dapatkan Paket beasiswa langsung 400 ribu dan cashback 2 bulan angsuran bunga.

Hadir pada KKB On The Street petang itu, Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, Direktur Kredit, Paulus Stefen Messakh, Dirut Jamkrida, Ibrahim Imang, Direktur Operasional Jamkrida, Octaviana Ferdiana Mae, serta sejumlah Kepala Divisi Bank NTT. Tamu undangan lainnya yang ikut hadir, para pimpinan lembaga asuransi maupun pimpinan tujuh dealer besar di Kota Kupang.

Di malam itu juga, ada Pre-launching produk “Digital Loan” Bank NTT. Kredit Digital (Digital Loan) adalah kredit yang memiliki proses pengajuan pinjaman secara online melalui Fitur Digital Loan dalam Aplikasi Mobile Banking Bank NTT (Be Pung Mobile).

Produk ini hadir untuk mempermudah pemenuhan kebutuhan konsumsi seperti Pendidikan, Kesehatan, Liburan, Renovasi rumah, Pembelian barang elektronik, Pembelian alat rumah tangga, Pembelian gadget/handphone dan tujuan konsumtif lainnya.Tujuannya, sebagai alternatif pemberian kredit bagi debitur existing yang ingin menikmati tambahan plafond tanpa melakukan pelunasan kredit multiguna dan atau kredit multi usaha. Sementara plafond kredit maksimum adalah Rp.50 juta dengan jangka waktu kredit maksimum 5 (lima) tahun. Fasilitas lain yang bisa dinikmati adalah, suku bunga kreditnya yang menarik dan kompetitif.

Bank NTT Terus Berinovasi

Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho dalam sambutannya, Sabtu malam itu menegaskan bahwa Bank NTT terus melakukan inovasi dan perubahan dalam pelayanan. Perkembangan teknologi yang pesat saat ini menuntut agar Bank NTT harus bisa menjawabnya dengan inovasi.

“Kita baru saja melakukan inisiasi pinjaman melalui B Pung Mobile dan dua periode inovasi yang kita lakukan, pada tahun kemarin bertepatan dengan HUT NTT kita launching digital lounge utuk kredit konsumsi. Hari ini kita terus mengupgrade mobile banking kita untuk menjawab kebutuhan nasabah debitur untuk lebih mudah, lebih cepat, lebih aman dan lebih andal, bisa menggunakan aplikasi Be Pinjam pada B Pung Mobile,”tegas Alex menambahkan “Sehingga kapanpun, dimanapun ketika ada kebutuhan mendadak, nasabah tidak harus ke kantor Bank NTT namun cukup dengan aplikasi Be Pinjam pada B Pung Mobile, akan menjawab kebutuhan-kebutuhan.”

Momentum malam itu menurut Dirut Alex, merupakan pembuktian bahwa inilah new wafe, dimana gelombang-gelombang kejutan akan terjadi dimana-mana. Gelombang kejutan ini justru hadir dan menggairahkan semangat semua sektor terutama perbankan untuk terus eksis dengan melakukan kolaborasi-kolaborasi bersama.

“Karena itu kami berterimakasih kepada Jamkrida, Jasa Raharja Putra, Askrida serta asuransi-asuransi penjaminan kredit di Bank NTT yang terus memberikan semangat, spirit, untuk berkolaborasi bersama membangun NTT,”tegas Alex berharap semoga sinergitas dan kolaborasi ini tidak sampai disini melainkan dilanjutkan pada momentum-momentum yang lain, di sektor-sektor yang lain pula. (***)

 Sumber berita + foto : HUMAS BANK NTT

Muhibah Budaya Jalur Rempah dan Wangi Abadi Kayu Cendana

NTT AKTUAL. KUPANG. 40 orang pemuda pemudi Indonesia dari 34 provinsi di Indonesia sebagai Laskar Rempah melakukan berbagai aktivitas budaya di Kota Kupang, Sabtu (25/06/2022). Nusa Tenggara Timur, menjadi menjadi singgahan keenam dari Muhibah Budaya Jalur Rempah yang mengunakan KRI Dewaruci.

Rangkaian kegiatan Muhibah Budaya Jalur Rempah sebelumnya berada di Banda Neira yang ditutup dengan pelepasan KRI Dewaruci oleh Direktur Jenderal Kebudayaan, Kemendikbudristek, Hilmar Farid.

Program Muhibah Budaya Jalur Rempah ingin menumbuhkan kebanggaan masyarakat di berbagai daerah sekaligus memperkuat jejaring interaksi budaya antardaerah sehingga meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengembangkan dan memanfaatkan Warisan Budaya dan Cagar Budaya Nasional, serta menginisiasi berbagai program dan aktifitas terkait rempah-rempah di daerahnya masing-masing sebagai modal untuk meningkatkan kesejahteraan.

“Indonesia adalah pemegang sah jalur rempah. Jejak rempah Indonesia telah menjadi ikon budaya yang mendunia dan menjadi jalur diplomasi internasional bidang kebudayaan.  Muhibah Budaya Jalur Rempah adalah sebagai bagian untuk mengumandangkan kejayaan Nusantara dalam jalur rempah, melahirkan generasi muda yang membawa semangat rempah yang baru, semangat Indonesia yang berdikari, berinovasi, dan terus berikhtiar mewujudkan kemakmuran bagi Indonesia agar dapat mampu mewarnai peradaban dunia,” kata Direktur Perlindungan Kebudayaan, Ditjen Kebudayaan Kemdikbudristek, Irini Dewi Wanti.

“Jalur Rempah dilihat sebagai koridor untuk menghidupkan kembali, bahkan menggiatkan, interaksi antarbudaya, tidak hanya lintasan perdagangan komoditas. Sebagai pengembangan diplomasi budaya Indonesia secara sistematis dan massif dengan keharusan bersinergi lintas kementerian, lembaga, dan daerah,” tambah Direktur Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan, Ditjen Kebudayaan Kemdikbudristek, Judi Wahjudin.

Dari mulai kegiatan menanam cendana, sebagai salah satu penanda dukungan secara nyata pemuda-pemudi generasi masa sekarang dalam usaha membangkitkan kembali tanaman cendana agar kembali mewangi. Berbagai forum bertukar pikiran, dan berbagi pengalaman dalam menghadapi perkembangan dunia global, termasuk isu perubahan alam juga mereka lakukan bersama stakeholder di Kupang. Forum itu penting untuk mendapatkan berbagai insight baru dalam usaha melestarikan budidaya cendana.

Perjalanan Muhibah Budaya Jalur Rempah memfokuskan pada pemahaman dan aksi bersama sebagai usaha budidaya cendana, mulai proses penanaman bibit hingga perawatan yang membutuhkan proses tak mudah. Hal ini harus menjadi komitmen bersama antara pemerintah daerah dan seluruh komponen masyarakat, agar minyak cendana terbaik di dunia ini tidak punah dari bumi NTT ini.

“Tanaman endemik cendana menjadi salah satu tanaman yang memiliki nilai sosial, budaya dan ekonomi. Cendana di NTT saat ini mengalami penurunan populasi akibat berbagai perilaku manusia yang cenderung melihat dari sisi ekonomi semata. Padahal berabad-abad lalu cendana merupakan salah satu bahan pelengkap untuk berbagai ritual adat,” kata Deddy F. Holo, Koordinator Perubahan Iklim dan Bencana, Walhi NTT.

Upaya konservasi cendana di NTT saat ini sedang dilakukan oleh WALHI NTT dengan membangun 2 (dua) pusat pembibitan dan 1 hektar lahan indukan cendana di kabupaten Sumba Timur, sebagai upaya pelestarian dari berbagai ancaman seperti kebakaran hutan, illegal loging, dan rendahnya minat masyarakat untuk menanam cendana.

“Upaya konservasi cendana harus menjadi gerakan bersama dalam memulihkan ekosistemnya yang sudah semakin terancam punah. Dukungan regulasi perlindungan dan pemanfaatan cendana di NTT perlu didorong oleh pemerintah sebagai wujud komitmen dalam pelestarian dan kesejahteraan masyarakat NTT. Lembaga konservasi dunia, Union For Concervation of Natural Resource pada tahun 1977 telah menetapkan cendana di NTT sebagai spesies red list. Artinya tanaman cendana sedang menghadapi risiko kepunahan di alam liar,” tegas Deddy.

Sesepuh Masyarakat Timor, Beny Litelnoni mengungkapkan hal senada dengan keprihatinannya terhadap nasib rempah cendana di pulau  Timor yang semakin terancam. Meski dia melihat ada beberapa kelompok tani yang sudah berinisiatif untuk budidaya kayu cendana, dan mulai berkembang. Hanya saja, perlu ada dukungan anggaran dari  pemerintah.

“Sebelum zaman penjajahan Jepang, Belanda, dan Portugis sudah menemukan cendana di Timor sebagai rempah yang sangat bernilai, dan mahal harganya. Cendana ini akan punah karena  adanya eksploitasi yang besar-besaran tanpa dibarengi budidaya, ” pungkas Wakil Gubernur NTT Periode 2013-2018 ini.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTT, Ondy Christian Siagian melalui  Kepala Bidang PPH, Rudi Lismono mengutarakan, jumlah pohon induk cendana di NTT pada  tahun 1987 sebanyak 182,898 pohon. Pada tahun 1997 mengalami penurunan menjadi 51.397  pohon, dan pada tahun 2013 jumlah pohon induk cendana bersisa 11.550 pohon.

Sedangkan pohon cendana usia muda pada tahun 2016 berjumlah 315.815 pohon, dan  pada tahun 2017 bertambah menjadi 566.710 pohon, sehingga jika dijumlah keseluruhan  maka jumlah populasi cendana di NTT mencapai 1.128.370 pohon.

Sementara pelaksanaan penanaman tanaman cendana dari tahun 2010 sampai 2018 di NTT, jelas dia, terus mengalami peningkatan. Tahun 2010 dilakukan penanaman sebanyak  94.470 pohon yang tersebar di kabupaten Sumba Timur, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah  Utara, Flores Timur, Belu, dan Alor.

Pada tahun 2011 ditanam 140.000 pohon, tahun 2012 ditanam lagi 510.129 pohon cendana. Selanjutnya pada tahun 2013 ditanam 721.467 pohon. 435.913 pohon ditanam lagi pada tahun 2014. Kemudian pada tahun 2015 ditanam 374.166 pohon. Pada 2016 ditanam lagi 315.815  pohon, tahun 2017 ditanam 566.710 pohon, dan terakhir tahun 2018 sebanyak 181.647 pohon cendana yang ditanam, sehingga totalnya yang ditanam di NTT dari tahun 2010 sampai 2018  mencapai 3.344.317 pohon.

“Penanaman cendana di seluruh kabupaten kota se-NTT ini sesuai kebijakan Gubernur  untuk mengembalikan kejayaan NTT sebagai provinsi cendana. Kebijakan tersebut dilakukan  melalui Pola Hutan Tanaman Cendana, Gerakan Cendana Keluarga, dan Gerakan Cendana Pelajar/Mahasiswa,” ungkapnya.

Pulau Timor bagian timur adalah daerah penghasil kayu cendana, salah satu wewangian yang hanya tumbuh di Nusantara. Bersama dengan produk wewangian Nusantara lainnya, seperti kayu gaharu yang tumbuh di Sumatera dan Kalimantan, kapur barus yang semula tumbuh di Sumatera bagian barat, cendana turut meramaikan jalur perdagangan wewangian dunia. Komoditas wewangian menjadi salah satu komoditas penting dalam pasar perdagangan dunia, berdampingan dengan rempah. Sejak ribuan tahun lalu, wewangian adalah elemen penting dalam ritual keagamaan, pengobatan, kecantikan, dan pengawet jenazah raja dan para pembesar.

“Cendana terbaik hanya lahir di daerah kering seperti kepulauan Timor, bagian timur Nusantara. Oleh sebab itu para pedagang Eropa juga turut datang ke wilayah Timor untuk menambang emas hijau beraroma wangi itu,” Kata Ketua Yayasan Penguatan Lingkar Belajar Komunitas Lokal NTT, Torry Kuswardono.

Pulau Timor pada abad ke-16 masehi terkenal sebagai satu-satunya sumber cendana terbaik di dunia. Bahkan berabad-abad sebelum itu, pedagang Cina dari Makau dan Hong Kong telah merambah Timor melalui jalur rahasia. Pilliot Lamster menulis bahwa perdagangan kayu cendana oleh orang Cina sudah dimulai pada awal abad masehi. O.W. Walters juga menyatakan hal yang sama, bahwa Cina telah berdagang dengan Timor sejak awal abad masehi.

“Selain pedagang-pedagang Cina, Timor juga telah disinggahi pedagang India dan menukar cendana, emas hijau dari Timor itu dengan kuda-kuda yang kemudian banyak berkembang biak di pulau Sumba. Dalam setahun, para pedagang India dan China datang ke Timor sebanyak dua kali dengan membawa cendana dari Timor untuk diperdagangkan di Malaka. Oleh penduduk Timor, pedagang Cina disebut dengan Sina Mutin Melaka (orang Cina berkulit putih dari Malaka),” jelas Torry.

Dalam perkembangannya masa jaya cendana, Emas Hijau dari Timor seolah terus memudar dari waktu ke waktu. Sebutan Nusa Cendana bagi tanah Timor semakin lama semakin tak terdengar lagi. Perubahan iklim yang semakin memanas juga menjadi tantangan tersendiri dalam usaha budidaya cendana putih, hingga tidak berjalan mulus. Jutaan bibit cendana yang ditanam di pelosok tanah Timor banyak mengalami kematian pada saat pucuk daun pohon cendana mulai mekar.

Rupanya upaya untuk meremajakan kembali cendana oleh pemerintah daerah sebagai ikon pulau Timor harus kita dukung secara bersama. Muhibah Budaya Jalur Rempah dengan pelayaran menggunakan KRI Dewaruci ini setidaknya menjadi petisi bagi kita semua yang berkepentingan untuk mengembalikan aroma  wangi cendana, bersolidaritas bergerak bersama melestarikan ekosistem cendana, mengembalikan kejayaan NTT sebagai daerah penghasil cendana, sekaligus mendorong pemulihan ekologi dan kesejahteraan masyarakatnya. (**)

Gerakkan Ekonomi Energi Kerakyatan Lewat Co-firing, PLN Gaet Pemprov NTT dan Undana

NTT AKTUAL. LABUAN BAJO. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) tandatangani MOU kerja sama dengan PLN dalam mengembangkan hutan energi dan peternakan terpadu yang dapat menghasilkan biomassa untuk bahan baku co-firing PLTU.

PT PLN (Persero) menggandeng Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) dan Universitas Nusa Cendana (Undana) untuk pengembangan dua sumber biomassa yang akan digunakan dalam mendukung program co-firing di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Kedua sumber biomassa tersebut berasal dari pengembangan hutan energi dan peternakan terpadu.

Kesepakatan kerja sama yang dilaksanakan di Ayana Komodo Resort, Labuan Bajo pada Jumat (24/06/2022) tersebut tertuang dalam nota kesepahaman atau Memorandum Of Understanding (MoU) antara PLN Unit Induk Wilayah NTT dengan Pemprov NTT dan Universitas Nusa Cendana. Kesepakatan ini diteken dalam sela-sela acara perhelatan forum Energy Transition Working Grup (ETWG) 2.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan selain memastikan pasokan biomassa untuk co-firing aman, kerja sama ini juga untuk mendongkrak perekonomian masyarakat. Nantinya Pemprov NTT dan Universitas Nusa Cendana akan memasok kebutuhan biomassa untuk PLTU Bolok.

“Ini energi yang berbasis pada energi kerakyatan. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur yang sudah menyediakan tambahan lahan 3.600 hektare tambahan di kawasan Pulau Timor. Lokasi ini satu ekosistem dengan PLTU Bolok,” ujar Darmawan.

Ia mengatakan nantinya PLN bersama Universitas Nusa Cendana akan menanam tanaman Kaliandra, Kedondong Hutan dan Lamtoro. “Artinya, bagaimana kita melakukan sinergi menambah energi baru terbarukan tetapi di saat yang sama menciptakan lapangan kerja, mempercepat pertumbuhan ekonomi, dan melakukan eradikasi kemiskinan,” tambah Darmawan.

Darmawan menjelaskan saat ini penggunaan co-firing sudah dilakukan PLN di 58 PLTU yang ada di seluruh Indonesia. Langkah ini dilakukan PLN untuk bisa mengurangi ketergantungan bahan baku batu bara dan juga untuk meningkatkan penggunaan energi bersih di PLTU.

“Sinergi ini merupakan upaya bersama untuk menekan emisi karbon guna mendukung tercapainya target carbon neutral pada 2060,” ujar Darmawan.

Lebih lanjut Ia menuturkan bahwa pengembangan hutan energi dan peternakan terpadu sebagai bahan baku biomassa co-firing ini tidak hanya semata-mata untuk kebutuhan PLTU saja. Melalui pengembangan ini, PLN mengajak semua masyarakat terutama di sekitar hutan energi untuk terlibat aktif dalam menjaga lingkungan.

Penggunaan biomassa pada PLTU ini bahkan juga memberikan multiplier effect yaitu membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui budaya tanam pohon sebagai bahan baku biomassa.

“Keterlibatan universitas sebagai agent of change juga merupakan wujud dari tri darma perguruan tinggi di mana, para insan akademis turut langsung dalam pengembangan dan pendampingan masyarakat dalam pengelolaan hutan energi dan peternakan terpadu tersebut,” pungkas Darmawan.

Rektor Universitas Nusa Cendana, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M. Sc menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi atas kesempatan berkolaborasi bersama PLN dan Pemda dalam pengembangan green energy dan pengurangan emisi karbon melalui program co-firing dan hutan bioenergi. Menurut dia, program ini sejalan dengan visi Undana sebagai perguruan tinggi berorientasi global.

“Kerja sama ini sejalan dengan concern Undana terhadap isu-isu global, khususnya terkait keterbatasan sumber daya energi fosil, dan kesehatan serta keselamatan lingkungan,” tuturnya.

Dia menambahkan, implementasi program-program kerja sama ini tidak saja membawa keuntungan dalam hal terbukanya kesempatan untuk riset dan ketersediaan wahana pembelajaran bagi para akademisi dan mahasiswa Undana, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan tanggung jawab bagi seluruh civitas akademika Undana untuk menjadi agent of change ataupun champion dalam program/aktivitas penyelamatan lingkungan dan pemanfaatan sumber daya yang lebih produktif namun ramah lingkungan dan sustainable.

“Manfaatnya tidak saja bagi generasi sekarang tetapi juga bagi generasi-generasi yang akan datang,” terangnya. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Para Delegasi Rakerwil APEKSI Puji Pembangunan SPAM Kali Dendeng

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Proyek infrastruktur Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kali Dendeng mendapat pujian dari para Delegasi Rakerwil IV APEKSI Ke 17. Pujian tersebut disampaikan langsung dihadapan Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH saat melaksanakan penanaman pohon bersama 12 delegasi pemerintah kota anggota Komwil IV APEKSI di lokasi IPA (Instalasi Penyediaan Air) Kali Dendeng Kelurahan Penkase Oeleta Kecamatan Alak, Kamis (23/06/2022).

Wali Kota Kupang dipuji atas keberhasilan pembangunan SPAM Kali Dendeng dengan anggaran sebesar Rp 168.575.301.800 atau 168 miliar yang digelontorkan dari APBN melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI. Proyek pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) Kapasitas 150 liter per detik Kota Kupang tersebut dikerjakan oleh perusahaan pemenang tender, PT Nindya Karya (Persero) Wilayah 7 kini telah selesai dibangun dan rencananya akan diresmikan Presiden RI Joko Widodo Juli mendatang.

Seluruh delegasi terlihat antusias meninjau lokasi proyek SPAM Kali Dendeng, terutama ketika Wali Kota Jeriko menjelaskan proses awal hingga pengajuan proposal agar dibangun SPAM untuk memenuhi kebutuhan air warga Kota Kupang ke pemerintah pusat. Wali Kota menjelaskan kepada para Wali Kota, Wakil Wali Kota dan delegasi lainnya yang mewakili para kepala daerah anggota Komwil IV bahwa Kota Kupang sudah lama mengalami kesulitan air, “sejak dilantik untuk memimpin kota ini, air bersih sudah menjadi perhatian kami. Sebagian warga kota masih sangat tergantung pada PDAM Kabupaten, sisanya bahkan membeli air dari mobil-mobil tangki untuk memenuhi kebutuhan air bersih,” jelas Wali Kota. Namun, menurut Wali Kota Jeriko, jika ingin membangun sendiri, tentu APBD Kota tidak mampu untuk membiayai.

Saat tiba di lokasi pembangunan reservoir instalasi pengolahan air (IPA) Kali Dendeng, Wali Kota Kupang yang akrab disapa Jeriko itu dengan bangga menjelaskan kepada para delegasi rakerwil yang hadir bahwa IPA yang dibangun di lokasi tersebut akan menghasilkan 150 liter per detik debit air untuk menyuplai air bagi 12 ribu sambungan rumah (SR). Sistem pengolahannya dikendalikan oleh teknologi terintegrasi dan termutakhir yang disebut SCADA atau Supervisory Control and Data Acquisition untuk mengontrol proses pengolahan air, distribusi hingga memantau kebocoran.

Di hadapan para delegasi yang hadir saat itu, Wali Kota Kupang mengakui proyek tersebut dapat terwujud berkat dukungan dari APEKSI khususnya Komwil IV, “kami mengucapkan terima kasih atas bantuan dan motivasi serta dukungan APEKSI khususnya Komwil IV. Kami mendapatkan banyak motivasi dan masukan lewat diskusi-diskusi bahkan APEKSI lah yang menjembatani komunikasi pemkot dengan Presiden RI Joko Widodo terkait pembangunan infrastruktur baik yang sudah terwujud seperti SPAM Kali Dendeng dan yang akan datang,” sebut Jeriko yang disambut dengan tepuk tangan dari para delegasi

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Batu, Dewanty Rumpoko yang ikut dalam kegiatan tanam pohon berkomentar memuji keberhasilan pembangunan SPAM Kali Dendeng tersebut, menurutnya bukan suatu hal yang mudah dapat mewujudkan infrastruktur sebesar SPAM Kali Dendeng dengan kemampuan keuangan daerah Kota Kupang yang terbatas, “saya dan teman-teman di Komwil IV sepakat bahwa ini semua juga berkat ketulusan serta tekad kuat Bapak Wali Kota Kupang yang mampu melihat peluang dan mencari solusi sehingga mendapat bantuan pemerintah pusat,” puji Hj. Dewanti yang disambut tepuk tangan semua yang hadir.

Kegiatan tanam pohon merupakan salah satu dari seluruh rangkaian kegiatan RAKERKOMWIL IV APEKSI ke 17 tahun 2022 yang berlangsung selama 3 hari sejak tanggal 21 sampai 23 Juli 2022 di Kota Kupang. Selain rapat kerja dan penanaman pohon, para delegasi juga mengikuti berbagai event seperti ladies program, Koepan Expo dan pawai budaya selama RAKERKOMWIL berlangsung.

Diakhir kegiatan tanam pohon, Wali Kota Kupang, Direktur APEKSI Pusat dan para delegasi didaulat menulis testimoni yang berisi pesan, kesan dan harapan bagi Kota Kupang pada tempat yang disediakan. Wali Kota Kupang, Jefry Riwu Kore dalam kesempatan tersebut menulis : “semoga pohon yang ditanam bisa tumbuh dengan baik untuk kebutuhan air anak-anak kita air kemudian hari”. Sementara, Wali Kota Batu, Dra. Hj. Dewanti Rumpoko, M.Si menulis : “pohon kesemek dari Kota Batu untuk Kota Kupang, semoga membawa berkat”. Direktur APEKSI Pusat, Alwis Rustam sendiri menulis testimoni berbunyi : “tanam buah alpukat, kupang hebat” dan Wakil Wali Kota Pasuruan menulis : “Jagalah pohon kepel ini, jaga keseimbangan alam, maka alam akan menjaga kita”.

10 pejabat yang mewakili pemkotnya masing-masing juga berkesempatan menuliskan testimoninya, salah satunya Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana, S.Sos, M.Si yang menulis : “semoga pohon nagasari dari Kota Denpasar akan menjadi simbol persahabatan antara Kota Denpasar dengan Kota Kupang, selalu kita ingat bersama. Sehat dan lestari selalu Kota Kupang”.

Turut hadir dalam acara tanam pohon, jajaran pemkot Kupang, antara lain Sekretaris Daerah, Fahrensy P. Funay, SE, M.Si, para Asisten Sekda, para kepala dinas, Kabag Prokompim Setda Kota Kupang, Kabag Pemerintahan Setda Kota Kupang, Camat Alak dan para lurah se-Kecamatan Alak.

Hadir juga, Kepala Satuan Kerja Pelaksana Prasarana Permukiman (Satker PPP) Wilayah I NTT, Roy Marthen, ST, Pejabat Pembuat Komitmen Air Minum Satker PPP Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) NTT, Yashinta Mbake, ST, MT, Site Engineering Manager PT Nindya Karya (Persero), Pulo Indiarto.

PT Nindya Karya (persero) turut berpartisipasi aktif mendukung kegiatan penanaman pohon tersebut, yang ditandai dengan penyerahan secara simbolis kepada Wali Kota Kupang anakan pohon oleh Staf Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan, Sofi Jihan Nabilah yang mewakili Project Manager SPAM Kali Dendeng, Seno Susanto. (*PKP_jms/nt)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

KKB On The Street Bank NTT Sukses Besar, Warga Ramai-Ramai Bawa Pulang Kendaraan Kesukaan

NTT AKTUAL. KUPANG. KKB On The Street yang digelar Bank NTT, pada Sabtu (25/06/2022) pukul 16.30 Wita di Paradox Coffee & Roastery Jl. W.J Lalamentik, sukses besar. Seperti sudah diprediksi sebelumnya, mini expo yang didesain dalam acara ngopi bersama, menikmati live music sambil membeli kendaraan kesukaan ini dihadiri ratusan warga.

Mereka  sejak sore sudah tumpah ruah ke tempat ngopi paling favorit di Kota Kupang ini.

Rupanya masyarakat punya keinginan yang kuat untuk memiliki kendaraan dalam event ini, sehingga ketika kegiatan sementara berlangsung, warga dengan penuh antusias, mengeksekusi kendaraan kesukaanya.

Empat kendaraan diboyong warga. Diantaranya Dewi, seorang pegawai Biro Umum Setda Provinsi NTT. Dia  membawa pulang satu unit Yamaha N-Max putih. Dalam testimoninya, Dewi menyatakan kesukaannya pada sepeda motor idamannya.

“Saya suka sekali dan sepeda motor ini. Kedepan akan saya pakai untuk antar anak ke sekolah serta jalan-jalan ke Fatumnasi,” ujarnya disambut tawa riuh pengunjung.

Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho (kanan), usai menyerahkan jaketnya kepada Dewi, pembeli pertama pada KKB On The Street, Sabtu (25/06/2022). Dewi membawa pulang satu unit Yamaha N-Max. Dokumentasi : HUMAS BANK NTT

Dirut Bank NTT Harry Alex Riwu Kaho spontan maju ke depan dan memakaikan jaket tenunan yang dipakainya. “Jaket ini adalah buatan siswa SMK SoE, saya serahkan ke Ibu Dewi agar dipake saat bawa motor,”ujar Alex.

Selang beberapa saat kemudian, seorang sopir mobil rent car dan layanan taxi online, Lasarus Ruge pun tak mau kalah. Pria paruh baya yang sering disapa Ama Lape, warga Jl. HOS Cokro Aminoto Kelurahan Kelapa Lima ini langsung menyatakan kesiapannya untuk mengambil kredit kendaraan bermotor pada program KKB ini. KKB atau Kredit Kendaraan Bermotor ini sudah diketahuinya sejak sebulan terakhir. Saat itu beberapa temannya menginformasikan bahwa ada program pembelian kendaraan tanpa uang muka.

“Sudah lama saya dengar dan saya suka karena tidak ada uang muka atau DP, serta bunga kreditnya 0,4 persen. Ini luar biasa, dan karena pertimbangan itulah, saya ambil mobil baru,”tegas Ama Lape yang malam Minggu itu, membawa pulang satu unit mobil Xenia Type X 1,3 manual. Menurutnya, dia membeli lagi satu unit mobil baru agar menunjangnya berusaha.

“Bunga kreditnya murah, saya ambil tujuh tahun dengan angsuran bulanan Rp 4 juta. Ini sangat baik bagi saya karena dengan nilai kredit yang ringan seperti ini, saya sanggup membayarnya dari penghasilan sebagai sopir mobil sewaan,”tambahnya lagi. Dia pun mempunyai pertimbangan, tahun-tahun kedepan nilai kredit yang diambilnya sekarang sudah kecil, sehingga dia memutuskan untuk mengambil kredit.

Live music pun berlangsung, dan tembang demi tembang dinyanyikan oleh band lokal. Hingar bingar musik berbagai genre didengungkan, pengunjung kian ramai, bahkan meluber hingga ke badan jalan. Ada yang asyik melihat-lihat parade mobil baru dari tujuh dealer besar di Kota Kupang, ada yang asyik ngopi.

Duduk di deretan paling depan, Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, Direktur Kredit, Paulus Stefen Messakh, Dirut PT. Jamkrida, Ibrahim Imang dan di meja yang sama, ikut hadir Direktur Operasional PT. Jamkrida, Octafiana Ferdiana Mae dan pejabat lainnya. Tak hanya itu, hadir puluhan mitra Bank NTT dari lembaga asuransi. BUMD maupun BUMD dan mitra terkait.

Tak lama, Dewi Leba selaku host yang membuat suasana malam itu hidup, mengumumkan sebuah kabar gembira lagi. Satu unit Mitsubishi Expander diboyong oleh seorang undangan yang duduk di meja paling depan. Dia adalah Direktur Operasional PT. Jamkrida, Ny Octaviana Mae. Semua pun bersorak, pihak dealer memproses administrasinya, sedangkan penyerahan kunci oleh manajemen Bank NTT.

Ternyata hingga penghujung acara, masih ada satu kendaraan lagi yang dibeli. Pembeli itu adalah oleh seorang pegawai pada RSU Prof. W.Z Johannes Kupang, yakni ibu Afriane Pau.

KKB, Jawaban Super Smart Bank

Pada kesempatan ini pun, diagendakan penandatangan PKS antara Bank NTT dan Jamkrida NTT tentang penjaminan kredit digital (digital loan) dan kredit kendaraan bermotor  oleh Direktur Kredit Bank NTT, Paulus Stefen Messakh dan ibu Octaviana Ferdiana Mae dengan disaksikan Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho dan Dirut Jamkrida, Ibrahim Imang.

Dirut Alex, demikian sapaan Harry Alexander Riwu Kaho dalam sambutannya menegaskan bahwa di era yang penuh dengan ketidakpastian ini, dimana perkembangan yang begitu cepat, juga tantangan pandemi COVID yang belum pulih, bukan menjadi kendala sehingga Bank NTT terus menjelajah mencari terobosan terbaik untuk melayani nasabah.

Dan menurutnya, momentum HUT 60 tahun Bank NTT, 17 Juli nanti juga memberikan spirit yang kuat bagi segenap insan Bank NTT untuk terus belajar melakukan perbaikan-perbaikan termasuk memenuhi harapan layanan kebutuhan bagi pengguna jasa Bank NTT.

“Ketika tahun  2019 ketika tagline Super Smart Bank diusung, maka hari ini dengan inovasi terhadap layanan mobile banking, ini merupakan salah satu jawaban terhadap tagline tersebut. Kita akan terus melakukan inovasi karena dari situ tentu tidak akan mampu memenuhi harapan banyak pihak. Ketidakpuasan terhadap inovasi pun harus dijawab dengan kreativitas dan inovasi dan ini tantangan bagi kita,”tegas Alex.

Untuk diketahui bahwa KKB On The Street ini dihelat dalam rangka menyongsong HUT Bank NTT ke – 60 tahun 17 Juli mendatang. Ngopi Santai & Live Music Sambil Beli Mobil/Motor, itulah konsep acara yang dihadiri oleh sejumlah undangan tersebut.

Kelebihan jenis kredit ini yakni Bank NTT memfasilitasi masyarakat atau nasabah yang ingin memiliki kendaraan baru (0 Km) atau kendaraan bekas dan refinancing, tanpa harus pusing-pusing memikirkan uang muka (DP/Down Payment). Yang luar biasa lagi, adalah promo suku bunganya mulai 0,4% (flat/bulan dipungut secara efektif). Skim kredit ini  merupakan kredit kendaraan yang diberikan kepada masyarakat berpenghasilan tetap serta tidak tetap di wilayah kerja Bank NTT (tidak termasuk alat berat). (***)

 Sumber berita + foto : HUMAS BANK NTT

Bawakan Tarian Rokatenda, Pelajar SMA Tunas Harapan Tampil Memukau di UPTD Museum NTT

NTT AKTUAL. KUPANG. Pelajar yang dalam hal ini Siswi-siswi SMA Tunas Harapan Kota Kupang tampil memukau dan sangat menghibur para dewan juri serta penonton dalam lomba tarian tradisional Rokatenda antar SMA yang berlangsung di halaman depan UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Sabtu (25/06/2022) malam.

Para pelajar SMA Tunas Harapan Kota Kupang saat membawakan tarian tradisional Rokatenda dalam perlombaan tari antar SMA yang diselenggarakan UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Sabtu (25/06/2022) malam. Dokumentasi : Nataniel Pekaata/NTT AKTUAL

Dalam mengikuti lomba menari Rokatenda yang diselenggarakan oleh UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT ini, Kepala Sekolah beserta para guru dan tenaga pengajar SMA Tunas Harapan Kota Kupang aktif pula mendampingi para pelajar yakni dengan memberikan support dan motivasi langsung dari samping panggung.

Saat ditemui Media ini di lokasi lomba, Kepala Sekolah SMA Tunas Harapan Kota Kupang Yonisius Nenabu, S.Pd, atau yang akrab disapa Jhon Nenabu mengatakan pada dasarnya soal juara atau tidaknya dirinya tidak terlalu mementingkan itu karena baginya yang terpenting adalah para pelajar SMA Tunas Harapan Kota Kupang mempunyai rasa kecintaan yang tinggi terhadap kebudayaan NTT itu sendiri.

Kepala Sekolah SMA Tunas Harapan Kota Kupang Yonisius Nenabu, S.Pd, bersama para guru dan pelajar SMA Tunas Harapan Kota Kupang saat foto bersama dengan Kepala UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Aplinuksi M.A. Asamani, S.Sos,M.Si serta dewan Juri lomba tari Rokatenda, Sabtu (25/06/2022) malam. Dokumentasi : Nataniel Pekaata/NTT AKTUAL

“Memang untuk saat ini belum ada hasil SMA mana yang menjuarai lomba menari Rokatenda ini, tetapi menurut saya juara atau tidak itu urusan kemudian dan kami ingin menunjukkan kita di NTT ini ada budaya NTT nya, dan ini bentuk dukungan kami kepada pak Gubernur NTT yang juga saat ini fokus pula mengembangkan pariwisata dan budaya NTT,” ungkap Jhon.

Dirinya menambahkan pelajar SMA Tunas Harapan Kota Kupang yang mengikuti lomba tari Rokatenda di UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT ini berjumlah sebanyak sepuluh orang, yakni Siswa dua orang dan siswi delapan orang.

“Dalam mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba tarian tradisional Rokatenda ini para Pelajar SMA Tunas Harapan Kupang aktif dibimbing oleh instruktur yang dalam hal ini guru-guru yang ada di SMA Tunas Harapan dan para pelajar selalu antusias mengikuti setiap sesi latihan dan mereka bisa tampil malam ini,” ujar Jhon.

Diakhir wawancara dirinya berharap pemerintah bisa membantu pihak sekolah dalam membuka laboratorium budaya.

“Harapan kami pemerintah bisa membantu kami untuk membuka suatu laboratorium khususnya laboratorium budaya, sehingga budaya itu bisa lebih diaplikasikan dengan baik oleh para pelajar dalam aktivitas belajar sehari-hari. Kita harapkan juga bisa bisa mendapatkan peralatan-peralatan kebudayaan seperti gong, sasando serta busana adat bagi para pelajar agar disaat para pelajar ingin menggunakannya kami tidak lagi harus meminjamnya,” tutup Jhon.

Untuk diketahui para pelajar SMA Tunas Harapan mengisi lomba Rokatenda yang merupakan serangkaian kegiatan dari Pameran Temporer Tradisi Pekinangan di NTT dengan Judulnya yaitu “Kristal Cinta di Limbah Merah” yang diselenggarakan oleh UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT. (NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Panitia PESPARANI NTT Gelar Malam Kolaborasi dan Launching Rekening “Satu Dalam Kasih” dari Bank NTT

NTT AKTUAL. KUPANG. Petang hari ini Minggu, (26/06/2022) pukul 17.00, Panitia Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Provinsi NTT menggelar “Malam Kolaborasi” di Hotel Naka, Kupang.

Kegiatan yang mengambil thema “Satu Dalam Kasih” itu rencananya menampilkan sejumlah komunitas dan penyanyi beken Kupang antara lain persembahan Vokal Solo oleh Andini, San Jose Choir juga dari OMK Assumpata Choir serta beberapa mata hiburan lainnya.

Dalam kegiatan akbar ini, Panitia Pesparani Tingkat Provinsi NTT juga akan meluncurkan Rekening Satu Dalam Kasih dari Bank NTT sebagai upaya penggalangan dana secara sukarela guna menyukseskan kegiatan Pesparani Tingkat Provinsi NTT 4-7 September 2022 dan juga Pesparani Nasional di Kupang Oktober mendatang.

Ketua Panitia Pesparani 2022 Tingkat Provinsi NTT Drs. Sinun Petrus Manuk mengatakan Malam Kolaborasi itu merupakan salah satu kiat panitia untuk mengajak banyak orang terlibat dan secara bergotong royong dalam kasih untuk menyukseskan Pesparani Tingkat Provinsi NTT dan juga Pesparan Nasional tahun 2022 di Kupang.

“Ini cara kita untuk memperkuat solidaritas umat katolik dan juga umat beragama lain di Kota Kupang untuk sama-sama menyukseskan event akbar Pesparani NTT dan Pesparani Nasional di Kupang, Nusa Tenggara Timur bulan Oktober mendatang,” ujarnya.

Acara ini akan dihadiri sejumlah tokoh, donatur, mitra dan para pegiat gerejani yang diperkirakan mencapai lebih dari 100 orang.

Vikjen Keuskupan Agung Kupang Romo Geradus Duka,Pr bersama Ketua LP3KD NTT Fransiskus Salem dan Ketua Umum Panitia Pesparani NTT Jamaludin Ahmad dipastikan hadir dan menyaksikan langsung acara ini

Salah satu tokoh katolik nasional yang juga Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Johny G.Plate dijadwalkan menyapa tamu undangan, para donatur dan Panitia Pesparani NTT 2022 secara virtual dari Jakarta.

Ia menyebut event Malam Kolaborasi itu akan ditayangkan juga dalam Live Streaming “Malam Kolaborasi Pesparani NTT tahun 2022.

Petrus mengajak seluruh Panitia Pesparani NTT yang juga nantinya menjadi Panitia Lokal Pesparani Nasional tahun 2022 di Kupang untuk berkenan hadir dan sedapat mungkin mengajak beberapa mitra produktif untuk bisa menyaksikan langsung konser mini “Satu Dalam Kasih” petang ini. (*/Rilis/ Tim Media)

Gubernur VBL Ajak IBI NTT Turunkan Angka Stunting serta Kematian Ibu dan Anak

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menerima pengurus Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Nusa Tenggara Timur di Ruang Kerja Gubernur, Kamis (23/06/2022). Didampingi Staf Khusus Gubernur Bidang Kesehatan, Stef Bria Seran, Staf Khusus Gubernur Bidang Komunikasi Publik, Pius Rengka dan Kepala Dinas Kesehatan, Kependudukan dan Catatan Sipil NTT, Ruth Laiskodat, Gubernur mengajak para Bidan yang ada di Ikatan Bidan Indonesia (IBI) NTT untuk menurunkan angka stunting dan angka kematian ibu serta anak jadi nol persen.

“Saya titip stunting yah. Juga kematian ibu dan anak. Tiga ini harus jadi prioritas (organisasi IBI,red). Sekarang posisi prevalensi stunting kita sudah turun 22 persen. Kita harapkan harus turun ke nol persen. Kita harus berani bilang begitu karena itu (kerja,red) kemanusiaan,” kata Gubernur VBL.

Menurut Gubernur Viktor, kita tidak boleh merencanakan kematian ibu dan anak turun berapa persen. Itu sama artinya kita merencanakan kematian manusia. Walaupun hal itu dipakai dan diakui oleh dunia internasional, namun jika direfleksikan secara mendalam, model perencanaan tersebut bertentangan dengan hak asasi manusia.

“Teman-teman di organisasi kebidanan juga harus mulai paham cara berpikir seperti ini. Ini perspektif. Tidak boleh dalam dunia kesehatan, ada toleransi sekian persen kematian ibu dan anak. Dunia kesehatan itu harus zero (nol persen, red). Tapi kalau dalam perjalanannya ada yang meninggal, itu di luar perencanaan kita. Niat kita maunya nol dan kerja sungguh-sungguh untuk nol,” kata Gubernur VBL.

Lebih lanjut Gubernur menjelaskan untuk mencapai target tersebut, harus ada perubahan pola pikir atau mindset terutama dari organisasi-organisasi profesi kesehatan. Dengan kondisi yang masih miskin dan tertinggal, kita harus menetapkan target yang tinggi.

“Kita harus bikin (buat,red) target yang sangat tinggi, yang mungkin tidak sampai. Dengan itu, kita memaksakan diri dalam segala hal termasuk tenaga untuk berusaha capai itu. Kalau kita sudah sampai tiga perempat, itu sudah sesuatu yang luar biasa. Daripada kita buat target setengah saja, buat apa toh sampai juga nantinya. Tapi saya bikin yang tidak saya sampai, sehingga saya paksa diri. Jadi teorinya harus dirubah dari push to the limit (dorong hingga batas,red) jadi push over the limit (dorong melewati batas,red). Ini perspektif baru yang kita harus lakukan untuk bawa NTT maju,” kata Gubernur VBL.

Gubernur meminta untuk menghilangkan cara kerja yang biasa atau business as usual. Organisasi IBI juga diharapkan keluar dari kegiatan-kegiatan yang sudah baku dan menyesuaikan diri dengan perubahan.

“Dunia sekarang sudah berubah, tidak lagi satu orang dengan satu profesi. Jadi nanti organisasi kebidanan, tolong sampaikan kepada para anggota terutama yang masih junior bahwa tidak cukup lagi dengan satu keahlian, tapi harus lebih. Para Bidan juga harus punya lebih dari satu keahlian.Manusia sekarang menuju manusia dengan kemampuan jamak. Satu saja tidak cukup, tapi dua atau tiga. Rata-rata perempuan mampu untuk ini dibandingkan laki-laki,” pungkas Gubernur VBL.

Sementara itu, Ketua IBI NTT, Damita Palalangan menyampaikan apresiasi untuk arahan dari Gubernur. Organisasi IBI NTT tentu akan berupaya terlibat secara aktif dalam penanggulangan stunting serta kematian ibu dan anak. Damita menyampaikan jumlah bidan di seluruh NTT sekitar 7.000 orang.

“ Besok kami akan merayakan HUT ke-71 IBI. Berbagai rangkaian kegiatan untuk perayaan HUT ini telah kami lakukan sejak bulan Maret lalu. Kami juga akan melaksanakan Rapat Kerja di Labuan Bajo pada 14-16 Juli nanti. Kami berharap bapak dapat menjadi salah satu pembicara dalam kesempatan tersebut untuk menyemangati para bidan dalam bekerja,” pungkas Damita.

Untuk diketahui tampak hadir pada kesempatan ini jajaran pengurus IBI NTT dan IBI Kota Kupang. (*/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Biro APim Gelar Bakohumas Dengan Tema : “Sensus Penduduk 2020 Lanjutan, Implikasi Strategis Dalam Mewujudkan NTT Bangkit NTT Sejahtera”

NTT AKTUAL. KUPANG. Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT menyelenggarakan kegiatan Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas) pada Kamis (23/06/2022) bertempat di Hotel Ima Kota Kupang. Kegiatan tersebut digelar dengan tema “Sensus Penduduk 2020 Lanjutan, Implikasi Strategis Dalam Mewujudkan NTT Bangkit NTT Sejahtera”.

Untuk diketahui, kegiatan ini bertujuan untuk Memberikan pemahaman dan menyebarluaskan informasi terkait Pelaksanaan Sensus Penduduk 2020 Lanjutan, Dampaknya terhadap Upaya Mewujudkan Visi NTT Bangkit menuju Masyarakat Sejahtera dalam Bingkai NKRI.

Kegiatan ini juga menghadirkan dua pemateri diantaranya, Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi NTT Matamira B. Kale, S.Si, M.Si yang membawakan materi “SP2020 Lanjutan, Apa dan Bagaimana?” dan Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Provinsi NTT Maxianses H. Manafe, S. Sos, M. Si, dengan materi “Dampak Strategis SP2020 Lanjutan, dalam Mewujudkan NTT Bangkit NTT Sejahtera”. Kegiatan ini juga dimoderatori oleh Kepala Bagian Materi dan Komunikasi Pimpinan Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT Dr. Dra. Diani T. A. Ledo, SE, M. Si.

Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT, Prisila Q. Parera, SE yang mewakili Gubernur NTT dalam sambutannya menjelaskan, SP2020 Lanjutan mempunyai misi besar dari hasil pelaksanaannya.

“Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menyambut baik pelaksanaan SP2020 Lanjutan ini. Kita juga berharap para Pempimpin Daerah dari seluruh Kabupaten/Kota se-Nusa Tenggara Timur untuk bisa mendesiminasi informasi tentang SP2020 Lanjutan yang dilaksanakan ini,” jelas Prisila.

“Semua yang dilakukan ini sangat penting dalam mendesain perencanaan pembangunan kedepan. Dengan adanya SP2020 Lanjutan, geliat pembangunan di seluruh pelosok Indonesia dampaknya benar-benar sampai ke masyarakat, dan dirasakan oleh masyarakat di seluruh Indonesia, termasuk di Nusa Tenggara Timur,” tambah Prisila.

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi NTT Matamira B. Kale, S.Si, M.Si dalam paparan materinya menjelaskan, pentingnya SP2020 Lanjutan yaitu menyediakan parameter demografi serta karakteristik penduduk lainnya untuk menghasilkan indikator SDGs dan RPJMN di bidang kependudukan.

Ia menjelaskan, tujuan pendataan SP2020 Lanjutan yaitu diantaranya untuk 1) memperkirakan jumlah, distribusi dan komposisi penduduk; 2) memperoleh data untuk penghitungan parameter (kelahiran, kematian dan migrasi); 3) Sumber data dari indikator Angka Kematian Ibu, 4) memperbarui data yang akan digunakan dalam proyeksi penduduk; 5) menyediakan data karakteristik penduduk dan perumahan; dan 6) sumber data indikator kependudukan untuk SDGs yang tidak dapat diperoleh dari sumber lain.

“Data yang dihasilkan yaitu Karakteristik Penduduk, Migrasi, Disabilitas, Ketenagakerjaan, Fertilitas, Mortalitas, dan Perumahan. Hasil tersebut merupakan sumber data indikator kependudukan,” tambah Matamira.

Sementara itu, Sekretaris Bappelitbangda Provinsi NTT Maxianses H. Manafe, S. Sos, M. Si, menjelaskan SP2020 Lanjutan dalam kaitannya dengan NTT Bangkit Menuju Sejahtera dalam bingkai NKRI adalah dengan terpenuhinya Pangan, Sandang, Perumahan, Kesehatan, Pekerjaan, dan Pendidikan dalam hal ini salah satu langkah untuk menanggulangi masalah kemiskinan.

“Untuk itu maka strategi yang hasrus dilaksanakan adalah pertama) memastikan kabupaten/kota melakukan updating data kependudukan dan data penduduk miskin; kedua) menghidupkan perasn sekretariat penanggulangan kemiskinan di semua level pemerintaha; ketiga) Pelayanan “one stop service” untuk pelayanan bagi penduduk miskin secara transparan dengan memanfaatkan posyandu; keempat) memanfaatkan tersedianya anggaran penanggulangan kemiskinan yang komprehensif sesuai perencanaan yang disusun; dan kelima) kerjasama lintas sektor dan lintas wilayah, termasuk kerja sama dan kolaborasi pendanaan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Koalisi Kependudukan Indonesia Provinsi NTT, Ketua IDAI NTT, Forkopimda Provinsi NTT, pimpinan lembaga Agama Provinsi NTT dan Para Pimpinan perangkat daerah Lingkup Pemprov NTT. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Raker Komwil IV APEKSI Ke 17 Rekomendasikan Kebijakan Bagi Tenaga Kontrak

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Rapat Kerja Komisariat Wilayah (RAKERKOMWIL) IV Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) ke 17 tahun 2022, yang berlangsung di Kota Kupang melahirkan sejumlah rekomendasi. Salah satunya adalah rekomendasi tentang perlu adanya pemikiran kebijakan untuk tenaga non Aparatur Sipil Negara (tenaga kontrak dan tenaga harian lepas) dalam pengalihan status agar tetap memberikan kontribusi pada perangkat daerah di Pemerintah Kota.

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH, selaku Ketua Komisariat Wilayah IV APEKSI saat menutup kegiatan Rakerwil di Hotel Aston Kupang, Kamis (23/06/2022) menyampaikan beberapa poin yang menjadi rekomendasi dalam forum Rakerkomwil yang disepakati bersama, untuk diusulkan pada rapat kerja nasional APEKSI bulan Agustus 2022 akan datang.

Selain tentang tenaga non ASN, hal lain yang direkomendasikan rakerwil kali ini antara lain pola pengukuran kinerja dan implementasi penyetaraan jabatan, alokasi dana kelurahan serta penambahan dana alokasi umum (DAU) bagi penggajian Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK di daerah, penambahan sertifikat serta daftar produk dalam negeri pada e-katalog pengadaan barang dan jasa untuk peningkatan penggunaan produksi dalam negeri (P3DN), optimalisasi penerapan SIPD, penentuan proporsi pokir DPRD oleh pemerintah pusat, peninjauan kembali gaji dan pensiun kepala daerah, peninjauan hukuman bagi penyedia jasa yang cidera janji agar dijatuhi hukuman black list dan tidak dibayarkan atas pekerjaan, serta perlu adanya rekomendasi untuk memberikan ijin usaha skala kecil yang terdaftar melalui online single submission (OSS).

Menurutnya keputusan Rakerwil ini sebagai input Komisariat Wilayah IV dalam forum RAKERNAS APEKSI di Kota Padang, bulan Agustus 2022 mendatang. “Kita harapkan bersama rekomendasi-rekomendasi tersebut dapat diterima dan diadvokasi oleh APEKSI pusat demi penguatan kebijakan pemerintah bagi terwujudnya efektivitas dan efisiensi pemerintahan yang baik, khususnya di daerah,” pungkasnya.

Sebelumnya dalam pleno yang dipimpin oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Kota Mojokerto, Abdul Rachman Tuwo, S.Sos,M.Si, disepakati Rapat Kerja Komisariat Wilayah IV Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia ke 18 tahun 2023 mendatang, akan dilaksanakan di Kota Pasuruan, Jawa Timur.

Hadir dalam acara penutupan Rakerwil tersebut, perwakilan dari 13 kota anggota komisariat wilayah IV Apeksi, perwakilan Forkopimda Kota Kupang, Kepala BPS Kota Kupang, Sekretaris Daerah Kota Kupang, para Staf Ahli Wali Kota Kupang, para Asisten Sekda Kota Kupang, pimpinan perangkat daerah Lingkup Kota Kupang beserta para camat dan lurah se-Kota Kupang. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang 

Portal Berita Online