Terus Tumbuh Positif, Awal 2023 Bank NTT Berhasil Bukukan Laba Rp. 40 M

NTT AKTUAL. ATAMBUA. Kinerja keuangan Bank NTT, terus mengalami pertumbuhan ke arah positif, dari tahun ke tahun. Hal ini dibuktikan dengan besaran laba yang berhasil dibukukan di awal tahun ini. Memasuki hari ke-29, atau hingga tanggal 29 Januari 2023, laba yang berhasil dicapai Bank NTT adalah sebesar Rp. 40 M.

Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, dalam laporannya saat peresmian Be Ju BISA agen Laku Pandai Bank NTT yakni kios ELKANA, Atambua, Senin (30/1/2023) pagi, menyampaikan hal itu.

“Di tahun 2023 kita terus mengalami pertumbuhan positif dan laba yang kita capai pada kemarin (29 Januari), sudah mencapai hampir Rp 40 M mudah-mudahan laba akhir bulan mencapai 40-an sehingga akumulasi sampai dengan Desember 2023, pertumbuhan laba kita akan diatas pertumbuhan laba tahun 2022,”demikian Dirut Alex saat itu.

Tidak hanya itu, ditambahkannya juga bahwa  “Untuk pertumbuhan kinerja keuangan Bank NTT untuk tahun 2022, dibawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan juga ruang koordinasi yang diberikan oleh Bank Indonesia (BI), dan semua pemilik bank ini serta seluruh masyarakat, kita bertumbuh positif. Dan laba kita sebelum audit, mencapai Rp 327 M,”tegasnya disambut tepuk tangan ratusan tamu undangan.

Hadir saat itu Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTT, Stefanus Donny Heatubun, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT,  Japarmen Manalu, Bupati Belu, dr Taolin Agustinus, serta sejumlah undangan.

Masih dalam sambutannya, Dirut Alex-demikian disapa, sangat mengharapkan agar dengan pertumbuhan laba ini terus meningkatkan komitmen pengurus membesarkan Bank NTT. Termasuk di dalamnya, dia menyentil pemenuhan modal inti minimum sesuai peraturan OJK tentang konsolidasi bank umum. Dimana, bank-bank seperti Bank Pembangunan Daerah, termasuk di dalamnya Bank NTT, harus memiliki modal inti minimum sebesar Rp. 3 Triliun pada akhir Desember 2024 mendatang. Dan terkait isu ini, sudah banyak langkah yang diambil oleh Bank NTT, termasuk pada 20 Desember 2022 kemarin saat momentum HUT NTT, menandatangani MoU dengan Bank DKI, dalam pelaksanaan konsep Kelompok Usaha Bersama (KUB). Jika tak ada aral merintangi, maka tidak lama lagi akan direalisasikan dengan PKS antara kedua belah pihak.

Masih menurut Dirut Alex di Atambua, dengan meningkatnya laba, tentu akan berdampak pada kontribusi Bank NTT pada Pendapatan Asli Daerah (PAD). Karena berdasarkan catatan dari Kantor Pajak, Bank NTT merupakan perusahaan pembayar pajak terbesar di Provinsi NTT.

Tak hanya itu, masih dalam laporannya, disebutkan bahwa mengenai deviden yang akan disetor kepada para pemegang saham, hingga tahun 2024 mendatang, apakah alokasinya sesuai dengan komitmen yang dibangun, untuk dibayarkan sebesar 100 persen atau tidak, tergantung keputusan para pemegang saham.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT, Japarmen Manalu saat itu dalam sambutannya menegaskan bahwa OJK sangat menaruh apresiasi atas karya-karya inovasi luar biasa yang dilakukan oleh mitra kerja mereka Bank NTT.

“Sejak saya sembilan bulan lalu ditugaskan disini, kami selalu bangun komunikasi positif, yang benar bilang benar, yang harus diperbaiki itu apa kita sampaikan. Semuanya kita lakukan karena ada pertemuan secara berkala antara OJK dengan Bank NTT sebagai bagian dari pengawasan kami. Sebagaimana disinggung Pak Dirut, beberapa minggu ini ada beberapa berita mengenai Bank NTT. Yang keakuratannya belum tentu benar. Tapi kami dari OJK juga melakukan langkah-langkah terukur,”tegas Japarmen menambahkan “Nah kalau ternyata kita pantau terus dan tidak ada dampaknya, kita tetap pantau. Pimpinan kita di Jakarta juga memantau karena industri jasa keuangan adalah industri kepercayaan karena itu kita semua harus membangun kepercayaan.” (***)

Sumber berita + foto : HUMAS BANK NTT

Wagub NTT Raih Doktor Ilmu Hukum Dengan Predikat Cum Laude

NTT AKTUAL. BANDUNG. Bertempat di Lantai 4 Auditorium Gedung Mochtar Kusumaatmaja, Fakultas Hukum Universitas Padjajaran, Jalan Dipati Ukur Nomor 35 Bandung, Jawa Barat, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (Wagub NTT), Josef Adreanus Nae Soi, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Hukum, dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor Bidang Ilmu Hukum Universitas Terbuka, pada Jumat (27/01/2023).

Disaksikan Isteri Tercinta, Maria Fransiska Djogo, Wagub NTT Josef Nae Soi, tampil penuh percaya diri dihadapan Ketua Sidang : Dr. Idris SH, MH, dan Sekretaris Sidang sekaligus merangkap sebagai Guru Besar Representasi Prof. Huala Adolf, SH, MH, L.L.M., Ph. D, dan Ketua Promotor: Prof. Dr. Ahmad Ramli, S.H., M.H., FCB., Arb, Anggota Tim Promotor: Prof. Em. Dr. Eddy Damian, S.H, dan Dr. Dadang Epi Sukarsa, S.H., M.H., serta Tim Oponen, masing-masing : Prof. Yasonna Hamonangan Laoly, SH, M.Sc,. Ph.D., yang juga adalah Menteri Hukum dan HAM RI, Dr. Marni Emmy Mustafa, SH., M.H., dan Dr. Violetta Simatupang, S.E., M.H. Putera Ngada ini berhasil mempertahankan disertasi sebagai karya ilmiah Program Doktoralnya, dengan judul : Urgensi Perlindungan Hukum Ekspresi Budaya Tradisional Berdasarkan Peraturan Daerah untuk Akselerasi Pembangunan Pariwisata di NTT.

“Indonesia sebagai salah satu negara inisiator telah berhasil menjadi pelopor dengan menjadikan ekspresi budaya tradisional sebagai ciptaan yang dimiliki oleh masyarakat tradisional menjadi suatu ciptaan yang kepemilikannya bersifat komunal dan mengaturnya alam suatu undang-undang yang pada tahun 2014 diundangkan dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Letak geografis, geostrategis, dan geoekonomi di NTT bisa menjadi peluang tetapi juga sebagai ancaman. Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan provinsi yang multi etnis dan memiliki banyak ragam Ekspresi Budaya Tradisional (EBT) yang lahir, berkembang, dan dilestarikan secara turun-temurun dan disebarluaskan secara lisan. Di tengah kaya dan ragamnya budaya yang ada di NTT, peneliti mensinyalir ada adat dan tradisi yang menjadi kekayaan budaya tradisional yang mulai memudar karena tidak diinventarisasi dan dinarasikan dengan baik sesuai dengan perkembangan zaman dewasa ini, serta sangat rentan dengan peniruan dan eksploitasi dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Oleh sebab itu, perlu dinarasikan dalam bentuk tertulis baik dalam wujud buku fisik maupun buku digital, perlu segera dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat NTT, kemudian diwujudkan dalam atraksi-atraksi” papar Nae Soi sebagai Promo Vendus mendahului Sidang Terbuka tersebut.

Lulusan Magister Manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen LPMI Jakarta ini menyatakan bahwa tutur kata terkadang dilupakan, sementara tulisan akan terkenang dan “lego ergo scio” yang berarti saya baca, saya tahu. Dengan demikian, sangat dibutuhkan aturan dalam hukum daerah berupa peraturan daerah, sehingga ada kepastian hukum lokal bagi kelestarian dan pemanfaatan kekayaan intelektual berupa EBT untuk kesejahteraan masyarakat.
“Ada beberapa prinsip dasar yang tepat digunakan dalam peraturan daerah tentang ekspresi budaya tradisional untuk akselerasi pembangunan di Provinsi Nusa Tenggara Timur, yaitu : Prinsip keadilan, kebudayaan, ekonomi, social, legalitas, kelestarian, dan prinsip kolaborasi”, ujar Putera NTT Kelahiran Mataloko, Kabupaten Ngada ini.

Selanjutnya, Lulusan Strata I Fakultas Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan Universitas Atmajaya Jakarta Tahun 1982 ini juga mengatakan bahwa Prinsip keadilan, ekonomi, kebudayaan, sosial, legalitas, kelestarian, dan kolaborasi menjadi hal yang penting dalam perlindungan EBT.

“Pemerintah daerah agar memanfaatkan kelebihan EBT sebagai komponen atraktif dalam pengembangan indutri pariwisata karena sangat efektif dan efisien. Saya berharap para regulator daerah untuk memperhatikan prinsip-prinsip hukum yang tepat dalam upaya pelindungan hukum EBT melalui peraturan daerah”, ungkap Nae Soi menutup presentasi penelitiannya,

Dalam sidang terbuka yang berlangsung cukup alot tersebut, Promovendus yang juga Wakil Gubernur NTT itu berhasil meraih gelar doktor dengan yudisium Cumlaude.

“Kami menyatakan bahwa saudara Josef Adreanus Nae Soi lulus Doktor bidang Ilmu Hukum dengan Predikat Pujian atau Cumlaude, ” tandas Ketua Sidang, Dr. Idris disambut tepuk tangan meriah undangan yang hadir.

Untuk di ketahui turut hadir pada kesempatan ini, masing-masing : Wakil Ketua MPR RI : Dr. Ahmad Basarah, SH, MH, Duta Besar Republik Seychelles untuk RI : Nico Barito, Penjabat Sekda Provinsi NTT : Johanna E. Lisapaly, SH., M.Si, Staf Khusus Gubernur NTT Bidang Pemerintahan dan Organisasi : Dr. David B. W. Pandie, Staf Khusus Gubernur NTT Bidang Kesehatan : Dr. Stef Bria Seran, M. Ph, Staf Khusus Gubernur NTT Bidang Pertanian : Ir. Antonius Djogo, M. Sc, Staf Khusus Gubernur NTT Bidang Pendidikan : Prof. Willi Toisuta, Ph. D, Asisten III Sekda Provinsi NTT Bidang Administrasi Umum : Semuel Halundaka, S. IP, M.Si, Staf Ahli Gubernur NTT Bidang Kesejahteraan Rakyat : dr. Messerassi B. V. Ataupah, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTT : Isyak Nuka, ST, MM, Kalak Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi NTT : Ambrosius Kodo, S. Sos, MM, Kepala Badan Keuangan Daerah Provinsi NTT : Drs. Zakarias Moruk, MM, Kepala Dinas Sosial Provinsi NTT : Yos Rassi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT : Linus Lusi, S. Pd, M. Pd, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi NTT : Dra. Hildegardis Bria Seran, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT : Dr. Z. Sonny Libing, M. Si, Kepala Badan Pengembangan SDMD Provinsi NTT : Noldy Pelokila, Kepala Badan Pendapatan dan Aset daerah Provinsi NTT : Alexon Lumba, SH, M. Hum, Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT : Maxi Nenabu, ST, MT, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi NTT : Drs. Kanisius Mau, M. Si, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi NTT : Viktorius Manek, S. Sos, M. Si, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT : Prisila Q. Parera, SE, Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi NTT : Dra. Flouri Rita Wuisan, MM, Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Provinsi NTT : Siprianus Kopong Kelen, S. Sos, M. Si, Kepala Badan Penghubung NTT di Jakarta : Hendri Donal Izaac, S. Sos, M. Si, Plt. Kepala Bappelitbangda Provinsi NTT : Dr. Ir. Alfonsus Theodorus, ST, MT, Plt. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT : Stefania T. Boro, S. Pi, MM dan Severinus Poso, M.Si selaku Staf Khusus Wakil Gubernur NTT dan Komisaris Utama Bank NTT : Juvenile Jojana beserta seluruh kerabat dan keluarga terdekat dari Bapak Josef Adreanus Nae Soi. (**)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT 

Penulis dan Juru Foto : France A. Tiran.

LBH Surya NTT Tawarkan Penyuluhan Hukum Gratis di Kelurahan dan Sekolah Kota Kupang

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surya NTT menawarkan bantuan penyuluhan hukum gratis bagi warga Kota Kupang di kelurahan-kelurahan dan sekolah-sekolah. Tawaran tersebut disampaikan Ketua Lembaga Bantuan Hukum Surya NTT, E. Nita Juwita, SH, MH, saat menemui Penjabat Wali Kota Kupang di Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Jumat (27/01/2023). Hadir bersamanya dalam pertemuan tersebut Pengawas LBH Surya NTT, Herry F.F. Battileo,SH, MH, serta para advokat pada LBH Surya NTT. Turut mendampingi Penjabat Wali Kota, staf khusus Penjabat Wali Kota Kupang, Dr. James Adam.

Nita menjelaskan, LBH Surya telah berdiri sejak 2017 dan sudah terakreditasi oleh Kementerian Hukum dan HAM, selain di tingkat Provinsi juga di 4 kabupaten yang ada di NTT, seperti Kabupaten Kupang, Manggarai Barat, Lembata dan Alor. Mereka juga memberi bantuan hukum secara cuma-cuma di sejumlah kabupaten lainnya. Fokus mereka lebih kepada kasus-kasus terkait kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Ditambahkannya pada tahun 2023 ini, sesuai permintaan Kanwil Kemenkumham, LBH Surya akan fokus memberikan pendampingan hukum di beberapa kelurahan dalam rangka mewujudkan kelurahan sadar hukum. Selain pendampingan hukum, LBH Surya juga menurutnya siap mendukung Pemerintah Kota Kupang dengan cara ikut mensosialisasikan kepada masyarakat peraturan daerah Pemkot Kupang termasuk perda soal sampah dan kebersihan.

Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh, SH, menyambut baik tawaran kerja sama dari LBH Surya tersebut. Menurutnya tawaran ini harus segera ditindaklanjuti dengan nota kesepahaman (MoU) dengan perangkat daerah terkait, seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Kesehatan, Bappeda dan Bagian Hukum, agar nantinya Pemkot Kupang bisa turun bersama LBH Surya melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya perlindungan hukum dan hidup nyaman yang jauh dari kekerasan dalam rumah tangga.

George juga mengapresiasi upaya LBH Surya NTT mewujudkan kelurahan sadar hukum di Kota Kupang. Dia berharap tidak hanya beberapa kelurahan saja yang didampingi, tapi 51 kelurahan di Kota Kupang yang tersebar d 6 kecamatan bisa menjadi kelurahan sadar hukum. Dengan demikian kekerasan di tingkat RT sekalipun bisa terpantau dengan baik dan meminimalisir tindak kriminal atau perbuatan melanggar hukum lainnya.

Penjabat Wali Kota juga minta LBH Surya untuk memberdayakan lulusan Fakultas Hukum yang ada di Kota Kupang untuk bergabung dengan mereka. Pada kesempatan yang sama, Penjabat juga minta LBH Surya yang memiliki jejaring yang cukup luas untuk turut membantu Pemkot Kupang dalam upaya menekan angka stunting, misalnya dengan menjadi Bapa Asuh bagi anak-anak stunting. LBH Surya yang juga aktif di sosial media diminta untuk ikut membantu Pemkot Kupang mensosialisasikan tentang pentingnya kebersihan lingkungan. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Peduli Gempa Cianjur, Pemprov NTT Serahkan Bantuan 500 Juta ke Pemprov Jabar

NTT AKTUAL. BANDUNG. “Atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi NTT, saya bersama Gubernur Nusa Tenggara Timur, Bapak Viktor Laiskodat, menyampaikan rasa simpati dan empati kami, menyampaikan hormat yang setinggi-tingginya dan keprihatinan yang sedalam-dalamnya atas musibah gempa bumi yang menimpa masyarakat Cianjur, Jawa Barat, pada Senin 21 November 2022 lalu. Gempa bumi tersebut, telah meluluhlantahkan hampir seluruh wilayah Cianjur, serta memakan korban jiwa yang sangat banyak. Kejadian ini menjadi keprihatinan kita bersama. Duka Cianjur adalah duka kita bersama seluruh masyarakat Indonesia”.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Timur, Josef Adreanus Nae Soi (JNS), saat menyerahkan bantuan dari Pemerintah Provinsi NTT kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) atas terjadinya musibah Gempa Bumi di Cianjur, Jabar, pada November 2022 lalu. Penyerahan bantuan uang senilai 500 Juta Rupiah dari Pemerintah Provinsi NTT tersebut diserahkan kepada Wakil Gubernur Jawa Barat, H. UU Ruzhanul Ulum, SE, bertempat di Ruang Lokantara, Lantai I, Gedung Sate, Kantor Gubernur Jawa Barat, Jalan Diponegoro Nomor 22 Bandung.

Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Timur, Josef Adreanus Nae Soi (JNS), saat menyerahkan bantuan Rp. 500.000.000 dari Pemerintah Provinsi NTT kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) yang di terima secara simbolis oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, H. UU Ruzhanul Ulum, SE, bertempat di Ruang Lokantara, Lantai I, Gedung Sate, Kantor Gubernur Jawa Barat, Jalan Diponegoro Nomor 22 Bandung

Hadir mendampingi Wakil Gubernur NTT, JNS, saat acara penyerahan tersebut, masing-masing : Penjabat Sekda Provinsi NTT : Johanna E. Lisapaly,SH.,M.Si, Staf Khusus Gubernur NTT Bidang Pemerintahan dan Organisasi : Dr. David B. W. Pandie, MS, Asisten III Sekda Provinsi NTT Bidang Administrasi Umum : Semuel Halundaka, S. IP, M.Si, Kalak Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi NTT : Ambrosius Kodo, S. Sos, MM, Kepala Badan Keuangan Daerah Provinsi NTT : Drs. Zakarias Moruk, MM, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT : Prisila Q. Parera, SE, Kepala Badan Penghubung NTT di Jakarta : Hendri Donal Izaac, S. Sos, M. Si dan Severinus Poso, M.Si selaku Staf Khusus Wakil Gubernur NTT.

“Kami hadiri disini sekaligus melakukan silaturahmi dengan semua saudara-saudara kami di Provinsi Jabar, khususnya dengan saudara kita yang tertimpa bencana Cianjur kali lalu. Bencana yang dialami oleh seluruh masyarakat Cianjur, Jabar, juga menjadi bagian dari keprihatinan seluruh masyarakat Indonesia, khususnya dari kami sebagai sesama saudara di Nusa Tenggara Timur. Kita di Indonesia sudah menjadi satu kesatuan dalam persaudaraan dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Rote Ndao. Sakitnya di Cianjur, maka sakitnya juga sama kami rasakan di NTT. Kami turut merasakan luka dan duka yang amat mendalam, yang dialami oleh seluruh masyarakat Cianjur, oleh karena korban jiwa manusia yang sangat banyak, dan juga kerusakan fisik bangunan serta infrastruktur yang melumpuhkan aktifitas di Cianjur, bahkan sampai bahkan beberapa hari terakhir masih terjadi gempa susulan. Dan hal ini amat mengganggu kenyaman bathin dari seluruh masyarakat, bahkan menjadi sebuah peristiwa traumatik. Oleh sebab itu pada hari ini, kami datang untuk menyampaikan penguatan kepada masyarakat Cianjur, yakinlah bahwa saudara-saudaraku di Cianjur, kalian tidak sendiri dalam menghadapi musibah ini. Kami datang dan membawa tali kasih kami sebagai wujud kepedulian dan sama-sama merasakan penderitaan dari semua saudara kami di Cianjur”, ujar Wagub Nae Soi sambil menyerahkan bantuan tersebut kepada Wagub Jabar, Ruzhanul Ulum.

Putera Ngada, JNS, yang akan mengikuti Sidang Terbuka Promosi Doktornya pada Fakultas Hukum Universitas Padjajaran, Bandung, pada hari ini, Jumat, 27 Januari 2023, Pukul : 13. 30 WIB nanti, juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas kepedulian dan bantuan dari masyarakat dan Pemprov. Jabar, dimana 4 April 2021 lalu, NTT tertimpa bancana Badai Siklon Tropis Seroja.

“Kami menyadari dengan sungguh bahwa saat kami tertimpa bencana Seroja dua tahun lalu, kami juga merasakan dan berterima kasih sekali atas semua perhatian dan kepedulian tulus dari seluruh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Jawa Barat, yang telah sudi meringankan beban kami, saat kami pun diluluhlantahkan oleh Badai Siklon Tropis Seroja. Oleh sebab itu, apa yang dirasakan oleh masyarakat Cianjur, Jabar, sama juga seperti yang kami alami waktu lalu. Terima kasih Pa Wagub dan Pa Gubernur Jawa Barat dan seluruh masyarakat Jawa Barat atas semua simpati dan empati yang telah kami terima waktu itu”, kata Politisi Partai Golkar ini.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat, H. UU Ruzhanul Ulum, SE menyambut dengan penuh sukacita dan keakraban kunjungan dari Wagub NTT dan rombongan, saat diterima di Gedung Sate Kantor Gubernur Jawa Barat.

“Selamat Datang kepada Bapak Wagub NTT dan rombongan di Provinsi Jawa Barat. Selamat datang di Gedung Sate salah satu tempat bersejarah dan melegenda yang sangat membanggakan kami serta menjadi ikon Provinsi Jawa Barat. Apa yang terjadi pada hari ini, patut kami syukuri, bahwa dari 37 Provinsi di Indonesia, baru lima provinsi salah satunya NTT, yang memberi perhatian besar untuk musibah Cianjur. Ada begitu banyak simpati dan empati dari saudara-saudara kita di Indonesia, termasuk di NTT, yang sangat memberi perhatian dan dukungan bagi kami sekalian. Inilah semangat gotong royong dalam rasa persaudaraan sebagai sesama anak bangsa di Indonesia yang harus saling peduli. Kami sangat berterima kasih dan merasa tersanjung, karena ada perhatian besar dari seluruh masyarakat NTT. Ini bukti bahwa semangat persaudaraan tetap kita junjung tinggi bersama, untuk saling meringankan beban penderitaan yang dialami, manakala terjadi bencana. Syukur Alhamdulilah, semua proses pemulihan sosial dan ekonomi di Cianjur terus kami kerjakan, mudah-mudahan doa dari kita semua, Cianjur dapat cepat pulih”, respons Wagub Jabar, Ruzhanul Ulum, yang didampingi Plt. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Jabar : Dr. Ir. Hj. Rd. Dewi Sartika, M.Si, sembari memberi apresiasi terhadap kerukunan di NTT yang dikenal sebagai Nusa Terindah Toleransinya.

Politisi PPP ini juga mengatakan bahwa masyarakat Cianjur tetap memohon dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia, termasuk dari NTT, karena tanpa dukungan secara menyeluruh maka Cianjur seakan lama untuk cepat pulih.

“Kesempatan ini kami dapat sampaikan, bahwa bantuan dari Pemerintah Provinsi NTT yang dibawa langsung oleh Bapak Wagub ini sangat bermakna dan sangat membantu kami sebagai Pemeritah Provinsi Jawa Barat, karena memang daerah kami ini, termasuk salah satu daerah yang rawan bencana. Walaupun pada setiap tahun kami anggarkan dana yang cukup besar untuk penanganan bencana, namun itupun masih terasa kurang. Oleh sebab itu kami sangat berterimakasi sekali bantuan yang kami terima pada hari ini bagi penanganan Cianjur, karena akibat dari gempa bumi yang terjadi pada Senin 21 November 2022, Pukul 13:21:10 WIB lalu, dengan kekuatan 5,6 Magnitudo tersebut, telah merusak, sampai menimbulkan ratusan orang meninggal, dan ribuan bangunan hancur. Dengan kejadian Gempa Cianjur, maka menambah daftar panjang bencana yang terjadi di Jawa Barat pada 2022 lalu”, ujar Uu sapaan akrab Wagub Jabar ini yang juga adalah Bupati Tasikmalaya dua Periode.

Ketuu DPRD Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2004 – 2009 ini juga menyampaikan salam hormat untuk Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan seluruh masyarakat NTT, dan terus mendoakan agar proses pembangunan di NTT tetap berjalan lancar menuju kemajuan dan kesejahteraan.

“Semoga apa yang Bapak Wagub NTT dan rombongan berikan kepada kami pada hari ini, akan tergantikan dengan pahala yang besar dari Allah SWT bagi Pemerintah dan masyarakat Provinsi NTT. Secara khusus, saya ingin menyampaikan selamat kepada Bapak Wagub NTT, yang akan mengikuti akan ujian dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor di Universitas Padjajaran, semoga berjalan lancar dan sukses. Profisiat kepada Bapak yang akan menjadi Doktor Ilmu Hukum yang baru di Indonesia. Tuhan senantiasa memberkati bapak selalu, dan selalu amanah dalam mengemban tugas sebagai Wakil Gubernur NTT sampai selesai nanti”, pungkas Wagub Jabar, yang juga Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Periode 2009-2011 menutup audiens tersebut.

Untuk di ketahui turut hadir pada kesempatan ini, Kalak BPBD Provinsi Jabar : Ir. H. Budi Juanda, M.M.f, Karo Kesra Setda Provinsi Jabar : Drs. H. Barnas Adjidin, M.M., M.Pd, dan Karo Adpim Setda Provinsi Jabar : Drs. H. Wahyu Mijaya, S.H., M.Si. (**)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT 

Penulis dan Foto : France A. Tiran.

Pemkot Gandeng Kanwil Kemenkumham Susun Ranperda Omnibus Law Tentang Pajak dan Retribusi Daerah

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Pemerintah Kota Kupang menjalin kerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi NTT menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Ranperda Omnibus Law Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. FGD yang berlangsung di Hotel Nakka Kupang, Kamis (26/01/2023) dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM NTT, Marciana Dominika Djone, Pemateri FGD yang menjabat sebagai Kabid Hukum pada Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM NTT, Perancang Ahli Madya Yunus Bureni, para Staf Ahli Wali Kota Kupang, para Asisten Sekda serta sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait.

Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, SE, M.Si, dalam sambutannya menyambut baik penyelenggaraan kegiatan FGD ini dan menyampaikan limpah terima kasih atas dukungan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Dan Ham Provinsi Nusa Tenggara Timur yang turut hadir untuk mendukung kegiatan ini, melalui materi yang diberikan.

Menurutnya Kota Kupang merupakan salah satu daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur di tahun 2023 ini yang akan melaksanakan penataan regulasi, khususnya terhadap semua peraturan darah tentang pajak daerah dan retribusi daerah, untuk kemudian menjalankan amanat ketentuan pasal 94 undang-undang nomor 1 tahun 2022, yakni untuk seluruh jenis pajak dan retribusi ditetapkan dalam 1 (satu) perda dan menjadi dasar pemungutan pajak dan retribusi di Kota Kupang.

Lebih lanjut dikatakan terdapat sejumlah perubahan di dalam undang-undang nomor 1 tahun 2022 terkait dengan obyek-obyek pajak daerah dan retribusi daerah yang selama ini menggunakan dasar hukum undang-undang nomor 28 tahun 2009 tentang pajak dan retribusi daerah yang sudah dinyatakan dicabut dan tidak berlaku lagi.

Demikian pula terdapat berbagai obyek retribusi di atas yang telah dihapus dan diubah berdasarkan ketentuan putusan mahkamah konstitusi dan undang-undang termasuk undang-undang nomor 11 tahun 2020 yang mengubah retribusi izin mendirikan bangunan menjadi retribusi persetujuan bangunan gedung.

Diakuinya upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan sesuai dengan kewenangan pemerintah darah, tentunya membutuhkan banyak dukungan dan yang paling terpenting adalah ketersediaan pendapatan daerah yang mapan bagi pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan di daerah. Setiap pemerintah daerah diharapkan dapat secara mandiri tanpa bergantung sepenuhnya kepada pemerintah pusat untuk menggali sumber-sumber keuangan agar dapat memenuhi kebutuhan pembiayaan penyelenggaraan pemerintah di daerah.

Mantan Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kupang itu menambahkan setiap sumber-sumber pendapatan daerah yang dianggap berpotensi terhadap pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan di daerah, harus dapat dimaksimalkan oleh pemerintah daerah dengan tetap berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Salah satu sumber pendapatan daerah yang dapat dikembangkan sesuai dengan kondisi dan potensi yang ada di daerah melalui pajak dan retribusi daerah.

Kepala bagian Hukum Setda Kota Kupang, Pauto W. Neno, SH, menjelaskan FGD ini digelar sebagai tindak lanjut dari keputusan Wali Kota Kupang tentang penyusunan tim penyusun naskah akademis perda terkait pajak daerah dan retribusi daerah. Diakuinya penyusunan peraturan daerah dalam bentuk omnibus law ini merupakan yang pertama kalinya di NTT, bahkan Indonesia. Untuk itu pihaknya berkolaborasi dengan Kanwil Kemenkumham yang memiliki kompetensi dan kecakapan serta kewenangan terkait perundangan. Dia berharap pada awal Maret 2023 mendatang usulan ranperda ini sudah bisa diserahkan ke DPRD Kota Kupang untuk dibahas dan ditetapkan menjadi peraturan daerah. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Jefri Riwu Kore Berbagi Kasih di Natal Jurnalis NTT

NTT AKTUAL. KUPANG. Wali Kota Kupang periode 2018 – 2022, Jefri Riwu Kore atau yang akrab disapa Jeriko melakukan berbagi kasih di moment perayaan natal Jurnalis NTT yang digelar di halaman belakang gedung DPRD pada Jumat, (27/01/2023). Adapun wujud kasih dalam bentuk bingkisan tersebut berupa buku dan alat tulis bagi anak sekolah serta beras bagi panti asuhan.

Jeriko melalui stafnya Stef Mira Mangngi, saat mengantarkan bingkisan kasih mengatakan, Jeriko tidak bisa hadir dalam perayaan Natal Jurnalis NTT karena pada saat yang sama ada kegiatan penting yang harus dihadiri di Jakarta.

Walaupun demikian kata Stef, Jeriko memberi apresiasi kepada para jurnalis yang telah menggelar acara natal dan berbagi kasih sehingga memberi kesempatan kepada pihaknya dan juga para donator lain untuk mengambil kesempatan berbagi.

“Jeriko sangat konsen terhadap pendidikan anak-anak sehingga beliau minta kita kasih bantuan buku dan peralatan tulis selain beras. Beliau berpesan agar teman-teman jurnalis tetap mejadi berkat bagi orang lain tidak hanya dengan menulis semata tapi juga lewat kesempatan berbagi seperti saat natal sekarang,” Kata Stef.

Selain Jeriko, dua politisi lainnya dari Partai Nasdem masing-masing Anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem Julie Sutrisno Laiskodat dan Wakil Ketua DPRD NTT, Petrus Christian Mboeik juga melakukan berbagi kasih. Bingkisan kasih dari Jeriko, Julie Laiskodat dan Chris Mboeik diserahkan oleh Penjabat Wali Kota Kupang, George M Hadjoh dan staf dari ketiga politisi yang berbagi kasih tersebut.

Penjabat Wali Kota Kupang, George M Hadjoh, saat menyerahkan bingkisan kasih

Ketua Panitia Natal Jurnalis NTT, Andyos Manu didampingi sekertaris Panitia, Joe Radha menyampaikan terimakasih kepada para donator yang telah memberi support baik berupa materi dan doa dalam rangka suksesnya acara Natal Jurnalis NTT.

“Terimakasih banyak kepada semua donatur yang telah membatu kami sehingga acara natal dan berbagi kasih bisa berjalan dengan baik. Harapan kami agar kemitraan yang terjadi tidak hanya sebagai narasumber dan jurnalis tapi bisa berkolaborasi dalam menjalankan misi-misi kemanusiaan,” kata Andyos Manu.

Dia menjelaskan, dalam acara Natal Jurnalis NTT, panitia mengundang anak panti dan anak-anak pesisir. Anak panti yang diundang tersebut berasal dan Panti Asuhan Kristen Puri Bunda, Panti asuhan Khatolik Alma, Panti Asuhan Isalam Aysah dan Anbak Pesisir dan Pantai Oesapa.

“Terimakasih kepada Bapak Jeriko, Bunda Julie Laiskodat dan senior kami Pak Chris Mboeik yang telah menyalurkan bingkisan kasih yang kami bagikan kepada anak panti dan anak pesisir. Tahun ini memang kita bikin Natal agak berbeda, tidak hanya ibadah natal tapi juga berbagi kasih,” pungkas Andyos. (*)

Penjabat Wali Kota Optimis Pola Bapa Asuh Tekan Angka Stunting Hingga 1 Digit

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh, SH, optimis dengan pola Bapa Asuh yang melibatkan semua stakeholder, angka stunting di Kota Kupang bisa turun hingga 1 digit. Hal tersebut disampaikannya dalam Roadshow Percepatan Penurunan Stunting dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI, Muhadjir Effendy, yang berlangsung secara virtual bersama sejumlah kepala daerah di NTT, Selasa (24/01/2023). Selain Kota Kupang, dalam sesi tersebut turut hadir kepala daerah dari Kabupaten Sabu Raijua, Manggarai, Manggarai Barat, Flores Timur dan Lembata. Hadir mendampingi Penjabat Wali Kota Kupang perwakilan Forkopimda Tingkat Kota Kupang, Asisten Deputi dari Kemenko PMK, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, pimpinan perangkat daerah terkait, para camat serta para kepala puskesmas se-Kota Kupang.

Menurut George prevalensi stunting di Kota Kupang sejak tahun 2018 hingga 2022 mengalami trend penurunan yang cukup signifikan yakni mencapai 13,9 persen. Pada tahun 2018 angka stunting di Kota Kupang berada di kisaran 35,4 persen. Update terakhir pada tahun 2022 lalu, angka stunting di Kota Kupang sudah turun di angka 21,5 persen. Dia percaya dengan berbagai langkah inovasi dan kreatif yang mereka lakukan, termasuk di dalamnya pola Bapa Asuh, angka stunting di Kota Kupang bisa turun hingga mencapai angka 1 digit.

Lebih lanjut dikatakan, saat ini Pemkot Kupang tengah melakukan pemetaan terkait sebaran stunting di 1.315 RT yang ada di 51 kelurahan dan 6 kecamatan di Kota Kupang. Selanjutnya dengan menggandeng stakeholder di Kota Kupang, baik TNI, Polri, BUMN, perusahaan swasta, perbankan, perguruan tinggi serta pihak terkait lainnya yang memiliki kepedulian, untuk bersama terlibat dalam upaya menekan angka stunting di Kota Kupang, dengan menjadi Bapa Asuh bagi anak-anak stunting di tiap RT. Pendampingan akan berlangsung secara berkelanjutan.

Pemerintah Kota Kupang juga menurutnya telah mengalokasikan anggaran kurang lebih Rp 27 miliar untuk penanganan stunting, lewat intervensi oleh 7 perangkat daerah sebagai leading sector yang menggerakkan stakeholder lainnya. Selain pola Bapa Asuh Pemkot Kupang juga memanfaatkan inovasi Aplikasi Soda Molek untuk mempermudah pendataan dan validasi data, baik soal stunting maupun kemiskinan di tingkat kelurahan.

Pada kesempatan yang sama Penjabat Wali Kota juga minta perangkat daerah terkait untuk menginventaris kebutuhan terkait penanganan stunting, kemiskinan juga inflasi. Kerja sama dengan perguruan tinggi juga menurutnya perlu dilakukan, terutama perguruan tinggi yang memiliki fakultas kedokteran dan gizi untuk menjadi relawan yang membantu mengedukasi masyarakat tentang pola hidup sehat, Dinas Kesehatan diminta untuk bersosialisasi di sekolah-sekolah serta melibatkan lembaga agama untuk memberikan edukasi terkait pentingnya pernikahan yang direncanakan untuk mencegah stunting. Untuk pemberian makanan tambahan bagi anak stunting, menurutnya dapat memanfaatkan bahan makanan lokal yang kaya nutrisi dan gizi seperti tepung kelor dan tepung ikan. Para camat dan lurah juga diminta untuk mendorong para RT serta pendamping posyandu untuk mengejar capaian pengukuran dan penimbangan bayi hingga 100 persen.

Kepada Menko PMK, Penjabat Wali Kota mengakui salah satu kendala dalam upaya penanganan stunting di Kota Kupang adalah pemenuhan kebutuhan air bersih, yang baru mencapai 37 persen dan sanitasi yang aman baru mencapai 8,92 persen. Karena itu Kota Kupang butuh dukungan pemerintah pusat untuk percepatan penurunan dan pencegahan stunting berupa penanganan dan perluasan jaringan air bersih dan sanitasi.

Sementara mengenai kemiskinan ekstrem, Penjabat Wali Kota menjelaskan dari jumlah penduduk miskin berdasarkan sasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE), yaitu Individu 102.616 orang dan Keluarga 19.615, yang di intervensi melalui Program Bantuan PKH (Penerima Keluarga Harapan) sebanyak 9.993 KK pada bulan September Tahun 2022. Dukungan yang diharapkan dari pemerintah pusat adalah penanggulangan kemiskinan ekstrem dalam bentuk penambahan kuota bagi penerima bantuan sosial sebesar 50,94% dari data PKH.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI, Muhadjir Effendy, usai mendengarkan pemaparan para kepala daerah menilai secara umum sudah ada progress yang cukup baik dalam upaya penanganan stunting dan penghapusan kemiskinan di NTT termasuk Kota Kupang. Menko juga mengapresiasi sejumlah inovasi yang sudah dilakukan untuk mengatasi keterbatasan yang ada. Menurutnya beberapa hal yang perlu menjadi perhatian serius para kepala daerah antara lain bagaimana membuka mindset masyarakat terutama para orang tua tentang pentingnya pola hidup sehat dan makanan bergizi bagi anak. Menko PMK juga mendukung pemanfaatan makanan lokan yang potensial untuk pemenuhan gizi anak. Dia juga mendorong pemda untuk mengintensifkan pelatihan petugas dan pendamping lapangan. Untuk mencapai jumlah cakupan bayi yang ditimbang dan diukur di atas 80 persen menurutnya petugas harus jemput bola, turun ke rumah-rumah warga. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Rayakan HUT Ketua Umum , PDI Perjuangan NTT Distribusi 600 Paket Makanan Sehat

NTT AKTUAL. KUPANG. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan NTT membagikan 600 paket makanan sehat dan bergizi di Kota Kupang, Senin (23/01/2023).

Kegiatan distribusi paket makanan dilaksanakan dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, dan HUT ke- 50 PDI Perjuangan.

Ketua DPD PDI Perjuangan NTT, Emelia Nomleni, mengatakan ungkapan syukur dalam perayaan ulang tahun Ketua Umum PDI Perjuangan menjadi momen refleksi untuk keluarga besar PDI Perjuangan tentang dedikasi dan cinta dari Ibu Megawati untuk bangsa dan negara.

Ketua DPD PDI Perjuangan NTT, Emelia Nomleni, di dampingi Pengurus DPD PDI Perjuangan NTT dan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Kupang, Yeskiel Loudoe saat menyerahkan paket makanan sehat yang akan di bagikan kepada masyarakat, Senin (23/01/2023). Dokumentasi : DPD PDI Perjuangan NTT

“Kita berbangga memiliki ibu yang luar biasa. Kita berefleksi apa yang sudah diberikan ibu Megawati untuk Indonesia, dedikasi, spirit dan energi positif beliau jadi inspirasi untuk kita semua,” ujar Emelia.

Emelia menambahkan pemberian paket makanan bergizi ini juga bagian dari program rutin partai untuk percepatan pencegahan stunting di Nusa Tenggara Timur.

“Sesuai arahan Ibu Ketua Umum, PDI Perjuangan secara aktif terlibat dalam pencegahan stunting, menyiapkan generasi yang sehat jadi panggilan ideologis sebagai kader partai,” tandas Ketua DPRD Provinsi NTT ini.

Sementara Ketua Panitia Kristofora Bantang mengatakan kegiatan ini melibatkan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kota Kupang, Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Ranting.

“Kita rayakan HUT Ibu Ketua Umum dengan berbagi kasih lewat paket makanan bergizi sebanyak 600 paket, ini hasil gotong-royong kader Partai, ” jelas Kristofora.
Menurut Kristofora, kegiatan pembagian paket makanan sehat dilaksanakan secara serentak di seluruh NTT oleh 22 DPC se-NTT.

Acara pembukaan dihadiri Bendahara DPD Patrianus Lalu Wolo, Pengurus DPD PDI Perjuangan NTT, Ketua dan Pengurus DPC Kota Kupang, Pengurus PAC, Pengurus Ranting, Kader Perempuan PDI Perjuangan Lusia Adinda Dua Nurak, Maria Geong, Yuliana Rusmina, dan perwakilan Badan dan Sayap Partai. (**)

Sekda Buka Rakerda dan Pelantikan Pengurus MUI Kota Kupang

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, SE,M.Si, membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Kupang, yang didahului dengan pelantikan Pengurus MUI Kota Kupang masa khidmat 2021-2026. Acara pelantikan dan rakerda berlangsung di Hotel Neo by Aston Kupang, Sabtu (21/01/2023).

Hadir dalam kesempatan ini, Sekretaris MUI Wilayah NTT, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kupang, Ketua Dewan Masjid Kota Kupang, Ketua Baznas Kota Kupang, Kepala Cabang Bank Muamalat serta para pimpinan ormas dan OKP Islam tingkat Kota Kupang.

Dalam sambutannya Sekda mengucapkan selamat dan proficiat kepada pimpinan beserta seluruh Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Kupang yang telah dikukuhkan dan dilantik. Secara khusus ucapan selamat disampaikannya kepada H. Muhammad MS, yang kembali dipercaya sebagai Ketua MUI Kota Kupang.

Sekda berharap agar MUI dapat berperan aktif dalam menyikapi berbagai permasalahan sosial masyarakat, sehingga mampu mencegah timbulnya dampak sosial yang tidak diharapkan. MUI juga menurutnya harus bisa menjadi tempat pengembangan integritas pribadi maupun kelompok, agar tercatat oleh sejarah sebagai entitas yang memberikan energi positif bagi pembangunan bangsa.

”Mudah-mudahan saudara-saudara yang dilantik sebagai pimpinan dan pengurus organisasi ini dapat menjadikan organisasi ini lebih akomodatif dan responsif terhadap perubahan ke arah kemajuan, menjadi saluran aspirasi masyarakat dalam merespons perubahan, mampu mereduksi potensi konflik horizontal, dan menjadi salah satu mitra pemerintah dalam pembangunan di daerah ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan, Rakerda kali ini hendaknya menjadi tonggak penting untuk membangkitkan kesadaran bersama dalam mengemban tanggung jawab membangun kesejahteraan bagi masyarakat dan terus memantapkan kemitraan dengan pemerintah kota kupang, terutama dalam pembinaan dan pengembangan kualitas SDM yang kaya iman dan moral.

Ketua MUI Kota Kupang, H. Muhammad MS mengakui sebagai organisasi besar MUI butuh pengurus secara lengkap, yang jika berfungsi secara baik semua urusan dapat berjalan dengan baik. Menurutnya sebagai organisasi, MUI ibarat pohon, dengan Ketua sebagai batangnya yang memikul cabang, ranting dan daun. Untuk bisa jadi batang yang kokoh dia butuh sokongan dari akar, dalam hal ini dewan pertimbangan. Dia berharap MUI Kota Kupang dapat menjadi rumah besar bagi seluruh ormas dan OKP Islam di Kota Kupang yang rimbun dan menyejukkan bagi semua yang berlindung di bawahnya.

Sekretaris MUI NTT, H. Drs. Anwar Huzein, pada kesempatan yang sama berharap agar para pengurus MUI Kota Kupang yang baru dilantik dapat bertugas dengan baik dan maksimal serta mampu menyelesaikan persoalan sekaligus berperan sebagai penyejuk umat. Menurutnya hubungan kerja sama masyarakat bisa dikonotasikan dengan 5 jari, MUI sebagai jempol/ibu jari, pemerintah sebagai jari telunjuk, jari tengah penegak hukum, jari manis adalah konglomerat/orang mampu dan jari kelingking adalah masyarakat umum. Kalau kelima jari ini bisa bersinergi dan berkolaborasi dia yakin seluruh persoalan bisa diselesaikan dengan baik.

Dia menambahkan ada sejumlah harapan yang dititipkan umat kepada MUI. Yang pertama MUI harus berperan sebagai wadah musyawarah para ulama cendekiawan muslim untuk membahas persoalan umat. MUI juga harus berperan sebagai wadah konsultasi dan wadah penyerapan aspirasi umat serta forum strategis dalam meningkatkan kapasitas umat. MUI harus bisa mengajak umat untuk menjaga keutuhan bangsa dari perilaku yang dapat memecah belah persatuan. MUI juga diharapkan meningkatkan kerja sama dengan lembaga sosial keagamaan lainnya. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Rayakan Imlek, Pemkot Kupang Gandeng Paguyuban Tionghoa Pasang Lampion di Jalan El Tari

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Dalam rangka menyambut Hari Raya Imlek pada tanggal 22 Januari 2023, Pemerintah Kota Kupang bersama sejumlah paguyuban etnis Tionghoa di Kota Kupang memasang lampion di sepanjang Jalan El Tari. Pemasangan lampion sudah berlangsung sejak tanggal 19 Januari 2023 sebelum perayaan Imlek hingga 31 Januari 2023 mendatang. Selain pemasangan lampion, rencananya akan dilaksanakan atraksi budaya termasuk di dalamnya pertunjukan barongsai untuk memeriahkan perayaan Imlek tahun ini.

Pemerintah Kota Kupang bersama sejumlah paguyuban etnis Tionghoa di Kota Kupang saat memasang lampion di sepanjang Jalan El Tari. Dokumentasi : Prokompim Setda Kota Kupang

Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh, SH dalam pertemuan di Rumah Jabatan Wali Kota Kupang belum lama ini menyampaikan, pemasangan lampion menjelang perayaan Imlek sama seperti pemasangan pohon Natal di sepanjang Jalan El Tari saat Natal lalu, telah membuat Kota Kupang memiliki karakter tersendiri sebagai kota toleran. Diakuinya meskipun dengan persiapan yang tidak begitu lama, pemasangan Pohon Natal telah menimbulkan image positif tentang Kota Kupang. Dia berharap spirit yang sama terus ada dalam perayaan hari-hari besar keagamaan lainnya.

Penjabat Wali Kota juga menyambut baik rencana pagelaran atraksi budaya oleh Paguyuban Tionghoa. Dia berharap atraksi budaya semacam ini bisa secara rutin diselenggarakan dan masuk dalam agenda kalender Even di masing-masing kelurahan.

Ketua Paguyuban Tionghoa INTI NTT, Theo Widodo mengakui ide pemasangan lampion di jalur utama Jalan El Tari merupakan inisiatif Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh, SH, yang menjadi bukti kolaborasi yang baik antara pemerintah dan masyarakatnya. Menurutnya warga Kota Kupang etnis Tionghoa yang diwakili 3 paguyuban menyambut baik tawaran tersebut, karena Imlek merupakan perayaan bersama untuk mensyukuri tahun baru, yang dirayakan dengan berbagai kegiatan termasuk pemasangan lampion.

Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Kupang, Fransisco Bernando Bessi, menambahkan pemasangan lampion pada 20 titik tiang lampu di sepanjang jalan El Tari, tepatnya dari depan Kantor Gubernur NTT hingga ujung Rumah Jabatan Gubernur NTT. Masing-masing tiang dipasang 3 lampion. Pemasangan ini merupakan kolaborasi antara Pemkot Kupang bersama sejumlah paguyuban etnis Tionghoa di Kota Kupang. Rencananya pada tanggal 28 Januari mendatang akan digelar atraksi budaya bernuansa Imlek, termasuk pertunjukan barongsai di arena car free day Jalan El Tari Kupang.

Sementara itu Ketua HAKKA NTT, Yano Laemonta, menyampaikan terima kasih atas inisiasi Penjabat Wali Kota tersebut. Dia mengusulkan untuk menambah semarak perayaan Imlek, Penjabat Wali Kota perlu mengeluarkan imbauan agar masing-masing pemilik toko di Kota Kupang yang mayoritas etnis Tionghoa untuk memasang lampion di depan toko masing-masing. (*PKP_ans/NA)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

Portal Berita Online