Arsip Kategori: REGIONAL

BI Berkomitmen Siapkan Kebutuhan Uang Rupiah Selama Hari Raya Idul Fitri di NTT

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Bank Indonesia (BI) berkomiten menyiapkan kebutuhan uang Rupiah selama Hari Raya Idul Fitri tahun ini di Provinsi NTT, yang di prakirakan sebesar 1,63 triliun. Prakiraan tersebut turun 4,57% (yoy) dibandingkan dengan kebutuhan Hari Raya Idul Fitri tahun 2019. Meskipun demikian, prakiraan kebutuhan uang Rupiah telah memperhatikan antisipasi kebutuhan selama bulan Ramadhan, libur Idul Fitri, serta kebijakan dan stimulus Pemerintah kepada masyarakat selama periode penanganan dampak pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Hal ini disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur, I Nyoman Ariawan Atmaja dalam Siaran Pers yang diterima Media ini, Rabu (13/05/2020).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur, I Nyoman Ariawan Atmaja

I Nyoman Ariawan Atmaja menambahkan layanan penukaran uang untuk kebutuhan Hari Raya Idul Fitri hanya dilaksanakan melalui loket di Bank. Berbeda dari tahun sebelumnya layanan penukaran uang kepada masyarakat pada tahun ini tidak disediakan melalui penyediaan penukaran di lokasi umum, mempertimbangkan aspek kemanusiaan dan kesehatan masyarakat dalam memitigasi penyebaran Covid-19.

“Layanan penukaran uang disediakan disediakan oleh seluruh jaringan perbankan di Provinsi NTT dan sembilan lokasi kas titipan Bank Indonesia di Provinsi NTT yakni Atambua, Maumere, Ende, Waikabubak, Waingapu, Ruteng, Kalabahi, Lewoleba dan Labuan Bajo mulai dari tanggal 29 April sampai dengan 20 Mei 2020,” ujar I Nyoman Ariawan Atmaja.

Dirinya juga mengatakan Bank Indonesia telah berkoordinasi dan meminta perbankan agar menegakkan protokol pencegahan Covid-19 dalam memberikan layanan dimaksud antara lain penggunaan masker, pemindaian suhu tubuh, dan penerapan physical distancing, penyediaan hand sanitizer serta tempat cuci tangan.

Untuk kelancaran penyiapan uang tunai dan layanan penukaran tersebut, Bank Indonesia menyusun strategi secara internal dan eksternal. Secara internal, Bank Indonesia melakukan karantina uang Rupiah selama 14 hari sebelum diedarkan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Disamping itu, penyemprotan disenfektan pada area perkasan, sarana dan prasarana dilakukan secara berkala serta higienitas SDM selalu diperhatikan, jelas I Nyoman Ariawan Atmaja.

Dari sisi eksternal, Bank Indonesia melakukan langkah-langkah sebagai berikut :
1). Bekerjasama dengan Polairud–Polda NTT untuk mendistribusikan uang Rupiah di seluruh wilayah Provinsi NTT ditengah keterbatasan moda transportasi
2). Berkoordinasi dengan Perbankan dan penyelenggara jasa Pengolahan Uang Rupiah (PJPUR) untuk menjaga ketersediaan uang di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dengan kualitas baik melalui perencanaan pengisian uang yang akurat.
3). Menyediakan layanan penukaran uang kepada masyarakat di loket perbankan sehingga masyarakat mudah untuk memperoleh uang.
4). Memastikan kegiatan pengolahan uang memperhatikan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja), pungkas I Nyoman Ariawan Atmaja. (*/Red)

Sumber : Siaran Pers Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur

Wali Kota Kupang Hadir Dalam Penandatanganan Kesepahaman Antara Pemprov dan Kejaksaan NTT

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H, hadir dalam Acara Penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama antara Pemerintah Propinsi NTT dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) NTT dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi NTT tentang Pendampingan dan Pengawasan Akuntabilitas Penanggulangan dan Pencegahan Covid-19 di NTT serta penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama antara Pemerintah Provinsi NTT dengan Kejaksaan Tinggi NTT tentang Kerjasama di Bidang Hukum Perdata dan Tata Usaha Negara Kota Kupang, Senin (11/05/2020) pagi, di Ruang Rapat Lantai 1 Kantor Gubernur NTT.

Penandatanganan dilakukan oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, Kepala BPKP NTT, Iwan Agung Prasetyo dan Kajati NTT, Pathor Rahman, SH disaksikan oleh Wakil Gubernur NTT, Josep Nae Soi, Ketua DPRD NTT, Emelia Julia Nomleni, Kapolda NTT, Irjen Polisi H. Hamidin, Danrem 161 Wirasakti, Brigjen TNI Syaiful Rahman, Wali Kota Kupang, Bupati Kupang, Korinus Masneno, Kajari Kota Kupang, Maks Oder Sombu, S.H., M.A., M.H. dan Kajari Oelamasi, Sherly Manutede, SH serta para Bupati se-wilayah NTT melalui sambungan video konferensi dari kantor masing-masing.

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H. (Foto : PKP Setda Kota Kupang)

Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilaksanakan dalam rangka efisiensi dan efektivitas akuntabilitas penanganan dan penanggulangan dampak Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 di NTT dan diharapkan akan dilanjutkan dengan kesepahaman bersama di tingkat kabupaten dan kota se-Provinsi NTT antara Pemda dengan kejaksaan di wilayah masing-masing.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat berharap momen penandatanganan kesepahaman bersama ini ditanggapi serius oleh seluruh jajaran Pemerintahan baik di tingkat Provinsi maupun Kota dan Kabupaten dalam menanggulangi Covid-19 terutama pada tatanan pelaksanaan anggaran agar tidak mengalami kendala dan berjalan sesuai regulasi. Untuk itu, semua pihak diharapkan dapat menjalankan fungsi dan peran masing-masing agar koordinasi dan pendampingan dapat seiring sejalan secara profesional sehingga persoalan yang mungkin timbul dapat dicegah secara dini serta tidak menjadi kendala di kemudian hari.

Walikota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H menyambut baik adanya kesepahaman bersama antara Pemerintah dengan pihak kejaksaan dan berjanji Pemerintah Kota Kupang akan segera menyusun dan melaksanakan kesepahaman bersama dengan Kejaksaan Negeri Kota Kupang.

Menurutnya adanya kesepahaman bersama ini akan membantu Pemerintah dalam penanganan Covid-19 melalui pendampingan oleh pihak kejaksaan terutama di bidang pengawasan pengelolaan anggaran bagi penanganan medis dan penanggulangan dampak sosio-ekonomi yang ditimbulkan oleh pandemik Covid-19 di wilayah Kota Kupang.

Pemkot Kupang sendiri telah merasionalisasi APBD sebesar 48,5 milyar bagi penanganan medis dan penanggulangan dampak pandemik terhadap sosio-ekonomi masyarakat Kota Kupang, sementara refokusing dan realokasi APBN oleh Pemkot mencapai hampir 70 milyar.

Penanganan Covid-19 di Kota Kupang difokuskan pada pencegahan melalui peningkatan infrastruktur ruang isolasi dan peralatan medis yang memadai bagi pasien Covid-19 di RSUD S K Lerik serta pengadaan alat pelindung diri bagi tenaga medis. Pemkot juga telah menandatangani kesepakatan kerjasama dengan 4 Rumah Sakit second line (penyanggah) yang akan mendukung penanganan medis Covid-19 di wilayah Kota Kupang.

Pemkot juga terus berupaya dalam mencegah penularan Covid-19 dengan membagikan 150 ribu masker bagi masyarakat Kota Kupang yang tetap beraktivitas di tengah pandemi. Sementara untuk penanganan dampak sosial ekonomi masyarakat, Pemkot Kupang akan membagikan voucher sembako senilai 300 ribu rupiah bagi 23 ribu non KPM selama 3 bulan sejak Mei 2020. (*/Red)

Sumber : PKP Setda Kota Kupang

Gubernur NTT Minta Tiga Dinas Kemakmuran ini Tetap Action di Lapangan

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) kembali menyerukan agar tiga Dinas Kemakmuran yakni Dinas Pertanian, Dinas Peternakan dan Dinas Perikanan tetap menjalankan fungsinya dengan baik di lapangan.

Hal ini dikatakan Gubernur Laiskodat saat memimpin rapat dengan seluruh pimpinan OPD lingkup Pemerintah Provinsi NTT, yang berlangsung di Ruang Rapat Gubernur, Jumat (08/05/2020).

“Memang saat ini kita sedang terkapar dengan adanya covid-19 ini. Tetapi saya tidak mau hal ini menjadi alasan untuk kita tidak bekerja. Selagi kita menggunakan masker dan tetap menjaga jarak saat berada di lapangan, maka virus ini tidak akan tertular ke orang lain. Oleh karena itu sekali lagi saya mengharapkan agar ketiga dinas kemakmuran ini tetap Action di lapangan,” pinta Gubernur.

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL). Foto : Istimewa

“Khusus Dinas Pertanian saya minta agar program TJPS yang tersebar di 17 Kabupaten di NTT ini agar secepat mungkin dilaksanakan. Dinas harus mendesain secara baik seluruh persiapan secara terperinci, agar program ini bisa berhasil. Lahannya dimana, luasnya berapa, berapa tenaga kerja yang akan terlibat, semuanya harus di data sehingga kerjanya terarah secara baik, dan harus segera laporkan bulan apa, tanggal berapa, hari apa dan jam berapa akan mulai tanam,” kata Gubernur.

Gubernur yang pada kesempatan ini didampingi oleh Wakil Gubernur NTT, meminta agar Dinas Pertanian juga selalu melakukan koordinasi dengan Dinas terkait.

“Jika ada lahan yang lokasinya jauh dari sumber air, maka segera komunikasi dengan Dinas Pertambangan agar dibuatkan sumur bor. Bisa juga berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk memastikan ketersediaan embung. Dinas Perindustrian dan Perdagangan juga harus terlibat. Koordinasi dengan Bank NTT dan buatkan Bumdes – Bumdes untuk menampung hasil panen. Cara ini agar para petani bisa terhindar dari para rentenir. Dinas Komunikasi dan Informatika siapkan aplikasi tekhnologi yang dapat menghubungkan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten, bahkan sampai ke tingkat Desa sehingga setiap orang bisa memberikan informasi apabila ada kendala di lapangan. Sedangkan yang tidak kalah penting adalah Dinas Peternakan dalam menyiapkan sapi berkualitas, sehingga ketika hasil panennya dijual, uangnya dapat dipakai untuk membeli sapi. Dinas ini harus mendesain biomassa dari daun jagung dan batang jagung, sehingga tidak terbuang percuma. Dan khusus di pulau Sumba saya mau agar terpusat di Sumba Tengah, karena di sana lahannya masih sangat luas,” ujar Viktor Laiskodat.

Orang nomor satu di NTT ini minta agar para pendamping mampu memberikan bimbingan secara baik kepada para petani.

“Saya minta agar para pendamping dapat menciptakan petani yang rajin dan bertanggung jawab. Harus bisa merubah budaya para petani. Jadikan mereka sebagai pengusaha pertanian,” tandas Gubernur.

“Saya juga minta agar kita semua bekerja secara serius dan bekerja dengan hati. Tugas kita adalah melayani rakyat agar mereka bisa sejahtera. Dan sebagai Gubernur saya juga minta agar seluruh rapat atau pertemuan yang berkaitan dengan program ini agar langsung dilakukan di lapangan, sehingga bisa langsung diikuti dengan pekerjaan,” kata Gubernur kepada seluruh peserta rapat.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Yohanis Oktovianus menjelaskan bahwa Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) ini tersebar di 17 Kabupaten di NTT selain Kota Kupang, Kabupaten Lembata, Kabupaten Alor, Kabupaten Sabu Raijua dan Kabupaten Nagekeo, dengan total lahan yang akan digarap sebesar 10.000 hektar.

Masih menurut Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan bahwa untuk program TJPS ini tersebar di 330 Desa dengan jumlah Kelompok Tani sebanyak 495 Kelompok, dan melibatkan 20.000 Petani. (*/Red)

Sumber : Sam Babys/Staf Biro Humas dan Protokol NTT

Masyarakat Tidak Perlu Khawatir, Bulog NTT Pastikan Ketersedian Beras Cukup

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Ditengah Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Perum Bulog Kantor Wilayah NTT, memastikan bahwa ketersedian beras itu cukup dan dalam hal ini masyarakat tidak perlu khawatir.

Stok beras yang ada di Bulog NTT saat ini jumlah nya masih banyak yaitu sekitar 25.000 hingga 30.000 Ton.

Hal ini disampaikan Kepala Perum Bulog Kantor Wilayah NTT, Taufan Akib, kepada NTTAktual.com, Jumat (08/05/2020).

Kepala Perum Bulog Kantor Wilayah NTT, Taufan Akib (tengah) saat foto bersama dengan Kabid Administrasi dan Keuangan, Zuhri Hanafi, dan Kabid Pengadaan pada Perum Bulog NTT, Aleks Malelak. (Foto : Nataniel Pekaata/NTT Aktual)

“Menyikapi Covid-19 dan bulan Ramadhan hingga Idul Fitri, Bulog NTT menyiapkan stok pangan sehingga masyarakat tidak perlu khawatir, karena kebutuhan pangan pokok khususnya beras itu tercukupi. Stok beras yang ada saat ini masih cukup hingga 6 atau 7 bulan kedepannya dengan jumlahnya yakni sekitar 25.000 hingga 30.000 ton,” ujar Taufan.

Apabila ketersediaan beras ini kurang Bulog NTT juga akan meminta tambahan dari kantor pusat, tambahnya.

Saat ditanyakan apakah menjelang Idul Fitri ini Bulog NTT akan menggelar operasi pasar, Taufan Akib mengatakan Bulog NTT tidak akan melakukan operasi pasar karena kondisi Covid-19.

“Walaupun tidak menggelar operasi pasar, Perum Bulog Kantor Wilayah NTT akan bekerja sama dengan instansi dan lembaga-lembaga, apabila ada instansi dan lembaga-lembaga yang membutuhkan pasokan beras, Bulog NTT siap mendroping beras atau komoditi pangan tersebut,” tutur Taufan.

Pada kesempatan ini dirinya juga mengimbau kepada pedagang agar tidak melakukan spekulasi atau bermain harga di lapangan, jelas Taufan Akib.

“Saya imbau para pedagang di pasar jangan memanfaatkan pandemi Covid-19 untuk melakukan spekulasi harga,” katanya.

Diakhir wawancara bersama NTTAktual.com Kepala Perum Bulog Kantor Wilayah NTT, Taufan Akib juga mengimbau agar masyarakat jangan panik karena ketersediaan beras masih cukup dan masyarakat harus selalu menerapkan protokoler kesehatan dengan baik untuk mencegah Covid-19. (Red)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Kupang Gelar Gerakan Kemanusian

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Guna membantu masyarakat Kota Kupang di tengah pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Kupang menyelenggarakan Gerakan Kemanusian dengan melakukan pembagian sembako, Jumat (08/05/2020).

Pembagian Sembako dimulai dari garis starnya yakni di Kantor Perum Bulog Wilayah NTT dan Perum Bulog Wilayah NTT dalam hal ini menjadi mitra dari aksi gerakan kemanusiaan yang diselenggarakan.

Ketua Umum Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Kupang, Brigjen Pol. Drs. Johni Asadoma, M.Hum, saat di temui NTTAktual.com mengatakan dalam Gerakan Kemanusian Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Kupang ini, jumlah paket sembako yang dibagikan kepada masyarakat yakni sebanyak 500 paket.

Ketua Umum Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Kupang, Brigjen Pol. Drs. Johni Asadoma, M.Hum (tengah) saat foto bersama dengan panitia kegiatan Gerakan Kemanusian Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Kupang. Foto : Istimewa

“Hari ini dalam Gerakan Kemanusian Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Kupang, kami membagikan sebanyak 500 paket. Dalam setiap paket nya ada beras 5 Kg, gula pasir 1 Kg, 1 Liter Minyak goreng, ada 5 bungkus mie instan, kecap manis dan teh celup,” ujar Brigjen Pol. Johni Asadoma.

Ketua Umum Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Kupang, Brigjen Pol. Drs. Johni Asadoma, M.Hum, saat menyerahkan bantuan paket Sembako kepada salah seorang warga, Jumat (08/05/2020). Foto : Istimewa

500 paket ini dibagikan di sejumlah titik yang ada di Kota Kupang, dan ada sebagaian pula Alumni SMA Negeri 1 Kupang yang membagikan paket-paket sembako tersebut di lingkungan sekitar tempat tinggal mereka masing-masing, dan dalam pembagian paket sembako nya diprioritaskan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan, jelas Brigjen Pol. Johni Asadoma.

“Saya mengimbau kepada rekan-rekan yang mampu untuk ikut peduli, karena kondisi pandemi Covid-19 memang membutuhkan kerjasama kita semua guna membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” katanya.

Pada kesempatan dirinya juga mengimbau kepada masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dalam mencegah Covid-19 yaitu menjaga jarak, selalu menggunakan masker, aktif mencuci tangan menggunakan sabun dan menjaga kebersihan lingkungan, tutup Brigjen Pol. Johni Asadoma. (Red)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Wujud Solidaritas, Pemkot Kupang Berbagi Takjil ke Panti Asuhan dan Masjid

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Sebagai wujud solidaritas terhadap umat Muslim Kota Kupang yang sedang menjalankan Ibadah Puasa di tengah pandemik Covid-19, Pemerintah Kota Kupang menyerahkan 1.500 bingkisan permakanan berupa menu Takjil dan makanan siap saji untuk buka Puasa ke sejumlah Masjid dan panti asuhan.

Aksi berbagi Takjil ini dilakukan langsung oleh Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H, dan Wakil Wali Kota dr. Hermanus Man, Rabu (06/05/2020) sore, menjelang waktu berbuka puasa.

Pada kesempatan ini Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H, dan Wakil Wali Kota dr. Hermanus Man, menyerahkan Takjil di sejumlah titik yang telah ditentukan.

Tempat pertama yang dikunjungi Wali Kota Kupang adalah Panti Asuhan Aisyah di Kelurahan Kayu Putih, dilanjutkan ke Masjid Nurul Iman di Kelurahan Oebobo.

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H, saat menyerahkan Takjil. Foto : PKP Setda Kota Kupang

Kemudian Wali Kota yang didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs. Yoseph Rera Beka menyerahkan Takjil di Masjid At-Taqwa Naikoten Satu dan berakhir di Panti Asuhan Nurul Sa’adah Fontein. Turut hadir pada penyerahan tersebut para Camat dan Lurah setempat.

Kepada para pengurus Masjid dan panti asuhan yang ditemui, Wali Kota Kupang Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H, menjelaskan bahwa agenda buka Puasa bersama yang selalu dilaksanakan setiap tahunnya, ditiadakan tahun ini karena adanya pandemi Covid-19 yang terjadi.

“Biasanya tiap tahun kami menyelenggarakan buka puasa bersama dengan umat Muslim Kota Kupang, namun di tahun ini tidak dilaksanakan karena adanya Covid-19, sebagai gantinya hari ini saya dan Pak Wakil berpencar untuk membagikan makanan buka puasa di beberapa Masjid dan panti asuhan, sebagai wujud solidaritas Pemerintah terhadap umat Muslim yang berpuasa ditengah pandemi, kami berharap ini dapat membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan, terutama untuk anak-anak di panti asuhan,” jelas Jeriko.

Wali Kota kepada umat Muslim berharap pembatasan aktivitas sosial terkait adanya pandemi Covid-19 di Kota Kupang tidak mengurangi kekusyukan umat Muslim dalam menjalankan ibadah puasa serta tetap mengimbau agar seluruh masyarakat menaati imbauan Pemerintah demi memutus mata rantai penyebaran virus corona.

“Semoga dalam kondisi saat ini, justru Ibadah bapak ibu dan saudara-saudara umat Muslim lebih ditingkatkan. Mari kita berdoa agar kondisi ini segera berakhir serta dukung upaya pemerintah dalam mencegah penyebaran virus dengan mematuhi imbauan, tetap dirumah saja, cuci tangan dengan sabun, pakai masker serta physical distancing,” ujar Wali Kota.

Dalam kesempatan yang sama, pihak Masjid dan Panti Asuhan yang menerima bingkisan dari Wali Kota menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kota Kupang yang telah memberikan perhatian terhadap umat Muslim yang sedang menjalankan puasa ramadhan ditengah pandemi global yang juga melanda Kota Kupang. Mereka pun berharap keadaan darurat ini segera berakhir dan segala aktifitas terutama peribadahan dapat berjalan normal kembali.

Turut mendampingi Wali Kota, Kepala Bagian Prokompim Setda Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP., M.Si., Kepala Bagian Kesra Setda Kota Kupang, Drs. Matheus Eustakhius. Pejabat yang tampak hadir di lokasi masing-masing antara lain Camat Oebobo, Matheos A. H.T Maahury, S.E., Camat Kota Raja, Achrudin Abubakar, S.Sos., M.Si., Lurah Kayu Putih, Jap Yesua, S.H., Lurah Naikoten I, Budi Imanuel Izaac, S.H., Lurah Oebobo, Jon E. P. Purba, S.E., dan Lurah Fontein Yosef Suhardin, S.Sos.

Sementara itu Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man, mengawali kunjungannya di Panti Asuhan Al Hikmah Kelurahan Nun Baun Sabu. Kepada para pengelola panti asuhan dan Imam Masjid yang menerima bantuan tersebut, Wakil Wali Kota Kupang dr. Hermanus Man, menyampaikan Takjil yang diserahkan hari ini merupakan wujud kepedulian Pemkot terhadap kesulitan yang dialami warga akibat Covid-19.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man, saat menyerahkan Takjil. Foto : PKP Setda Kota Kupang

Senada dengan Wali Kota, Wakil Wali Kota dr. Hermanus Man, mengakui bahwa agenda rutin tahunan Pemkot Kupang bulan Ramadhan yakni acara buka Puasa bersama tidak dapat dilaksanakan tahun ini karena ancaman wabah covid dan kewajiban untuk membatasi aktivitas sosial sehingga Pemkot Kupang untuk mengganti agenda tersebut dengan kegiatan berbagi seperti ini, di mana Wali Kota dan Wakil Wali Kota turun ke sejumlah lokasi untuk membagikan langsung makanan berbuka Puasa.

Ketua MUI Provinsi NTT, Abdul Kadir Makarim yang juga merupakan pengelola panti asuhan Al Hikmah menyampaikan terima kasih kepada Pemkot Kupang yang tetap menunjukkan kepeduliannya kepada warga di tengah wabah Covid 19 ini.

Panti asuhan ini menurutnya berdiri sejak tahun 1992 pasca gempa tsunami yang melanda Pulau Flores waktu itu. Anak-anak yatim piatu akibat bencana itu mereka rawat dan besarkan di panti asuhan tersebut. Saat ini ada 25 orang anak yatim piatu yang mereka rawat di Panti Asuhan Al Hikmah.

Setelah dari panti asuhan Al Hikmah, Wakil Wali Kota bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Iskandar Kapitan dan Camat Alak, Ridhon A. Bire, S.IP. melanjutkan perjalanan berbagi makanan berbuka Puasa ke Panti Asuhan Attin di Kelurahan Namosain, kemudian ke Masjid Al-Anzhar Penkase Oeleta dan berakhir di Masjid Nurul Hikmah Alak. Turut hadir para lurah dan Babinsa serta Babinkamtibmas setempat. (*/Red)

Sumber : PKP Setda Kota Kupang

Dandim 1604/Kupang Beri Pengarahan Kepada Personel Sebelum TMMD Ke-108 TA. 2020

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Komandan Kodim 1604/Kupang Kolonel Arh I Made Kusuma Dhyana Graha, S.I.P beri pengarahan kepada anggota Kodim 1604/Kupang yang akan melaksanakan satgas TMMD Ke-108 TA. 2020.

Komandan Kodim 1604/Kupang Kolonel Arh I Made Kusuma Dhyana Graha, S.I.P memberikan pengarahannya bertempat di Aula serbaguna Makodim 1604/Kupang, Jln. Mohammad Hatta Kelurahan Fontein Kecamatan Kota Raja Kota Kupang, Senin (04/05/2020).

Komandan Kodim 1604/Kupang Kolonel Arh I Made Kusuma Dhyana Graha, S.I.P, saat memberikan arahannya kepada kepada anggota Kodim 1604/Kupang yang akan melaksanakan satgas TMMD Ke-108 TA. 2020. Foto : Pendim1604/Kupang

Dalam pengarahannya, Dandim 1604/Kupang Kolonel Arh I Made Kusuma Dhyana Graha, S.I.P menyampaikan kepada semua komponen yang akan tergabung dalam Satgas TMMD Ke-108 TA. 2020. Sejarah TMMD tidak lepas dari perjuangan bangsa kita dalam kemerdekaan.

TMMD merupakan suatu operasi. Dulu awal pertama dilaksanakannya pada tahun 1980 dengan namanya ABRI Masuk Desa (AMD). Kemudian setelah era reformasi diganti dengan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

Di dalam TNI-AD ada dua kegiatan yaitu Bin Kuat dari Mabesad dan Gun Kuat dari Mabes TNI, Sedangkan TMMD ini masuk dalam Gun Kuat dari Mabes TNI tergolong operasi bukan kegiatan rutin. Nilainya sama dengan operasi perbatasan atau daerah rawan, dengan rincian operasi dilaksanakan waktu tertentu.

“Saya selaku Dansatgas, menekankan meskipun kita melaksanakan kegiatan TMMD ini setiap tahun, saya harapkan supaya lebih baik lagi. Saya mengutip Kata bijak Sun Tzu ‘Know your self, know the enemy. A thousand battles, a thousand victories’, kenali dirimu, kenali musuhmu. Seribu pertempuran, seribu kemenangan,” ujar Dandim.

Oleh karena itu, saya mengajak mari kita sesuaikan kerja dengan tugas dan tanggung jawab kita masing-masing, utamakan kebersamaan, kegotong royongan, tidak bekerja secara individu atau satuan, jauhkan sikap ego sektoral, kita semua bekerja atas nama Satgas TMMD, jelas Dandim.

“Disamping kita membangun fisik, ada juga sasaran non fisik. Bagaimana membentuk TNI kemanunggalan rakyat tetap berinterakasi dengan masyarakat salah satunya dengan 8 wajib TNI. Bersama rakyat mari kita bangun peradaban yang lebih mulia, mari kita saling peduli membantu masyarakat demi kemanunggalan TNI – Rakyat. Jaga Profesionalisme TNI, ini adalah bentuk nyata dari serbuan teritorial dalam memperkokoh hubungan silahturrahmi antara TNI dan masyarakat,” tegas Dandim. (*/Red)

Sumber : Pendim1604/Kupang

Cegah Penyebaran Covid-19, PT. Pelindo III Tenau-Kupang Ikuti SOP

NTT AKTUAL. KUPANG. Turut serta dalam pencegahan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Tenau-Kupang mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan juga SOP Kantor Pusat PT. Pelabuhan Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh General Manager PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Tenau-Kupang, Erry Ardiyanto kepada NTT Aktual di ruang kerjanya, Kamis (30/04/2020).

General Manager PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Tenau-Kupang, Erry Ardiyanto. (Foto : Folkes Octofianus Timu / NTT Aktual)

“Kami pada intinya mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi serta Kantor Pusat PT. Pelabuhan Indonesia karena kami juga tergabung dalam gugus tugas pencegahan Covid-19. Sebagai pengendali, di kantor cabang ini ada instansi yang disebut Kantor Kesehatan Pelabuhan yang bertugas untuk melakukan pemeriksaan terhadap crew kapal saat kapal masuk ke pelabuhan,” ungkap Erry.

Erry Ardiyanto menambahkan saat ini operasional kapal penumpang telah dihentikan sehingga aktivitas yang ada hanya pengangkutan logistik. Namun setiap crew kapal wajib untuk diperiksa oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan terlebih dahulu sebelum kapal masuk ke pelabuhan.

“Saat ini operasional kapal penumpang telah dihentikan sehingga aktivitas yang ada hanya pengangkutan logistik. Prosedur pengangkutan logistik yaitu sebelum kapal masuk ke pelabuhan, crew kapal diperiksa terlebih dahulu oleh petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan. Ketika dikatakan sehat maka crew kapal boleh diijinkan masuk sesuai dengan SOP yang berlaku, namun jika dinyatakan bermasalah atau ditemukan adanya gejala seperti suhu tubuh naik, maka mereka akan di lakukan tindakan medis oleh team Kantor Kesehatan Pelabuhan,” jelas Erry.

Dirinya juga mengatakan bahwa sejauh ini belum ada crew kapal yang mengalami gejala-gejala seperti suhu tubuh naik dan sebagainya. Namun, kendala yang mereka temukan adalah kurangnya kesadaran masyarakat untuk menggunakan masker saat mengangkut logistik yang masuk ke pelabuhan.

“Sejauh ini belum ada crew kapal yang mengalami gejala-gejala seperti suhu tubuh naik dan sebagainya. Namun yang menjadi kendala bagi kami saat ini ialah kesadaran masyarakat untuk memakai masker,” kata Erry Ardiyanto.

Erry juga berharap masyarakat dapat mematuhi imbauan pemerintah serta menjaga lingkungan dengan baik.

“Mari kita jaga diri kita, sesama kita dan juga lingkungan kita agar kita selamat dan semoga Covid-19 segera berakhir agar kita semua dapat berkumpul bersama dengan keluarga kita serta kita juga menjaga lingkungan kita, dan kita juga dapat melakukan aktivitas secara normal tanpa ada ketakutan, sebab jika kita bekerja dengan ketakutan maka kita tidak akan bisa bekerja dengan baik,” tutup Erry. (Red)

Penulis : Folkes Octofianus Timu
Editor   : Nataniel Pekaata

Dampak Covid-19, Pemprov NTT Berusaha Kendalikan Produksi, Distribusi dan Konsumsi

NTT AKTUAL. KUPANG. Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT di bawah kepemimpinan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dan Wakil Gubernur Josef A. Nae Soi (JNS) senantiasa berusaha bersama rakyat untuk  mengendalikan produksi, distribusi dan konsumsi pada satu titik yang seimbang agar kehidupan masyarakat bisa berjalan dengan lancar.

“Salah satu impact sistematis di tengah Covid-19 ini adalah aspek ekonomi. Masyarakat sekalian tentu memahami, mengetahui, dan mengikuti sendiri bahwa termonologi ekonomi begitu luasnya; sehingga malam ini saya memilah dan memilih untuk menyampaikan sesuatu yang cukup esensial yaitu berkaitan dengan ketersediaan bahan-bahan pokok kehidupan sehari-hari alokasi, distribusi dan keterjangkauan harganya,”

Hal ini disampaikan Anggota Bidang Pengendalian Dampak Sosial dan Ekonomi gugus tugas percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 di Provinsi NTT, Dr. Lery Rupidara, M.Si kepada pers di Kupang, Senin (27/04/2020) malam.

Kepala Biro Ekonomi dan Kerjasama Setda Provinsi NTT, Dr. Lery Rupidara, M.Si (tengah) saat menyampaikan keterangan kepada pers di Kupang, Senin (27/04/2020) malam. Ikut mendampingi juru bicara Covid-19 di NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si dan juru bahasa isyarat Ike Mauboy. Foto : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Lery Rupidara yang juga Kepala Biro Ekonomi dan Kerjasama Setda Provinsi NTT menuturkan, pihaknnya menemukan ada beberapa bahan pokok yang terlihat dalam monitoring dan observasi.

“Dalam observasi kami yang pertama beras. Ketersediaan beras kita sungguh sangat aman, masih 36 bulan kedepan. Jagung ketersediaannya juga cukup. Daging sapi dan daging ayam ketersediaannya cukup. Nah, telur ayam ini yang agak kurang, di tabel kami berwarna merah, artinya sesuatu yang perlu warning untuk menjaga pertumbuhan dan mengembalikannya ke titik yang stabil,” ujarnya.

Selain itu, sebut dia, gula pasir juga merah, tapi tidak usah kuatir. “Pemerintah berusaha keras untuk segera mengatasi persoalan ini,” kata dia seraya menambahkan, “cabai keriting juga bawang merah dan bawang putih. Jadi, untuk keseluruhan stok bahan-bahan penting itu semuanya stabil kecuali gula pasir, bawang dan telur, jelas Lery Rupidara.

Menurut dia, pemerintah terus berupaya dalam apa yang sedang terjadi ini sehingga seperti yang dijelaskan tadi untuk ketahanan pangan masih terdapat kondisi pokok yang ketahanannya memang kurang dari 1 bulan seperti telur, gula pasir, cabe rawit dan cabe keriting.

“Ini persoalannya hanya di rantai transportasi. Pemerintah segera mencari jalan keluar dalam waktu yang singkat ini untuk memastikan kelancaran distribusi melalui kapal laut, komoditas pokok terutama dari luar NTT dan intra kepulauan di dalam NTT itu sendiri,” tegasnya.

Doktor ilmu pemerintahan ini lebih jauh menjelaskan, pemerintah secara umum melalui berbagai institusi perekonomi daerah yang ada menjaga apa yang disebut dengan 4K yaitu :
1.menjaga keterjangkauan harga melalui pemantauan harga komoditi tanaman pangan dan tanaman pokok lainnya di pasar;
2.menjaga ketersediaan pasokan dengan memperkuat produksi pangan dan dukungan program-program stimulus;
3.menjaga kelancaran distribusi melalui berbagai kegiatan yang terkait dengan distributor dan memastikan rantai distribusi itu berjalan dengan baik; dan
4.menjalin komunikasi efektif dengan memperkuat kualitas data pasokan dan kebutuhan yang ada di masyarakat.

“Jadi secara umum masyarakat NTT seluruhnya di manapun berada, tidak usah resah dan kuatir yang berlebihan. Karena harga bahan pokok mulai dari beras, bawang, jagung semuanya masih berada dalam keadaan aman; kecuali beberapa yang tadi saya sebutkan,” ucap Lery Rupidara.

Di tempat yang sama, juru bicara gugus tugas percepatana penanganan Covid-19 di Provinsi NTT yang juga Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si juga mengimbau kepada para pemilik mesin penggilingan padi supaya dapat membuka kesempatan kepada para petani agar dapat menggiling gabah mereka.

“Kami mendapat keluhan bahwa para pemilik mesin-mesin penggilingan gabah kita ada yang tutup,” ujarnya.

Hal ini tentu sangat menyulitkan petani untuk menggiling padi. Karena itu, dirinya mengharapkan melalui media ini, mudah-mudahan bisa didengar oleh bapak ibu yang memiliki mesin penggilingan padi untuk tetap membuka tidak harus sepanjang hari, bisa diatur waktunya, dan di harapkan supaya jangan ditutup sama sekali, pungkasnya. (*/Red)

Sumber : Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Pastikan Stabilitas Harga, Wali Kota Kupang Turun Pantau Pasar

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Pandemik Covid 19 yang masih berlanjut berdampak pada kenaikan harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di pasar. Untuk memastikan stabilitas harga pasar, Wali Kota Kupang Dr. Jefirstson R Riwu Kore, MM, MH memutuskan untuk turun langsung ke pasar.

Didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Kupang, Djidja Kanawadu, SE, Direktur PD Pasar, Simon Pelokila, Camat Kota Raja dan Lurah Naikoten 1, Wali Kota Kupang menyambangi sejumlah pedagang di Pasar Kasih Naikoten, Senin (27/04/2020).

Wali Kota Kupang Dr. Jefirstson R Riwu Kore, MM, MH, saat turun langsung memantau harga pasar di Kota Kupang, Senin (27/04/2020). Foto : PKP Setda Kota Kupang

Usai memantau pasar Wali Kota menjelaskan kunjungannya kali ini untuk mengecek perkembangan harga kebutuhan pokok akibat pandemik Covid 19 di bulan suci Ramadhan.

Diakuinya dari hasil pemantauan sejumlah barang kebutuhan pokok seperti gula, bawang putih dan cabe mengalami kenaikan harga. Kepada Kadis Perindag, Wali Kota langsung menginstruksikan untuk segera menghubungi para distributor, supplier dan Bulog untuk melakukan operasi pasar supaya kenaikan harga pasar tersebut bisa ditekan. “Distributor jangan tahan-tahan stok, supaya harga tetap stabil,” tegasnya.

Kenaikan harga seperti gula juga diakui salah seorang pedagang, Aryanti Li. Mereka berharap agar stok barang tersebut tetap aman sehingga kenaikan harga bisa ditekan dan masyarakat punya daya untuk membeli.

Kadis Perindag Kota Kupang, Djidja Kanawadu, SE pada kesempatan yang sama menyatakan siap menindaklanjuti instruksi Wali Kota tersebut. Pihaknya langsung menghubungi para distributor dan Bulog untuk sesegera mungkin menggelar operasi pasar.

Diakuinya kenaikan harga sejumlah harga kebutuhan pokok seperti bawang putih dan gula diakibatkan oleh pasokan yang masuk dari luar daerah sedikit terlambat, karena jalur transportasi yang terhambat akibat adanya kebijakan pembatasan sosial berskala besar di sejumlah daerah. Namun dia memastikan hingga saat ini pasokan sembilan bahan kebutuhan pokok di Kota Kupang untuk beberapa waktu ke depan masih aman, sehingga masyarakat tidak perlu kuatir, jelas Djidja Kanawadu.

Usai memantau harga pasar di Pasar Kasih, Wali Kota melanjutkan perjalanan memantau proyek pembangunan jalan di Kelurahan Manutapen. Kepada pengelola proyek Wali Kota mengingatkan untuk tidak lupa membangun drainase di bantaran jalan agar rumah warga di pinggir jalan tidak kebanjiran di musim hujan nanti. Kepada warga yang ditemui di lokasi proyek Wali Kota minta untuk bersabar, diperkirakan proyek jalan yang menghubungkan kelurahan Airnona dengan Kelurahan Manutapen ini akan selesai lima bulan ke depan. (*/Red)

Sumber : PKP Setda Kota Kupang