Arsip Kategori: REGIONAL

KKB On The Street Bank NTT Sukses Besar, Warga Ramai-Ramai Bawa Pulang Kendaraan Kesukaan

NTT AKTUAL. KUPANG. KKB On The Street yang digelar Bank NTT, pada Sabtu (25/06/2022) pukul 16.30 Wita di Paradox Coffee & Roastery Jl. W.J Lalamentik, sukses besar. Seperti sudah diprediksi sebelumnya, mini expo yang didesain dalam acara ngopi bersama, menikmati live music sambil membeli kendaraan kesukaan ini dihadiri ratusan warga.

Mereka  sejak sore sudah tumpah ruah ke tempat ngopi paling favorit di Kota Kupang ini.

Rupanya masyarakat punya keinginan yang kuat untuk memiliki kendaraan dalam event ini, sehingga ketika kegiatan sementara berlangsung, warga dengan penuh antusias, mengeksekusi kendaraan kesukaanya.

Empat kendaraan diboyong warga. Diantaranya Dewi, seorang pegawai Biro Umum Setda Provinsi NTT. Dia  membawa pulang satu unit Yamaha N-Max putih. Dalam testimoninya, Dewi menyatakan kesukaannya pada sepeda motor idamannya.

“Saya suka sekali dan sepeda motor ini. Kedepan akan saya pakai untuk antar anak ke sekolah serta jalan-jalan ke Fatumnasi,” ujarnya disambut tawa riuh pengunjung.

Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho (kanan), usai menyerahkan jaketnya kepada Dewi, pembeli pertama pada KKB On The Street, Sabtu (25/06/2022). Dewi membawa pulang satu unit Yamaha N-Max. Dokumentasi : HUMAS BANK NTT

Dirut Bank NTT Harry Alex Riwu Kaho spontan maju ke depan dan memakaikan jaket tenunan yang dipakainya. “Jaket ini adalah buatan siswa SMK SoE, saya serahkan ke Ibu Dewi agar dipake saat bawa motor,”ujar Alex.

Selang beberapa saat kemudian, seorang sopir mobil rent car dan layanan taxi online, Lasarus Ruge pun tak mau kalah. Pria paruh baya yang sering disapa Ama Lape, warga Jl. HOS Cokro Aminoto Kelurahan Kelapa Lima ini langsung menyatakan kesiapannya untuk mengambil kredit kendaraan bermotor pada program KKB ini. KKB atau Kredit Kendaraan Bermotor ini sudah diketahuinya sejak sebulan terakhir. Saat itu beberapa temannya menginformasikan bahwa ada program pembelian kendaraan tanpa uang muka.

“Sudah lama saya dengar dan saya suka karena tidak ada uang muka atau DP, serta bunga kreditnya 0,4 persen. Ini luar biasa, dan karena pertimbangan itulah, saya ambil mobil baru,”tegas Ama Lape yang malam Minggu itu, membawa pulang satu unit mobil Xenia Type X 1,3 manual. Menurutnya, dia membeli lagi satu unit mobil baru agar menunjangnya berusaha.

“Bunga kreditnya murah, saya ambil tujuh tahun dengan angsuran bulanan Rp 4 juta. Ini sangat baik bagi saya karena dengan nilai kredit yang ringan seperti ini, saya sanggup membayarnya dari penghasilan sebagai sopir mobil sewaan,”tambahnya lagi. Dia pun mempunyai pertimbangan, tahun-tahun kedepan nilai kredit yang diambilnya sekarang sudah kecil, sehingga dia memutuskan untuk mengambil kredit.

Live music pun berlangsung, dan tembang demi tembang dinyanyikan oleh band lokal. Hingar bingar musik berbagai genre didengungkan, pengunjung kian ramai, bahkan meluber hingga ke badan jalan. Ada yang asyik melihat-lihat parade mobil baru dari tujuh dealer besar di Kota Kupang, ada yang asyik ngopi.

Duduk di deretan paling depan, Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, Direktur Kredit, Paulus Stefen Messakh, Dirut PT. Jamkrida, Ibrahim Imang dan di meja yang sama, ikut hadir Direktur Operasional PT. Jamkrida, Octafiana Ferdiana Mae dan pejabat lainnya. Tak hanya itu, hadir puluhan mitra Bank NTT dari lembaga asuransi. BUMD maupun BUMD dan mitra terkait.

Tak lama, Dewi Leba selaku host yang membuat suasana malam itu hidup, mengumumkan sebuah kabar gembira lagi. Satu unit Mitsubishi Expander diboyong oleh seorang undangan yang duduk di meja paling depan. Dia adalah Direktur Operasional PT. Jamkrida, Ny Octaviana Mae. Semua pun bersorak, pihak dealer memproses administrasinya, sedangkan penyerahan kunci oleh manajemen Bank NTT.

Ternyata hingga penghujung acara, masih ada satu kendaraan lagi yang dibeli. Pembeli itu adalah oleh seorang pegawai pada RSU Prof. W.Z Johannes Kupang, yakni ibu Afriane Pau.

KKB, Jawaban Super Smart Bank

Pada kesempatan ini pun, diagendakan penandatangan PKS antara Bank NTT dan Jamkrida NTT tentang penjaminan kredit digital (digital loan) dan kredit kendaraan bermotor  oleh Direktur Kredit Bank NTT, Paulus Stefen Messakh dan ibu Octaviana Ferdiana Mae dengan disaksikan Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho dan Dirut Jamkrida, Ibrahim Imang.

Dirut Alex, demikian sapaan Harry Alexander Riwu Kaho dalam sambutannya menegaskan bahwa di era yang penuh dengan ketidakpastian ini, dimana perkembangan yang begitu cepat, juga tantangan pandemi COVID yang belum pulih, bukan menjadi kendala sehingga Bank NTT terus menjelajah mencari terobosan terbaik untuk melayani nasabah.

Dan menurutnya, momentum HUT 60 tahun Bank NTT, 17 Juli nanti juga memberikan spirit yang kuat bagi segenap insan Bank NTT untuk terus belajar melakukan perbaikan-perbaikan termasuk memenuhi harapan layanan kebutuhan bagi pengguna jasa Bank NTT.

“Ketika tahun  2019 ketika tagline Super Smart Bank diusung, maka hari ini dengan inovasi terhadap layanan mobile banking, ini merupakan salah satu jawaban terhadap tagline tersebut. Kita akan terus melakukan inovasi karena dari situ tentu tidak akan mampu memenuhi harapan banyak pihak. Ketidakpuasan terhadap inovasi pun harus dijawab dengan kreativitas dan inovasi dan ini tantangan bagi kita,”tegas Alex.

Untuk diketahui bahwa KKB On The Street ini dihelat dalam rangka menyongsong HUT Bank NTT ke – 60 tahun 17 Juli mendatang. Ngopi Santai & Live Music Sambil Beli Mobil/Motor, itulah konsep acara yang dihadiri oleh sejumlah undangan tersebut.

Kelebihan jenis kredit ini yakni Bank NTT memfasilitasi masyarakat atau nasabah yang ingin memiliki kendaraan baru (0 Km) atau kendaraan bekas dan refinancing, tanpa harus pusing-pusing memikirkan uang muka (DP/Down Payment). Yang luar biasa lagi, adalah promo suku bunganya mulai 0,4% (flat/bulan dipungut secara efektif). Skim kredit ini  merupakan kredit kendaraan yang diberikan kepada masyarakat berpenghasilan tetap serta tidak tetap di wilayah kerja Bank NTT (tidak termasuk alat berat). (***)

 Sumber berita + foto : HUMAS BANK NTT

Bawakan Tarian Rokatenda, Pelajar SMA Tunas Harapan Tampil Memukau di UPTD Museum NTT

NTT AKTUAL. KUPANG. Pelajar yang dalam hal ini Siswi-siswi SMA Tunas Harapan Kota Kupang tampil memukau dan sangat menghibur para dewan juri serta penonton dalam lomba tarian tradisional Rokatenda antar SMA yang berlangsung di halaman depan UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Sabtu (25/06/2022) malam.

Para pelajar SMA Tunas Harapan Kota Kupang saat membawakan tarian tradisional Rokatenda dalam perlombaan tari antar SMA yang diselenggarakan UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Sabtu (25/06/2022) malam. Dokumentasi : Nataniel Pekaata/NTT AKTUAL

Dalam mengikuti lomba menari Rokatenda yang diselenggarakan oleh UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT ini, Kepala Sekolah beserta para guru dan tenaga pengajar SMA Tunas Harapan Kota Kupang aktif pula mendampingi para pelajar yakni dengan memberikan support dan motivasi langsung dari samping panggung.

Saat ditemui Media ini di lokasi lomba, Kepala Sekolah SMA Tunas Harapan Kota Kupang Yonisius Nenabu, S.Pd, atau yang akrab disapa Jhon Nenabu mengatakan pada dasarnya soal juara atau tidaknya dirinya tidak terlalu mementingkan itu karena baginya yang terpenting adalah para pelajar SMA Tunas Harapan Kota Kupang mempunyai rasa kecintaan yang tinggi terhadap kebudayaan NTT itu sendiri.

Kepala Sekolah SMA Tunas Harapan Kota Kupang Yonisius Nenabu, S.Pd, bersama para guru dan pelajar SMA Tunas Harapan Kota Kupang saat foto bersama dengan Kepala UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Aplinuksi M.A. Asamani, S.Sos,M.Si serta dewan Juri lomba tari Rokatenda, Sabtu (25/06/2022) malam. Dokumentasi : Nataniel Pekaata/NTT AKTUAL

“Memang untuk saat ini belum ada hasil SMA mana yang menjuarai lomba menari Rokatenda ini, tetapi menurut saya juara atau tidak itu urusan kemudian dan kami ingin menunjukkan kita di NTT ini ada budaya NTT nya, dan ini bentuk dukungan kami kepada pak Gubernur NTT yang juga saat ini fokus pula mengembangkan pariwisata dan budaya NTT,” ungkap Jhon.

Dirinya menambahkan pelajar SMA Tunas Harapan Kota Kupang yang mengikuti lomba tari Rokatenda di UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT ini berjumlah sebanyak sepuluh orang, yakni Siswa dua orang dan siswi delapan orang.

“Dalam mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba tarian tradisional Rokatenda ini para Pelajar SMA Tunas Harapan Kupang aktif dibimbing oleh instruktur yang dalam hal ini guru-guru yang ada di SMA Tunas Harapan dan para pelajar selalu antusias mengikuti setiap sesi latihan dan mereka bisa tampil malam ini,” ujar Jhon.

Diakhir wawancara dirinya berharap pemerintah bisa membantu pihak sekolah dalam membuka laboratorium budaya.

“Harapan kami pemerintah bisa membantu kami untuk membuka suatu laboratorium khususnya laboratorium budaya, sehingga budaya itu bisa lebih diaplikasikan dengan baik oleh para pelajar dalam aktivitas belajar sehari-hari. Kita harapkan juga bisa bisa mendapatkan peralatan-peralatan kebudayaan seperti gong, sasando serta busana adat bagi para pelajar agar disaat para pelajar ingin menggunakannya kami tidak lagi harus meminjamnya,” tutup Jhon.

Untuk diketahui para pelajar SMA Tunas Harapan mengisi lomba Rokatenda yang merupakan serangkaian kegiatan dari Pameran Temporer Tradisi Pekinangan di NTT dengan Judulnya yaitu “Kristal Cinta di Limbah Merah” yang diselenggarakan oleh UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT. (NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Panitia PESPARANI NTT Gelar Malam Kolaborasi dan Launching Rekening “Satu Dalam Kasih” dari Bank NTT

NTT AKTUAL. KUPANG. Petang hari ini Minggu, (26/06/2022) pukul 17.00, Panitia Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Provinsi NTT menggelar “Malam Kolaborasi” di Hotel Naka, Kupang.

Kegiatan yang mengambil thema “Satu Dalam Kasih” itu rencananya menampilkan sejumlah komunitas dan penyanyi beken Kupang antara lain persembahan Vokal Solo oleh Andini, San Jose Choir juga dari OMK Assumpata Choir serta beberapa mata hiburan lainnya.

Dalam kegiatan akbar ini, Panitia Pesparani Tingkat Provinsi NTT juga akan meluncurkan Rekening Satu Dalam Kasih dari Bank NTT sebagai upaya penggalangan dana secara sukarela guna menyukseskan kegiatan Pesparani Tingkat Provinsi NTT 4-7 September 2022 dan juga Pesparani Nasional di Kupang Oktober mendatang.

Ketua Panitia Pesparani 2022 Tingkat Provinsi NTT Drs. Sinun Petrus Manuk mengatakan Malam Kolaborasi itu merupakan salah satu kiat panitia untuk mengajak banyak orang terlibat dan secara bergotong royong dalam kasih untuk menyukseskan Pesparani Tingkat Provinsi NTT dan juga Pesparan Nasional tahun 2022 di Kupang.

“Ini cara kita untuk memperkuat solidaritas umat katolik dan juga umat beragama lain di Kota Kupang untuk sama-sama menyukseskan event akbar Pesparani NTT dan Pesparani Nasional di Kupang, Nusa Tenggara Timur bulan Oktober mendatang,” ujarnya.

Acara ini akan dihadiri sejumlah tokoh, donatur, mitra dan para pegiat gerejani yang diperkirakan mencapai lebih dari 100 orang.

Vikjen Keuskupan Agung Kupang Romo Geradus Duka,Pr bersama Ketua LP3KD NTT Fransiskus Salem dan Ketua Umum Panitia Pesparani NTT Jamaludin Ahmad dipastikan hadir dan menyaksikan langsung acara ini

Salah satu tokoh katolik nasional yang juga Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Johny G.Plate dijadwalkan menyapa tamu undangan, para donatur dan Panitia Pesparani NTT 2022 secara virtual dari Jakarta.

Ia menyebut event Malam Kolaborasi itu akan ditayangkan juga dalam Live Streaming “Malam Kolaborasi Pesparani NTT tahun 2022.

Petrus mengajak seluruh Panitia Pesparani NTT yang juga nantinya menjadi Panitia Lokal Pesparani Nasional tahun 2022 di Kupang untuk berkenan hadir dan sedapat mungkin mengajak beberapa mitra produktif untuk bisa menyaksikan langsung konser mini “Satu Dalam Kasih” petang ini. (*/Rilis/ Tim Media)

Biro APim Gelar Bakohumas Dengan Tema : “Sensus Penduduk 2020 Lanjutan, Implikasi Strategis Dalam Mewujudkan NTT Bangkit NTT Sejahtera”

NTT AKTUAL. KUPANG. Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT menyelenggarakan kegiatan Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas) pada Kamis (23/06/2022) bertempat di Hotel Ima Kota Kupang. Kegiatan tersebut digelar dengan tema “Sensus Penduduk 2020 Lanjutan, Implikasi Strategis Dalam Mewujudkan NTT Bangkit NTT Sejahtera”.

Untuk diketahui, kegiatan ini bertujuan untuk Memberikan pemahaman dan menyebarluaskan informasi terkait Pelaksanaan Sensus Penduduk 2020 Lanjutan, Dampaknya terhadap Upaya Mewujudkan Visi NTT Bangkit menuju Masyarakat Sejahtera dalam Bingkai NKRI.

Kegiatan ini juga menghadirkan dua pemateri diantaranya, Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi NTT Matamira B. Kale, S.Si, M.Si yang membawakan materi “SP2020 Lanjutan, Apa dan Bagaimana?” dan Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Provinsi NTT Maxianses H. Manafe, S. Sos, M. Si, dengan materi “Dampak Strategis SP2020 Lanjutan, dalam Mewujudkan NTT Bangkit NTT Sejahtera”. Kegiatan ini juga dimoderatori oleh Kepala Bagian Materi dan Komunikasi Pimpinan Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT Dr. Dra. Diani T. A. Ledo, SE, M. Si.

Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT, Prisila Q. Parera, SE yang mewakili Gubernur NTT dalam sambutannya menjelaskan, SP2020 Lanjutan mempunyai misi besar dari hasil pelaksanaannya.

“Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menyambut baik pelaksanaan SP2020 Lanjutan ini. Kita juga berharap para Pempimpin Daerah dari seluruh Kabupaten/Kota se-Nusa Tenggara Timur untuk bisa mendesiminasi informasi tentang SP2020 Lanjutan yang dilaksanakan ini,” jelas Prisila.

“Semua yang dilakukan ini sangat penting dalam mendesain perencanaan pembangunan kedepan. Dengan adanya SP2020 Lanjutan, geliat pembangunan di seluruh pelosok Indonesia dampaknya benar-benar sampai ke masyarakat, dan dirasakan oleh masyarakat di seluruh Indonesia, termasuk di Nusa Tenggara Timur,” tambah Prisila.

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi NTT Matamira B. Kale, S.Si, M.Si dalam paparan materinya menjelaskan, pentingnya SP2020 Lanjutan yaitu menyediakan parameter demografi serta karakteristik penduduk lainnya untuk menghasilkan indikator SDGs dan RPJMN di bidang kependudukan.

Ia menjelaskan, tujuan pendataan SP2020 Lanjutan yaitu diantaranya untuk 1) memperkirakan jumlah, distribusi dan komposisi penduduk; 2) memperoleh data untuk penghitungan parameter (kelahiran, kematian dan migrasi); 3) Sumber data dari indikator Angka Kematian Ibu, 4) memperbarui data yang akan digunakan dalam proyeksi penduduk; 5) menyediakan data karakteristik penduduk dan perumahan; dan 6) sumber data indikator kependudukan untuk SDGs yang tidak dapat diperoleh dari sumber lain.

“Data yang dihasilkan yaitu Karakteristik Penduduk, Migrasi, Disabilitas, Ketenagakerjaan, Fertilitas, Mortalitas, dan Perumahan. Hasil tersebut merupakan sumber data indikator kependudukan,” tambah Matamira.

Sementara itu, Sekretaris Bappelitbangda Provinsi NTT Maxianses H. Manafe, S. Sos, M. Si, menjelaskan SP2020 Lanjutan dalam kaitannya dengan NTT Bangkit Menuju Sejahtera dalam bingkai NKRI adalah dengan terpenuhinya Pangan, Sandang, Perumahan, Kesehatan, Pekerjaan, dan Pendidikan dalam hal ini salah satu langkah untuk menanggulangi masalah kemiskinan.

“Untuk itu maka strategi yang hasrus dilaksanakan adalah pertama) memastikan kabupaten/kota melakukan updating data kependudukan dan data penduduk miskin; kedua) menghidupkan perasn sekretariat penanggulangan kemiskinan di semua level pemerintaha; ketiga) Pelayanan “one stop service” untuk pelayanan bagi penduduk miskin secara transparan dengan memanfaatkan posyandu; keempat) memanfaatkan tersedianya anggaran penanggulangan kemiskinan yang komprehensif sesuai perencanaan yang disusun; dan kelima) kerjasama lintas sektor dan lintas wilayah, termasuk kerja sama dan kolaborasi pendanaan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Koalisi Kependudukan Indonesia Provinsi NTT, Ketua IDAI NTT, Forkopimda Provinsi NTT, pimpinan lembaga Agama Provinsi NTT dan Para Pimpinan perangkat daerah Lingkup Pemprov NTT. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Raker Komwil IV APEKSI Ke 17 Rekomendasikan Kebijakan Bagi Tenaga Kontrak

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Rapat Kerja Komisariat Wilayah (RAKERKOMWIL) IV Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) ke 17 tahun 2022, yang berlangsung di Kota Kupang melahirkan sejumlah rekomendasi. Salah satunya adalah rekomendasi tentang perlu adanya pemikiran kebijakan untuk tenaga non Aparatur Sipil Negara (tenaga kontrak dan tenaga harian lepas) dalam pengalihan status agar tetap memberikan kontribusi pada perangkat daerah di Pemerintah Kota.

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH, selaku Ketua Komisariat Wilayah IV APEKSI saat menutup kegiatan Rakerwil di Hotel Aston Kupang, Kamis (23/06/2022) menyampaikan beberapa poin yang menjadi rekomendasi dalam forum Rakerkomwil yang disepakati bersama, untuk diusulkan pada rapat kerja nasional APEKSI bulan Agustus 2022 akan datang.

Selain tentang tenaga non ASN, hal lain yang direkomendasikan rakerwil kali ini antara lain pola pengukuran kinerja dan implementasi penyetaraan jabatan, alokasi dana kelurahan serta penambahan dana alokasi umum (DAU) bagi penggajian Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK di daerah, penambahan sertifikat serta daftar produk dalam negeri pada e-katalog pengadaan barang dan jasa untuk peningkatan penggunaan produksi dalam negeri (P3DN), optimalisasi penerapan SIPD, penentuan proporsi pokir DPRD oleh pemerintah pusat, peninjauan kembali gaji dan pensiun kepala daerah, peninjauan hukuman bagi penyedia jasa yang cidera janji agar dijatuhi hukuman black list dan tidak dibayarkan atas pekerjaan, serta perlu adanya rekomendasi untuk memberikan ijin usaha skala kecil yang terdaftar melalui online single submission (OSS).

Menurutnya keputusan Rakerwil ini sebagai input Komisariat Wilayah IV dalam forum RAKERNAS APEKSI di Kota Padang, bulan Agustus 2022 mendatang. “Kita harapkan bersama rekomendasi-rekomendasi tersebut dapat diterima dan diadvokasi oleh APEKSI pusat demi penguatan kebijakan pemerintah bagi terwujudnya efektivitas dan efisiensi pemerintahan yang baik, khususnya di daerah,” pungkasnya.

Sebelumnya dalam pleno yang dipimpin oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Kota Mojokerto, Abdul Rachman Tuwo, S.Sos,M.Si, disepakati Rapat Kerja Komisariat Wilayah IV Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia ke 18 tahun 2023 mendatang, akan dilaksanakan di Kota Pasuruan, Jawa Timur.

Hadir dalam acara penutupan Rakerwil tersebut, perwakilan dari 13 kota anggota komisariat wilayah IV Apeksi, perwakilan Forkopimda Kota Kupang, Kepala BPS Kota Kupang, Sekretaris Daerah Kota Kupang, para Staf Ahli Wali Kota Kupang, para Asisten Sekda Kota Kupang, pimpinan perangkat daerah Lingkup Kota Kupang beserta para camat dan lurah se-Kota Kupang. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang 

PKK dan DWP Kota Kupang Promosi Tenun Sepe Pada Ladies Program

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Kupang, Ny. Lousje Marlinda Funay – Pellokilla, S.TP, mewakili Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Kupang, Ny. Hilda Riwu Kore – Manafe, SE, MM, membuka kegiatan Ladies Program yang dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian Rapat Kerja Komisariat Wilayah (RAKERKOMWIL) IV APEKSI ke 17 tahun 2022. Kegiatan ini berlangsung di Restaurant The Kings, Kelurahan Alak, Rabu (22/06/2022).

Tampak hadir dalam kunjungan di RSUD S. K. Lerik, Wakil Ketua TP – PKK Kota Kupang, Ny. Elisabeth Lies Man – Rengka, sedangkan seluruh rangkaian acara diikuti oleh antara lain Ketua TP – PKK Kota Malang, Ketua TP – PKK Kota Kediri, Ketua TP – PKK Kota Bima, Wakil Ketua TP – PKK Kota Blitar, Wakil Ketua TP – PKK Kota Mataram, Ketua DWP Kota Denpasar, Istri-istri FORKOPIMDA Kota Kupang, para anggota DWP Kota Kupang, serta Camat Alak dan para lurah se-Kecamatan Alak.

Seluruh para peserta Ladies Program mengunjungi Paliative Care Basecamp di RSUD S. K. Lerik sebelum kemudian menuju The Kings untuk menyaksikan fashion show yang memperagakan busana berbahan dasar tenun ikat motif sepe dan mengunjungi ke spot Expo Mini Sepe yang berada di pelataran depan The Kings Restaurant.

Dalam sambutan Ketua TP PKK dan Dekranasda Kota Kupang yang dibacakan oleh Ketua DWP Kota Kupang menyampaikan selamat datang kepada para peserta yang merupakan para istri wali kota, istri wakil wali kota, istri FORKOPIMDA serta beberapa istri sekretaris daerah pemerintah kota anggota Komwil IV. Menurutnya, pemerintah Kota Kupang selaku tuan rumah sangat senang menyambut kehadiran para peserta serta berkesempatan menampilkan keunggulan-keunggulan yang dimiliki daerah ini melalui Koepan Expo dimana para pengunjung dapat melihat secara langsung produk unggulan pelaku UMKM Kota Kupang. By. Lousje terutama menyorot tenun motif sepe, yang desainnya diciptakan khusus oleh Ketua TP – PKK dan Dekranasda Kota Kupang, Ny. Hilda Riwu Kore – Manafe untuk menjadi motif khas daerah Kota Kupang. Motif bunga sepe ini sudah didaftarkan dan mendapat sertifikat Hak Kekayaan ko Intelektual (HKI) dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia yang pada bulan Maret 2021 silam diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Provinsi NTT dan disaksikan oleh Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, SE, M.Si, bersama Ketua DWP Kota Kupang saat itu.

Ny. Lousje menjelaskan lebih lanjut tentang alasan pemilihan motif bunga sepe atau yang dikenal dengan flamboyan. Pohon flamboyan disebut sepe oleh masyarakat lokal, merupakan pohon yang banyak tumbuh subur di wilayah Kota Kupang. Sepe menarik karena bunganya yang berwarna semarak merah jingga dan dikelilingi warna hijau daun yang segar dimata setiap orang yang memandang. Bunga sepe atau flamboyan mekar setiap tahun khusus pada bulan November hingga menjelang hari raya natal. “Alasan sepe dipilih menjadi motif khas kota Kupang karena menurut Ketua Dekranasda Kota Kupang, Ibu Hilda, sepe dipilih karena mencerminkan karakteristik masyarakat Kota Kupang yang berani, jujur, beriman, ulet dan rajin namun ramah, toleran dan memiliki rasa kekeluargaan yang tinggi. Selain memperkenalkan ke masyarakat Kota Kupang untuk menjadi kebanggaan daerah, Dekranasda saat ini juga tengah berencana mempromosikannya hingga ke kancah nasional bahkan internasional. Secara tidak langsung juga akan mempromosikan kekayaan budaya Indonesia,” jelas istri Sekretaris Daerah Kota Kupang, Bapak Fahrensy P. Funay, SE, M.Si itu

Setelah penjelasan tentang tenun sepe, Ny. Lousje juga menjelaskan terkait kunjungan Ladies Program ke Paliative Care Basecamp di RSUD S. K. Lerik, untuk menyaksikan langsung pelayanan terintegrasi antara dokter, perawat, terapis, petugas sosial medis, psikolog, rohaniwan, relawan, dan profesi lain yang diperlukan. “perawatan paliatif merupakan suatu pendekatan yang meningkatkan kualitas hidup pasien dan keluarga yang menghadapi masalah terkait mengancam jiwa, dengan mencegah dan meringankan penderitaan melalui identifikasi dini, pengkajian cermat menyeluruh dan pengelolaan nyeri serta masalah lain, baik fisik, psikososial dan spiritual”, jelasnya.

Sebelum menutup sambutan, Ny. Lousje mengajak para peserta untuk turut serta dalam pawai budaya yang diselenggarakan dalam rangka Rakerwil IV dimana dalam kegiatan tersebut akan digelar berbagai atraksi serta peragaan busana adat asli NTT dari berbagai etnis yang ditampilkan oleh para seniman, sanggar budaya dan para ASN Pemkot Kupang, “kami mengundang ibu-ibu sore ini dalam pawai budaya, ajang pertukaran budaya diantara 13 kota anggota Komwil IV APEKSI sekaligus kami tampilkan budaya NTT yang kaya melalui berbagai atraksi kesenian dan peragaan busana adat asli NTT dari berbagai etnis, sekaligus merasakan langsung suasana Kota Kupang yang hangat dan penduduknya yang ramah serta bersahabat,” ujar Ketua DWP Kota Kupang itu.

Ny. Lousje berharap ladies program tersebut juga dimaknai sebagai ajang menjalin keakraban sekaligus berbagi ide, pengetahuan, pengalaman maupun praktik terbaik dalam pelayanan bagi masyarakat, khususnya terkait program paliatif dan peningkatan UMKM yang dapat diadopsi oleh kota-kota, “harapan kami program ini berjalan lancar dan berkesan bagi ibu-ibu yang hadir dan semakin mempererat kemitraan dan kerjasama diantara 13 kota anggota komwil IV APEKSI. (*PKP_enj)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Pameran Koepan Expo Rakerwil IV APEKSI ke 17 Ajang Promosi Produk Unggulan UMKM Kota Kupang

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Pemerintah Kota Kupang selaku tuan rumah Rapat Kerja Komisariat Wilayah IV APEKSI ke 17 tahun 2022 menyelenggarakan Pameran Koepan Expo di Kawasan Pantai Kelapa Lima Kupang, Selasa (21/06/2022), kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 22-24 Juni 2022, kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef Nae Soi, MM, pada Rabu (22/06/2022).

Kegiatan Expo Koepan merupakan salah satu rangkaian kegiatan dari kegiatan APEKSI di Kota Kupang yang dihadiri oleh 13 pemerintah kota se-Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara yang tergabung dalam Komisariat Wilayah IV.

Wali Kota Kupang Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH dalam sekapur sirihnya mengatakan bahwa Koepan Expo memamerkan berbagai informasi potensi pariwisata dan budaya NTT juga produk-produk unggulan UMKM di Kota Kupang, dengan harapan semakin memperluas promosi hingga ke luar NTT, “semoga Bapak Ibu para delegasi 13 kota anggota Komwil IV terkesan dengan berbagai produk yang dipamerkan, terutama kain tenun ikat etnis asli NTT juga yang menjadi pendatang baru saat ini, kain tenun sepe. Ketika membeli dan dibawa pulang secara tidak langsung semakin memperkenalkan potensi dan berbagai produk UMKM hingga ke daerah-daerah lain di Indonesia,” ujar Wali Kota Jeriko sekaligus Ketua Komwil IV Apeksi periode 2021 sampai dengan 2024 ini.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTT dalam sambutannya memaparkan betapa tingginya toleransi di Nusa Tenggara Timur (NTT), ia juga menekankan tentang hidup yang mengedepankan rasa persaudaraan di NTT tanpa memandang suku dan agama, “Kota Kupang adalah rumah besar persaudaraan dan kerukunan umat beragama, wajah orang NTT seram-seram, tapi hatinya baik terhadap siapa saja yang datang ke NTT, terutama di Kota Kupang,” kata Josef.

Ia juga mengapresiasi kerja keras yang dilakukan Pemerintah Kota Kupang bersama jajaran yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut di Kawasan Pantai Kelapa Lima yang indah ini. “Terima Kasih kepada Wali Kota Kupang bersama jajaran yang sudah menyelenggarakan kegiatan Koepan Expo ini. Tidak lupa juga kita mengapresiasi kinerja Pemerintah Kota Kupang yang dalam beberapa tahun terakhir ini sudah cukup baik dalam melalukan penataan dan pembenahan wajah Kota Kupang di beberapa titik sehingga sudah terlihat baik, rapi dan lebih indah dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya,” katanya lagi.

Wagub Nae Soi juga memuji Pemkot Kupang karena telah melibatkan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam Pameran Expo Koepan, “Kegiatan Koepan Expo ini juga baik adanya dengan turut melibatkan para pelaku UMKM. Hal ini sejalan dengan langkah Pemerintah Provinsi NTT yang terus berupaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk-produk UMKM serta mendorong pelaku UMKM untuk mengambil bagian dalam pasar digital,” jelas Wagub Nae Soi.

Diketahui bahwa, dalam kegiatan Expo Koepan ini juga dipamerkan berbagai kain adat serta pakaian yang telah dimodifikasi dari bahan baku kain tenun dari berbagai daerah di NTT, “Kegiatan seperti ini tentu akan memberikan motivasi yang cukup besar dalam menumbuhkan dan mengembangkan produk-produk yang dihasilkan UMKM menjadi lebih baik. Dengan menyadari persaingan dalam dunia usaha dan perubahan selera konsumen sangatlah cepat dan ketat sehingga menuntut semua pelaku ekonomi bekerja keras untuk menghadapi persaingan maka perlu memantapkan jaringan usaha dan memanfaatkan perkembangan teknologi,” tambahnya.

“Keberhasilan para pelaku usaha UMKM akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat antara lain pendapatan masyarakat akan meningkat, lapangan kerja akan terbuka luas dan berbagai usaha terkait akan tertarik pula untuk berkembang,” ujarnya.

Beliau juga menjelaskan, Perekonomian NTT akan memiliki landasan yang kuat dengan pengembangan UMKM yang berkelanjutan. Dengan pemanfaatan potensi sumber daya alam yang tersedia dan dengan dukungan sarana prasarana yang memadai maka produk UMKM yang dihasilkan akan memiliki nilai daya saing yang kuat dalam pemasarannya.

“Dengan berbelanja produk-produk UMKM merupakan bukti kecintaan kita terhadap produk-produk dalam negeri sekaligus memperlihatkan nasionalisme kita. Presiden Joko Widodo telah mencanangkan Program Bangga Buatan Indonesia (BBI) yang menjadi pedoman bagi kita dalam mempromosikan produk-produk UMKM. Presiden juga menegaskan agar belanja APBN dan APBD harus dimanfaatkan untuk membeli produk dalam negeri sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan nilai tambah untuk negara,” jelas Wagub Nae Soi.

“Pemerintah terus berupaya memperkuat kelembagaan, membangun kapasitas serta mempermudah dan meningkatkan akses pembiayaan bagi UMKM. Upaya peningkatan kualitas dan kuantitas produk-produk UMKM NTT harus menjadi penting dan semua pihak harus punya komitmen yang kuat untuk menggunakan produk-produk UMKM NTT,” tutupnya.

Beberapa Peserta APEKSI yang merupakan para Wali Kota dari pulau Jawa memuji perkembangan pesat Kota Kupang dibawah kepemimpinan pasangan Wali Kota Jeriko dan Wakil Wali Kota, dr. Herman Man, seperti yang diungkapkan Wali Kota Kediri, Wali Kota Probolinggo dan juga Direktur Eksekutif APEKSI, mereka masing-masing memberikan pujian tentang perubahan besar di Kota Kupang, khsususnya penataan kota. (*PKP_sny)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang 

Rakerwil Komwil IV APEKSI Ke 17 di Kota Kupang, Bahas Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi Covid-19

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Komisariat Wilayah (Komwil) IV Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Ke-17 pada tahun 2022 digelar selama 3 hari sejak tanggal 21 sampai 23 Juni 2022 di Kota Kupang.

Rakerwil yang mengusung tema “Percepatan Pembangunan Berkelanjutan Dalam Rangka Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi Covid-19”, ini dibuka oleh Asisten Administrasi Umum Sekda Provinsi NTT, Samuel Halundaka, S.IP., M.Si., mewakili Gubernur NTT, Rabu (22/06/2022), di Ballroom Palacio Hotel Aston Kupang.

Rakerwil diikuti oleh 13 pemerintah kota anggota Apeksi Komwil IV antara lain; Wali Kota Kupang sebagai tuan rumah, Wali Kota Kediri, Wali Kota Malang, Wali Kota Batu, Wali Kota Bima, Wakil Wali Kota Surabaya, Wakil Wali Kota Blitar, Wakil Wali Kota Mataram, Wakil Wali Kota Pasuruan, Sekda Kota Probolinggo, Sekda Kota Denpasar, Sekda Kota Pasuruan serta Kabag Tata Pemerintahan Setda Kota Madiun.

Para anggota Apeksi hadir bersama rombongan yang akan mengikuti serangkaian kegiatan Apeksi di Kota Kupang. Turut hadir dalam acara pembukaan, Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri RI, Dr. Teguh Setiabudi, M.Pd, Direktur Eksekutif Apeksi Pusat, Alwis Rustam dan Forkopimda Kota Kupang. Sementara jajaran pemerintah Kota Kupang yang hadir, Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy Priestley Funay, S.E., M.Si., para Staf Ahli Wali Kota Kupang, para Asisten Sekda Kota Kupang dan para Pimpinan Perangkat Daerah Kota Kupang serta para Camat.

Diakui Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H., yang juga selaku Ketua Apeksi Komisariat Wilayah IV, dalam sekapur sirihnya, bahwa rangkaian penyelenggaraan Raker Komwil IV meliputi kota di wilayah Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara ini memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Kupang secara langsung dan tidak langsung. Secara langsung terjadi geliat perekonomian bagi masyarakat selama beberapa hari dampak dari kunjungan jumlah besar para rombongan Apeksi. Diperkirakan pada sektor pariwisata dan perdagangan serta jasa sendiri, terjadi peningkatan pendapatan khususnya bagi masyarakat kelompok usaha kecil dan menengah.

“Kita ketahui bersama, pandemi covid-19 belum berakhir dan semua pemerintah daerah saat ini terus mengerahkan segala daya upaya guna menemukan solusi demi pemulihan ekonomi, untuk itu besar harapan melalui raker ini dapat merekomendasikan solusi terbaik bagi pemerintah daerah dalam percepatan pemulihan ekonomi pasca pandemi yang tentunya berdampak bagi kemajuan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah masing-masing,” ungkap Wali Kota.

Wali Kota Jeriko menyampaikan ucapan terima kasih kepada Direktur Eksekutif Apeksi Pusat dan Dirjen Pembangunan Daerah Kemendagri RI serta Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji yang menyampaikan materi dalam rapat terkait pembangunan perkotaan yang berkelanjutan dan _The Best Practices Sharing_ terkait pemulihan ekonomi pasca Covid-19 dalam rakerwil tersebut.

Lebih lanjut dirinya berharap agar melakui diskusi sepanjang raker terjadi pertukaran ide, gagasan serta solusi yang dapat diterapkan demi tercapainya efektivitas dan efisiensi pemerintahan bagi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah masing-masing. Selain itu, Wali Kota berharap rakerkomwil semakin memperkuat kerjasama dan kemitraan diantara ke 13 pemerintah kota dalam semangat Recover Together, Recover Stronger.

Sambutan Gubernur NTT yang dibacakan Asisten Administrasi Umum Sekda Provinsi NTT menyampaikan atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur, mengucapkan selamat datang di Kota Kupang, kepada Para Walikota dari Provinsi Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Barat. Kota Kupang dijuluki Kota Kasih, rumah besar bagi beragam orang dari berbagai agama, suku, ras dan budaya yang berbaur dalam balutan kasih dan persaudaraan. Provinsi NTT dikenal sebagai Nusa Terindah Toleransi dan New Tourism Territory.

Menurutnya, beberapa hal yang diharapkan melalui kegiatan luar biasa ini adalah
Pertama, Persoalan publik yang dihadapi pemerintah kota sedemikian kompleks. Beberapa diantaranya yang terus berulang yakni, soal air bersih dan listrik, sampah, pencemaran dan konversi lahan serta persoalan tata ruang. Konsekuensinya adalah bahwa, beberapa peraturan daerah yang bersinggungan dengan masalah ini, tidak ditindaklanjuti secara baik oleh masyarakat sehingga menimbulkan konsekuensi hukum dan HAM. Apeksi diharapkan untuk mampu mencermati persoalan ini, dan merekomendasikan berbagai perubahan kebijakan yang memberi ruang bagi penanganan komprehensif persoalan publik ini.

Kedua, Soal perlunya kerjasama antara pemerintah kota tentang pengembangan pariwisata. Realita selama ini menunjukkan bahwa, pembangunan pariwisata berjalan sporadis antara satu kota dengan kota lainnya. Karena itu, momentum rakerkomwil ini seyogyanya menghasilkan sebuah kesepakatan tentang sinkronisasi program dan kegiatan terutama penyusunan sebuah roadmap rute perjalanan wisata antar kota. Bila dimungkinkan, seluruh pemerintah kota dan mitra pariwisata menyusun sebuah rute kunjungan wisata yang menyentuh semua titik wisata di seluruh anggota Apeksi Komisariat Wilayah IV untuk satu kali kunjungan wisata. Pola ini setidaknya membuat wisatawan memiliki banyak alternatif kunjungan dan dengan sendirinya wisatawan tinggal lebih lama di wilayah Indonesia.

Selanjutnya poin ketiga yang disampaikan, Anggota APEKSI seyogyanya mempertimbangkan berbagai hal tentang kemungkinan pengembangan kerjasama ekonomi, dengan memperhatikan data potensi setiap kota yang ada untuk keuntungan bersama. Setiap kota memiliki keunggulan komparatif masing-masing, yang dapat dikolaborasi untuk pertumbuhan ekonomi bersama. (*PKP_chr)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

UPTD Museum Dinas P&K NTT Selenggarakan Pameran Temporer Tradisi Pekinangan

NTT AKTUAL. KUPANG. Dalam rangka melestarikan warisan budaya yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT menyelenggarakan Pameran Temporer Tradisi Pekinangan di NTT dengan Judulnya yaitu “Kristal Cinta di Limbah Merah”.

Pemeran yang mengusung tema “Restorasi Kebudayaan Menuju NTT Bangkit, NTT Sejahtera” ini dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Henderina S. Laiskodat, bertempat di halaman depan UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, pada Jumat (24/06/2022).

Dalam pembukaan Pameran Temporer Tradisi Pekinangan ini turut pula dihadiri Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi NTT, Khristin S. Pati, Kepala UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Aplinuksi M.A. Asamani, S.Sos,M.Si yang juga selaku ketua panitia pelaksana kegiatan Pameran Temporer Tradisi Pekinangan, dihadiri pula oleh pemerhati budaya, Kepala Sekolah, Guru dan sejumlah undangan lainnya.

Dalam pameran Temporer Tradisi Pekinangan atau makan sirih pinang ini, UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT menampilkan wadah sirih pinang dari berbagai Kabupaten yang ada di Provinsi NTT yang ditampilkan pada stand-stand pameran.

Selain itu kegiatan pameran yang akan berlangsung dari tanggal 24 Juni sampai dengan 27 Juni 2022 ini juga akan diisi dengan penampilan dari sanggar dan paguyuban etnis yang ada di NTT, serta lomba tarian tradisional antar SMA/SMK se-Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Henderina S. Laiskodat, Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi NTT, Khristin S. Pati dan Kepala UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Aplinuksi M.A. Asamani, S.Sos,M.Si saat foto bersama dengan Undangan yang hadir pada Acara pembukaan Pameran Temporer Tradisi Pekinangan di NTT bertempat di halaman depan UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Jumat (24/06/2022). Dokumentasi : Nataniel Pekaata/NTT AKTUAL

Saat membuka pameran dan memberikan sambutan, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Henderina S. Laiskodat mengatakan tradisi Pekinangan atau makan sirih pinang ini kerap menghiasi keseharian masyarakat NTT dan digemari oleh banyak kalangan.

“Kebiasaan makan sirih pinang bukanlah soal selera individu, melainkan kebiasaan yang lumrah dari pergaulan sosial. Tradisi ini merupakan salah satu bentuk keramahtamahan universal karena dapat dinikmati berbagai kalangan, mulai dari anak muda sampai dengan orang tua, mulai dari rakyat biasa sampai bangsawan,” ujar Henderina.

Dirinya menambahkan bagi orang NTT sirih pinang merupakan simbol persahabatan dan rasa hormat. Selain itu sirih pinang juga memiliki tempat istimewa dalam ritual adat dan kegiatan sosial. Sirih pinang disajikan kepada tamu sebagai tanda keramahtamahan, sopan santun, serta sirih pinang juga biasa menjadi suguhan dalam perkawinan adat, suasana duka cita, serta kerap menjadi sesajian bagi leluhur.

“Pameran temporer Tradisi Pekinangan di NTT ini menjadi kesempatan bagi kita semua untuk lebih jauh mengenal budaya kita. Budaya makan sirih pinang dihidupkan dan diajarkan secara lisan serta turun temurun dari nenek moyang kita dalam kemasan kebersamaan, cinta dan persaudaraan,” ungkapnya.

Saat ini UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT sudah mencatat sejarah baru, dimana mereka sudah membuat secara tertulis dan digital dan ini akan dikenang sepanjang masa untuk masyarakat bisa selalu mengingat tradisi makan atau mamah sirih pinang. “Kesempatan ini perlu juga kita manfaatkan untuk mengenal ragam wadah sirih pinang dari berbagai daerah di NTT, ada variasi serta keunikan bentuk, warna, corak motif, bahan dasar pembuatan wadah menjadi pertanda keragaman budaya kita yang menyatu dalam sebuah tradisi,” tuturnya.

Pameran Temporer Tradisi Pekinangan atau makan sirih pinang ini diselenggarakan juga untuk memeriahkan kegiatan Muhibah budaya jalur rempah Tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia.

“Nama yang akan dipakai untuk laskar rempah dari Provinsi NTT yaitu ‘Laskar Cendana’ yang mana menurut jadwalnya masyarakat Kota Kupang dan sekitarnya dapat berkunjung ke Kapal Dewa Ruci mulai 25 Juni dan 26 Juni 2022 di pelabuhan tenau Kupang,”

Ditempat yang sama, Kepala UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Aplinuksi M.A. Asamani, S.Sos,M.Si yang juga selaku ketua panitia pelaksana kegiatan Pameran Temporer Tradisi Pekinangan, saat membacakan laporan panitia mengatakan sejak awal berdirinya, Museum NTT telah banyak mengumpulkan benda-benda budaya yang pada masa lampau dipakai oleh leluhur di Provinsi NTT atau yang menjadi peninggalan kejayaan bangsa di masa lampau. Dengan bekal pengetahuan yang dimiliki, para pengelola koleksi museum telah berusaha menyelamatkan warisan budaya bangsa agar para penerus bangsa di masa sekarang dan masa yang akan datang dapat melihat dan menyaksikan warisan nenek moyang seperti yang akan disaksikan dalam pameran Tradisi Menginang ini.

UPT Museum Daerah NTT, pada kesempatan ini hendak menyajikan kepada masyarakat, kekayaan nilai dibalik budaya makan sirih pinang. Seperti halnya dengan variasi wadah sirih pinang hasil karya budaya dan peninggalan sejarah masa lampau.

Kepala UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Aplinuksi M.A. Asamani, S.Sos,M.Si saat membacakan laporan panitia penyelenggara kegiatan Pameran Temporer Tradisi Pekinangan di NTT, Jumat (24/06/2022). Dokumentasi : Nataniel Pekaata/NTT AKTUAL

Dirinya menjelaskan tujuan kegiatan pameran temporer ini adalah :

  • Penyebarluasan informasi mengenai tradisi Menginang sebagai warisan sejarah dan budaya nenek moyang, serta nilai-nilai luhur bagi masyarakat.
  • Perwujudan peran Museum sebagai lembaga pelestari warisan budaya, tempat pembelajaran dan rekreasi yang mendidik.
  • Menanamkan rasa memiliki, cinta dan bangga terhadap kebudayaan daerah NTT.
  • Memperkuat jati diri sebagai orang NTT.
  • Melibatkan masyarakat secara aktif dalam kegiatan pameran temporer ini.

Sumber Dana Kegiatan Pameran Temporer Tradisi Pekinangan di NTT ini bersumber dari Bantuan Operasional Dana Alokasi Khusus Museum pada DPA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT Tahun Anggaran 2022, jelas Aplinuksi.

Dirinya pada kesempatan ini juga menjelaskan kepada awak media bahwa  standarisasi UPT Museum Daerah NTT yang sebelumnya berada pada Tipe C sudah naik menjadi Tipe saat ini. “Ini semua berkat kerja keras dari kita semua dan  standarisasi dengan Tipe A ini diperoleh UPT Museum Daerah NTT dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia,” ujar Aplinuksi.

Dikesempatan yang sama kepada Wartawan, Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi NTT, Khristin S. Pati mengatakan dirinya mewakili pimpinan dan seluruh anggota Komisi V DPRD Provinsi NTT menyampaikan apresiasi untuk kegiatan Pameran Temporer Tradisi Pekinangan di NTT yang diselenggarakan oleh UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT.

“Budaya makan sirih pinang merupakan hal yang lumrah di NTT karena dilakukan di seluruh Kabupaten/Kota yang ada di NTT, dan kegiatan ini merupakan kegiatan luar biasa uang telah dilakukan UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT,” ungkapnya.

Khristin berharap tidak hanya budaya Pekinangan atau makan sirih pinang ini saja yang diangkat tetapi kedepannya juga dapat mengangkat kekayaan budaya lainnya yang ada di NTT.

“Hal ini penting agar generasi muda di Provinsi NTT dapat lebih mengenal keragaman dari kekayaan budaya yang dimiliki Provinsi NTT,” pungkasnya. (NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Buka Pameran Koepan Expo, Wagub Nae Soi Apresiasi Pemkot Kupang

NTT AKTUAL. KUPANG. Bertempat di Pelataran Pantai Kelapa Lima Kupang (Depan Hotel Aston) pada Selasa (21/06/2022) dilaksanakan pembukaan Koepan Expo. Wakil Gubernur NTT Drs. Josef Nae Soi, MM yang hadir memberikan sambutan dan sekaligus membuka secara resmi acara tersebut juga turut mengapresiasi Pemerintah Kota Kupang bersama jajarannya yang sudah menyelenggarakan kegiatan tersebut dan juga pembenahan tatanan Kota Kupang dalam beberapa tahun terakhir.

“Terima Kasih kepada Walikota Kupang bersama jajarannya yang sudah menyelenggarakan kegiatan Koepan Expo ini. Tidak lupa juga kita mengapresiasi kinerja Pemerintah Kota Kupang yang dalam beberapa tahun terakhir ini sudah cukup baik dalam melalukan penataan dan pembenahan wajah Kota Kupang di beberapa titik sehingga sudah terlihat baik, rapi dan lebih indah dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya,”  ujar Wakil Gubernur.

Wakil Gubernur NTT Drs. Josef Nae Soi, MM saat memberikan sambutan dan sekaligus membuka secara resmi Koepan Expo bertempat di Pelataran Pantai Kelapa Lima Kupang (Depan Hotel Aston) pada Selasa (21/06/2022). Dokumentasi : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Wakil Gubernur juga mengapresiasi kegiatan tersebut yang melibatkan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). “Kegiatan Koepan Expo ini juga baik adanya dengan turut melibatkan para pelaku UMKM. Hal ini sejalan dengan langkah Pemerintah Provinsi NTT yang terus berupaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk-produk UMKM serta mendorong pelaku UMKM untuk mengambil bagian dalam pasar digital,” jelas Wagub Nae Soi.

“Kegiatan seperti ini tentu akan memberikan motivasi yang cukup besar dalam menumbuhkan dan mengembangkan produk-produk UMK menjadi lebih baik. Dengan menyadari persaingan dalam dunia usahan dan perubahan selera konsumen sangatlah cepat dan ketat sehingga menuntut semua pelaku ekonomi bekerja keras untuk menghadapi persaingan maka perlu memantapkan jaringan usaha dan memanfaatkan perkembangan teknologi,” tambahnya.

“Keberhasilan para pelaku usaha UMKM akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat antara lain pendapatan masyarakat akan meningkat, lapangan kerja akan terbuka luas dan berbagai usaha terkait akan tertarik pula untuk berkembang,” ujarnya.

Beliau juga menjelaskan, Perekonomian NTT akan memiliki landasan yang kuat dengan pengembangan UMKM yang berkelanjutan. Dengan pemanfaatan potensi sumber daya alam yang tersedia dan dengan dukungan sarana prasarana yang memadai maka produk UMKM yang dihasilkan akan memiliki nilai daya saing yang kuat dalam pemasarannya.

“Dengan berbelanja produk-produk UMKM merupakan bukti kecintaan kita terhadap produk-produk dalam negeri sekaligus memperlihatkan nasionalisme kita. Presiden Joko Widodo telah mencanangkan Program Bangga Buatan Indonesia (BBI) yang menjadi pedoman bagi kita dalam mempromosikan produk-produk UMKM. Presiden juga menegaskan agar belanja APBN dan APBD harus dimanfaatkan untuk membeli produk dalam negeri sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan nilai tambah untuk negara,” jelas Wagub Nae Soi.

“Pemerintah terus berupaya memperkuat kelembagaan, membangun kapasitas serta mempermudah dan meningkatkan akses pembiayaan bagi UMKM. Upaya peningkatan kualitas dan kuantitas produk-produk UMKM NTT harus menjadi penting dan semua pihak harus punya komitmen yang kuat untuk menggunakan produk-produk UMKM NTT,” tutup beliau. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT