Arsip Kategori: REGIONAL

Stunting NTT Turun 3,2%, Gubernur VBL : “Kerja kita belum maksimal”

NTT AKTUAL. KUPANG. LABUAN BAJO. Memang betul terjadi penurunan stunting tapi jika penurunannya biasa-biasa saja artinya kerja kita kurang maksimal karena yang kita bicarakan ini adalah nyawa manusia. Jika hanya melihat secara statistik memang penurunannya sudah bagus yaitu sampai pada 21%, akan tetapi jika kita melihat dari jumlah maka saya merasa sedih karena masih ada 80.909 manusia yang masih stunting. Hal tersebut disampaikan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) pada acara Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting Se-Provinsi NTT, di aula hotel Sylvia Labuan Bajo, pada Senin (11/10/2021).

Dalam sambutannya Gubernur VBL menyampaikan bahwa kegiatan hari ini merupakan salah satu langkah mewujudkan mimpi Presiden Jokowi yaitu Generasi Emas pada 2045.

“Mimpi Presiden Jokowi, negara ini pada 2045 akan menatap masa depan dengan generasi emasnya. Jika cita-citanya seperti itu maka yang kita lakukan hari ini adalah desain dan perencanaan untuk kita menuju 2045 membawa bonus demografi menjadi generasi unggul”, ungkap Gubernur VBL

Lebih lanjut Gubernur VBL menegaskan bahwa menyelesaikan Stunting di NTT tidak bisa jika hanya dilakukan dengan cara-cara yang biasa saja.

“NTT merupakan salah satu penyumbang stunting terbesar di Indonesia. Maka dari itu ini merupakan tantangan kita bersama untuk para Pupati dan saya sendiri sebagai Gubernur, karena menyelesaikan masalah stunting tidak bisa hanya dilakukan dengan cara yang biasa. Konvergensi mengharuskan kita melakukan langkah-langkah yang terpadu, terarah dan secara bersama-sama serta kerja-kerja lapangan yang kita harus kuasai. Jika kita mampu untuk mendesain untuk mengetahui seluruh kelahiran dengan kerja sama kepala desa, tokoh agama, camat kepala dinas, bupati sampai pada gubernur maka saya yakin 1000 hari pertama kehidupan bayi akan bisa diperhatikan dan stunting bisa diatasi”, jelas Gubernur Viktor

Gubernur VBL juga menghimbau agar permasalahan stunting diselesaikan dengan kerja sama antara pemangku kepentingan dengan stakeholder masyarakat karena permasalahan stunting merupakan tanggung jawab bersama.

“Saya berterima kasih atas kerja-kerja selama ini akan tetapi kita harus mensinergikan lagi seluruh stakeholder masyarakat agar masalah stunting di NTT dapat segera terselesaikan. Dan saya mengharapkan hal-hal seperti ini dapat kita lanjutkan dengan semangat kita bersama, tanggung jawab kita adalah bagaimana kita menyelamatkan 80.909 anak yang akan menjadi generasi masa depan untuk menopang pertumbuhan NTT kedepannya”, harap Gubernur Laiskodat

Dalam laporannya, Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Provinsi NTT, Kosmas Lana menyampaikan persentase penurunan stunting di NTT, dibandingkan dengan tahun 2020 pada tahun 2021 mengalami penurunan sebesar 3,2%.

“Pada penilaian kinerja konvergensi stunting tahun 2021 terdapat beberapa pencapaian. Dibandingkan dengan tahun 2020, tahun 2021 penurunan stunting sebesar 3,2%. Pada bulan Agustus 2020 yang lalu stunting NTT berada pada angka 24,2%. Pada Agustus tahun ini stunting kita berada pada angka 21%”, lapor Kosmas

Lebih lanjut Kosmas menyampaikan tujuan pelaksanaan Rapat Koordinasi ini merupakan evaluasi terhadap kinerja penanganan stunting di NTT.

“Tujuan pelaksanaan Rapat Koordinasi yang kita laksanakan saat ini adalah evaluasi dari terhadap kinerja pelaksanaan aksi konvergensi stunting yang dilaksanakan setiap tahun. Dalam kegiatan ini juga akan diberikan piagam penghargaan beserta sarana yang selama ini dikeluhkan oleh Kabupaten/Kota untuk menginput data kedalam aplikasi yang sudah ditentukan. Dan juga kegiatan ini merupakan komitmen bersama antara Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk terus menerus serta bahu membahu melakukan percepatan penurunan stunting sampai dengan akhir periode perencanaan baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten masing-masing”, jelas Kaban Bappelitbangda

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Pemberian Piagam Penghargaan Penilaian Kinerja Aksi Konvergensi Penurunan Stunting bagi 10 Kabupaten terbaik oleh Gubernur NTT. Kabupaten yang memperoleh penghargaan yaitu : Kab. Rote Ndao, Kab. Manggarai Timur, Kab. Belu, Kab. Ngada, Kab. Nagekeo, Kab. Sikka, Kab. Ende, Kab. Flores Timur, Kab. Sumba Timur dan Kab. Timor Tengah Selatan.

Diakhir pertemuan tersebut disepakati beberapa komitmen bersama para Bupati/Walikota untuk menurunkan stunting sebagai masalah kemanusiaan yang mendasar berkaitan dengan pengakuan, penghargaan, pemenuhan dan perlindungan hak-hak asasi anak secara universal. Komitmen yang disepakati adalah sebagai berikut:

Pertama, melaksanakan program konvergensi percepatan penurunan stunting (zero stunting) untuk menciptakan Generasi Muda Unggul NTT 2045-2050 sehingga mendapatkan bonus demografi.
Kedua, bersepakat untuk masing-masing kabupaten/kota menurunkan stunting sampai 10% pada tahun depan 2022.
Ketiga, mendesain sistem pendeteksian gejala stunting dan pendataan stunting pada ibu hamil dan anak dalam 1000 pertama kehidupan yang mutakhir dan akurat melalui pengukuran tinggi dan berat badan 100% serta pemberian makanan tambahan.
Keempat, mengalokasikan anggaran yang memadai untuk mendukung menunjang program konvergensi percepatan penurunan stunting.
Kelima, membangun kolaborasi kelembagaan pemerintah (pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa/kelurahan) swasta, LSM serta lembaga agama dan adat dalam konvergensi percepatan penurunan stunting.
Keenam, mengintegrasi pecepatan penurunan dan penanganan stunting dengan program penanggulangan kemiskinan nasional dan daerah.
Ketujuh, pendayagunaan berbagai potensi lokal sebagai menu bergizi untuk makanan tambahan bagi calon ibu, ibu hamil dan bayi serta anak.
Kedelapan, melakukan peningkatan kapasitas kelembagaan dan aparat pemerintah yang professional dalam pencegahan dan penanganan stunting.
Kesembilan, melakukan supervisi, bimbingan teknis, monitoring-evaluasi, dan pengawasan secara berkala dan berkelanjutan terhadap implementasi program konvergensi stunting. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Kemenkominfo dan KPCPEN Sukses Gelar Pertunjukan Rakyat Virtual di Manggarai Timur

NTT AKTUAL.  BORONG. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI bekerjasama dengan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) sukses menggelar kegiatan Pertunjukan Rakyat Virtual Indonesia Sehat, Ekonomi Bangkit di Kabupaten Manggarai Timur Provinsi NTT, pada Senin (11/10/2021).

Acara ini digelar di aula Kopdit AMT, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Provinsi NTT, dari pukul 14.00 Wita hingga selesai.

Acara ini di buka oleh Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Manggarai Timur, Tadeus Inggur dan Direktur Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik Kemenkominfo, Hasyim Gautama. Acara ini mengusung tema Memacu Kreativitas di Masa Pandemi, Menuju Indonesia Makin Digital”.

Pada kesempatan ini, dalam sambutannya mewakili Pemkab Matim, Tadeus Inggur menyampaikan penghargaan kepada Kemkominfo RI serta para undangan atas terselenggaranya kegiatan Pertunjukan Rakyat Virtual di Manggarai Timur.

“Pandemi Covid-19 memberikan pukulan bagi perekonomian dan dunia ketenagakerjaan Indonesia, termasuk pada sektor industri kreatif,” katanya.

Dirinya menambahkan akibat dari Covid-19 mau tidak mau seluruh masyarakat harus betul-betul mengurangi aktivitas yang berakibat pada semakin meluasnya penyebaran Covid-19 itu sendiri.

Panitia kegiatan Pertunjukan Rakyat Virtual Indonesia Sehat, Ekonomi Bangkit, Bobby Ciputra, S.I.P (kiri) saat menyerahkan plakat ucapan terimakasih kepada Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Manggarai Timur, Tadeus Inggur (kanan), pada acara Pertunjukan Rakyat Virtual Indonesia Sehat, Ekonomi Bangkit, Senin (11/10/2021). Dokumentasi : Istimewa

“Selain itu dengan adanya Covid-19, membuat roda perekonomian nasional semakin terpuruk, industri-industri kreatif ikut terpuruk, bahkan banyak yang harus rela hancur karena tidak bertahan menghadapi kondisi akibat Covid-19 ini,” tutur Tadeus.

Lanjutnya, pandemi ini juga memaksa masyarakat untuk terampil dalam penggunaan digital.

“Bayangkan, orang-orang dewasa yang sebelumnya tidak dapat mengakses digital, pada akhirnya turut ikut dan berkembang kemampuan digitalnya, karena masa pandemi ini membuat akses manusia dengan dunia luar semakin sempit, justru digitallah yang membantu memperluasnya. Disaat seperti inilah dibutuhkan kreativitas untuk dapat mengembangkan kemampuan dan manfaat dari digital itu sendiri,” tandasnya.

Sementara Direktur Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik Kemenkominfo, Hasyim Gautama menyampaikan bahwa di tengah kondisi pandemi peranan dari teknologi informasi menjadi sangat sentral.

“Kita berusaha mengajak rekan-rekan untuk semua untuk berliterasi digital dalam masa pandemi khususnya kita tetap berusaha untuk bangkit ekonomi kita. Kalau di Jawa angka Covid-19 sudah turun, mudah-mudahan di Manggarai Timur juga turun,” ungkapnya.

Situasi seperti ini, lanjut Hasyim, menjadikan kebiasaan baru. Kebiasaan baru ini bukan kebiasaan lama yang diperbaharui tetapi kebiasaan baru dengan era digital.

“Semua kita harus terbiasa dengan pola tranformasi digital. Dalam dunia digital diperlukan kreativitas yang sangat tinggi,” ujarnya.

Ia sepandapat bahwa harus membuat konten-konten positif untuk upload di internet seperti potensi desa, potensi wisata, potensi daerah, dan potensi ekonomi. “Semua potensi-potensi ini kita unggah ke internet sehingga kita lebih dikenal,” ujarnya.

Sementara itu, Perwakilan Diskominfo Manggarai, Patrysius P. Anggo menekankan pada pentingnya menguasai informasi dan teknologi di tengah keterbatasan SDM dan infrastruktur.

“Walaupun dengan SDM yang terbatas dan dukungan infrastruktur yang juga masih terbatas, tetapi kita tetap berupaya di Manggarai Timur,” katanya.

“Kami dari tahun 2016 sampai 2018 sebetulnya sudah menyelenggarakan berbagai event pertunjukan tingkat kabupaten, disitu ada lomba tentang danding, mbata, paduan suara, dan lain-lain. Kemudian kita tayangkan melalui Manggarai Timur TV di chanel youtube yang bertujuan untuk mengkampanyekan budaya di Manggarai Timur” tutur Anggo.

Kalau kita bicara literasi digital, jelas Anggo, kita berbicara terkait infrastruktur. Bantuan dari Kemenkominfo di Manggarai Timur terutama terkait bantuan menara BTS sejak tahun 2019 ada 8 menara BTS.

“Kondisi kita punya, ada sekitar 40% wilayah di Manggarai Timur yang belum terjangkau jaringan internet. Kita patut bersyukur karena provider telekomunikasi itu juga membantu menaranya, ada sekitar 48 menara telekomunikasi dari provider Telkomsel dan yang lain yang sudah melayani masyarakat kabupaten Manggarai Timur dan sudah memiliki IMB,” katanya.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Menkoinfo Jhony G. Plate karena pada tahun 2021 mengcover 40% lebih wilayah yang belum tercover jaringan internet.

“Kita juga mengucapkan terima kasih kepada Kemkominfo karena pada tahun ini segala keluhan akan dijawab dengan pembangunan 66 menara BTS di kabupaten Manggarai Timur,” jelasnya.

Turut hadir pemateri lainnya DR. Bartolomeus Hermopan dan Kepala Perkumpulan BLK Komunitas Romo Marsel Zosimus Erot. Sedangkan pertunjukan itu dimeriahkan oleh host Kristoforus Aman dan Yeni Maria Viani Majong, Ring Road Band, tarian daerah serta pertunjukan teater “Wela Runus” dari Sanggar Bingkes Nai.

Untuk diketahui jumlah penonton di Zoom Meeting yang hadir pada kegiatan ini mencapai lebih dari 300 peserta.

Dan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan ini, sudah melalui tes antigen. Dan menerapkan protokol kesehatan, memakai masker, mencucui tangan dan menjaga jarak. (*/NA)

Pemprov NTT Pasti Beri Apresiasi Kepada Para Atlet Berprestasi

NTT AKTUAL. KUPANG. “Kemarin, saya baru tiba dari Jayapura dan pagi ini saya menerima pelatih dan atlit yang telah tiba di Kupang. Penerimaan secara resmi akan diadakan tanggal 17 Oktober nanti. Sebentar tim sepakbola PON NTT akan datang dan akan diterima oleh Asisten 2 Gubernur karena saya harus kembali ke Jayapura lagi hari ini,”.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi (JNS) saat jumpa pers bersama awak media di Lobby Lantai Satu Kantor Gubernur NTT, kamis, (7/10/2021).

Turut hadir pada kesempatan itu para atlet dan pelatih dari cabang olah raga Wushu dan Muaythai.

Dalam jumpa pers tersebut Wagub JNS menyampaikan sampai saat ini kontingen NTT telah meraih 1 Emas, 1 Perak dan 1 Perunggu.Dan masih berpeluang untuk mendapatkan medali dari beberapa cabang olahraga yang masih dipertandingkan.

“Perolehan medali kontingen NTT saat ini adalah 1 Emas dari Muaythai, 1 Perak dari Kriket, 1 Perunggu dari Wushu. Akan tetapi kita masih mempunyai peluang untuk mendapatkan medali dari cabor tinju, silat, kempo dan renang,”jelas Wagub JNS.

Wagub JNS juga menjelaskan terkait atlet muaythai yang menumpang pick up. Pemerintah provinsi telah melakukan penjemputan dan menyiapkan tumpangan. Namun pelatih dan atlet lebih memilih untuk pulang bersama-sama teman-teman yang sudah menjemput di bandara.

“Sebenarnya penjemputan secara resmi akan dilaksanakan tanggal 17 Oktober nanti. Kita sudah pertemuan di Jayapura dan mendapatkan kesepakatan bahwa atlit yang pulang mendahului silahkan berkoordinasi dengan cabornya masing-masing. Tetapi kemarin saya juga menelpon Kadispora untuk menjemput atlit yang sudah pulang. Teman-teman Dispora sudah menjemput dan menawarkan kepada atlet,pelatih dan manager untuk bersama-sama mengikuti acara sederhana di GOR Oepoi. Akan tetapi pelatih dan atlet lebih memilih untuk bersama teman-temannya dari Laskar Timor Indonesia menuju ke Camp Latihan,”jelas Wagub JNS.

Lebih lanjut Wagub JNS menjelaskan bahwa pemprov jelas akan memberikan apresiasi kepada para atlit yang berprestasi. Yang resminya akan diumumkan pada saat penjemputan resmi tanggal 17 Oktober nanti.

“Pasti ada apresiasi dari pemprov untuk atlit yang telah berprestasi. Contohnya secara pribadi Gubernur NTT telah menawarkan beasiswa untuk Susan. Itu hanya merupakan contoh. Akan tetapi apresiasi resminya akan diserahkan tanggal 17 Oktober pada saat penjemputan nanti. Intinya seluruh kepulangan atlit kembali ke NTT menjadi tanggung jawab saya sebagai ketua kontingen PON NTT,” kata Wagub JNS.

Wagub JNS juga menjelaskan terkait dengan berita yang beredar di masyarakat bahwa terjadi perselisihan antara KONI dan Pemprov NTT.

“PON seharusnya dilakukan pada tahun 2020 tetapi karena adanya Covid-19 perhelatan tersebut ditunda hingga tahun 2021. Tetapi karena penundaan tersebut dana yang semulanya diperuntukan untuk perhelatan PON telah di rekofusing sehingga perhelatan PON saat ini NTT menggunakan dana Biaya Tak Terduga (BTT) yang pertanggungjawabannya harus dilakukan oleh pemerintah daerah karena ini bukan hibah. Banyak Provinsi lain yang mengikuti PON ketua kontingennya adalah Gubernur maupun Wakil Gubernur dan tidak menjadi masalah,” ungkap Wagub JNS.

Wagub JNS juga berpesan kepada seluruh masyarakat agar terus mendukung para atlit sehingga mempunyai persiapan yang matang untuk menghadapi event-event selanjutnya.

“Mari kita mendukung agar pembinaan atlit tidak hanya terjadi pada saat perhelatan atau pertandingan. Pembinaan sudah harus dilakukan jauh-jauh hari sehingga persiapan untuk mengikuti event tersebut lebih matang,” pungkas Wagub JNS.

Pelatih Muaythai, Angga Silitonga menegaskan bahwa kejadian kemarin yang sempat viral terkait penjemputan adalah kesalahpahaman dan kondisi yang terjadi tidak seperti yang diberitakan.

“Memang benar apa yang disampaikan oleh Ketua Kontingen PON NTT bahwa tidak ada masalah terkait penjemputan kemarin karena kita masih sempat melakukan pawai. Kondisi sebenarnya tidak seperti yang diberitakan jadi tolong jangan lagi mempersoalkan lagi kejadian kemarin. Karena kita sebagai pelatih dan atlet tidak merasa bermasalah dan pemerintah sendiri kemarin sudah ada perhatian dengan melakukan penjemputan, jadi tidak usah lagi beritanya diplintir sehingga menimbulkan polemik,” jelas Angga.

Atlit Muaythai peraih medali emas pertama untuk NTT di PON XX, Susanti Ndapataka membenarkan pernyataan yang disampaikan pelatihnya bahwa memang pulang menggunakan pick-up merupakan kemauan meraka karena ada penjemputan dari teman-temannya.

“Memang benar kemarin sudah ada penjemputan dari pemerintah. Akan tetapi karena ada penjemputan dari teman-teman Tim Kupang Muay Thai Kupang dan Laskar Timor Indonesia yang telah jauh-jauh hari sudah mengkonfirmasi bahwa akan menjemput kita di kupang. Jadi kita sudah merencanakan akan pulang dengan mereka menggunakan mobil pick-up itu, ” kata Susanti. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Wabup Manggarai Apresiasi Kegiatan Pertunjukan Rakyat Virtual yang Diselenggarakan KEMKOMINFO RI dan KPCPEN

NTT AKTUAL. RUTENG. Wakil Bupati (Wabup) Manggarai, Heribertus Ngabut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Pertunjukan Rakyat Virtual Indonesia Sehat, Ekonomi Bangkit, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) RI bekerjasama dengan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), bertempat di Ballroom Spring Hill Ruteng, Kabupaten Manggarai, Provinsi NTT, pada Jumat (08/10/2021).

Kegiatan Pertunjukan Rakyat yang mengusung tema “Peran Generasi Muda Dalam Melestarikan Budaya dan Melawan Hoaks”, ini dibuka oleh Wakil Bupati Manggarai (Wabup) Heribertus Ngabut dan Direktur Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik Hasyim Gautama.

Hadir pula sebagai pemateri yaitu Praktisi IT dan Pariwisata Yohanes Jehabut, Praktisi Budaya Romo Inosensius Sutam dan Perwakilan Diskominfo Manggarai Yosep Edwar Nairum Nahas.

Wakil Bupati (Wabup) Manggarai, Heribertus Ngabut saat memberikan sambutan pada kegiatan Pertunjukan Rakyat Virtual Indonesia Sehat, Ekonomi Bangkit, yang diselenggarakan oleh Kemkominfo RI dan KPCPEN, yang berlangsung di Ballroom Spring Hill Ruteng, Kabupaten Manggarai, Provinsi NTT, Jumat (08/10/2021). Dokumentasi : Istimewa

Dalam sambutannya Wabup Manggarai, Heribertus Ngabut menyampaikan apresiasi kepada Kemkominfo RI dan KPCPEN serta para undangan atas terselenggaranya kegiatan Pertunjukan Rakyat Virtual di Kabupaten Manggarai.

“Salam sehat untuk kita semua. Sekali lagi saya mengajak kita sekalian, teman-teman dari Kemkominfo Republik Indonesia secara khusus tentu salam hormat untuk Bapak Menteri Jhony Plate dan seluruh jajaran tentunya,” ujarnya memberikan apresiasi.

Pada kesempatan ini Wabup Manggarai juga menerangkan tentang pentingnya menangkal hoaks.

“Hari-hari ini bukan cerita bohong tetapi cerita yang sesungguhnya, dengan teknologi melalui Media Sosial (Medsos) sangatlah mudah menyampaikan kepada siapapun. Tetapi jangan pernah kita salah menggunakan teknologi untuk hal-hal yang bersifat negatif,” terangnya.

Dikatakannya, akun palsu adalah pertanda ada nilai-nilai yang menurun dalam mengapresiasi perkembangan teknologi.

“Kalau orang pakai akun palsu, itu nilai keterbukaan dan kejujuran sudah menurun. Oleh karena itu, saya berpesan jangan salah menggunakan teknologi,” tegas Wabup.

Untuk diketahui seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan ini, sudah melalui tes antigen, dan menerapkan protokol kesehatan, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak

Turut hadir memeriahkan Pertunjukan Rakyat Virtual ini, yakni Ronny n Friends, Komunitas Saeh Go Lino, serta Penari Tarian Daerah ‘Awit Te Sae’ dengan jumlah penonton di Zoom Meeting yang hadir lebih dari 300 peserta. (*)

Viral Susanti Ndapataka Naik Pick Up, Pemprov NTT Buka Suara

NTT AKTUAL. KUPANG. Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT buka suara terkait atlet muaythai peraih medali emas, Susanti Ndapataka yang naik Pick Up dan cukup viral di Media Sosial.

Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) telah mengambil inisiatif untuk melakukan penjemputan dan penyambutan terhadap atlet muaythai peraih medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XX, Susanti Ndapataka bersama pelatih dan manajer yang tiba di bandara El Tari, Rabu (6/10/2021).

“Kami sudah berada di bandara 30 menit sebelum pesawat mendarat. Bersama kami juga, ada jajaran pengurus KONI. Setelah keluar dari ruang tunggu, kami lakukan penjemputan dan pengalungan bunga. Kami tawarkan berkali-kali kepada atlet, manajer serta pelatih untuk bersama-sama (dengan kami) ke GOR tapi pelatih bilang, biar kami dengan komunitas yang jemput, “jelas Sekretaris Dinas Pemuda dan Olah Raga NTT, Willem Enga saat ditemui di Kantor Gubernur NTT, Rabu (6/10/2021).

Didampingi Kabid Pengembangan Prestasi, Alo Min, Sekdis Dispora mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan acara penyambutan sederhana di GOR karena atlet dan pelatih Muaythai tersebut adalah atlet binaan Dinas Pemuda dan Olah Raga di Pusat Pembinaan dan Latihan Olah Raga Daerah (PPLD) dan Pusat Pembinaan dan Latihan Mahasiswa Daerah (PPLMD) NTT. Demikian juga pelatihnya, adalah pelatih yang dipakai oleh PPLD.
“Namun sekali lagi pelatih tetap memilih untuk bersama komunitas Sumba dan Laskar Timor serta memakai tumpangan pick up yang disediakan komunitas tersebut dan langsung menuju ke camp latihan. Kami pun turut serta mengantar mereka,” jelas Sekdis Pemuda dan Olah Raga NTT.

Kabid Peningkatan Prestasi, Alo Min menambahkan sesuai agenda dan rencana yang telah disepakati, semua atlet PON NTT rencananya pada 17 Oktober setelah PON selesai akan bertemu Gubernur dan Wakil Gubernur.

“Kita telah mengagendakan untuk penyambutan secara resmi oleh pemerintah provinsi NTT dalam hal ini oleh Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 17 Oktober untuk semua atlet PON. Para atlet binaan Dispora NTT akan kembali masuk PPLD dan PPLMD setelah PON nanti, ” ungkap Alo Min.

Sementara itu, Plt. Kepala Biro Administrasi Pimpinan NTT, Prisilia Parera mengungkapkan pemerintah provinsi tetap berkomitmen memberikan perhatian kepada para atlet olah raga yang bertanding di PON Papua.

“Kita sudah hadir melakukan penjemputan dan penyambutan. Namun pelatih lebih memilih untuk naik pick up yang disediakan komunitas. Tentu naik pick up bukan sesuatu yang hina. Kita hargai upaya komunitas masyarakat untuk menggunakan pick up sebagai kendaraan terbuka, mungkin maksudnya supaya lebih meriah. Namun untuk protap pemerintah sendiri, karena situasi saat ini yang masih dalam situasi pandemi covid, tidak ada pawai. Hanya penjemputan dan penyambutan sederhana. Rencananya tanggal 17 Oktober baru dilakukan penyambutan secara resmi oleh Pemerintah Provinsi bagi seluruh atlet PON, ” jelas Prisilia. (*/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Terima Vaksin Dosis Kedua, Gubernur NTT Dorong Organisasi Profesi dan Parpol Terlibat Aktif Untuk Percepatan Vaksinasi

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menerima vaksin dosis kedua jenis Astrazeneca di kantor Gubernur NTT, Selasa (5/10/2021).

Ditemui wartawan usai terima vaksin, Gubernur mendorong semua pemangku kepentingan untuk mempercepat capaian vaksinasi di NTT.

“Bagus, hari ini sudah vaksin kedua. Kita terus dorong masyarakat NTT untuk melakukan vaksin. Beberapa Kabupaten masih belum capai target antara lain Malaka dan TTS. Kita harapkan dengan partisipasi dan dorongan dari semua pihak, kita bisa meningkatkan capaian target vaksinasi,” jelas Gubernur VBL.

 

Gubernur Viktor mendorong organisasi profesi, partai politik (parpol) serta TNI/Polri untuk berperan aktif mempercepat capaian vaksinasi.

“Tadi saya dapat laporan dari Dinas Kesehatan (NTT), Danlantamal sudah bersedia membantu percepatan vaksinasi di Malaka. Seluruh organisasi profesional dan partai politik juga ikut berperan. Saya harap semua partai politik ikut berperan untuk lakukan vaksin. Begitu juga organisasi profesi macam KADIN dan HIPMI serta organisasi lainnya, terus bekerja untuk capai percepatan vaksinasi,” jelas Gubernur VBL.

Lebih lanjut Gubernur VBL mengungkapkan komitmen pemerintah provinsi untuk mengejar target vaksinasi terutama dosis kedua.

“Vaksin kedua yang ini kita dorong terus supaya mempermudah masyarakat dalam banyak hal. Juga untuk kejar target lepas masker pada akhir tahun,” kata Gubernur VBL.

Terkait adanya trend penurunun kasus covid-19 di NTT, Gubernur mengaharapkan supaya masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan. Vaksinasi merupakan aspek penting untuk jadikan virus covid-19 jadi endemik.

“Ke depannya, kita berbicara bukan lagi pada positivity rate tapi mortality ratenya atau tingkat kematiannya. Karena ini virus, pasti selalu ada. Kalau mortality ratenya sudah tidak ada, berarti vaksinnya efektif. Artinya virus ini jadi virus biasa dengan adanya vaksin,” pungkas Gubernur VBL.

Sementara itu, Kabid Pelayanan Dinas Kesehatan, Kependudukan dan Catatan Sipil NTT, Emma Simanjuntak menjelaskan capaian vaksinasi dosis pertama di NTT sampai saat ini adalah 31,46 persen (1.205.288 orang). Dosis kedua, 15,67 persen (600.256 orang) dan dosis ketiga,booster khusus nakes capai 60,97 persen. Total sasaran vaksinasi di NTT adalah 3.831.439 orang. Beberapa kabupaten yang capainnya masih rendah adalah Malaka, TTS, Flores Timur, Alor dan Ende.

“Kita terus mendorong dan memberi support kepada Kabupaten yang masih rendah untuk percepatan-percepatan. Sepanjang vaksin yang kita dapat dari Kementerian Kesehatan banyak, tidak ada masalah. Kita dari Dinas kesehatan NTT, begitu vaksin tiba, dalam tempo dua tiga hari, langsung kita distribusikan ke Kabupaten/Kota. Kita tetap optimis untuk tingkatkan capaian vaksin ini,” jelas Emma Simanjuntak. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan BPNTD Bagi KPM, Lansia dan Penyandang Disabilitas

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM., MH., menyerahkan program Bantuan Pangan Non Tunai Daerah (BPNTD) kepada 6421 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam wilayah Kota Kupang, penyerahan bantuan atensi sosial bagi penyandang disabilitas kepada 200 KPM dan bagi lansia sebanyak 20 KPM tahun 2021, Kamis (30/9/2021) bertempat di e-Warong Emaus Mart Liliba.

Program ini bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran keluarga tersebut dalam memenuhi kebutuhan pangannya. Sejalan dengan itu untuk mewujudkan penguatan perlindungan sosial dan meningkatkan efektivitas program bantuan sosial pangan, maka program BPNT dikembangkan menjadi program sembako. Dengan program Sembako, indeks bantuan yang semula Rp.110.000/KPM/bulan naik menjadi Rp.200.000/KPM/bulan. Program sembako memperluas jenis komoditas yang dapat dibeli sehingga tidak hanya berupa beras dan telur seperti pada program BPNT tapi juga daging dan sayur.

Wali Kota dalam sambutannya mengatakan bahwa ini adalah salah satu dari program Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Sosial yang bersumber dari APBD Kota Kupang untuk membantu masyarakat Kota Kupang yang kurang beruntung. Oleh karena itu kerja sama dengan pihak lain seperti bank maupun tempat ibadah dalam hal ini gereja sangat penting untuk memastikan bahwa masyarakat dapat terjangkau dan memperoleh bantuan tersebut.

“Kalau hari ini kita melaunching 6421 KPM, mudah-mudahan kedepan kita bisa mendata lebih baik saudara-saudara kita yang belum mendapatkan bantuan, oleh karena itu peran dan tanggung jawab rumah ibadah dan tokoh masyarakat sangat penting untuk kita sama-sama berpegang tangan untuk membantu masyarakat kita di Kota Kupang,,” ungkap Wali Kota.

Lebih lanjut Wali Kota mengatakan bahwa Pemerintah juga membutuhkan bantuan dari para stakeholder dalam hal ini kerja sama dengan bank BTN untuk menyalurkan bantuan dan membantu masyarakat di Kota Kupang. Ucapan terima kasih juga diberikan kepada Dinas Sosial Kota Kupang yang telah mencanangkan pelaksanaan program mulia ini.

Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, Lodywik Djungu Lape, S.Sos., dalam laporan panitia menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Kupang melalui program ini berupaya membuat inovasi dan terobosan untuk membantu masyarakat dengan memberikan BPNTD pada tahun 2021, sehingga memberikan akses KPM terhadap bahan pokok dengan kandungan gizi lainnya dan sebagai upaya pencegahan stunting.

Sejalan dengan tujuan di atas, maka Pemkot Kupang secara sungguh-sungguh melaksanakan program dalam upaya meningkatkan kualitas dan jangkauan pelayanan bagi pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial, khususnya penyandang disabilitas berat dan lansia non potensial berupa pemberian bantuan sosial bagi pemenuhan kebutuhan dasar mereka.

Pada kesempatan tersebut diresmikan pula e-Warong Emaus Mart yang dikelola oleh pengurus Gereja Emaus Liliba serta Penyerahan secara simbolis bantuan sosial atensi bagi lansia senilai Rp. 250.000,- per KPM dan bagi penyandang disabilitas senilai Rp. 1.800.000,- per KPM. Para KPM penerima bantuan dapat menukarkan bantuan pada e-Warong tersebut dengan menunjukkan kartu BPNT. Turut hadir Branch Manager BTN Kantor Cabang Kupang, Kadman, Ketua Majelis Jemaat GMIT Emaus Liliba, serta para perwakilan dari Kecamatan dan Kelurahan se-Kota Kupang. (*PKP_chr)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Bertemu Para Peneliti IPB, Ini Harapan Gubernur NTT

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengharapkan agar kolaborasi antara Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan berbagai pemangku kepentingan di NTT baik itu pemerintah daerah maupun perguruan tinggi di NTT dapat berdampak bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Pendekatan stunting di NTT bukan hanya soal pangan saja tapi juga berkaitan dengan pranata sosial budaya dan pendidikan. Kemiskinan di NTT bukan karena alamnya tapi karena kemampuan untuk mengolahnya yang belum optimal. Kami butuh orang-orang seperti bapak dan ibu yang bisa menjadi trigger atau pemicu. Saya tahu IPB salah satu perguruan tinggi yang sangat hebat, yang mampu melakukan ini, ” jelas Gubernur VBL saat menerima audiensi tim Peneliti dari IPB yang dipimpin oleh Prof. Dr. Alimmudin, S. Pi, M. Sc. di ruang kerja Gubernur, Senin (4/10/2021).

Didampingi oleh Ketua Yayasan Kasih Roslin Mandiri Kupang, Budi Soehardi, Tim Peneliti dari IPB membawa mandat dan tugas dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) untuk membantu penanganan stunting dari aspek pangan.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur VBL mendorong kerjasama antara IPB dengan perguruan tinggi di NTT bukan hanya (transfer) ilmunya saja tapi juga kerja nyata yang produktif. Semangat kolaboratif harus terwujud di lapangan.

“Kita punya banyak lembaga atau tempat pembenihan tapi masih kurang produktif. Dulu kita termasuk daerah pengekspor sapi yang hebat. Juga punya potensi laut yang luar biasa. Provinsi ini adalah penghasil lobster mutiara terbesar di Indonesia. Kalau seluruh ahli kita punya tantangan lapangan yang kuat, berpanas-berpanasan dan berhujan-hujanan di lapangan serta berani mabuk laut, kita bisa atasi persoalan kemiskinan di NTT. Kalau kita mau serius seperti ini, kita bisa keluar dari kemiskinan. Semangat seperti ini kita harapkan dapat ditularkan oleh ahli dari IPB, ” jelas Gubernur Viktor.

Mantan ketua Fraksi Nasdem DPR RI tersebut juga meminta tim peneliti IPB untuk mengintegrasikan penelitiannya dengan program pemerintah Provinsi. Gubernur berharap kehadiran tim IPB dapat mengubah mindset dan kultur set birokrasi yang lebih berorientasi pada pelaksanaan program dan pemenuhan aspek administrasi semata.

“Saya minta teman-teman ahli dari IPB dapat bersinergi dengan perangkat daerah terkait untuk pengembangan perikanan, pertanian dan peternakan. Di sini ada ahli perikanan, pengolahan pakan ternak dan gizi yang hebat dari IPB. Silahkan berkolaborasi dengan pimpinan perangkat daerah dan pemangku kepentingan lainnya untuk kemajuan NTT. Kadis Pertanian dan Kadis Perikanan tindaklanjuti dan proaktif berkomunikasi dengan para peneliti ini, “jelas Gubernur.

Lebih lanjut Gubernur VBL menegaskan komitmennya untuk meniadakan atau zero stunting di NTT, bukan sekadar menurunkannya.

“Sejak kami memimpin NTT September 2018, angka stunting turun dari 35,20 persen jadi 22 persen. Tapi ini bukan masalah penurunan jumlah prosentasi, namun ini adalah masalah kemanusian. Kerja seorang pemimpin bukan turunkan prosentase saja tapi menyelesaikannya supaya orang tidak boleh hidup dalam kondisi seperti ini. Mindset seperti ini yang coba terus kami dorong dan tanamkan kepada para bupati/walikota di NTT,” pungkas Gubernur VBL.

Sementara itu, ketua tim peneliti IPB, Alimmudin menegaskan tim peneliti dari IPB terdiri dari ahli perikanan, ahli pangan dan gizi, dan ahli peternakan.

“Tujuan akhir dari penelitian dan kerja tim ini adalah untuk menghasilkan biskuit tepung lele dan tepung marungga yang bergizi untuk membantu NTT tangani stunting. Misi kami adalah bantu NTT atasi kemiskinan. Pendekatan kita langsung ke habitat, berikan edukasi dan praktek untuk asupan gizi yang baik. Kita akan bangun kerjasama dengan Undana serta perguruan tinggi lainnya dan PKK NTT. Kami juga siap untuk membantu pemerintah provinsi untuk pengembangan perikanan, pakan ternak, pengembangan kelor dan peternakan, ” jelas pakar yang sudah banyak terlibat dalam berbagai proyek pengembangan perikanan di berbagai daerah tersebut.

Para peneliti dari IPB tersebut terdiri dari Enam orang guru besar, masing-masing dua orang dari tiap fakultas yakni Fakultas Gizi dan Pangan, Fakultas Perikanan dan Kelautan serta Fakultas Peternakan.

Turut mendampingi Gubernur pada kesempatan tersebut Staf Khusus Gubernur, Kadis Pertanian dan Tanaman Pangan NTT, Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa NTT, Plt Kadis Perikanan dan Kelautan NTT dan Plt. Karo Administrasi Pimpinan NTT. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Wali Kota Kupang dan Pimpinan DPRD Tandatangani Nota Kesepakatan KUA-PPAS Perubahan

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH dan Pimpinan DPRD Kota Kupang menandatangani nota kesepakatan tentang Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Perubahan APBD Kota Kupang tahun anggaran 2021 serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) perubahan tahun anggaran 2021.

Penandatanganan nota kesepakatan KUA-PPAS Perubahan tersebut berlangsung di Ruang Sidang Utama Sasando Kantor DPRD Kota Kupang, Selasa (28/9/2021) malam, dalam agenda Paripurna ke-VIII yang dipimpin langsung Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe, S. Sos.

Dalam tahapan persidangan yang berlangsung selama sehari penuh tersebut, anggota badan anggaran DPRD Kota Kupang juga menyoroti dan memberikan catatan terhadap beberapa hal dalam rancangan Kebijakan Umum angggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Kupang tahun 2021. Salah satunya adalah mereka meminta pemerintah untuk mengkaji potensi peningkatan PAD dari sektor pajak bumi dan bangunan (PBB) dan retribusi reklame. Anggota Banggar juga meminta Pemerintah mengeluarkan kebijakan tentang pemutihan IMB serta meminta pelelangan kendaraan dinas yang sudah tidak layak untuk mengurangi biaya pemeliharaan.

Hal lain yang diminta oleh badan anggaran ada pada belanja tak terduga. Pemerintah diminta agar dalam pengelolaan dana refokusing yang dianggarkan untuk penanganan pandemi covid-19 dan badai seroja dilaksanakan sesuai peraturan yang berlaku. Badan anggaran juga meminta pemerintah menyampaikan data tertulis terkait laporan penggunaan dana covid dan penanganan badai seroja.

Sementara itu pada pembahasan rancangan PPAS Perubahan, badan anggaran DPRD Kota Kupang menyetujui dengan catatan, badan anggaran meminta daftar ralat perbaikan dokumen menjadi kesatuan yang utuh. Mereka juga meminta Pemerintah untuk memperhatikan peningkatan PAD dari sektor perijinan, menyikapi keberadaan undang-undang cipta kerja, pendataan bangunan perumahan dan penelusuran serta evaluasi terkait penetapan pembayaran pajak LPJU.

Sidang paripurna yang berlangsung hingga lewat tengah malam itu diakhiri dengan pendapat akhir dari delapan fraksi yang semuanya menyetujui rancangan KUA-PPAS Perubahan TA 2021 tersebut. Pembahasan tersebut pada akhirnya ditutup dengan penetapan yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan tentang KUA-PPAS Perubahan tahun anggaran 2021 antara pimpinan DPRD Kota Kupang dengan Wali Kota Kupang. (*PKP_sny/ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Assessment Center dan Launching Penilaian Kompetensi Berbasis CAT Wujud Prestasi BKD NTT

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menyampaikan apresiasi kepada Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTT dan seluruh jajaran yang membuat sebuah prestasi untuk menunjukan sebuah kemajuan kualitas pelayanan seluruh ASN pada lingkup Pemprov NTT. Hal tersebut disampaikan Gubernur Viktor saat peresmian Assessment Center dan Launching Penilaian Kompetensi Berbasis CAT,senin (4/10/2021) di Lantai 1, Gedung El Tari Kupang.

Dalam arahannya, Gubernur VBL mendorong seluruh ASN Pemprov NTT mengimbangi pergerakan kemajuan dunia dan tekhnologi.

“Dunia makin bergerak maju. Cara penilaian untuk menduduki jabatan tidak seperti dulu, asal dekat dengan Gubernur bisa jadi apa pun, walaupun kurang berkompeten. Sekarang tidak bisa, dengan kemajuan tekhnologi, ada simulasi-simulasi yang bisa memprediksi, yang bersangkutan bisa ditempatkan/dipromosikan sesuai hasil test psikologi, kualifikasi, basis kerja dan kompetensi sesuai spesifikasi yang dibutuhkan. Dalam hal ini Model yang dipakai yakni Assessment Center yang dimiliki NTT” ungkap Gubernur Viktor.

“Dengan peresmian ini, kita wajib menunjukan pada provinsi luar bahwa kehadiran ASN NTT di level nasional atau dimana pun karena kita punya kemampuan yang dapat dibanggakan. Kita mesti dilihat berbeda dari sisi kelembagaan, SDM asesornya,” tegas Gubernur Laiskodat.

Gubernur Viktor menegaskan dukungannya terhadap upaya berbasis teknologi informasi yang telah dan sedang dilakukan untuk membuat penilaian lebih efektif, efisien, terintegrasi, dan masif.

“Kemampuan memanfaatkan teknologi informasi untuk memperlancar pekerjaan merupakan salah satu jenis kompetensi yang wajib dikuasai di abad ini. Dengan melakukan penilaian berbasis Computer Assisted Test (CAT), saya berharap AC bisa menjadi bagian dari upaya bersama mewujudkan literasi digital di kalangan masyarkat, khususnya di kalangan Aparatur Sipil Negara. Pelayanan tentu akan menjadi lebih murah, mudah, cepat, dan transparan jika kita menggunakan teknologi informasi,” ungkap Gubernur

Gubernur juga meminta seluruh ASN agar tidak resisten terhadap perubahan, melainkan terus berinovasi dan melakukan peningkatan kapasitas (upsklilling dan reskilling) secara berkelanjutan.

“Kepada seluruh ASN, saya ajak untuk adaptif dan bahkan proaktif dalam merancang dan menerapkan perubahan di lingkungan kerjanya masing-masing.Minimal merancang perubahan untuk dirinya sendiri. Jangan berharap merubah dunia, kalau kita belum mampu merubah diri kita sendiri”, kata Gubernur VBL.

“Kompetensi erat kaitannya dengan kompetisi. Jika kita tidak membekali diri dengan kemampuan-kemampuan untuk mengadaptasi perubahan, maka kita akan menjadi ‘the useless generation’; bukan the golden generation yang diharapkan mampu menciptakan birokrasi berkelas dunia dan Indonesia Emas 2045,” harap Gubernur.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Gubernur mengingatkan bahwa untuk mengejar berbagai ketertinggalan dan menempatkan diri dalam posisi yang sejajar dengan provinsi lain bukanlah hal yang mudah. Ini sebuah lompatan besar yang butuh kerja keras, kerja cerdas dan kerja sama.

“Saya ajak kita semua untuk hilangkan ego sektoral, melainkan perbanyak kerja-kerja kolaboratif: lintas bidang, lintas sektor, lintas instansi. Dalam berbagai kesempatan, saya selalu menegaskan bahwa untuk membangun NTT ini, saya tidak tidak butuh superman. Saya butuh supertim. Membangun ghetto (sekat) atau komunitas yang tertutup hanya akan menghasilkan kekerdilan, namun membuka diri terhadap kerja sama akan menghasilkan pertumbuhan dan kemajuan”, kata Gubernur.

Sementara itu, Kepala BKD Provinsi NTT, Henderina Sintince L. dalam laporannya menyampaikan, Penilaian kompetensi berbasis CAT merupakan wujud komitmen untuk lebih mengefektifkan layanan kepegawaian dan mempercepat pemenuhan target penilaian kompetensi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota di wilayah Provinsi NTT.

“Untuk mendukung hal tersebut, BKD sudah mengadakan tambahan 50 unit komputer sehingga total yang tersedia saat ini 75 unit. Selain itu, pada tahun ini juga sedang dikembangkan Aplikasi SIKOMJA untuk mengintegrasikan seluruh hasil penilaian dan memanfaatkannya untuk manajemen talenta dalam rangka mempercepat penerapan merit system atau managemen kepegawaian yang berbasis kualifikasi, kompetensi dan kinerja. Dalam rangka memperluas jangkauan layanan penilaian kompetensi ASN provinsi yang tersebar di wilayah kabupaten/Kota, bahkan melakukan uji coba penerapan virtual assessment center sebagai salah satu bentuk inovasi daerah,” Ungkap Henderina.

“Berbagai sarana prasarana, fasilitas dan sistem penunjang kegiatan Assessment Center maupun pemanfaatan hasilnya, secara bertahap terus kami lengkapi, diantaranya, SIREKON (Sistem Elektronik Permohonan Rekomendasi Gubernur) untuk mempermudah Kabupaten/Kota dalam menyampaikan permohonan penerbitan rekomendasi Gubernur, dalam hal pelantikan ataupun mutasi pejabat yang menjadi kewenangan Gubernur.Juga SIPASTE (Sistem Pendaftaran Administrasi Seleksi Terbuka) untuk mempermudah peserta seleksi JPT dalam menyampaikan kelengkapan administrasi yang disyaratkan. SIKOMJA, SIREKON, dan SIPASTE merupakan tiga dari belasan inovasi yang disumbangkan BKD untuk Indeks Inovasi Daerah Provinsi NTT” Jelas Ina.

Henderina menginformasikan bahwa BKD telah bekerja sama dengan BPSDM Provinsi NTT dan OPD yang stafnya telah dinilai untuk menindaklanjuti hasil penilaian, dengan merancang program pengembangan berbasis kompetensi. Langkah ini, diharapkan mampu mendorong percepatan peningkaan kualitas/kompetensi ASN, minimal agar sesuai dengan standar kompetensi yang disyaratkan oleh jabatan yang diduduki.

“Jika seluruh ASN sudah dipetakan profil kompetensinya, maka ke depan akan lebih mudah bagi kami menyusun program pengembangan kompetensi dan menyiapkan pool of talent yang dapat digunakan oleh Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur untuk mendukung perwujudan visi dan misi di berbagai sektor”, kata Henderina menjelaskan.

“Dengan dukungan Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, kami berharap Assessment Center bisa menjadi center of excellence bukan hanya di wilayah provinsi NTT tetapi juga untuk kawasan Indonesia Timur. Dengan branding “ASN berkompeten, NTT maju”, kami ingin tampil sejajar dengan Provinsi-Provinsi lain dan mengharumkan nama Pemerintah Provinsi NTT di kancah nasional”, ungkap Kepala BKD optimis.

Tentang Assessment Center Pada BKD Provinsi NTT

Assessment Center mulai dirintis tahun 2010 dengan melakukan seleksi dan pemagangan calon asesor di Assessment Center Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Disesuaikan dengan anggaran yang terbatas waktu itu, workshop, bimtek dan pemagangan terus dilakukan dalam kurun waktu 6 tahun (dari 2010 sampai 2016), bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Sejak tahun 2012, asesor non fungsional yang berjumlah 6 orang sudah mulai melakukan kegiatan penilaian kompetensi, didampingi asesor SDM Aparatur dari Provinsi Jawa Tengah. Kemudian, pada Tahun 2017 dan 2018 diadakan diklat fungsional dan penguatan kapasitas Asesor SDM Aparatur, bekerja sama dengan BKN sebagai Instansi Pembina Jabatan Fungsional Asesor SDM Aparatur. Sejak saat itu, asesor Pemprov NTT sudah mulai melakukan penilaian kompetensi secara mandiri.

Saat ini Assessment Center sudah memiliki 7 orang fungsional Asesor SDM Aparatur, salah satunya merangkap sebagai psikolog. Di samping itu, kami juga memiliki 14 asesor yang sudah disertifikasi oleh Instansi Pembina Penyelenggra Penilaian Kompetensi. Para assessor ini aktif melakukan penilaian setiap tahunnya. Jika diakumulasi, dari 2019 sampai hari ini, ada 2.634 ASN pemprov dan Kabupaten/Kota yang telah dinilai kompetensinya baik untuk tujuan pemetaan maupun seleksi untuk menduduki Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama.

Selain melayani penilaian kompetensi bagi pejabat di wilayah provinsi NTT, Assessment Center Pemprov NTT juga terlibat dalam penilaian kompetensi bersama BKN di Papua dan Papua Barat, Bali, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan yang terakhir pada Bulan Juli, penilaian untuk asesi di wilayah Kanreg Makasar dilakukan secara virtual.

Karena keaktifan Assessment Center dalam melakukan penilaian, ditunjang dengan kesiapan dari segi SDM, kelembagaan, sarpras, dan metode penilaian, maka pada tahun 2020, Assessment Center ini diakreditasi A oleh BKN sebagai Instansi Pembina Penyelenggara Penilaian Kompetensi ASN, disusul dengan diperolehnya BKN Award pada tahun yang sama untuk kategori Penilaian Kompetensi Terbaik Kedua, setelah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT