Arsip Kategori: REGIONAL

Enam Startup Baru NTT Beradu Solusi Digital di Demo Day 1000 Startup Digital Regional NTT

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Dalam melahirkan para talenta muda di bidang digital, Kementerian Kominfo telah menginisiasi program Gerakan Nasional 1000 Startup Digital dan telah hadir di Nusa Tenggara Timur sejak tahun 2020. Program di Nusa Tenggara tahun inipun telah selesai dilaksanakan dengan acara puncak Demo Day pada tanggal 23 November 2022 dengan menampilkan 6 startup baru yang mempresentasikan ide bisnis mereka di hadapan para tamu dan praktisi bisnis NTT.

Tahapan program Gerakan 1000 startup digital di Nusa Tenggara Tahun 2022 telah melalui berbagai tahapan. Mulai dari Roadshow, Ignition, Workshop, Hacksprint hingga Bootcamp, dari serangkain tahapan yang dilalui, para startup dibina dan dibimbing oleh para mentor yang berpengalaman pada bidang startup dan entrepreneurship. Melalui bimbingan dari para mentor terpilihlah enam startup yang beradu dalam pitch-battle pada “Demo day” Gerakan Nasional 1000 Startup Digital Regional Nusa tenggara timur.

Enam startup yang mengikuti demo day adalah LapakDekra, Kios Beta, Beta Pandai, Donasisampahmu, Callmechanic, dan Flobamora school. Dalam adu pitching ini setiap startup diberikan tiga menit untuk menyampaikan bisnis model startup mereka di depan para praktisi bisnis di Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan demo day gerakan nasional 1000 Startup Digital Regional NTT dimulai pukul 15:00 WITA dan dilakukan secara Hybrid yang berlokasi di aula kampus Universitas Muhamadiyah dan online melalui platform zoom. Demo day ini dihadiri oleh beberapa praktisi bisnis yaitu dari perwakilan KADIN NTT dan Akademisi dari UNDANA.

Dalam sesi pitching setiap perwakilan dari 6 startup tampil dengan semangat dan penuh percaya diri dalam menyampaikan bisnis startup yang mereka bangun. Diawali Oleh Dimas Sedy dari startup Flobamora school yang menyakinkan bahwa startup mereka menjadi solusi untuk permasalahan kesenjangan manajemen pendidikan anak dan para orang tua. Kemudian dilanjutkan  dari startup Beta Pandai yang diwakili oleh Awad Alkatri yang meyakini bahwa startup mereka ini dapat membantu untuk mengembangkan potensi dan skill anak-anak dari NTT. Tak kalah dari startup Kios Bbeta yang diwakili oleh Pricher Samane menyampaikan bahwa dengan Kios Beta masyarakat dapat berbelanja dengan simple.  Startup selanjutnya adalah Donasisampahmu yang menawarkan perubahan bagi masyarakat NTT dalam hal penanggulangan sampah, yang disampaikan oleh Zulkhaedir Abdussamad. Startup yang kelima dari adalah Callmechanic yang diwakili oleh Satrio Gery Saba yang menawarkan solusi baru dalam jasa service dan ganti oli motor yang dapat dipesan secara online. Sebagai penutup adalah Lapakdekra yang diwakili oleh Benny Leonard yang menyampaikan startup mereka hadir sebagai e-commerce & digital Ecosystem for creative industry yang menjual berbagai produk lokal dari NTT.

Setelah Sesi pitching selesai, para praktisi selaku juri pada demo day  menyampaikan pendapat dan saran mereka kepada para startup founders yang telah melakukan pitching untuk startup mereka. Dan pada sesi penutup bapak Wildrian Ronald Otta, S.Stp., M.M. dari Dinas Kominfo Kota Kupang menekankan untuk berkolaborasi sehingga dapat mengembangkan opportunity dan membangun ekosistem dengan komponen-komponen lain. Hal senada juga disampaikan  Apriyanto Arkiang, salah satu mentor di tahapan Bootcamp,  sebagai anak asli dari NTT yang pernah berkerja di Traveloka memberikan semangat kepada para startup founders dan anak-anak dari daerah timur terkhususnya dari NTT untuk tetap semangat dan bermimpi serta dapat menunjukan bahwa anak-anak dari NTT dapat bersaing secara nasional.

Di akhir dari rangaikain tahapan program ini diharapkan bahwa enam startup ini dapat terus bertumbuh serta berkembang dan dapat menjadi solusi yang akurat bagi setiap permasalahan yang ada di Nusa Tenggara Timur. (*)

Rapat bersama Kepala Desa Se-Kabupaten Malaka, Gubernur Minta Jaga Kolaborasi Untuk Penanganan Stunting

NTT AKTUAL. BETUN. Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat meminta jajaran Bupati, Camat dan Kepala Desa untuk terus mempererat sinergitas kolaborasi antara Pemerintah dan masyarakat terkait dengan penanganan stunting. Demikian harapan beliau pada saat hadir dalam Rapat Bersama Camat dan Kepala Desa Se Kabupaten Malaka di Aula Gereja Sta. Maria Betun pada Rabu (23/11/2023) lalu.

“Kita tentunya menyambut gembira karena angka stunting di Provinsi NTT sudah turun dari menjadi 17,7 %. Ini merupakan hasil kerja kolaboratif yang baik dari Bupati, Camat, hingga Kepala Desa. Saya sangat mengapresiasi hal tersebut dan terima kasih juga untuk Kabupaten Malaka yang juga mampu menurunkan angka stuntingnya,” ungkap Gubernur.

“Kita kerja kolaborasi itu artinya kita kerja cerdas. Ini sudah baik kita turunkan angka stunting di angka 17,7 % dan saya mau agar semua bupati, camat dan kepala desa tetap menjaga sinergitas ini dan bekerja lebih keras lagi sehingga angka stunting kita bisa turun menjadi single digit ditahun 2023 mendatang,” pinta Gubernur VBL.

Ia juga menjelaskan, Presiden Jokowi telah menargetkan di tahun 2024 itu angka stunting nasional turun diangka 14%. “Kita harapkan bulan februari mendatang angka stunting Provinsi NTT berada di angka 12%. Itu akan luar biasa dan membuktikan bahwa Provinsi ini mampu mengatasi persoalannya dengan kerja cerdas kolaboratif yang hebat,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga meminta masyarakat untuk mulai gencar berpartisipasi bersama Pemerintah dalam pengembangan komoditi jagung, sorgum dan kelor.

“Saya ingin agar Kabupaten Malaka sebagai lumbung pangan bagi Pulau Timor harus dikerjakan dengan maksimal apalagi Kabupaten ini dianugrahi bentangan lahan yang rata dan subur serta air yang melimpah. Kita dorong selain pengembangan komoditi, pisang, ubi, bawang dan kelapa maka kita juga tambahkan dengan jagung, sorgum, serta kelor. Tentunya ini akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi kita,” ungkapnya.

“Kita ingin agar pertumbuhan ekonomi di NTT ini datang dari sektor pertanian, perikanan, serta peternakan. Kalau begitu maka angka kemiskinan pun akan menurun,” tambahnya.

“Saya juga turut memberi apresiasi kepada Bupati Malaka yang baru saja mendorong para Kepala Desa untuk mempersiapkan lahan minimal 10 Ha setiap desa untuk mendukung program yang ada. Kalau 10 Ha setiap desa maka intervensi dengan baik pada benih dan pupuk. Untuk Program TJPS 1 Ha itu biaya benih dan pupuk sebesar Rp 6.000.000, maka 10 Ha itu biaya Rp 60.000.000 dan dapat menggunakan dana desa. Dari 127 Desa dengan 10 Ha. Berarti 1270 Ha tambahan untuk lahan TJPS,” jelas Gubernur.

Sementara itu Bupati Malaka Simon Nahak mengapresiasi Kunjungan Kerja Gubernur di Kabupaten Malaka. “Terima kasih atas kunjungan langsung Bapak Gubernur di Malaka yang sudah melakukan beberapa kunjungan di beberapa titik diantaranya peninjauan tambak garam, Program TJPS dan Sorgum. Ini sangat baik karena memberikan spirit bagi masyarakat dimana pemimpin daerah langsung turun ke lapangan,” kata Bupati Simon.

“Pada kesempatan ini juga saya meminta dengan 10 Ha lahan yang disiapkan setiap desa ini dapat dikerjakan untuk mendukung program dibidang pertanian terkhususnya untuk program TJPS,” tambahnya. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Gubernur VBL Kunjungi Tambak Garam PT. IDK di Malaka

NTT AKTUAL. BETUN. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) pada Rabu (23 November 2022) lalu meninjau lokasi tambak garam di yang di kelola oleh PT Inti Daya Kencana (PT IDK) yang terletak di Desa Weoe Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur VBL meminta agar total potensi lahan yang dikelola oleh PT IDK seluas 4.500 Ha dapat disiapkan untuk dikerjakan secara maksimal. “Saat ini tentunya kita ingin agar dari total lahan 4.500 Ha harus dikerjakan secara keseluruhan yang saat ini masih 300 Ha yang dikerjakan. Tentunya untuk mengerjakan infrastruktur untuk tambak garam itu tidak mudah maka kita kerja sama juga dengan Kementerian dan pihak swasta,” ungkap Gubernur.

“Siapkan dan rumuskan dengan benar semuanya dan ditata rencanakan dengan baik dari 4.500 Ha agar kita laporkan kepada Bapak Menteri Kelautan dan Perikanan untuk kita kerjakan dan kembangkan bersama. Ini pekerjaan yang tidak mudah maka kita perlu juga dukungan dari Kementerian dan dengan potensi lahan ini kalau dikerjakan infrastrukturnya dengan baik dan operasionalnya berjalan lancar maka tahun 2024 nanti bisa ada lahan tambak terbesar di NTT ini ada di Malaka,” ungkap Gubernur.

“Jadi garam yang kita produksi ini akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan garam di Provinsi NTT. Kita juga melibatkan masyarakat dengan UMKMnya menjadi produksi garam konsumsi untuk dijual. Misalnya dengan nama produk garam yang dijual yaitu ‘Garam Wewiku’,” kata Gubernur.

Gubernur juga menjelaskan, garam merupakan komoditi penting dan sangat vital dalam kebutuhan dan saat ini untuk kebutuhan secara nasional itu Indonesia
butuh 3,7 juta metrik ton garam per tahun.

Untuk diketahui, Presiden telah menandatangani Perpres Nomor 126 Tahun 2022 tentang Percepatan Pembangunan Pergaraman Nasional. Perpres ini mengatur mengenai upaya percepatan pembangunan pergaraman nasional yang dilaksanakan pada SEGAR. SEGAR atau Sentra Ekonomi Garam Rakyat adalah kawasan usaha pergaraman yang dilakukan secara terintegrasi. Kebijakan ini mengamanatkan pemerintah pusat dan daerah melakukan percepatan pembangunan sentra garam untuk memenuhi kebutuhan garam nasional, meliputi garam konsumsi dan garam kebutuhan industri.

Sejalan dengan hal tersebut, Bupati Malaka Simon Nahak berharap agar luas lahan tambak 4.500 ha tersebut dapat dimaksimalkan dengan baik. “Kita Pemerintah Kabupaten Malaka ingin agar PT IDK dapat mengelola seluruh lahan 4.500 Ha ini dengan benar. Kita mau lahan yang sudah ada ini dikelola semuanya dengan baik sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat termasuk juga untuk perusahaan dan juga untuk pemerintah,” ungkap Bupati Simon.

Direktur PT IDK Cristian Devi Febrianto mengatakan, pada bulan Oktober lalu telah dipanen 50 ton. “Pada 2023 nanti kita akan menggarap 300 Lahan yang ada di Desa Weoe dengan 30 Ha meja garam dengan estimasi panen mencapai 12.000 Ton,” ungkap Cristian. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Penjabat Wali Kota Kupang Launching Program Lopo Pintar

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Pemerintah Kota Kupang kembali membuat terobosan baru dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan siswa/siswi. Program kolaboratif antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang bersama SD dan SMP se-Kota Kupang, bekerja sama dengan sejumlah Perguruan Tinggi di Kota Kupang itu disebut Program Lopo Pintar. Launching ditandai dengan pemukulan gong oleh Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh, SH, di Sekolah Dasar (SD) Inpres Penkase Oeleta Kecamatan Alak Kota Kupang, Senin (21/11/2022). Launching menandai dimulainya pelaksanaan program Lopo Pintar yang akan di laksanakan di setiap kecamatan dan kelurahan se-Kota Kupang.

Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh,SH, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Dinas Pendidikan Kota Kupang yang sudah berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Kupang. Menurutnya tingkat kualitas pendidikan Kota Kupang sebagai ibu kota provinsi menjadi barometer seluruh daerah yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur, karena itu harus diberikan perhatian melalui langkah-langkah kolaborasi terutama bersama perguruan tinggi yang ada di NTT. Kolaborasi juga menurutnya bertujuan untuk menciptakan koneksitas antara pariwisata dan pendidikan, seperti mendorong anak-anak di Nusa Tenggara Timur, khususnya di Kota Kupang memiliki keterampilan bahasa Inggris sebagai bahasa pergaulan internasional, sehingga siap menghadapi gelombang pariwisata masa mendatang yang dilengkapi dengan services dan hospitality yang baik, sehingga mampu mandiri dan menciptakan lapangan kerja.

Lebih lanjut dikatakan, untuk mengembalikan semangat belajar serta untuk mendukung dan meningkatkan kompetensi peserta didik dalam menguasai berbagai disiplin ilmu, maka pelaksanaan Lopo Pintar yang baru dilaunching diharapkan untuk tidak hanya melibatkan perguruan tinggi dan basic ilmu tertentu saja, namun banyak disiplin ilmu yang diperlukan dari berbagai kampus lainnya di Kota Kupang. “Kita tidak hanya membutuhkan mata pelajaran, namun juga manajemen pengelolaan. Kita juga membutuhkan jurusan lainnya seperti fakultas hukum. Karena anak-anak kita perlu juga belajar rambu-rambu hukum supaya jangan ada penyimpangan-penyimpangan yang tidak sesuai dengan aturan hukum,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami.,M.Si, memaparkan bahwa Program Lopo Pintar Pemerintah Kota Kupang merupakan ide Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh, SH, yang disambut baik oleh mitra Perguruan Tinggi, sehingga langsung mendelegasikan sejumlah mahasiswa untuk terlibat langsung dalam pembekalan, guna melancarkan serta menyukseskan program lopo pintar.

Ditambahkannya, ide Lopo Pintar merupakan upaya untuk membawa kembali peserta didik menemukan kembali hak-hak untuk mendapat dukungan belajar, yang telah dikorbankan karena adanya pandemi covid -19. Menurutnya pandemic covid-19 mengakibatkan proses pembelajaran yang berjalan kurang bagus. Ada kurang lebih 3000-an anak kelas 1 dan 2 SD yang tidak tahu baca. Tapi berkat kerja keras dari bapak – ibu kepala sekolah dan guru, kurang lebih 40% sudah mulai jalan dan tersisa 60%. Dengan program Lopo Pintar diharapkan dukungan mahasiswa dari Perguruan Tinggi bisa membantu Pemerintah Kota Kupang untuk menuntaskan persoalan tersebut.

Kepala Bidang Pembinaan Dasar pada Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Kupang, Oktovianus Naitboho,S.Pd.,M.Pd, dalam laporan panitia menjelaskan, Program Lopo Pintar adalah program kolaboratif gagasan Pemerintah Kota Kupang yang melibatkan sejumlah stakeholder dan juga instansi Pemerintah Kota Kupang untuk membangun kembali serta mendukung pemulihan belajar siswa yang terhambat akibat pandemi covid-19.

Menurutnya tujuan utama dari Lopo Pintar yaitu untuk mengoptimalkan pembimbingan bagi peserta didik yang mengalami kesulitan belajar seperti membaca, menulis, dan berhitung diakibatkan oleh pandemic covid-19, yang menghambat proses belajar peserta didik di sekolah serta untuk meningkatkan prestasi belajar siswa, khususnya dalam kompetensi literasi dan numerasi yang masih rendah didasarkan pada hasil assessment nasional. Selain itu kehadiran Lopo Pintar juga untuk memudahkan peserta didik mendapatkan layanan pendidikan di luar jam pembelajaran di sekolah secara gratis pada titik domisili peserta didik yang berbasis di kelurahan.
Dalam Program Lopo Pintar, akan dilaksanakan juga bimbingan khusus secara gratis oleh mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi terkemuka di Kota Kupang kepada para pelajar, seusai menyelesaikan jam pendidikan formal di sekolah yang akan ditempatkan pada titik-titik lopo pintar yang tersebar pada masing-masing kelurahan yang ada diwilayah Kota Kupang. Ada 815 mahasiswa yang sudah siap mendukung program ini, dengan rincian yaitu mahasiswa FKIP Universitas Nusa Cendana (Undana) sebanyak 369 mahasiswa, FKIP Universitas Katholik Widya Mandira (Unwira )sebanyak 100 mahasiswa, Mahasiswa FKIP Universitas Kristen Artha Wacana (Unkris), FKIP Universitas Muhamadyah 86 mahasiswa dan FKIP universitas Persatuan Guru (UPG) 45 sebanyak 150 mahasiswa yang telah mengikuti proses pembekalan pelaksanaan Program Lopo Pintar. (*PKP_rdp)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Lebih Mengenal Budaya NTT, Siswa SMA Tunas Harapan Kupang Kunjungi Dekranasda

NTT AKTUAL. KUPANG. Dalam rangka untuk lebih mengenal kekayaan budaya dan kerajinan tangan yang ada di Provinsi NTT, Siswa/Siswi SMA Tunas Harapan Kupang melakukan karya wisata dengan mengunjungi kantor Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTT, pada Rabu (23/11/2022).

Dalam kunjungan nya ini para siswa/siswi SMA Tunas Harapan Kupang melihat lebih dekat kekayaan budaya dan kerajinan tangan yang ada di Provinsi NTT yang tersaji rapi di Galeri Dekranasda Provinsi NTT.

Seperti pantauan Media ini siswa/siswi SMA Tunas Harapan Kupang yang di dampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum dan sejumlah guru sangat berantusias melihat dan mendengarkan pemaparan staf promosi Dekranasda NTT pada setiap koleksi yang ada baik koleksi tenun ikat, aksesoris dan sovenir khas Provinsi NTT.

Siswa/siswi SMA Tunas Harapan Kupang dan para guru serta Wakasek Bidang Kurikulum Merydian Passoe saat foto bersama dengan staf Dekranasda Provinsi NTT, Rabu (23/11/2022). Dokumentasi : Nataniel Pekaata/NTT AKTUAL

Para Siswa/siswi SMA Tunas Harapan juga mendapatkan informasi lengkap mengenai kopi khas NTT yang ada di laboratorium kopi milik Dekranasda serta aneka jajanan berbahan baku kelor yang tersedia pula di toko Dekranasda.

Selaku pendamping siswa/siswi SMA Tunas Harapan Kupang yang juga merupakan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum pada SMA Tunas Harapan Kupang, Merydian Passoe,SS kepada Media ini mengatakan kunjungan ke Dekranasda Provinsi NTT ini merupakan kegiatan filed trip (karya wisata) untuk Siswa/siswi SMA Tunas Harapan.

“Di sini kami mengajak anak-anak untuk dapat mengenal lebih dekat berbagai koleksi dan juga motif tenun ikat serta bahan pangan lokal Provinsi NTT yang ada di Dekranasda,” ungkap nya.

Jumlah siswa/siswi kelas X dan XI SMA Tunas Harapan Kupang yang mengunjungi Dekranasda NTT ini berjumlah sebanyak 30 orang yang terdiri dari Siswi 17 orang dan siswa 13 orang, jelas Merydian.

Dirinya juga mengungkapkan terimakasih kepada pihak Dekranasda NTT yang telah menerima dengan baik kunjungan para siswa/siswi SMA Tunas Harapan Kupang.

“Kami sangat berterimakasih dengan pelayanan hari ini dari staf promosi Dekranasda,”ujar Merydian.

Dirinya berharap kedepannya Dekranasda Provinsi NTT dapat lebih memperbanyak koleksi-koleksi yang ada.

“Dan untuk siswa/siswi SMA Tunas Harapan saya berharap setelah pulang dari sini bisa mengerjakan tugas dengan baik dan dapat pula belajar berwirausaha agar nantinya dapat pula menjadi pelaku-pelaku UMKM yang handal kedepannya,” tandasnya.

Di kesempatan yang sama Staff Promosi Dekranasda NTT, Life Pisga Magdalena Manafe mengatakan dirinya memberikan apresiasi kepada siswa/siswi SMA Tunas Harapan Kupang yang sudah melakukan kunjungan ke tempat yang berunsur budaya seperti Dekranasda NTT.

“Kegiatan kunjungan ini bagus karena siswa/siswi dari SMA Tunas Harapan Kupang tidak hanya belajar saja di sekolah, tetapi mereka juga bisa belajar ilmu tentang kebudayaan yang kita miliki di NTT dan siswa/siswi juga bisa melihat langsung koleksi tenun ikat, toko Dekranasda yang menjual pangan lokal serta aksesoris khas NTT, perpustakaan mini, laboratorium kopi yang ada di Dekranasda NTT,” ujarnya.

Dirinya berharap kepada para siswa/siswi baik SMA dan SMK dapat lebih mencintai budaya NTT dan juga mempromosikan nya agar dapat lebih kenal, dan khusus kepada siswa/siswi SMA Tunas Harapan Kupang dirinya berharap agar dapat lebih lagi menggali kemampuan yang di miliki supaya pada akhirnya bisa menggali potensi yang ada di NTT.

“Siapa tau nantinya siswa/siswi SMA Tunas Harapan Kupang bisa berwirausaha pula dengan baik di NTT itu sendiri atau bahkan sampai ke luar negeri,” tutur nya.

Di tempat yang sama, salah seorang siswa kelas XI SMA Tunas Harapan Kupang, Ervianus Siga menyampaikan terima kasih kepada staff promosi Dekranasda Provinsi NTT yang sudah menerima dengan baik dan juga menjelaskan secara terperinci koleksi yang di miliki Dekranasda.

“Selain itu lewat kegiatan filed trip ke Dekranasda ini dirinya dan teman-teman yang lain dapat lebih mengenal motif-motif tenun yang ada di setiap Kabupaten yang ada di Provinsi NTT,” tutupnya. (NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Juri Festival Desa Binaan Bank NTT Kunjungi Desa Bianeno

NTT AKTUAL. BETUN. Juri Festival Desa Binaan Bank NTT dan Festival PAD Tahun 2022, Dr James Adam melanjutkan penjurian di desa binaan berikutnya, yakni Desa Bianeno, Kecamatan Sasitamean Kabupaten Malaka, Kamis (17/11/2022).

Desa Bianeno memiliki potensi unggulan yaitu tenun ikat yang sudah turun temurun menjadi warisan. Selain itu Desa ini juga memiliki hasil pertanian seperti kemiri serta peternakan sapi dan babi.

Sekretaris BPD Desa Bianeno, Gaper Seran dan sejumlah ibu-ibu anggota kelompok tenun ikat, menyambut kedatangan tim juri serta menyampaikan masukan kepada Bank NTT dan Pemda Malaka. “Kami berterimakasih kepada Bank NTT Cabang Betun yang sudah  memilih Desa Bianeno sebagai desa binaan Bank NTT Cabang Betun dan mendirikan rumah produksi tenun ikat bagi kelompok penenun yang semuanya berasal dari Desa Bianeno,” tegasnya.

Juri Festival Desa Binaan Bank NTT dan Festival PAD Tahun 2022, Dr James Adam saat foto bersama dengan ibu-ibu anggota kelompok tenun ikat di Desa Bianeno, Kamis (17/11/2022). Dokumentasi : TIM

Dia pun meminta agar Bank NTT bisa membantu promosi di luar hasil tenun ikat yang ada di Desa Bianeno. Sementara kepada Pemda Malaka diharapkan agar bisa memfasilitasi pelatihan bagi kelompok pertanian mengenai pemilihan pupuk dan cara menanam sayur yang baik dan berkualitas.  Masyarakat desa sangat mengharapkan perhatian dari Pemda  Malaka untuk memperhatikan akses jalan di desa ini, agar transportasi pengangkutan hasil pertanian menjadi lancar.

Sementara juri Dr james Adam menyampaikan bahwa Kades dan camat harus kolaborasi untuk bisa mempromosikan hasil tenun ke sekolah – sekolah dan terutama para guru  baik SD – SMA di Sasitamean.

Tak hanya itu, melainkan berbagai terobosan dalam pemasaran seperti penjualan lewat online maupun media sosial bisa menjadi solusi. Karena itu, penenun diminta meningkatkan kualitas tenun baik itu menggunakan pewarna alami maupun pewarna tekstil serta memasang harga yang wajar.  Bumdes menurut James, harus diaktifkan agar nantinya bisa mengelola hasil tenun dan hasil pertanian serta peternakan di Desa Bianeno. (TIM)

Jalin Keakraban, Jeriko Hadiri Nobar Piala Dunia 2022

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Relawan Teman Jeriko mengadakan nonton bareng (Nobar) sepanjang perhelatan Piala Dunia 2022 sebagai bentuk silaturahmi antara para relawan, simpatisan dan masyarakat umum warga kota Kupang.

“Kami menyelenggarakan nobar untuk para relawan simpatisan maupun rakyat umum atau orang-orang muda di Kota Kupang, nobar ini gratis dan dilakukan di posko Teman Jeriko sebagai bentuk silaturahmi bersama bapa Jefri Riwukore (Jeriko),” ujar Ketua Teman Jeriko, Yan Piter Lilo

Selain itu, Ketua Relawan Teman Jeriko ini mengatakan pihaknya juga menyediakan kopi gratis untuk mengisi nobar sambil tukar pikiran dan gagasan baik urusan sepak bola maupun pembangunan Kota Kupang.

“Jadi sambil ngopi-ngopi bersama orang-orang muda dan para penikmat sepak bola kita tukar pikiran, tukar gagasan baik urusan sepak bola maupun lain-lain berkaitan dengan pembangunan kota kupang,”ungkap Yan Piter Lilo pada senin, 21 November 2022.

Dokumentasi : istimewa

Lanjut Yan, bahwa kegiatan nobar sudah berlangsung pukul 21.00 minggu malam dan hadir langsung sosok Bapak Jefri Riwukore di acara nobar itu.

“Kita sudah mulai tadi malam, mulai jam 9 dan hadir langsung bapa Jefri Riwukore. Acara nobar ini kita akan selenggarakan selama 1 bulan penuh, mulai tanggal 20 sampai dengan 18 Desember,” katanya.

Lebih lanjut Yan mengatakan bahwa Jeriko ikut menyaksikan dan berkomentar langsung karena Jeriko orangnya hobi pada sepak bola sehingga Jeriko minta untuk relawan selenggarakan buat orang muda yang hobi bola.

“Bapa Jeriko yang ikut menyaksikan nobar ini beliau berkomentar langsung karena beliau orangnya suka nonton sepak bola dan karena itu Jeriko minta kami komunitas Teman Jeriko untuk selenggarakan nobar buat orang-orang muda yang hobi bola itu bisa dapat tempat untuk nonton,”jelasnya.

“Tadi malam ia berbagi cerita dengan banyak kawan-kawan yang hadir, bapa Jeriko berterimakasih untuk Teman Jeriko yang menyelenggarakan acara nobar, ini jadi tempat kumpul-kumpul karena hobi dan bisa juga katong berdiskusi lepas, diskusi bebas yang bisa berguna juga untuk pembangunan kota,” tambahnya.

Diketahui bahwa jumlah relawan, simpatisan maupun rakyat pendukung Jeriko yang ikut menyaksikan nobar pembukaan Piala Dunia berjumlah sekitar 100 lebih orang.

“Cuaca cukup bersahabat bersahabat sehingga tadi malam yang datang itu baik dari relawan, simpatisan dan rakyat pendukung sekitar ratusan Orang bahkan tetangga dan pengendara motor yang lewat jalan juga datang dan kita nonton bareng,”tandasnya.

Jadi, kata Yan, acara nobar ini tidak terlalu besar, ia pun mengajak bagi yang ingin merasakan serunya Piala Dunia 2022 bersama teman, komunitas, keluarga, saudara, hingga pasangan dapat langsung menyaksikannya di Rumah Aspirasi JERIKO, jalan Sam Ratulangi 2 No 2.

“Acara kami tidak terlalu besar tetapi, buat teman-teman yang tidak dapat tempat untuk nonton pendukungnya, mau datang nonton silahkan bergabung, itu sebagai bentuk silaturahmi bersama antara teman-teman dan bapak Jeriko,” pungkasnya. (*/NA)

Lakukan Penilaian Desa Binaan Bank NTT, Juri Kunjungi Desa Lakekun Barat

NTT AKTUAL. BETUN. Masih terus berlanjut, penjurian terhadap 115 peserta Festival Desa Binaan dan Festival PAD Tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Bank NTT. Kali ini, juri melakukan penilaian di desa Lakekun Barat Kecamatan Kobalima Kabupaten Malaka, Rabu (16/11/2022).

Hadir dalam sesi penilaian ini yaitu Dr. James Adam, juri yang berprofesi sebagai Dosen/akademisi, didampingi oleh pendamping Kristoforus Seda dari Divisi Kredit kantor pusat bersama tim kredit dari kantor cabang Betun.

Juri Festival Desa Binaan dan Festival PAD Tahun 2022, Dr. James Adam didampingi oleh pendamping Kristoforus Seda dari Divisi Kredit kantor pusat bersama tim kredit dari kantor cabang Betun saat mengunjungi wisata kolam pemancingan ikan air tawar di Desa Lakekun Barat, Rabu (16/11/2022). Dokumentasi : TIM

Desa Lakekun Barat memiliki  potensi unggulan wisata kolam pemancingan ikan air tawar dan hasil pertanian padi dengan luas 520 Ha lahan basah. Bumdes Desa Lakekun Barat sangat aktif mengelola 2 Ha sawah dan kolam pemancingan ikan air tawar.

Setibanya disana, juri diterima kepala desa, Luan Martinus dan perangkat desa.

Saat itu sang Kades menyampaikan bahwa Kolam pemancingan ikan air tawar sebagai icon baru atau potensi baru yang ada di Lakekun Barat, dan kolam ini sudah siap dibuka untuk umum. Menariknya, mereka sudah ada tawaran dari beberapa rumah makan yang siap membeli ikan air tawar hasil produksi mereka.

Rencananya, setiap tamu yang masuk ke sana dan menggunakan kendaraan, retribusi parkirnya serta karcis masuknya menggunakan kanal pembayaran Bank NTT. Karena itu, pemerintah desa setempat meminta perhatian Pemda untuk memperhatikan akses jalan masuk ke lokasi, yang juga merupakan lokasi pengangkutan hasil pertanian seluas 520 Ha.

Lokasi pemancingan ikan sangat strategis yaitu di pinggir jalan Trans Malaka – Atambua, dan menurut juri, ini adalah modal menjadi utama. “Tinggal bagaimana desa mempromosikan potensi desa agar masyarakat bisa mengetahui kolam pemancingan ikan air tawar di desa ini,” tegas James.

Kepala desa juga disarankan berdiskusi dengan camat dan bupati untuk menghadirkan event yaitu lomba memancing ikan air tawar sehingga Desa dan Bumdes bisa mendapatkan keuntungan dari event tersebut. (TIM)

Menteri Kelautan dan Perikanan Tinjau Lahan Tambak Garam Nunkurus Kabupaten Kupang

NTT AKTUAL. OELAMASI. Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono pada Kamis 17 November 2022 melakukan kunjungan ke Provinsi NTT untuk meninjau lahan tambak garam di Nunkurus Kabupaten Kupang. Dalam peninjauan lahan tambak garam tersebut Menteri Trenggono turut di dampingi Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat.

Tinjauan ke Lahan Tambak Garam Nunkurus tersebut juga dirangkai dengan kegiatan Pertemuan Menteri bersama Gubernur dengan masyarakat Desa Oeteta terkait Tinjauan Usaha Pengembangan Pergaraman. Luas total lahan garam yang ditinjau tersebut seluas 1.900 Ha dan dapat menghasilkan panen garam sebanyak 300.000 ton.

“Kita ke sini untuk menindaklanjuti amanat Kemandirian Pergaraman Nasional, karena saat ini kita masih impor. Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkoordinasi dengan Gubernur NTT, lahannya akan terus kita bangun, dan harapan saya akhir tahun 2023 NTT sudah memiliki kemampuan untuk berkontribusi besar terkait kebutuhan secara nasional,” ucap Menteri Trenggono.

Tambak garam yang ada dioperasikan dengan metode geomembrane dan tradisional. Untuk itu, Menteri Trenggono mendorong masyarakat untuk memproduksi garam dengan model yang lebih maju agar produktivitas garam NTT dapat maksimal.

Menteri Trenggono mengatakan, KKP akan mendukung permodalan bagi petambak garam NTT melalui Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (BLU LPMUKP).

“KKP memiliki berbagai instrumen salah satunya adalah BLU (LPMUKP) dimana kita bisa memberikan pinjaman modal sepanjang masyarakat yang bekerja dan mengerjakan (tambak garam) adalah penduduk asli sini, jangan dari luar ya. Ini akan kita diskusikan dengan Pak Gubernur mekanisme terbaiknya seperti apa. Saya harap bukan hanya produksi, namun sampai pada end product bisa dilakukan di NTT,” tambah Menteri Trenggono saat berdialog bersama petambak garam setempat.

Dalam peninjauan lahan garam di Nunkurus Kabupaten Kupang, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan garam yang dihasilkan di Lahan Tambak Nunkurus memiliki kadar NaCl mencapai 95%. “Kualitas NaCl garam disini mencapai 95%. Tentunya produksi garam ini memiliki kualitas tinggi sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia,” ungkapnya.

“Kita libatkan juga masyarakat. Kita siapkan UMKM untuk menjadikannya menjadi garam konsumsi. Jadi kita juga Kolaborasi Pengusaha, Masyarakat dan Pemerintah. Libatkan masyarakat dengan UMKM industri garam untuk dijual. Ini untuk menekan impor garam karena kita sudah punya garam kita sendiri,” ucap Gubernur.

Untuk diketahui juga bahwa Presiden RI Joko Widodo menandatangani Perpres Nomor 126 Tahun 2022 tentang Percepatan Pembangunan Pergaraman Nasional. Perpres ini mengatur mengenai upaya percepatan pembangunan pergaraman nasional yang dilaksanakan pada SEGAR. SEGAR atau Sentra Ekonomi Garam Rakyat adalah kawasan usaha pergaraman yang dilakukan secara terintegrasi. Kebijakan ini mengamanatkan pemerintah pusat dan daerah melakukan percepatan pembangunan sentra garam untuk memenuhi kebutuhan garam nasional, meliputi garam konsumsi dan garam kebutuhan industri. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Urban Farming Jadi Solusi Pengendalian Inflasi di Kota Kupang

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Urban farming menjadi salah satu solusi pengendalian inflasi yang tengah diupayakan Pemerintah Kota Kupang saat ini. Kurang lebih seribu hektar lahan kosong di Kota Kupang sudah berhasil diidentifikasi dan siap untuk ditanami kelor, sorgum serta tanaman hortikultura. Bahkan Pemkot Kupang sudah mulai gerakan menanam di dua lahan kosong milik Pemkot di Kelurahan Naimata dan Kelurahan Naioni. Demikian disampaikan Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh, SH dalam pertemuan membahas extra effort pengendalian inflasi di Kota Kupang. Pertemuan berlangsung di ruang rapat Penjabat Wali Kota Kupang, Rabu (16/11/2022).

Hadir dalam pertemuan ini, Kepala Biro Ekonomi dan Kerja Sama Setda Provinsi NTT, Dr. Lery Rupidara, M.Si, Plt. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, S. Donny H. Heatubun, Kepala BPS Provinsi NTT, Matamira B. Kale, S.Si, M.Si dan Kepala BPS Kota Kupang, Ramly K.T Kusumo, SP, MAP. Turut mendampingi Penjabat Wali Kota, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, Ignasius R. Lega, SH beserta sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait.

Dalam pertemuan tersebut, Penjabat Wali Kota menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTT yang telah mendukung upaya Pemkot Kupang untuk pemanfaatan lahan dengan kerja sama menyiapkan anakan kelor dan bibit tanaman hortikultura. Diakuinya, sebagaimana arahan Pemerintah Pusat, upaya pengendalian inflasi menjadi prioritas utama Pemkot Kupang saat ini. Berbagai langkah antisipasi sudah mulai dikerjakan. Selain urban farming seperti menanam kelor dan sorgum di sejumlah lahan kosong, Pemkot Kupang juga sudah mulai membangun komunikasi dan kerja sama dengan pemasok bahan-bahan kebutuhan pokok pemicu inflasi seperti telur dan ayam potong, yang selama ini didatangkan dari luar NTT. Kerja sama juga dilakukan dengan daerah-daerah lain yang ada di daratan Timor yang selama ini memasok suplai barang kebutuhan pokok warga Kota Kupang. Penjabat juga sudah minta Dinas Perhubungan untuk mengintervensi kenaikan harga barang akibat kenaikan biaya transportasi, dengan memberikan subsidi kepada penyedia jasa angkutan barang-barang kebutuhan dari luar Kota Kupang, seperti mobil pick up. Dinas Komunikasi dan Informatika dan PD Pasar juga akan bekerja sama menyajikan informasi perkembangan harga pasar secara rutin, baik berupa billboard di pasar-pasar, maupun melalui siaran keliling. Dinas perindustrian dan perdagangan juga diminta untuk melakukan operasi pasar secara rutin setiap hari. Sedangkan operasi pasar gabungan bersama stakeholder terkait lainnya dilaksanakan pada hari Senin dan Selasa setiap minggu.

Kepala Biro Ekonomi dan Kerja Sama Setda Provinsi NTT, Dr. Lery Rupidara, menjelaskan extra effort pengendalian inflasi datang dari kearifan lokal pemerintah daerah yang tahu seperti apa masyarakatnya. Dengan demikian bisa diambil langkah-langkah yang sesuai keadaan nyata masyarakat. Selain urban farming menurutnya perlu ada gerakan moral untuk melakukan penghematan, baik penggunaan bahan bakar minyak seperti gerakan jalan kaki dan menggunakan angkutan umum, serta gerakan sosial food lost and waste, dengan mengurangi acara-acara yang mengakibatkan akumulasi kebutuhan komoditas serta mempengaruhi stok. Pengendalian inflasi juga menurutnya terkait dengan 4K, yakni: ketersediaan stok, kelancaran distribusi, keterjangakauan harga serta komunikasi yang efektif, yang tidak membuat warga jadi panik.

Sementara itu, Plt. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, S. Donny H. Heatubun, menyampaikan pada Oktober 2022, Kota Kupang mengalami inflasi sebesar 0,37%, melandai dibandingkan bulan sebelumnya. Meskipun demikian inflasi Kota Kupang lebih tinggi dibandingkan inflasi NTT maupun nasional, terutama didorong oleh kenaikan beberapa komoditas makanan seperti ayam ras, ikan kembung dan sawi putih. Bensin juga menurutnya masih menyumbang inflasi di bulan Oktober seiring dengan base effect akibat kenaikan harga bensin yang berlaku sejak 3 September 2022. Sabun mandi dan beberapa kebutuhan rumah tangga lainnya juga turut mengalami inflasi seiring dengan kenaikan biaya distribusi.

Menurutnya ada beberapa langkah yang perlu dilakukan untuk pengendalian inflasi. Antara lain, pemantauan harga dan operasi pasar, mengoptimalkan kelancaran distribusi, mereduksi biaya transportasi barang/jasa dengan subsidi ongkos angkut, memastikan ketersediaan bahan pangan, memberikan bantuan sosial bagi masyarakat rentan serta memperkuat koordinasi TPID dengan TPIP. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang