Arsip Kategori: REGIONAL

Diperkirakan Musim Hujan di NTT Mulai Akhir Oktober, Pemprov Ajak Petani Optimalkan Lahan

NTT AKTUAL. KUPANG. Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT mengajak seluruh masyarakat NTT untuk mempersiapkan dan mengoptimalkan lahan-lahan yang tersedia untuk berproduksi melalui program TJPS Pola Kemitraan. Sesuai perkiraan BMKG, musim hujan di NTT diprediksi akan dimulai pada akhir Oktober.

“Sesuai dengan hasil koordinasi dengan BMKG, musim hujan di NTT diperkirakan akan terjadi di dasarian tiga artinya di minggu terakhir bulan Oktober. Untuk itu, kita sudah lakukan persiapan dengan memprioritaskan lokasi-lokasi yang curah hujannya mendahului yakni daerah Flores bagian barat. Mengikuti selanjutnya bagi kabupaten-kabupaten lain yang curah hujannya di dasarian pertama bulan November,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Lecky Frederich Koli dalam konferensi Pers bersama awak media di Kantor Gubernur NTT, Selasa (27/09/2022).

Didampingi Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT, Prisilia Parera, Kadis Lecky mengajak masyarakat untuk mengoptimalkan lahan-lahan yang ada termasuk pekarangan rumah untuk meningkatkan perekonomian keluarga melalui program TJPS Pola Kemitraan. Melalui skema ekositem kemitraan dengan melibatkan lembaga perbankan, offtaker serta lembaga penjamin kredit, ekonomi dan daya beli masyarakat diharapkan tetap terjaga di tengah situasi ketidakpastian ekonomi global saat ini.

“Dengan solusi ekosistem yang terbangun seperti ini, semua yang diperlukan oleh para petani,sudah ada sebelum dia tanam. Baik itu pupuk, bibit, obat-obatan termasuk sarana produksi disiapkan, sehingga tinggal digerakan untuk masyarakat kerjakan gotong royong untuk mereka berproduksi. Jaminan pasar juga telah disiapkan dengan harga yang telah disepakati sehingga petani tetap bersemangat untuk menanam. Kemarin, bapak Gubernur juga telah berbicara dengan Menteri BUMN agar dana-dana KUR dari Bank Himbara (Himpuna Bank Milik Negara,red) juga dapat menjangkau para petani di desa-desa,” jelas Lecky.

Lebih lanjut Kadis Lecky menjelaskan, untuk tahun 2022, target lahan Program TJPS Kemitraan adalah 105 ribu hektar (ha) lahan. Dengan sasaran, masyarakat petani sebanyak 124 ribu orang, yang sudah ada by name by addressnya.

“Yang sudah kita tanami adalah kurang lebih 37 ribu ha pada musim tanam II dari April sampai September 2022 (Asep,red) dan sudah dipanen serta dijual hasilnya, petani pun sudah mendapatkan keuntungan. Sisanya akan dikerjakan pada musim tanam I Oktober 2022 sampai Maret 2023 (Okmar,red). Kita sudah siapkan kurang lebih 88 ribu ha lahan dan sudah diajukan ke bank pelaksana yakni Bank NTT. Dan sudah dilakukan seleksi (oleh Bank NTT dan Offtaker,red) sekitar 40 ribu ha. Serta sudah dilakukan pencarian tahap pertama untuk petani bisa mulai lakukan penanaman,” kata Lecky.

Selanjutnya, Lecky menguraikan, Target produksi jagung untuk musim tanam I Okmar 2022-2023 adalah 400 ribu ton.
“Dan hasil produksi itu akan kita gunakan untuk kepentingan industri pakan ternak di dalam daerah dan selebihnya kita akan kirim ke luar termasuk ke Surabaya. Dalam jangka pendek kita juga akan bekerjasama dengan Kabupaten Bangli di Provinsi Bali untuk mensuplai kebutuhan jagung bagi mereka dan sebaliknya mereka akan mensuplai kebutuhan daging ayam dan telur ayam untuk NTT khususnya untuk masyarakat pulau Sumba.Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani dan mengurangi angka kemiskinan,” ujar Lecky.

Seperti diketahui, angka kemiskinan di NTT mengalami penurunan. Sesuai hasil rilis yang disampaikan BPS, Persentase penduduk miskin di NTT pada Maret 2022 sebesar 20,05 persen, menurun 0,39 persen poin terhadap September 2021 dan menurun 0,94 persen poin terhadap Maret 2021. NTT termasuk dalam 10 besar Provinsi di Indonesia dengan penurunan jumlah angka kemiskinan tertinggi dalam periode tersebut.

Hadapi Krisis Pangan, Gubernur Instruksikan Fokus Pengembangan 4 Komoditas

Dalam kesempatan tersebut, Kadis Lecky juga mengungkapkan, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat juga telah menginstruksikan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta Dinas terkait lainnya agar fokus pada pengembangan 4 komoditas utama dalam menghadapi krisis pangan dunia yakni jagung melalui program TJPS Kemitraan, Sorgum, Kelor dan Ayam KUB.

“Untuk pengembangan Sorgum, kita akan tanam tahun ini sebanyak 3.500 ha dan tahun depan targetnya 34 ribu ha. Benih Sorgum sudah ada sekitar 11 ton yang berasal dari kabupaten Flores Timur dan kita sudah salurkan ke kabupaten-kabupaten yang dapat alokasi. Terkait Kelor, kita lakukan kerjasama dengan TNI. Kita sedang siapkan 1 juta anakan yang kemudian akan difasiltasi oleh TNI untuk didistribusikan ke masyarakat agar mereka berproduksi dan hasilnya akan dibeli oleh offtaker yang memang sudah dipersiapkan. Pola pengembangan 3 komoditas ini akan menggunakan pola Kemitraan yang sudah dilaksanakan dalam program TJPS sehingga masyarakat tak perlu ragu untuk jaminan pasarnya,” pungkas Lecky. (**)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Cegah Masuknya HPHK-OPTK, Karantina Pertanian Kupang Lakukan Pemusnahan

NTT AKTUAL. MOTAAIN. Karantina Pertanian Kupang melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain kembali melakukan pemusnahan terhadap komoditas pertanian yang masuk ke wilayah NKRI dikarenakan tidak adanya Sertifikat Kesehatan Karantina (Phytosanitary Certificate) dari negara asal, Jumat (23/09/2022).

“Dokumen kesehatan dari negara asal sebagai jaminan kesehatan bagi komoditas pertanian yang diimpor dan ini penting guna melindungi sumber pangan kita,” ungkap Nina Liban, Dokter Hewan Karantina di tempat pemasukan PLBN Motaain.

Sebelum dilakukan pemusnahan, sesuai Pasal 44 ayat (3) UU No. 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, Karantina Pertanian Kupang telah memberi kesempatan kepada pemilik dalam jangka waktu 3 hari kerja untuk melengkapi dokumen tersebut, tetapi tidak dilakukan oleh pemilik.

Selanjutnya, Nina Liban menyampaikan pihaknya melakukan pemusnahan komoditas pertanian berupa olahan daging sapi 95 kilogram, olahan daging ayam 520 kilogram, olahan daging babi 173 kilogram, madu sebanyak 12 liter, Beras 80 kilogram, kacang-kacangan 25 kilogram, bawang merah 5 kilogram, dan kentang sebanyak 20 kilogram. Komoditas pertanian tersebut berasal dari Republik Demokratik Timor Leste (RDTL).

Khaeruddin, selaku Subkoordinator Pengawasan dan Penindakan Karantina Pertanian Kupang mengungkapkan, “Setelah dilakukan penahanan dikarenakan melanggar Pasal 33 UU No 21 Tahun 2022 ternyata pemilik barang tidak mampu melengkapi dokumen yang dipersyaratkan sesuai waktu yang ditetapkan karena itu kami lakukan pemusnahan”.

Cara pemusnahan yang ditetapkan Pasal 47 ayat (1) UU 21 Tahun 2019 yang menyatakan bila pemusnahan dilakukan dengan cara membakar, menghancurkan, mengubur, dan/atau pemusnahan lain yang sesuai, sehingga media pembawa tidak mungkin lagi menjadi sumber penyebaran hama dan penyakit serta tidak menganggu kesehatan manusia dan tidak menimbulkan kerusakan sumber daya alam hayati.

Tindakan karantina pemusnahan ini dihadiri oleh instansi terkait yaitu Bea dan Cukai, Imigrasi, Karantina Kesehatan, BNPP Motaain, BKIPM Motaain, Bais TNI, Polres Kabupaten Belu, Kodim Kabupaten Belu, Satgas Pamtas, Pospol Motaain, serta Ketua Gugus Tugas PMK. “Kegiatan ini sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat betapa pentingnya Sertifikat Kesehatan Tumbuhan maupun Hewan menyertai komoditas pertanian yang dilalulintaskan dan dimasukan ke wilayah Indonesia”, tambah Yulius Umbu Hunggar selaku Kepala Karantina Pertanian Kupang. (**)

Sumber berita + foto : Humas Karantina Pertanian Kupang

Sukseskan TJPS Okmar, Pemprov NTT Siapkan 88.000 Hektar

NTT AKTUAL. KUPANG. Dalam rangka mensukseskan Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) dan Kesiapan Lahan Menghadapi Musim Tanam Oktober 2022- Maret 2023 (OKMAR), Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT melalui Dinas Teknis yakni Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT menyiapkan 88.000 hektar lahan pertanian.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Lecky Frederich Koli pada kegiatan jumpa pers bersama awak Media yang berlangsung di Lobi Kantor Gubernur NTT, hari ini Selasa (27/09/2022).

“Dinas pertanian dan ketahanan pangan yang di tugaskan untuk menjaga ketahanan pangan daerah, oleh sebab itu kita harus mempersiapkan berbagai hal dan mengkoordinasikan serta memastikan sebanyak-banyaknya lahan yang bisa ditanami untuk bisa ber produksi di musim penghujan ini. Di tahun 2022 ini kita menargetkan 105.000 hektar dan yang sudah kita tanami kurang lebih 37.000 hektar yang dimana penanaman nya yaitu musim tanam kedua (April – September 2022) dan itu sudah dipanen dan sudah di jual hasilnya oleh off taker serta petani sudah mendapatkan pendapatan nya,” kata Lecky.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Lecky Frederich Koli (kiri) saat memberikan keterangan pers terkait kesiapan lahan Menghadapi Musim Tanam Oktober 2022- Maret 2023 (OKMAR) kepada awak Media di Lobi Kantor Gubernur NTT, hari ini Selasa (27/09/2022). Dokumentasi : Nataniel Pekaata/NTT AKTUAL

Sisanya akan dikerjakan di musim tanam satu yakni Oktober 2022 sampai dengan Maret 2023, dan  sudah di siapkan lebih dari 88.000 hektar lahan pertanian, tambahnya.

Dirinya menambahkan seperti hasil koordinasi dengan BMKG, musim hujan itu akan jatuh pada dasarian III bulan Oktober 2022. “Sehingga kita sudah melakukan persiapan-persiapan untuk memprioritaskan lokasi-lokasi yang curah hujannya terlebih dahulu yaitu di Flores bagian barat, karena itu off taker yang menyediakan benih-benih jagung, pupuk dan lain sebagainya sedang dalam persiapan untuk penyaluran ke sana, selanjutnya mengikuti lokasi-lokasi lain yang curah hujannya akan jatuh mulai dasarian I November 2022,” tutur Lecky.

Target produksi TJPS di musim tanam satu ini adalah sekitar 400.000 ton dan itu nantinya akan digunakan untuk kepentingan industri pakan ternak di dalam Provinsi NTT dan selebihnya dari produksi jagung ini akan di kirim keluar daerah seperti ke Surabaya, jelasnya.

“Selain itu seperti yang direncanakan kedepannya dalam kurun waktu jangka pendek Provinsi NTT juga akan bekerjasama dengan Kabupaten Bangli yang ada di Provinsi Bali, dimana NTT mensuplai kebutuhan jagung ke Bangli dan Bangli mensuplai daging ayam dan telur ayam ke NTT,” ujar Lecky.

Untuk diketahui pada kesempatan ini turut mendampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT yakni Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT Serta dihadiri para awak media baik dari Media Online, Cetak dan Elektronik.

Antisipasi Krisis Pangan

Dalam kegiatan jumpa pers ini Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Lecky Frederich Koli juga menjelaskan Gubernur NTT sudah menginstruksikan untuk fokus pada empat komoditas yaitu jagung yang masuk melalui skema TJPS pola kemitraan yang bekerjasama dengan off taker, Bank NTT dan Bank-Bank Himbara lainnya, Sorgum, tanaman kelor serta ayam KUB.

“Sesuai dengan komoditas-komoditas instruksi Bapak Gubernur ini sudah kita persiapkan. Jagung TJPS tidak ada masalah, dimana benih jagung, pupuk sudah dalam proses penyaluran. Benih sorgum juga sedang dalam proses penyaluran dan benih-benih itu datang dari NTT sendiri yakni dari Flores Timur kurang lebih sebanyak 11 ton dan  itu sudah kita distribusikan kepada kabupaten-kabupaten yang mendapatkan alokasi,” jelasnya.

Kemudian kelor itu kerjasama dengan TNI dan Dinas Pertanian NTT sedang mempersiapkan 1 juta anakan dan nantinya TNI bisa mendistribusikan ke rumah-rumah penduduk untuk bisa berproduksi dan kemudian hasilnya itu akan di take over oleh off taker yang memang sudah dipersiapkan, lanjut Lecky.

“Sehingga semua skema dalam penanganan komoditas-komoditas yang di instruksikan Gubernur NTT itu sudah dalam desain ekosistem terutama untuk jaminan pasar sehingga petani-petani tetap bisa terus optimis dan bersemangat untuk menanam oleh karena sudah tersedia jaminan pasar nya dengan harga yang sudah kita sepakati. Sehingga dengan demikian apa yang dikerjakan oleh masyarakat, dia akan mampu mendapatkan manfaat pangan dan manfaat ekonomi untuk tetap bisa menjaga kemampuan pendapatan serta daya beli,” pungkasnya. (NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Penjabat Wali Kota Launching Integrasi Data Kotaku dengan Website Kota Kupang

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh, SH, melaunching integrasi data Kotaku dengan Website Kota Kupang. Launching berlangsung di lokasi penataan kawasan kumuh samping wisata mangrove Kelurahan Oesapa Barat, Jumat (23/09/2022).

Hadir dalam launching ini, Kepala Seksi Wilayah I Balai Prasarana Permukiman NTT, Migel Ezron Elim,ST, Kepala Satker PPP Wilayah 1 Provinsi NTT, Team Leader KMP Program Kotaku, Tim Korprov Kotaku Wilayah I Provinsi NTT, Tim Koorkot Kotaku Wilayah I. Turut mendampingi Penjabat Wali Kota dalam kesempatan tersebut, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, Ignasius Lega, SH, beserta sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait, Sekretaris Camat Kelapa Lima dan Lurah Oesapa Barat.

Dengan launching tersebut, secara resmi Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika menyiapkan ruang dan memberikan akses domain untuk konten program kotaku pada website resmi Pemda Kota Kupang. Harapannya website tersebut akan menjadi pusat informasi dan edukasi serta ruang pembelajaran yang baik bagi pemda, stakeholder dan masyarakat dalam melanjutkan penanganan kumuh dan pencegahan berkembangnya kumuh baru di Kota Kupang.

Dalam sambutannya Penjabat Wali Kota mengakui pada proses perencanaan pembangunan kebutuhan akan data sangatlah penting untuk menunjang usulan yang akan diajukan. Tanpa data yang lengkap rancangan yang diajukan belum tentu diterima. Dengan launching ini data-data yang terintegrasi dan terpusat dapat dimanfaatkan pada setiap level pemerintahan dapat mempercepat proses pembuatan kebijakan.

Atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Kupang dia menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat yang melalui Kementerian PUPR dan balai yang ada di NTT, yang sudah membantu Pemkot Kupang membangun sejumlah infrastruktur dan menata kawasan kumuh lewat program Kotaku. Tanggung jawab Pemerintah Kota Kupang saat ini menurutnya adalah menjaga agar infrastruktur yang sudah dibangun oleh pemerintah pusat tersebut. Pemkot Kupang akan bekerja sama dengan TNI dan Polri untuk melakukan operasi penertiban aset-aset pemerintah guna mencegah pengrusakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

George juga berharap aset yang sudah dibangun bisa dimanfaatkan secara baik untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya seperti lokasi penataan kawasan kumuh di Oesapa Barat yang menurutnya bisa digunakan sebagai lokasi even budaya tingkat kelurahan.

Pada kesempatan yang sama dia menyampaikan pemerintah dan masyarakat Kota Kupang tentunya sangat berharap agar program Kotaku bisa berlanjut di Kota Kupang. Karena itu dia minta kepada Bappeda Kota Kupang untuk segera menyiapkan surat pernyataan minat kepala daerah sebagaimana yang disyaratkan oleh pemerintah pusat agar program tersebut bisa berlanjut.

Kepala Seksi Wilayah I Balai Prasarana Permukiman NTT, Migel Ezron Elim,ST, dalam sambutan mewakili Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah NTT, menjelaskan pemilihan kawasan Oesapa Barat sebagai kawasan prioritas berkaitan erat dengan konsep penataan ruang Kota Kupang sebagai Water Front City dan pembangunan infrastruktur permukiman untuk menunjang kawasan Oesapa Barat sebagai kawasan strategis ekonomi dan pariwisata dengan luas kumuh di kawasan Oesapa tertangani 12,6 Ha dengan adanya pembangunan jalan, drainase, air bersih, sanitasi (MCK) dan persampahan (TPS3R).

Dia berharap infrastruktur yang telah terbangun dan akan diserahterimakan ke Pemda menjadi aset pemerintah Kota Kupang untuk dikelola dengan beberapa hal yang harus disiapkan oleh Pemerintah Kota Kupang di antaranya; penyelesaian dokumen LAIR, (Land Acquisition Implementation Report), Kelembagaan (OPD) serta mengalokasikan APBD untuk O&P/Business Plan.

Ditambahkannya, Pemerintah Kota Kupang dapat melanjutkan kegiatan penanganan kumuh di kawasan permukiman kumuh di Kota Kupang sampai tuntas, dengan membangun kolaborasi bersama dan saling terintegrasi dan terpadu antar berbagai pihak vertikal, horizontal dan sumber pendanaan. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Wagub JNS Menghadiri Rakerda dan Diklatda BPD HIPMI NTT

NTT AKTUAL. KUPANG. Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef A. Nae Soi MM (JNS) mengatakan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) NTT memiliki peran penting dalam menggerakan roda ekonomi untuk pembangunan daerah. Demikian disampaikan beliau pada saat memberikan sambutannya dalam kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Pendidikan-Pelatihan Daerah (Diklatda) BPD HIPMI NTT bertempat di Hotel Aston pada Kamis (22/09/2022).

“HIPMI NTT ini sangat dibutuhkan Provinsi ini. Organisasi ini adalah gerakan pengusaha muda yang punya semangat besar dan kreatif serta inovatif juga punya peran dan sebagai motor penggerak ekonomi kita. Mari kita jalin sinergitas terus untuk membangun kolaborasi untuk kembali menumbuhkan ekonomi kita yang saat ini belum pulih seutuhnya dari dampak pandemi covid-19,” jelas Wagub Josef.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan Rakerda dan Diklatda ini sehingga dapat bermanfaat bagi HIPMI NTT dan juga punya output dan outcome yang bermanfaat bagi masyarakat. Kegiatan ini sangat baik untuk kita dapatkan skill, knowledge dan membentuk attitude kita sebagai pengusaha muda,” tambah Wagub.

Ia menambahkan, dengan kolaborasi dan sinergitas yang bagi antara HIMPI NTT dan Pemerintah Provinsi NTT serta stakeholder maka ekonomi NTT akan terus berkembang maju. “Kita kerja sama dengan kembangkan potensi-potensi yang menjadi kekuatan untuk menumbuhkan ekonomi masyarakat kita,” katanya.

Ketua Umum BPD HIPMI NTT Iksan Darwis menjelaskan, Rakerda dan Diklatda ini adalah agenda rutin dari HIPMI. “Rakerda ini bertujuan menentukan arah program kerja HIPMI, dan Diklatda untuk membentuk kemampuan berorganisasi, mengembangkan pengetahuan dan keterampilan pengusaha. Juga mengembangkan relasi dari para pengusaha muda dan pihak lainnya,” kata Iksan.

“Dalam kegiatan ini juga kami rangkaikan dengan kegiatan Forum Bisnis Daerah (Forbida) dengan melakukan bisnis matching antara BPD HIPMI Jawa Timur dan BPD HIPMI NTT, serta pelaksanaan seminar bisnis,” katanya.

“Kita mau juga HIPMI sebagai indikator pengusahan muda nasional. Kita tahu bahwa pengusaha nasional berada di angka 3 – 4 %. Untuk menjadi negara maju maka angka pengusaha kita harus sampai di angka 10%. Kita harus tumbuhkan pengusaha-pengusaha baru yang handal di NTT juga untuk ikut menumbuhkan ekonomi di NTT,” jelasnya.

Ketua Panitia Rudi Rikoni menjelaskan, kegiatan ini dihadiri oleh BPD HIPMI dari 22 Kabupaten/Kota Se-Provinsi NTT. Kegiatan tersebut juga mengangkat tema “NTT Pulih Lebih Cepat, Pengusaha Muda Bangkit Lebih Kuat”. Agenda lainnya yang juga dilaksanakan antara lain HIPMI Goes to Campus dan HIPMI Goes To School serta Peresmian Kantor BPD HIMPI NTT. (**/NA)

Penulis & Foto : Meldo Nailopo

Editor : Nataniel Pekaata 

Sekda Kota Kupang Terima Tim Sosialisasi Prodi Profesi Kepamongprajaan IPDN

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, SE, M.Si menerima kunjungan tim Sosialisasi Program Studi Profesi Kepamongprajaan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Pertemuan berlangsung di ruang rapat Wali Kota Kupang, Kamis (22/09/2022).

Tim sosialisasi dipimpin oleh Direktur Program Pendidikan Profesi Kepamongprajaan (PPPKp) IPDN, Dr. Sampara Lukman, M.A, didampingi Wakil Direktur Bidang Akademik, Dr. Frans Dione, S.IP,M.Si, Wakil Direktur Bidang Administrasi, Dr. Tjahjo Suprajogo, M.Si, Kepala Bidang Akademik PPPKp, Dra. Sri Sundari dan Kepala Unit Penjamin Mutu PPPKp, Fransina M.P. Nusmesse, S.Sos, M.Si. Turut mendampingi Sekda dalam sosialisasi tersebut, Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Kupang, Yanuar Dally, SH, M.Si, serta alumni IPDN yang kini menjabat sebagai pimpinan perangkat daerah, yakni Kadis Nakertrans Kota Kupang, Thomas Didimus Dagang, S.Sos, M.Si dan Kadis Kominfo Kota Kupang, Wildrian Ronald Otta, S.STP, MM.

Direktur Program Pendidikan Profesi Kepamongprajaan (PPPKp) IPDN, Dr. Sampara Lukman, M.A, menjelaskan dalam sosialisasi ini mereka ingin menyampaikan informasi berkaitan dengan surat edaran Menteri Dalam Negeri tentang pendidikan kepamongprajaan sebagai tindak lanjut dari UU 23. Menurutnya dalam UU No 23 tahun 2014 pasal 224 disebutkan seorang camat harus mempunyai pengetahuan kepemerintahan yang dibuktikan dengan sertifikat kepamong prajaan. Dalam UU tersebut juga diatur jika camat yang diangkat tidak memiliki syarat dimaksud maka gubernur dapat membatalkan atau mencabut pengangkatan camat tersebut.

Lebih lanjut disampaikannya IPDN lewat Prodi Profesi Kepamongprajaan menawarkan program pendidikan selama tiga bulan bagi para camat dan calon camat yang belum memiliki sertifikat kepamongprajaan. Pendidikan ini tidak berlaku bagi camat atau calon camat alumni IPDN. Dia memaparkan secara rinci tentang biaya dan sejumlah kebutuhan yang perlu dipersiapkan oleh Pemda dan pegawai yang hendak mengikuti pendidikan tersebut. Program pendidikan profesi ini akan berlangsung dua kali dalam setahun dengan peserta paling banyak 75 orang setiap masa pendidikan. Dia mengakui saat ini di Indonesia ada kurang lebih 8 ribu orang camat yang diangkat tanpa disertai bukti pengetahuan kepemerintahan berupa sertifikat kepamongprajaan.

Dalam sosialisasi kali ini Dr. Sampara bersama rombongan akan mengunjungi Kota Kupang dan Kabupaten Malaka. Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, SE, M.Si, menyambut baik sosialisasi tersebut dan mengakuinya sebagai informasi penting bagi penyelenggaraan pemerintahan yang lebih baik. Sehingga dalam pelaksanaan tugasnya nanti, camat yang diangkat tidak menimbulkan masalah. Sebagai mantan camat di wilayah Kabupaten Kupang, Fahrensy mengakui pentingnya belajar tentang pemerintahan dan kepamongprajaan.

Sekda memastikan Pemkot Kupang akan merespon secara positif surat edaran Mendagri tersebut, dan akan dibahas dalam perencanaan anggaran murni tahun 2023 mendatang. Pemkot Kupang juga menurutnya akan mengkaji soal biaya dan syarat-syarat untuk pendidikan profesi tersebut, serta melakukan seleksi pegawai yang akan dikirim untuk mengikuti pendidikan tersebut. (*PKP_ans/NA)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

Penjabat Wali Kota Kukuhkan Anggota FKUB Kota Kupang Periode 2021-2025

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh mengukuhkan para anggota FKUB Kota Kupang periode 2021-2025. Pengukuhan berlangsung di Restoran Subasuka Kupang, Rabu (21/09/2022).

Hadir dalam pengukuhan tersebut Perwakilan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kupang, Melki Rensini, Ketua MUI Kota Kupang, H. Muhammad MS, Ketua PHDI Kota Kupang, I Wayan Wirasusana serta perwakilan Pastor Paroki St. Yosep Pekerja Penfui, Frater Riko. Turut mendampingi Penjabat Wali Kota, Kepala Badan Kesbangpol Kota Kupang, Noce Nus Loa, SH, M.Si beserta jajarannya.

Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh saat mengukuhkan para anggota FKUB Kota Kupang periode 2021-2025, bertempat di Restoran Subasuka Kupang, Rabu (21/09/2022). Dokumentasi : Prokompim Setda Kota Kupang

Berdasarkan keputusan Penjabat Wali Kota Kupang No. 129/KEP/HK/2022 tanggal 15 September 2022 tentang perubahan kedua atas lampiran keputusan Wali Kota Kupang No. 33/KEP/HK/2021 tanggal 20 Januari 2021 tentang Forum Kerukunan Umat Beragama dan Dewan Penasihat Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Kupang Periode tahun 2021-2025, susunan kepengurusan FKUB Kota Kupang antara lain sebagai berikut, Pdt. Jecky Latuperissa, M.Th sebagai Ketua, Rm. Anderias Sika, Pr dan H. Muhammad Abdurrahman sebagai Wakil Ketua, Pdt. Yosafat Chandradireja, M.Th sebagai Sekretaris dan I Nyoman Ramia sebagai Wakil Sekretaris beserta 12 orang pemimpin agama lainnya sebagai anggota.

Dalam arahannya Penjabat Wali Kota Kupang menyampaikan pengukuhan hari ini merupakan momentum bersejarah yang menunjukkan kebhinekaan sebagai kekuatan yang mengikat dan mempersatukan bangsa. Menurutnya FKUB merupakan bagian dari tubuh Kota Kupang yang tidak bisa dipisahkan dengan visi yang sejalan dengan Pemerintah Kota Kupang. Diakuinya peran pemimpin umat sangat strategis untuk membangun mindset dan karakter kerja keras umatnya.

Lebih lanjut, George menambahkan setelah dikukuhkan, para pengurus FKUB harus bergerak cepat, lewat kerja-kerja kolaborasi mendukung upaya Pemkot Kupang mewujudkan Kota Kupang yang bersih dan indah rasa Singapura. Para Pemuka Agama berperan membentuk sumber daya manusia, membangun mindset dan pikiran-pikiran positif yang membangkitkan semangat umat menatap masa depan. Karena itu dia mendorong ke depan perlu diselenggarakan lomba kebersihan antar rumah ibadah, agar semua rumah ibadah menjadi bersih dan umat yang datang beribadah merasa nyaman. Para pemimpin agama juga diharapkan lewat seruan di mimbar rumah ibadah mendorong umatnya untuk lebih disiplin dan bekerja keras untuk pengembangan ekonomi yang lebih baik. *PKP_ans

Pemkot Diminta Bangun Pasar Malam di Alak

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Untuk mendukung geliat perekonomian warga di seputar pelabuhan Tenau dan pelabuhan perikanan, Pemerintah Kota Kupang diminta untuk membangun pasar malam di Kelurahan Alak. Permintaan tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Kupang, Christian S. Baitanu, yang juga merupakan warga Kelurahan Alak, saat Penjabat Wali Kota Kupang berkantor di Kelurahan Alak, Senin (19/09/2022).

Anggota DPRD Kota Kupang dari daerah pemilihan Alak itu menuturkan, di wilayah Kelurahan Alak, khususnya RT 03 hingga RT 20 merupakan pusat kegiatan ekonomi masyarakat. Karena di wilayah tersebut terdapat pelabuhan kapal penumpang Tenau dan pelabuhan perikanan yang selama ini menjadi sumber mata pencaharian mereka.

Lebih lanjut dikatakan, di seputar ruas jalan pada wilayah tersebut telah berdiri lapak-lapak ikan, deretan warung makan, perkantoran dan balai karantina yang semuanya beroperasi hampir 24 jam. Menurutnya kondisi ini perlu didukung secara optimal baik terhadap lapak para penjual maupun fasilitas pendukung lainnya seperti ketersediaan air bersih. Untuk mendukung upaya tersebut menurutnya Pemerintah Kota Kupang perlu menginisiasi berdirinya pasar malam.

Lokasi pasar malam menurutnya bisa memanfaatkan jalan jembatan yang selama ini tidak biasa diakses oleh kendaraan umum dan masyarakat. “Kita bisa berkoordinasi dengan pihak balai jalan dan Dinas Perhubungan Kota Kupang, agar jalan tersebut dapat dimanfaatkan warga pada waktu malam. Ini penting, karena menampakkan geliat ekonomi baru bagi masyarakat baik disektor kuliner dan lainnya seperti ojek, pasca ditutupnya lokalisasi beberapa waktu lalu,” ungkapnya.

Menanggapi permintaan tersebut, Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh menjelaskan, terkait pembangunan ekonomi masyarakat akan sangat tergantung pada rencana aksi setiap kelurahan yang sudah disampaikannya beberapa waktu lalu, dalam pertemuan bersama dengan para Camat dan Lurah.

Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh saat berkantor di Kelurahan Alak, Senin (19/09/2022). Dokumentasi : Prokompim Setda Kota Kupang

Dalam perencanaan tersebut menurutnya diharapkan setiap kelurahan harus memiliki event yang menampilkan kesenian dan budaya setempat, sehingga menjadi stimulan pergerakan ekonomi masyarakat. Sektor kuliner adalah salah satu sektor ekonomi riil dari sektor ekonomi lainnya yang pasti mendapatkan dampak langsung dari kalender event tersebut.

George menambahkan perlu ada komunikasi aktif para pihak yang terkait untuk mendorong kerja-kerja kolaborasi demi terciptanya harapan masyarakat tersebut. Penjabat Wali Kota Kupang atas nama pemerintah menyatakan selalu mendukung terciptanya kegiatan ekonomi warga, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dengan membuka ruang-ruang usaha baru bagi masyarakat seperti ternak ayam petelur, hasil pertanian hortikultura yang memang belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Pemkot juga akan mengembangkan kebun shorgum yang rencananya akan ditanam secara masif di lahan tidak produktif milik masyarakat dan akan memproduksi bubuk daun kelor sebagai usaha tambahan.

Dalam dialog dengan warga, Penjabat Wali Kota juga berkesempatan mendengarkan sejumlah aspirasi yang disampaikan oleh para perwakilan masyarakat dan para anggota DPRD Kota Kupang seperti perbaikan jalan lingkungan, lampu jalan serta komunikasi dengan pihak PT. Semen Kupang agar mendapatkan solusi kaitannya dengan polusi udara yang disebabkan kegiatan perusahaan tersebut dan beberapa isu yang berhubungan dengan perikanan laut dan nelayan tangkap.

Hadir dalam pertemuan tersebut sejumlah anggota DPRD Kota Kupang dari Dapil Alak antara lain, Esy Meliana Bire, Alfred Djami Wila, Livingstone Ratu Kadja dan Yeki Thobias Feoh. Turut mendampingi Penjabat Wali Kota, para Staf Ahli Wali Kota, para Asisten Sekda Kota Kupang, para pimpinan perangkat daerah lingkup Kota Kupang, Camat Alak beserta para lurah se-kecamatan Alak. (*PKP_jms)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Pimpin Apel KORPRI, Sekda Minta ASN Lebih Mengutamakan Kepentingan Masyarakat

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, S.E., M.Si, memimpin Apel Kesadaran Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Senin (19/09/2022).

Apel diikuti oleh para staf ahli Wali Kota, Asisten Sekda, Pimpinan Perangkat Daerah, Direktur RSUD dan Perusahaan Daerah lainnya, Camat, Lurah serta para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan PTT lingkup Pemkot Kupang bertempat di Lapangan Upacara Kantor Wali Kota Kupang.

Dalam sambutan Penjabat Wali Kota yang dibacakannya, Sekretaris Daerah menekankan agar seluruh jajaran dan pegawai Pemkot agar ikut bersinergi mendukung percepatan perubahan Kota Kupang menjadi salah satu kota terbersih di Indonesia.

Dalam arahannya, Sekda juga mengimbau agar seluruh anggota KORPRI dapat menghayati dan mengamalkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi atau golongan, serta memberikan pelayanan terbaik serta profesional kepada seluruh komponen masyarakat tanpa memandang suku, agama dan ras tertentu. Untuk itu, ia mengajak seluruh jajaran agar meningkatkan disiplin dan etos kerja, serta lebih kreatif dan inovatif dalam melaksanakan tugas yang menjadi tanggung jawabnya sebagai anggota KORPRI.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, S.E., M.Si, saat memimpin Apel Kesadaran Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Senin (19/09/2022). Dokumentasi : Prokompim Setda Kota Kupang

“Pemerintah Kota Kupang berkomitmen membebaskan Kota Kupang dari masalah sampah melalui kerjasama kolaboratif melibatkan pentaheliks seperti akademisi, pelaku usaha, media dan komunitas-komunitas masyarakat demi mewujudkan Kota Kupang sebagai salah satu kota terbersih di Indonesia dalam waktu 1 tahun”, jelas Sekda.

Lebih lanjut dikatakannya, Penjabat Walikota Kupang telah meminta dukungan dari sejumlah pimpinan perbankan untuk mendukung upaya penanganan sampah di Kota Kupang yang dapat diwujudkan melalui bantuan Coorporate Social Responsibility (CSR).

Penjabat Wali Kota Kupang bersama jajaran selama 2 minggu ini telah melakukan kunjungan ke 8 Kelurahan guna mendengarkan keluhan serta aspirasi masyarakat secara langsung. Sekda berharap perangkat daerah terkait yang ikut serta segera menindaklanjuti masukan serta keluhan dari masyarakat.

Sekda dalam arahannya juga mengingatkan jajaran Pemkot tentang penanganan stunting di Kota Kupang yang juga menjadi perhatian Pemerintah Provinsi dan pusat. Sekda menyebutkan bahwa untuk penanganan stunting Penjabat Wali Kota sendiri telah meminta dukungan organisasi profesi seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) untuk turut terlibat membantu menekan angka prevalensi stunting di kelurahan, melalui sosialisasi dan pelayanan medis sekaligus untuk mengedukasi masyarakat tentang stunting. Jika kolaborasi itu dapat diwujudkan maka diharapkan dalam kurun waktu 2 tahun angka stunting di Kota Kupang dapat ditekan.

Menyoal kebersihan lingkungan yang tengah digalakkan, Sekda mengatakan Penjabat Wali Kota Kupang beberapa waktu lalu telah mencanangkan lomba kebersihan di tingkat PAUD, SD, SMP, OPD dan Kelurahan serta Kecamatan untuk menjaga konsistensi seluruh komponen Pemkot Kupang untuk memberi contoh dan memotivasi masyarakat ikut menjaga dan melestarikan kebersihan lingkungan di Kota Kupang. (*PKP_feb/nt/NA)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

Teman Jeriko dan Kompak Kupang Bahas Semangat Kupang Rukun dan Damai Warisan Jeriko

NTT AKTUAL. KUPANG. Teman Jeriko melakukan kunjungan di Sekretariat Komunitas Peace Maker (KOMPAK) Kupang, Jumat (16/09/2022).

Dalam kunjungan ini, Teman Jeriko dan Kompak berdiskusi tentang Peraturan Walikota (PERWALI) nomor 79 tahun 2020, tentang Pedoman Fasilitasi Pembangunan Rumah Ibadat.

Teman Jeriko saat melakukan kunjungan di Sekretariat Komunitas Peace Maker (KOMPAK) Kupang, Jumat (16/09/2022). Dokumentasi : istimewa

Perwali tersebut bertujuan membangun Kota Kupang sebagai rumah besar persaudaraan dan kerukunan, misi Jeriko tersebut tertuang dalam program Kupang Rukun.

Dalam pertemuan itu yang dihadiri oleh Zarniel Woleka sebagai Pembina Kompak dan Ningsih sebagai koordinator Kompak dan aktifis kompak lainnya. Bung zarniel mengatakan bahwa Perwali 79 tahun 2020 dibawa kepemimpinan Jeriko sangat membantu umat beragama untuk memfasilitasi mereka dalam pembangunan rumah ibadah dan berbagai bantuan pemkot bagi pimpinan dan umat beragama.

“Tidak hanya membagikan bantuan peralatan peribadatan kepada pimpinan umat beragama di Kota Kupang. Jeriko juga banyak memfasilitasi dukungan pemkot untuk berbagai umat beragama,” ujarnya.

“Dibawah kepemimpinan Jeriko juga telah berdiri Vihara umat budha pertama di NTT, itu karena Jeriko. Perjuangan beliau luar biasa saat jadi Wali Kota, bahkan pohon saja Jeriko bagi keliling semua rumah ibadah demi membangun kerukunan,” katanya.

Zarniel juga meminta agar Teman Jeriko mengunjungi dan mengingatkan masyarakat Kota Kupang tentang kerukunan yang sudah Jeriko bangun.

“Oleh karena itu Relawan Teman Jeriko harus mengunjungi lintas
Agama untuk mengingatkan kembali masyarakat kota kupang tentang Kupang Rukun dibawa kepemimpinan Jeriko,” ujarnya.

Sementara itu ketua Relawan Teman Jeriko Yan Piter Lilo minta dukungan Kompak dan mengajak semua elemen untuk bekerja sama dalam mengawal dan menjaga warisan kerukunan antar semua lapisan masyarakat di kota Kupang.

“Beberapa program yang sudah dibuat seperti kelurahan kerukunan, perwali 79 tahun 2020, dukungan fasilitas rumah Ibadah, dsn yang spesial adalah kota Kupang terpilih sebagai kota toleran di Indonesia nomor urut 5 dan 4 oleh SETARA INSTITUTE yg diakui secara nasional. Ini Harus benar-bensr kita kawal dan tetap sampaikan ke masyarakat untuk menjaga warisan tersebut,” ungkapnya.

Yan Piter Lilo Juga menjelaskan bahwa kerja Teman Jeriko bukan hanya kumpul KTP. Tetapi menjaga Visi besar Bapak Jefri Riwu Kore yaitu mewujudkan Kota Kupang sebagai Rumah Besar Persaudaraan dan kerukunan.

“Kerja kami bukan hanya kumpul KTP tetapi salah satu kerja kami yaitu mengawal dan menjaga visi besar Pak Jeriko yaitu Kupang Rukun, atau menjaga semua hal baik yang sudah Pak Jeriko bangun seperti membangun Sumber daya manusia dan dan juga Infrastruktur,” jelasnya.

Yan Juga menambahkan bahwa Teman Jeriko akan mengawal dan merawat dengan beberapa kerja-kerja antara lain: Membangun komunikasi dengan pemuda di seluruh kelurahan agar sadar akan kerukunan dan mengkampanyekan semua aktivitas kerukunan, baik secara offline dan online oleh Teman Jeriko. (**)