Arsip Kategori: REGIONAL

Proyek Selesai, Wali Kota Kupang Lakukan Uji Fungsi SPAM Kali Dendeng

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kali Dendeng telah selesai dikerjakan dan akan segera difungsikan untuk melayani kebutuhan air bersih warga Kota Kupang. Hal itu diungkapkan Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH disela-sela kegiatan Commisioning Test bersama jajaran Pemerintah Kota Kupang dan tim dari Balai Prasarana Permukiman Wilayah Provinsi NTT kemarin, Jumat (1/07/2022) di 4 kelurahan lokasi proyek yang menghabiskan anggaran APBN sebesar Rp 168.575.301.800 itu.

Commisioning Test atau tahap uji fungsi Instalasi Pengolahan Air (IPA) dilaksanakan di Kelurahan Fontein, Kelurahan Manutapen, Kelurahan Penkase Oeleta dan Kelurahan Alak yang menjadi lokasi pembangunan SPAM Kali Dendeng. Turut hadir antara lain Kasatker Pelaksanaan prasarana Permukiman Wilayah I BPPW NTT, Roy Marten, ST, dan Project Manager PT. Nindya Karya (Persero) wilayah 7 selaku perusahaan pemenang tender proyek tersebut, Ir. Seno Susanto beserta jajarannya.

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH (kanan depan) saat melakukan tahap uji fungsi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kali Dendeng, Jumat (1/07/2022). Dokumentasi : Prokompim Setda Kota Kupang

Wali Kota Jeriko, begitu sapaan akrabnya, menyambut gembira rampungnya proyek SPAM Kali Dendeng yang akan memenuhi kebutuhan air bersih warga Kota Kupang dan sekitarnya. Menurutnya, IPA Kali Dendeng diharapkan akan menyuplai air bagi sebanyak 12 ribu sambungan rumah (SR). Namun, sebagai tahap awal, saat ini pipa yang sudah berhasil dibangun sudah dapat difungsikan untuk melayani 1000 SR. Selanjutnya, Pemkot Kupang berencana akan menganggarkan pemasangan pipa sekunder secara bertahap sehingga dapat melayani hingga 12 ribu sambungan rumah sesuai yang ditargetkan.

Ir. Seno Susanto selaku Project Manager Nindya Karya menyampaikan bahwa setelah selesai proses pengerjaan SPAM Kali Dendeng akan diserah terimakan sementara atau Provisional Hand Over (PHO) ke Pemerintah Kota Kupang, yang selanjutnya akan diserahkan ke Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Kupang untuk dikelola.

Pemantauan uji fungsi di mulai dari lokasi Kali Dendeng yang merupakan titik awal proses pengolahan air dilakukan. Dimana air ditampung pada kolam intake yang kemudian dialiri ke bak prasedimentasi dengan menggunakan zat kimia untuk pengendapan lumpur dan membersihkan air dari sampah. Kemudian setelah melalui proses tersebut air akan dipompa menuju IPA Manutapen.

Pada IPA Manutapen, air akan melalui proses filtrasi lalu ditampung pada reservoir dengan kapasitas 3000 M³. Selanjutnya dialirkan ke reservoir berkapasitas 1000 M³ yang berlokasi di kelurahan Penkase Oeleta untuk kemudian dialirkan ke masyarakat.

Wali Kota bersama rombongan juga berkesempatan melakukan uji fungsi pada penggunaan sistem Supervisory Control And Data Acquisition (SCADA) di Kantor PDAM Kota Kupang. Sistem SCADA sendiri merupakan sistem kendali industri berbasis komputer yang dipakai untuk monitoring system atau control system. Sistem ini dapat mendeteksi dan memvisualisasikan gangguan atau kerusakan yang terjadi di lapangan, sehingga petugas dapat segera mengetahui dan mengatasi kerusakan. (*PKP_chr)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Mei 2022, TPK Hotel Berbintang di NTT Mencapai 41,46 Persen

NTT AKTUAL. KUPANG. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel Berbintang di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada bulan Mei 2022 sebesar 41,46 persen, naik 11,82 poin dari TPK bulan April 2022 yang sebesar 29,64 persen.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, Matamira B. Kale, S.Si, M.Si, dalam Press Release yang diterima Media ini, Jumat (1/07/2022).

Dirinya menambahkan jumlah tamu menginap pada hotel berbintang di NTT pada bulan Mei 2022 sejumlah 42.983 orang dengan rincian 40.877 orang tamu nusantara dan 2.106 orang tamu mancanegara.

Rata-rata lama tamu menginap di hotel berberbintang pada bulan Mei 2022 selama 1,66 hari. Rata-rata lama tamu nusantara menginap selama 1,64 hari dan rata-rata lama tamu mancanegara menginap selama 2,10 hari, jelas Matamira.

Sementara itu untuk jumlah penumpang domestik angkutan udara yang tiba di Provinsi NTT pada Mei 2022 berjumlah 126.125 orang dan penumpang yang berangkat berjumlah 113.441 orang, tambahnya. (*/NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Pemkot Kupang Dukung Pembentukan Kelurahan Bersih Narkotika

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Pemerintah Kota Kupang dukung Penuh terbentuknya Kelurahan Bersih Narkotika (Kelurahan Bersinar), Dukungan tersebut disampaikan Wakil Walikota Kupang dr. Hermanus Man Ketika Peluncuran Tiga Kelurahan Bersih Narkotika yang baru yaitu Kelurahan Naikolan, Kelurahan Naikoten I dan Kelurahan Kayu Putih. Acara yang digelar di Hotel Cahaya Bapa pada Selasa (28/06/2022) tersebut merupakan Paket kegiatan yang digagas oleh BNN Kota Kupang dalam acara Pagelaran Seni dan Launching Kelurahan Bersinar dalam rangka Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional Tahun 2022. Hadir dalam kesempatan itu Kepala BNN Kota Kupang Lino Do Rosario Pereira, Mewakili Kejaksaan Negeri Kupang, Kasipidum Kejari Agus Dedy, SH.,MH, Sekretaris Pegadilan Negeri Klas I Kupang Carles Radja Lawa, SH, Kasdim 1604 Kupang Letkol Inf I Gede Putu Suwardana, S.I.P, Kasat. Narkoba Polres Kupang Kota AKP. Foris Takene, SH, Kepala Kesbangpol Kota Kupang Noce Nus Loa, SH.,M.Si.

Berkaitan dengan Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional Tahun 2022 dan peluncuran Kelurahan Bersinar Wakil Walikota Kupang mengatakan atas nama Pemerintah Kota Kupang saya memberi apresiasi kepada BNN atas upaya memerangi Narkoba selama ini. Sebagai pemerintah Daerah, kami juga memiliki komitmen yang tinggi untuk mendukung upaya tersebut. Ditambahkannya bahwa Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional ini merupakan bentuk keprihatinan guna menyadarkan seluruh umat manusia sekaligus membangun solidaritas dalam rangka mencegah dan memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang masih menjadi ancaman bagi kehidupan secara universal, Ucap Wawali.

Pada kesempatan yang sama Wawali juga mengatakan terkait dengan pembentukan Kelurahan Bersinar yang pada prinsipnya adalah upaya kuat dari berbagai pihak termasuk Pemerintah untuk mengantisipasi secara dini adanya peredaran gelap narkotika di komunitas masyarakat yang paling bawah misalnya Kelurahan, untuk itu saya menghimbau para Lurah dan seluruh perangkatnya, Para RT dan RW untuk secara intens melakukan deteksi atau identifikasi apabila menemukan gejala penyebaran narkotika di daerahnya masing-masing.

Menurut Wawali secara umum keberhasilan Kelurahan bersinar sangat dipengaruhi oleh sejumlah faktor utama, diantaranya adalah Komitmen di semua tingkatan, optimalisasi dan dukungan mitra kerja/ stakeholder, semangat dan dedikasi para pengelola Kelurahan bersinar di seluruh tingkatan wilayah serta petugas lini (relawan anti narkoba, pegiat anti narkoba, agen pemulihan, TP PKK dan petugas lapangan dari instansi terkait) serta yang tidak kalah pentingnya adalah partisipasi aktif dari masyarakat. Ia melanjutkan bahwa Kelurahan bersinar merupakan salah satu upaya pencegahan dan penanganan penyalahgunaan narkotika ditingkat kelurahan yang bertujuan untuk meningkatkan pendampingan masyarakat yang dikelola secara partisipasi, terpadu dan berkelanjutan berbasis pendayagunaan sumber daya di Kelurahan. Kota Kupang hari ini sudah cukup terbuka bagi siapa saja yang sudah barang tentu terbuka peluang menjadi salah satu daerah yang menjadi mata rantai perdagangan narkotika. Untuk itu lanjutnya, perlu dibangun kemitraan yang strategis sehingga menemukan pola penanganan serta komunikasi yang baik bagi semua pihak. Karana banyak teori mengatakan bahwa tidak ada keberhasilan tanpa kebersamaan “Mari bergandengan tangan menyelamatkan masyarakat kita dari bahaya Narkotika demi masa depan bangsa dan Negara ini” menutup sambutannya.

Sementara itu Kepala BNN Kota Kupang Lino Do Rosario Pereira dalam sambutannya mengatakan, terima kasih kepada seluruh hadirin yang mengambil bagian dalam peringatan hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2022. Lino mengatakan juga bahwa seperti diketahui bahwa setiap tanggal 26 Juni berbagai kalangan, individu maupun organisasi di seluruh dunia termasuk Indonesia bersepakat untuk terus memperkuat komitmen bersama dalam upaya melawan Narkoba.

Berdasarkan data BNN bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional RI (BRIN) serta Badan Pusat Statistik (BPS) telah melakukan survei penyalahgunaan Narkoba pada tahun 2021, secara nasional dinegara kita angka penyalahgunaan narkoba telah mencapai 1,95% atau setara dengan 3.662.646 orang. Jumlah tersebut tersebar di semua lapisan masyarakat termasuk dilingkungan Kerja dan Pendidikan. Dilanjutkannya bahwa, Kejahatan narkotik adalah kejahatan luar biasa sehingga perlu ada langkah yang strategis dan inovatif untuk menanganinya, Ucap Lino.

Sementara itu menurut Lino, BNN Kota Kupang sendiri telah melakukan berbagai langkah dalam kaitan dengan pencegahan dan memberantas Narkoba diwilayah Kota Kupang. Langkah-langkah yang dimaksud Lino terdiri dari pendekatan yang komprehensif mulai dari pendekatan Soft Power meliputi pencegahan Narkoba, rehabilitasi dan pemberdayaan masyarakat, pendekatan Hard Power yang terkait dengan penegakan hukum dan pendekatan Smart Power melalui kampanye kesadaran media sosial serta kerja sama dengan pemerintah daerah dan stakeholder terkait. Menurutnya pendekatan Soft Power dalam rangka pencegahan, pemberdayaan masyarakat dan rehabilitasi telah diaplikasikan melalui program Kelurahan bersinar yang melibatkan aparat kelurahan, Babinsa, Babin Kamtibmas, Relawan Anti narkoba dan agen perubahan di kelurahan masing-masing. Sejak tahun 2019 telah terbentuk 5 Kelurahan Bersih Narkoba yaitu Kelurahan Oesapa, Kelurahan Alak, Kelurahan Oebobo, Kelurahan Maulafa dan Kelurahan Kelapa Lima dan hari ini tanggal 28 Juni 2022 kita akan meluncurkan kelurahan bersih narkoba yang baru yaitu Kelurahan Naikolan, Kelurahan Naikoten I dan Kelurahan Kayu Putih.

Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional Tahun 2022 yang digelar kali ini dimeriahkan dengan pentas seni budaya oleh para siswa-siswa sekolah, Stand Up Comedi para Guru dan Kuis berhadiah yang disediakan BNN Kota Kupang.

Turut hadir dalam kegiatan ini Para Camat, Para Lurah Kelurahan Bersinar, Para mantan Kepala BNN Kota Kupang pada masanya, Pimpinan PT. Bintang Tujuh, Para Agen Pemulihan Kelurahan Kayu Putih, Perwakilan Mahasiswa Universitas Kristen Artha Wacana Kupang serta Perwakilan Siswa SMP/ SMA/ SMK Negeri maupun Swasta Kota Kupang. (*PKP_jms)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

BPBD Kota Kupang dan Tim Siap Siaga Gelar Workshop Kajian Resiko Bencana di Kota Kupang

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wali Kota Kupang yang diwakili oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP, M.Si., membuka Workshop Draft Final Kajian Risiko Bencana Kota Kupang untuk Tahun 2022-2026, bertempat di Palacio Ballroom, Hotel Aston Kupang, Rabu (29/06/2022).

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH., dalam sambutannya yang disampaikan oleh Kepala Pelaksana BPBD Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP, M.Si., menyampaikan bahwa Kota Kupang merupakan salah satu kota di Indonesia yang memiliki potensi cuaca yang ekstrem. Bencana alam banjir, tanah longsor, angin puting beliung, angin kencang serta bencana lainnya yang dapat terjadi selama cuaca ekstrem. Bencana tersebut dapat diatasi dengan penanggulangan bencana, baik pencegahan, penanganan tanggap darurat maupun rehabilitasi dan rekonstruksi. Selain itu, upaya penyelamatan dan evakuasi korban bencana dilakukan dengan memberikan pelayanan kemanusiaan yang timbul akibat bencana yang terjadi pada lokasi bencana melalui upaya pencarian, penyelamatan korban, pertolongan darurat, dan evakuasi korban serta rehabilitasi.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP, M.Si.,saat menyampaikan sambutan Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH.,pada pembukaan kegiatan Workshop Draft Final Kajian Risiko Bencana Kota Kupang untuk Tahun 2022-2026, bertempat di Palacio Ballroom, Hotel Aston Kupang, Rabu (29/06/2022). Dokumentasi : Prokompim Setda Kota Kupang

Wali Kota dalam sambutannya, mengharapkan Workshop ini dapat menghasilkan beberapa rekomendasi atau masukan yang benar-benar berakar dari persoalan yang dihadapi di kota ini, sekaligus strategi penanganan yang benar-benar dapat memberikan solusi terhadap risiko bencana di Kota Kupang. Wali Kota juga mengucapkan terima kasih kepada panitia penyelenggara dalam hal ini BPBD Kota Kupang dan Tim SIAP SIAGA yang telah menyelenggarakan acara ini.

Laporan panitia yang disampaikan oleh Ketua Panitia, Silvester Ndaparoka, menyampaikan bahwa Dokumen Kajian Risiko Bencana merupakan salah satu dokumen wajib yang harus dimiliki setiap daerah karena dokumen tersebut digunakan sebagai dasar dalam perencanaan penanggulangan bencana. Proses penyusunan dokumen ini dilaksanakan karena dokumen sebelumnya telah habis masa berlakunya yaitu tahun 2016-2021.

Lanjutnya, Workshop yang dilaksanakan ini bertujuan untuk mendapatkan masukan terakhir dari Perangkat Daerah, Instansi, dan/atau lembaga terkait dalam penyempurnaan dokumen tersebut.

Untuk diketahui hadir pada acara ini, Koordinator Program SIAP SIAGA NTT, Silvia Fanggidae, Kepala Stasiun Geofisika Kupang sekaligus Koordinator BMKG NTT, Margiono, Kepala DLHK Kota Kupang, Orson G. Nawa, SH., Perwakilan BPBD Provinsi NTT, Ketua Forum PRB Kota Kupang, Direktur CIS Timor, dan Ketua APDIS NTT, serta Narasumber yang berasal dari Direktorat Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana BNPB RI. (*PKP_ain)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Tarian Dolo-Dolo Tutup Serangkaian Kegiatan Pameran Temporer Tradisi Pekinangan

NTT AKTUAL. KUPANG. Tarian tradisional Dolo-Dolo menjadi sesi penutupan serangkaian kegiatan Pameran Temporer Tradisi Pekinangan di NTT dengan Judul “Kristal Cinta di Limbah Merah”, Senin (27/06/2022) malam yang diselenggarakan oleh UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT.

Turut meramaikan Tarian Masal Dolo-Dolo ini yaitu, Kepala UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Aplinuksi M.A. Asamani, S.Sos,M.Si, Kepala UPTD Taman Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Drs. Sofyan Koerniawan, MM, Ketua Asosiasi Museum Indonesia Daerah Provinsi NTT, Drs. Leo Nahak, Sekretaris AMIDA, Rose Idam, para kepala sekolah, guru, pemerhati budaya serta staff UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT.

Acara Pameran Temporer Tradisi Pekinangan di NTT ini ditutup oleh Kepala UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Aplinuksi M.A. Asamani, S.Sos,M.Si, yang dalam hal ini mewakili Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Henderina S. Laiskodat.

Kepala UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Aplinuksi M.A. Asamani, S.Sos,M.Si, Kepala UPTD Taman Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Drs. Sofyan Koerniawan, MM dan para undangan antusias menarikan tarian Dolo-Dolo saat penutupan kegiatan Pameran Temporer Tradisi Pekinangan di NTT yang berlangsung di halaman depan UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Senin (27/06/2022) malam. Dokumentasi : Nataniel Pekaata/NTT AKTUAL

Kepala UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Aplinuksi M.A. Asamani, S.Sos,M.Si, saat membacakan sambutan Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Henderina S. Laiskodat mengatakan pengunjung Pameran Temporer Tradisi Pekinangan di NTT dari hari pertama Jumat (24/06/2022) sampai dengan penutupan Senin (27/06/2022) yakni berjumlah lebih dari empat ratus (400) orang yang berdomisili di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang serta berasal dari berbagai kalangan dan usia. Sedangkan pengunjung melalui atau via YouTube Channel Museum Daerah NTT selama pameran lebih dari 400 viewers perhari. Hal ini sangat luar biasa dalam kaitannya untuk meningkatkan kunjungan masyarakat ke Museum.

Kepala UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Aplinuksi M.A. Asamani, S.Sos,M.Si, saat membacakan sambutan Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Henderina S. Laiskodat, pada acara penutupan kegiatan Pameran Temporer Tradisi Pekinangan di NTT yang bertempat di halaman depan UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Senin (27/06/2022) malam. Dokumentasi : Nataniel Pekaata/NTT AKTUAL

“Pameran Temporer Tradisi Pekinangan di NTT yang mengusung tema “Restorasi Kebudayaan Menuju NTT Bangkit, NTT Sejahtera” ini juga sempat dikunjungi oleh rombongan peserta Muhibah budaya jalur rempah, pejabat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia, TNI Angkatan Laut, para laskar rempah serta crew KRI Dewa Ruci yang datang pada Sabtu (25/06/2022)” ungkap Aplinuksi

Dirinya menambahkan selama pameran UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT juga melibatkan para kelompok etnis dan pelajar Sekolah dalam mengisi acara dan lomba tarian tradisional yang dikreasikan secara atraktif serta menarik.

“Kesan dan pesan para pengunjung pameran Temporer Tradisi Pekinangan di NTT bernuansa positif serta bersifat membangun demi perkembangan pelestarian nilai budaya Museum Daerah NTT,” tuturnya.

Dirinya juga mengungkapkan terimakasih atas semua dukungan baik dari Kepala Sekolah, Guru, pelajar, para pemerhati budaya, kelompok etnis yang sudah bersama-sama mendukung kesuksesan pameran Temporer Tradisi Pekinangan di NTT Tahun 2022.

Pada acara penutupan pameran ini juga diisi dengan pengumuman peringkat penampil terbaik menari tradisional antara SMA/SMK dan Madrasah Aliyah.

Ketua Dewan Juri Lomba Menari Tradisional, Daniel Lebu Raya saat membacakan pengumuman hasil peringkat penampil terbaik menari tradisional antar SMA dalam kategori tariannya yakni tarian tradisional Rokatenda mengatakan, peringkat penampil terbaik I diraih SMA Negeri 2 Fatuleu Kabupaten Kupang, Peringkat penampil terbaik ke II diraih SMA Negeri I Fatuleu Kabupaten Kupang, Peringkat penampil terbaik ke III diraih SMA Negeri 3 Kupang Timur Kabupaten Kupang, Peringkat penampil terbaik ke IV yaitu Madrasah Aliyah Negeri Kota Kupang, Peringkat penampil terbaik ke V yaitu SMA Negeri 8 Kota Kupang, Peringkat penampil terbaik ke VI yaitu SMA Kristen Tunas Harapan Kota Kupang dan Peringkat penampil terbaik ke VII yaitu SMA Negeri 7 Kota Kupang.

Sementara itu saat membacakan pengumuman hasil peringkat penampil terbaik menari tradisional antar SMK dalam kategori tariannya yakni tarian tradisional Kebalai, Daniel Lebu Raya menyampaikan penampil terbaik I diraih SMK Negeri 2 Kota Kupang, Peringkat penampil terbaik II diraih SMK Negeri 1 Kota Kupang, Peringkat penampil terbaik ke III yakni SMK Swasta Kencana Sakti Kota Kupang, penampil terbaik ke IV yaitu SMK Negeri IV Kota Kupang dan penampil terbaik ke V diraih SMK Negeri V Kota Kupang.

Untuk diketahui bagi para penampil terbaik tarian tradisional memperoleh piala, sertifikat penghargaan dan uang pembinaan. (NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Kota Kupang Jadi Titik Singgah Rombongan Muhibah Budaya Jalur Rempah Tahun 2022

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Kota Kupang menjadi salah satu dari 6 titik persinggahan Rombongan Muhibah Budaya Jalur Rempah Tahun 2022. Rombongan yang terdiri atas pemuda-pemudi perwakilan dari 34 provinsi itu berlayar dengan KRI Dewaruci dalam rangka menghidupkan kembali jalur rempah, yakni jalur berbasiskan laut yang menghubungkan titik-titik jalur perdagangan yang melibatkan rempah-rempah sebagai komoditi utama di seluruh Nusantara. Selain Kota Kupang, kota lain yang mereka kunjungi antara lain, Surabaya, Makasar, Baubau-Buton, Ternate dan Tidore serta Banda Neira.

Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy Priestley Funay, S.E., M.Si., dalam jamuan makan malam bersama rombongan Muhibah Budaya Jalur Rempah Tahun 2022 di Restoran Nelayan Kupang, Minggu (26/06/2022), menjelaskan Kota Kupang menjadi salah satu jalur rempah karena keberadaan Kayu Cendana Wangi, Asam dan Kemiri.” Menurutnya cendana sudah tergolong komoditas unggulan bahkan sebelum kedatangan bangsa asing. Pada abad ke-14 para pedagang Jawa dan Melayu sudah memasarkan cendana sampai ke India.

Atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Kupang, Sekda memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan yang sudah menggagas kegiatan Muhibah Budaya Jalur Rempah ini. Dia berharap dengan menghidupkan jalur rempah, para generasi muda bisa diingatkan kembali tentang bagaimana jalur rempah membentuk bangsa, negara dan peradaban Indonesia.

Sekda juga berharap bahwa dengan diselenggarakannya kegiatan Muhibah Budaya Jalur Rempah ini dapat memberikan dampak pada perekonomian dan pertumbuhan pariwisata di Kota Kupang dan kota-kota pelabuhan yang disinggahi. “Semoga kunjungan singkat selama beberapa hari ini memberi kesan yang mendalam bagi para peserta sehingga saat kembali nanti bisa membagikan kenangan indah kepada rekan-rekan dan saudara agar tertarik berkunjung ke kota kami, Kota Kupang,” pungkasnya.

Direktur Perlindungan Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Irini Dewi Wanti, SS, M.Sp, pada kesempatan yang sama menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Kupang yang menurutnya sangat inspiratif, toleran, dan masyarakatnya selalu menjaga kota ini sebagai bagian dari wajah Indonesia. Dia juga mengaku sangat kagum saat berkunjung ke sekolah-sekolah binaan Pemerintah Provinsi NTT di Kota Kupang, yang mengajarkan para siswanya untuk bertenun dan membudidayakan tumbuhan yang berkaitan dengan rempah-rempah.

Irini juga mengisahkan tentang kunjungannya ke Dewan Kerajinan Nasional Daerah (DEKRANASDA) Nusa Tenggara Timur. Menurutnya Kota Kupang adalah kota yang cocok untuk mempelajari tentang kebudayaan NTT dan melestarikan kebudayaan tersebut mengingat bahwa Kota Kupang adalah tempat di mana budaya berbagai masyarakat NTT ada dalam satu tempat.

Jamuan makan malam tersebut juga dihadiri oleh Direktur Pembinaan dan Lembaga Pendidikan KEMENDIKBUDRISTEK, Yudi Wahyudin, SS, M.Hum, Direktur Kepercayaan dan Masyarakat Adat, KEMENDIKBUDRISTEK. Sjamsul Hadi, SH. MM., Pamong Budaya Utama KEMNDIKBUDRISTEK, Dr. Siswanto, Auditor Utama KEMENDIKBUDRISTEK, Prabarini Pirmanangsih, Dansatrol Lantamal VII, Kolonel Laut Dahanas Ali P.M.Tr Hanla, Aspotmar Lantamal VII, Kolonel Laut Gurtom Fartianto, SE., Kakuwil Lantamal VII, Kolonel Laut Gustoni, Plt. Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Henderina Laiskodat dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, Ignasius Repelita Lega, S.H. (*PKP_jrd)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Gubernur VBL Dampingi Menteri ESDM Melaunching Motor Listrik PLN serta Parade Keliling Labuan Bajo

NTT AKTUAL. LABUAN BAJO. Sesaat setelah melakukan penandatangan nota kesepahaman atau Memorandum Of Understanding (MoU), pada Jumat (24/06/2022), Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) langsung menuju ke Hotel Meruorah Komodo untuk bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif serta Direktur Utama PT PLN (persero) Darmawan Prasodjo melakukan launching Sepeda Motor Listrik PLN serta menggelar parade motor listrik yang diikuti oleh seluruh stakeholder.

Parade ini merupakan wujud komitmen PLN mendukung tumbuhnya ekosistem kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif serta Direktur Utama PT PLN (persero) Darmawan Prasodjo melakukan launching Sepeda Motor Listrik PLN serta menggelar parade motor listrik di Labuan Bajo yang diikuti oleh seluruh stakeholder, pada Jumat (24/06/2022). Dokumentasi : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Sebanyak 48 motor yang digunakan pada parade kali ini sebagian besar merupakan motor hasil konversi dari motor BBM ke motor listrik hasil modifikasi bengkel lokal. Sehingga motor listrik ini dapat menggerakkan perekonomian masyarakat.

Puluhan rangkaian kendaraan non bahan bakar minyak (BBM) tersebut menempuh jarak sekitar 3,2 kilometer. Perjalanan berawal dari Hotel Merourah menuju Kampung Ujung dan berakhir di Hotel Merourah.

Berkeliling Labuan Bajo, memberikan pengalaman bagi para stakeholders merasakan motor listrik yang merupakan hasil inovasi anak bangsa, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat untuk menggunakan motor listrik. Terutama, saat ini Labuan Bajo adalah Destinasi Pariwisata Super Premium yang ke depan dianjurkan pemerintah untuk menggunakan kendaraan modern yang ramah lingkungan.

Acara ini merupakan rangkaian Sidang Energy Transition Working Group kedua (ETWG-2) yang merupakan rangkaian Presidensi G20 Indonesia.

Dijelaskan oleh Menteri ESDM, Arifin Tasrif bahwa inovasi motor listrik tersebut tentu akan sangat bermanfaat ke depannya. Akan menjadi alternatif, di mana sumber energi fosil berkurang dan bisa beralih ke energi listrik.

“Ini adalah inovasi untuk masa depan kita semua. Ke depan bukan hanya motor listrik saja, tapi kita juga akan kembangkan kendaraan listrik yang lain, seperti perahu atau kapal Nelayan dengan energi listrik,” tuturnya.

Gubernur Viktor juga berharap, PLN untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah, dalam meningkatkan dan memaksimalkan seluruh potensi dan inovasi yang ada untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Terima kasih untuk PLN yang telah memberikan kepedulian besar kepada Labuan Bajo karena ini kota konservasi. Hal ini sejalan dengan komitmen Indonesia sebagai tuan rumah Presidensi G20 dalam menginisiasi peralihan dari energi fosil berbasis impor menjadi energi baru terbarukan berbasis domestik yang lebih murah dan ramah lingkungan. Oleh karena itu hari ini kita bersama Pak Menteri ESDM melakukan uji coba motor listrik di Labuan Bajo. Ini merupakan kampanye kepedulian kita terhadap lingkungan yang akan terus kita lakukan,” jelas Gubernur VBL. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Muhibah Budaya Jalur Rempah dan Wangi Abadi Kayu Cendana

NTT AKTUAL. KUPANG. 40 orang pemuda pemudi Indonesia dari 34 provinsi di Indonesia sebagai Laskar Rempah melakukan berbagai aktivitas budaya di Kota Kupang, Sabtu (25/06/2022). Nusa Tenggara Timur, menjadi menjadi singgahan keenam dari Muhibah Budaya Jalur Rempah yang mengunakan KRI Dewaruci.

Rangkaian kegiatan Muhibah Budaya Jalur Rempah sebelumnya berada di Banda Neira yang ditutup dengan pelepasan KRI Dewaruci oleh Direktur Jenderal Kebudayaan, Kemendikbudristek, Hilmar Farid.

Program Muhibah Budaya Jalur Rempah ingin menumbuhkan kebanggaan masyarakat di berbagai daerah sekaligus memperkuat jejaring interaksi budaya antardaerah sehingga meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengembangkan dan memanfaatkan Warisan Budaya dan Cagar Budaya Nasional, serta menginisiasi berbagai program dan aktifitas terkait rempah-rempah di daerahnya masing-masing sebagai modal untuk meningkatkan kesejahteraan.

“Indonesia adalah pemegang sah jalur rempah. Jejak rempah Indonesia telah menjadi ikon budaya yang mendunia dan menjadi jalur diplomasi internasional bidang kebudayaan.  Muhibah Budaya Jalur Rempah adalah sebagai bagian untuk mengumandangkan kejayaan Nusantara dalam jalur rempah, melahirkan generasi muda yang membawa semangat rempah yang baru, semangat Indonesia yang berdikari, berinovasi, dan terus berikhtiar mewujudkan kemakmuran bagi Indonesia agar dapat mampu mewarnai peradaban dunia,” kata Direktur Perlindungan Kebudayaan, Ditjen Kebudayaan Kemdikbudristek, Irini Dewi Wanti.

“Jalur Rempah dilihat sebagai koridor untuk menghidupkan kembali, bahkan menggiatkan, interaksi antarbudaya, tidak hanya lintasan perdagangan komoditas. Sebagai pengembangan diplomasi budaya Indonesia secara sistematis dan massif dengan keharusan bersinergi lintas kementerian, lembaga, dan daerah,” tambah Direktur Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan, Ditjen Kebudayaan Kemdikbudristek, Judi Wahjudin.

Dari mulai kegiatan menanam cendana, sebagai salah satu penanda dukungan secara nyata pemuda-pemudi generasi masa sekarang dalam usaha membangkitkan kembali tanaman cendana agar kembali mewangi. Berbagai forum bertukar pikiran, dan berbagi pengalaman dalam menghadapi perkembangan dunia global, termasuk isu perubahan alam juga mereka lakukan bersama stakeholder di Kupang. Forum itu penting untuk mendapatkan berbagai insight baru dalam usaha melestarikan budidaya cendana.

Perjalanan Muhibah Budaya Jalur Rempah memfokuskan pada pemahaman dan aksi bersama sebagai usaha budidaya cendana, mulai proses penanaman bibit hingga perawatan yang membutuhkan proses tak mudah. Hal ini harus menjadi komitmen bersama antara pemerintah daerah dan seluruh komponen masyarakat, agar minyak cendana terbaik di dunia ini tidak punah dari bumi NTT ini.

“Tanaman endemik cendana menjadi salah satu tanaman yang memiliki nilai sosial, budaya dan ekonomi. Cendana di NTT saat ini mengalami penurunan populasi akibat berbagai perilaku manusia yang cenderung melihat dari sisi ekonomi semata. Padahal berabad-abad lalu cendana merupakan salah satu bahan pelengkap untuk berbagai ritual adat,” kata Deddy F. Holo, Koordinator Perubahan Iklim dan Bencana, Walhi NTT.

Upaya konservasi cendana di NTT saat ini sedang dilakukan oleh WALHI NTT dengan membangun 2 (dua) pusat pembibitan dan 1 hektar lahan indukan cendana di kabupaten Sumba Timur, sebagai upaya pelestarian dari berbagai ancaman seperti kebakaran hutan, illegal loging, dan rendahnya minat masyarakat untuk menanam cendana.

“Upaya konservasi cendana harus menjadi gerakan bersama dalam memulihkan ekosistemnya yang sudah semakin terancam punah. Dukungan regulasi perlindungan dan pemanfaatan cendana di NTT perlu didorong oleh pemerintah sebagai wujud komitmen dalam pelestarian dan kesejahteraan masyarakat NTT. Lembaga konservasi dunia, Union For Concervation of Natural Resource pada tahun 1977 telah menetapkan cendana di NTT sebagai spesies red list. Artinya tanaman cendana sedang menghadapi risiko kepunahan di alam liar,” tegas Deddy.

Sesepuh Masyarakat Timor, Beny Litelnoni mengungkapkan hal senada dengan keprihatinannya terhadap nasib rempah cendana di pulau  Timor yang semakin terancam. Meski dia melihat ada beberapa kelompok tani yang sudah berinisiatif untuk budidaya kayu cendana, dan mulai berkembang. Hanya saja, perlu ada dukungan anggaran dari  pemerintah.

“Sebelum zaman penjajahan Jepang, Belanda, dan Portugis sudah menemukan cendana di Timor sebagai rempah yang sangat bernilai, dan mahal harganya. Cendana ini akan punah karena  adanya eksploitasi yang besar-besaran tanpa dibarengi budidaya, ” pungkas Wakil Gubernur NTT Periode 2013-2018 ini.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTT, Ondy Christian Siagian melalui  Kepala Bidang PPH, Rudi Lismono mengutarakan, jumlah pohon induk cendana di NTT pada  tahun 1987 sebanyak 182,898 pohon. Pada tahun 1997 mengalami penurunan menjadi 51.397  pohon, dan pada tahun 2013 jumlah pohon induk cendana bersisa 11.550 pohon.

Sedangkan pohon cendana usia muda pada tahun 2016 berjumlah 315.815 pohon, dan  pada tahun 2017 bertambah menjadi 566.710 pohon, sehingga jika dijumlah keseluruhan  maka jumlah populasi cendana di NTT mencapai 1.128.370 pohon.

Sementara pelaksanaan penanaman tanaman cendana dari tahun 2010 sampai 2018 di NTT, jelas dia, terus mengalami peningkatan. Tahun 2010 dilakukan penanaman sebanyak  94.470 pohon yang tersebar di kabupaten Sumba Timur, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah  Utara, Flores Timur, Belu, dan Alor.

Pada tahun 2011 ditanam 140.000 pohon, tahun 2012 ditanam lagi 510.129 pohon cendana. Selanjutnya pada tahun 2013 ditanam 721.467 pohon. 435.913 pohon ditanam lagi pada tahun 2014. Kemudian pada tahun 2015 ditanam 374.166 pohon. Pada 2016 ditanam lagi 315.815  pohon, tahun 2017 ditanam 566.710 pohon, dan terakhir tahun 2018 sebanyak 181.647 pohon cendana yang ditanam, sehingga totalnya yang ditanam di NTT dari tahun 2010 sampai 2018  mencapai 3.344.317 pohon.

“Penanaman cendana di seluruh kabupaten kota se-NTT ini sesuai kebijakan Gubernur  untuk mengembalikan kejayaan NTT sebagai provinsi cendana. Kebijakan tersebut dilakukan  melalui Pola Hutan Tanaman Cendana, Gerakan Cendana Keluarga, dan Gerakan Cendana Pelajar/Mahasiswa,” ungkapnya.

Pulau Timor bagian timur adalah daerah penghasil kayu cendana, salah satu wewangian yang hanya tumbuh di Nusantara. Bersama dengan produk wewangian Nusantara lainnya, seperti kayu gaharu yang tumbuh di Sumatera dan Kalimantan, kapur barus yang semula tumbuh di Sumatera bagian barat, cendana turut meramaikan jalur perdagangan wewangian dunia. Komoditas wewangian menjadi salah satu komoditas penting dalam pasar perdagangan dunia, berdampingan dengan rempah. Sejak ribuan tahun lalu, wewangian adalah elemen penting dalam ritual keagamaan, pengobatan, kecantikan, dan pengawet jenazah raja dan para pembesar.

“Cendana terbaik hanya lahir di daerah kering seperti kepulauan Timor, bagian timur Nusantara. Oleh sebab itu para pedagang Eropa juga turut datang ke wilayah Timor untuk menambang emas hijau beraroma wangi itu,” Kata Ketua Yayasan Penguatan Lingkar Belajar Komunitas Lokal NTT, Torry Kuswardono.

Pulau Timor pada abad ke-16 masehi terkenal sebagai satu-satunya sumber cendana terbaik di dunia. Bahkan berabad-abad sebelum itu, pedagang Cina dari Makau dan Hong Kong telah merambah Timor melalui jalur rahasia. Pilliot Lamster menulis bahwa perdagangan kayu cendana oleh orang Cina sudah dimulai pada awal abad masehi. O.W. Walters juga menyatakan hal yang sama, bahwa Cina telah berdagang dengan Timor sejak awal abad masehi.

“Selain pedagang-pedagang Cina, Timor juga telah disinggahi pedagang India dan menukar cendana, emas hijau dari Timor itu dengan kuda-kuda yang kemudian banyak berkembang biak di pulau Sumba. Dalam setahun, para pedagang India dan China datang ke Timor sebanyak dua kali dengan membawa cendana dari Timor untuk diperdagangkan di Malaka. Oleh penduduk Timor, pedagang Cina disebut dengan Sina Mutin Melaka (orang Cina berkulit putih dari Malaka),” jelas Torry.

Dalam perkembangannya masa jaya cendana, Emas Hijau dari Timor seolah terus memudar dari waktu ke waktu. Sebutan Nusa Cendana bagi tanah Timor semakin lama semakin tak terdengar lagi. Perubahan iklim yang semakin memanas juga menjadi tantangan tersendiri dalam usaha budidaya cendana putih, hingga tidak berjalan mulus. Jutaan bibit cendana yang ditanam di pelosok tanah Timor banyak mengalami kematian pada saat pucuk daun pohon cendana mulai mekar.

Rupanya upaya untuk meremajakan kembali cendana oleh pemerintah daerah sebagai ikon pulau Timor harus kita dukung secara bersama. Muhibah Budaya Jalur Rempah dengan pelayaran menggunakan KRI Dewaruci ini setidaknya menjadi petisi bagi kita semua yang berkepentingan untuk mengembalikan aroma  wangi cendana, bersolidaritas bergerak bersama melestarikan ekosistem cendana, mengembalikan kejayaan NTT sebagai daerah penghasil cendana, sekaligus mendorong pemulihan ekologi dan kesejahteraan masyarakatnya. (**)

Gerakkan Ekonomi Energi Kerakyatan Lewat Co-firing, PLN Gaet Pemprov NTT dan Undana

NTT AKTUAL. LABUAN BAJO. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) tandatangani MOU kerja sama dengan PLN dalam mengembangkan hutan energi dan peternakan terpadu yang dapat menghasilkan biomassa untuk bahan baku co-firing PLTU.

PT PLN (Persero) menggandeng Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) dan Universitas Nusa Cendana (Undana) untuk pengembangan dua sumber biomassa yang akan digunakan dalam mendukung program co-firing di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Kedua sumber biomassa tersebut berasal dari pengembangan hutan energi dan peternakan terpadu.

Kesepakatan kerja sama yang dilaksanakan di Ayana Komodo Resort, Labuan Bajo pada Jumat (24/06/2022) tersebut tertuang dalam nota kesepahaman atau Memorandum Of Understanding (MoU) antara PLN Unit Induk Wilayah NTT dengan Pemprov NTT dan Universitas Nusa Cendana. Kesepakatan ini diteken dalam sela-sela acara perhelatan forum Energy Transition Working Grup (ETWG) 2.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan selain memastikan pasokan biomassa untuk co-firing aman, kerja sama ini juga untuk mendongkrak perekonomian masyarakat. Nantinya Pemprov NTT dan Universitas Nusa Cendana akan memasok kebutuhan biomassa untuk PLTU Bolok.

“Ini energi yang berbasis pada energi kerakyatan. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur yang sudah menyediakan tambahan lahan 3.600 hektare tambahan di kawasan Pulau Timor. Lokasi ini satu ekosistem dengan PLTU Bolok,” ujar Darmawan.

Ia mengatakan nantinya PLN bersama Universitas Nusa Cendana akan menanam tanaman Kaliandra, Kedondong Hutan dan Lamtoro. “Artinya, bagaimana kita melakukan sinergi menambah energi baru terbarukan tetapi di saat yang sama menciptakan lapangan kerja, mempercepat pertumbuhan ekonomi, dan melakukan eradikasi kemiskinan,” tambah Darmawan.

Darmawan menjelaskan saat ini penggunaan co-firing sudah dilakukan PLN di 58 PLTU yang ada di seluruh Indonesia. Langkah ini dilakukan PLN untuk bisa mengurangi ketergantungan bahan baku batu bara dan juga untuk meningkatkan penggunaan energi bersih di PLTU.

“Sinergi ini merupakan upaya bersama untuk menekan emisi karbon guna mendukung tercapainya target carbon neutral pada 2060,” ujar Darmawan.

Lebih lanjut Ia menuturkan bahwa pengembangan hutan energi dan peternakan terpadu sebagai bahan baku biomassa co-firing ini tidak hanya semata-mata untuk kebutuhan PLTU saja. Melalui pengembangan ini, PLN mengajak semua masyarakat terutama di sekitar hutan energi untuk terlibat aktif dalam menjaga lingkungan.

Penggunaan biomassa pada PLTU ini bahkan juga memberikan multiplier effect yaitu membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui budaya tanam pohon sebagai bahan baku biomassa.

“Keterlibatan universitas sebagai agent of change juga merupakan wujud dari tri darma perguruan tinggi di mana, para insan akademis turut langsung dalam pengembangan dan pendampingan masyarakat dalam pengelolaan hutan energi dan peternakan terpadu tersebut,” pungkas Darmawan.

Rektor Universitas Nusa Cendana, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M. Sc menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi atas kesempatan berkolaborasi bersama PLN dan Pemda dalam pengembangan green energy dan pengurangan emisi karbon melalui program co-firing dan hutan bioenergi. Menurut dia, program ini sejalan dengan visi Undana sebagai perguruan tinggi berorientasi global.

“Kerja sama ini sejalan dengan concern Undana terhadap isu-isu global, khususnya terkait keterbatasan sumber daya energi fosil, dan kesehatan serta keselamatan lingkungan,” tuturnya.

Dia menambahkan, implementasi program-program kerja sama ini tidak saja membawa keuntungan dalam hal terbukanya kesempatan untuk riset dan ketersediaan wahana pembelajaran bagi para akademisi dan mahasiswa Undana, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan tanggung jawab bagi seluruh civitas akademika Undana untuk menjadi agent of change ataupun champion dalam program/aktivitas penyelamatan lingkungan dan pemanfaatan sumber daya yang lebih produktif namun ramah lingkungan dan sustainable.

“Manfaatnya tidak saja bagi generasi sekarang tetapi juga bagi generasi-generasi yang akan datang,” terangnya. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Para Delegasi Rakerwil APEKSI Puji Pembangunan SPAM Kali Dendeng

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Proyek infrastruktur Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kali Dendeng mendapat pujian dari para Delegasi Rakerwil IV APEKSI Ke 17. Pujian tersebut disampaikan langsung dihadapan Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH saat melaksanakan penanaman pohon bersama 12 delegasi pemerintah kota anggota Komwil IV APEKSI di lokasi IPA (Instalasi Penyediaan Air) Kali Dendeng Kelurahan Penkase Oeleta Kecamatan Alak, Kamis (23/06/2022).

Wali Kota Kupang dipuji atas keberhasilan pembangunan SPAM Kali Dendeng dengan anggaran sebesar Rp 168.575.301.800 atau 168 miliar yang digelontorkan dari APBN melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI. Proyek pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) Kapasitas 150 liter per detik Kota Kupang tersebut dikerjakan oleh perusahaan pemenang tender, PT Nindya Karya (Persero) Wilayah 7 kini telah selesai dibangun dan rencananya akan diresmikan Presiden RI Joko Widodo Juli mendatang.

Seluruh delegasi terlihat antusias meninjau lokasi proyek SPAM Kali Dendeng, terutama ketika Wali Kota Jeriko menjelaskan proses awal hingga pengajuan proposal agar dibangun SPAM untuk memenuhi kebutuhan air warga Kota Kupang ke pemerintah pusat. Wali Kota menjelaskan kepada para Wali Kota, Wakil Wali Kota dan delegasi lainnya yang mewakili para kepala daerah anggota Komwil IV bahwa Kota Kupang sudah lama mengalami kesulitan air, “sejak dilantik untuk memimpin kota ini, air bersih sudah menjadi perhatian kami. Sebagian warga kota masih sangat tergantung pada PDAM Kabupaten, sisanya bahkan membeli air dari mobil-mobil tangki untuk memenuhi kebutuhan air bersih,” jelas Wali Kota. Namun, menurut Wali Kota Jeriko, jika ingin membangun sendiri, tentu APBD Kota tidak mampu untuk membiayai.

Saat tiba di lokasi pembangunan reservoir instalasi pengolahan air (IPA) Kali Dendeng, Wali Kota Kupang yang akrab disapa Jeriko itu dengan bangga menjelaskan kepada para delegasi rakerwil yang hadir bahwa IPA yang dibangun di lokasi tersebut akan menghasilkan 150 liter per detik debit air untuk menyuplai air bagi 12 ribu sambungan rumah (SR). Sistem pengolahannya dikendalikan oleh teknologi terintegrasi dan termutakhir yang disebut SCADA atau Supervisory Control and Data Acquisition untuk mengontrol proses pengolahan air, distribusi hingga memantau kebocoran.

Di hadapan para delegasi yang hadir saat itu, Wali Kota Kupang mengakui proyek tersebut dapat terwujud berkat dukungan dari APEKSI khususnya Komwil IV, “kami mengucapkan terima kasih atas bantuan dan motivasi serta dukungan APEKSI khususnya Komwil IV. Kami mendapatkan banyak motivasi dan masukan lewat diskusi-diskusi bahkan APEKSI lah yang menjembatani komunikasi pemkot dengan Presiden RI Joko Widodo terkait pembangunan infrastruktur baik yang sudah terwujud seperti SPAM Kali Dendeng dan yang akan datang,” sebut Jeriko yang disambut dengan tepuk tangan dari para delegasi

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Batu, Dewanty Rumpoko yang ikut dalam kegiatan tanam pohon berkomentar memuji keberhasilan pembangunan SPAM Kali Dendeng tersebut, menurutnya bukan suatu hal yang mudah dapat mewujudkan infrastruktur sebesar SPAM Kali Dendeng dengan kemampuan keuangan daerah Kota Kupang yang terbatas, “saya dan teman-teman di Komwil IV sepakat bahwa ini semua juga berkat ketulusan serta tekad kuat Bapak Wali Kota Kupang yang mampu melihat peluang dan mencari solusi sehingga mendapat bantuan pemerintah pusat,” puji Hj. Dewanti yang disambut tepuk tangan semua yang hadir.

Kegiatan tanam pohon merupakan salah satu dari seluruh rangkaian kegiatan RAKERKOMWIL IV APEKSI ke 17 tahun 2022 yang berlangsung selama 3 hari sejak tanggal 21 sampai 23 Juli 2022 di Kota Kupang. Selain rapat kerja dan penanaman pohon, para delegasi juga mengikuti berbagai event seperti ladies program, Koepan Expo dan pawai budaya selama RAKERKOMWIL berlangsung.

Diakhir kegiatan tanam pohon, Wali Kota Kupang, Direktur APEKSI Pusat dan para delegasi didaulat menulis testimoni yang berisi pesan, kesan dan harapan bagi Kota Kupang pada tempat yang disediakan. Wali Kota Kupang, Jefry Riwu Kore dalam kesempatan tersebut menulis : “semoga pohon yang ditanam bisa tumbuh dengan baik untuk kebutuhan air anak-anak kita air kemudian hari”. Sementara, Wali Kota Batu, Dra. Hj. Dewanti Rumpoko, M.Si menulis : “pohon kesemek dari Kota Batu untuk Kota Kupang, semoga membawa berkat”. Direktur APEKSI Pusat, Alwis Rustam sendiri menulis testimoni berbunyi : “tanam buah alpukat, kupang hebat” dan Wakil Wali Kota Pasuruan menulis : “Jagalah pohon kepel ini, jaga keseimbangan alam, maka alam akan menjaga kita”.

10 pejabat yang mewakili pemkotnya masing-masing juga berkesempatan menuliskan testimoninya, salah satunya Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana, S.Sos, M.Si yang menulis : “semoga pohon nagasari dari Kota Denpasar akan menjadi simbol persahabatan antara Kota Denpasar dengan Kota Kupang, selalu kita ingat bersama. Sehat dan lestari selalu Kota Kupang”.

Turut hadir dalam acara tanam pohon, jajaran pemkot Kupang, antara lain Sekretaris Daerah, Fahrensy P. Funay, SE, M.Si, para Asisten Sekda, para kepala dinas, Kabag Prokompim Setda Kota Kupang, Kabag Pemerintahan Setda Kota Kupang, Camat Alak dan para lurah se-Kecamatan Alak.

Hadir juga, Kepala Satuan Kerja Pelaksana Prasarana Permukiman (Satker PPP) Wilayah I NTT, Roy Marthen, ST, Pejabat Pembuat Komitmen Air Minum Satker PPP Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) NTT, Yashinta Mbake, ST, MT, Site Engineering Manager PT Nindya Karya (Persero), Pulo Indiarto.

PT Nindya Karya (persero) turut berpartisipasi aktif mendukung kegiatan penanaman pohon tersebut, yang ditandai dengan penyerahan secara simbolis kepada Wali Kota Kupang anakan pohon oleh Staf Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan, Sofi Jihan Nabilah yang mewakili Project Manager SPAM Kali Dendeng, Seno Susanto. (*PKP_jms/nt)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang