Arsip Kategori: PENDIDIKAN

BMPS NTT Hybrid Festival 2021 Akan Libatkan Semua Sekolah Swasta

NTT AKTUAL. KUPANG. Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Nusa Tenggara Timur kembali menggelar Festival Sekolah Swasta dari tingkat SD, SMP & SMA/SMK swasta se-NTT, kegiatan tersebut akan diselenggarakan pada 28 Oktober 2021 berkenan dengan momentum hari sumpah pemuda.

Informasi tersebut disampaikan Ketua BMPS Provinsi NTT, Winston Neil Rondo melalui press realese, selasa (19/10/2021), dirinya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sudah berlangsung tiga kali dengan beragam tema, mulai dari Festival SMA/SMK Swasta, Pentas Seni Online, dan saat ini merupakan event keempat yang digabungkan dengan beragam kegiatan.

Winston yang didampingi Pengurus BMPS NTT, Romo Kornelis Usboko dan Evy Mauboy mengaku bahwa kehadiran BMPS NTT tetap menggelorakan semangat bagi Yayasan, Guru dan Siswa sekolah-sekolah swasta di NTT untuk tetap berjuang mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana yang diamanatkan UUD 1945, semangat yang digelorakan itu, lanjut Winston, bertujuan agar guru-guru dan siswa tidak merasa sendiri, terus bergandengan tangan dengan meningkatkan karakter, mental dan kreatifitas siswa sebagai SDM bagi bangsa Indonesia ke depan.

Ketua BMPS Provinsi NTT, Winston Neil Rondo. Dokumentasi : Istimewa

Mantan Ketua Komisi V DPRD NTT ini, Membeberkan bahwa Festival kali ini dinamakan GENCAR (Generasi Cerdas & Smart) BMPS Hybrid Festival 2021 yang akan diselenggarakan selama tiga hari mulai tanggal 28-30 oktober 2021, “akan ada beberapa agenda besar dalam penyelenggaraan festival kali ini, dihari pertama untuk SMA/SMK Swasta Se-NTT kita mengadakan Webinar Literasi Digital dengan tema ‘Merdeka Belajar & Transformasi Digital dalam Dunia Pendidikan’ Bersama Narasumber Bapak Menteri Pendidikan, Mas Nadiem Makarim dan Ketua BMPS Nasional bapak Ki Saur Panjaitan” ungkap Winston.

Usai Webinar, kegiatan tersebut akan dilanjutkan dengan Lomba Pidato memperingati hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2021, dengan tema Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh. “dihari ke dua kita mengadakan Pensi Online untuk ke dua kalinya yang merupakan project turunan hasil kreatifitas berpikir BMPS NTT, diharapkan guru-guru dan siswa dapat terlibat secara aktif dengan kreatifitas masing-masing, Guru bersama siswa dapat menciptakan karya kreatifitas berupa nyanyi solo, paduan suara, tarian daerah, gitar, sasando, biola, drama singkat, film pendek, puisi, fashionshow, pidato, cover lagu dan karya lainnya yang akan dikirimkan ke BMPS untuk diputarkan saat pelaksanaan Pensi Online berlangsung,” urai Winston lagi.

Sementara Pada hari ke tiga, puncak acara, BMPS masih akan melombakan perlombaan tingkat SD dengan mengadakan Bolelebo Festival bagi siswa SD & SMP Kota Kupang yang didalamnya ada beberapa jenis perlombaan, Mewarnai tingkat SD Kelas 1-3, Fashion Show Tingkat SD dan Fashion Show Tingkat SMP.

Semua penyelenggaraan acara Hybrid dengan protokol kesehatan yang ketat, yang hadir secara onside khusus hanya untuk peserta yang terlibat baik dalam acara Webinar Literasi Digital, Lomba Pidato, Pensi Online, Lomba Mewarnai ataupun Lomba Fashion show. (*)

Wawali Minta Sekolah Perketat Prokes Selama Tatap Muka Terbatas

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man meminta sekolah-sekolah yang sudah mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas untuk secara ketat menerapkan protokol kesehatan baik kepada para siswa maupun para guru dan pegawai. Penegasan tersebut disampaikannya saat melakukan pemantauan langsung kegiatan belajar mengajar tatap muka terbatas di dua sekolah, Selasa (21/9/2021). 2 sekolah yang dikunjungi adalah SMPN 5 Kota Kupang dan SD Katolik St. Maria Assumpta Kota Baru Kupang.

Pemantauan dimulai sejak pintu masuk sekolah. Wawali memastikan adanya petugas khusus untuk mengukur suhu siapa saja yang hendak masuk ke dalam lingkungan sekolah. Selain pengukur suhu, Wawali juga mengecek tempat cuci tangan di tiap-tiap ruangan kelas dan ketersediaan air untuk mencuci tangan. Para siswa dan guru diminta untuk tetap menjaga jarak dan selalu memakai masker selama jam pelajaran.

Dalam dialog dengan para siswa yang dikunjunginya di ruang kelas, Wawali minta agar para siswa membawa bekal sendiri dari rumah dan tidak jajan di luar, karena menurutnya salah petunjuk teknis yang berlaku dalam penerapan pembelajaran tatap muka adalah sekolah tidak memperkenankan kantin dibuka.

Kepada wartawan usai melakukan kunjungan tersebut Wawali menjelaskan dari hasil pemantauannya, sekolah-sekolah yang dikunjungi sudah menerapkan protokol kesehatan saat tatap muka terbatas secara baik. Menurutnya ini merupakan hasil dari kolaborasi yang baik antara orang tua siswa dengan para guru di sekolah sehingga menghasilkan proses pembelajaran yang efektif. Wawali optimis jika semua syarat dipatuhi secara baik, maka besar kemungkinan pada Oktober 2021 mendatang kegiatan belajar mengajar secara tatap muka bisa berlaku untuk semua kelas, meskipun masih menggunakan metode blended learning, artinya sebagian secara tatap muka sebagian lagi mengikuti pembelajaran secara virtual dari rumah.

Namun Wawali mengingatkan, jika dalam pelaksanaan tatap muka terbatas ditemukan satu saja kasus positif pada peserta didik atau ada sekolah yang kedapatan melanggar ketentuan yang berlaku, maka dipastikan seluruh kegiatan belajar mengajar tatap muka di semua sekolah di Kota Kupang akan dihentikan, siswa kembali belajar dari rumah.

Kepala Sekolah SMPN 5, Ferderik Mira Tade, S.Pd memastikan pihaknya sudah menjalankan semua ketentuan yang berlaku untuk pembelajaran tatap muka. Selain menyiapkan semua kelengkapan protokol kesehatan, sebelum memulai proses belajar mengajar dimulai sehari yang lalu, kepala sekolah bersama para guru terlebih dahulu memberikan arahan dan imbauan terkait ketentuan tatap muka terbatas kepada para siswa. Saat ini ada 13 rombongan belajar yang melaksanakan tatap muka di SMPN 5. 11 untuk kelas regular, 2 kelas SMP Terbuka serta 1 kelas untuk anak-anak imigran yang tidak tercatat dalam Dapodik. Vaksinasi untuk para siswa menurutnya akan dilakukan dalam waktu dekat.

Sementara itu Kepala Sekolah SD Katolik St. Maria Assumpta, Sr. Petri Canisia, CIJ menjelaskan dalam pertemuan dengan para orang tua siswa sebelumnya yang dibagi dalam dua sesi, pihak sekolah meminta dukungan para orang tua siswa untuk membantu menertibkan anak-anak mereka untuk taati protokol kesehatan. Dia optimis jika sekolah mereka lolos tahap pertama ini, dalam tahap kedua makin banyak kelas yang diizinkan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah.

Sebelumnya Kepala Dinas Pedidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si, saat mendampingi Wali Kota Kupang dalam pemantauan sehari sebelumnya menjelaskan selama berlangsungnya tatap muka tahap pertama, tim dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap keseluruhan proses pembelajaran pada masing-masing sekolah. “Jika menurut hasil penilaian tim ternyata sekolah mengabaikan protokol covid-19 maka rekomendasi pembelajaran tatap muka terbatas bagi sekolah tersebut akan dicabut dan kembali ada pembelajaran jarak jauh (daring),” tegasnya. Batas waktu evaluasi pembelajaran tatap muka terbatas tahap pertama adalah 30 Oktober 2021.

Ditambahkannya jika hasil evaluasi tim terhadap keseluruhan proses pembelajaran pada tahap pertama ternyata satuan pendidikan konsisten atau taat pada protokol covid-19 dan status Covid-19 di Kota Kupang cenderung menurun maka pembelajaran tatap muka terbatas dinaikkan lagi, yaitu kelas II untuk jenjang SD/ MI dan kelas IX untuk jenjang SMP/ MTs. Untuk jumlah peserta didik tiap sekolah perhari menurutnya tetap mengacu pada SE Walikota Kupang Nomor: 068/ HK. 443.1/IX/2021 yang menjelaskan maksimal jumlah peserta didik tiap hari pada satu sekolah adalah 50% dari total siswa kelas I untuk jenjang SD/ MI dan kelas VII untuk jenjang SMP/ MTs. Sedangkan jumlah siswa dalam satu ruang kelas adalah 14 orang untuk jenjang SD/MI dan 16 orang dalam satu ruang untuk jenjang SMP/ MTs.

Terkait dengan alokasi waktu pembelajaran tatap muka perhari untuk jenjang SD/ MI maksimal 4 X 35 menit perhari atau mulai dari pukul 08.00 – 10.20 wita, sedangkan untuk jenjang SMP/ MTs maksimal kegiatan akan berlangsung 5 X 40 menit per hari atau mulai pukul 08.00 – 11.20 wita. Ditegaskannya bahwa peran satgas covid-19 Tingkat sekolah selama berlangsungnya pembelajaran tatap muka di sekolah sangat penting untuk memastikan beberapa hal yaitu antara lain; memastikan seluruh perlengkapan atau peralatan covid-19 tersedia dan cukup, mengawasi siswa agar disiplin dan taat pada protokol covid-19 yaitu dengan memakai, mencuci tangan, menjaga jarak dengan teman teman dan juga guru, memastikan tidak ada kantin yang dibuka di sekolah dan sekaligus mengontrol agar tidak ada kelas yang kosong sehingga menimbulkan kerumunan siswa.

Adapun satuan pendidikan atau sekolah yang telah diperiksa dan dinyatakan memenuhi syarat sehingga direkomendasikan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas untuk jenjang SD/ MI sebanyak 108 satuan pendidikan/sekolah dari total 154 satuan pendidikan di Kota Kupang. Sedangkan untuk jenjang SMP sebanyak 28 satuan pendidikan (sekolah) dari total 56 satuan pendidikan (sekolah) di Kota Kupang. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Wali Kota Kupang Pantau Langsung KBM Tatap Muka di Sekolah

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM.,MH memantau langsung pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka terbatas di dua sekolah di Kota Kupang, Senin (20/9/2021).

Dalam kunjungan tersebut Wali Kota melihat langsung kesiapan sekolah yang telah dinyatakan memenuhi syarat, berdasarkan penilaian tim penilai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang direkomendasikan siap menjalankan proses pembelajaran tatap muka terbatas. Wali Kota juga berkesempatan menyapa langsung para guru dan siswa di dua sekolah tersebut.

Sekolah pertama yang dikunjungi adalah SD Kristen Hosana Agape di Kelurahan Bonipoi, Kecamatan Kota Lama. Sekolah tersebut sudah menjalankan kegiatan belajar mengajar tatap muka terbatas sejak seminggu yang lalu. Kepada para siswa yang ditemui di ruang kelas mereka, Wali Kota berpesan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan baik di sekolah maupun di rumah. Para siswa juga diimbau untuk memanfaatkan fasilitas yang disediakan sekolah seperti air dan sabun untuk mencuci tangan dan hand sanitizer. Mereka juga diminta untuk membawa bekal masing-masing yang disiapkan orang tua dari rumah dan tidak jajan sembarangan. Tak lupa layaknya orang tua, Wali Kota juga mengimbau kepada para siswa untuk tekun belajar, mengerjakan tugas-tugas sekolah secara baik agar kelak menjadi anak-anak yang pintar dan berprestasi.

Kepala Sekolah SD Kristen Hosana Agape, Dicky Fanggidae, S.Pd, saat menerima kunjungan Wali Kota memastikan kesiapan sekolahnya dalam menjalankan pembelajaran tatap muka terbatas. Menurutnya SD Kristen Hosana Agape telah melakukan berbagai persiapan sebagaimana yang diprasyaratkan dalam menunjang pembelajaran tatap muka terbatas, mulai dari perlengkapan covid-19, pengawasan satgas covid-19 tingkat sekolah dan kesiapan guru yang mengisi proses belajar mengajar.

Usai memantau di SD Kristen Hosana, Wali Kota melanjutkan kunjungan ke SMP 15 Kelurahan Manulai 2 Kecamatan Alak. Bersama Kepala Sekolah Yusak S. Olla,S.Pd, Wali Kota menyambangi sejumlah ruang kelas yang sedang berlangsung kegiatan belajar mengajar tatap muka terbatas. Dari dialog dengan sejumlah siswa diketahui sebagian besar siswa yang mengikuti kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah sudah divaksin covid 19. Beberapa siswa belum bisa divaksin karena sedang sakit.

Kepala Dinas Pedidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si, yang turut mendampingi Wali Kota dalam kunjungan tersebut menjelaskan, berdasarkan hasil penilaian tim dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang terhadap daftar periksa satuan pendidikan (SD dan SMP) untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas yang sudah dilakukan sebelumnya, direkomendasikan bahwa satuan pendidikan (sekolah) yang telah memenuhi syarat untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas adalah sebagai berikut; kelas yang menjadi prioritas pembelajaran tatap muka terbatas tahap pertama adalah Jenjang SD/ MI (kelas I seluruhnya dan kelas V khusus siswa peserta Asesmen Nasional Berbasis Komputer/ ANBK), jenjang SMP/ MTs (kelas VII seluruhnya dan kelas VIII khusus siswa peserta Asesmen Nasional Berbasis Komputer/ ANBK). Ditambahkannya untuk tahap pertama akan mulai dilaksanakan paling lambat tanggal 20 September 2021. Selama berlangsungnya tatap muka tahap pertama, tim dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap keseluruhan proses pembelajaran pada masing-masing sekolah. “Jika menurut hasil penilaian tim ternyata sekolah mengabaikan protokol covid-19 maka rekomendasi pembelajaran tatap muka terbatas bagi sekolah tersebut akan dicabut dan kembali ada pembelajaran jarak jauh (daring),” tegasnya. Batas waktu evaluasi pembelajaran tatap muka terbatas tahap pertama adalah 30 Oktober 2021.

Dumul menambahkan untuk tahap kedua, jika hasil evaluasi tim terhadap keseluruhan proses pembelajaran pada tahap pertama ternyata satuan pendidikan konsisten atau taat pada protokol covid-19 dan status Covid-19 di Kota Kupang cenderung menurun maka pembelajaran tatap muka terbatas dinaikkan lagi, yaitu kelas II untuk jenjang SD/ MI dan kelas IX untuk jenjang SMP/ MTs. Untuk jumlah peserta didik tiap sekolah perhari menurutnya tetap mengacu pada SE Walikota Kupang Nomor: 068/ HK. 443.1/IX/2021 yang menjelaskan maksimal jumlah peserta didik tiap hari pada satu sekolah adalah 50% dari total siswa kelas I untuk jenjang SD/ MI dan kelas VII untuk jenjang SMP/ MTs. Sedangkan jumlah siswa dalam satu ruang kelas adalah 14 orang untuk jenjang SD/MI dan 16 orang dalam satu ruang untuk jenjang SMP/ MTs.

Terkait dengan alokasi waktu pembelajaran tatap muka perhari untuk jenjang SD/ MI maksimal 4 X 35 menit perhari atau mulai dari pukul 08.00 – 10.20 wita, sedangkan untuk jenjang SMP/ MTs maksimal kegiatan akan berlangsung 5 X 40 menit per hari atau mulai pukul 08.00 – 11.20 wita. Ditegaskannya bahwa peran satgas covid-19 Tingkat sekolah selama berlangsungnya pembelajaran tatap muka di sekolah sangat penting untuk memastikan beberapa hal yaitu antara lain; memastikan seluruh perlengkapan atau peralatan covid-19 tersedia dan cukup, mengawasi siswa agar disiplin dan taat pada protokol covid-19 yaitu dengan memakai, mencuci tangan, menjaga jarak dengan teman teman dan juga guru, memastikan tidak ada kantin yang dibuka di sekolah dan sekaligus mengontrol agar tidak ada kelas yang kosong sehingga menimbulkan kerumunan siswa.

Adapun satuan pendidikan atau sekolah yang telah diperiksa dan dinyatakan memenuhi syarat sehingga direkomendasikan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas untuk jenjang SD/ MI sebanyak 109 satuan pendidikan/ sekolah dari total 154 satuan pendidikan di Kota Kupang. Sedangkan untuk jenjang SMP sebanyak 30 satuan pendidikan (sekolah) dari total 56 satuan pendidikan (sekolah) di Kota Kupang

Turut hadir mendampingi Wali Kota dan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang memantau pelaksanaan proses pembelajaran tatap muka terbatas tersebut Kepala Bagian Protokol dan Komuikasi Pimpinan Setda Kota Kupang, Ernest S. Ludji, SSTP., M.Si dan Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Okto Naitboho, M.Pd. (*PKP_jms)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Pemkot Kupang Serahkan Bantuan HP Android Bagi 739 Siswa SD dan SMP

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Pemerintah Kota Kupang menyerahkan bantuan HP android bagi 739 siswa SD dan SMP yang berasal dari panti asuhan dan keluarga tidak mampu. Penyerahan secara simbolis berlangsung di Kantor Dinas Pendidikan Kota Kupang kepada 12 orang perwakilan siswa dan disaksikan secara virtual oleh Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore,MM,MH, Kamis (02/9/2021). Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Kupang juga melaunching program aplikasi e-planning dan e-budgeting untuk pengelolaan dana BOS. Turut hadir pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si beserta jajarannya, para kepala sekolah, pengelola panti asuhan serta orang tua penerima bantuan yang juga mengikuti secara virtual.

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore,MM,MH dalam arahannya menyampaikan terima kasih kepada DPRD Kota Kupang terutama Komisi IV serta semua stakeholder terkait yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program ini. Diakuinya di tengah pandemi covid 19 yang masih terus mengancam, saat para siswa diwajibkan belajar secara daring dari rumah, keberadaan android menjadi penting bagi kelanjutan pendidikan anak-anak.

Walikota mengapresiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang yang sudah memikirkan terobosan ini. Mantan Anggota DPR RI itu menyadari karena keterbatasan anggaran tidak semua siswa bisa memperoleh bantuan hp android ini. Untuk itu Wali Kota mempercayakan sepenuhnya kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengatur penyaluran bantuan ini benar-benar kepada anak yang membutuhkan. Dinas Pendidikan juga diminta untuk mengkaji program pemberian pulsa bagi siswa serta pemasangan wi-fi gratis di sejumlah lokasi, agar bisa diakses anak-anak dari keluarga tidak mampu saat hendak mengikuti pembelajaran secara daring. “Mudah-mudahan perhatian kecil Pemkot Kupang ini, bisa banyak membantu anak-anak dalam mengikuti proses belajar,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama Wali Kota Kupang juga melaunching aplikasi e-planning dan e-budgeting untuk pengelolaan dana BOS. Menurutnya aplikasi ini akan sangat membantu program kerja di Dinas Pendidikan, terutama pengelolaan administrasi dana BOS yang selama ini menjadi kendala terutama dalam penentuan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Kedua aplikasi ini diyakininya menjadi terobosan yang baik untuk pelaporan administrasi yang baik agar Pemkot Kupang bisa mempertahankan predikat WTP yang sudah diraih dua tahun berturut-turut.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si menyampaikan pandemi covid 19 telah membawa perubahan besar dalam kegiatan belajar mengajar, yang dulu bisa dilakukan secara tatap muka, sekarang harus secara daring. Salah satu kendala yang dihadapi dalam pembelajaran secara daring menurutnya adalah keterbatasan HP android. Untuk meminimalisir permasalahan tersebut maka pada TA 2021 melalui APBD Kota Kupang pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menganggarkan pembelian tablet atau hp android. HP android tersebut akan dibagikan kepada 739 siswa, dengan rincian; siswa SD sebanyak 443 orang, yang berasal dari panti asuhan sebanyak 138 orang dan anak yang berasal dari keluarga kurang mampu sebanyak 305 orang; siswa SMP sebanyak 296 orang, yang berasal dari panti asuhan sebanyak 172 orang dan anak yang berasal dari keluarga tidak mampu sebanyak 124 orang. Para siswa penerima bantuan hibah hp android tersebut tersebar di 79 SD, 31 SMP dan 14 panti asuhan di Kota Kupang.

Mengenai aplikasi e-planning dan e-budgeting untuk pengelolaan dana BOS regular menurutnya bertujuan untuk meminimalisir penyimpangan dalam pengelolaan dan pertanggungjawaban dana BOS regular pada satuan pendidikan (SD dan SMP) di wilayah Kota Kupang. aplikasi tersebut juga diharapkan dapat mewujudkan tata kelola dana BOS regular yang tertib, transparan dan akuntabel.

Bantuan hibah hp android secara simbolis diserahkan atas nama Wali Kota Kupang oleh Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang kepada perwakilan siswa SD dan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Ambo kepada perwakilan siswa SMP. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Gubernur VBL Minta ATK Bisa Hasilkan Produk Mesin yang Membanggakan

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat melakukan kunjungan ke Kampus Akademi Teknik Kupang (ATK) pada selasa (15/06/2021). Dalam kunjungan tersebut Gubernur juga melakukan pertemuan bersama para pengurus Kampus ATK.

Melalui sambutannya Gubernur meminta agar ATK bisa menghasilkan produk-produk yang membanggakan bagi Provinsi NTT. “Saya punya mimpi kampus ini bukan hanya menghasilkan lulusan teknik tetapi juga bisa menghasilkan produk-produk mesin yang bagus dan berhasil serta dipakai oleh provinsi-provinsi lain,” kata Gubernur.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat memberikan sambutannya dalam kunjungan ke Akademi Teknik Kupang (ATK), Selasa (15/06/2021). Dokumentasi : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

“Kampus ATK dan lulusannya harus bisa bermimpi terhadap target-target industrialisasi. Misalnya selama ini kita punya banyak komoditi unggulan tapi kita hanya jual komoditinya. Pengolahannya masih belum maksimal, maka kehadiran teknologi diperlukan untuk meningkatkan produktivitas komoditi kita menjadi tingkatan industri,” jelasnya.

“Semua harus punya mimpi besar, kampus ini harus memberikan kebanggaan bagi kita. Harus bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Gubernur juga berharap, Kampus ATK bisa memberikan pengetahuan dan pelatihan bagi masyarakat di pedesaan mengenai teknologi untuk pengairan pertanian serta mengenai teknologi peternakan.

“Kita bukan hanya bangun gedung tetapi bagaimana kampus mampu untuk mengajarkan atau mentransfer _knowledge_ sampai ke desa-desa di NTT. Sekarang pendidikan jarak jauh mulai berkembang pesat, Kampus ATK harus bisa memberikan pengetahuan melalui pendidikan jarak jauh untuk mengajarkan dan melatih SDM di desa-desa mengenai inovasi dan kreatifitas pemanfaatan teknologi untuk pertanian dan peternakan untuk mampu mendorong ekonomi kita,” jelas beliau.

“Kita perlu lompatan-lompatan pada untuk bisa menjadi industrial.
Saat ini IT sudah sangat berkembang dan kita semua sudah saling terkoneksi dan dalam desain digitalisasi. Maka kampus ATK harus mengambil bagian untuk percepatan pembelajaran bersama anak-anak kita yang pintar dan hebat untuk bisa menghasilkan inovasi hebat bersama masyarakat,” ujarnya. (*/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Gubernur NTT Audiens bersama Tim Pasca Sarjana Undana

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT, Viktor bungtilu laiskodat beraudiensi dengan Tim Pasca Sarjana Universitas Nusa Cendana (Undana) di ruang kerja Gubernur pada Senin (31/05/2021).

Dalam pertemuan tersebut tim Pasca Sarjana Undana meminta dukungan dalam proses beasiswa LPDP dengan dukungan anggaran dari Pemprov NTT bagi kuota 20 orang penerima beasiswa untuk satu tahun pertama .

Tim pascasarjana Undana juga meminta agar kesediaan Pemprov NTT untuk mendorong para ASN agar memilih Undana sebagai kampus tujuan para ASN yang ingin melanjutkan studi baik untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan untuk mendukung kinerja ASN.

Gubernur NTT, Viktor bungtilu laiskodat (kanan depan) saat beraudiensi dengan Tim Pasca Sarjana Universitas Nusa Cendana (Undana) di ruang kerja Gubernur pada Senin (31/05/2021). Dokumentasi : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat juga menanggapi positif permintaan tersebut. “Pemerintah Provinsi NTT akan mendukung mengenai beasiswa tersebut dan tentunya para penerima beasiswa juga saya harap saat kembali nanti bisa berkontribusi untuk daerah ini,” ujarnya.

“Untuk ASN yang diminta untuk melanjutkan studi di Undana saya pikir itu sangat bagus dan saya juga setuju karena Undana ini merupakan salah satu universitas yang terbaik di NTT dan juga memiliki fasilitas sarana prasarana pendidikan yang baik dengan dukungan tim pengajar dari para doktor dan profesor,” jelasnya.

“Saya juga ingin ke depan agar Undana sendiri dibanggakan melalui riset-riset yang hebat. Kita bukan hanya saja mencetak sarjana, magister ataupun doktor tetapi juga menghasilkan suatu riset di berbagai bidang untuk digunakan demi demi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Nusa Tenggara Timur,” tambahnya.

“Saya menitikberatkan pada bidang peternakan dan pertanian. Harus ada riset-riset ilmiah yang luar biasa untuk mengembangkan pertanian dan peternakan. Pemprov siapkan lahan dan dosen serta mahasiswa harus turun di lapangan. Saya mau suatu saat NTT bisa dibanggakan dari bidang peternakan dan pertanian,” jelasnya. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Gubernur VBL Resmikan SMKN 3 Kecamatan Komodo Manggarai Barat

NTT AKTUAL. LABUAN BAJO. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) meresmikan sekolah SMKN 3 Kecamatan Komodo, Manggarai Barat dan didampingi oleh Bupati Manggarai Barat, Edi Endi, Jumat (21/05/2021).

Gubernur Viktor Laiskodat dalam sambutannya mengungkapkan tentang Pengembangan Industri Pariwisata di NTT mesti perkuat Sumber Daya Manusia NTT melalui pendidikan yang menghasilkan manusia spiritual, intelektual, memiliki jejaring nasional dan sehat.

“Pengembangan Industri pariwisata di NTT harus SDM kita bangun dan jangan bangun manusianya berdasarkan indentitas sesama agama, suku dan warna kulit saja, itu bisa membuat kita tidak memiliki energi untuk mewujudkan kesejahteraan,” ungkap Gubernur Viktor Laiskodat.

“Kita bersyukur hari ini, terdapat lembaga pendidikan yang gedungnya berdiri untuk sebuah syarat bagi generasi kita menemukabmn dan nengenali jati dirinya melalui pendidikan, kita mesti dorong, karena dunia pendidikan sudah begitu jauh berkembang, pendidikan tidak menjadikan manusia seperti robot tetapi manusia yang memiliki kompetensi, kemampuan analisis dan melek teknologi,” tegas Gubernur Laiskodat

“Pendidikan yang diharapkan yaitu menghasilkan generasi memiliki spiritual, intelektual serta memiliki jejaring sosial dan sehat jasmaninya, dimana ciri khasnya yaitu manusia spiritual itu manusia yang pantang menyerah, manusia intelektual itu mampu dengan cepat melatih cara berpikirnya, kritis dalam segala hal, mampu menganalisa dalam segala hal dan memiliki jejaring sosial yang bagus serta sehat fisiknya,” tegas Gubernur VBL

“Ingatlah bahwa pariwisata itu abstrak dan imajinatif, sehingga butuh Manusia yang memiliki empat karakter tersebut (Spritual, Intelektual, jejaring sosial dan sehat) barulah mampu mewujudkannya,” tegasnya

Sementara itu, Bupati Manggarai Barat, Edi Endi dalam sambutannya menyatakan sinergi pembangunan jenjang Pemerintahan diperlukan untuk pengembangan sektor Pariwisata di Manggarai Barat dengan memperkuat skil Sumber Daya Manusia di Manggarai Barat.

“Kalau Tahun ini bapak Gubernur meresmikan SMKN 3 Komodo, kami yakin 4 tahun ke depan kita bisa melihat anak-anak Manggarai barat mampu bersaing dan berkontribusi terhadap industri pariwisata di Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata super premium”, ungkap Bupati Endi

“Kita juga sadari, kewenangan sekolah Menengah menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi secara administrasi tetapi dalam pelaksanaannya mari kita sinergi dan koordinasi untuk kemajuan Manggarai Barat karena tujuan kita sama yaitu mewujudkan kesejahteraan”, harap Bupati Edi

Panitia Pembangunan SMKN 3 Komodo dikecamatan komodo, Stefanus Satu melaporkan pembangunan Sekolah tersebut atas dukungan Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten dilaksanakan sejak September 2020 dan selesai Desember 2020 untuk memperkuat sumberdaya manusia mendukung pembangunan pariwisata di Manggarai barat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Direktur Utama Bank NTT, Staf Khusus Gubernur, Pimpinan OPD Provinsi, Pimpinan OPD Kabupaten. (*)

Sumber berita + foto : Siaran Pers Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Gubernur VBL Ingin Pendidikan di NTT Adaptif Terhadap Potensi Daerah

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengatakan pendidikan di NTT harus bisa adaptif terhadap potensi daerah untuk bisa mengembangkan pertanian, peternakan, perikanan dan pariwisata serta potensi lainnya.

Hal tersebut diungkapkannya saat menjadi keynote speech dalam acara webinar transformasi digital pendidikan di NTT yang dilaksanakan pada Rabu (5/05/2021).

“Saya mau pendidikan kita terutama bagi sekolah kejuruan (SMK) untuk bisa adaptif dan inovatis dan juga memberikan dampak pembangunan di berbagai sektor diantaranya pertanian, peternakan, perikanan dan pariwisata. Kita punya potensi yang hebat untuk hal itu,” ujar Viktor.

“Guru dan Murid bersama Pemerintah harus bisa inovatif dan kerja sama untuk mengelola potensi daerah. Di daerah NTT ini banyak sekali lahan yang tidak dikelola untuk pertanian dan dibiarkan begitu saja. Pendidikan untuk siswa harus bisa menjadikan mereka sebagau pengelola lahan pertanian juga perkebunan. Sehingga ketika mereka tamat sekolah nanti sudah bisa punya ilmu untuk kelola lahan sendiri,” jelas Gubernur Viktor.

Begitu pun juga dengan potensi peternakan. Pendidikan sekolah sejuruan harus bisa menjadikan siswanya untuk bisa menjadi peternak-peternak hebat. Kita punya potensi ternak sapi, babi, dan kambing yang bisa dijadikan produk unggulan. Juga untuk perikanan dimana wilayah laut kita cukup luas. Anak-anak kita harus handal dalam mengelola sektor perikanan,” tambahnya

Ia menambahkan begitu juga dengan bidang pariwisata agar generasi NTT punya ketertarikan untuk belajar dan mengembangkan pariwisata NTT

Pendidikan tentang potensi alam ini akan sangat mendukung kebutuhan masyarakay dan juga lulusan-lulusannya bisa menjadi petani hebat, peternak hebat, bisa berwirausaha dibidang perikanan dan pariwisata. Tidak harus jadi pegawai negeri yang kerja di kantor, Tuhan sudah siapkan daerah ini dengan kekayaan alam luar biasa untuk kita kelola dan berikan manfaatnya bagi masyarakat,” ujarnya. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Peringati Hardiknas 2021, Pemkot Kupang Komitmen Tingkatkan Kualitas Pendidikan

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH menghadiri acara Hari Ulang Tahun ke 135 Kota Kupang sekaligus memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2021 tingkat Kota Kupang, Senin (3/05/2021), bertempat di Aula Gedung Sekolah Dian Harapan Kupang. Pelaksanaan upacara peringatan Hardiknas 2021 yang bertema Serentak Bergerak Wujudkan Merdeka Belajar itu menerapkan protokol kesehatan dengan jumlah undangan yang hadir sebanyak 30 orang terdiri dari kepala sekolah dan guru SDH, sedangkan undangan lainnya mengikuti secara virtual.

Wali Kota ketika membacakan pidato Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim menyampaikan bahwa ini merupakan kali kedua upacara peringatan Hardiknas dilaksanakan ditengah pandemi Covid-19. Menurutnya, masa-masa sekarang memang tidaklah mudah bagi para pendidik, pelajar, orang tua, serta semua yang menjalani aktivitas di tengah wabah yang melanda dunia.

Lebih lanjut, dalam sambutan yang dibaca Wali Kota, Mendikbudristek menekankan kepada anak-anak Indonesia agar menjadi pelajar yang menggenggam teguh falsafah Pancasila, pelajar yang merdeka sepanjang hayatnya dan pelajar yang mampu menyongsong masa depan dengan percaya diri. Selain itu Menteri Makarim menyampaikan terima kasih kepada semua yang telah berjerih lelah membuat terobosan Merdeka Belajar dengan sasaran seluruh masyarakat, mulai dari pendidik dan pelajar dari PAUD sampai pendidikan tinggi, orang tua, pemerintah daerah hingga dunia usaha dan dunia industri.

Diakhir sambutannya, Mendikbudristek berpesan untuk perlu memahami bahwa pandemi bukanlah satu-satunya tantangan yang kita hadapi. Masih membentang sederet tantangan yang akan dan harus dilalui bersama. “Ketahuilah tidak ada tantangan yang tidak dapat dihadapi bangsa yang besar ini jika kita bergotong-royong. Bahwa dengan bergotong royong upaya kita untuk mewujudkan Merdeka Belajar akan semakin cepat terlaksana demi satu tujuan: SDM Unggul, Indonesia Maju,” tutupnya.

Seusai membaca sambutan Mendikbudristek, Wali Kota Kupang berkesempatan memberikan arahannya. Beliau mengatakan bahwa Pemerintah Kota Kupang tetap berkomitmen untuk tetap meningkatkan kualitas pendidikan pada semua jenjang, khususnya pendidikan dasar dan pendidikan menengah.

Untuk mewujudkan komitmen tersebut Pemkot Kupang berupaya untuk memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan, meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga pendidikan, meningkatkan angka partisipasi masyarakat dalam memperoleh pendidikan serta meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik.

Lebih lanjut beliau menjelaskan dalam hal ini tampak dalam berbagai program inovasi yang dilakukan Pemkot Kupang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang antara lain sebagai berikut; Menyiapkan anggaran untuk melakukan diklat penguatan dan diklat calon kepala sekolah, menyiapkan anggaran transport bagi pendidik dan tenaga kependidikan tidak tetap yang telah mengabdi diatas 5 tahun. Pemkot Kupang juga akan terus berupaya untuk mempertahankan program pemberian seragam gratis bagi anak sekolah.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Wali Kota Kupang dan foto bersama. Turut hadir mendampingi Wali Kota Kupang, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si serta para Kepala Bidang pada dinas terkait, Kepala Bagian Prokompim Setda Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP, M.Si, para Kepala Sekolah pendidikan dasar dan menengah se-Kota Kupang, baik yang hadir secara langsung maupun virtual. (*PKP_chr)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Kunjungi SMK Negeri 1 Soe, Ini Pesan Gubernur NTT

NTT AKTUAL. SOE. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menekankan desain pendidikan untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ada di NTT harus berkarakter serta memiliki keahlian khusus yang kualitasnya dapat bersaing di tingkat nasional.

Hal ini dikatakan Gubernur Viktor saat mengunjungi SMK Negeri 1 Soe, Selasa (23/03/2021).

“Untuk desain Pendidikan Menengah Kejuruan di NTT agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT menyiapkan Desain Roadmapnya, dimana pendidikan dilaksanakan selama 4 tahun dengan mempertimbangkan Kualitas SDM tenaga pendidik sebagai aset terbesar yang memiliki kualitas intelektual yang bagus. Setiap sekolah menengah kejuruan juga harus miliki jurusan khusus yang menjadi kebanggaan daerah dan nasional, output lulusanya berkarakter kebangsaan, memiliki daya tahan dalam bekerja di bidang keahliannya dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri”, tegas Gubernur Viktor

Gubernur VBL Minta agar para pendidik di SMK Negeri 1 Soe harus mengembangkan jurusan yang jadi jurusan unggulan dan ciri khas pada sekolah tersebut.

“Jangan banyak jurusan tapi tidak ada yang berhasil. Harus berani tampil dengan satu jurusan tetapi jurusan itu mampu menjadikan siswanya menjadi manusia hebat,” kata Gubernur.

“Kalau mau tertarik terhadap bidang pertanian, maka harus sungguh-sungguh belajar tentang pertanian. Datangkan pengajar yang paham betul tentang ilmu pertanian, sehingga siswa mampu memahami secara detail tentang pertanian. Demikian juga misalnya pada sektor peternakan,” ungkapnya.

“Jangan kita buat program yang banyak, tapi hasilnya dibawah standar, lebih baik programnya cukup satu tetapi orang langsung melihat hasilnya begitu luar biasa,” jelas Gubernur Viktor.

Pada kesempatan ini, Gubernur mengatakan bahwa selama ini masalah yang dialami adalah para siswa belajar tentang pertanian atau peternakan, tetapi mereka sendiri ketika tamat tidak memiliki lahan ataupun ternak. Hal ini menurut Gubernur akan berdampak pada saat siswa itu tamat. Dia akan bersusah payah untuk mencari pekerjaan.

“Sebagai Gubernur saya mengharapkan agar pihak sekolah mampu berkolaborasi dengan dinas terkait ataupun Bumdes agar para siswa dapat memiliki lahan yang kedepannya mampu diolah langsung oleh siswa itu sendiri,” urai Gubernur.

Sementara itu Bupati Timor Tengah Selatan, Egusem Pieter Tahun dalam arahannya mengucapkan terimakasih atas kehadiran Gubernur di Kabupaten ini, karena dengan kehadiran Gubernur dapat meningkatkan geliat ekonomi di Kabupaten TTS.

“Hari ini saya melihat banyak bahan makanan termasuk sayuran dan juga daging yang dibeli untuk sarapan Bapak Gubernur bersama rombongan, sudah pasti hal ini mendatangkan keuntungan bagi para penjual. Dan ini akan tetap kami jaga agar perekonomian di Kabupaten TTS tetap stabil,” urai Bupati Tahun. (*/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT

Editor : Nataniel Pekaata