Arsip Kategori: PENDIDIKAN

Gubernur VBL Ingin Pendidikan di NTT Adaptif Terhadap Potensi Daerah

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengatakan pendidikan di NTT harus bisa adaptif terhadap potensi daerah untuk bisa mengembangkan pertanian, peternakan, perikanan dan pariwisata serta potensi lainnya.

Hal tersebut diungkapkannya saat menjadi keynote speech dalam acara webinar transformasi digital pendidikan di NTT yang dilaksanakan pada Rabu (5/05/2021).

“Saya mau pendidikan kita terutama bagi sekolah kejuruan (SMK) untuk bisa adaptif dan inovatis dan juga memberikan dampak pembangunan di berbagai sektor diantaranya pertanian, peternakan, perikanan dan pariwisata. Kita punya potensi yang hebat untuk hal itu,” ujar Viktor.

“Guru dan Murid bersama Pemerintah harus bisa inovatif dan kerja sama untuk mengelola potensi daerah. Di daerah NTT ini banyak sekali lahan yang tidak dikelola untuk pertanian dan dibiarkan begitu saja. Pendidikan untuk siswa harus bisa menjadikan mereka sebagau pengelola lahan pertanian juga perkebunan. Sehingga ketika mereka tamat sekolah nanti sudah bisa punya ilmu untuk kelola lahan sendiri,” jelas Gubernur Viktor.

Begitu pun juga dengan potensi peternakan. Pendidikan sekolah sejuruan harus bisa menjadikan siswanya untuk bisa menjadi peternak-peternak hebat. Kita punya potensi ternak sapi, babi, dan kambing yang bisa dijadikan produk unggulan. Juga untuk perikanan dimana wilayah laut kita cukup luas. Anak-anak kita harus handal dalam mengelola sektor perikanan,” tambahnya

Ia menambahkan begitu juga dengan bidang pariwisata agar generasi NTT punya ketertarikan untuk belajar dan mengembangkan pariwisata NTT

Pendidikan tentang potensi alam ini akan sangat mendukung kebutuhan masyarakay dan juga lulusan-lulusannya bisa menjadi petani hebat, peternak hebat, bisa berwirausaha dibidang perikanan dan pariwisata. Tidak harus jadi pegawai negeri yang kerja di kantor, Tuhan sudah siapkan daerah ini dengan kekayaan alam luar biasa untuk kita kelola dan berikan manfaatnya bagi masyarakat,” ujarnya. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Peringati Hardiknas 2021, Pemkot Kupang Komitmen Tingkatkan Kualitas Pendidikan

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH menghadiri acara Hari Ulang Tahun ke 135 Kota Kupang sekaligus memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2021 tingkat Kota Kupang, Senin (3/05/2021), bertempat di Aula Gedung Sekolah Dian Harapan Kupang. Pelaksanaan upacara peringatan Hardiknas 2021 yang bertema Serentak Bergerak Wujudkan Merdeka Belajar itu menerapkan protokol kesehatan dengan jumlah undangan yang hadir sebanyak 30 orang terdiri dari kepala sekolah dan guru SDH, sedangkan undangan lainnya mengikuti secara virtual.

Wali Kota ketika membacakan pidato Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim menyampaikan bahwa ini merupakan kali kedua upacara peringatan Hardiknas dilaksanakan ditengah pandemi Covid-19. Menurutnya, masa-masa sekarang memang tidaklah mudah bagi para pendidik, pelajar, orang tua, serta semua yang menjalani aktivitas di tengah wabah yang melanda dunia.

Lebih lanjut, dalam sambutan yang dibaca Wali Kota, Mendikbudristek menekankan kepada anak-anak Indonesia agar menjadi pelajar yang menggenggam teguh falsafah Pancasila, pelajar yang merdeka sepanjang hayatnya dan pelajar yang mampu menyongsong masa depan dengan percaya diri. Selain itu Menteri Makarim menyampaikan terima kasih kepada semua yang telah berjerih lelah membuat terobosan Merdeka Belajar dengan sasaran seluruh masyarakat, mulai dari pendidik dan pelajar dari PAUD sampai pendidikan tinggi, orang tua, pemerintah daerah hingga dunia usaha dan dunia industri.

Diakhir sambutannya, Mendikbudristek berpesan untuk perlu memahami bahwa pandemi bukanlah satu-satunya tantangan yang kita hadapi. Masih membentang sederet tantangan yang akan dan harus dilalui bersama. “Ketahuilah tidak ada tantangan yang tidak dapat dihadapi bangsa yang besar ini jika kita bergotong-royong. Bahwa dengan bergotong royong upaya kita untuk mewujudkan Merdeka Belajar akan semakin cepat terlaksana demi satu tujuan: SDM Unggul, Indonesia Maju,” tutupnya.

Seusai membaca sambutan Mendikbudristek, Wali Kota Kupang berkesempatan memberikan arahannya. Beliau mengatakan bahwa Pemerintah Kota Kupang tetap berkomitmen untuk tetap meningkatkan kualitas pendidikan pada semua jenjang, khususnya pendidikan dasar dan pendidikan menengah.

Untuk mewujudkan komitmen tersebut Pemkot Kupang berupaya untuk memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan, meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga pendidikan, meningkatkan angka partisipasi masyarakat dalam memperoleh pendidikan serta meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik.

Lebih lanjut beliau menjelaskan dalam hal ini tampak dalam berbagai program inovasi yang dilakukan Pemkot Kupang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang antara lain sebagai berikut; Menyiapkan anggaran untuk melakukan diklat penguatan dan diklat calon kepala sekolah, menyiapkan anggaran transport bagi pendidik dan tenaga kependidikan tidak tetap yang telah mengabdi diatas 5 tahun. Pemkot Kupang juga akan terus berupaya untuk mempertahankan program pemberian seragam gratis bagi anak sekolah.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Wali Kota Kupang dan foto bersama. Turut hadir mendampingi Wali Kota Kupang, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si serta para Kepala Bidang pada dinas terkait, Kepala Bagian Prokompim Setda Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP, M.Si, para Kepala Sekolah pendidikan dasar dan menengah se-Kota Kupang, baik yang hadir secara langsung maupun virtual. (*PKP_chr)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Kunjungi SMK Negeri 1 Soe, Ini Pesan Gubernur NTT

NTT AKTUAL. SOE. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menekankan desain pendidikan untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ada di NTT harus berkarakter serta memiliki keahlian khusus yang kualitasnya dapat bersaing di tingkat nasional.

Hal ini dikatakan Gubernur Viktor saat mengunjungi SMK Negeri 1 Soe, Selasa (23/03/2021).

“Untuk desain Pendidikan Menengah Kejuruan di NTT agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT menyiapkan Desain Roadmapnya, dimana pendidikan dilaksanakan selama 4 tahun dengan mempertimbangkan Kualitas SDM tenaga pendidik sebagai aset terbesar yang memiliki kualitas intelektual yang bagus. Setiap sekolah menengah kejuruan juga harus miliki jurusan khusus yang menjadi kebanggaan daerah dan nasional, output lulusanya berkarakter kebangsaan, memiliki daya tahan dalam bekerja di bidang keahliannya dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri”, tegas Gubernur Viktor

Gubernur VBL Minta agar para pendidik di SMK Negeri 1 Soe harus mengembangkan jurusan yang jadi jurusan unggulan dan ciri khas pada sekolah tersebut.

“Jangan banyak jurusan tapi tidak ada yang berhasil. Harus berani tampil dengan satu jurusan tetapi jurusan itu mampu menjadikan siswanya menjadi manusia hebat,” kata Gubernur.

“Kalau mau tertarik terhadap bidang pertanian, maka harus sungguh-sungguh belajar tentang pertanian. Datangkan pengajar yang paham betul tentang ilmu pertanian, sehingga siswa mampu memahami secara detail tentang pertanian. Demikian juga misalnya pada sektor peternakan,” ungkapnya.

“Jangan kita buat program yang banyak, tapi hasilnya dibawah standar, lebih baik programnya cukup satu tetapi orang langsung melihat hasilnya begitu luar biasa,” jelas Gubernur Viktor.

Pada kesempatan ini, Gubernur mengatakan bahwa selama ini masalah yang dialami adalah para siswa belajar tentang pertanian atau peternakan, tetapi mereka sendiri ketika tamat tidak memiliki lahan ataupun ternak. Hal ini menurut Gubernur akan berdampak pada saat siswa itu tamat. Dia akan bersusah payah untuk mencari pekerjaan.

“Sebagai Gubernur saya mengharapkan agar pihak sekolah mampu berkolaborasi dengan dinas terkait ataupun Bumdes agar para siswa dapat memiliki lahan yang kedepannya mampu diolah langsung oleh siswa itu sendiri,” urai Gubernur.

Sementara itu Bupati Timor Tengah Selatan, Egusem Pieter Tahun dalam arahannya mengucapkan terimakasih atas kehadiran Gubernur di Kabupaten ini, karena dengan kehadiran Gubernur dapat meningkatkan geliat ekonomi di Kabupaten TTS.

“Hari ini saya melihat banyak bahan makanan termasuk sayuran dan juga daging yang dibeli untuk sarapan Bapak Gubernur bersama rombongan, sudah pasti hal ini mendatangkan keuntungan bagi para penjual. Dan ini akan tetap kami jaga agar perekonomian di Kabupaten TTS tetap stabil,” urai Bupati Tahun. (*/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT

Editor : Nataniel Pekaata

MKKTK dan IGTKI Sukses Selenggarakan Lomba Video Pembelajaran Guru PAUD se Kota Kupang

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Musyawarah Kerja Kepala Taman Kanak – Kanak (MKKTK) Kota Kupang bekerjasama dengan Ikatan Guru Taman Kanak – Kanak Indonesia (IGTKI) Kota Kupang sukses menyelenggarakan kegiatan Lomba Video Pembelajaran Kreatif Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se Kota Kupang menggunakan aplikasi KineMaster. Kesuksesan ini ditandai dengan terpilihnya 20 Video Pembelajaran Kreatif terbaik dari 20 orang Guru PAUD di Kota Kupang.

20 orang Guru PAUD yang masuk dalam nominasi terbaik Video Pembelajaran Kreatif Guru PAUD se Kota Kupang dengan menggunakan aplikasi KineMaster ini diumumkan pada puncak acara yang berlangsung secara virtual melalui Aplikasi Zoom, Senin (30/11/2020).

Puncak acara Lomba Video Pembelajaran Kreatif Guru PAUD se Kota Kupang dengan aplikasi KineMaster dan berlangsung secara virtual melalui aplikasi Zoom ini diikuti oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami.,M.Si, Ketua Kelompok Kerja Pengawas Taman Kanak – Kanak Kota Kupang, Talenalain Muskananfola, S.Pd., AUD, Ketua MKKTK Kota Kupang, Monica Defi Malelak S.Pd, Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan, Sari Dewi Astuti, S.Pd.,GR, bersama susunan Panitia dan segenap undangan lainnya. 

Pada kesempatan ini Ketua MKKTK Kota Kupang, Monica Defi Malelak S.Pd, mengatakan MKKTK Kota Kupang merupakan perpanjangan tangan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang dalam mendukung program-program pendidikan di bidang pendidikan anak usia dini dan untuk menjawab hal ini maka MKKTK Kota Kupang menyusun beberapa program guna memenuhi kebutuhan baik untuk PTK maupun juga untuk peserta didik. 

Ketua MKKTK Kota Kupang, Monica Defi Malelak S.Pd, saat memberikan sambutannya secara virtual melalui Aplikasi Zoom, Senin (30/11/2020)

“Guna mencapai kesuksesan sebuah program kami tidak bisa bekerja sendiri tetapi kami juga harus bekerjasama dengan pihak lain dan diantaranya kali ini kami bekerjasama dengan Organisasi Profesi IGTKI Kota Kupang serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang untuk mengadakan Lomba Video Pembelajaran Kreatif Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se Kota Kupang dengan aplikasi KineMaster,” kata Monica.

Dirinya menjelaskan bahwa kegiatan lomba ini merupakan bagian dari tindak lanjut workshop desain pembelajaran inovatif di era digital dengan aplikasi Kinemaster yang telah dilaksanakan pada tanggal 9 dan 10 Oktober 2020 lalu. 

“Tujuan pelaksanaan lomba ini yaitu untuk mengetahui sejauh mana pemahaman peserta workshop dalam menyimak dan mampu melaksanakan tugas sebagai guru dalam membuat video pembelajaran yang menarik serta mudah dipahami baik oleh orang tua maupun anak, sekaligus mempermudah guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan aplikasi KineMaster,” ujarnya.

Sebagai penyelenggara, MKKTK Kota Kupang dan IGTKI Kota Kupang bangga karena antusias atau respon dari Kepala Sekolah dan guru-guru sangat besar dalam mengikuti kegiatan lomba ini, tambahnya.

“Harapan kami sebagai penyelenggara kiranya antusias dan respon yang baik ini terus dilestarikan sehingga melahirkan generasi-generasi penerus yang berkarakter. Selain itu Puncak dari kegiatan lomba kali ini bukanlah akhir dari sebuah prestasi tetapi teruslah belajar dan persembahkanlah yang terbaik bagi Nusa dan Bangsa melalui pendidikan anak usia dini,” ujar Monica.

Selanjutnya atas nama pengurus MKKTK Kota Kupang, Monica Defi Malelak menyampaikan terima kasih kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang serta jajarannya yang selalu mendukung MKKTK dalam setiap program. 

Dirinya juga menyampaikan terimakasih kepada semua sponsor yang telah mendukung kegiatan Lomba Video Pembelajaran Kreatif Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se Kota Kupang menggunakan aplikasi KineMaster.

Di kesempatan yang sama Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan, Sari Dewi Astuti, S.Pd.,GR, dalam laporan pelaksanaan kegiatan yang di sampaikannya menjelaskan bahwa penyelenggaraan kegiatan Lomba pembuatan Video Pembelajaran Kreatif bagi Guru PAUD se Kota Kupang menggunakan aplikasi KineMaster ini juga untuk merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Guru Nasional Tahun 2020.

Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan, Sari Dewi Astuti, S.Pd.,GR, saat menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan secara virtual melalui Aplikasi Zoom, Senin (30/11/2020)

Dirinya menambahkan Thema kegiatan Lomba Video Pembelajaran Kreatif Guru PAUD se Kota Kupang ini yaitui “Bangkitkan Semangat Wujudkan Merdeka Belajar” dan dengan Sub Themanya adalah “Guru Kreatif Merancang Video Pembelajaran Untuk Membangkitkan Semangat Merdeka Belajar”.

Tujuan dari kegiatan Lomba Video Pembelajaran Kreatif Guru PAUD se Kota Kupang menggunakan aplikasi KineMaster ini yaitu guna menilai sejauh mana penguasaan Pendidik PAUD se Kota Kupang untuk menciptakan pembelajaran yang inovatif dengan membuat video pembelajaran yang kreatif selama masa pandemi Covid-19, jelas Sari Dewi Astuti.

Kegiatan Lomba Video Pembelajaran Kreatif Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se Kota Kupang yang dilaksanakan secara online ini diikuti sebanyak 32 Lembaga TK dan RA serta 6 Lembaga Kelompok Bermain dengan total pesertanya adalah 77 orang Pendidik PAUD, tambah Sari. 

“Dari total 77 orang Pendidik (Guru) PAUD yang menjadi peserta dalam kegiatan ini, Panitia memilih 20 Video Nominasi terbaik dari 20 orang Guru PAUD yang mengikuti kegiatan ini,” pungkasnya. (NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Peringati Hari Guru, Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Seragam

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Bertepatan dengan peringatan Hari Guru dan HUT PGRI ke-75, Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M.,M.H., turun langsung untuk menyerahkan bantuan pakaian seragam, tas dan buku tulis bagi siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) se-Kota Kupang. Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada beberapa siswa di SD Inpres Oepoi, Rabu (25/11/2020).

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M.,M.H, saat menyerahkan secara simbolis bantuan pakaian seragam, tas dan buku tulis kepada salah seorang Siswi SD Inpres Oepoi, Rabu (25/11/2020). Dokumentasi : PKP Setda Kota Kupang

Dalam penyerahan tersebut Wali Kota didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si dan jajarannya serta Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP, M.Si.

Wali Kota saat penyerahan tersebut menyampaikan, bantuan berupa pakaian seragam, tas sekolah dan buku tulis ini bertujuan untuk menunjang keberhasilan proses belajar anak-anak peserta didik. Bantuan ini menurutnya merupakan bagian dari perjuangan Pemerintah Kota Kupang untuk memberikan kontribusi bagi anak-anak yang membutuhkan.

Diakuinya saat ini masih banyak anak-anak di Kota Kupang yang berasal dari keluarga kurang mampu yang membutuhkan uluran tangan dari pemerintah. “Kita tidak hanya sekedar urus jalan dan taman saja, tapi juga ingin bantu sama saudara kita yang tidak mampu terutama di tengah pandemi covid 19 ini. Jangan sampai korbankan anak-anak yang butuh hanya karena segelintir orang yang sudah mampu,” ujarnya. Apa lagi menurutnya pada bulan Januari mendatang kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah sudah mulai berjalan seperti biasa.

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M.,M.H, didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si dan jajarannya melakukan foto bersama dengan Kepala Sekolah serta Siswi-Siswi SD Inpres Oepoi Kupang usai penyerahan bantuan, Rabu (25/11/2020). Dokumentasi : PKP Setda Kota Kupang

Pada kesempatan yang sama mantan Anggota DPR RI dua periode itu juga menjelaskan akan berusaha dan berjuang agar bantuan ini bisa menjadi program rutin setiap tahunnya. Namun menurutnya tentu rencana tersebut baru bisa terwujud jika mendapat dukungan dan persetujuan dari DPRD Kota Kupang. “Kalau dewan tidak setuju terpaksa program ini kita stop sampai di sini saja,” tambahnya.

Kepala Sekolah SDI Oepoi, Juliana Ludji, S.Pd menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota dan jajarannya yang sudah merancang program bantuan ini. Menurutnya bantuan pakaian seragam, tas sekolah dan buku tulis ini sangat membantu para siswa mereka terutama yang berasal dari keluarga kurang mampu. Saat ini SDI Oepoi memiliki 613 orang siswa-siswi, yang terdiri atas 328 siswa dan 285 siswi.

Dukungan terhadap program bantuan seragam sekolah juga disampaikan Ibu Marselina Amalo Adi, orang tua siswa yang turut hadir pada kesempatan tersebut mendampingi anaknya. Atas nama para orang tua dan siswa dia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Kupang yang sudah memberikan bantuan kepada anak-anak mereka.

Diakuinya akibat pandemi covid 19 ini, pendapatan yang mereka peroleh jadi terbatas. Karena itu mereka sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah dan bantuan semacam ini bisa menjadi agenda rutin setiap tahunnya. “Kalau bisa jangan hanya bantuan seragam, tas dan buku tulis saja, tetapi anak-anak kami juga diberikan bantuan lainnya, seperti buku pelajaran supaya bisa belajar dari rumah,” pungkasnya. (*Pkp_Ans/NA)

Sumber Berita + Foto : Siaran Pers PKP Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

Memajukan UNSTAR, Daniel Babu Siap Jalin Komunikasi Dengan Semua Elemen

NTT AKTUAL. BA’A. Demi memajukan Universitas Nusa Lontar (UNSTAR) yang ada di Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Rektor UNSTAR, Daniel Babu, SH.,MH, mengungkapkan bahwa dirinya siap untuk menjalin komunikasi dengan semua elemen masyarakat.

Hal ini disampaikan Rektor UNSTAR, Daniel Babu, SH.,MH kepada NTT Aktual saat diwawancarai melalui seluler (Handphone) pada Senin (23/11/2020) malam.

Sebagai Rektor UNSTAR ada beberapa hal yang menjadi tanggung jawab, yang dimana untuk perguruan tinggi swasta seperti UNSTAR, dosen dan pegawai hidup dari yayasan, oleh sebab itu Rektor mempunyai tanggung jawab yang pertama yaitu harus berani membuka diri untuk membangun komunikasi dengan semua elemen masyarakat serta semua tokoh masyarakat bahkan dengan pemerintah dan DPRD, agar bisa membantu mendukung kemajuan Universitas itu sendiri, jelas Daniel.

Rektor Universitas Nusa Lontar (UNSTAR), Daniel Babu,SH.,MH. Dokumentasi : Istimewa

“Karena itulah untuk menyikapi hal tersebut, setelah saya ditunjuk dan ditetapkan sebagai Rektor saya pastikan saya akan membangun hubungan yang baik dengan Pemerintah, DPRD, Lembaga Vertikal dan Lembaga Horizontal yang ada serta dengan tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh perempuan guna bisa memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Rote Ndao, khususnya di UNSTAR karena yang di hasilkan dari Kabupaten Rote Ndao dia juga berguna untuk Indonesia dan berguna untuk Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT),” ujar Daniel.

Lanjutnya, tidak boleh karena ada di perbatasan dan ada di daerah yang kecil, kita kalah saing dalam konteks mutu dan perkembangan.

Daniel mengungkapkan target dirinya kedepan sebagai Rektor, UNSTAR tidak boleh tertinggal dalam hal pengembangan dan perkembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Rote Ndao dan di Provinsi NTT. 

“Saya targetkan UNSTAR tidak boleh kalah dalam hal pengembangan SDM, baik dengan Universitas yang ada di Ibu Kota Provinsi dan Universitas yang ada di Ibu Kota Negara,” kata Daniel.

Diakhir wawancara melalui Handphone ini, Daniel Babu mengutarakan harapannya yaitu dirinya mengharapkan secara khusus adanya dukungan dari Pemerintah, DPRD dan semua elemen masyarakat yang ada di Kabupaten Rote Ndao dan pada umumnya Daniel mengharapkan pula adanya dukungan dari Pemerintah Provinsi, DPRD Provinsi dan semua elemen masyarakat yang ada di tingkat Provinsi guna bersama-sama mendukung kemajuan pendidikan di UNSTAR. (NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Gubernur : Kerja Harus dengan Inovatif dan Kreatifitas Untuk Bangun NTT

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan untuk menciptakan kemajuan daerah maka tentu dibutuhkan inovasi dan kreatifitas dalam proses pembangunan baik dalam pengelolaan sumber daya alam dan juga peningkatan kapasitas SDM.

Hal tersebut diungkapkannya dalam acara Penandatanganan Nota Kesepahaman antar Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur Dengan Pimpinan Perguruan Tinggi Se-Daratan Timor, Rote, Sabu dan Alor Dalam Menunjang Kegiatan Prioritas Pembangunan Daerah Provinsi NTT, yang dilaksanakan di Hotel Swisbell Kristal Kupang pada Senin (23/11/2020).

Acara Penandatanganan Nota Kesepahaman antar Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur Dengan Pimpinan Perguruan Tinggi Se-Daratan Timor, Rote, Sabu dan Alor, yang dilaksanakan di Hotel Swisbell Kristal Kupang pada Senin (23/11/2020). Dokumentasi : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

“Kalau kita mau agar NTT ini punya masa depan yang cerah maka harus ciptakan cara kerja yang inovatif dan kreatif. Jangan dengan cara kerja yang lama yang hasilnya tidak maksimal. Ini adalah tanggung jawab kita bersama mulai dari Pemerintah, Perguruan Tinggi dan Masyarakat serta pihak swasta,” jelas Gubernur.

“Saya ingin semua kita berpartisipasi bawa NTT menuju sejahtera.
Kita harus bukan berilmu saja namun harus diterapkan dan ada hasil. Semuanya desain dengan benar dengan anggaran yang terencana. Misalnya untuk pertanian. Kita tanam semangka maka harus terencana dengan baik persiapan lahannya, anggaran dibantu dari pemerintah, kemudian penanaman, perawatan hingga pada panennya diusahakan sampai dibeli oleh pihak swasta, maka market kita bertumbuh. Juga Perguruan Tinggi beri edukasi pada masyarakat agar berkelanjutan,” paparnya.

Acara Penandatanganan Nota Kesepahaman antar Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur Dengan Pimpinan Perguruan Tinggi Se-Daratan Timor, Rote, Sabu dan Alor, yang dilaksanakan di Hotel Swisbell Kristal Kupang pada Senin (23/11/2020). Dokumentasi : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Gubernur juga mengatakan agar pihak perguruan tinggi terutama Dosen dan Mahasiswa harus memiliki tanggung jawab untuk bersinergi bersama masyarakat dalam pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya alam di bidang peternakan, pertanian dan perikanan serta pariwisata.

“Kita juga ingin agar ke depannya kita mampu mengelola pakan ternak kita sendiri sehingga menekan anggaran impor pakan ternak kita dan tidak perlu diambil dari luar NTT. Kita kelola dengan benar semuanya sehingga bisa membantu kelancaran program TJPS kita,” ujarnya.

“Saya juga tangal 27 November nanti akan bertemu Menteri ESDM membicarakan pengembangan energi terbarukan yang kita miliki yaitu sumber energi panas matahari yang ada di pulau Timor dan Pulau Sumba,” tambahnya.

Sementara itu Rektor Universitas Nusa Cendana Prof. Ir. Fredrik Benu M.Si Ph.D yang membawakan sambutan mewakili seluruh pimpinan Perguruan Tinggi memberikan apresiasi pada Pemprov NTT atas kerja sama yang dimaksud.

“Terima kasih pada Pemprov NTT yang sudah melaksanakan kerja sama ini dan tentunya membuka kesempatan yang besar bagi kami Pihak Perguruan Tinggi untuk turut mendukung program pembangunan. Ini juga tentunya sangat membantu para mahasiswa yang mana saat ini juga diberikan kesempatan untuk turun ke lapangan dan kerja nyata bersama masyarakat dan itu ada perhitungan angka kredit dari mata kuliah yang dipilih tersebut,” jelas Prof Fredrik.

Prof. Fredrik juga mengatakan jauh sebelum perencanaan pelaksanaan kerja sama tersebut pihaknya bersama beberapa pimpinan perguruan tinggi juga telah berkoordinasi dengan OPD terkait dengan pelaksanaan program kerja dan juga rencana edukasi masyarakat baik nantinya melalui praktek kerja lapangan oleh mahasiswa maupun riset dan edukasi serta pelatihan bagi masyarakat.

Dalam penandanganan nota kesepahaman tersebut diikuti oleh 35 Perguruan Tinggi yang ada di Timor, Rote, Sabu, dan Alor.(*/NA)

Sumber : Siaran Pers Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Wawali Apresiasi Program ITF dari Ruangguru

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man memberi apresiasi setingginya kepada Ruangguru yang telah membantu 152 guru di Kota Kupang lewat program pelatihan guru, Indonesia Teaching Fellowship (ITF). Pelatihan gratis tersebut berlangsung selama setahun dari Oktober tahun 2019 hingga bulan Oktober 2020 bagi 59 guru SD dan 66 guru SMP di Kota Kupang dan ditutup secara resmi oleh Wawali pada hari ini, Selasa (27/10/2020). Turut hadir dalam acara penutupan tersebut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si.

Dalam sambutannya pada acara penutupan yang diikutinya secara daring dari ruang kerjanya tersebut, Wawali atas nama Pemerintah Kota Kupang dan para guru menyampaikan terima kasih kepada Ruangguru dan semua pihak yang terlibat dalam program ini. Menurutnya selama satu tahun terakhir para guru peserta program ini tentunya sudah mendapat banyak hal yang jika dianalogikan dalam dunia kesehatan sebagai Vitamin K. K yang pertama adalah kompetensi guru yang diyakininya tentu mengalami peningkatan. K lainnya yang diperoleh para guru dalam pelatihan ini adalah kapasitas.

Diakuinya capacity building bukanlah proses yang gampang dan murah. Harapannya setelah pelatihan ini para peserta bisa membuktikan kapasitasnya dalam proses belajar mengajar dengan para siswa. “Kalau bisa bukan hanya gurunya saja yang mencapai standar nasional, tetapi juga nilai siswanya juga melampaui standar nasional,” tambahnya. Dengan mengikuti program ini para guru juga bisa lebih memiliki komitmen serta lebih inovatif dan komunikatif dalam proses belajar mengajar terutama dalam mengelola perbedaan.

Diakuinya, pandemi covid 19 yang berkepanjangan ini membuktikan peran penting guru sangat dibutuhkan bagi pertumbuhan dan perkembangan intelektual anak. Namun dia mengingatkan para guru akan tantangan zaman saat ini tentang tuntutan pemanfaatan teknologi untuk proses belajar mengajar yang lebih efektif. Wawali berharap para guru bisa memanfaatkan ilmu yang sudah diperoleh ini untuk memajukan generasi muda penerus bangsa. Kepada Ruangguru, Adaro Foundation dan Persada Capital Investama yang mensponsori program ini, Wawali berharap agar kegiatan semacam ini bisa terus berlanjut di tahun-tahun mendatang. Pemerintah Kota Kupang siap merespon dan membangun kerja sama kedepan.

CEO Ruangguru, Adamas Belva Syah Devara dalam sambutannya menyampaikan program ini mereka gagas karena sangat tersentuh dengan dedikasi para guru yang terus berupaya mencerdaskan anak bangsa. Diakuinya tentu tantangan para guru saat mengajar tidaklah mudah. Apalagi adanya kebijakan penyesuaian pembelajaran selama pandemic Covid 19. Program ITF menurutnya adalah pelatihan guru gratis bagi 1500 guru di 10 kabupaten/kota di Indonesia secara offline dan online yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas guru dengan menitikberatkan pada aspek motivasi, kompetensi pedagogik, penguasaan materi pelajaran dan kompetensi teknologi terutama dalam mengakses pembelajaran secara digital. Dia berharap lewat pengenalan digital, para guru bisa lebih menguasai teknologi yang dibutuhkan yang berguna untuk kegiatan belajar mengajar.

Pada kesempatan yang sama Kepala Kebijakan Publik Ruangguru, Amri Ilmma memaparkan program ITF telah membuktikan hasil yang signifikan. Hasil yang diperoleh berbanding lurus dengan usaha dan kerja keras selama satu tahun terakhir. Menurutnya setelah pelatihan setahun dilakukan try out uji kompetensi guru dan diperoleh hasil lebih dari 65 persen peserta ITF meraih poin di atas standar kompetensi minimal secara nasional. Mereka berharap hasil ini bisa memberikan manfaat bagi guru yang lain juga.

Ketua Yayasan Adaro Bangun Negeri/Adaro Foundation, Dr. Ir. Adjie Sapta, M.Si memberikan apresiasi kepada para guru peserta ITF yang telah melakukan yang terbaik selama satu tahun ini. Menurutnya guru ibarat bintang yang memberikan petunjuk dan arah bagi para siswanya tentang bagaimana menapaki masa depan. Karena itu kepada para guru dia berharap untuk senantiasa menjadi bintang bukan hanya bagi para siswanya tetapi juga para rekan guru lainnya. (*PKP_ans/rdp/ft/NA)

Sumber : Siaran Pers PKP Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

Pembelajaran Secara Daring, Dumuliahi Djami : Guru Harus Lebih Kreatif

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Pada proses pembelajaran secara daring (dalam jaringan) ini, guru-guru atau tenaga pengajar harus bisa lebih kreatif dan waktu pembelajarannya lebih dipersingkat. “Kalau waktu pembelajaran 10 sampai 15 menit itu bisa, tidak usah sampai 20 atau 25 menit itu lebih bagus, karena kita tidak ingin peserta didik merasa jenuh,”

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si, kepada awak Media saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (14/10/2020).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si. Dokumentasi : Nataniel Pekaata/NTT Aktual

Dumuliahi Djami menambahkan metode pembelajaran secara daring yang diberikan oleh guru-guru kepada peserta didik (siswa/siswi) harus dapat membuat para peserta didik itu tetap merasa senang atau nyaman dan siswa-siswi tidak merasa jenuh.

“Metode pembelajaran yang dipakai secara daring ini harus dapat juga membuat peserta didik merasa senang. Selain itu diharapkan pula bagi para guru jangan juga memindahkan secara keseluruhan pembelajaran secara tatap muka yang biasanya itu 1 Jam sama dengan 35 Menit di metode pembelajaran daring, paling secara daring ini sekitar 20 – 25 Menit. Inti-intinya dan substansi nya apa itu diberikan kepada peserta didik dan selanjutnya diharapkan peserta didik secara kretaif dan aktif pula dapat melakukan tugas-tugas yang diberikan oleh guru atau tenaga pengajar,” ujar Dumuliahi Djami.

Dalam Metode Daring ini cukup banyak contoh tutorial yang dapat di unggah di Google. “Contoh-contoh pembelajaran secara daring itu walaupun tidak bisa dilaksanakan 100 persen di Kota Kupang, tetapi paling kurang dapat dijadikan sebagai acuan untuk kita buat semacam tutorial-tutorial bagi peserta didik, sehingga walaupun dengan metode pembelajaran secara Daring di saat pandemi ini tetap juga membuat peserta didik merasa nyaman dan senang,” katanya.

Selain itu Dumuliahi Djami menerangkan pula Daring atau pendidikan jarak jauh ini tidak dapat didefinisikan bahwa sama dengan memberikan tugas kepada peserta didik setiap harinya. “Bayangkan kalau dalam satu hari itu ada dua atau tiga guru mata pelajaran yang memberikan tugas dan satu minggu misalnya ada delapan sampai dua belas mata pelajaran memberikan tugas. Hal ini kerap kali juga membuat peserta didik menjadi kerepotan dan akhirnya lebih banyak mereka tidak mengerjakan tugas dan yang mengerjakan tugas mereka adalah orang tua apalagi peserta didik TK dan SD. Oleh karena itu kita perlu strategi agar peserta didik itu senang juga mengerjakan tugas yang dimana dalam hal ini tugas yang diberikan juga jangan banyak-banyak,” jelas Dumuliahi Djami.

Dalam metode pembelajaran secara daring ini diperlukan rasa saling pengertian antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Guru, Kepala Sekolah dan juga orang tua serta siswa, tambahnya.

“Memang dalam kondisi seperti ini kita perlu saling mengerti antara Dinas Pendidikan, Kepala Sekolah juga antara Guru dan orang tua, serta antara orang tua dengan peserta didik,” tutup Dumuliahi Djami. (NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Anita Gah Siap Perjuangkan Bantuan Bidik Misi Bagi 100 Mahasiswa UPG 1945

NTT AKTUAL. KUPANG. Anggota Komisi X DPR RI, Anita Jacoba Gah, SE, siap untuk memperjuangkan bantuan bidik misi bagi 100 orang mahasiwa Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 NTT.

Hal ini disampaikan Anita Jacoba Gah saat bertatap muka langsung dengan Ketua Yayasan UPG 1945, Wakil Rektor, Dekan, Dosen dan Mahasiswa UPG 1945 bertempat di Aula Lantai III UPG 1945, Rabu (30/09/2020) siang.

Anggota DPR RI dari Komisi X, Anita Jacoba Gah, SE, saat foto bersama dengan Ketua Yayasan UPG 1945 NTT, Samuel Haning.,SH,MH, Wakil Rektor UPG 1945 NTT, Dosen dan Mahasiswa di Aula Lantai 3 UPG 1945 NTT, Rabu (30/09/2020) siang. Dokumentasi : Nataniel Pekaata/NTT Aktual

“Sebagai wakil rakyat yang mewakili NTT saya juga mengingat UPG 1945, saya tau ada banyak putra putri bangsa di tempat ini yang harus juga diperjuangkan dan diperhatikan. Oleh sebab itu saya siap memperjuangkan 100 orang Mahasiwa UPG 1945 semester pertama untuk bisa memperoleh bantuan bidik misi melalui jalur pemangku kepentingan yaitu melalui jalur anggota DPR RI, karena selain bantuan bidik misi ini bisa didaftar secara online, melalui kampus tetapi bisa juga melalui jalur aspirasi pemangku kepentingan atau anggota DPR RI,” ujar Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat tersebut.

Anggota DPR RI dari Komisi X, Anita Jacoba Gah, SE (kedua dari kanan) saat bertatap muka dengan Mahasiswa UPG 1945 NTT, Rabu (30/09/2020) siang. Dokumentasi : Nataniel Pekaata/NTT Aktual

“Dirinya berharap 100 orang Mahasiswa UPG 1945 NTT yang diperjuangkannya ini bisa memperoleh bantuan bidik misi dengan melihat syarat-syarat yang harus dipenuhi yaitu mahasiswa semester I dengan biaya persemester nya paling tinggi yaitu Rp.2.400.000. Bantuan ini akan diperoleh dari semester I hingga semester akhir. Bantuan dari Kementerian ini kalau tidak salah Rp.6.000.000 per semester, dimana Rp 2.000.000 akan langsung di transfer ke kampus untuk biaya kuliah dan Rp.4.000.000 nya akan menjadi milik mahasiswa sebagai uang saku mahasiswa setiap semester,” tutur Anita Gah.

Semoga bantuan bidik misi ini bisa digunakan dengan baik oleh mahasiswa yang memperolehnya karena tidak semua orang mendapatkannya. “Jadi siapa pun yang dapat bantuan bidik misi ini bisa disyukuri dan digunakan dengan baik. Saya akan langsung memberikan rekomendasi kepada Kementerian supaya bisa menerima 100 orang Mahasiswa UPG 1945 yang diperjuangkannya untuk memperoleh bantuan bidikmisi,” jelas Anita Gah.

Kemudian ada juga dalam masa pandemi Covid-19 ini, banyak orang tua mahasiswa yang terkena dampaknya dan tidak mampu membayar uang kuliah anak-anaknya. “Melihat hal ini untuk mahasiswa yang ada di semester III, V dan VII kami memperjuangkan bagi mereka yakni Uang Kuliah Tambahan (UKT) dan kalau tidak salah besarannya yakni Rp.2.500.000 dan semua ini dari Kementerian. Bagi UPG 1945 saya akan memperjuangkan 30 orang mahasiswa nya untuk bisa memperoleh UKT tersebut dan 100 orang bisa memperoleh bantuan bidik misi,” pungkasnya.

Dirinya memesan kepada para mahasiswa UPG 1945 NTT untuk selalu semangat dalam belajar dan kuliah serta selalu berserah kepada Tuhan agar pada akhirnya para mahasiswa bisa menyelesaikan studi dengan baik, tutup Anita Gah.

Ditempat yang sama Ketua Yayasan UPG 1945 NTT, Samuel Haning.,SH,MH, mengatakan dirinya mengucapkan terimakasih kepada ibu Anita Gah yang sudah memberikan perhatian kepada mahasiswa UPG 1945.

“Saya ucapkan terimakasih kepada ibu Anita Gah dan seluruh teman-teman di Komisi X DPR RI serta kepada Pemerintah,” ujarnya.

Dengan adanya bantuan ini juga turut memberikan semangat dan membangkitkan spirit mahasiswa UPG 1945 NTT, jelas Samuel Haning.

“Ada sebagian orang tua dari mahasiswa UPG 1945 yang harus berjuang dengan keringat dan semangat hanya untuk membiayai kuliah anaknya, tetapi bersyukur ibu Anita Gah datang bisa berjuang untuk membantu mereka. Biaya kuliah disini hanya Rp.1.500.000 per semester, untuk itu masih ada Rp.900.000 bagi mahasiswa yang menerima bantuan bidik misi tersebut dan bahkan mereka bisa membantu orang tua mereka,” ungkapnya.

Dirinya bersama Rektor, Wakil Rektor, Dekan, Dosen dan mahasiswa UPG 1945 tidak bisa berbuat banyak selain mengucapkan rasa terimakasih kepada ibu Anita Gah, semoga ibu Anita selalu sehat serta senantiasa diberkati Tuhan, tutup Samuel Haning. (Red)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata