Arsip Kategori: PENDIDIKAN

Ikatan Alumni Faperta Undana Serahkan Beasiswa Bantuan Kuliah Bagi 12 Mahasiswa Berprestasi

NTT AKTUAL KUPANG. Bertempat di Aula Kampus Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana, hari ini Selasa 26 April 2022, Ikatan Alumni Universitas Nusa Cendana Fakultas Pertanian (IKADANA FAPERTA) merupakan wadah organisasi bagi para Alumni Faperta, kembali menyerahkan Beasiswa/bantuan kuliah bagi 12 (dua belas) orang mahasiswa berprestasi dari program studi  Agroteknologi, Program Studi Agribisnis dan Program Studi Kehutanan serta bantuan dukungan operasional kegiatan ekstra untuk kampus Faperta Undana.

Ketua Ikatan Alumni Universitas Nusa Cendana Fakultas Pertanian (Ikadana Faperta)  Nixon Balukh, SP, M,Si dalam sambutannya mengatakan bahwa Ikadana Faperta sebagai wadah profesi yang diharapkan dapat mengoptimalkan potensi alumni Fakultas Pertanian Undana dalam mendukung pemberdayaan alumni, mendukung pengembangan kampus dan juga mendukung pembangunan di daerah.

 

Lebih lanjut Nixon mengatakan bahwa Program/kegiatan Ikadana Faperta yang sudah berjalan antara lain (1) kuliah Umum dari alumni untuk kampus setiap bulan, (2) Pemberian beasiswa alumni bagi mahasiswa berprestasi dengan kemampuan ekonomi terbatas, (3) pembekalan kewirausahaan bagi wisudawan/alumni baru serta (4) pengabdian masyarakat/penyuluhan bersama alumni dan dosen, (5) Webinar Nasional Pengembangan Porang melalui Kultur Jaringan, (6) Pembekalan Mahasiswa Baru sebagai masyarakat Ilmiah, (7) Promosi/sosialisasi kampus Faperta Undana. di Adapun Tagline dari Ikadana Faperta adalah Dari Alumni, Oleh Alumni dan Untuk Faperta. Jumlah alumni sekarang tercatat sebanyak 4.432 alumni yang berasal dari 3 program Studi yaitu Agroteknologi, Agribisnis dan Kehutanan merupakan potensi yang terus digerakan untuk mendukung kampus dan pembangunan. Pemberian beasiswa tahun ini merupakan tahun yang kedua sebagai salah satu perwujudan dukungan alumni terhadap mahasiswa berprestasi untuk menyelesaikan studinya. Setiap penerima beasiswa dua tahun berturut menerima beasiswa Ikadana Faperta.

Penyerahan beasiswa dari Ikadana Faperta yang di terima 12 mahasiswa berprestasi Fakultas Pertanian UNDANA, Selasa (26/4/2022)

Dekan Fakultas Pertanian Undana Dr. Ir. Muhammad S. M. Nur, M.Si dalam sambutannya mengatakan bahwa Alumni merupakan salah satu komponen penting dalam mendukung pengembangan kampus terutama dalam mendukung akreditasi kampus sekaligus juga berkolaborasi dengan kampus mendukung pengembangan kapasitas masyarakat dan mendukung program pemerintah daerah baik Provinsi maupun kabupaten/kota.

Muhhamad Nur menambahkan bahwa atas nama civitas akademik Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada para alumni melalui wadah Ikadana Faperta dan mengharapkan agar Ikadana Faperta terus dapat berkolaborasi dengan Fakultas untuk melaksanakan berbagai program/kegiatan. Kepada para mahasiswa penerima beasiswa agar dapat memanfaatkan beasiswa ini untuk mendukung aktivitas perkuliahannya serta menjadikan momentum ini sebagai pembelajaran agar nanti ketika kalian menjadi alumni,  disamping dapat berbuat sesuatu bagi masyarakat dan pembangunan juga dapat berbuat sesuatu bagi kampus/almamater seperti apa yang dilakukan oleh kakak/senior kalian saat ini bagi kalian sekaligus harus siap menerima estafet sebagai generasi penerus penggerak Ikadana Faperta. (*)

Tingkatkan Pengetahuan Sejarah, Siswa SMA Tunas Harapan Kunjungi Museum NTT

NTT AKTUAL. KUPANG. Dalam rangka meningkatkan kualitas edukasi dan pengetahuan tentang sejarah, siswa-siswi (pelajar) SMA Tunas Harapan Kupang mengunjungi Museum Daerah Provinsi NTT, hari ini Rabu (6/4/2022).

Dalam kunjungan ini para pelajar didampingi oleh guru dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum dan terlihat para pelajar sangat antusias melihat setiap icon sejarah yang ada di Museum.

Tenaga pengajar dan siswa-siswi SMA Tunas Harapan Kupang saat foto bersama di Museum Daerah Provinsi NTT, Rabu (6/4/2022). Dokumentasi : Nataniel Pekaata/NTT AKTUAL

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum yang mendampingi siswa-siswi SMA Tunas Harapan Kupang mengunjungi Museum Daerah Provinsi NTT, Merydian passoe, S.S, saat ditemui Media ini mengatakan tujuan mengunjungi Museum Daerah Provinsi NTT ini yaitu untuk memberikan edukasi khususnya tentang sejarah kepada para pelajar yang dalam hal ini siswa dan siswi SMA Tunas Harapan.

“Selain itu tujuan lain dari kegiatan mengunjungi Museum yakni agar para siswa-siswi bisa mengenal lebih dekat benda-benda bersejarah yang ada di Museum Daerah Provinsi NTT,

Jumlah guru atau tenaga pengajar yang mendampingi siswa-siswi Tunas Harapan Kupang mengunjungi Museum Daerah Provinsi NTT berjumlah empat orang guru dan siswa-siswa yang ikut dalam kegiatan mengunjungi museum ini berjumlah sebanyak tujuh belas orang.

Figur yang juga merupakan Guru mata pelajaran Bahasa Inggris di SMA Tunas Harapan ini menambahkan kegiatan mengunjungi Museum Daerah akan dilakukan kedepannya lagi karena sesuai juga dengan salah satu materi pengajaran Bahasa Inggris yakni Recount text yang salah satu item pengajaran nya berkaitan erat dengan benda-benda bersejarah yang ada di Museum.

Harapannya setelah mengunjungi museum para siswa-siswi dapat mengerjakan tugas yang diberikan dengan baik. Tugas yang diberikan adalah memilih salah satu benda bersejarah atau icon yang ada di Museum Daerah Provinsi NTT dan dipersentasikan dalam bahasa Inggris.

“Jadi kepada para siswa-siswi, saya berpesan agar kegiatan mengunjungi Museum ini bukan hanya merupakan rekreasi semata, tetapi setelah dari sini mereka bisa dengan baik mengerjakan tugas yang diberikan dari sekolah yaitu untuk mempersentasikan salah satu icon di museum daerah NTT dalam bahasa Inggris. Dalam hal ini para siswa-siswi bisa terserah memilih icon mana yang hendak mereka persentasikan nantinya (Merdeka Belajar),” tandasnya.

Ditempat yang sama salah seorang siswi Kelas X SMA Tunas Harapan Kupang, Hasmi Marsita Banfatin mengatakan dirinya merasa senang mengunjungi Museum Daerah Provinsi NTT, karena di Museum diri nya bisa melihat dan mengenal lebih dekat alat-alat bersejarah yang ada.

“Saya berterimakasih kepada para petugas Museum yang sudah menerima kami dengan baik dan memberikan penjelasan terkait benda-benda bersejarah yang ada di Museum,” ungkapnya.

Pada kesempatan ini dia juga mengatakan bahwa saat mengerjakan tugas persentase dalam bahasa Inggris dari sekolah nantinya, icon yang akan dipilihya adalah alat musik Sasando.

“Saya tertarik dan memilih icon alat musik Sasando karena saya memiliki ketertarikan khusus kepada alat musik tersebut dan Sasando juga merupakan salah satu alat musik khas dari Provinsi NTT,” tutup Hasmi. (NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Kunjungi SMPK St. Yoseph Kupang, Gubernur VBL Beri Motivasi Pada Para Siswa

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) melakukan kunjungan ke SMP Katolik St. Yoseph Kupang pada Senin (4/4/2022). Dalam kunjungan tersebut Gubernur VBL memberikan motivasi dan dorongan kepada para siswa untuk terus berprestasi dan belajar serta memiliki kecerdasan agar memberikan manfaat bagi banyak orang dan daerah.

“Dunia Pendidikan itu adalah cara kita untuk mampu membuka wawasan dan pengetahuan serta membantu kita meningkatkan kapasitas diri kita bersama orang lain. Pendidikan sangatlah penting untuk bagaimana membuka diri serta menginput diri dengan berbagai macam ilmu pengetahuan dan juga memberikan output dengan manfaat yang dimiliki,” jelas Gubernur.

Ia menambahkan, untuk melatih setiap anak menjadi cerdas maka pola belajar siswa harus diasa dengan baik dan cara guru mengajar harus bisa lebih menarik perhatian sehingga anak dapat belajar dengan ketertarikannya bukan karena terpaksa. “Ini yang harus kita bangun bersama,” ujarnya.

“Kita tahu bersama SMPK St. Yoseph ini punya segudang prestasi baik di tingkat provinsi dan nasional. Saya mau siswa-siswi SMP St. Yosep harus terus rajin belajar. Belajar yang giat, tekun serta rajin berdiskusi. Dengan bebarapa hal itu maka kita bisa mengasah kemampuan berpikir sehingga nantinya punya critical thinking terhadap segala informasi yang kita dapatkan dan juga meningkatkan kemampuan analisis,” jelasnya.

“Siswa juga harus cerdas, berani dan peduli. 3 kemampuan ini harus dimiliki dengan baik. Cerdas dalam ilmu pengetahuan, berani untuk melakukan terobosan atau kreatif serta kepedulian bagi banyak orang. Saya juga ingin agara siswa memiliki kemampuan literasi yang baik,” kata beliau.

Dalam kesempataan tersebut, Gubernur juga meminta agar siswa juga diajarkan mengenai kekayaan sumber daya alam di NTT. Dalam hal ini dimaksudkan agar lembaga pendidikan juga mengajarkan kepada siswa untuk turun dan belajar ke lapangan dengan mencari dan menggali informasi tentang kekayaan alam daerah dari berbagai sektor yang menjadi kekuatan pembangunan daerah.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPK St. Yoseph Romo Fransisckus Amandus Ninu, Pr. S.Fil mengatakan apresiasi kepada Gubernur VBL yang hadir untuk memberikan support kepada para siswa.
“Terima kasih atas kehadiran Bapak Gubernur disini juga untuk memotivasi anak-anak kita. Mereka tentunya juga termotivasi untuk menjadi pemimpin dan juga tentunya akan tertarik agar terus melanjutkan pendidikan hingga pada tingkatan tinggi seperti Bapak Gubernur yang meraih gelar doktor ,” ujarnya.

“Kita disini terus berikan bimbingan kepada para siswa sehingga terus berprestasi baik dalam bidang akademik, seni, olahraga literasi dan lainnya,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur VBL juga melakukan tanya jawab dan memberikan hadiah kepada kepada para siwa. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Gubernur VBL Melaunching Program KSDAE Mengajar di SMA Negeri 3 Fatuleu Kabupaten Kupang

NTT AKTUAL. OELAMASI. Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) bersama dengan Direktur Jenderal (Dirjen) Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ir. Wiratno, M.Sc pada Senin (21/3/2022) siang bertempat di SMA Negeri 3 Fatuleu Kabupaten Kupang secara resmi melakukan launching program KSDAE Mengajar.

Launching tersebut merupakan tanda awal perjalanan program KSDAE Mengajar di seluruh UPT Direktorat Jenderal KSDAE se-Indonesia.

Hadir pada kesempatan tersebut Anggota Komisi IV DPR RI yang juga Ketua TP-PKK dan Ketua Dekranasda Provinsi NTT Julie Sutrisno Laiskodat, Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe, Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi NTT Ir. Arief Mahmud, M.Si, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT Linus Lusi, Staf Khusus Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan Prof. Daniel D. Kameo.

Gubernur Viktor dalam sambutannya mengatakan bergesernya peradaban dunia oleh evolusi manusia dari zaman purba yang perlahan menguasai alam, dan dengan jumlah yang kian banyak, berakibat pada dirambahnya tanah dan hutan. Hingga memasuki zaman yang modern, banyak manusia yang lupa akan posisinya di bumi dengan tidak lagi memperhatikan kelestarian ekosistem alam.

Ia juga menjelaskan pendidikan konservasi merupakan sebuah proses pembelajaran untuk membangun spirit kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Dimana tujuan pendidikan konservasi adalah untuk mengubah perilaku dan sikap yang di lakukan oleh para siswa yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kesadaran masyarakat tentang nilai-nilai lingkungan dan isu permasalahan lingkungan yang pada akhirnya dapat menggerakkan masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pelestarian dan keselamatan lingkungan demi kepentingan generasi sekarang dan yang akan datang.

“Konservasi itu adalah mengembalikan sesuatu yang telah diciptakan oleh Pencipta agar terjaga seperti sediakala, sehingga dapat dinikmati oleh penerus kehidupan yakni generasi yang akan datang. Mereka yang melakukan konservasi adalah orang-orang terpilih. Oleh karena itu, selain oleh pak Dirjen, saya juga memberikan apresiasi kepada Kepala Sekolah SMAN 3 Fatuleu, para murid dan guru-gurunya, karena telah mengupayakan karya dan karsa yang bisa dinikmati oleh generasi penerus, bukan saja pada pendidikan formal, tapi bagaimana berekspresi dengan ilmunya saat hidup di masyarakat dan alam serta lingkungannya. Jadi cara _mindset_ yang benar adalah pendidikan untuk membuka lapangan pekerjaan, bukan pendidikan untuk mencari pekerjaan,” jelas Gubernur Viktor.

Ia pun berharap agar kedepannya nanti BBKSAD NTT bukan hanya bekerjasama dalam bidang Pendidikan saja, tetapi harus diupayakan juga dengan Peternakan, Perikanan, Perindustrian, Pariwisata, Pertanian, dan Transmigrasi, sehingga semua menjadi satu kesatuan ekosistem berpikir, ekosistem kerja, dan ekosistem alam.

“Itulah kolaborasi sebenarnya. Sehingga pemahaman tentang bagaimana sebuah daerah Konservasi, daerah Taman Nasional, daerah Taman Wisata tidak boleh ada kegiatan apapun selain dari menjaga hutan, bisa berubah menjadi pemahaman manusia modern, dimana menjaga hutan adalah membangun hutan itu tetap lestari, membangun lingkungan daerah itu supaya tetap hidup baik berdampingan dengan hutan maka ekonominya harus bertumbuh, membangun hutan maka kecerdasan lingkungan dari daerah di mana masyarakat itu berada makin baik, serta membangun hutan juga ikut membangun agar masyarakat bertanggung jawab akan hutan dan alam yang memberikan mereka kehidupan,” tambahnya.

Gubernur VBL pun menyinggung kekeliruan pemahaman pemikiran dimana hutan itu tidak boleh ada zona pemanfaatan, karena telah melakukan riset secara mendalam terhadap bagaimana kehidupan antara hutan, manusia, dan berbagai sektor, agar menjadi suatu kehidupan yang stabil.

Tidak lupa, Gubernur Viktor juga mengucapkan terima kasih kepada Dirjen KSDAE Kementerian LHK yang telah memilih Provinsi NTT sebagai tempat launching program masa depan Bangsa Indonesia. Menurutnya semua yang telah dilakukan oleh Dirjen KSDAE merupakan suatu langkah maju dalam membangun peradaban konservasi ke arah yang lebih baik lagi. Ia ingin semua tidak boleh terjebak oleh formalitas seremonial semata, namun semua program harus terus berjalan melalui pengawasan dan evaluasi yang berkelanjutan. Ia pun mendukung adanya _statemen_ Dirjen bahwa pentingnya konsistensi semua pihak untuk terus menerus menjalankan program luar biasa ini.

“Saya harapkan kedepannya pemimpin daerah yang cinta rakyatnya, bukan hanya kerja di kantor saja, contohlah pak Dirjen, beliau ada dimana-mana, bukan karena tidak ada pekerjaan, tetapi memang sebagai pemimpin kita harus pergi ke daerah-daerah terpencil, di desa, untuk melihat masalah dan menyelesaikannya, karena pemimpin punya otoritas dan sumber daya dalam dirinya yang dapat dipakai untuk membangun manusia di desa. Bupati dan Wakil Bupati wajib tidur di desa, agar paham akar permasalahan masyarakat desa dan paham juga bagaimana mencari solusi masalahnya. Semoga kegiatan hari ini memberikan manfaat dan martabat buat kita, dan kita tetap berkobar-kobar dalam semangat rimbawan, _SALAM KONSERVASI !!_,” pungkas Gubernur Viktor.

Pada kesempatan yang sama dalam kegiatan launching tersebut, Direktur Jenderal KSDAE, Wiratno menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk kepedulian, keberpihakan, serta rasa cinta kepada alam. Ia mengharapkan program KSDAE Mengajar ini dapat menjadi program nasional dan dapat terus diterapkan oleh seluruh UPT KSDAE se-Indonesia, dengan sasaran adalah sekolah-sekolah yang berada di sekitar kawasan konservasi yang ditetapkan sebagai sasaran pembelajaran secara rutin, khususnya pada tingkat SD, SLTP, SLTA maupun perguruan tinggi sesuai kemampuan UPT KSDAE masing-masing.

Selain melaunching program KSDAE Mengajar, Gubernur NTT bersama dengan Dirjen KSDAE didampingi Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe juga turut secara simbolis menanam dua anakan pohon di lokasi Arboretum SMA Negeri 3 Fatuleu. Dua anakan pohon yang ditanam tersebut yakni anakan pohon kelengkeng atau dalam istilah botani disebut Dimocarpus Longan.

Sebelum meninggalkan lokasi kegiatan Gubernur NTT bersama Dirjen KSDAE serta Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe pun turut menyempatkan diri mengunjungi ruang kelas XI Mipa untuk melihat langsung proses pembelajaran oleh rimbawan tentang konservasi sumber daya alam kepada para siswa SMA Negeri 3 Fatuleu. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Gubernur VBL Beri Motivasi Para Lulusan Politeknik Negeri Kupang

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) memotivasi para lulusan Politeknik Negeri Kupang (PNK) untuk memiliki adversity quotient atau kemampuan untuk dapat memiliki daya tahan dalam menghadapi situasi sulit dan tantangan. Pernyataan tersebut diungkapkannya pada saat memberikan sambutan dalam Rapat Senat Terbuka Luar Biasa Politeknik Negeri Kupang Dalam Rangka Dies Natalis ke-XVII dan Wisuda Sarjana Terapan serta Ahli Madya tahun 2021 di Auditorium Kampus Politeknik Negeri Kupang pada Senin (6/12/2021).

Adversity Quotient harus dimiliki setiap lulusan sarjana dan ahli madya. Itu kemampuan seseorang untuk memiliki daya tahan terhadap tekanan atau kesulitan. Itu harus dimiliki agar bisa bertahan terhadap tantangan yang ada harus kuat membentuk diri untuk menghadapi kesulitan ketika sudah turun untuk mengabdi dan melayani masyarakat,” jelas Gubernur.

“Jangan hanya pintar secara IQ atau kecerdasan intelektual tetapi juga adversity question. Itu adalah orang-orang yang tidak cepat putus asa, pekerja keras selalu berpikir tetang solusi pemecahan masalah. Dalam mengerjakan sesuatu jangan berhenti ketika lelah tetapi berhenti ketika sudah selesai mengerjakan,” tambah beliau.

Gubernur VBL juga meyakini para lulusan PNK tersebut adalah jajaran generasi punya nilai juang luar biasa.

“Saya juga butuh generasi muda yang berani terjun dilapangan, tidak pengecut, yang mau belajar untuk bersama pemerintah membangun masyarakat baik melalui sektor pertanian, peternakan, perikakan, pariwisata dan lainnya. Kita harus berkembangan dengan local resources based kita atau sumber daya alam lokal kita dari sektor-sektor tersebut,” ucap beliau.

“Untuk lahan pertanian kita harus dikerjakan dengan cara modern juga. Saya dengar bahwa di PNK sudah ada mesin bubut. Kita mau ke depannya juga akan lahir mesin-mesin yang dihasilkan mahasiswa dan lulusan PNK yang kita gunakan untuk pakai tanam dan panen di seluruh lahan pertanian di NTT,” harap beliau.

Gubernur juga mengharapkan, di tahun 2023 seluruh pengolahan lahan pertanian di NTT harus bisa mencapai 500.000 Ha dan ditanam minimal 2 kali begitupun juga dengan panennya.

“Saya ingatkan lagi, semuanya harus kerja dengan baik, profesional, kolaborasi dan sinergi kelembagaan. Jangan kerja sendiri-sendiri. Kampus dan mahasiswa harus terlibat aktif dimasyarakat. Provinsi ini sangat kaya dan harus kita kelola bersama,” ucap Gubernur.

Ia juga mengatakan, Pemprov NTT sedang membangun budidaya lobster dan kerapu. “Beberapa hari lalu kita bersama Menteri Perikanan dan Kelautan juga meninjau budidaya lobster di Mulut Seribu. Tahun 2023 kita bermimpi budidaya lobster yang terbesar ada di NTT dan bisa bersaing dengan Vietnam. Harus optimis dan yakin. Kita kerja bersama,” tegasnya. (*/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

BMPS NTT Hybrid Festival 2021 Akan Libatkan Semua Sekolah Swasta

NTT AKTUAL. KUPANG. Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Nusa Tenggara Timur kembali menggelar Festival Sekolah Swasta dari tingkat SD, SMP & SMA/SMK swasta se-NTT, kegiatan tersebut akan diselenggarakan pada 28 Oktober 2021 berkenan dengan momentum hari sumpah pemuda.

Informasi tersebut disampaikan Ketua BMPS Provinsi NTT, Winston Neil Rondo melalui press realese, selasa (19/10/2021), dirinya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sudah berlangsung tiga kali dengan beragam tema, mulai dari Festival SMA/SMK Swasta, Pentas Seni Online, dan saat ini merupakan event keempat yang digabungkan dengan beragam kegiatan.

Winston yang didampingi Pengurus BMPS NTT, Romo Kornelis Usboko dan Evy Mauboy mengaku bahwa kehadiran BMPS NTT tetap menggelorakan semangat bagi Yayasan, Guru dan Siswa sekolah-sekolah swasta di NTT untuk tetap berjuang mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana yang diamanatkan UUD 1945, semangat yang digelorakan itu, lanjut Winston, bertujuan agar guru-guru dan siswa tidak merasa sendiri, terus bergandengan tangan dengan meningkatkan karakter, mental dan kreatifitas siswa sebagai SDM bagi bangsa Indonesia ke depan.

Ketua BMPS Provinsi NTT, Winston Neil Rondo. Dokumentasi : Istimewa

Mantan Ketua Komisi V DPRD NTT ini, Membeberkan bahwa Festival kali ini dinamakan GENCAR (Generasi Cerdas & Smart) BMPS Hybrid Festival 2021 yang akan diselenggarakan selama tiga hari mulai tanggal 28-30 oktober 2021, “akan ada beberapa agenda besar dalam penyelenggaraan festival kali ini, dihari pertama untuk SMA/SMK Swasta Se-NTT kita mengadakan Webinar Literasi Digital dengan tema ‘Merdeka Belajar & Transformasi Digital dalam Dunia Pendidikan’ Bersama Narasumber Bapak Menteri Pendidikan, Mas Nadiem Makarim dan Ketua BMPS Nasional bapak Ki Saur Panjaitan” ungkap Winston.

Usai Webinar, kegiatan tersebut akan dilanjutkan dengan Lomba Pidato memperingati hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2021, dengan tema Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh. “dihari ke dua kita mengadakan Pensi Online untuk ke dua kalinya yang merupakan project turunan hasil kreatifitas berpikir BMPS NTT, diharapkan guru-guru dan siswa dapat terlibat secara aktif dengan kreatifitas masing-masing, Guru bersama siswa dapat menciptakan karya kreatifitas berupa nyanyi solo, paduan suara, tarian daerah, gitar, sasando, biola, drama singkat, film pendek, puisi, fashionshow, pidato, cover lagu dan karya lainnya yang akan dikirimkan ke BMPS untuk diputarkan saat pelaksanaan Pensi Online berlangsung,” urai Winston lagi.

Sementara Pada hari ke tiga, puncak acara, BMPS masih akan melombakan perlombaan tingkat SD dengan mengadakan Bolelebo Festival bagi siswa SD & SMP Kota Kupang yang didalamnya ada beberapa jenis perlombaan, Mewarnai tingkat SD Kelas 1-3, Fashion Show Tingkat SD dan Fashion Show Tingkat SMP.

Semua penyelenggaraan acara Hybrid dengan protokol kesehatan yang ketat, yang hadir secara onside khusus hanya untuk peserta yang terlibat baik dalam acara Webinar Literasi Digital, Lomba Pidato, Pensi Online, Lomba Mewarnai ataupun Lomba Fashion show. (*)

Wawali Minta Sekolah Perketat Prokes Selama Tatap Muka Terbatas

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man meminta sekolah-sekolah yang sudah mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas untuk secara ketat menerapkan protokol kesehatan baik kepada para siswa maupun para guru dan pegawai. Penegasan tersebut disampaikannya saat melakukan pemantauan langsung kegiatan belajar mengajar tatap muka terbatas di dua sekolah, Selasa (21/9/2021). 2 sekolah yang dikunjungi adalah SMPN 5 Kota Kupang dan SD Katolik St. Maria Assumpta Kota Baru Kupang.

Pemantauan dimulai sejak pintu masuk sekolah. Wawali memastikan adanya petugas khusus untuk mengukur suhu siapa saja yang hendak masuk ke dalam lingkungan sekolah. Selain pengukur suhu, Wawali juga mengecek tempat cuci tangan di tiap-tiap ruangan kelas dan ketersediaan air untuk mencuci tangan. Para siswa dan guru diminta untuk tetap menjaga jarak dan selalu memakai masker selama jam pelajaran.

Dalam dialog dengan para siswa yang dikunjunginya di ruang kelas, Wawali minta agar para siswa membawa bekal sendiri dari rumah dan tidak jajan di luar, karena menurutnya salah petunjuk teknis yang berlaku dalam penerapan pembelajaran tatap muka adalah sekolah tidak memperkenankan kantin dibuka.

Kepada wartawan usai melakukan kunjungan tersebut Wawali menjelaskan dari hasil pemantauannya, sekolah-sekolah yang dikunjungi sudah menerapkan protokol kesehatan saat tatap muka terbatas secara baik. Menurutnya ini merupakan hasil dari kolaborasi yang baik antara orang tua siswa dengan para guru di sekolah sehingga menghasilkan proses pembelajaran yang efektif. Wawali optimis jika semua syarat dipatuhi secara baik, maka besar kemungkinan pada Oktober 2021 mendatang kegiatan belajar mengajar secara tatap muka bisa berlaku untuk semua kelas, meskipun masih menggunakan metode blended learning, artinya sebagian secara tatap muka sebagian lagi mengikuti pembelajaran secara virtual dari rumah.

Namun Wawali mengingatkan, jika dalam pelaksanaan tatap muka terbatas ditemukan satu saja kasus positif pada peserta didik atau ada sekolah yang kedapatan melanggar ketentuan yang berlaku, maka dipastikan seluruh kegiatan belajar mengajar tatap muka di semua sekolah di Kota Kupang akan dihentikan, siswa kembali belajar dari rumah.

Kepala Sekolah SMPN 5, Ferderik Mira Tade, S.Pd memastikan pihaknya sudah menjalankan semua ketentuan yang berlaku untuk pembelajaran tatap muka. Selain menyiapkan semua kelengkapan protokol kesehatan, sebelum memulai proses belajar mengajar dimulai sehari yang lalu, kepala sekolah bersama para guru terlebih dahulu memberikan arahan dan imbauan terkait ketentuan tatap muka terbatas kepada para siswa. Saat ini ada 13 rombongan belajar yang melaksanakan tatap muka di SMPN 5. 11 untuk kelas regular, 2 kelas SMP Terbuka serta 1 kelas untuk anak-anak imigran yang tidak tercatat dalam Dapodik. Vaksinasi untuk para siswa menurutnya akan dilakukan dalam waktu dekat.

Sementara itu Kepala Sekolah SD Katolik St. Maria Assumpta, Sr. Petri Canisia, CIJ menjelaskan dalam pertemuan dengan para orang tua siswa sebelumnya yang dibagi dalam dua sesi, pihak sekolah meminta dukungan para orang tua siswa untuk membantu menertibkan anak-anak mereka untuk taati protokol kesehatan. Dia optimis jika sekolah mereka lolos tahap pertama ini, dalam tahap kedua makin banyak kelas yang diizinkan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah.

Sebelumnya Kepala Dinas Pedidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si, saat mendampingi Wali Kota Kupang dalam pemantauan sehari sebelumnya menjelaskan selama berlangsungnya tatap muka tahap pertama, tim dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap keseluruhan proses pembelajaran pada masing-masing sekolah. “Jika menurut hasil penilaian tim ternyata sekolah mengabaikan protokol covid-19 maka rekomendasi pembelajaran tatap muka terbatas bagi sekolah tersebut akan dicabut dan kembali ada pembelajaran jarak jauh (daring),” tegasnya. Batas waktu evaluasi pembelajaran tatap muka terbatas tahap pertama adalah 30 Oktober 2021.

Ditambahkannya jika hasil evaluasi tim terhadap keseluruhan proses pembelajaran pada tahap pertama ternyata satuan pendidikan konsisten atau taat pada protokol covid-19 dan status Covid-19 di Kota Kupang cenderung menurun maka pembelajaran tatap muka terbatas dinaikkan lagi, yaitu kelas II untuk jenjang SD/ MI dan kelas IX untuk jenjang SMP/ MTs. Untuk jumlah peserta didik tiap sekolah perhari menurutnya tetap mengacu pada SE Walikota Kupang Nomor: 068/ HK. 443.1/IX/2021 yang menjelaskan maksimal jumlah peserta didik tiap hari pada satu sekolah adalah 50% dari total siswa kelas I untuk jenjang SD/ MI dan kelas VII untuk jenjang SMP/ MTs. Sedangkan jumlah siswa dalam satu ruang kelas adalah 14 orang untuk jenjang SD/MI dan 16 orang dalam satu ruang untuk jenjang SMP/ MTs.

Terkait dengan alokasi waktu pembelajaran tatap muka perhari untuk jenjang SD/ MI maksimal 4 X 35 menit perhari atau mulai dari pukul 08.00 – 10.20 wita, sedangkan untuk jenjang SMP/ MTs maksimal kegiatan akan berlangsung 5 X 40 menit per hari atau mulai pukul 08.00 – 11.20 wita. Ditegaskannya bahwa peran satgas covid-19 Tingkat sekolah selama berlangsungnya pembelajaran tatap muka di sekolah sangat penting untuk memastikan beberapa hal yaitu antara lain; memastikan seluruh perlengkapan atau peralatan covid-19 tersedia dan cukup, mengawasi siswa agar disiplin dan taat pada protokol covid-19 yaitu dengan memakai, mencuci tangan, menjaga jarak dengan teman teman dan juga guru, memastikan tidak ada kantin yang dibuka di sekolah dan sekaligus mengontrol agar tidak ada kelas yang kosong sehingga menimbulkan kerumunan siswa.

Adapun satuan pendidikan atau sekolah yang telah diperiksa dan dinyatakan memenuhi syarat sehingga direkomendasikan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas untuk jenjang SD/ MI sebanyak 108 satuan pendidikan/sekolah dari total 154 satuan pendidikan di Kota Kupang. Sedangkan untuk jenjang SMP sebanyak 28 satuan pendidikan (sekolah) dari total 56 satuan pendidikan (sekolah) di Kota Kupang. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Wali Kota Kupang Pantau Langsung KBM Tatap Muka di Sekolah

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM.,MH memantau langsung pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka terbatas di dua sekolah di Kota Kupang, Senin (20/9/2021).

Dalam kunjungan tersebut Wali Kota melihat langsung kesiapan sekolah yang telah dinyatakan memenuhi syarat, berdasarkan penilaian tim penilai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang direkomendasikan siap menjalankan proses pembelajaran tatap muka terbatas. Wali Kota juga berkesempatan menyapa langsung para guru dan siswa di dua sekolah tersebut.

Sekolah pertama yang dikunjungi adalah SD Kristen Hosana Agape di Kelurahan Bonipoi, Kecamatan Kota Lama. Sekolah tersebut sudah menjalankan kegiatan belajar mengajar tatap muka terbatas sejak seminggu yang lalu. Kepada para siswa yang ditemui di ruang kelas mereka, Wali Kota berpesan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan baik di sekolah maupun di rumah. Para siswa juga diimbau untuk memanfaatkan fasilitas yang disediakan sekolah seperti air dan sabun untuk mencuci tangan dan hand sanitizer. Mereka juga diminta untuk membawa bekal masing-masing yang disiapkan orang tua dari rumah dan tidak jajan sembarangan. Tak lupa layaknya orang tua, Wali Kota juga mengimbau kepada para siswa untuk tekun belajar, mengerjakan tugas-tugas sekolah secara baik agar kelak menjadi anak-anak yang pintar dan berprestasi.

Kepala Sekolah SD Kristen Hosana Agape, Dicky Fanggidae, S.Pd, saat menerima kunjungan Wali Kota memastikan kesiapan sekolahnya dalam menjalankan pembelajaran tatap muka terbatas. Menurutnya SD Kristen Hosana Agape telah melakukan berbagai persiapan sebagaimana yang diprasyaratkan dalam menunjang pembelajaran tatap muka terbatas, mulai dari perlengkapan covid-19, pengawasan satgas covid-19 tingkat sekolah dan kesiapan guru yang mengisi proses belajar mengajar.

Usai memantau di SD Kristen Hosana, Wali Kota melanjutkan kunjungan ke SMP 15 Kelurahan Manulai 2 Kecamatan Alak. Bersama Kepala Sekolah Yusak S. Olla,S.Pd, Wali Kota menyambangi sejumlah ruang kelas yang sedang berlangsung kegiatan belajar mengajar tatap muka terbatas. Dari dialog dengan sejumlah siswa diketahui sebagian besar siswa yang mengikuti kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah sudah divaksin covid 19. Beberapa siswa belum bisa divaksin karena sedang sakit.

Kepala Dinas Pedidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si, yang turut mendampingi Wali Kota dalam kunjungan tersebut menjelaskan, berdasarkan hasil penilaian tim dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang terhadap daftar periksa satuan pendidikan (SD dan SMP) untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas yang sudah dilakukan sebelumnya, direkomendasikan bahwa satuan pendidikan (sekolah) yang telah memenuhi syarat untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas adalah sebagai berikut; kelas yang menjadi prioritas pembelajaran tatap muka terbatas tahap pertama adalah Jenjang SD/ MI (kelas I seluruhnya dan kelas V khusus siswa peserta Asesmen Nasional Berbasis Komputer/ ANBK), jenjang SMP/ MTs (kelas VII seluruhnya dan kelas VIII khusus siswa peserta Asesmen Nasional Berbasis Komputer/ ANBK). Ditambahkannya untuk tahap pertama akan mulai dilaksanakan paling lambat tanggal 20 September 2021. Selama berlangsungnya tatap muka tahap pertama, tim dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap keseluruhan proses pembelajaran pada masing-masing sekolah. “Jika menurut hasil penilaian tim ternyata sekolah mengabaikan protokol covid-19 maka rekomendasi pembelajaran tatap muka terbatas bagi sekolah tersebut akan dicabut dan kembali ada pembelajaran jarak jauh (daring),” tegasnya. Batas waktu evaluasi pembelajaran tatap muka terbatas tahap pertama adalah 30 Oktober 2021.

Dumul menambahkan untuk tahap kedua, jika hasil evaluasi tim terhadap keseluruhan proses pembelajaran pada tahap pertama ternyata satuan pendidikan konsisten atau taat pada protokol covid-19 dan status Covid-19 di Kota Kupang cenderung menurun maka pembelajaran tatap muka terbatas dinaikkan lagi, yaitu kelas II untuk jenjang SD/ MI dan kelas IX untuk jenjang SMP/ MTs. Untuk jumlah peserta didik tiap sekolah perhari menurutnya tetap mengacu pada SE Walikota Kupang Nomor: 068/ HK. 443.1/IX/2021 yang menjelaskan maksimal jumlah peserta didik tiap hari pada satu sekolah adalah 50% dari total siswa kelas I untuk jenjang SD/ MI dan kelas VII untuk jenjang SMP/ MTs. Sedangkan jumlah siswa dalam satu ruang kelas adalah 14 orang untuk jenjang SD/MI dan 16 orang dalam satu ruang untuk jenjang SMP/ MTs.

Terkait dengan alokasi waktu pembelajaran tatap muka perhari untuk jenjang SD/ MI maksimal 4 X 35 menit perhari atau mulai dari pukul 08.00 – 10.20 wita, sedangkan untuk jenjang SMP/ MTs maksimal kegiatan akan berlangsung 5 X 40 menit per hari atau mulai pukul 08.00 – 11.20 wita. Ditegaskannya bahwa peran satgas covid-19 Tingkat sekolah selama berlangsungnya pembelajaran tatap muka di sekolah sangat penting untuk memastikan beberapa hal yaitu antara lain; memastikan seluruh perlengkapan atau peralatan covid-19 tersedia dan cukup, mengawasi siswa agar disiplin dan taat pada protokol covid-19 yaitu dengan memakai, mencuci tangan, menjaga jarak dengan teman teman dan juga guru, memastikan tidak ada kantin yang dibuka di sekolah dan sekaligus mengontrol agar tidak ada kelas yang kosong sehingga menimbulkan kerumunan siswa.

Adapun satuan pendidikan atau sekolah yang telah diperiksa dan dinyatakan memenuhi syarat sehingga direkomendasikan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas untuk jenjang SD/ MI sebanyak 109 satuan pendidikan/ sekolah dari total 154 satuan pendidikan di Kota Kupang. Sedangkan untuk jenjang SMP sebanyak 30 satuan pendidikan (sekolah) dari total 56 satuan pendidikan (sekolah) di Kota Kupang

Turut hadir mendampingi Wali Kota dan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang memantau pelaksanaan proses pembelajaran tatap muka terbatas tersebut Kepala Bagian Protokol dan Komuikasi Pimpinan Setda Kota Kupang, Ernest S. Ludji, SSTP., M.Si dan Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Okto Naitboho, M.Pd. (*PKP_jms)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Pemkot Kupang Serahkan Bantuan HP Android Bagi 739 Siswa SD dan SMP

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Pemerintah Kota Kupang menyerahkan bantuan HP android bagi 739 siswa SD dan SMP yang berasal dari panti asuhan dan keluarga tidak mampu. Penyerahan secara simbolis berlangsung di Kantor Dinas Pendidikan Kota Kupang kepada 12 orang perwakilan siswa dan disaksikan secara virtual oleh Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore,MM,MH, Kamis (02/9/2021). Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Kupang juga melaunching program aplikasi e-planning dan e-budgeting untuk pengelolaan dana BOS. Turut hadir pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si beserta jajarannya, para kepala sekolah, pengelola panti asuhan serta orang tua penerima bantuan yang juga mengikuti secara virtual.

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore,MM,MH dalam arahannya menyampaikan terima kasih kepada DPRD Kota Kupang terutama Komisi IV serta semua stakeholder terkait yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program ini. Diakuinya di tengah pandemi covid 19 yang masih terus mengancam, saat para siswa diwajibkan belajar secara daring dari rumah, keberadaan android menjadi penting bagi kelanjutan pendidikan anak-anak.

Walikota mengapresiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang yang sudah memikirkan terobosan ini. Mantan Anggota DPR RI itu menyadari karena keterbatasan anggaran tidak semua siswa bisa memperoleh bantuan hp android ini. Untuk itu Wali Kota mempercayakan sepenuhnya kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengatur penyaluran bantuan ini benar-benar kepada anak yang membutuhkan. Dinas Pendidikan juga diminta untuk mengkaji program pemberian pulsa bagi siswa serta pemasangan wi-fi gratis di sejumlah lokasi, agar bisa diakses anak-anak dari keluarga tidak mampu saat hendak mengikuti pembelajaran secara daring. “Mudah-mudahan perhatian kecil Pemkot Kupang ini, bisa banyak membantu anak-anak dalam mengikuti proses belajar,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama Wali Kota Kupang juga melaunching aplikasi e-planning dan e-budgeting untuk pengelolaan dana BOS. Menurutnya aplikasi ini akan sangat membantu program kerja di Dinas Pendidikan, terutama pengelolaan administrasi dana BOS yang selama ini menjadi kendala terutama dalam penentuan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Kedua aplikasi ini diyakininya menjadi terobosan yang baik untuk pelaporan administrasi yang baik agar Pemkot Kupang bisa mempertahankan predikat WTP yang sudah diraih dua tahun berturut-turut.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si menyampaikan pandemi covid 19 telah membawa perubahan besar dalam kegiatan belajar mengajar, yang dulu bisa dilakukan secara tatap muka, sekarang harus secara daring. Salah satu kendala yang dihadapi dalam pembelajaran secara daring menurutnya adalah keterbatasan HP android. Untuk meminimalisir permasalahan tersebut maka pada TA 2021 melalui APBD Kota Kupang pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menganggarkan pembelian tablet atau hp android. HP android tersebut akan dibagikan kepada 739 siswa, dengan rincian; siswa SD sebanyak 443 orang, yang berasal dari panti asuhan sebanyak 138 orang dan anak yang berasal dari keluarga kurang mampu sebanyak 305 orang; siswa SMP sebanyak 296 orang, yang berasal dari panti asuhan sebanyak 172 orang dan anak yang berasal dari keluarga tidak mampu sebanyak 124 orang. Para siswa penerima bantuan hibah hp android tersebut tersebar di 79 SD, 31 SMP dan 14 panti asuhan di Kota Kupang.

Mengenai aplikasi e-planning dan e-budgeting untuk pengelolaan dana BOS regular menurutnya bertujuan untuk meminimalisir penyimpangan dalam pengelolaan dan pertanggungjawaban dana BOS regular pada satuan pendidikan (SD dan SMP) di wilayah Kota Kupang. aplikasi tersebut juga diharapkan dapat mewujudkan tata kelola dana BOS regular yang tertib, transparan dan akuntabel.

Bantuan hibah hp android secara simbolis diserahkan atas nama Wali Kota Kupang oleh Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang kepada perwakilan siswa SD dan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Ambo kepada perwakilan siswa SMP. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Gubernur VBL Minta ATK Bisa Hasilkan Produk Mesin yang Membanggakan

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat melakukan kunjungan ke Kampus Akademi Teknik Kupang (ATK) pada selasa (15/06/2021). Dalam kunjungan tersebut Gubernur juga melakukan pertemuan bersama para pengurus Kampus ATK.

Melalui sambutannya Gubernur meminta agar ATK bisa menghasilkan produk-produk yang membanggakan bagi Provinsi NTT. “Saya punya mimpi kampus ini bukan hanya menghasilkan lulusan teknik tetapi juga bisa menghasilkan produk-produk mesin yang bagus dan berhasil serta dipakai oleh provinsi-provinsi lain,” kata Gubernur.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat memberikan sambutannya dalam kunjungan ke Akademi Teknik Kupang (ATK), Selasa (15/06/2021). Dokumentasi : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

“Kampus ATK dan lulusannya harus bisa bermimpi terhadap target-target industrialisasi. Misalnya selama ini kita punya banyak komoditi unggulan tapi kita hanya jual komoditinya. Pengolahannya masih belum maksimal, maka kehadiran teknologi diperlukan untuk meningkatkan produktivitas komoditi kita menjadi tingkatan industri,” jelasnya.

“Semua harus punya mimpi besar, kampus ini harus memberikan kebanggaan bagi kita. Harus bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Gubernur juga berharap, Kampus ATK bisa memberikan pengetahuan dan pelatihan bagi masyarakat di pedesaan mengenai teknologi untuk pengairan pertanian serta mengenai teknologi peternakan.

“Kita bukan hanya bangun gedung tetapi bagaimana kampus mampu untuk mengajarkan atau mentransfer _knowledge_ sampai ke desa-desa di NTT. Sekarang pendidikan jarak jauh mulai berkembang pesat, Kampus ATK harus bisa memberikan pengetahuan melalui pendidikan jarak jauh untuk mengajarkan dan melatih SDM di desa-desa mengenai inovasi dan kreatifitas pemanfaatan teknologi untuk pertanian dan peternakan untuk mampu mendorong ekonomi kita,” jelas beliau.

“Kita perlu lompatan-lompatan pada untuk bisa menjadi industrial.
Saat ini IT sudah sangat berkembang dan kita semua sudah saling terkoneksi dan dalam desain digitalisasi. Maka kampus ATK harus mengambil bagian untuk percepatan pembelajaran bersama anak-anak kita yang pintar dan hebat untuk bisa menghasilkan inovasi hebat bersama masyarakat,” ujarnya. (*/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata