Arsip Kategori: PENDIDIKAN

Wagub Nae Soi : Nono Merupakan Generasi Berkualitas

NTT AKTUAL. OELAMASI. Wakil Gubernur NTT Josef A. Nae Soi mengatakan Peraih Juara 1 Abacus Brain Gym (ABG) International Mathematics Competition 2022 yakni Caesar Archangels Hendrik Meo Tnunay yang akrab disapa ‘Nono’ merupakan generasi berkualitas dan aset berharga bagi dunia pendidikan dan daerah.

Demikian diungkapkan beliau pada saat bersama Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe mendampingi Nono kembali ke Buraen – Kecamatan Amarasi Selatan Kabupaten Kupang pada Senin (30/01/2023). Sebelumnya Nono diberangkatkan ke Jakarta dengan berbagai agenda diantaranya berkunjung ke Kantor Pusat Astra Internasional, bertemu dengan Menteri Pendidikan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) RI Nadiem Makarim dan juga tampil dalam acara televisi nasional.

Suasana kedatangan Nono disambut meriah penuh sukacita oleh masyarakat Amarasi Selatan dan juga para guru serta para siswa. Selain disambut dengan tarian adat, Nono juga digendong dan diarak menuju rumahnya yang terletak di Kelurahan Buraen RT 08 / RW 02 Kecamatan Amarasi Selatan.

Wakil Gubernur menyebutkan, Nono memiliki keunggulan dan kecerdasan yang luar biasa. “Nono ini punya kecerdasan luar biasa. Ini contoh generasi yang unggul dan berkualitas dalam bidang pendidikan. Sangat membanggakan bahwa Nono yang adalah Siswa Kelas II SD Inpres Buraen 2 berhasil meraih juara 1 tingkat dunia dalam kompetisi matematika dengan menyisihkan 7000 peserta dari berbagai negara,” ungkap Wagub Nae Soi.

Peraih Juara 1 Abacus Brain Gym (ABG) International Mathematics Competition 2022 yakni Caesar Archangels Hendrik Meo Tnunay yang akrab disapa ‘Nono’ saat foto bersama dengan Wakil Gubernur NTT Josef A. Nae Soi dan Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe, Senin (30/01/2023). Dokumentasi : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

“Tentunya yang telah diraih oleh Nono adalah kebanggaan bagi kita semua. Kita sepatutnya memberikan apresiasi yang setinggi-tinggi terhadapnya. Kita dapat memetik makna bahwa prestasi yang diraih ini sebagai bentuk motivasi bagi kita masyarakat dan juga anak-anak lainnya bahwa walaupun kita berasal dari daerah terpencil atau daerah yang belum terlalu maju namun kita harus punya tekad untuk mampu bersaing dan berkompetisi secara sehat dengan orang lain. Kita tidak boleh malu atau minder dengan daerah atau negara lain,” kata Wakil Gubernur.

“Provinsi NTT ini punya banyak anak-anak cerdas lain dan kita juga harus berikan mereka wadah atau kesempatan seperti Nono. Tentunya kita harus saling mendukung dengan semangat kolaboratif. Untuk menuju pada prestasi hingga pada keberhasilan pembangunan maka harus saling sinergitas antara lembaga pendidikan, masyarakat, pemerintah, serta stakeholder untuk membetuk ikatan utuh sehingga memiliki kesatuan gerak menuju pada kemajuan daerah untuk kesejahteraan kita,” jelasnya.

“Saya sangat berterima kasih kepada kedua orang tua dan guru SD Inpres Buraen 2 yang memiliki andil besar dalam mendidik Nono. Juga kepada Yayasan Pendidikan Astra, dan segenap Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang. Tentunya kita berharap agar Nono tetap dibimbing dengan baik ke depannya. Saya juga ingatkan agar siapapun kita bila memiliki prestasi maka berbanggalah namun jangan menjadi sombong. Karena Kesombongan akan membawa kita oada kejatuhan,” ungkap Wakil Gubernur.

Bupati Kupang Jerry Manafe mengatakan prestasi level dunia yang diraih Nono mengharumkan nama Kabupaten Kupang, Provinsi NTT dan Indonesia di mata dunia.
“Ini adalah kebanggaan bagi keluarga, dan juga tentunya mengharumkan nama SD Inpres Buraen 2, membanggakan Kecamatan Amarasi Selatan, serta nama Kabupaten Kupang, juga Provinsi Nusa Tenggara Timur dan juga negara Indonesia di kancah Internasional,” puji Wabub Jerry.

“Tentunya kita mengharapkan agar kemampuan atau skill dari peserta didik dapat meraih prestasi juga seperti melalui kompetisi Olimpiade Sains Nasional (OSN) Tingkat Kabupaten hingga Provinsi, Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), serta Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N). Prestasi dari bidang pendidikan ini juga yang tentunya bukan saja menjadi kebanggaan namun juga menjadi penguatan kapasitas SDM atau generasi kita nantinya,” katanya. (**)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Wagub NTT Raih Doktor Ilmu Hukum Dengan Predikat Cum Laude

NTT AKTUAL. BANDUNG. Bertempat di Lantai 4 Auditorium Gedung Mochtar Kusumaatmaja, Fakultas Hukum Universitas Padjajaran, Jalan Dipati Ukur Nomor 35 Bandung, Jawa Barat, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (Wagub NTT), Josef Adreanus Nae Soi, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Hukum, dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor Bidang Ilmu Hukum Universitas Terbuka, pada Jumat (27/01/2023).

Disaksikan Isteri Tercinta, Maria Fransiska Djogo, Wagub NTT Josef Nae Soi, tampil penuh percaya diri dihadapan Ketua Sidang : Dr. Idris SH, MH, dan Sekretaris Sidang sekaligus merangkap sebagai Guru Besar Representasi Prof. Huala Adolf, SH, MH, L.L.M., Ph. D, dan Ketua Promotor: Prof. Dr. Ahmad Ramli, S.H., M.H., FCB., Arb, Anggota Tim Promotor: Prof. Em. Dr. Eddy Damian, S.H, dan Dr. Dadang Epi Sukarsa, S.H., M.H., serta Tim Oponen, masing-masing : Prof. Yasonna Hamonangan Laoly, SH, M.Sc,. Ph.D., yang juga adalah Menteri Hukum dan HAM RI, Dr. Marni Emmy Mustafa, SH., M.H., dan Dr. Violetta Simatupang, S.E., M.H. Putera Ngada ini berhasil mempertahankan disertasi sebagai karya ilmiah Program Doktoralnya, dengan judul : Urgensi Perlindungan Hukum Ekspresi Budaya Tradisional Berdasarkan Peraturan Daerah untuk Akselerasi Pembangunan Pariwisata di NTT.

“Indonesia sebagai salah satu negara inisiator telah berhasil menjadi pelopor dengan menjadikan ekspresi budaya tradisional sebagai ciptaan yang dimiliki oleh masyarakat tradisional menjadi suatu ciptaan yang kepemilikannya bersifat komunal dan mengaturnya alam suatu undang-undang yang pada tahun 2014 diundangkan dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Letak geografis, geostrategis, dan geoekonomi di NTT bisa menjadi peluang tetapi juga sebagai ancaman. Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan provinsi yang multi etnis dan memiliki banyak ragam Ekspresi Budaya Tradisional (EBT) yang lahir, berkembang, dan dilestarikan secara turun-temurun dan disebarluaskan secara lisan. Di tengah kaya dan ragamnya budaya yang ada di NTT, peneliti mensinyalir ada adat dan tradisi yang menjadi kekayaan budaya tradisional yang mulai memudar karena tidak diinventarisasi dan dinarasikan dengan baik sesuai dengan perkembangan zaman dewasa ini, serta sangat rentan dengan peniruan dan eksploitasi dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Oleh sebab itu, perlu dinarasikan dalam bentuk tertulis baik dalam wujud buku fisik maupun buku digital, perlu segera dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat NTT, kemudian diwujudkan dalam atraksi-atraksi” papar Nae Soi sebagai Promo Vendus mendahului Sidang Terbuka tersebut.

Lulusan Magister Manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen LPMI Jakarta ini menyatakan bahwa tutur kata terkadang dilupakan, sementara tulisan akan terkenang dan “lego ergo scio” yang berarti saya baca, saya tahu. Dengan demikian, sangat dibutuhkan aturan dalam hukum daerah berupa peraturan daerah, sehingga ada kepastian hukum lokal bagi kelestarian dan pemanfaatan kekayaan intelektual berupa EBT untuk kesejahteraan masyarakat.
“Ada beberapa prinsip dasar yang tepat digunakan dalam peraturan daerah tentang ekspresi budaya tradisional untuk akselerasi pembangunan di Provinsi Nusa Tenggara Timur, yaitu : Prinsip keadilan, kebudayaan, ekonomi, social, legalitas, kelestarian, dan prinsip kolaborasi”, ujar Putera NTT Kelahiran Mataloko, Kabupaten Ngada ini.

Selanjutnya, Lulusan Strata I Fakultas Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan Universitas Atmajaya Jakarta Tahun 1982 ini juga mengatakan bahwa Prinsip keadilan, ekonomi, kebudayaan, sosial, legalitas, kelestarian, dan kolaborasi menjadi hal yang penting dalam perlindungan EBT.

“Pemerintah daerah agar memanfaatkan kelebihan EBT sebagai komponen atraktif dalam pengembangan indutri pariwisata karena sangat efektif dan efisien. Saya berharap para regulator daerah untuk memperhatikan prinsip-prinsip hukum yang tepat dalam upaya pelindungan hukum EBT melalui peraturan daerah”, ungkap Nae Soi menutup presentasi penelitiannya,

Dalam sidang terbuka yang berlangsung cukup alot tersebut, Promovendus yang juga Wakil Gubernur NTT itu berhasil meraih gelar doktor dengan yudisium Cumlaude.

“Kami menyatakan bahwa saudara Josef Adreanus Nae Soi lulus Doktor bidang Ilmu Hukum dengan Predikat Pujian atau Cumlaude, ” tandas Ketua Sidang, Dr. Idris disambut tepuk tangan meriah undangan yang hadir.

Untuk di ketahui turut hadir pada kesempatan ini, masing-masing : Wakil Ketua MPR RI : Dr. Ahmad Basarah, SH, MH, Duta Besar Republik Seychelles untuk RI : Nico Barito, Penjabat Sekda Provinsi NTT : Johanna E. Lisapaly, SH., M.Si, Staf Khusus Gubernur NTT Bidang Pemerintahan dan Organisasi : Dr. David B. W. Pandie, Staf Khusus Gubernur NTT Bidang Kesehatan : Dr. Stef Bria Seran, M. Ph, Staf Khusus Gubernur NTT Bidang Pertanian : Ir. Antonius Djogo, M. Sc, Staf Khusus Gubernur NTT Bidang Pendidikan : Prof. Willi Toisuta, Ph. D, Asisten III Sekda Provinsi NTT Bidang Administrasi Umum : Semuel Halundaka, S. IP, M.Si, Staf Ahli Gubernur NTT Bidang Kesejahteraan Rakyat : dr. Messerassi B. V. Ataupah, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTT : Isyak Nuka, ST, MM, Kalak Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi NTT : Ambrosius Kodo, S. Sos, MM, Kepala Badan Keuangan Daerah Provinsi NTT : Drs. Zakarias Moruk, MM, Kepala Dinas Sosial Provinsi NTT : Yos Rassi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT : Linus Lusi, S. Pd, M. Pd, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi NTT : Dra. Hildegardis Bria Seran, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT : Dr. Z. Sonny Libing, M. Si, Kepala Badan Pengembangan SDMD Provinsi NTT : Noldy Pelokila, Kepala Badan Pendapatan dan Aset daerah Provinsi NTT : Alexon Lumba, SH, M. Hum, Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT : Maxi Nenabu, ST, MT, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi NTT : Drs. Kanisius Mau, M. Si, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi NTT : Viktorius Manek, S. Sos, M. Si, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT : Prisila Q. Parera, SE, Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi NTT : Dra. Flouri Rita Wuisan, MM, Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Provinsi NTT : Siprianus Kopong Kelen, S. Sos, M. Si, Kepala Badan Penghubung NTT di Jakarta : Hendri Donal Izaac, S. Sos, M. Si, Plt. Kepala Bappelitbangda Provinsi NTT : Dr. Ir. Alfonsus Theodorus, ST, MT, Plt. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT : Stefania T. Boro, S. Pi, MM dan Severinus Poso, M.Si selaku Staf Khusus Wakil Gubernur NTT dan Komisaris Utama Bank NTT : Juvenile Jojana beserta seluruh kerabat dan keluarga terdekat dari Bapak Josef Adreanus Nae Soi. (**)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT 

Penulis dan Juru Foto : France A. Tiran.

Kunjungi Sekolah-Sekolah, Penjabat Wali Kota Kupang Minta Bentuk Klub Bahasa Inggris

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh, SH, kembali turun langsung meninjau kebersihan di sekolah-sekolah di Kota Kupang, Senin (21/11/2022). Kali ini giliran sejumlah SD dan SMP di Kecamatan Kota Raja. Selain memantau implementasi instruksi tentang kebersihan dan tersedianya fasilitas pendukung di sekolah, dia juga mengingatkan tentang pentingnya membentuk klub bahasa Inggris sebagai upaya meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris siswa. Dia berharap para kepala sekolah dan guru menyadari pentingnya membentuk klub bahasa Inggris bagi siswa-siswi di sekolahnya.

Usai melakukan peninjauan Penjabat Wali Kota menjelaskan berdasarkan pengamatannya di beberapa sekolah, ditemukan kondisi tidak mungkin satu orang guru bahasa Inggris bisa menangani ratusan siswa. Untuk itu dibutuhkan tambahan kelas khusus, dengan cara menjalin kerja sama dengan kampus-kampus yang memiliki mahasiswa jurusan bahasa Inggris.

“Kita memang sedang mencetak generasi – generasi yang sadar dan mencintai kebersihan tapi ingat kita juga harus menjadikan mereka anak-anak yang pandai dan bisa menguasai bahasa asing. Bentuk klub-klub bahasa Inggris, surati kampus-kampus untuk bekerja sama dengan mereka dan lakukan lomba-lomba bahasa inggris bagi anak-anak agar mereka tertarik belajar bahasa asing,” tegas Penjabat Wali Kota Kupang yang disanggupi oleh para kepala sekolah yang dikunjungi saat itu.

Sejak pukul 06:30 wita, Penjabat Wali Kota didampingi sejumlah staf mulai pemantauan dari SD Advent Airnona Kupang, berlanjut ke SMP Negeri 4 Kupang yang letaknya tidak jauh dari lokasi pertama. Kemudian Penjabat beserta rombongan dan media peliput melanjutkan peninjauan di SD Inpres Bakunase II, SD Negeri Oetona dan berakhir SD Inpres Labat. Dalam pemantauan tersebut Penjabat Wali Kota Kupang mengapresiasi kebersihan di beberapa sekolah karena lingkungannya bersih, toilet dan fasilitas cuci tangannya terjaga serta tersedia air yang cukup. (*PKP_jms)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Komisi V DPRD NTT Berkomitmen Tidak Merugikan Sekolah Swasta

NTT AKTUAL. KUPANG. Komisi V DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berkomitmen tidak merugikan sekolah swasta karena memiliki tugas yang sama dengan sekolah negeri yakni mencerdaskan anak- anak bangsa.

Demikian kesimpulan yang dapat dipetik dari rapat dengar pendapat antara Komisi V DPRD NTT dengan Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) NTT dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bertempat di aula Kelimutu Gedung DPRD NTT, Selasa (22/11/2022).

Rapat tersebut dipimpin Ketua Komisi V, Yunus Takandewa.
Setelah membuka rapat, Yunus yang didampingi Mohamad Ansor dan Yan Piter Windi (Wakil Ketua dan Sekretaris Komisi V) memberi kesempatan kepada BMPS NTT untuk menyampaikan aspirasi.

Rapat dengar pendapat antara Komisi V DPRD NTT dengan Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) NTT dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT bertempat di aula Kelimutu Gedung DPRD NTT, Selasa (22/11/2022). Dokumentasi : istimewa

Ketua Umum BMPS NTT, Winston Neil Rondo mengungkapkan sejumlah permasalahan yang dihadapi sekolah swasta dan guru.
Pertama, permasalahan terkait pelaksanaan PPDB tahun 2022. Kebijakan PPDB tahun 2022 telah merugikan sekolah swasta, seperti yang dialami sejumlah sekolah di Kota Kupang. Ketika ada kebijakan membuka kembali pendaftaran PPDB susulan secara offline menyebabkan anak- anak yang telah mendaftar dan diterima di sekolah swasta, memilih untuk mendaftar dan pindah ke sekolah negeri. Persoalan ini sebagaimana dialami SMA Sint Carolus Penfui dan SMA Ki Hajar Dewantoro.

Menyikapi persoalan ini, lanjut Winston, BMPS mendesak Komisi V DPRD NTT dan Dinas Pendidikan NTT untuk melakukan evaluasi serius pelaksanaan PPDB 2022 dan dampaknya terhadap sekolah swasta. Mendesak agar juknis PPDB dikawal dan tidak membuka ruang untuk sekolah negeri membuat pendaftaran di luar ketentuan juknis dan menerima siswa baru di luar ketentuan juknis.
“Kami mendorong agar penyelenggeraan PPDB tahun 2023 dipersiapkan lebih awal dan melibatkan BMPS NTT sebagai perwakilan sekolah swasta sebagaimana tahun-tahun sebelumnya,” kata Winston.

Permasalahan lainnya terkait rekruitmen dan penempatan guru swasta yang lulus P3K di NTT. Winston menyampaikan, Program P3K merugikan sekolah swasta. Sampai saat ini belum ada jaminan regulasi atau kebijakan pemerintah, baik pusat maupun daerah untuk melindungi sekolah swasta dengan menempatkan kembali guru P3K yang lulus ke pos sekolah asal mereka. Dengan demikian, rata-rata sekolah swasta kehilangan tiga sampai10 orang guru, jika memang mereka harus ditempatkan di sekolah negeri.

“Kami minta keadilan dan meminta komitmen serta dukungan Gubernur NTT dan Ketua DPRD NTT serta Komisi V DPRD NTT dan Dinas Pendidikan untuk membuat kebijakan yang tujuannya melindungi sekolah swasta di NTT. Salah satu bentuknya adalah mengembalikan guru P3K yang lulus ke pos sekolah swasta tempat kerja sebelumnya,” tandas Winston.

Selain itu, BMPS NTT juga akan meminta dukungan DPR RI untuk mendorong kebijakan tingkat nasional agar merekruit khusus guru P3K untuk ditempatkan di pos sekolah swasta mengingat NTT adalah daerah 3T yang mana peran sekolah swasta sangat stategis dan penting, bahkan 40 persen anak NTT bersekolah di sekolah/yayasan swasta.

Winston juga mengungkapkan permasalahan terkait masih cukup tinggi perpindahan guru PNS/ASN dari sekolah swasta baik karena alasan kecukupan jam mengajar/sertifikasi maupun alasan kebijakan UU ASN. Atau guru honor yang lulus PTT dan PNS tetapi ditempatkan ke pos baru sekolah negri dan bukan di sekolah swasta asalnya. Hal dimaksud sangat berdampak terhadap proses belajar mengajar di sekolah swasta, mengingat masih sangat strategis dan penting peran guru PNS/ASN di sekolah/yayasan swasta. Mereka adalah guru senior bahkan kepala sekolah.

Terhadap permasalahan ini, BMPS mendorong gubernur dan ketua DPRD, pimpinan Komisi V DPRD NTT agar , Wali Kota Kupang dan bupati se NTT untuk memberikan dukungan dan komitmennya mendorong adanya kebijakan tingkat provinsi dan kabupaten/kota yang tetap mempertahankan keberadaan guru PNS/ASN di sekolah swasta, termasuk penggantian guru PNS yang pensiun sehingga kelangsungan pendidikan anak- anak NTT di sekolah/yayasan swasta dapat terus berjalan dengan baik.

“Kami mendorong perlunya revisi UU ASN yang menjadi faktor pembatas yang menjadi penyebab ditariknya guru ASN dari pos sekolah swasta yang sudah ada dan dilarangnya penempatan baru guru ASN ke sekolah- sekolah swasta,” tandas Winston.

Permasalahan lainnya adalah terkait kesejahteraan guru. Dimana masih cukup banyak guru di sekolah swasta yang bekerja di atas lima tahun tapi menerima honor atau gaji yang sangat rendah yakni di bawah Rp500,000 per bulan, itu pun masih dicicil. Insentif transportasi Pemprov NTT sebesar Rp400.000 untuk guru yayasan/sekolah swasta sangat dirasakan membantu, tetapi masih banyak guru yang belum mendapatkannya.

“Kami mendorong Pemprov NTT agar kebijakan insentif transportasi untuk guru komite dan guru yayasan agar dapat ditingkatkan alokasinya sehingga bisa menjangkau lebih banyak guru yayasan/sekolah swasta dan jumlahnya bisa lebih ditingkatkan lagi dari yang sudah ada,” ujar Winston.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Linus Lusi menjelaskan, selama dua tahun pendaftaran PPDB dan proses pembelajaran dilakukan secara online akibat pandemi covid-19. Pada pendaftaran PPDB 2022, ada desakan dari orang tua siswa untuk membuka pendaftaran secara offline, sehingga sekolah- sekolah negeri membuka pendaftaran susulan. Karena ini sudah terjadi, maka akan dikoreksi untuk tahun mendatang.
“Untuk PPDB tahun 2023, kami akan libatkan sekolah swasta, baik guru maupun asosiasi terutama melalui BMPS. Pada April 2023, kita akan bertemu sekolah swasta dsn BMPS untuk membahasnya,” janji Linus.
Sedangkan menyangkut guru P3K, semua regulasi disiapkan pemerintah pusat, belum ada kewenangan yang diberikan kepada pemprop. Untuk hal ini, harus dibuat pendekatan dan advokasi ke tingkat pusat, yakni ke pemerintah dan Komisi X DPR RI. Menyangkut perpindahan guru PNS dari sekolah swasta, sampai sekarang belum ada kebijakan untuk itu. Bahkan sejauh ini pemerintah Propinsi NTT tetap memberi dukungan agar guru PNS tetap mengajar di sekolah swasta yang sudah ada. Belum ada yang berubah.

Tantangan yang dihadapi saat ini yakni adanya guncangan fiskal dan pinjaman daerah yang berdampak pada lemahnya APBD untuk membiayai kesejahteraan guru. Meski demikian, Komisi V DPRD NTT menyambut positif dan menindaklanjuti keluhan aspirasi BMPS yakni PPDB 2023 untuk SMA/SMK. Pada awal tahun 2023, Komisi V akan menjembatani pertemuan dengan Komisi 10 DPR RI terkait penempatan guru P3K. Prinsipnya, kebijakan yang dihasilkan tidak boleh merugikan sekolah swasta. (***)

Wagub JNS Mengajak Mahasiswa Tingkatkan Kompetensi Literasi

NTT AKTUAL. KUPANG. Wakil Gubernur (Wagub) NTT Drs. Josef A. Nae Soi, MM (JNS) mengajak para mahasiswa untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi literasi digital untuk menambah wawasan dan pengetahuan serta skill atau keterampilan ditengah perkembangan zaman. Demikian diungkapkannya pada saat membawakan sambutannya dalam acara Festival Literasi Digital di Graha Universitas Nusa Cendana pada Sabtu (12/11/2022).

Wagub JNS mengatakan, mahasiswa merupakan generasi muda yang harus memahami dengan baik dan peka terhadap penggunaan media teknologi digital sebagai sarana belajar.

“Saya berpesan kepada para mahasiswa untuk mempergunakan kemajuan teknologi digital dan teknologi informasi saat ini untuk meningkatkan kompetensi literasi digital dan juga mengembangkan kreatifitas belajar” katanya.

Ia menambahkan, literasi bukan hanya membaca lebih dari itu merupakan suatu proses membuat seseorang mempunyai kompetensi.

“Literasi tidak hanya sekedar kita membaca, tetapi literasi adalah suatu proses kegiatan untuk membuat seseorang memiliki kompetensi dalam bercinta kasih dan berinteraksi. Yang dimaksud dengan kompetensi adalah bagaimana kita memiliki knowledge, skill dan bagaimana kita menggunakan skill tersebut sesuai dengan moralitas yang benar,” jelas Beliau.

“Literasi digital sebagai kemampuan dalam penggunaaan teknologi digital dan teknologi informasi lainnya yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk menambah pengetahuan seiring perkembangan zaman. Ini juga sesuai dengan istilah ‘Tempora Mutantur Et Nos Mutamur In Illis’ yang artinya waktu sudah berubah dan kita harus berubah didalamnya” ungkap Wakil Gubernur.

Beliau juga mengungkapkan kegembiraannya khususnya kepada Bisnis Indonesia yang telah mempercayakan Universitas Nusa Cendana sebagai tempat pelaksanaan kegiatan Festival Literasi Digital ini.

Sementara itu, Direktur Pemasaran Bisnis Indonesia Hery Trianto mengatakan “Acara Festival Literasi Digital yang terdiri atas seminar dan workshop ini akan menerangkan laporan yang menjadi materi diskusi guna merumuskan berbagai hal apa saja yang harus dipenuhi oleh Pemerintah dalam memastikan akses digital bagi seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur”, papar Heri.

“Harapan kami Festival Literasi Digital ini dapat mendorong anak-anak muda NTT agar semakin rajin dan berdaya guna memanfaatkan infrastruktur maupun jaringan-jaringan untuk mendukung kegiatan-kegiatan sehari-hari termasuk membuka lapangan usaha baru atau mengubah situasi dari yang tidak menguntungkan menjadi sesuatu yang lebih menguntungkan”, harap Heri.

Pada kesempatan yang sama Rektor Universitas Nusa Cendana Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc menyambut baik kegiatan ini dan mengapresiasi pihak Bisnis Indonesia. Menurut beliau melalui kegiatan ini dapat mengasilkan kader agent of chance dalam Literasi Digital bagi masyarakat yang sejalan dengan Tema Dies Natalis ke-60 Undana Tahun 2022 yaitu Undana Berdampak.

“Hari ini kita mendapatkan kesempatan luar biasa, dimana selain kita mendapatkan kesempatan tempat pelaksanaan Festival Literasi Digital ini, tetapi kita juga akan membuat suatu komitmen untuk kita bisa menjadi agent of change atau istilah kerennya Pahlawan Literasi. Kita tidak hanya menjadi agent of change Literasi Digital di dalam kampus tetapi juga bagi lingkungan kita diluar kampus yakni masyarakat. Ini sejalan dengan Tema Dies Natalis ke-60 Undana Tahun 2022 yaitu Undana Berdampak” jelas sang Rektor. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Sukses Berwirausaha, Frederikus Tahadi Bria Bantu Dua Sekolah di Malaka

NTT AKTUAL. BETUN. Setelah sukses pada bidang Enterpreneur atau kewirausahaan di Kota Kupang, tak membuat sosok bernama lengkap Frederikus Tahadi Bria lantas melupakan kampung halamannya, tetapi pria yang akrab di sapa Fredi Bria Seran ini tetap memberikan perhatian untuk kampung halamannya.

Hal ini di tunjukkan nya secara nyata yaitu dengan memberikan bantuan penunjang dalam pendidikan bagi dua sekolah yang berada di Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka, pada Senin (07/11/2022).

Bantuan yang di berikan Fredi berupa uang 10 juta Rupiah untuk membantu pengembangan ruang belajar di sekolah SMAK dan SMPK Stella Maris, Biuduk Foho Kecamatan Rinhat. Tak hanya itu untuk menunjang kegiatan olahraga di sekolah SMAK dan SMPK Stella Maris, Fredi juga memberikan bantuan alat olahraga yakni sejumlah bola voli dan net.

Sementara sekolah lainnya yang di bantu Fredi adalah SMP Negeri Makenbala, di mana sekolah ini mendapatkan bantuan berupa satu set lengkap perangkat Wi-Fi Telkomsel Orbit dan 1 buah Net Bola Voli.

Frederikus Tahadi Bria saat memberikan bantuan net dan bola voli di SMAK Stella Maris Biuduk Foho Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka, Senin (07/11/2022). Dokumentasi : istimewa

Saat di temui Media ini di kediaman nya, Frederikus Tahadi Bria mengatakan bantuan berupa uang 10 juta Rupiah kepada sekolah SMAK dan SMPK Stella Maris, Biuduk Foho Kecamatan Rinhat yaitu dalam rangka pengembangan ruang belajar.

“Sementara itu di saat pertemuan dan memberikan materi tentang kewirausahaan saya juga memberikan bantuan berupa satu net bola voli dan dua buah bola voli kepada SMAK dan SMPK Stella Maris, Biuduk Foho,” ujarnya.

Bantuan lain nya dirinya berikan kepada SMP Negeri Makenbala yaitu satu set lengkap perangkat Wi-Fi Telkomsel Orbit untuk menunjang proses pembelajaran secara online dan juga 1 buah Net Bola Voli guna membantu dalam segi olahraga atau kebugaran siswa/siswi, jelas Fredi.

Frederikus Tahadi Bria saat menyampaikan materi kewirausahaan di SMP Negeri Makenbala, Senin (07/11/2022). Dokumentasi : istimewa

Tujuan dirinya memberikan semua bantuan kepada dua sekolah ini yaitu memperlancar proses belajar dan mengajar di sekolah juga untuk memperhatikan alat pendidikan yang dalam hal ini alat olahraga.

“Tidak menutup kemungkinan sekolah-sekolah lain yang ada juga akan saya bantu karena itu merupakan kerinduan saya. Kalau bisa kita bantu ya kita bantu, kalau sekalipun tidak kita akan membantu mencarikan donatur yang bisa membantu,” tuturnya.

Dirinya mengharapkan dengan adanya bantuan ini, sekolah penerima bantuan dapat mempergunakan sesuai kebutuhan guna memperlancar proses belajar mengajar di sekolah, tandasnya.

Kepala sekolah SMPK Stella Maris, Biuduk Foho, Drs. Videlis Muti pada dasarnya menyampaikan terima kasih atas bantuan yang sudah di berikan oleh Frederikus Tahadi Bria.

“Kita sangat apresiasi dengan adanya bantuan ini, karena sebagai putra daerah Frederikus Tahadi Bria sangat peduli terhadap pengembangan sektor pendidikan di kampung halaman nya,” ungkap Videlis.

“Saya bersama para guru dan seluruh orang tua siswa mengucapkan terima kasih atas bantuan yang datang dari hati ini dan bantuan 10 juta Rupiah untuk pengembangan ruang belajar ini sudah kami gunakan dengan sebaik-baiknya agar pada akhirnya dapat berguna bagi pengembangan pendidikan di SMPK Stella Maris, Biuduk Foho,” tutup nya.

Untuk di ketahui saat menerima bantuan dan pemaparan materi kewirausahaan dari Frederikus Tahadi Bria ini, para guru dan murid di sekolah SMAK dan SMPK Stella Maris, Biuduk Foho serta SMP Negeri Makenbala sangat berantusias menyimak pemaparan materi yang ada.

Seperti pemberitaan sebelumnya di NTT AKTUAL, Frederikus Tahadi Bria merupakan salah satu figur pengusaha yang sukses di Kota Kupang yang di mana dirinya menggeluti usaha di bidang otomotif dan juga bahan bangunan. (NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Jaring Aspirasi Terkait Pendidikan, Anita Gah Gandeng BMPS NTT

NTT AKTUAL. KUPANG. Anggota Komisi X DPR RI, Anita Jacoba Gah, SE, menggandeng Badan Masyawarah Perguruan Swasta (BMPS) NTT menjaring aspirasi masyarakat (Asmara) terkait tata kelola pendidikan di Kupang, Senin (17/10/2022).

Sejak pukul 10.00 Wita, Ruang Rapat Kantor Walikota Kupang didatangi para pemangku kepentingan, terutama mitra kerja Komisi X seperti Dinas Pendidikan Kota Kupang, Dispora, Perpustakaan dan Kearsipan dan Dinas Kesehatan. Juga hadir para camat, para guru honor, kader posyandu.

Tepat pukul 10.30 Wita, Penjabat Walikota Kupang, George Hadjoh, membuka pertemuan dan melukiskan kunjungan Anita Gah sebagai berkat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Kupang.

Kepada Anita Gah, George Hadjoh mengutarakan obsesinya untuk melakukan standarisasi mutu pendidikan di Kota Kupang untuk semua jenjang agar mampu bersaing di aras nasional dan internasional.

George mencontohkan di Jepang. Para orangtua tidak berlomba-lomba menyekolahkan anaknya di kota, terutama sekolah negeri, di desa pun jadi pilihan favorit. Pasalnya, mutu pendikan di Jepang dari kota sampai desa/dusun semuanya sama.

“Saya mau di Kota Kupang seperti itu. Sekolah di mana saja bisa, semuanya bermutu,” tegasnya.

George Hadjoh juga prihatin sarana dan prasarana milik pemerintah seperti kantor camat, kantor lurah atau gedung sekolah mubazir karena pada sore hari kebanyakan tidak dipakai, selain pada jam kantor.

“Saya minta dinas pendidikan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memanfaatkan sarana ini. Misalnya, para siswa membentuk kelompok diskusi (bahasa Inggris, bahasa Mandarin, matematika). Dinas mendatangkan para tutor untuk dampingi para siswa pada sore hari menggunakan gedung-gedung tersebut,” terang George Hadjoh.

Sementara Anita Gah lebih banyak mengingatkan mitranya untuk mempertanggungjawabkan penggunaan dana-dana perbantuan dari pusat, sesuai peruntukannya atau tidak.

Untuk Dinas Pendidikan, misalnya, penggunaan dana BOS, PIP, DAK fisik serta dana lainnya tahun 2021/2022.

“Laporkan kepada saya sehingga kita ngomong dengan kementerian terkait ada datanya. Termasuk pagu anggaran untuk tahun 2023, kebutuhannya untuk apa saja. Harus rinci. Juga untuk mitra kerja lainnya,” tegas Anita.

Anita juga menyentil dugaan oknum kepala sekolah tilep dana BOS serta pencairan dana BOS secara kolektif. Juga menengarai penerimaan siswa baru di sekolah negeri (SMP) melanggar juknis. Karena menerima terlalu banyak siswa pada sekolah negeri favorit. “Satu rombongan belajar bisa sampai 50 orang. Ini mematikan sekolah swasta,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Kupang, Dumuliahi Djami, menyanggupi permintaan Anita perihal laporan penggunaan dana-dana perbantuan dari pusat tahun 2021/2022. “Besok (Selasa 18/10/2022) saya berikan kepada Ibu Anita,” tegas Dumul Djami.

Perihal oknum kepala sekolah yang tilep dana BOS, Dumul Djami tak membantahnya, diproses secara hukum. “Kalau oknum kepsek itu tidak mengembalikannya, diproses hukum. Kita bekerja sama dengan aparat kejaksaan,” ujarnya.

Soal rombongan belajar yang langgar juknis, Djami membantahnya karena risikonya siswa yang bersangkutan tidak terdata dalam Dapodik.

Pada sesi dialog, Ketua BMPS NTT, Winston Rondo, menyampaikan masalah krusial sekolah swasta terutama perpindahan guru ASN di sekolah swasta ke sekolah negeri.

BMPS NTT mendorong Gubernur NTT, walikota serta para bupati se-NTT agar tetap mempertahankan guru PNS/ASN di sekolah swasta, termasuk pergantian guru PNS yang pensiun di sekolah swasta.

Winston juga mendorong Pemkot Kupang agar memberi alokasi dana insentif yang lebih banyak lagi untuk guru SD, dan SMP dari yayasan swasta yang ada di Kota Kupang sehingga kesejahteraan guru semakin meningkat dan berdampak terhadap mutu pembelajaran di sekolah.

“Di Kota Kupang, insentif untuk guru SD dan SMP Rp 500 ribu/bulan. Namun masih sedikit guru sekolah swasta yang menikmatinya,” ujar Winston yang didampingi tujuh pengurus BMPS NTT, antara lain Romo Kornelis Usboko (wakil ketua), Dr. Semuel Litik (wakil ketua). (***)

Reses di NTT, Anita Gah Siap Perjuangkan Nasib Sekolah Swasta di Parlemen

NTT AKTUAL. KUPANG. Perjuangan Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) NTT untuk membesarkan sekolah swasta di seantero Flobamorata, semakin gencar dilakukan.

Keresahan terkini, rata-rata sekolah swata kehilangan 3 – 10 guru terbaiknya karena lulus P3K. Sebagian kecil sudah diberhentikan dan direkrut guru yang baru. Sedangkan sebagian besar lainnya masih mengajar di sekolah swasta menunggu penempatan di sekolah negeri.

Menguliti aneka masalah yang mendera sekolah swasta di NTT, BMPS telah beraudiens dengan Senator Paul Liyanto, Senin (10/10/2022) lalu. Paul berjanji menyuarakan nya dalam paripurna DPD di Jakarta.

Terbaru, BMPS NTT beraudiens dan berdialog dengan Anggota Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan, Anita Jacoba Gah, SE, di Resto Celebes Kupang, Sabtu (15/10/2022).

Anita Gah berjanji siap memperjuangkan nasib sekolah-sekolah swasta yang ada di NTT nantinya di Kementerian Pendidikan.

Dialog diawali pemaparan aneka masalah yang mendera sekolah-sekolah swasta di NTT hasil kajian BMPS NTT. Pemaparan disampaikan Wakil Ketua BMPS NTT, yang juga Ketua Majelis Pendidikan Katolik (MPK) Keuskupan Agung Kupang (KAK), Romo Kornelis Usboko, Pr.

Romo Kornelis menyebut empat masalah serius yang saat ini membelenggu sekolah-sekolah swasta di NTT kajian tahun 2022.

Pertama, penumpukan peserta didik yang membludak di sekolah negeri. Dampaknya, ada sekolah swasta gigit jari ketiadaan siswa baru. Misalnya, di SMAK Ki Hajar Dewantara Kupang hanya memiliki 7 siswa baru tahun ajaran 2022. Pemicunya, sekolah negeri melanggar Juknis Penerimaan Peserta Ddidik Baru (PPDB) tahun 2022. Sekolah negeri hanya mau mengejar banyaknya dana BOS, mengabaikan pendidikan karakter.

Kedua, program P3K merugikan sekolah swasta. Sampai saat ini belum ada regulasi baik pusat maupun daerah untuk melindungi sekolah swasta dengan menempatkan kembali guru P3K yang lulus ke pos sekolah asal mereka.

“Sekolah kami juga terkena dampaknya. Dua guru harus pergi ikut tes P3K, tak ada penggantinya,” ujar Fredus Kolo, Kepala SMK Sint Carolus Kupang. Bahkan SMA Kristen Kupang harus kehilangan 8 orang guru karena ikut P3K. Kita menanam orang lain yang panen, tambah Winston Rondo, Ketua BMPS NTT.

Ketiga, perpindahan guru PNS/ASN dari sekolah swasta sangat tinggi dengan alasan kecukupan jam mengajar/sertifikasi, maupun yang terutama alasan kebijakan UU ASN.

Keempat, honor atau gaji guru sekolah swasta sangat rendah, di bawah Rp 500 ribu/bulan. Apesnya, pembayarannya masih dicicil. Juga banyak guru sekolah swasta tidak mendapat insentif transportasi Pemda NTT sebesar Rp 400 ribu/bulan.

Rekomendasi

Romo Kornelis juga menyampaikan beberapa rekomendasi untuk diperjuangkan oleh Anggota DPR RI, Anita Gah di aras nasional.

Pertama, DPR RI ikut mengawal pelaksanaan PPDB setiap tahun ajaran agar tidak merugikan sekolah swasta.

Meminta dukungan DPR RI agar mendorong adanya kebijakan lebih besar di tingkat kementerian untuk perlakuan yang adil dan setara terhadap sekolah swasta dan negeri baik dalam kebijakan sarana/prasarana sekolah, kesejahteraan guru, diklat guru dan PPDB.

Secara khusus dalam penerapan teknologi pendidikan dalam rangka MERDEKA BELAJAR di NTT ternyata masih sangat banyak sekolah dan yayasan swasta yang tidak punya sumber daya memadai untuk menerapkan teknologi pendidikan. “Kami berharap dukungan DPR RI dan pemerintah pusat agar berkenan melakukan subsidi teknologi pendidikan,” tegas Romo Kornelis.

Romo Kornelis juga mendorong agar dalam RUU SISDIKNAS dimasukkan secara spesifik kebijakan dan keberpihakan pemerintah untuk ikut serta melindungi dan memperkuat peran sekolah swasta di Indonesia. Termasuk perlu adanya direktorat khusus sekolah swasta di Kementerian Pendidikan sebagaimana yang pernah ada sebelumnya.

Kedua, meminta dukungan DPR RI untuk mendorong kebijakan tingkat nasional untuk merekrut khusus guru P3K untuk ditempatkan di pos sekolah swasta mengingat bahwa NTT adalah daerah 3T yang mana peran sekolah sangat strategis dan penting. Bahkan 40 persen anak NTT bersekolah di sekolah swasta.

Ketiga, mendorong perlunya revisi UU ASN yang menjadi faktor pembatas penyebab ditariknya guru ASN dari pos sekolah swasta yang sudah ada dan dilarangnya penempatan baru guru ASN ke sekolah-sekolah swasta. “DPR RI perlu meneropong ke bawah agar pemerintah tidak semena-mena,” tegas Romo Kornelis.

Keempat, meminta dukungan DPR RI agar dirumuskan kebijakan pemerintah yang lebih adil dan berpihak untuk meningkatkan kesejahteraan guru honorer baik dari sekolah negeri maupun guru honorer yayasan di NTT yang masih sangat rendah dan memprihatinkan.

BMPS NTT mengusulkan kepada DPR RI dan pemerintah pusat agar mengangkat semua guru-guru honor (negeri dan swasta) yang telah mengabdi lebih dari 5 tahun ke atas sebagai ASN tanpa harus mengikuti seleksi P3K. Jika dibutuhkan penilaian kompetensi dapat merujuk pada hasil evaluasi guru dari sekolah masing-masing.

“Kami berharap Anggota DPR RI mendengar rintihan dan tangisan sekolah-sekolah swasta,” tambah John Dekresano, pengawas BMPS NTT.

Anggota BMPS NTT lainnya, Sam Litik meminta pemerintah agar ikut memanage sekolah swasta agar bermutu dan kegiatan belajar mengajar berjalan dengan baik. Misalnya, perlunya sharing dana antara pemerintah dan yayasan swasta untuk menggelar diklat guru dan kegiatan lainnya.

Akan Menyuarakan nya

Anita Gah dalam tanggapannya mengapresiasi BMPS NTT yang telah mengkaji permasalahan yang mendera sekolah- sekolah swasta, lengkap dengan data-data temuan.
“Ini yang saya butuhkan selama masa reses ini. Saya dari NTT, tentu mengakomodir dan memperjuangkan masalah-masalah bidang pendidikan di NTT, terutama sekolah swasta. Perlu dukungan dari daerah. Saya akan menyuarakan nya di parlemen,” tegas Anita.

Perihal akar permasalahan yang meliliti sekolah swasta, Anita memastikan karena belum direvisinya UU Sisdiknas. BMPS NTT agar bersama saya memperjuangkan tuntutan revisi UU Sisdiknas. Sekarang ini kita sedang serap aspirasi di lapangan untuk menyempurnakan UU Sisdiknas. BMPS NTT perlu melihat bagian-bagian mana dari UU itu yang perlu disempurnakan. Bab mana, pasal mana, harus dilihat semuanya. Bila sampai pada titik dan koma, harus jeli. Itu tugas BMPS NTT untuk membantu saya. Saya siap berjuangan di Komisi X dan adu nyali di Kementerian Pendidikan,” terang Anita.

Anita juga berjanji berjuang untuk mengembalikan guru P3K yang telah lulus ke sekolah asal sehingga tidak merugikan sekolah swasta.

Selama masa reses di NTT, Anita meminta BMPS NTT ikut mendampinginya bertemu para pemangku kepentingan seperti Gubernur NTT, walikota dan para bupati untuk bersama-sama meretas permasalahan yang diderita sekolah swasta.

Ketua BMPS NTT, Winston Rondo, menegaskan, untuk membesarkan sekolah swasta di NTT, pihaknya memakai semua lini, terutama penentu kebijakan. “BMPS tidak cuma omong,” tegasnya. (***)

Sikapi Permasalahan Sekolah Swasta di NTT, Senator Paul Liyanto Janji ‘Suarakan’ di Paripurna DPD

NTT AKTUAL. KUPANG. Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Nusa Tenggara Timur (NTT) melitanikan poin-poin kunci permasalahan yang diderita sekolah-sekolah swasta di daerah ini kepada Senator Paul Liyanto. Penyerapan aspirasi ini sebagai salah satu kegiatan Paul selama masa reses.

Dalam pertemuan yang digelar di Kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD) NTT di Jalan Polisi Militer Kupang, Senin (10/10/2022), Ketua BMPS NTT, Winston Rondo, memaparkan empat poin kunci permasalahan yang dihadapi sekolah-sekolah swasta di NTT kepada Paul Liyanto beserta rekomendasi jalan keluarnya.

Pertama, permasalahan terkait pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun 2022. Dinas pendidikan menggelar PPDB online 2022 dengan sistem online tetapi kemudian sekolah-sekolah negeri membuka pendaftaran secara offline. Dampaknya, penumpukan peserta didik di sekolah negeri tidak berbanding lurus dengan ketersediaan ruangan kelas. Proses belajar mengajarpun digelar pagi serta siang/sore hari. “Sangat tidak efektif untuk pendalaman pendidikan karakter,” tambah Romo Kornelis Usboko, Ketua Majelis Pendidikan Katolik (MPK) Keuskupan Agung Kupang (KAK).

Contoh kasus di SMK Sint Carolus Kupang. Sekolah ini sudah menerima pendaftaran 110 siswa baru tahun 2022. Ketika sekolah negeri membuka pendaftaran offline, 40 siswa diam-diam lari ke sekolah negeri. Di tahun yang sama, SMAK Ki Hajar Dewantara Kupang hanya memiliki 7 siswa baru. “Situasi yang sama dialami banyak sekolah swasta lainnnya,” Winston mengamini.

BMPS NTT mendesak Komisi 5 DPRD NTT dan Dinas Pendidikan NTT mengevaluasi secara serius pelaksanaan PPDB 2022 dan mengawal juknis PPDB serta tidak membuka ruang kepada sekolah negeri melakukan penyimpangan. “Kami minta agar pelaksanaan PPDB 2023 melibatkan BMPS NTT sebagaimana tahun-tahun sebelumnya,” tegas Winston.

Kedua, program P3K merugikan sekolah swasta. Rata-rata sekolah swasta kehilangan 3-10 orang guru terbaiknya karena lulus P3K. Namun hingga saat ini tak ada jaminan regulasi atau kebijakan pemerintah baik pusat maupun daerah untuk melindungi sekolah swasta dengan menempatkan kembali guru P3K yang lulus ke pos sekolah asal mereka.

BMPS NTT meminta keadilan, komitmen serta dukungan Gubernur NTT, Ketua DPRD NTT serta dinas pendidikan untuk membuat kebijakan yang tujuannya melindungi sekolah swasta di NTT.

“Kami juga mendorong kebijakan yang lebih luas pada aras nasional untuk merekrut khusus guru P3K agar ditempatkan di sekolah swasta. Pasalnya, NTT merupakan daerah 3T yang mana peran sekolah swasta sangat strategis dan penting. Bahkan 40 persen anak NTT bersekolah di sekolah swasta/yayasan.

Ketiga, permasalahan perpindahan guru PNS/ASN dari sekolah swasta sangat tinggi karena alasan kecukupan jam mengajar/sertifikasi, maupun yang terutama alasan kebijakan UU ASN.

Tidak semua sekolah swasta sanggup membiayai gurunya sendiri dan amat sangat terbantu dengan dukungan/kebijakan pemerintah dalam penempatan guru ASN/PNS sebelumnya.

“Kami mendorong agar Gubernur NTT tetap mempertahankan keberadaan guru PNS/ASN di sekolah swasta, termasuk pergantian guru PNS yang sudah pensiun agar sekolah swasta tidak sekarat,” tutur Winston Rondo.

Keempat, kesejahteraan/gaji guru di sekola swasta sangat rendah. Masih cukup banyak guru di sekolah swasta yang bekerja di atas lima tahun menerima honor atau gaji di bawah Rp 500 ribu/bulan, itupun dicicil.
“Sudah kecil, dicicil lagi. Kita patut sedih,” keluh Winston Rondo.

BMPS juga menilai insentif transportasi Pemda NTT sebesar Rp 400 ribu/bulan untuk guru sekolah swasta sangat dirasakan membantu, namun apesnya masih banyak guru yang tidak menikmatinya. Juga masih sedikit guru sekolah swasta di Kota Kupang yang tidak mendapatkan insentif sebesar Rp 500 ribu/bulan dari Pemkot Kupang.

“Kebijakan insentif transporasi ini harus ditingkatkan jumlahnya oleh pemprop agar bisa menjangkau lebih banyak guru sekolah swasta di NTT,” pinta Winston Rondo.

Senator NTT, Paul Liyanto, menyambut gembira pertemuan dengan BMPS dan menyebutnya sebagai jalan Tuhan untuk menyamakan persepsi dan mencari solusi mengatasi permasalahan yang dialami sekolah swasta di NTT.

Paul mengamati para praktisi langsung (pendidikan) kurang menyuarakan permasalahan sekolah swasta di NTT, terutama di tingkat nasional, agar menjadi perhatian komponen-komponen terkait.

“Ini soal strategi. Harus bersatu. Sangat bagus BMPS sudah siapkan data-data, tinggal lobi ke instansi terkait mencari solusi,” tegas Paul Liyanto.

Mengantongi data-data permasalahan yang diderita sekolah swasta di NTT, Paul Liyanto berjanji akan ‘menyuarakan’ secara resmi di forum paripurna DPD, fokus pada masalah-masalah regulasi.

“Kita harus bermain cantik dengan data-data karena ini juga tercatat sebagai masalah nasional. Dengan data- data yang ada, BMPS juga melaporkan secara tertulis kepada pihak-pihak terkait, baik di level regional maupun nasional,” tandas Paul Liyanto. (***)

Dosen Biologi UKAW Kupang Paparkan Bioteknologi Hijau Pohon Kusambi

NTT AKTUAL. KUPANG. Penelitian lintas disiplin ilmu memberikan pandangan yang luas dan keterkaitan antara data yang didapatkan dari kajian  bidang ilmu yang berbeda untuk menjelaskan suatu obyek penelitian. Ocseanic and South East Asian Navigators (OCSEAN) telah memberikan kesempatan bagi 8 orang peneliti dari bidang bahasa, budaya, biologi dan genetika dari Universitas Kristen Artha Wacana Kupang untuk mengikuti Summer Training Course on Interdisciplinary Methods in Probing the Human Past di Universitas Uppsala, Swedia sejak 15 Juni – 15 Sepetember 2022.

Pelatihan yang diberikan memberikan paradigma berpikir baru tentang pentingnya melakukan inovasi dalam penelitian namun tetap menjaga kelestarian bahasa dan budaya lokal sebagai kekayaan daerah. Interaksi antara manusia dengan sesama dan alam di masa lampau menjadi peta untuk pengembangan penelitian masa depan.

Penyerahan sertifikat Summer Training Course on Interdisciplinary Methods in Probing the Human Past  bidang Genetika oleh fasilitator OCSEAN 2022. Dokumentasi : istimewa

Dosen Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, UKAW Kupang, Mellissa E.S Ledo, S.Si, M.Biotech yang berkesempatan mengikuti Summer Training Course on Interdisciplinary Methods in Probing the Human Past di Universitas Uppsala, Swedia, kepada Media ini, Selasa (27/09/2022) menceritakan saat mengikuti Summer Training Course on Interdisciplinary Methods in Probing the Human Past di Universitas Uppsala, Swedia dirinya berkesempatan mempersentasekan manfaat pohon Kusambi.

Pohon Kusambi (Schleichera oleosa) memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Nusa Tenggara Timur sejak dulu kala, setiap bagian pohon kusambi memiliki manfaat dan berkaitan erat dengan budaya NTT, jelas Mellissa.

“Daun dan batang kusambi digunakan dalam pembuatan daging Se’i dan pembuatan pewarna alami untuk tenun ikat sedangkan biji kusambi digunakan oleh masyarakat sebagai bahan bakar tradisional misalnya untuk menyalakan lentera,” ungkap Mellissa.

Dosen Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, UKAW Kupang, Mellissa E.S Ledo, S.Si, M.Biotech. Dokumentasi : istimewa

Dirinya menambahkan Kearifan lokal masyarakat NTT dalam menggunakan pohon kusambi menjadi petunjuk untuk melakukan berbagai penelitian yang dapat menambah nilai manfaat pohon kusambi saat ini. Bioteknologi hijau berkaitan dengan pemanfaatan agen biologi (tumbuhan, hewan dan mikroba) untuk menghasilkan berbagai produk yang bermanfaat dan ramah lingkungan.

Penelitian tentang kualitas daging Se’i ditinjau dari parameter kimia dan mikrobiologi dengan variasi waktu pengasapan yang berbeda menunjukkan bahwa pengasapan secara tradisional perlu dioptimasi untuk mengurangi kadar benzo(a)pyrene dan mengurangi kontaminasi Staphylococcus aureus yang dapat menghasilkan enterotoksin  (Ledo et al., 2006).

Upaya pembuatan asap cair dilakukan untuk mengurangi kandungan benzo (a)pyrene dari asap batang kusambi namun pembuatan daging se’i menggunakan asap cair mengurangi cita rasa daging se’i (Lambui et al, 2006). Pembuatan pewarna alami dari daun dan batang kusambi untuk memberikan warna pink pada tenun ikat dapat dikembangkan untuk pembuatan cat akrilik untuk aktivitas seni lukis atau mural. Buah kusambi biasanya dikonsumsi langsung dengan menambahkan gula, garam dan cabai namun daging buah kusambi dapat digunakan dalam pembuatan wine kusambi dengan cita rasa yang khas dan konsentrasi alkoholnya berkisar 9-10 % (Mali et al., 2020).

Biji kusambi dengan kandungan asam lemak yang bervariasi dan relatif tinggi ditemukan  menjadi tempat hidup mikrofungi lipolitik (jamur mikroskopis yang dapat menghasilkan enzim lipase) yaitu Aspergillus niger, Aspergillus flavus, dan Penicillium sp (Sele et al., 2018). Enzim lipase yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan industri misalnya sebagai biokatalis dalam sintesis biodiesel (Ledo et al., 2020) dan pembuatan keju (Klaes et al.,2022). Kecambah biji kusambi juga dapat digunakan sebagai sumber enzim lipase (Hendrik et al.,2021).

Produk-produk ramah lingkungan yang dihasilkan melalui metode bioteknologi dengan menggunakan daun, batang, buah dan biji kusambi menunjukkan bahwa kearifan lokal masyarakat NTT memiliki potensi yang besar dalam mendukung inovasi pada pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat yang dapat memberikan manfaat bagi kehidupan sekaligus menyadarkan kita betapa pentingnya melakukan konservasi pohon kusambi bukan hanya karena pohon ini memiliki banyak manfaat  namun juga untuk melestarikan budaya NTT yang berkaitan dengan pohon kusambi dan kehidupan masyarakat NTT di masa lampau hingga masa kini, tutup Mellissa. (**)