Arsip Kategori: PARIWISATA

Pantai Sulamanda Destinasi Memikat Akhir Pekan

NTT AKTUAL. KUPANG. Pantai Sulamanda yang terletak di Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang menghadirkan suasana wisata bahari nan memikat. Keistimewaan yang hadir secara harafiah ini karena para pengunjung pantai Sulamanda akan merasa sensasi pemandangan super indah baik yang dihadirkan dari hembusan angin dan pohon bakau di sekitar nya serta gugusan daratan Kabupaten Kupang yang terpampang dengan jelas secara kasat mata. Gugusan daratan Kabupaten Kupang ini terlihat memikat dengan jelas dan hamparan nan memukau.

Selain itu pengunjung juga dimanjakan dengan lopo-lopo baik yang beratapkan genteng maupun daun kelapa, fenomena kearifan lokal ini hadir dengan gagahnya di Pantai Sulamanda, Minggu (22/05/2022).

Tidak hanya di akhir pekan Pantai Sulamanda ini terlihat ramai dengan pengunjung, tetapi dihari-hari biasa pantai asri ini juga selalu ramai dengan pengunjung.

Salah seorang pengunjung pantai Sulamanda, Nonci. M. Messah mengatakan dirinya merasa senang datang ke pantai Sulamanda karena di pantai Sulamanda ini dirinya merasakan sensasi keindahan yang indah sekali, baik dari segi pantai nya yan indah dan hamparan pulang yang terlihat jelas di seberang pantai.

Pengunjung pantai Sulamanda saat menikmati keindahan pantai Sulamanda, Minggu (22/05/2022). Dokumentasi : Nataniel Pekaata/NTT AKTUAL

“Selain itu saya juga nyaman ditempat ini, karena disaat merasakan suasana pantai yang indah, kita juga bisa merasakan lopo yang indah dibalut daun kelapa nan elok,” ungkapnya.

Salah seorang pengunjung pantai Sulamanda lainnya, Veronika V. Obesi mengatakan tempatnya indah dan sajian lopo serta bakau nya juga memikat.

“Selain itu tempatnya juga bersih dan enak dipandang. Jujur saya berkesan datang,” ujar sosok yang diakrab sapa Indhy. (NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Wawali : Pariwisata Harus Berbasis Pada Masyarakat

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Pemerintah Kota Kupang berupaya mengembangkan sektor pariwisata berbasis pada lima pilar. Demikian disampaikan Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man saat menjadi nara sumber dalam dialog yang digelar RRI Kupang, Rabu (26/01/2022) di Studio RRI Pro I Kupang.

Dialog bertajuk “Mampukah Sektor Pariwisata Mendorong Percepatan Ekonomi NTT di Tahun 2022” itu menghadirkan juga Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, Zet Sonny Libing, M.Si serta Anggota Komisi II DPRD Provinsi NTT, Jhon Oemathan sebagai nara sumber.

Wawali menjelaskan lima pilar dimaksud antara lain, yang pertama adalah pariwisata berbasis sejarah. Banyak peninggalan sejarah di Kota Kupang yang perlu dilihat dan akan diminati wisatawan. Kota Kupang juga menurutnya menjadi bagian dari kota pusaka di Indonesia. Pilar yang kedua menurut Wawali adalah pariwisata yang berbasis budaya. Yang ketiga menurutnya seluruh aktivitas pariwisata harus atraktif. Pilar yang keempat adalah pariwisata harus memikat, membuat orang untuk terus berkunjung misalnya karena daya pikat kuliner dan tenun ikatnya. Pilar yang kelima menurutnya adalah pariwisata harus berbasis pada masyarakat, sehingga menjadikan Kota Kupang yang aman huni dan pentingnya pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi digital.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man saat menjadi nara sumber dalam dialog yang digelar RRI Kupang, Rabu (26/01/2022). Dokumentasi : Prokompim Setda Kota Kupang

Ditambahkannya, dengan berbasis pada lima pilar tersebut pembangunan pariwisata akan mendatangkan tiga keuntungan, antara lain; pendapatan daerah, terciptanya lapangan kerja yang menurunkan angka pengangguran serta produktivitas yang dapat meningkatkan income per kapita sebagai salah satu indikator pertumbuhan ekonomi.

Menurut Wawali ada 8 peluang bisnis yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata, antara lain; usaha penginapan (hotel, home stay), restoran dan usaha kuliner, usaha rental mobil, tour guide dan penerjemah, pedagang kaki lima serta pusat oleh-oleh khas daerah berbasis masyarakat.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, Zet Sonny Libing, M.Si, pada kesempatan yang sama memaparkan NTT memiliki kurang lebih 1305 daya tarik wisata, baik wisata alam, budaya, fashion/tenun ikat (721 motif), kuliner dan karya seni yang tersebar di 22 kabupaten/kota. Jika potensi ini dikelola secara baik akan mendatangkan keuntungan besar bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pendapatan masyarakat. Menurutnya secara politik Pemprov NTT telah menempatkan pariwisata sebagai lokomotif pembangunan NTT. Diharapkan ekonomi kreatif akan ikut tumbuh karena pergerakan sektor pariwisata itu. Untuk itu butuh kerja sama pentahelix dengan berbagai stakeholder dan dukungan masyarakat dalam upaya tersebut.

Hal senada juga disampaikan Anggota Komisi II DPRD NTT, Jhon Oemathan. Menurutnya potensi pariwisata yang sudah digali oleh Pemda setempat harus didukung juga dengan sumber daya manusia yang memadai, yang mendukung upaya peningkatan sektor pariwisata serta mau menjaga dan merawat potensi yang sudah ada. Jhon juga mengapresiasi kemajuan dan keindahan Kota Kupang yang menurutnya sudah mengalami lonjakan dan mendapat pujian dari banyak tamu yang datang dari luar daerah. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

Hadapi Tatanan Kenormalan Baru, Kemenparekraf Selenggarakan Sosialisasi & Simulasi CHSE

NTT AKTUAL. KUPANG. Dalam rangka menghadapi tatanan kenormalan baru, khususnya pada sektor MICE, Kementerian pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Simulasi Panduan Kebersihan, Kesehatan Keselamatan dan Kelestarian Lingkungan (CHSE) pada Penyelenggaraan Pertemuan, Insentif, Konvensi dan Pameran (MICE).

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari di Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) ini yakni terhitung sejak hari ini Selasa 28/9/2021 hingga esok Rabu 29/9/2021.

Dalam kegiatan Press Conference bersama awak Media usai acara pembukaan Sosialisasi dan Simulasi CHSE yang berlangsung di Aston Hotel Kupang, Selasa (28/9/2021) Direktur Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran (MICE) Masruroh, S.Sos., MAB, mengatakan salah satu pedoman yang langsung disimulasikan pada acara pembukaan Sosialisasi CHSE hari ini adalah sebelum mengikuti kegiatan para peserta dan awak Media dan Panitia harus terlebih dahulu di Swab Anti Gen, di atur jaraknya dan semuanya wajib menggunakan masker.

Direktur Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran (MICE) Masruroh, S.Sos., MAB, (kiri) dan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT mengatakan Zet Sony Libing (tengah) saat memberikan keterangan pers kepada awak Media dalam kegiatan Press Conference yang berlangsung di Aston Hotel Kupang, Selasa (28/9/2021). Dokumentasi : Nataniel Pekaata/NTT AKTUAL

Dirinya menambahkan selain itu simulasi lainnya yang juga diaplikasikan yakni dalam pembukaan kegiatan hari ini sebelum pembicara yang baru ingin memaparkan materi nya, terlebih dahulu cover mic nya digantikan barulah narasumber selanjutnya memaparkan materi nya.

“Dalam kegiatan ini para pelaku UMKM juga dilibatkan untuk membantu UMKM memperkenalkan produknya dan para pelaku UMKM juga bisa belajar menggunakan online payment, dan transaksi online guna meminimalisir kontak fisik,” ujar Masruroh.

Harapannya setelah kegiatan ini semua aktivitas ekonomi kreatif dan pariwisata bisa kembali berjalan tetapi dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, tandasnya.

“Hal ini perlu dilakukan karena membangkitkan ekonomi itu jangan juga mengabaikan kesehatan,” kata Masruroh.

Dikesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT mengatakan Zet Sony Libing mengatakan pemerintah Provinsi NTT saat ini sudah mulai membuka beberapa destinasi pariwisata.Tujuan nya yaitu ekonomi rakyat harus kembali tumbuh dan pariwisata juga harus berjalan. Walaupun demikian pemerintah Provinsi membuat berbagai kebijakan tentang protokol kesehatan.

“Vaksinasi kami jalankan kesemua elemen dan kesemua tempat bahkan sampai di desa-desa. Kemudian di setiap festival ataupun pertemuan yang kita lakukan tetap selalu aktif menerapkan protokol kesehatan yakni dengan melakukan Swab anti gen dan kegiatan yang dilakukan juga dengan jumlah peserta yang terbatas. Jadi pemerintah Provinsi NTT menyiapkan berbagai hal yang berkaitan dengan protokol kesehatan dan pada saat yang sama secara paralel pembangunan ekonomi kreatif dan pariwisata dijalankan,” kata Sony Libing.

Lanjutnya, saat ini di Labuan Bajo sudah mulai muncul geliat ekonomi itu, kota Kupang juga sudah mulai muncul. “Destinasi-destinasi wisata pun sudah kita buka supaya masyarakat bisa berkunjung. Pantai Liman juga sudah kita buka dan pengunjung bisa menikmati keindahan alam dan laut. Pemerintah Provinsi NTT juga sudah menyiapkan berbagai kegiatan-kegiatan Festival yang akan dilakukan tahun ini,” tuturnya.

Kesimpulannya pemerintah Provinsi NTT siap untuk membangun ekonomi kreatif dan pariwisata serta disaat yang sama juga siap melaksanakan berbagai vaksinasi untuk masyarakat dengan demikian ada herd imunity yang terbangun dengan baik dan rakyat pun sejahtera disaat pandemi, jelas Sony Libing.

“Prinsip kami tidak boleh masyarakat jatuh hanya karena Covid-19, pemerintah harus membangkitkan itu dengan cara membangun ekonomi kreatif dan pariwisata sembari menjaga protokol kesehatan,” ujar nya.

Diakhir pemaparannya Sony Libing menjabarkan pula Lewat kegiatan Sosialisasi dan Simulasi Panduan Kebersihan, Kesehatan Keselamatan dan Kelestarian Lingkungan (CHSE) pada Penyelenggaraan Pertemuan, Insentif, Konvensi dan Pameran (MICE) ini adalah kolaborasi pemerintah daerah dan pemerintah pusat yakni untuk melatih pelaku pariwisata di NTT untuk selalu menjaga protokol kesehatan sembari membangun pariwisata serta ekonomi kreatif, tutup Sony Libing. (*/NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Gubernur NTT Mengundang Menteri Parekraf Kunjungi Bukit Kelabba Maja

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat mengundang Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga S. Uno untuk mengunjungi destinasi wisata bukit Kelabba Maja yang terletak di Kabupaten Sabu Raijua.

Hal tersebut diungkapkan Gubernur NTT pada saat menjadi pembicara dalam acara Talkshow Pariwisata Berkelanjutan secara virtual pada kamis (13/8/2021).

“Saya ingin suatu saat nanti Pak Sandi bisa berkunjung ke Bukit Kelabba Maja yang berada di Kabupaten Sabu Raijua. Itu adalah salah satu destinasi pariwisata di NTT dengan bukit pelangi atau batu berwarna. Tidak kalah indah dengan Grand Canyon di Arizona,” ujar Gubernur.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat menjadi pembicara dalam acara Talkshow Pariwisata Berkelanjutan secara virtual pada Kamis (13/8/2021). Dokumentasi : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.

“Pulau Sabu juga memiliki cerita atau narasi yang unik dimana dalam catatan perjalanan seorang penjelajah dunia bernama James Cook yang dikenal sebagai penemu benua Australia menyebutkan bahwa sebelum menemukan benua Australia ia sempat berlabuh di Pulau Sabu dan disana ada seorang raja setempat yang kemudian memberikan bantuan logistik kepadanya untuk kemudian melanjutkan perjalanannya hingga menemulan benua Australia. Ada juga legenda yang turut menyatakan bahwa Gadjah Mada juga berasal dari Sabu. Ini adalah narasi yang menambah daya tarik pariwisata ,” jelas Gubernur.

“Selain Sabu Raijua, masih banyak lagi pulau-pulau kecil lainnya yang layak dikunjungi karena sangat indah dan menakjubkan. Pariwisata NTT bukan hanya ada di Labuan Bajo tapi membentang di seluruh pulau di NTT,” ujarnya.

Gubernur juga mengatakan keinginannya agar pelayanan di ruang birokrasi Pemerintah Daerah NTT harus mengedepankan mindset pariwisata.

“Saya ingin agar pelayanan pemerintahan harus memiliki mindset pariwisata. Bagaimana kita mau mendorong pembangunan pariwisata kalau sampah masih ada dimana-mana. Pelayanan birokrasi harus mengedepankan pariwisata. Masalah kita ada pada mindset kita. Pemprov, Pemkot dan Pemkab harus bisa memperbaiki masalah ini.

“Pariwisata harus menjadi idola bagi kita semua, harus dijaga, dirawat, dikelola dan dilindungi karena mendatangkan manfaat yang besar bagi daerah dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, mindset pariwisata ada pada bagaimana membangun cara berpikir serta imajinasi terbaik untuk memberikan pelayanan bagi pengunjung, pesona alam dan kulturnya sehingga berujung pada hasil taste atau cita rasa sebagai bentuk kepuasan pengunjung.

“Untuk itu memang perlu ada latihan-latihan lapangan yang nyata dan langsung ada dampaknya. Pemerintahan harus bisa menjadi penggerak. Saya harapkan Kementerian Parekraf untuk bisa datang melatih Pemerintahan kami mulai Eselon 3 dan Eselon 4 serta staf untuk memahami tentang pariwisata.
Sehingga mereka punya kemampuan cepat bergerak menyiapkan program-program pemerintah. Dengan demikian kami juga bisa turut melatih dan memberikan edukasi serta pendampingan pada masyarakat bagaimana cara mengelola pariwisata untuk dapat memotong rantai kemiskinan dan membawa masyarakat pada kesejahteraan,” jelas Gubernur.

“Saya ingin dalam waktu yang tidak terlalu lama kurang lebih 2 minggu dari sekarang, tim dari Jakarta datang bersama dengan kami di NTT untuk nanti mulai sama-sama turun ke masyarakat mengajarkan pada masyarakat kita. Perlu ada kerjasama kelembagaan yang baik mulai dari Pemerintah, Lembaga masyarakay, lembaga adat, koperasi, bumdesnya, UMKM Ini harus ada dalam praktik lapangan yang satu pikiran dan sejalan. Kita jangan hanya berbicara dalam talkshow atau webinar saja. Harus aktif dilapangan,” tegas Gubernur.

Sementara itu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga S. Uno mengatakan, Pembangunan pariwisata berkelanjutan akan menjadi kunci bagi pemulihann ekonomi nasional juga mendorong kesejahteraan masyarakat.

“Beberapa strategi Kemenparekraf saat ini yaitu ada 3G yaitu GerCep (gerak cepat) harus bisa cepat dan tanggap, GeBer (gerak bersama) dengan tidak bisa sendiri-sendiri mulai dari Pemerintah, Institusi pendidikan, komunitas masyarakat dan tentunya rekan-rekan media, juga dengan GasPol (Garap Seluruh Potensi Lapangan Kerja) meningkatkan SDM kita,” jelas Menteri Sandi.

Ia juga menjelaskan, untuk memulihkan sektor pariwisata yang berkelanjutan kami memiliki empat tahap pemulihan yaitu 1) revitalisasi destinasi dan peningkatan confidence; 2) Pemulihan permintaan domestik, 3) pemulihan permintaan internasional, dan 4) melanjutkan pembangunan pariwisata sesuai dengan arahan dari Bapak Presiden Jokowi melalui RPJMN.

Menteri Sandiaga saat merespon terkait undangan Gubernur NTT untuk berkunjung sekaligus bangun Sabu Raijua.

“Insyaallah segera kami jadwalkan, secepatnya kami ke NTT kunjungi pulau-pulau disana termasuk Rote Ndao dan Sabu Raijua, semoga dalam waktu seminggu, cukup untuk kunjungi NTT sekaligus merealisasikan harapan Pak Gubernur,” tutup Menteri Sandiaga. (***)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Disparekraf NTT Siap Lakukan Peningkatan Fasilitas Kampung Seni Flobamorata

NTT AKTUAL. KUPANG. Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Nusa Tenggara Timur (Disparekraf Provinsi NTT) siap untuk meningkatkan kualitas dan juga fasilitas kampung seni Flobamorata (eks gua monyet) yang ada di Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang Provinsi NTT.

Saat di konfirmasi melalui seluler, Rabu (21/07/2021) Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kadis Parekraf) Provinsi NTT, Dr. Ir. Wayan Darmawa, MT, mengatakan pengembangan destinasi kampung seni Flobamorata yang direncanakan meliputi peningkatan kualitas akses jalan di kawasan kampung seni Flobamorata.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kadis Parekraf) Provinsi NTT, Dr. Ir. Wayan Darmawa, MT. Dokumentasi : Nataniel Pekaata/NTT AKTUAL.

“Ada juga peningkatan kualitas mitigasi bencana atau pengadaan peralatan untuk penanganan kebencanaan,” ujar Wayan Dermawa.

Selain itu ada peningkatan kualitas-kualitas penting lainnya untuk lebih dapat memenuhi aspek 5 A di Kampung Seni Flobamorata, tambahnya.

Peningkatan kualitas fisik  kampung seni Flobamorata ini dananya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), jelas Wayan Dermawa.

Dirinya mengharapkan dengang adanya pengembangan ini dapat meningkatkan fasilitas pendukung kampung seni Flobamorata yang merupakan salah satu destinasi yang di kelola Disparekraf Provinsi NTT, hingga pada akhirnya diharapkan dapat memperbanyak jumlah kunjungan wisatawan di Provinsi NTT.

Dirinya juga berharap kedepan di saat pandemi sudah pulih nantinya ada dukungan-dukungan positif lain dari berbagai pihak untuk mengembangkan sektor pariwisata di NTT, pungkasnya. (*/NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Kadis Parekraf Wayan Darmawa Paparkan Langkah Strategis Majukan Pariwisata NTT

NTT AKTUAL. KUPANG. Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kadis Parekraf) Provinsi NTT, Dr. Ir. Wayan Darmawa, MT, memaparkan langkah-langkah strategis Disparekraf NTT dalam memajukan sektor Pariwisata di NTT.

Kadis Parekraf Provinsi NTT, Dr. Ir. Wayan Darmawa, MT, kepada NTT AKTUAL saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (5/07/2021) mengatakan sesuai dengan kebijakan pembangunan pariwisata yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi NTT Tahun 2018 – 2023 yaitu salah satunya menjadikan NTT sebagai destinasi unggulan dan salah satu pintu gerbang pariwisata di Indonesia.

“Oleh sebab itu sebagai langkah dalam menjadikan sektor pariwisata sebagai penggerak utama (prime mover) pembangunan ekonomi maka pembangunan pariwisata dilakukan secara inklusif artinya melibatkan stakeholder terkait, serta yang kedua adalah mengedepankan sumber daya setempat sebagai bagian penting dalam pembangunan pariwisata NTT. Selain itu dalam pembangunan pariwisata NTT juga seperti yang diketahui NTT memiliki atraksi wisata sangat banyak, jadi kita mengidentifikasi 1.378 destinasi wisata maka pembangunan pariwisata yang dilakukan bagaimana semua destinasi ini dapat terintegrasi atau terpadu dalam Ring of Beauty, yang dimaksudkan dalam hal ini adalah destinasi wisata yang satu dengan destinasi wisata yang lain bisa saling mendukung untuk meningkatkan daya saing dan daya tarik pariwisata NTT itu sendiri,” ujar Kadis Parekraf.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kadis Parekraf) Provinsi NTT, Dr. Ir. Wayan Darmawa, MT, saat ditemui NTT AKTUAL diruang kerjanya, Senin (5/07/2021). Dokumentasi : Nataniel Pekaata/NTT AKTUAL.

Guna mewujudkan pembangunan pariwisata secara inklusif dan juga yang mengedepankan sumber daya setempat, Disparekraf NTT membangun pariwisata dengan pendekatan ekosistem pariwisata yakni pariwisata dibangun oleh lintas perangkat daerah, lintas pelaku pariwisata, stakeholder dan juga harus didukung dengan sumber daya yang ada sebagai upaya meningkatkan pemenuhan rantai pasok dan rantai nilai dari kepariwisataan yang ada, jelasnya.

Pada kesempatan ini dirinya juga menuturkan dalam rangka meningkatkan daya saing kepariwisataan NTT telah ditetapkan empat prioritas pembangunan kepariwisataan NTT yaitu yang pertama pembangunan destinasi pariwisata, kedua adalah pengembangan akomodasi, ketiga peningkatan amenitas dan keempat yaitu peningkatan kualitas aksesibilitas.

Dirinya mengharapkan dengan langkah-langkah strategis ini nantinya pariwisata dapat menjadi penggerak utama ekonomi dan memutuskan rantai kemiskinan yang ada di Provinsi NTT, tutup Kadis Parekraf. (NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Terima Penghargaan di API 2020, Wali Kota Kupang Optimis Raih Tropi di Ajang Berikutnya

NTT AKTUAL. LABUAN BAJO. Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH menerima penghargaan kategori Sentral Tenun Ikat Ina Ndao sebagai Destinasi Belanja Terpopuler dengan 30% vote. Penghargaan tersebut diterima Wali Kota pada acara Malam Anugerah Pesona Indonesia ke-5 tahun 2020 yang diselenggarakan di Inaya Hotel, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Kamis (20/05/2021).

Wali Kota dalam wawancara oleh awak media mengaku bangga dan bersyukur atas penghargaan yang diterima. Diakui Wali Kota, Sentra Tenun Ina Ndao memang dipersiapkan Pemkot sebagai salah satu pengembangan pariwisata di Kota Kupang. “Karena Kota Kupang sendiri merupakan daerah singgah, sehingga wisatawan yang singgah selalu tenun sebagai cinderamata. Untuk itu, Pemkot akan terus mendukung Ina Ndao sebagai salah satu destinasi belanja terbaik di Kota Kupang. Kedepan, Pemkot akan menyiapkan obyek wisata lain yang memiliki ciri khas daerah Kota Kupang seperti tenun ikat sepe untuk diikutsertakan pada ajang seperti ditahun-tahun yang akan datang. Saya yakin penghargaan yang diterima ini akan menjadi langkah awal kami dalam membantu pariwisata di Kota Kupang,” ujar Wali Kota.

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH (kedua dari kanan) saat menerima penghargaan kategori Sentral Tenun Ikat Ina Ndao sebagai Destinasi Belanja Terpopuler pada acara Malam Anugerah Pesona Indonesia ke-5 tahun 2020 yang diselenggarakan di Inaya Hotel, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Kamis (20/05/2021). Dokumentasi : Prokompim Setda Kota Kupang

Maret 2021 lalu, motif tenun ikat bunga sepe khas daerah Kota Kupang karya Ibu Hilda Riwu Kore-Manafe (Ketua Dekranasda Kota Kupang) terdaftar secara resmi sebagai hak kekayaan intelektual milik Pemkot Kupang di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham Provinsi NTT.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan API 2020 di Labuan Bajo, NTT, “secara khusus API tahun ini dilaksanakan di NTT merupakan kebahagiaan tersendiri bagi masyarakat NTT, apalagi Provinsi NTT menjadi juara umum karena berhasil meraih 8 penghargaan dari 18 kategori. Ini merupakan prestasi yang membanggakan,” tutur Wali Kota

8 penghargaan dari 18 kategori pariwisata terbaik yang berhasil diraih Kabupaten dan Kota se-NTT serta Provinsi NTT, diantaranya :
– Juara 1 Kategori Makanan tradisional terpopuler diraih oleh Provinsi NTT untuk Sei
– Juara 1 Kategori Destinasi Belanja Terpopuler diraih oleh Sentra Tenun Ikat Ina Ndao, Kota Kupang
– Juara 2 Kategori Wisata Air terpopuler diraih oleh Island Hopping Pulau Meko, Kabupaten Flotim
– Juara 1 Kategori Dataran Tinggi Terpopuler diraih oleh Fulan Fehan Kabupaten Belu
– Juara 1 Kategori Situs Sejarah Terpopuler diberikan kepada Liang Bua Ruteng, Kabupaten Manggarai
– Juara 1 Kategori Kampung Adat Terpopuler diraih oleh Kampung Adat Namata, Kabupaten Sabu Raijua
– Juara 2 Kategori Destinasi Baru Terpopuler diraih oleh Pulau Semau, Kabupaten Kupang
– Juara 2 Kategori Surga Tersembunyi Terpopuler diraih oleh Obyek Wisata Mulut Seribu, Kabupaten Rote Ndao.

Chairman API, Hiro Kristianto dalam sambutannya mengatakan Anugerah Pesona Indonesia merupakan ajang apresiasi masyarakat terhadap pariwisata Indonesia. Kegiatan yang sudah dimulai sejak tahun 2016 ini telah berhasil mengangkat dan mempromosikan lebih dari 700 destinasi dan produk pariwisata di seluruh Indonesia. Pada penyelenggaraan tahun 2020 ini tercatat lebih dari 890 ribu votes yang masuk dan hampir 7 juta tautan pemberitaan tentang nominasi ataupun kegiatan API pada pencarian google. Pada tahun ini, bermunculan lebih banyak nominasi dan juara baru dari seluruh Indonesia. Bukti bahwa Indonesia memiliki banyak sekali kekayaan pariwisata baik dalam bentuk keindahan dan keajaiban alam, kuliner, sejarah maupun budaya.

Hal senada pun disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Uno yang mengatakan bahwa API merupakan sebuah ajang nasional yang diselenggarakan untuk memberikan penghargaan bagi industri pariwisata Indonesia. Menurutnya, tercatat ada 34 juta tenaga kerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang tedampak pandemi. “Kita harus optimis untuk bangkit, survive, revive dan thrive, bertahan, mengambil peluang dan menjadi pemenang. Khususnya dalam menjawab tantangan pandemi, Kemenparekraf mendorong pelaku pariwisata untuk terus bangkit dan menerapkan strategi inovasi, adaptasi dan kolaborasi. 3 pilar strategi tersebut diimplementasikan dalam berbagai hal antara lain berinovasi dalam mengembangkan dan mempromosikan destinasi pariwisata Indonesia sesuai dengan kebutuhan pasar terkini, memanfaatkan teknologi digital dan menerapkan protokol kesehatan CHSE (cleanliness, healthy, safety and environmental sustainability) dalam rangka mendukung industri pariwisata Indonesia selama masa pandemi serta berkolaborasi dengan berbagai stakeholders,” kata Sandiaga. Lanjutnya dikatakannya bahwa Kemenparekraf sangat mengapresiasi pelaksanaan API 2020 ini yang nantinya dapat berkontribusi dalam pengembangan dan promosi industry pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia.

Sementara itu Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dalam sambutannya mengharapkan kedepan Anugerah Pesona Indonesia dapat mengikutsertakan dan memberikan penghargaan bagi lebih banyak pariwisata di Indonesia. Diakuinya, bicara tentang pariwisata memang tak mudah apalagi bagi Provinsi NTT. “Padahal secara kasat mata kita tahu bahwa keindahan alam dan budaya NTT cukup kaya dan mampu disandingkan dengan pariwisata dunia. Misalnya, NTT sendiri memiliki satu-satunya binatang purba bernama Komodo, selain itu NTT memiliki banyak tempat eksotik yang dapat menjadi daya tarik, seperti halnya banyak daerah di Indonesia. Karena itu kita patut bangga sebagai bangsa Indonesia yang memiliki keragaman budaya. Keragaman inilah yang harus kita syukuri bukan malah dipersoalkan dengan stempel-stempel perbedaan. Karena perbedaan membuat kita kaya dan sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan sebagai jati diri Indonesia,” ujar Gubernur. (*PKP_nt)

Sumber berita + foto : Siaran Pers Prokompim Setda Kota Kupang

NTT Raih Juara Umum Anugerah Pesona Indonesia (API) 2020

NTT AKTUAL. LABUAN BAJO. Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai Provinsi yang memiliki luasan lautan melebihi luasan daratan, secara administrasi memilik 21 Kabupaten dan 1 Kota.

Wilayah Administrasi tersebut, secara terpisah berbasis kepulauan, yakni Pulau Timor (Kota Kupang, Kabupaten Kupang, TTS, TTU, Belu, Malaka), Pulau Flores (Kabupaten Flores Timur, Sikka, Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, Manggarai dan Manggarai Barat) dan Pulau Sumba (Sumba Timur, Sumba Barat, Sumba Tengah dan Sumba Barat Daya) serta Kabupaten Kepulauan Lainnya yaitu Kabupaten Alor, Kabupaten Lembata, Kabupaten Sabu Raijua dan Kabupaten Rote Ndao.

Sejak September Tahun 2018, untuk periode 2018-2023, NTT di pimpin oleh Gubernur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dan Wakil Gubernur, Josef A. Nae Soi (JNS) dengan spirit NTT Bangkit NTT Sejahtera dengan Pariwisata sebagai Penggerak utama pembangunan di NTT.

Pariwisata sebagai Prime mover pembangunan di NTT memiliki1.378 dengan rincian 636 destinasi wisata alam, 500 destinasi wisata budaya, 101 destinasi wisata minat khusus, 41 destinasi wisata buatan sebagai kekuatan untuk pencapaian kesejahteraan di NTT untuk terus bergerak maju dengan pendekatan modernisasi dan digitalisasi.

Kondisi (20/05/2021), Labuan Bajo-NTT menjadi Tuan Rumah Anugerah Pesona Indonesia (API) Award, NTT masuk nomisasi tiga besar dan bersaing dengan Provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Aceh.

Kegiatan API 2020, seleksinya dilaksanakan secara ketat oleh Komite Seleksi API Indonesia Tahun 2020 secara profesional dan Independen, Kajian dan Seleksi, Penentuan dan Penetapan Nominasi melalui Vote dengan periodesasi 1 Agustus sampai dengan 31 Desember 2020 melalui You Tube API 2020, Website API 2020, Android App dan SMS 99386.

Malam Penghargaan API 2020, Master of Ceremony (MC), Riris Sulistiowati dan Bimo mengumumkan NTT sebagai juara umum dengan nominasi yang berhasil meraih juara 1 Pada 5 kategori dan juara 2 pada 3 kategori Dari total 18 Kategori.

“8 nominasi kategori yang dijuarai NTT yaitu; Pertama, Kategori Surga Tersembunyi juara dua diraih oleh Mulut Seribu di kabupaten Rote Ndao, Kategori Makanan Tradisional juara satu diraih oleh daging Se’i provinsi NTT, Kategori Destinasi Belanja juara satu diraih Sentra Tenun Ikat Ina Ndao di Kota Kupang, Kategori Wisata Air juara dua disabet Island Hopping Pulau Meko di Flores Timur, Kategori Dataran Tinggi juara satu diraih Fulan Fehan di kabupaten Belu, kategori Kampung Tradisional, juara satu diraih Kampung Adat Namata di Sabu Raijua, kategori Destinasi Baru, juara dua diraih Pulau Semau di kabupaten Kupang, dan kategori Situs Sejarah, juara satu diraih Liang Bua Ruteng, kabupaten Manggarai”, pungkasnya

“Anugerah Pesona Indonesia  merupakan rangkaian kegiatan tahunan yang diselenggarakan dalam upaya membangkitkan apresiasi masyarakat terhadap pariwisata Indonesia, serta mendorong peran serta berbagai pihak terutama pemerintah daerah untuk lebih berupaya mempromosikan pariwisata di daerahnya masing-masing,” katanya. (*)

Sumber berita + foto : Siaran Pers Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Gubernur VBL Terima Kunjungan Panitia Pelaksana Malam Anugerah Pesona Indonesia Award 2021

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menerima kunjungan Panitia Pelaksana Malam Anugerah Pesona Indonesia (API) Award 2021, pada Senin (17/05/2021) bertempat di ruang kerja Gubernur.

Tim tersebut dipimpin Wakil Ketua Panitia yang juga adalah Direktur Umum Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTT, Abednego Frans, yang biasa disapa Abed, dan Panitia lainnya : Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, Wayan Darmawa, Karo Umum Setda Provinsi NTT, George Hadjo, Ketua BPPD Provinsi NTT, Rocky Pekudjawang, Andre Porsiana bersama anggota panitia lainnya.

Gubernur VBL memberi apresiasi atas kerja keras panitia menyongsong digelarnya Malam API Award 2021, yang akan digelar di Inaya Bay Komodo Resort, Labuan Bajo, Manggarai Barat, 20 Mei 2021 mendatang.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat saat menerima kunjungan Panitia Pelaksana Malam Anugerah Pesona Indonesia (API) 2021 di ruang kerja Gubernur, Senin (17/05/2021). Dokumentasi : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

“Saya minta panitia harus bekerja sungguh-sungguh agar sukses, karena NTT sudah dikenal dengan branding pariwisata sebagai Prime Mover Pembangunan di NTT. Kita harus tunjukan kerja yang terpadu dan berkualitas, sehingga NTT pantas menjadi tuan rumah event tersebut. Apalagi Labuan bajo telah ditetapkan dan terus didandani sebagai destinasi super premium di Indonesia. Tetap perhatikan disiplin pada protokol kesehatan, agar kegiatan tersebut tidak menciptakan kerumunan. Upayakan agar sebagian undangan dapat menyaksikan juga dari tempat menginapnya masing-masing. Manfaatkan fasilitas zoom, undangan bisa menyaksikan dari Hotel La Prima, Jayakarta, Bintang Flores dan bisa juga diikuti secara virtual di Bacarita Café. Ini penting agar tidak semua penonton harus menyaksikan malam puncak API Award langsung dari Inaya Hotel,” tegas Putera Semau tersebut.

Lebih jauh Gubernur VBL menyampaikan bahwa API Award ini harus memberi dampak bagi pertumbuhan dan perkembangan serius pariwisata di NTT.

“Kita harus punya hospitality dan SDM yang benar-benar berkualitas untuk bisa memajukan NTT melalui pariwisata, majukan pariwisata melalui amenitas dan atraksi yang berkualitas dan pantas dikonsumsi oleh wisatawan yang berkunjung ke NTT. Hospitality harus benar-benar bisa menjadi budaya masyarakat NTT. Standarisasi kebersihan, produk kerajinan tangan, dan atraksi seni budaya harus menarik minat para pengunjung. Penguasaan Bahasa Asing seperti Bahasa Inggris harus menjadi perhatian serius kita semua. Dampak dari penguasaan Bahasa Asing secara terampil pasti membawa pariwisata NTT dapat dipromosi optimal. Pariwisata NTT harus ditata kelola dengan manajemen terbaik, sehingga Pariwisata bisa merubah mindset manusia NTT agar lebih berkeadaban. Perlu diingat, bahwa Malam API Award 2021 ini baru menjadi pekerjaan minimal, pekerjaan maksmimalnya adalah Pariwisata harus bisa dikembangkan menjadi industri, dan memberi dampak yang maksimal bagi kemajuan ekonomi masyarakat NTT. Pekerjaan ini memang tidak main-main, hanya bisa dilakukan dengan kerja keras, kerja cerdas dan kerja di luar kebiasaan “out of the box”. Dan konsep ini juga memang harus diterapkan di 7 (tujuh) Destinasi Prioritas sebagai Pariwisata Estate yang tengah dikembangkan, masing-masing : Pantai Liman Semau Kabupaten Kupang , Fatumnasi Kabupaten TTS, Wolwal Kabupaten Alor, Mulut Seribu Kabupaten Rote Ndao, Lamalera Kabupaten Lembata, Pramaidita Kabupaten Sumba Timur dan Koanara Kabupaten Ende,” tegas Mantan Ketua Fraksi Nasdem DPR RI tersebut.

Pada kesempatan tersebut Abed Frans sebagai Wakil Ketua Panitia menyampaikan laporan kesiapan pelaksanaan Malam API Award 2021 yang sudah mencapai lebih dari 50 persen secara fisik. Total tamu yang akan hadir berkisar 540 s.d. 560 orang. “Yang sudah konfirmasi untuk hadir adalah Menteri Hukum dan HAM, Yasona Laoly, Menteri Parekraf, Sandiaga Uno, dan Menteri Kominfo, Johny Plate bersama Gubernur Riau, H. Syamsuar dan sejumlah undangan penting lainnya,” kata Frans.

Di akhir kunjungan tersebut, Gubernur VBL menyampaikan bahwa mulai Bulan Juni 2021 akan melakukan kunjungan pada setiap Perangkat Daerah sekaligus melakukan upaya promotif dan edukatif terkait Table Manner, ini sebagai langkah meningkatkan kesadaran ASN dalam berpartisipasi aktif memajukan pariwisata NTT.

Nampak hadir pada pertemuan tersebut Staf Khusus Gubernur Bidang Politik, Demokrasi dan Pemerintahan, Imanuel Blegur, Staf Khusus Gubernur Bidang Kerjasama dan Hubungan Antar Lembaga, Anwar Pua Geno, dan Pius Rengka selaku Staf Khusus Gubernur Bidang Komunikasi Publik. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Gubernur NTT Beri Apresiasi Yayasan Swisscontact

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat memberikan apresiasi pada Yayasan Swisscontact atas partisipasinya dalam mendorong pengembangan pariwisata di Nusa Tengggara Timur. Gubernur Viktor mengatakan hal tersebut saat pertemuan secara virtual bersama pihak Yayasan Swisscontact pada Rabu (17/03/2021).

“Kita sangat senang karena kehadiran Swisscontact di NTT ini bisa memberikan pemahaman bagi masyarakat tentang bagaimana membangun pariwisata yang berkelanjutan. Bagaimana melatih dan melakukan pendampingan masyarakat untuk bertransformasi agar pariwisata kini adalah sebagai budaya kerja. Seperti yang dilakukan Yayasan Swisscontact bersama para petani di Desa Waturaka Ende-Flores untuk beralih dari petani tradisional menjadi petani agrowisata dan juga Desa Waturaka kini dinobatkan sebagai Desa Contoh Ekowisata. Ini tentunya model pembangunan pariwisata yang kita inginkan bersama,” ujar Gubernur Viktor.

“Kita ingin agar membuat Provinsi NTT ini menjadi daerah dengan desain pariwisata yang diidolakan dan diidamkan. Meski dengan keterbatasan kita saat ini maka kehadiran Swisscontact ini juga sebagai sumbangan energi dan daya bagi pariwisata NTT,” ujar Gubernur.

Menurutnya pengembangan pariwisata berkelanjutan (Sustainable Tourism) harus dilakukan dalam sistem kelembagaan dan kesatuan yang baik mulai dari masyarakat, pemerintah dan oihak swasta sehingga model yang dihasilkan untuk satu destinasi di daerah tertentu juga bisa ditiru di daerah yang lain sehingga pariwisata benar-benar menjadi prime mover kita bersama.

“Untuk Pulau Komodo dan Labuan Bajo saya minta untuk serius melihat pada kelayakan ekonomi dan lingkungan untuk kita bergerak menuju harmoni pariwisata yang baik,” tambahnya.

“Saya juga minta agar yayasan swisscontact untuk tidak hanya fokus di Flores saja tetapi harus mulai masuk di pulau-pulau yang lain dengan 7 destinasi yang indah diantaranya yaitu Pantai Liman (Semau), Mulut Seribu (Rote), Desa Lamalera (Lembata), Desa Wol Wal (Alor), Desa Praimadita (Sumba), Fatumnasi (Timor – TTS), dan Koanara (Ende – Flores),” kata beliau.

“Model yang sudah diterapkan baik di Flores bisa dibawa ke seluruh pulau sehingga bisa melatih masyarakat, berikan pemahaman dan pengembangan yang baik, berdayakan masyarakatnya sehingga pemahaman mengenai pariwisata berkelanjutan bukan hanya kita (leader) yang paham tetapi juga juga masyarakat kita,” ujarnya.

Dikatakannya, untuk memiliki pariwisata berkelanjutan yang hebat maka pembangunan infrastruktur harus cepat, akomodasi disiapkan dengan baik, serta yang tidak kalah penting adalah kesadaran masyarakat sendiri untuk membangun pariwisata sebagau ciri khas daearah itu sendiri.

Sementara itu, Program Manager Swiss Contact, Philip Orga mengatakan akan siap untuk selalu membantu Pemerintah NTT dan masyarakat agar bisa mengembangkan pariwisata yang berkualitas dan menjadi daya tarik dunia dengan juga memperhatikan destinasi pariwisata di seluruh pulau di NTT. (*)

Sumber berita + foto : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT