Arsip Kategori: NASIONAL

Pertunjukan Rakyat “Indonesia Sehat, Ekonomi Bangkit” Sukses Diselenggarakan Kominfo

NTT AKTUAL. JAKARTA. Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemkominfo RI) sukses menyelenggarakan acara Pertunjukan Rakyat ‘Indonesia Sehat, Ekonomi Bangkit’ dengan mengusung tema besar yaitu “Peran Milenial Dalam Menjaga Nilai Budaya di Era Digital”, Sabtu (18/9/2021).

Acara yang diselenggarakan secara langsung di The Sultan Hotel & Residence Jakarta ini juga berlangsung via Zoom dan disiarkan pula melalui Channel YouTube Kemkominfo TV.

Acara ini diisi Keynote Speech via Zoom oleh Plt. Direktur Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik Kominfo RI, Bambang Gunawan. Selain itu turut hadir sebagai pembicara dalam kegiatan ini yakni, Ketua Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Jakarta Pusat Fauzan Fadel Muhammad. Hadir pula sebagai narasumber lainnya yakni dr. Kristin Tjandra.

Acara ini dipandu oleh Host Jeremy Teti dan Bella Fauzi. Turut pula dimeriahkan oleh penampilan bintang tamu Dian Sorowea serta musik yang diisi oleh Boma & Friend’s.

Pada kesempatan ini Plt. Direktur Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik Kominfo RI, Bambang Gunawan mengatakan teknologi komunikasi dan informasi di Indonesia semakin berkembang pesat. Saat ini hampir semua orang memiliki akses yang mudah untuk memperoleh informasi melalui internet. Hal ini dibuktikan oleh angka penetrasi pengguna internet di Indonesia yang mencapai 73,3 persen (73,3%). Data ini merupakan data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia Tahun 2020.

Dengan jumlah penduduk 270,20 juta jiwa hasil sensus penduduk tahun 2020. Dimana 64,69 persen (64,69 %) merupakan Milenial yang lahir pada tahun 1981 sampai dengan tahun 2013. Para Milenial ini juga merupakan pengguna internet terbesar di Indonesia. “Mereka pada umumnya belum mempunyai kecakapan yang memadai dalam memanfaatkan internet dan Media digital yang dapat memberikan nilai tambah bagi pengguna nya”, jelas Bambang Gunawan.

Sehubungan dengan hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika baru-baru ini telah meluncurkan program ‘Literasi Digital’ untuk meningkatkan kemampuan dan pemahaman masyarakat termasuk para Milenial dalam penggunaan teknologi informasi dan internet yang benar, tambahnya.

Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang kaya akan budaya dan oleh sebab itu hendaklah para generasi muda dan Milenial dapat selalu menjaga serta melestarikan budaya bangsa Indonesia.

“Dizaman sekarang dimana kemajuan teknologi telah maju sedemikian pesat, tidak seharusnya kita lalai dengan peninggalan-peninggalan budaya. Kemampuan teknologi internet dengan   kemampuannya menembus batas-batas geografis bahwa seakan dunia tak berjarak bukanlah penghalang untuk selalu melestarikan budaya kita sendiri,” ujar Bambang Gunawan.

Ada beberapa catatan kecil untuk generasi Milenial terhadap budaya bangsa Indonesia di tengah maraknya teknologi informasi. Catatan tersebut antara lain adalah :

  1. Generasi Milenial harus bisa menjaga budaya tradisi asli bangsa Indonesia, karena itu adalah identitas dan bernilai luhur dari nenek moyang bangsa Indonesia.
  2. Kemajuan teknologi justru bisa kita manfaatkan untuk mengemas secara kreatif budaya asli Indonesia untuk diperkenalkan di dunia internasional.
  3. Budaya asli Indonesia bukanlah hal yang kuno dan ketinggalan zaman, justru akan bernilai positif jika bisa dengan kreatif ditampilkan dan diperkenalkan kepada dunia. Banyak orang asing yang belajar tentang budaya Indonesia dan telah membuktikannya bahwa budaya Indonesia mempunyai nilai yang tinggi. (*)

OJK Memperoleh Sertifikat SNI ISO 37001

NTT AKTUAL. JAKARTA. Sobat Otoritas Jasa Keuangan (OJK), OJK telah menerapkan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) sebagai salah satu strategi anti kecurangan, khususnya penyuapan. Dengan diperolehnya sertifikat SNI ISO 37001 SMAP, menunjukkan bahwa OJK telah memiliki pengendalian internal yang baik dan tata kelola yang efektif sesuai dengan persyaratan SNI ISO 37001 SMAP yang diakui Lembaga Sertifikasi SMAP.

OJK berharap pencapaian ini dapat diikuti seluruh pelaku industri jasa keuangan di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso @wimboh.ojk saat Penyerahan Sertifikat SNI ISO 37001 SMAP di OJK pada tanggal 12 Agustus 2021.

Pesan tersebut sejalan dengan komitmen bersama untuk menerapkan Sistem Manajemen Anti Penyuapan, yang telah ditandatangani oleh OJK dan Asosiasi Industri Jasa Keuangan pada 18 Agustus 2020.

Selengkapnya simak pada postingan ini.

#OJKIndonesia #SMAPOJK #Proudwithoutfraud #EkonomiTumbuhIndonesiaTangguh #PulihBersama #IndonesiaTangguh

https://www.instagram.com/tv/CSgiPWKJF9D/?utm_medium=copy_link. (***)

Sumber berita + foto : Humas OJK

Kominfo RI dan Universitas Moestopo Selenggarakan Diskusi Publik Secara Online

NTT AKTUAL. JAKARTA. Universitas Moestopo dan Ditjen IKP Kominfo RI menyelenggarakan kegiatan diskusi publik secara daring yakni melalui media daring (Zoom Meetings) pada Sabtu (07/8/2021).

Kegiatan diskusi yang mengusung tema “Teknologi Komunikasi dalam Usaha Penanganan Covid-19” ini dihadiri oleh Dr. Ismail Cawidu selaku Tenaga Ahli Ditjen IKP Kominfo, kemudian Hana Diansari (Traveller), dan Prasetya Yoga Santoso selaku Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Moestopo serta dipandu oleh Moderator Adhitya Fatur Rohman.

Kegiatan ini dibuka oleh sambutan yang disampaikan Dr. Ismail Cawidu yang menyampaikan pesan pembuka bahwa kemajuan teknologi harus dimaksimalkan guna menangani pandemi Covid-19, ekosistem pemanfatan TIK untuk mendukung penanganan covid yaitu infrastruktur, sumber daya, dukungan sarana teknologi, aplikasi dan platform medsos, konten layanan dan regulasi.

Selanjutnya, Hana Diansari selaku traveller juga menyampaikan bahwa banyak hal yang bisa dilakukan ketika kita di rumah saja agar tidak menjadi bosan dan lebih produktif.

“Teknologi pada hari ini tentunya mempermudah kita untuk mencari hiburan di rumah saja. Adapun pesan yang disampaikan apapun hobi kita harus bermanfaat bagi orang lain,” ujarnya.

Di Akhir kegiatan diskusi ini, Dekan FIKOM Universitas Moestopo, Prasetya Yoga Santoso menyampaikan bahwa teknologi komunikasi pada hari ini harus bisa memberikan informasi yang akurat, informasi yang valid dan aktual serta perlu peran pemerintah juga dalam hal ini KOMINFO dalam memberantas Hoax. (***)

PHDI Perkuat Kearifan Lokal

NTT AKTUAL. JAKARTA. Pesamuhan Agung Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) telah selesai dan sukses dilaksanakan secara virtual dari tanggal 31 Juli 2021 sampai dengan 1 Agustus 2021.

Pesamuhan Agung yang dihadiri oleh 127 orang peserta dari unsur Sabha Pandita, Sabha Walaka, Pengurus Harian, Pengurus PHDI Provinsi, Pimpinan badan otonom di bawah PHDI, dan Pimpinan Organisasi/Lembaga/Badan/Yayasan/Instansi ini diawali dengan doa, laporan Ketua Panitia Pelaksana, Iren Pol (Purn) Drs. Ketut Untung Yoga, SH., MM, dilanjutkan dengan sambutan Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat, Mayjend (Purn) Wisnu Bawa Tenaya dan sambutan Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama Republik Indonesia, Dr. Tri Handoko Seto, S.Si., M.Sc. sekaligus membuka Pesamuhan Agung secara resmi.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Panitia Pelaksana, Ketua Umum Pengurus Harian maupun Dirjen Bimas Hindu kompak mengajak Umat Hindu agar bersatu, menghindari caci maki, saling memaafkan dan mengedepankan kejernihan agar dapat menjadi contoh umat yang shanti (damai).

Sekalipun berlangsung secara virtual, banyak keputusan penting diambil dalam Pesamuhan Agung ini. Dalam rancangan perbaikan AD/ART, misalnya, penghargaan pada nilai-nilai kearikan lokal diperkuat dengan secara eksplisit dicantumkan ke dalam AD/ART PHDI. Penguatan pada penghargaan pada nilai-nilai kearikan lokal juga dimunculkan sebagai salah satu program bidang Agama dan Lintas Iman. Rancangan ini nantinya akan dibahas dan disahkan dalam Mahasabha PHDI XII. Bila penghargaan pada nilai-nilai kearikan lokal ini nantinya disahkan oleh forum Mahasabha, akan menjadi tantangan tersendiri bagi pengurus PHDI di seluruh Indonesia. Tempat-tempat suci, kidung-kidung suci, pakaian persembahyangan, dan berbagai ekspresi keagamaan harus menunjukkan warna-warni kearifan lokal di Indonesia. Di satu sisi, hal ini sangat bagus dalam menjaga keindahan budaya Nusantara, di sisi lain menjadi tantangan dalam membangun sikap mental umat Hindu untuk menghargai perbedaan dalam ekpresi keagamaan.

Hal penting yang juga diputuskan dalam Pesamuhan Agung tahun 2021 adalah Penguatan dalam pengelolaan dana punia melalui Badan Dharma Dana Nasional (BDDN) dan menjadikan Candi Prambanan sebagai Pusat Persembahyangan bagi umat Hindu. Candi Prambanan yang dilindungi oleh UNESCO ini selama ini lebih banyak dikenal sebagai obyek wisata. Dengan menjadikan Candi Prambanan sebagai Pusat Persembahyangan maka dapat dipastikan kesucian Candi Hindu ini dapat lebih dipelihara. “Kami berterima kasih kepada para Pandita dan peserta Pesamuhan Agung PHDI yang membuat keputusan menjadikan Candi Prambanan sebagai Pusat Persembahyangan bagi umat Hindu. Keputusan ini penting karena perjuangan menjadikan Candi Prambanan sebagai Pusat Persembahyangan bagi umat Hindu pun sudah mendapat dukungan dari Presiden Bapak Joko Widodo, Menteri Agama Bapak Yaqut Cholil Qoumas, dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia”, kata Hendrata Wisnu, tokoh umat Hindu dari Klaten yang banyak bersentuhan langsung dengan kegiatan keagamaan Hindu di Candi Prambanan.

Pada acara penutupan Pesamuhan Agung, Ketua Panitia Pelaksana Iren Pol (Purn) Drs. Ketut Untung Yoga, SH., MM, dan Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat, Mayjend (Purn) Wisnu Bawa Tenaya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kelancaran pelaksanaan Pesamuhan Agung seraya kembali menyerukan agar Umat Hindu menghindari perpecahan dan caci maki, tetapi sebaliknya agar mengedepankan sikap jernih, bijak dan saling menghormati, sesuai nilai-nilai ajaran Hindu Dharma. (***)

Pemerintah Apresiasi Pandita Hindu dalam Terapkan PPKM

NTT AKTUAL. JAKARTA. Pesamuhan Agung Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) telah selesai dan sukses dilaksanakan secara virtual dari tanggal 31 Juli 2021 sampai dengan 1 Agustus 2021.

Pesamuhan Agung yang dihadiri oleh 127 orang peserta dari unsur Sabha Pandita, Sabha Walaka, Pengurus Harian, Pimpinan badan-badan otonom di bawah PHDI, dan Pimpinan Organisasi Kemasyarakatan Hindu ini diawali dengan doa, laporan Ketua Panitia Pelaksana, Iren Pol (Purn) Drs. Ketut Untung Yoga, SH., MM, dilanjutkan dengan sambutan Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat, Mayjend (Purn) Wisnu Bawa Tenaya dan sambutan Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama Republik Indonesia, Dr. Tri Handoko Seto, S.Si., M.Sc. sekaligus membuka Pesamuhan Agung secara resmi.

Pesamuhan Agung PHDI dilaksanakan secara virtual mengingat kebijakan Perberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) akibat masih tingginya penyebaran virus covid-19 di Indonesia. “Di satu sisi, kami ingin menegakkan disiplin organisasi untuk menjalankan mekanisme organisasi tepat waktu, di sisi lain disiplin kedaruratan penerapan PPKM pun harus kita ikuti,” kata Pinandita Astono Candra Dana, SE, MM, MBA, Sekretaris Umum Panitia Pesamuhan Agung. “Kemanusiaan dan keselamatan manusia harus nomor satu, di atas segala-galanya,” timpal drg. Nyoman Suartanu, MPM, Ketua Badan Kesehatan PHDI Pusat yang menjadi anggota SC Panitia.

Pelaksanaan Pesamuhan Agung tahun 2021 secara virtual ini sudah dilaporkan oleh Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat, Mayjend (Purn) Wisnu Bawa Tenaya bersama jajaran Pengurus Harian PHDI Pusat saat mengadakan Rapat Terbatas dengan Menko Polhukam Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD, S.H., S.U., M.I.P., pada 29 Juli 2021. Laporan Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat ini mendapat apresiasi khusus dari Menko Polhukam. “Mewakili pemerintah sampaikan apresiasi saya kepada para Pandita Hindu yang dengan bijaksana berkenan melaksanakan Pesamuhan Agung secara virtual. Apresiasi yang sama juga saya sampaikan kepada semua tokoh-tokoh agama yang memberi contoh teladan dalam penerapan PPKM,” kata Prof. Mahfud MD.

Sekalipun berlangsung secara virtual, banyak keputusan penting diambil dalam Pesamuhan Agung tahun 2021 ini. Dalam rancangan perbaikan AD/ART, misalnya, penghargaan pada nilai-nilai kearikan lokal diperkuat dengan secara eksplisit dicantumkan ke dalam AD/ART PHDI. Penguatan pada penghargaan pada nilai-nilai kearikan lokal juga dimunculkan sebagai salah satu program bidang Agama dan Lintas Iman.

Hal penting yang juga diputuskan dalam Pesamuhan Agung tahun 2021 adalah Penguatan dalam pengelolaan dana punia melalui Badan Dharma Dana Nasional (BDDN) dan menjadikan Candi Prambanan sebagai Pusat Persembahyangan bagi umat Hindu. Candi Prambanan yang dilindungi oleh UNESCO ini selama ini lebih banyak dikenal sebagai obyek wisata. Dengan menjadikan Candi Prambanan sebagai Pusat Persembahyangan maka dapat dipastikan kesucian Candi Hindu ini dapat lebih dipelihara. Keputusan penting Pesamuhan Agung menjadikan Candi Prambanan sebagai Pusat Persembahyangan bagi umat Hindu ini sudah mendapat dukungan dari Presiden Joko Widodo, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Pada acara penutupan Pesamuhan Agung, Ketua Panitia Pelaksana Iren Pol (Purn) Drs. Ketut Untung Yoga, SH., MM, dan Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat, Mayjend (Purn) Wisnu Bawa Tenaya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kelancaran pelaksanaan Pesamuhan Agung seraya kembali menyerukan agar Umat Hindu menghindari perpecahan dan caci maki, tetapi sebaliknya agar mengedepankan sikap jernih, bijak dan saling menghormati, sesuai nilai-nilai ajaran Hindu Dharma. “Umat Hindu mari bersatu, saling melengkapi dan menguatkan seperti sapu lidi, menghindari caci-maki, saling memaafkan dan mengedepankan kejernihan agar dapat menjadi contoh umat yang shanti (damai)”, ajak Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat, Mayjend (Purn) Wisnu Bawa Tenaya. (***)

SBY Rayakan Idul Fitri 1442 H Bersama Keluarga

NTT AKTUAL. BOGOR. Pada Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, Kamis (13/05/2021), Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) beserta keluarga melakukan sejumlah kegiatan. Ini merupakan lebaran ketiga yang diperingati SBY tanpa kehadiran istri tercinta, Ani Yudhoyono yang berpulang pada 1 Juni 2019 silam.

Saat mendengar takbir dikumandangkan SBY tidak dapat menyembunyikan perasaan hati di momen yang setiap tahunnya dulu selalu dijalani bersama Ani Yudhoyono. “Saat seperti ini adalah saat yang paling berat karena berpuluh-puluh tahun sebelum istri tercinta dipanggil Allah, kami selalu bersatu dalam syukur dan bahagia. Hal yang indah begitu kini tak terjadi. Hidup saya tak akan pernah sama lagi”, demikian ujar SBY di hadapan orang-orang dekatnya.

Di pagi hari, SBY melaksanakan Shalat Ied di depan pendopo yang bersejarah, kini menjadi Lavani Sports Center, Cikeas, Bogor. Kegiatan ibadah dilaksanakan di tengah situasi pandemi secara terbatas dan hanya diikuti oleh keluarga, staf pribadi serta pelatih dan atlet bola voli Lavani.

Setelah itu, SBY bersama keluarga melakukan ziarah ke makam istri tercinta, Kristiani Herrawati, yang akrab disapa Ibu Ani Yudhoyono di TMPN Kalibata, Jakarta Selatan. Di penghujung ziarah, setelah bersama-sama membaca membacakan Surah Yasin, SBY memimpin doa secara khusyuk bagi almarhumah Ibu Ani agar Allah berikan ketenangan dan kedamaian di sisi-Nya. Begitu dalamnya doa dan permohonan SBY kepada Yang Maha Kuasa untuk almarhumah yang sangat disayanginya yang mendengarkan pun ikut larut dalam duka yang mendalam.

Menutup rangkaian kegiatan di hari yang agung ini, SBY beserta keluarga mengunjungi sekaligus berhalal bihalal dengan Ibunda Ani Yudhoyono (Ibu Sarwo Edhie Wibowo) beserta keluarga di Condet, Jakarta Timur.

Dalam kegiatan hari ini, putra sulung SBY Agus Harimurti Yudhoyono (yang juga Ketua Umum Partai Demokrat) beserta istri Annisa Larasati Pohan serta putra kedua Edhie Baskoro Yudhoyono (yang juga Anggota DPR RI) beserta istri Aliya Rajasa, serta seluruh cucu-cucu turut serta mendampingi SBY.

Mengingat pandemi Covid-19 belum sepenuhnya mereda, seluruh kegiatan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, baik menjaga jarak maupun penggunaan masker guna menjaga keselamatan bersama. (*)

Terkait Bom Makassar, Wali Kota Kupang Minta Warga Tidak Terprovokasi

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wali Kota Kupang, DR. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M.,MH menanggapi peristiwa bom bunuh diri yang terjadi di depan gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/03/2021) pagi.

Ia mengutuk keras aksi yang tidak berprikemanusiaan tersebut. Menurutnya, aksi terorisme tersebut hanya ingin memecah belah dan mengadu domba sesama anak bangsa. Apalagi peristiwa ini terjadi di tengah persiapan umat kristiani merayakan Jumat Agung dan Paskah.

Terkait ini, Wali Kota Kupang mengimbau seluruh warga Kota Kupang tidak terprovokasi dengan aksi keji tersebut. Ia juga berharap warga tidak menyebar informasi yang tidak benar dan hoax terkait peristiwa tersebut karena hanya memperkeruh suasana kebatinan masyarakat. “Mari kita cerdas bermedia sosial dengan tidak menyebar hoax dan juga berita-berita yang tidak benar. Mari kita sebar optimisme. Jangan sebar rasa takut,” kata Wali Kota.

Wali kota yang akrab disapa Jeriko ini meminta warga Kota Kupang untuk terus mendoakan para korban yang dirawat di rumah sakit akibat bom tersebut agar segera pulih. Selain itu, juga mendoakan umat gereja Katedral Makassar agar tabah menghadapi peristiwa ini. “Mari kita dukung saudara-saudara kita yang mengalami peristiwa ini. Kita doakan agar tetap kuat,” kata Jeriko.

Ia mengimbau semua warga Kota Kupang untuk tidak mudah terpengaruh dengan isu-isu provokatif. Sebaliknya mempererat persaudaraan dan memupuk toleransi umat beragama yang sudah terjaga dengan baik selama ini. “Kita prihatin dengan peristiwa ini karena melukai batin anak bangsa, tapi mari kita terus bergandeng tangan menjaga kota kita agar tetap aman dalam situasi apapun,” kata Jeriko.

Ia juga mengatakan peristiwa ini sudah di bawah kendali aparat kepolisian. Oleh karena itu, saatnya semua pihak mendukung aparat untuk mengungkap motif di balik peristiwa terorisme ini. “Kita serahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian untuk mengungkap motifnya dan tentu memberantas terorisme sampai ke akar-akarnya,” tutup Jeriko. (*)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Patuhi Protokol Kesehatan, DPP IMO-Indonesia Akan Kukuhkan DPW Secara Virtual

NTT AKTUAL. JAKARTA. Dalam rangka memenuhi kepengurusan organisasi diwilayah secara nasional. IMO-Indonesia akan menggelar pengukuhan DPW secara virtual via aplikasi zoom awal bulan Oktober 2020.

Adapun, gelaran pengukuhan secara kolektif yang dilangsungkan secara daring tersebut dikarenakan kondisi pandemi Covid-19 saat ini, untuk itu sebagai bentuk kepatuhan organisiasi terhadap regulasi kami akan menerapkan protokol kesehatan dalam pelaksanaannya, ujar Ketua Umum IMO-Indonesia Yakub Ismail, Minggu (27/09/20) di jakarta.

Bahwa IMO-Indonesia sebagai organisasi badan usaha yang menjadi bagian dari industri pers di tanah air tidak hanya patuh, akan tetapi akan turut ambil bagian dalam sosialisasi regulasi protokol kesehatan tersebut, jelasnya

Adapun dalam implementasinya IMO-Indonesia mendorong masyarakat di tanah air untuk secara bersama-sama dapat mematuhi protokol kesehatan serta disiplin agar dapat menekan laju pandemi Covid-19.

Lebih lanjut Yakub juga menuturkan bahwa pengukuhan DPW IMO-Indonesia ini kiranya untuk dapat memberikan kepastian legalitas rekan-rekan di wilayah, agar kiranya rekan-rekan di wilayah dapat melakukan fungsi kontrol, sinergitas serta pembinanan kepada anggota.

Selain itu, ketua umum IMO-Indonesia juga berharap agar media yang tergabung dapat memberikan nilai positif serta dapat turut mencerdaskan kehidupan bangsa dengan pemberitaan yang benar serta berimbang, pungkasnya. (*/Red)

Tingkatkan Peran Serta, IMO-Indonesia Sampaikan Surat ke Dirjen Polpum Kemendagri RI

NTT AKTUAL. JAKARTA. Seiring eksistensinya pada industri media online di tanah air, sejak berdiri pada tahun 2017 kini IMO-Indonesia telah memiliki 20 DPW dengan 300an anggota yang tersebar di seluruh nusantara.

Maka untuk lebih mengembangkan organisasi serta mendapat pembinaan, pada Rabu (23/09/2020), Ketua Umum IMO-Indonesia Yakub Ismail bersama Dewan Pembina Dr. Yuspan Zalukhu, SH. MH, menyampaikan surat serta copy legalitas IMO-Indonesia kepada Dirjen Politik Dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri RI.

Adapun, prihal penyampaian surat kepada Dirjen Polpum tersebut kiranya agar bisa tercatat dan masuk dalam data base untuk dapat terintegrasi dengan agenda-agenda Kemendagri yang sekiranya IMO-Indonesia dapat turut berpartisipasi baik di tingkat nasional maupun regional, ujar Yakub.

Selanjutnya, Yakub juga berharap IMO-Indonesia bisa mendapatkan pembinaan, agar apa yang menjadi Visi & Misi dari organisasi untuk dapat “mencerdaskan kehidupan berbangsa dengan pemberitaan yang benar dan berimbang” dapat terus diwujudkan oleh seluruh pengurus dan anggota secara berjenjang.

DPP IMO-Indonesia juga menghimbau kepada DPW yang belum menyampaikan keberadaannya diwilayah, kiranya untuk segera menyampaikannya kepada Kesbangpol tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota sesuai dengan kedudukannya.

Hal tersebut dimaksudkan, agar keberadaan serta eksistensi IMO-Indonesia diseluruh wilayah dapat tercatat sehingga memudahkan dalam berkomunikasi terkait perkembangan informasi terkini di wilayah, jelasnya.

Senada dengan Ketua Umum, Dewan Pembina IMO-Indonesia Yuspan Zalukhu juga menyampaikan agar kiranya, seluruh tingkatan wilayah kepengurusan untuk dapat segera menyampaikan keberadaannya kepada pemerintah setempat melalui Kesbangpol, tuturnya.

Yuspan juga mengharapkan peran serta aktif anggota IMO-Indonesia untuk dapat berperan aktif dalam pemberitaan perkembangan Pandemi Covid-19.

Hal tersebut tentunya juga berfungsi sebagai informasi sekaligus kontrol positif agar penanganan Covid-19 ini menjadi atensi semua regulator dan juga masyarakan yang menjalankan protokol kesehatan, tutupnya. (*/Red)