Arsip Kategori: KESEHATAN

Tekan Angka Stunting, Pemkot Kupang Gelar Rembuk Bersama

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Pemerintah Kota Kupang terus gencar dalam menekan angka Stunting, salah satunya diselenggarakannya kegiatan Rembuk Stunting yang merupakan kolaborasi antara Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana serta Dinas Kesehatan Kota Kupang, bertempat di Hotel Kristal Kupang, Selasa (27/09/2022).

Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy Priestley Funay, S.E., M.Si., mewakili Penjabat Wali Kota Kupang dan dihadiri oleh para Staf Ahli Wali Kota Kupang, Pimpinan Perangkat Daerah Kota Kupang, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Kupang, Lousje Marlinda Funay – Pellokila, S.TP., beserta jajarannya, Perwakilan Kantor Kementerian Agama Kota Kupang, Para Camat dan Lurah Se-Kota Kupang, para Kepala Puskesmas, pengurus Ikatan Dokter Anak Indonesia serta pengurus Ikatan Bidan Indonesia.

Sambutan Penjabat Wali Kota Kupang yang dibacakan oleh Sekda Kota Kupang menyampaikan bahwa Rembuk Stunting merupakan kegiatan aksi dari percepatan penurunan Prevalensi Stunting yang baik untuk melakukan konfirmasi dan sinkronisasi berbagai program kegiatan dan sub kegiatan yang telah ada dalam dokumen anggaran Perangkat Daerah baik itu yang bersifat spesifik maupun sensitif. Oleh karena itu semua komponen diharapkan fokus pada upaya percepatan penurunan Stunting dan target Kota Kupang angka stunting menjadi 10 % di tahun 2023.

Saat ini angka Stunting di Kota Kupang berada pada angka 21,5 % pada operasi timbang bulan Agustus 2022, sementara untuk angka Stunting pada bulan Agustus 2021 berada pada 26.1 %. Ini berarti bahwa selama satu tahun Prevalensi Stunting menurun sebesar 4,6%, namun demikian masih jauh dari target penurunan angka Stunting sebagaimana kesepakatan pada Raker Gubernur dan Bupati / Wali Kota di Labuan Bajo di mana target penurunan Stunting pada angka 10 % di tahun 2023. Dengan kata lain Kota Kupang masih deviasi minus 11,5 %, dan karena itu kita harus bekerja keras, kerja cerdas dan kerja kolaborasi semua pihak, mulai dari Lurah, Camat, OPD serta Stake Holder terkait.

“Dalam kaitan dengan Rembuk Stunting yang kita laksanakan pada hari ini, saya menyambut baik karena hal ini merupakan langkah penting, dimana kita akan melakukan konfirmasi, sinkronisasi dan sinergisme hasil analisis situasi, rancangan kegiatan dari perangkat daerah penanggung jawab layanan dengan hasil perencanaan partisipatif dalam upaya penurunan stunting di lokasi fokus yakni 38 kelurahan,” ungkap Sekda.

Lebih lanjut dalam sambutannya disampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor perlu dilakukan sehingga intervesi baik spesifik maupun sensitif diarahkan pada lokasi Stunting untuk mendukung pencapaian target penurunan angka Stunting yang telah ditetapkan. Di penghujung kegiatan nanti akan dilakukan penandatanganan komitmen dan kesepakatan bersama Penjabat Wali Kota dengan Camat dan Lurah. “Saya berharap para Camat dan Lurah memberikan perhatian serius karena disana tercermin peran strategis Camat dan Lurah diantaranya memastikan seluruh bayi balita mengikuti penimbangan di bulan operasi timbang, demikian juga melakukan kampanye perubahan perilaku, perubahan pola konsumsi (Gemar Makan Ikan dan Kelor) pada setiap kesempatan serta mendorong dan memastikan calon pengantin untuk mengikuti kursus pra nikah sesuai prosedur serta syarat kesehatan sebelum melangsungkan pernikahan sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan angka Stunting, serta Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB),” lanjut Sekda.

Di akhir sambutan Penjabat Wali Kota berharap melalui kesempatan ini para Camat dan Lurah agar terus menggalakkan dan menggerakkan masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan sebagai bentuk intervensi sensitif dalam percepatan penurunan Prevalensi Stunting, dan perangi sampah plastik di Kota Kupang.

Melalui laporan panitia yang dibacakan oleh Kepala Bidang Sosial Budaya Bappeda Kota Kupang, Imelda Fonyke Nange, S.T., M.T., disampaikan bahwa kegiatan ini sebagai komitmen dalam melakukan percepatan, pencegahan dan penurunan Stunting, maka Pemerintah Kota Kupang telah melaksanakan berbagai aksi percepatan pencegahan dan penurunan Prevalensi Stunting terintegrasi sesuai dengan juknis yang dikeluarkan oleh Kementerian/Bappenas.

Adapun hasil dari pelaksanaan Aksi I adalah ditetapkannya 38 kelurahan Lokus Stunting dari 51 kelurahan di Kota Kupang. Sedangkan hasil Aksi II adalah menyusun rencana kegiatan terintegrasi dalam kegiatan perangkat daerah, dan kegiatan Rembuk Stunting ini adalah Aksi III untuk menyampaikan hasil Aksi I dan Aksi II serta membangun komitmen pemerintah daerah dalam pencegahan dan penurunan Stunting secara terintegrasi di Kota Kupang. (*PKP_chr/NA)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

Penjabat Wali Kota Kupang Ajak IDI Terlibat Turunkan Angka Stunting

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh, SH, minta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ikut terlibat dalam upaya menurunkan angka stunting di Kota Kupang. Keterlibatan IDI menurutnya bisa dilakukan dengan gerakan massif, terjun langsung ke kelurahan-kelurahan membantu petugas di lapangan melakukan sosialisasi sekaligus memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Permintaan tersebut Penjabat Wali Kota Kupang, saat membuka Musyawarah Cabang Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kupang di Hotel Swiss Belcourt Kupang, Sabtu (17/09/2022).

George mengakui perlu ada kolaborasi antara IDI, rumah sakit dan pemerintah dalam hal ini dinas kesehatan untuk mewujudkan kesejahteraan warga Kota Kupang di bidang kesehatan. Salah satunya adalah dalam upaya menekan angka stunting yang saat ini masih di sekitar 20-an persen. Dia optimis dengan kerja kolaboratif dan dukungan semua pihak termasuk IDI, pada tahun 2023 nanti angka stunting di Kota Kupang sudah turun di angka 16 persen dan tahun 2024 nanti sudah mencapai 14 persen sesuai arahan Presiden Jokowi. Untuk itu menurutnya perlu menggunakan cara-cara yang tidak biasa dan out of the box.

Penjabat Wali Kota Kupang, saat membuka Musyawarah Cabang Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kupang di Hotel Swiss Belcourt Kupang, Sabtu (17/09/2022). Dokumentasi : Prokompim Setda Kota Kupang

Kepada para pengurus IDI Cabang Kupang yang terpilih nanti dia minta untuk mendesain program disertai solusi. Penjabat juga minta Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati yang turut hadir dalam acara tersebut untuk mencatat kebutuhan dan rekomendasi yang disampaikan IDI dalam muscab tersebut untuk menjadi perhatian serius, di antaranya ketersediaan sarana dan pra sarana kesehatan di fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit, serta jasa para tenaga kesehatan karena tugasnya berkaitan dengan nyawa manusia. Selain itu dia juga memberi perhatian serius terhadap upaya penanggulangan demam berdarah yang setiap tahun mengancam serta angka gizi buruk yang diharapkan di waktu mendatang tidak ada lagi.

Ketua IDI Kota Kupang, dr. Stef Soka, Sp.B, menjelaskan, musyawarah cabang merupakan forum keputusan tertinggi dari IDI Cabang Kupang, sebagai upaya untuk melakukan perbaikan tata kelola organisasi. Dia berharap dalam muscab kali ini ada hal positif yang membawa perubahan lebih baik. Terutama dalam semangat mengayomi teman sejawat dan bersinergi dengan pemerintah di bidang kesehatan sehingga lebih baik dalam melayani masyarakat. Pada kesempatan yang sama dia mengajak rekan-rekan dokter untuk terlibat dan berkontribusi pada isu-isu strategis di bidang kesehatan seperti stunting serta kematian ibu dan anak.

Sementara itu Ketua IDI Wilayah NTT, dr. Andreas Fernandes, SpPD, FInasim, MARS, yang juga hadir pada acara tersebut menyampaikan musyawarah cabang ini merupakan langkah baik bagi IDI Cabang Kupang dalam melakukan regenerasi, sehingga roda organisasi tetap berjalan. Kepada pengurus IDI cabang Kupang dia berpesan kesejawatan adalah hal yang penting diperhatikan. “Teman sejawat adalah saudara kandung kita, karena itu kebutuhan teman-teman sejawat harus diperhatikan IDI,” pesannya.

IDI Cabang Kupang memiliki 316 anggota aktif yang tersebar di wilayah Kota Kupang, Kabupaten Kupang dan Kabupaten Sabu Raijua. Turut hadir mendampingi Wali Kota Kupang pada acara pembukaan tersebut, Staf Ahli Wali Kota Kupang, dr. Ari Wijana, Kepala Dinas Kesehatan, drg, Retnowati dan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Kota Kupang, drg. Fransiska Ikasasi. (*PKP_ans/NA)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

Rayakan HUT RI Ke-77, Teman Jeriko sumbang 47 Kantong Darah Bagi Kemanusiaan

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Dalam memperingati HUT RI ke-77, Teman Jeriko menggelar aksi donor darah yang melibatkan berbagai golongan masyarakat. Giat ini berlangsung di Posko Jeriko, Jalan Samratulangi II no 2, Kelapa Lima, Kota Kupang. Selasa (16/08/2022).

Dokumentasi : istimewa

Dalam giat yang berlangsung dari pukul 08.00 sampai 12.00 Wita tersebut, menghadirkan antusias masyarakat, baik dari warga sipil, para karyawan swasta dan pegawai pemerintahan. Nampak, warga yang berdatangan banyak diantaranya tidak memenuhi syarat untuk mendonorkan darah karena HB rendah ataupun tekanan darah tinggi.

Diwawancarai Ketua Teman Jeriko, Yan Piter Lilo menyampaikan bahwa, giat donor darah ini juga sebagai bentuk peduli kemanusiaan. Berbeda dengan giat sebelumnya, yakni ajakan untuk mengumpulkan dukungan KTP untuk Wali Kota Jefri Riwu Kore kembali maju dalam Pilwalkot 2024, donor darah juga dilakukan sebagai bentuk mendukung pemulihan bangsa pasca Pandemi Covid-19.

“Kami melakukan ini satu napas dengan tema HUT RI ke-77, yakni pulih lebih cepat bangkit lebih kuat,” katanya.

Ia juga mengapresiasi warga dari berbagai golongan yang ikut menyukseskan giat itu. Di mana, antusias sejak pagi terdapat para pegiat Ojek Online dan warga sipil bahkan ASN yang ikut hadir, karena mengetahui dari brosur digital yang tersebar di media sosial.
“Antusias cukup banyak dari kalangan warga, kami apresiasi karena kesadaraan dan solidaritas kemanusiaan tumbuh subur di kota tercinta ini,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, Camat Kelapa Lima, I Wayan Astawa yang juga hadir untuk mendonorkan darahnya, memberikan apresiasi atas giat yang diinisiasi Teman Jeriko. Pasalnya, giat kali ini sangat positif dan merupakan aksi peduli kemanusiaan.

Ia berharap, dari gerakan-gerakan kecil seperti yang dilakukan Teman Jeriko, bisa memberikan pengaruh terhadap masyarakat agar dapat menyumbangkan setetes darahnya bagi warga lain yang sangat membutuhkan.

“Kita harap ini bisa berlanjut terus, ada aksi donor darah ini sebagai sumbangsih bagi bangsa kita,” pungkasnya.

Untuk diketahui, hasil donor darah Teman Jeriko dalam rangka HUT RI ke77
Dari 64 calon pendonor darah, 47 berhasil mendonorkan darahnya. Rinciannya, 20 kantong untuk golongan darah O, 9 kantong untuk golongan darah A, 17 kantong untuk golongan darah B, dan 1 kantong untuk golongan darah AB. (**)

Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Wali Kota Kupang Serahkan 2 Mobil Ambulans dan 5 Motor Untuk Puskesmas

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wali Kota Kupang Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM., MH., menyerahkan kendaraan roda 4 dan roda 2 DAK Tahun 2022 Dinas Kesehatan Kota Kupang, di Ruang Garuda, lantai dua Kantor Walikota Kupang, Rabu (03/08/2022).

Dalam kesempatan ini Wali Kota didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kupang, Ignasius Repelita Lega, SH., kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang drg. Retnowati beserta kepala bidang dari Dinas Kesehatan Kota Kupang dan Sejumlah Kepala Puskesmas.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati dalam laporannya mengatakan bahwa Dinas kesehatan melakukan pengadaan ambulans untuk peningkatan pelayanan kesehatan, “jadi di dalam dukungan Dana Alokasi Khusus Dinas Kesehatan pada tahun 2022 mendapatkan unit ambulans sebanyak dua dan sepeda motor sebanyak lima dalam rangka peningkatan pelayanan kegawatdaruratan dan mempercepat sistem rujukan yang dilakukan oleh Puskesmas untuk rujuk ke Rumah Sakit,” kata Retno.

Pada kesempatan ini Drg. Retnowati meminta Wali Kota Kupang untuk menyerahkan secara simbolis sekaligus dicoba untuk di coba mobil ambulans, kendaraan ini, kata Retno untuk dua puskesmas, yakni Puskesmas Alak dan Puskesmas Bakunase sementara sepeda motor masih dalam proses diberi tanda untuk membedakan antara kendaraan milik sendiri dan pemerintah, “akan diberikan tanda bahwa itu untuk kegiatan puskesmas keliling,” tutur Retno.

Sementara itu Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM., MH. dalam arahannya mengatakan bahwa penyerahan beberapa unit kendaraan guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, dirinya berharap bisa dipakai secara baik dan benar karena hal ini sangat strategis bagi tiap-tiap Puskesmas.

Wali Kota juga berharap agar tahun-tahun mendatang Puskesmas lain juga bisa mendapat kendaraan operasional, hal ini menurutnya bisa diusulkan oleh Kepala Puskesmas ke kepala dinas, “jadi permintaan itu bisa disampaikan jangan sampai tidak diusulkan kebutuhan setiap Puskesmas,” pintanya.

Wali Kota yang akrab disapa Jeriko ini berharap dengan hadirnya kendaraan operasional ini bisa meningkatkan pelayanan di Puskesmas, “kepala dinas kesehatan harus memberikan bimbingan agar pelayanannya lebih baik ke depan,” harap Jeriko.

Usai seremonial penyerahan, Wali Kota Kupang langsung turun ke halaman parkir balai kota untuk mencoba dan menyetir mobil tersebut mengelilingi kantor Wali Kota Kupang. (*PKP_sny/NA)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

Gandeng IMO-Indonesia, King Lab247 Periksa Kesehatan Gratis Para Wartawan

NTT AKTUAL. KUPANG. Laboratorium King247 yang beralamat di Kompleks Rukoku, Jalan Frans Seda No.8E Kota Kupang menggandeng Ikatan Media Online Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (IMO Indonesia Provinsi NTT) akan menghelat pemeriksaan kesehatan secara gratis bagi wartawan di Kota Kupang pada Sabtu, 16 Juli 2022 pukul 08.00—12.00 WITA.

“Pemeriksaan kesehatan tersebut antara lain seperti pemeriksaan kolesterol, gula darah, asam urat, dan EKG”.

Direktur Lab King 247, dr. Eky Gonang menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan sebuah bentuk kepedulian pihaknya terhadap kesehatan para jurnalis di Kota Kupang. Menurutnya, para jurnalis memiliki mobilitas yang tinggi dalam melaksanakan tugas sehari-hari sehingga perlu perhatian terhadap kesehatan para jurnalis.

Teman-teman jurnalis sangat sibuk mengejar berita, deadline, dan sebagainya sehingga kadang tidak punya waktu untuk mengecek kondisi kesehatannya.

Untuk itu sebagai sebuah bentuk kepedulian, kami berinisiatif untuk mengadakan pemeriksaan kesehatan ini. Paling tidak melalui kegiatan ini kita bisa mengetahui kondisi kesehatan kita dan kemudian melakukan langkah-langkah pencegahan agar bisa terhindar dari penyakit-penyakit yang berbahaya,” jelasnya.

dr. Eky menambahkan bahwa Laboratorium King 247 telah memperoleh rekomendasi dari Dinas Kesehatan Kota Kupang dan resmi mendapat surat izin tetap dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Kupang. Surat bernomor DPMPTSP.01/Labkes/445/IV/2022 itu ditetapkan pada tanggal 8 April 2022 lalu.

“Dalam karyanya, Laboratorium King247 hadir untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan yang lengkap dan bermutu. Terutama pemeriksaan spesimen klinik untuk menunjang upaya diagnosis penyakit, penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan,” tuturnya.

Dijelaskan pula bahwa nama Laboratorium King247 sebenarnya mengandung makna bahwa Laboratorium tersebut buka selama 24 jam dalam 7 hari. Selain itu, Laboratorium King247 juga menghadirkan layanan home service di mana pasien dapat dilayani langsung di rumah.

“Kami hadir dengan moto to be the answer, di mana kami berkomitmen untuk menjadi jawaban atas hasil pemeriksaan laboratorium yang akurat dan terpercaya serta layanan home servis yang cepat tanggap,” tutup dr. Eky.

Sementara itu, Ketua IMO Indonesia Provinsi NTT, Roni Banase memberikan apresiasi kepada Lab King247 yang telah memberikan atensi dan kepedulian bagi para wartawan lingkup Kota Kupang.

Kepada media ini, Roni menyampaikan bahwa kesehatan para wartawan menjadi sangat esensial karena dalam kepadatan aktivitas, para wartawan terkadang tidak memperhatikan kondisi kesehatan mereka.

“Teman-teman wartawan perlu diperhatikan kondisi kesehatan mereka, oleh karena itu saat ada inisiasi dari Lab King247, kami menyambut baik,” ujarnya.

Roni pun berharap agar para wartawan lingkup Kota Kupang untuk dapat memanfaatkan kesempatan berharga ini karena Lab King247 merupakan perhatian tulus kepada teman-teman wartawan.

Senada dengan Roni, Ketua Umum IMO-Indonesia Yakub F. Ismail mengapresiasi sinergitas Lab King247 dengan DPW NTT, tertentunya hal tersebut dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat pers Indonesia khususnya di Kupang NTT

“Pemeriksaan kesehatan dihelat pada Sabtu 16 Juli 2022, masih memberikan ruang bagi insan pers untuk sesegera mungkin mendaftarkan diri,” ujarnya.

Untuk itu dirinya berharap IMO-Indonesia DPW NTT dapat mengawal sinetgitas ini seraya terus mengedukasi rekan-rekan media/wartawan di wilayah untuk bersama-sama menjaga kesehatan dalam menjalankan aktivitasnya di bidang jurnalistik.

“Atas nama IMO-Indonesia kami mengucapkan terima kasih kepada manajemen Lab King247 semoga sinergitasnya dapat berjalan dengan sukses dan menjadi maslahat bagi masyarakat luas,” tandas Yakub Ismail. (*)

Gubernur VBL Ajak IBI NTT Turunkan Angka Stunting serta Kematian Ibu dan Anak

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menerima pengurus Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Nusa Tenggara Timur di Ruang Kerja Gubernur, Kamis (23/06/2022). Didampingi Staf Khusus Gubernur Bidang Kesehatan, Stef Bria Seran, Staf Khusus Gubernur Bidang Komunikasi Publik, Pius Rengka dan Kepala Dinas Kesehatan, Kependudukan dan Catatan Sipil NTT, Ruth Laiskodat, Gubernur mengajak para Bidan yang ada di Ikatan Bidan Indonesia (IBI) NTT untuk menurunkan angka stunting dan angka kematian ibu serta anak jadi nol persen.

“Saya titip stunting yah. Juga kematian ibu dan anak. Tiga ini harus jadi prioritas (organisasi IBI,red). Sekarang posisi prevalensi stunting kita sudah turun 22 persen. Kita harapkan harus turun ke nol persen. Kita harus berani bilang begitu karena itu (kerja,red) kemanusiaan,” kata Gubernur VBL.

Menurut Gubernur Viktor, kita tidak boleh merencanakan kematian ibu dan anak turun berapa persen. Itu sama artinya kita merencanakan kematian manusia. Walaupun hal itu dipakai dan diakui oleh dunia internasional, namun jika direfleksikan secara mendalam, model perencanaan tersebut bertentangan dengan hak asasi manusia.

“Teman-teman di organisasi kebidanan juga harus mulai paham cara berpikir seperti ini. Ini perspektif. Tidak boleh dalam dunia kesehatan, ada toleransi sekian persen kematian ibu dan anak. Dunia kesehatan itu harus zero (nol persen, red). Tapi kalau dalam perjalanannya ada yang meninggal, itu di luar perencanaan kita. Niat kita maunya nol dan kerja sungguh-sungguh untuk nol,” kata Gubernur VBL.

Lebih lanjut Gubernur menjelaskan untuk mencapai target tersebut, harus ada perubahan pola pikir atau mindset terutama dari organisasi-organisasi profesi kesehatan. Dengan kondisi yang masih miskin dan tertinggal, kita harus menetapkan target yang tinggi.

“Kita harus bikin (buat,red) target yang sangat tinggi, yang mungkin tidak sampai. Dengan itu, kita memaksakan diri dalam segala hal termasuk tenaga untuk berusaha capai itu. Kalau kita sudah sampai tiga perempat, itu sudah sesuatu yang luar biasa. Daripada kita buat target setengah saja, buat apa toh sampai juga nantinya. Tapi saya bikin yang tidak saya sampai, sehingga saya paksa diri. Jadi teorinya harus dirubah dari push to the limit (dorong hingga batas,red) jadi push over the limit (dorong melewati batas,red). Ini perspektif baru yang kita harus lakukan untuk bawa NTT maju,” kata Gubernur VBL.

Gubernur meminta untuk menghilangkan cara kerja yang biasa atau business as usual. Organisasi IBI juga diharapkan keluar dari kegiatan-kegiatan yang sudah baku dan menyesuaikan diri dengan perubahan.

“Dunia sekarang sudah berubah, tidak lagi satu orang dengan satu profesi. Jadi nanti organisasi kebidanan, tolong sampaikan kepada para anggota terutama yang masih junior bahwa tidak cukup lagi dengan satu keahlian, tapi harus lebih. Para Bidan juga harus punya lebih dari satu keahlian.Manusia sekarang menuju manusia dengan kemampuan jamak. Satu saja tidak cukup, tapi dua atau tiga. Rata-rata perempuan mampu untuk ini dibandingkan laki-laki,” pungkas Gubernur VBL.

Sementara itu, Ketua IBI NTT, Damita Palalangan menyampaikan apresiasi untuk arahan dari Gubernur. Organisasi IBI NTT tentu akan berupaya terlibat secara aktif dalam penanggulangan stunting serta kematian ibu dan anak. Damita menyampaikan jumlah bidan di seluruh NTT sekitar 7.000 orang.

“ Besok kami akan merayakan HUT ke-71 IBI. Berbagai rangkaian kegiatan untuk perayaan HUT ini telah kami lakukan sejak bulan Maret lalu. Kami juga akan melaksanakan Rapat Kerja di Labuan Bajo pada 14-16 Juli nanti. Kami berharap bapak dapat menjadi salah satu pembicara dalam kesempatan tersebut untuk menyemangati para bidan dalam bekerja,” pungkas Damita.

Untuk diketahui tampak hadir pada kesempatan ini jajaran pengurus IBI NTT dan IBI Kota Kupang. (*/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

PMI Kota Kupang Salurkan Bantuan Alat Kesehatan Bagi RS.St. Carolus Boromeus Bello dan Masyarakat

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man yang juga selaku Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Kupang menyerahkan bantuan alat kesehatan bagi Rumah Sakit St. Carolus Boromeus Bello yang di terima oleh perwakilan rumah sakit, dr. Arianti Yusnita dan Suster Anselina Sebe serta pembagian masker bagi masyarakat, Selasa (19/4/2022) bertempat di Rumah Sakit St. Carolus Boromeus Kupang.

Bantuan tersebut berasal dari PMI Pusat dan International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC) yang diberikan ke PMI NTT dan kemudian diserahkan dan penyalurannya oleh PMI Kota Kupang. Turut hadir Kepala Markas PMI NTT, Servasius Poso dan Kepala Markas PMI Kota Kupang, Julia Manuhutu.

Wawali menyambut baik bantuan yang diberikan tersebut dan respons yang baik oleh PMI Kota Kupang untuk segera mungkin dibagikan ke masyarakat dan fasilitas kesehatan di Kota Kupang. Diakuinya selaku Ketua PMI Kota Kupang, ia bersama tim membagikan masker secara langsung ke masyarakat baik melalui tempat-tempat ibadah, panti asuhan, sekolah bahkan di tempat-tempat umum lainnya.

Lebih lanjut Wawali menjelaskan terkait peralatan untuk sarana kesehatan akan dibagikan kepada rumah sakit dan klinik untuk membantu menangani pasien yang membutuhkan perawatan di fasilitas kesehatan. Ditegaskannya bahwa PMI terus mendukung tenaga medis dan para pihak dalam penanganan Covid -19.

Selanjutnya Wawali menyampaikan peranan PMI dalam masyarakat yang paling utama adalah selalu hadir di saat masyarakat membutuhkan bantuan kemanusiaan. Sebagai contoh saat Kota Kupang diterpa bencana siklon Seroja, PMI telah menyiapkan bantuan beras dari daerah-daerah lain pada gudang yang telah dipersiapkan.

“Khusus untuk covid-19, PMI Kota Kupang telah banyak memberikan bantuan terutama vaksinasi yang bekerja sama dengan banyak pihak untuk saling konsolidasi terkait sasaran vaksinasi. Kemudian bersama Dinas Kesehatan Kota Kupang melakukan proses vaksinasi yang akhirnya mendapat respons yang baik dari masyarakat,” ungkap Wawali.

Menutup pesannya Wawali berharap apa yang dilakukan oleh PMI khususnya PMI Kota Kupang ini dapat membantu masyarakat dan sarana kesehatan di masa pandemi covid 19. Sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat agar selalu memakai masker saat beraktivitas di luar rumah.

Adapun bantuan yang diserahkan kepada Rumah Sakit St. Carolus Boromeus Bello antara lain, 5 dos Isolation Coat A, 1 box Cold Box Vaccine, 50 buah face shield, 50 buah APD Hazmat Parolis, 1 buah Oxygen Cylinder 6M³, 1 buah Oxygen Cylinder 1M³ for Ambulance dan 100 buah Mask Respirator N93, 3M 1860. Kegiatan dilanjutkan dengan pembagian masker dan hand sanitizer bagi masyarakat di ruang publik dan jalan raya. (*PKP_chr/jms)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Kunjungi Kabupaten TTS, Presiden Jokowi : Tahun 2024 Angka Stunting Nasional Harus Turun

NTT AKTUAL. SOE. Usai melakukan Peresmian Penataan Kawasan Kota Kupang, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melanjutkan kunjungan ke Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) pada Kamis (24/3/2022) dalam rangka meninjau Program Percepatan Penurunan Stunting yang dilaksanakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.

Dalam tinjauan tersebut, Presiden turut berdialog secara virtual bersama para Bupati dan Walikota Se-Nusa Tenggara Timur mengenai Percepatan Penurunan Stunting. Presiden menegaskan kepada semua kepala daerah agar bekerja keras secara bersama-sama untuk menurunkan angka stunting nasional pada 14% ditahun 2024 mendatang.

“Target kita secara nasional itu harus berada pada angka 14%. Ini saya tegaskan lagi harus bisa mencapai target itu. Untuk semua Kepala Daerah baik Gubernur, Walikota dan Bupati se-Indonesia agar bekerja keras untuk bisa mencapainya. Saya harapkan sudah ada perubahan pada tahun 2023 dan 2024,” jelas Jokowi.

Ia menambahkan pentingnya perhatian dan kerja bersama dalam hal-hal yang berkaitan dengan stunting diantaranya pemenuhan gizi, pendampingan bagi calon keluarga baru, persiapan yang baik bagi para pasangan sebelum menikah itu semua harus dikerjakan dengan baik. Termasuk pengukuran dan penimbangan bagi bayi yang baru lahir dan pemberian makanan tambahan yang bergizi tinggi.

“Saya ingin titip kepada seluruh kepala daerah Gubernur,Bupati dan Walikota di NTTdan juga seluruh Indonesia, bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) itu sangat menentukan maju atau tidaknya sebuah negara. Kualitas peradaban generasi negara itu ditentukan oleh generasi yang bertumbuh dan berkembang dengan baik. Maka sangat penting sekali kita fokus bekerja dalam penanganan stunting,” tambah beliau.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat juga mengingatkan kepada masyarakat mengenai pemanfaatan kelor untuk memenuhi gizi. “Kelor itu manfaatnya sangat baik bagi kesehatan, dan dengan nilai gizi yang tinggi maka sangat bermanfaat juga dalam pemenuhan asupan bagi anak dan ibu hamil serta ibu yang sedang menyusui untuk mencegah stunting,” jelas Gubernur VBL saat mendampingi Presiden berbincang dengan para ibu hamil, anak-anak bersama para ibu, serta pasangan yang akan menikah.

Sementara itu, Kepala BKKBN dr Hasto Wardoyo mengatakan untuk dalam pengawasan serta penanganan stunting, kini BKKBN telah menyediakan dashboard pemetaan data stunting by name by address untuk setiap anak atau keluarga beresiko stunting di tingkatan kota dan desa sehingga mudah dalam melakukan pendampingan sehingga dapat memperlancar penanganan stunting. (**/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Wakil Wali Kota Kupang Ajak Relawan Sukseskan Imunisasi Polio

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man, mengajak para relawan untuk menyukseskan pelaksanaan imunisasi polio di Kota Kupang. Ajakan tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis Imunisasi Polio dan Keterampilan Komunikasi untuk Relawan Kelurahan Nunleu Program Kesiapsiagaan Polio, di Hotel Kristal Kupang, Rabu (9/03/2022).

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh PMI Kota Kupang dengan dukungan Federasi Palang Merah Internasional dan Bulan Sabit Merah (IFRC) dan Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID).

Dalam sambutannya, dr. Hermanus Man yang juga menjabat sebagai Ketua PMI Kota Kupang itu minta kepada 20 orang relawan peserta bimtek tersebut untuk berperan bersama PMI dan seluruh masyarakat Kota Kupang melawan polio, dengan imunisasi polio. Dengan bergabungnya para relawan Wawali berharap bisa membantu upaya sosialisasi program tentang penanganan polio kepada seluruh masyarakat di Kelurahan Nunleu. Dia berharap dengan mengikuti pelatihan ini, para relawan mendapat pengetahuan tentang vaksinasi polio, pengetahuan dan keterampilan berkomunikasi serta sikap sebagai relawan.

Pada kesempatan yang sama Wawali juga menyampaikan materi pengenalan tentang polio kepada para relawan. Menurutnya penyakit polio disebabkan oleh virus polio. Virus tersebut masuk melalui rongga mulut atau hidung, kemudian menyebar di dalam tubuh melalui aliran darah. Penyebaran virus polio dapat terjadi melalui kontak langsung dengan tinja penderita polio, atau melalui konsumsi makanan dan minuman yang telah terkontaminasi virus polio. Pencegahan polio dapat dilakukan dengan melakukan imunisasi polio. Vaksin polio mampu memberikan kekebalan terhadap penyakit polio dan aman diberikan kepada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Ada dua bentuk vaksin polio, yaitu suntik (IPV) dan obat tetes mulut (OPV). Polio dalam bentuk obat tetes mulut (OPV-0) diberikan kepada bayi sesaat setelah lahir. Selanjutnya, vaksin polio akan diberikan sebanyak empat dosis, baik dalam bentuk suntik (IPV) atau obat tetes mulut (OPV). Para relawan diimbau untuk mengedukasi warga di wilayahnya agar anak-anak di bawah usia 15 tahun harus divaksin polio.

Kepala Divisi Markas PMI Kota Kupang, Juliana M. Manuhutu menyampaikan pelatihan yang dilaksanakan bagi relawan polio kelurahan ini menghadirkan nara sumber dari PMI Kota Kupang, relawan senior yang sudah mengikuti TOT dan juga pihak puskesmas di wilayah kerja relawan.

Adapun materi bimtek yang disampaikan antara lain tentang Palang Merah, introduksi singkat eridikasi polio, imunisasi polio, imunisasi keja dan pengisi default tracking, Community Based Health and First Aid (CBHFA), pengantar kesehatan masyarakat, kajian dan rencana aksi berbasis masyarakat, pelibatan masyarakat dan pencatatan rumor, pendidikan dan promosi kesehatan, pengenalan alat peraga imunisasi polio, pengenalan formulir pelaporan dan praktik. Pelatihan tersebut berlangsung selama dua hari. (*PKP_nys)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Percepat Pembentukan Kekebalan Komunitas, PMI NTT Terus Lakukan Vaksinasi Kepada Masyarakat

NTT AKTUAL. KUPANG. Palang Merah Indonesia (PMI) NTT terus menggencarkan upaya vaksinasi untuk membantu pemerintah Provinsi NTT dalam rangka membentuk Herd Immunity atau Kekebalan Komunitas di Provinsi NTT.

“Dengan dukungan dari PMI pusat, PMI NTT telah melakukan vaksinasi covid-19 kepada 11.332 orang penerima manfaat. Para penerima ini tersebar di Kabupaten Sabu Raijua, Ende, Alor, Ngada, Manggarai Timur, Manggarai dan Sikka. Target vaksinasi PMI NTT yang difasilitasi oleh PMI pusat adalah 25.000 orang penerima. Kita akan terus menggencarkan vaksinasi untuk mencapai target tersebut,” jelas Ketua PMI NTT, Josef A. Nae Soi saat pertemuan Virtual di Kupang bersama Ketua Umum PMI Pusat Muhammad Jusuf Kalla dan para Ketua PMI dari seluruh Indonesia, Selasa (22/02/2022).

Menurut Nae Soi, PMI NTT juga telah melakukan vaksinasi yang difasilitasi oleh Komite Internasional Palang Merah (ICRC) kepada 10.978 orang penerima di PMI NTT dan PMI kabupaten Belu.

Ketua PMI NTT, Josef A. Nae Soi saat pertemuan Virtual di Kupang bersama Ketua Umum PMI Pusat Muhammad Jusuf Kalla dan para Ketua PMI dari seluruh Indonesia, Selasa (22/02/2022). Dokumentasi : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

“Saat ini lonjakan kasus covid-19 di NTT masih dapat dikendalikan. Tantangan kami di NTT bukan hanya Covid-19 tapi juga bencana alam. Saat ini potensi banjir di NTT sangat besar. Kami harapkan dukungan dan kolaborasi dari PMI Pusat terhadap kebutuhan kami di PMI NTT, ” kata Josef Nae Soi.

Menurut Josef Nae Soi yang juga Wakil Gubernur NTT tersebut, Pengurus PMI NTT periode 2021-2026 baru berusia 2 bulan. Fokus pertama pengurus yang baru tersebut adalah pada data pendonor darah.

“Kegiatan kami yang pertama adalah menginvetarisasi donor darah hidup. Donor darah hidup adalah orang yang setiap saat siap mendonorkan darahnya. Untuk ini kami bekerja sama dengan TNI/Polri dan universitas-universitas,” jelas Josef Nae Soi.

Sementara itu, Ketua Umum PMI Pusat, Muhammad Jusuf Kalla dalam arahannya mengungkapkan, pandemi Covid-19 telah berlangsung selama 3 tahun sejak pertama kali muncul di Indonesia pada Maret 2020. PMI telah terlibat dan berupaya secara aktif membantu pemerintah untuk penanganan Covid-19.

“Saya memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran pengurus PMI Daerah yang telah bekerja keras untuk melakukan upaya ini. Saat ini angka penderita covid juga terus meningkat setelah sempat melandai akibat munculnya varian omicron. Saya minta jajaran pengurus PMI daerah untuk kembali mensosialisasikan penegakan Prokes, melakukan disinfektan di sekolah-sekolah dan tempat-tempat umum, menyalurkan masker kepada masyarakat dan melakukan upaya vaksinasi, ” jelas mantan Wakil Presiden dua periode tersebut. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT