Arsip Kategori: KESEHATAN

Cegah Penyebaran Covid-19, Babinsa Koramil 1604-01/Kupang dan Tim Beri Himbauan Keliling

NTT AKTUAL. KUPANG. Babinsa Koramil 1604-01/Kupang bersama tim gabungan yang terdiri dari Babinkamtibmas dan Lurah LLBK beserta staf melaksanakan kampenye himbauan keliling kepada warga masyarakat dan pemilik pertokoan di wilayah kelurahan LLBK untuk tetap menerapkan protokol kesehatan serta dalam rangka menyambut HUT 17 Agustus wajib memasang Bendera dan umbul-umbul merah putih di depan rumah/ruko, Selasa (03/08/2021).

Tidak terlihat dengan kasat mata namun sangat berbahaya dan meresahkan masyarakat serta dapat menghancurkan sendi-sendi kehidupan itulah Covid-19, diketahui bersama bahwa penyebaran Corona Virus di Provinsi NTT khususnya di kota Kupang masih mengalami peningkatan baik yang terpapar maupun yang meninggal dunia dan juga terdapat virus jenis varian baru yaitu virus Corona Varian Delta.

Babinsa Kelurahan LLBK Serka Roby Marten Wake Here usai melaksanakan himbauan keliling bersama Babinkantibmas dan Lurah LLBK beserta staf kelurahan mengatakan bahwa untuk menekan dan memutus mata rantai penyebaran covid, perlu adanya kesadaran bersama untuk bersama-sama berperang melawan penyebaran covid ini. Kami bersama Babinkantibmas Brigpol Moses Soe, Lurah LLBK Ibu Anastasia Manafe dan staf melaksanakan himbauan keliling kepada warga.

Lebih lanjut, kegiatan ini bertujuan untuk menekankan kepada masyarakat agar selalu mematuhi protokol kesehatan seperti menjaga jarak ketika berinteraksi dengan orang lain, mengurangi mobilitas, menjauhi kerumunan, mencuci tangan dengan air mengalir usai keluar rumah atau menggunakan hand sanitizer dan memakai masker. selain itu, juga memberitahukan untuk tetap tenang dan segera menghubungi atau mendatangi tenaga kesehatan terdekat apabila merasa memiliki kondisi badan yang kurang sehat.

kampanye himbauan penerapan protokol kesehatan ini diharapkan dapat menyadarkan masyarakat sekitar akan pentingnya mematuhi protokol kesehatan, sehingga apabila setiap orang sadar akan hal ini maka dapat menurunkan angka kasus penyebaran covid-19 yang semakin hari mengalami peningkatan.

Selain itu, kita menghimbau kepada warga masyarakat mulai tanggal 01-31 Agustus 2021 agar memasang bendera dan umbul-umbul merah putih di depan rumah atau pertokoan untuk menyambut hari ulang tahun kemerdekaan 17 Agustus 2021 (HUT Ke-76).Setiap negara pasti memiliki bendera sebagai simbol negara, yang memiliki makna mendalam tentang negaranya. Seperti negara Indonesia, yang memiliki bendera merah putih wajib dikibarkan di depan rumah oleh setiap warga negara Indonesia untuk menyambut hari proklamasi kemerdekaan, tegas Robi. (*/NA)

Sumber berita + foto : Pendim 1604/Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

Virus Covid-19 Varian Delta Mulai Masuk ke NTT, Masyarakat Diminta Untuk Tetap Tenang dan Taat Prokes

NTT AKTUAL. KUPANG. Virus Covid-19 Varian Delta mulai menyebar masuk di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kini diketahui terdapat tiga warga yang berdomisili di Kota Kupang yang terpapar virus varian delta tersebut. Hal tersebut diungkapkan Kepala Instalasi Patalogi Klinik RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang dr. Hermi Indita Malewa, Sp.PK saat memberikan keterangan Pers bersama Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT Dr. Marius Jelamu M.Si, di Kantor Gubrenur NTT pada Senin (21/07/2021).

Kepala Instalasi Patalogi Klinik RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang dr. Hermi Indita Malewa, Sp.PK yang juga penanggung jawab laboratorium PCR RSUD Johanes Kupang mengatakan, varian delta tersebut diketahui pada sampel spesimen yang dicurigai bermutasi kemudian dikirimkan ke Badan Penelitian Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kemenkes RI untuk diperiksa.

Kepala Instalasi Patalogi Klinik RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang dr. Hermi Indita Malewa, Sp.PK (kanan) saat memberikan keterangan Pers bersama Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT Dr. Marius Jelamu M.Si (kiri), di Kantor Gubrenur NTT pada Senin (21/07/2021). Dokumentasi : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.

“Kami sebagai laboratorium rujukan di NTT untuk pemeriksan PCR covid 19 memang kita ditugaskan oleh Kemenkes untuk secara berkala mengirimkan spesimen-spesimen yang dicurigai memiliki mutasi atau varian. Dari kemenkes mengeluarkan kriteria untuk kita kirimkan spesimen yang namanya Whole Genome Sequencing (WGS). Tidak semua spesimen yang potsitif kita krimkan  tetapi yang masuk dalam kriteria saja. Dari 310 sampel yang kami kirimkan pertama pada bulan april itu hasilnya tadi malam diinfokan oleh Balitbangkes bahwa dari 310 sampel spesimen tersebut terdapat 3 diantaranya yang mengalami mutasi varian delta,” ujar dr. Hermi.

“Untuk tiga sampel tersebut berasal dari pasien di Kota Kupang. Diantaranya seorang anak berusia 12 tahun, lansia berusia 70 tahun dan orang dewasa berusia 33 tahun. Kami rutin setiap bulan kami kirimkan  sampel sejak bulan april  dari semua sampel per kabupaten yang dicurigai bermutasi. dan memang kalau dilakukan WGS ini prosesnya lama dan minimal dikirim 2 minggu,” tambahnya.

dr. Hermi juga menuturkan, diperkirakan akan ada tambahan varian delta dari sampel yang dikirim ke Balitbangkes kemenkes RI mengingat jumlah sampel yang dikirim terhitung april – juli 2021.

“Kira-kira sekarang sudah 500 sampel yang dikirim. Varian delta ini sangat progresif dan cepat penularannya. Itulah mengapa kita sekarang diminta untuk vaksinasi karena vaksin terbukti sangat keliatan sekali manfaatnya. Saat ini di RSUD W.Z. Johannes Kupang terdapat banyak tenagak kesehatan yang terpapar covid 19 namun gejaanya lebih ringan ini artinya manfaat vaksin ini memang sangat membantu menekan gejala covid 19 serta penyembuhan lebih cepat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT sekaligus Juru Bicara Tim Percepatan Penanganan Covid 19 NTT Dr. Marius Jelamu M.Si mengatakan untuk masyarakat agar jangan panik, namun tetap taat prokes serta taat melaksanakan vaksinasi.

“Kita minta agar masyarakat jangan panik dan juga tetap menjaga protokol kesehatan. Juga saya minta agar tidak mengalami stres bagi para penderita atau pasien yang terpapar. Harus lakukan vaksinasi dengan benar karena vaksni sangat membantu kita meningkatkan kekebalan tubuh terhadap paparan virus,” ujar beliau.

“Kita harapkan masyarakat taat melakukan vaksinasi. Pengalaman saya yang terpapar covid19  dan saya sudah dinyatakan negatif. Gejala sayang saya alami pada saat terpapar itu tidak terlalu berat karena sebelumnya sudah divaksin. dan juga saya melakukan isolasi mandiri dengan benar dan menjaga proses pemulihan dengan baik. Untuk yang terpaparagar  jangan stres berat dan lakukan pemulihan,” tambah Marius.

“Kita berharap target itu seluruh 3,8 juta penduduk NTT harus divaksin namun kita baru menyentuh angka 700ribu. Kita sudah minta pempus untuk tambahan vaksin,” ungkap beliau. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Dukung Pemkot Kupang, OJK Gelar Vaksinasi Massal

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pencegahan penyebaran covid 19 di Kota Kupang, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI) bersama Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan (FKLJK) menggelar vaksinasi massal. Vaksinasi yang diperuntukkan bagi pelaku perbankan dan lembaga jasa keuangan lainnya beserta keluarga berlangsung di Poltekes Kemenkes Kupang, Jumat (17/07/2021).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT, Robert HP Sianipar, Deputi Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi NTT, Daniel Agus Prasetyo, Direktur Poltekes Kemenkes Kupang, Dr. R. H. Kristina, SKM, M.Kes, Ketua Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan (FKLJK) Provinsi NTT, Hary Alexander Riwu Kaho dan sejumlah pimpinan perbankan yang ada di Kota Kupang.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada FKLJK Provinsi NTT yang sudah bersedia mendukung upaya pemerintah memutus rantai penyebaran covid 19 lewat vaksinasi. Menurutnya dalam kaitan dengan vaksinasi, Presiden Republik Indonesia menugaskan tiga hal kepada semua kepala dan wakil kepala daerah. Yang pertama adalah penanggulangan covid 19, yang kedua adalah memperhatikan pemulihan ekonomi nasional dalam skala kecil dan mikro di wilayahnya masing-masing serta ketiga adalah melanjutkan program bantuan sosial.

Ditambahkannya pelaksanaan vaksinasi covid-19 hari ini, selain bertujuan untuk mengurangi transmisi/penularan covid-19 di lembaga jasa keuangan, mencapai kekebalan kelompok di masyarakat dan melindungi para pelaku jasa keuangan dari covid-19 agar tetap produktif secara sosial dan ekonomi, juga sekaligus untuk memotivasi seluruh lapisan masyarakat agar ikut ambil bagian dalam program vaksinasi ini.

Wawali mengakui bahwa sektor perbankan dan lembaga jasa keuangan lainnya sangat rentan terhadap penyebaran covid 19. Demi menjaga keberlangsungan operasional sistem pembayaran yang aman, lancar, efisien, dan andal, serta memastikan ketersediaan uang rupiah di masyarakat, bank dan lembaga jasa keuangan harus tetap beroperasi di tengah pandemi covid 19 yang terus mengancam. Karena itu perlu ada upaya untuk memastikan para karyawan dan pelaku jasa keuangan tetap aman dan terlindungi dari virus ini. Selain menerapkan protokol kesehatan yang ketat, vaksinasi yang diselenggarakan hari ini juga turut membantu memutus rantai penyebaran covid 19 di tempat kerja masing-masing.

Ditambahkannya total cakupan vaksinasi 1 dan vaksinasi 2 di Kota Kupang sejak Januari hingga awal Juli 2021 lalu masih rendah. Untuk dosis-1: 33.88% dan dosis-2:15.32%. Namun jika dilihat dari pencapaian penyerapan vaksin di Kota Kupang menurutnya sudah mencapai 99 persen. Dari 164.254 dosis yang diterima, sudah 162.611 dosis yang terpakai.

Sementara Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT Robert HP Sianipar, menyampaikan vaksinasi ini merupakan bagian dari program nasional yang sudah dicanangkan bersama Presiden RI pada bulan Juni yang lalu dan target vaksinasi massal sektor jasa keuangan sampai akhir tahun 2021 sebesar 10.000.

Tema vaksinasi massal yang diusung adalah “Atasi pandemik, Pulihkan ekonomi” diharapkan dapat membantu program pemerintah untuk mencapai kekebalan komunal dan targetnya pada bulan November program vaksinasi sudah mencapai 70%, sehingga bisa menciptakan kekebalan komunal. Karena menurutnya dengan adanya kekebalan komunal aktivitas dan mobilitas masyarakat dapat normal kembali.

Direktur Bank NTT sekaligus Ketua Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan (FKLJK) Provinsi NTT Hary Alexander Riwu Kaho, mengapresiasi OJK Provinsi NTT yang mampu melaksanakan vaksinasi massal bagi semua karyawan dan jasa keuangan yang ada di FKLJK. “Tentu pelaksanaan vaksinasi massal covid 19 dapat memberikan peningkatan imun tubuh bagi karyawan dan jasa keuangan dalam melaksanakan tugas yang berat dengan baik sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Hal yang sama juga disampaikan Deputi Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi NTT, Daniel Agus Prasetyo. Menurutnya vaksinasi ini juga sesuai dengan arahan Gubernur Bank Indonesia tentang pentingnya vaksinasi, karena tanpa vaksinasi aktivitas ekonomi jadi terbatas. Dia berharap dengan adanya vaksinasi kegiatan ekonomi dapat berjalan dengan aman, lancar, efisien, andal dan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat.

Direktur Poltekes Kemenkes Kupang, DR. R. H. Kristina, SKM, M.Kes, mengapresiasi OJK Provinsi NTT yang telah memberikan kepercayaan kepada Poltekes Kupang melalui jurusan keperawatan untuk melaksanakan vaksinasi. Vaksinasi massal yang sudah dilaksanakan sampai hari Kamis sebanyak 350 vaksinasi dan hari ini kurang lebih 300 vaksinasi. (*PKP_eh)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Dukung Percepatan Vaksinasi Covid-19, OJK Bantu Salurkan Vaksinasi untuk Pelaku Industri Jasa Keuangan di Provinsi NTT

NTT AKTUAL. KUPANG. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT, Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi NTT dan Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan (FKLJK) Provinsi NTT bekerjasama dengan Pemerintah Daerah menyelenggarakan vaksinasi Covid 19 untuk Pegawai, Keluarga Pegawai dan Konsumen Lembaga Jasa Keuangan (LJK) di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan vaksinasi ini dimulai di Kupang pada hari Jumat tanggal 16 Juli 2021, bertempat di Kampus Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kemenkes Kupang yang diperuntukan bagi 500 peserta yang berdomisili di Kota/Kabupaten Kupang sesuai pendataan yang telah dilakukan LJK. Berdasarkan data yang telah disampaikan oleh LJK, program vaksinasi untuk Insan LJK secara agregat ditargetkan sebanyak 1.800 peserta yang akan dilaksanakan dalam beberapa waktu ke depan di beberapa Kota/Kabupaten di Provinsi NTT.

Ketua Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan (FKLJK) Provinsi NTT, Harry Alexander Riwu Kaho yang hadir dalam sambutannya mengharapkan dengan kegiatan vaksinasi ini dapat meningkatkan imunitas insan lembaga jasa keuangan sebagai salah satu sektor esensial sehingga mampu mendukung agar sektor ekonomi dapat terus bertumbuh dan berdaya tahan.

Kepala OJK Provinsi NTT, Robert HP Sianipar dalam sambutannya menjelaskan “kegiatan vaksinasi ini merupakan tindaklanjut atas launching program secara nasional di Jakarta pada tanggal 16 Juni 2021 yang dihadiri Presiden Republik Indonesia, Menteri Keuangan Republik Indonesia, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Gubernur Bank Indonesia dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia”.

“Selama bulan Juli 2021 OJK dan BI bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan akan menyebarkan sekitar 335 ribu vaksin COVID-19 untuk Insan LJK di seluruh Indonesia. Hal ini dilakukan sebagai upaya membantu Pemerintah mempercepat vaksinasi COVID-19 ke seluruh Indonesia. Secara nasional, OJK bekerja sama dengan Industri Jasa Keuangan dan Kementerian Kesehatan menargetkan vaksinasi kepada 10 Juta orang hingga akhir Desember 2021. Target ini diharapkan juga akan didukung dengan program vaksinasi yang dilakukan oleh beberapa Industri Jasa Keuangan secara mandiri. OJK mengapresiasi adanya sinergi dengan Politeknik Kesehatan Kupang, baik dalam penyediaan tempat maupun tenaga kesehatan dalam pelaksanaan vaksinasi yang diharapkan dapat terus berlanjut sebagai upaya bersama untuk meningkatkan kesehatan masyarakat di Provinsi NTT”, lanjut Robert.

Hadir dalam kesempatan yang sama, Wakil Walikota Kupang Hermanus Man yang dalam sambutannya menyambut baik pelaksanaan vaksinisasi ini sebagai bagian percepatan vaksinasi khususnya bagi warga masyarakat Kota Kupang.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan vaksinasi massal hari ini, karena sejalan dengan kegiatan yang telah kami canangkan yaitu “aksi percepatan vaksinasi Covid-19” yang mulai hari ini sampai dengan tanggal 21 Juli 2021 dengan target vaksinasi kepada 10.500 warga Kota Kupang” katanya.

Otoritas Jasa Keuangan mendukung penuh upaya percepatan vaksinasi di tengah tingginya laju penyebaran Covid-19 yang menjadi faktor penting tetap terjaganya stabilitas sektor jasa keuangan dalam upaya mendorong pemulihan ekonomi. Percepatan vaksinasi diharapkan akan menciptakan kekebalan komunal yang mendukung mobilitas masyarakat dengan protokol kesehatan yang ketat sehingga perekonomian khususnya di Provinsi NTT bisa kembali bergerak. (*)

Sumber berita + foto : HUMAS OJK NTT

Wakil Wali Kota Kupang Pantau Vaksinasi di Puskesmas Penfui

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Tingginya animo warga Kota Kupang untuk mengikuti vaksinasi mengakibatkan tingkat kunjungan ke fasilitas kesehatan pelaksana vaksinasi meningkat. Beberapa waktu terakhir, terjadi penumpukan warga di sejumlah titik tertentu yang menyelenggarakan vaksinasi massal, karena warga berlomba-lomba untuk mendapatkan layanan tersebut. Salah satunya di Puskesmas Penfui. Akibat menerima informasi yang keliru tentang adanya layanan vaksinasi untuk tahap pertama, mengakibatkan warga berbondong-bondong datang ke Puskesmas Penfui sehingga menimbulkan kerumunan dan kemacetan pada jalan raya di depan puskesmas, Selasa (13/07/2021).

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man akhirnya turun langsung memantau kerumunan warga yang antre untuk divaksin. Kepada warga yang sedang mengantri untuk divaksin Wawali mengimbau, saat ini penambahan kasus covid 19 di Kota Kupang mencapai 60 orang per hari. Salah satunya disebabkan oleh kerumunan warga saat hendak vaksin. Karena itu Wawali minta kepada kepala puskesmas dan petugas untuk mengatur agar para penerima vaksin masuk secara bertahap mengingat areal puskesmas tidak begitu luas. Bagi warga yang hendak divaksin tahap pertama untuk sementara belum bisa dilayani karena stok vaksin di Kota Kupang sangat terbatas, menunggu kiriman stok vaksin yang baru. Saat ini puskesmas hanya melayani vaksinasi tahap kedua.

Pada kesempatan yang sama, Wawali juga menyampaikan apresiasi kepada warga Kota Kupang yang dengan kesadaran tinggi mau datang untuk divaksin. Diakuinya saat ini 99 persen vaksin yang diterima Dinas Kesehatan Kota Kupang sudah terpakai. Pencapaian ini menjadi yang tertinggi di NTT untuk saat ini. Kepada warga yang mengantre, Wawali menambahkan ada tiga manfaat yang diperoleh jika seseorang sudah divaksin. Selain untuk melindungi dirinya sendiri, dengan divaksin kita juga ikut melindungi orang lain. Manfaat lain dari vaksin menurutnya adalah jika seseorang yang sudah divaksin terpapar covid 19, gejala yang dialaminya lebih ringan ketimbang orang yang belum divaksin. Wawali optimis, jika 100 persen warga di wilayah pelayanan Puskesmas Penfui sudah divaksin, maka diperkirakan pada September mendatang sudah tidak ada kasus positif covid 19 lagi di wilayah tersebut.

Usai memantau pelaksanaan vaksinasi di Puskesmas Penfui, Wawali sempat berkunjung ke Kantor Lurah Naimata yang direncanakan akan menjadi alternatif tempat pelaksanaan vaksinasi oleh Puskesmas Penfui, mengingat tempat di Puskesmas tidak memungkinkan untuk menampung warga dalam jumlah banyak. Turut mendampingi Wawali dalam pemantauan tersebut, Camat Maulafa, Matheos Herry da Costa, S.Sos, M.Si, Plt. Kepala Puskesmas Penfui, dr. Stephanie, Lurah Penfui, Fransisko Dugis dan Lurah Naimata, Hendrikus Banunaek. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Dukung Vaksinasi, Wakil Wali Kota Kupang dan Istri Divaksin Covid-19

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Setelah beberapa hari lalu Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R Riwu Kore, MM, MH bersama keluarga sudah lebih dahulu divaksin, kali ini giliran Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man bersama istri dan salah seorang putrinya menerima vaksin covid 19. Sama seperti Wali Kota, Wawali dan istri adalah penyintas atau orang yang sembuh dari covid-19, yang baru diperbolehkan menerima vaksinasi tiga bulan setelah dinyatakan sembuh.

Sebelumnya, pada 21 Januari 2021 lalu Wawali bersama istri dan seorang anaknya, serta ajudan, sopir dan 3 orang asisten rumah tangga dinyatakan reaktif hasil rapid antigen. Kemudian dilanjutkan dengan swab yang mengkonfirmasi mereka berdelapan positif covid 19. Wawali kemudian menjalani isolasi mandiri di rumah dan dalam waktu kurang lebih 12 hari kemudian dinyatakan sembuh.

Bersama istri, Wakil Ketua TP PKK, Ny. Elisabeth Liez Man Rengka, Wawali menerima vaksin covid 19 di RSUD SK Lerik, Senin (12/7/2021). Sebagaimana penerima vaksin lain, keduanya mengikuti sejumlah tahapan sebelum akhirnya divaksin oleh petugas. Turut mendampingi pada kesempatan tersebut. Direktur RSUD SK Lerik, dr. Marsiana Halek.

Dalam sejumlah kesempatan sebelumnya, Wawali mengimbau kepada semua lurah di Kota Kupang dan jajarannya untuk meningkatkan edukasi tentang manfaat vaksinasi dan menganjurkan pada semua warga untuk memperoleh vaksinasi. Edukasi tentang protokol kesehatan juga menurutnya perlu terus dilakukan tak henti-henti, termasuk menaati SE Wali Kota Kupang tentang PPKM mikro terbaru.

Usai divaksin, Wawali berkesempatan meninjau ruangan isolasi bertekanan negatif yang sudah dilengkapi dengan fasilitas bedside monitor. Saat ini ruangan isolasi yang baru selesai di rehab tersebut sudah mulai digunakan untuk merawat pasien positif covid 19.

Pada kesempatan berbeda, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati menjelaskan total cakupan vaksinasi hingga 9 Juli 2021, untuk dosis I baru mencapai 33,88 persen dan dosis 2 baru mencapai 15,32 persen. “Namun kalau dilihat dari pencapaian penyerapan vaksin di Kota Kupang sudah mencapai 99 persen. Dari 164.254 dosis yang diterima, sudah 162.611 dosis yang terpakai,” ungkapnya.

Ditambahkannya, Dinas Kesehatan Kota Kupang sejak Januari 2021 lalu telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan cakupan imunisasi covid 19. Antara lain, melakukan gerakan vaksinasi secara mobile, melaksanakan vaksinasi massal dan vaksinasi di instansi pemerintah maupun swasta (bank, dealer, mall). Dinkes Kota Kupang juga telah menyebarkan informasi jadwal pelayanan vaksinasi lewat media sosial serta mengintensifkan kegiatan penyuluhan keliling.

Kadis Kesehatan juga mengakui adanya ketentuan yang menjadikan kartu/sertifikat vaksinasi sebagai salah satu persyaratan melakukan perjalanan atau saat pengurusan administrasi di instansi pemerintah/ swasta, serta aturan di universitas yang mewajibkan setiap mahasiswa yang akan melakukan aktivitas di area kampus wajib menunjukkan kartu/sertifikat vaksinasi telah meningkatkan animo masyarakat untuk divaksin. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Satgas TMMD Ke-111 Kodim 1604/Kupang Laksanakan Sosialisasi Pencegahan Stunting dan Covid-19

NTT AKTUAL. KUPANG. Upaya pencegahan stunting pada anak dan cara mencuci tangan dengan benar untuk mencegah penyebaran Covid-19 juga tidak luput dari perhatian Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-111 Kodim 1604/Kupang.

Lewat sosialisasi upaya pencegahan stunting dan cara mencuci tangan dengan benar untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Aula Kantor Desa Nekmese yang di inisiasi Satgas TMMD ke-111 dengan menghadirkan bidan Marselina Serly Kolin, A.Md.Keb dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang dan Ketua Persit KCK Cabang XV Dim 1604/Kupang Ny. Dita wasthu prasida sebagai pemateri, Jumat (09/07/2021).

Didepan peserta ibu-ibu rumah tangga, bidan Marselina Serly Kolin, A.Md.Keb menjelaskan bahwa stunting adalah kondisi yang ditandai ketika panjang atau tinggi badan anak kurang jika dibandingkan dengan umurnya atau lebih sederhananya, stunting adalah kondisi di mana anak mengalami gangguan pertumbuhan sehingga menyebabkan tubuhnya lebih pendek ketimbang teman-teman seusianya.

“Banyak yang tidak tahu kalau anak pendek adalah tanda dari adanya masalah gizi kronis pada pertumbuhan tubuh si kecil. Terlebih lagi, jika kondisi ini dialami oleh anak yang masih di bawah usia dua tahun dan harus segera ditangani dengan segera dan tepat,” kata bidan Marselina.

Pada kesempatan yang sama, Ketua
Persit KCK Cabang XV Kodim 1604/Kupang Ny. Dita wasthu prasida memberikan edukasi pola hidup baru dalam situasi pandemi Covid-19 salah satu cara dengan mencuci tangan yang benar. Cuci tangan merupakan langkah mudah dan aman untuk melindungi diri dari virus corona COVID-19, tetapi tidak banyak yang tahu bagaimana cara mencuci tangan yang benar.

Tata cara mencuci tangan yang direkomendasikan WHO yaitu pertama basahi tangan dengan air yang mengalir, tuang sabun pada tangan secukupnya, gosok telapak tangan yang satu ke telapak tangan lainnya kemudian gosok punggung tangan dan sela jari, gosok punggung jari ke telapak tangan dengan posisi jari saling bertautan, genggam dan basuh ibu jari dengan posisi memutar, gosok bagian ujung jari ke telapak tangan agar bagian kuku terkena sabun lalu gosok tangan yang bersabun dengan air mengalir kemudian keringkan tangan dengan lap sekali pakai, terangnya.

Sosialisasi tersebut dihadiri sejumlah ibu-bu rumah tangga di desa Nekmese dan Pengurus Persit Kodim 1604/Kupang. (*)

Sumber berita + foto : Pendim 1604/Kupang

Wali Kota Kupang dan Keluarga Divaksin Covid 19

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Setelah dinyatakan sembuh dari covid 19 beberapa bulan yang lalu, Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH, bersama keluarga akhirnya menerima suntikan vaksin Covid 19. Langkah ini juga dalam rangka memberikan teladan kepada warga Kota Kupang, khususnya yang belum, untuk turut divaksin. Hingga saat ini vaksinasi di Kota Kupang baru mencapai 38 persen dari 70 persen warga yang ditargetkan.

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH, saat menerima suntikan vaksin Covid 19 di RSUD SK Lerik Kota Kupang, Jumat (9/07/2021). Dokumentasi : Prokompim Setda Kota Kupang.

Sebelumnya pada 1 Februari 2021 lalu, setelah melalui proses pemeriksaan Wali Kota dinyatakan positif Covid 19 dan harus menjalani isolasi. Setelah menjalani isolasi dan perawatan selama kurang lebih 14 hari, Wali Kota akhirnya dinyatakan sembuh. Sesuai ketentuan, penyintas atau orang yang sembuh dari Covid-19 diperbolehkan menerima vaksinasi, dengan catatan suntikan vaksin diberikan tiga bulan setelah sembuh.

Didampingi istri, Ketua TP PKK Kota Kupang, Ny. Hilda Riwu Kore Manafe dan puteranya, Wali Kota memutuskan untuk divaksin di RSUD SK Lerik Kota Kupang, Jumat (9/07/2021). Saat disuntik vaksin oleh petugas, sambil mengacungkan jempol Wali Kota berseru kepada warga yang turut menyaksikan proses vaksin, “Bapa Mama jang lupa pi vaksin, lindungi diri kita dan keluarga!” Wali Kota berharap masyarakat Kota Kupang mau datang ke fasilitas kesehatan untuk divaksin, demi menjaga kesehatan diri dan keluarga.

Sebelum divaksin, Wali Kota didampingi Kabag Prokopim Kota Kupang, Ernest Ludji, SSTP, M.Si, bersama Direktur RSUD SK Lerik, drg. Marsiana Halek dan jajarannya meninjau proses pembangunan sejumlah ruangan di rumah sakit tersebut. Salah satunya adalah 10 ruangan isolasi bagi pasien positif Covid 19 yang sudah dilengkapi dengan fasilitas bedside monitor, yakni alat penunjang yang memonitor kondisi vital pasien positif covid 19 di ruang isolasi. Fasilitas tersebut baru dimiliki oleh 2 rumah sakit di Kota Kupang, yakni RSJ Naimata dan RSUD SK Lerik.

Selain itu Wali Kota juga berkesempatan untuk memeriksa kesiapan ruangan untuk laboratorium tes PCR dan penerapan oksigen sentral, yang dalam waktu dekat sudah bisa digunakan. Kepada Direktur RSUD dan pengembang Wali Kota minta agar proses pekerjaan bisa segera diselesaikan dengan baik dan bisa digunakan untuk melayani warga yang membutuhkan. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Cegah Penyebaran Covid-19, Kodim 1604/Kupang Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Stikom Uyelindo

NTT AKTUAL. KUPANG. Dalam rangka mencegah dan memutus mata rantai penyebaran virus Corona atau dikenal Covid-19, Kodim 1604/Kupang melakukan penyemprotan disinfektan di Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Komputer (STIKOM) Uyelindo Kupang yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Kayu Putih Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, NTT, Selasa (06/07/2021).

Diketahui bersama bahwa Kota Kupang saat ini mengalami angka kenaikan penularan Covid-19 yang sangat tinggi sehingga Kodim 1604/Kupang mengambil langkah cepat dengan membentuk tim satuan tugas penyemprotan disinfektan untuk melakukan penyemprotan di tempat-tempat keramaian, fasilitas umum/publik dan lainnya.

Di temui saat memimpikan langsung
penyemprotan disinfektan di Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Komputer (STIKOM) Uyelindo Kupang
Kapten Inf. Nerson F. Baitanu mengatakan melihat penyebaran Covid-19 yang semakin tinggi di kota Kupang, atas perintah Komandan Kodim 1604/Kupang Kolonel Arh. Abraham Kalelo., S.Sos mengintruksikan kepada anggota agar segera mengambil langkah, sehingga penyebaran virus Corona tidak semakin meluas, di samping kita melaksanakan serbuan vaksin yang saat ini sedang dilakukan juga kita harus antisipasi dengan melakukan penyemprotan disinfektan di berbagai fasilitas umum lainnya,” ujarnya.

“Lebih lanjut Kapten Inf. Nerson F. Baitanu, menghimbau kepada masyarakat agar selalu menjaga kesehatan, terus menerapkan protokol kesehatan, jangan lengah, terus jaga imunitas tubuh dengan berbagai upaya, baik dengan berolah raga, minum vitamin, suplemen serta ibadah, Semoga kita semua selalu dalam lindungan Tuhan dan dijauhkan dari bahaya covid-19,” pungkasnya. (*/NA)

Sumber berita + foto : Pendim 1604/Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

Gubernur NTT Instruksikan Para Bupati dan Wali Kota Lebih Fokus Tangani Penyebaran Covid-19

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat menginstruksikan para Bupati dan Wali Kota untuk bekerja lebih keras dalam menghentikan penyebaran virus Corona di wilayah masing-masing, Demikian disampaikan Gubernur melalui Juru Bicara Gugus Tugas Covid 19 Provinsi NTT, Marius Ardu Jelamu, Minggu (4/07/2021).

“Semua pimpinan daerah agar melakukan tracing testing dan treatment serta mengontrol dan mengawasi pergerakan masyarakat di wilayah masing-masing serta melakukan kontrol yang ketat di ruang publik untuk memastikan masyarakat mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes) dengan penuh disiplin,” ungkap Marius.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid 19 Provinsi NTT, Marius Ardu Jelamu saat menyampaikan instruksi Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat.

Marius mengatakan, Gugus Tugas Kabupaten/Kota yang didukung TNI-Polri diminta untuk mengontrol masyarakat di ruang publik.

“Kita harus bekerja keras memutus mata rantai penyebaran covid ini. Walaupun sampai saat ini belum terdeteksi adanya varian baru namun kita tetap harus waspada. Program vaksinasi harus dilakukan secara masif di berbagai wilayah dan Para Bupati/Wali Kota harus tetap memantau pelaksanaannya,” pungkas Jelamu

Marius Juga mengungkapkan angka pertambahan pasien Covid hari ini sebanyak 1.003 Orang.

Hari ini angka pertambahan pasien covid sangat signifikan lebih dari seribu orang. Hal ini harus diwaspadai oleh seluruh rakyat NTT dan kita tetap wajib melaksanakan prokes secara baik dan benar.

Untuk diketahui, jumlah kasus baru hari ini sejumlah 1.003 orang dengan persebarannya yaitu Kabupaten Flores Timur : 376 Orang, Manggarai Timur : 252 Orang, Manggarai Barat : 84 Orang, Kota Kupang : 81 Orang, Nagekeo :79 Orang, Ende : 50 Orang, Sumba Barat Daya: 22 Orang, Sumba Timur : 19 Orang, Ngada : 18 Orang, Manggarai : 15 Orang, Timor Tengah Utara : 13 Orang, Alor : 11 Orang, Belu : 6 Orang, Sabu Raijua : 6 Orang, Rote Ndao : 1 Orang. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata