Arsip Kategori: KESEHATAN

Wagub NTT : Perlu Kolaborasi dalam Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi dan Pencegahan Stunting Di Provinsi NTT

NTT AKTUAL. KUPANG. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menetapkan terbentuknya Tim Koordinasi (Pokja) Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) serta Pencegahan dan Penanganan Stunting di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Selasa (4/05/2021) di Hotel Aston Kupang.

Wakil Gubernur NTT dalam sambutannya mengatakan, Pemerintah Provinsi NTT saat ini terus berupaya optimal untuk menurunkan AKI dan AKB serta percepatan penurunan dan pencegahan stunting. Tahun 2020 jumlah kematian ibu di NTT sebanyak 149 kasus dan angka kematian bayi baru lahir mencapai 744 kasus, sedangkan angka stunting mencapai 24,2 %. “Kondisi ini masih jauh jika dibandingkan dengan target yang dimasukan dalam RPJMD 2018-2023 yaitu tidak adanya kasus kematian ibu dan bayi baru lahir di NTT. Dengan kata lain target RPJMD Pemerintah Provinsi NTT untuk kematian ibu melahirkan dan neonates adalah nol kasus,” jelas Wagub.

Lebih lanjut, Wagub Nae Soi menyatakan, dalam rangka upaya percepatan penurunan AKI dan AKB serta penurunan dan pencegahan Stunting diperlukan sebuah kelompok kerja yang akan mengkoordinir semua kegiatan dan upaya pencapaian target tersebut.

“Pemerintah Provinsi NTT telah mempunyai Kelompok Kerja (Pokja) Percepatan Pencegahan dan Penanganan Stunting yang dibuat berdasarkan Surat Keputusan Gubernur NTT dan Surat Keputusan Kepala Bappelitbangda Provinsi Tahun 2019. Untuk mengakomodir kebutuhan dan sesuai situasi saat ini perlu dilakukan perubahan struktur kelompok kerja tersebut dimana dua kelompok kerja terintegrasi untuk mencapai hasil yang maksimal. Untuk itu Pemerintah Provinsi NTT menggandeng USAID,” jelas Wakil Gubernur NTT dalam sambutannya.

Mengakhiri sambutannya Wakil Gubernur NTT berharap di waktu yang akan datang, praktik kolaborasi program ini harus dapat dikreasikan untuk menyelesaikan berbagai persoalan terutama peningkatan kualitas dan akses layanan Pendidikan maupun upaya pengurangan angka kemiskinan.
“Kita membutuhkan kolaborasi untuk menghasilkan Super team dan bukan sekedar Superman yang bergerak secara sendiri. Setiap masukan dan kontribusi dalam pelaksanaan kegiatan ini harus tercatat dengan baik untuk dirumuskan dalam implementasi kegiatan demi pencapaian target Pemerintah Provinsi NTT NTT Bangkit – Menuju NTT Sejahtera,” pungkas Josef Nae Soi.

Dalam kesempatan ini Direktur Kantor Kesehatan USAID menyampaikan dukungan USAID melalui Program Momentum untuk mencapai target pemerintah mempercepat penurunan AKI dan AKB di NTT.
“USAID mendukung terbentuknya Tim Koordinasi (Pokja) Percepatan Penurunan AKI, AKB dan Pencegahan dan Penanganan Stunting di NTT. USAID akan memberikan dukungan teknis untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir, meningkatkan sistem rujukan dan meningkatkan kualitas data untuk pengambilan keputusan di 22 Kabupaten/kota di NTT,” kata Pamela Foster.

Dalam kesempatan kegiatan ini sekaligus juga untuk merayakan Hari Bidan International yang jatuh pada tanggal 5 Mei. Pemerintah Provinsi NTT dan USAID mengapresiasikan peran dan dukungan para bidan yang sebagian besar adalah tenaga pelaksana Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di tingkat masyarakat. Acara penetapan Pokja yang berdekatan dengan Hari Bidan International ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian para pemangku kepentingan terhadap KIA.

Acara ini dihadiri oleh Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef A. Nae Soi, MM, Direktur Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan RI dr. Erna Mulati, Msc. DMFM dan USAID Health Office Director Pamela Foster (secara virtual), serta perwakilan dari para pemangku kepentingan di tingkat Provinsi dan 22 Kabupaten/Kota. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Korem 161 Wira Sakti Selenggarakan Vaksinasi Covid-19 bagi KBT

NTT AKTUAL. KUPANG. Hari ini merupakan hari pertama dari pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 bagi Keluarga Besar TNI (KBT) Korem 161/Wira Sakti dari Kota Kupang dan sekitarnya. Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 ini merupakan perintah dari Kepala Staf TNI AD (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa dan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc dengan tujuan untuk mendukung suksesnya Vaksinasi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Kepala RST Tk III Wira Sakti Kupang Letkol Ckm dr Dini Henriyanto,Sp.Pd disela sela kegiatan Vaksinasi Covid-19 bagi KBT Korem 161/Wira Sakti, Kamis (6/05/2021) di Aula Denkesyah 09.04.01 Kupang.

Lebih lanjut disampaikan harapan dari dilaksanakannya kegiatan ini.

“Dengan dilaksanakannya kegiatan ini diharapkan oleh Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Legowo WR Jatmiko, S.I.P.,M.M bahwa Keluarga Besar TNI AD (KBT) Korem 161/Wira Sakti yang terdiri dari Anggota Persit Kartika Chandra Kirana, Purnawirawan, Istri Purnawirawan, Warakawuri dan anak KBT yang berusia 18 tahun keatas selalu dalam keadaan sehat dan terhindar dari Covid-19. Tentunya setelah menjalani vaksin Covid-19 ini,para KBT harus tetap mematuhi protokol kesehatan,” jelas Kepala RST Tk III Wira Sakti Kupang.

Dijelaskan juga tentang alur pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 kepada KBT Korem 161/Wira Sakti.

“Para peserta vaksinasi, pertama melaksanakan pendaftaran peserta sesuai dengan KTP, Kedua peserta akan melakukan tahap skrining/tahap pemeriksaan untuk dapat dinyatakan layak atau tidak mendapatkan Vaksinasi Covid-19, lalu yang ketiga akan dilaksanakan tahap pemberian Vaksin Covid 19. Keempat peserta yang telah memperoleh Vaksin Covid-19 akan dilakukan tahap Observasi selama 30 menit, yang kelima setelah 30 menit peserta wajib lapor kepada petugas kesehatan,”pungkas Kepala RST Tk III Wira Sakti Kupang. (*)

Sumber berita + foto : Penrem161WS

Pemkot Kupang dan Forkopimda Tingkatkan Sinergi Dalam Penanggulangan Covid-19 di Kota Kupang

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Kupang senantiasa bersinergi dalam penanggulangan Covid-19 di Kota Kupang.

Hal ini terungkap dalam pertemuan yang berlangsung pada Senin (3/05/2021) siang antara Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM., MH, Wakil Wali Kota, dr. Hermanus Man dan jajaran Forkopimda yang hadir diantaranya Kapolres Kupang Kota, AKBP Satrya Perdana P Tarung Binti, SIK, Komandan Kodim 1604 Kupang, Letkol ARH Abraham Kalelo, S.Sos dan Kepala Kejaksaan Negeri Kota Kupang, Odermaks Sombu, SH, MA, MH. Pertemuan ini berlangsung seusai rapat koordinasi para kepala daerah dan Forkopimda seluruh Indonesia dengan Menteri Dalam Negeri yang diikuti secara daring di ruang rapat Garuda Kantor Wali Kota Kupang.

Pertemuan ini diawali dengan paparan Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, M.Si tentang data perkembangan kasus Covid-19 di Kota Kupang sejak April 2020 sampai pada 29 April 2021, mulai dari update jumlah kasus covid-19 secara keseluruhan dan per wilayah termasuk data pemeriksaan spesimen di Kota Kupang. Terkait data pemeriksaan spesimen, drg. Retno mengungkapkan sampai 19 April 2021 jumlah spesimen yang sudah diperiksa sebanyak 27.662 dan sebanyak 9843 spesimen dengan hasil positif.

Juga dipaparkan tahapan pelaksanaan kegiatan vaksinasi yaitu tahap satu bagi SDM Kesehatan dan tahap dua bagi lansia dan petugas publik. Khusus untuk kelompok lansia (60 tahun ke atas) dengan sasaran 29.978 lansia, diungkapkan yang sudah divaksin untuk dosis kedua baru sebanyak 4.575 lansia atau 20.72 persen, jumlah yang dinilai masih sangat kecil. Terkait hal ini, drg. Retno mengungkapkan cakupan vaksinasi lansia masih rendah karena rendahnya partisipasi kunjungan lansia untuk vaksinasi. Untuk itu dirinya meminta kerja sama atau bantuan baik kepada Babinsa dan Babinkamtibmas untuk membantu mobilitas lansia karena menurutnya para lansia tidak bisa datang sendiri ke tempat pelayanan kesehatan dan juga terkendala dengan penyakit komorbid yang menyertai.

Wakil Wali Kota dalam kesempatan ini mengungkapkan provinsi NTT saat ini termasuk zona merah. Terkait jumlah spesimen yang diperiksa di Kota Kupang yaitu 27.622, angka positif (positive rate) mencapai 9843 atau 35,56 persen yang mana ha ini menurut Wawali melebihi angka positif (positive rate nasional) yang hanya 13,57 persen dan bahkan jauh dari angka toleransi dari WHO hanya mengizinkan 5 persen. Hal ini dikatakan Wawali menandakan bahwa masyarakat kita saat ini dalam keadaan beresiko tinggi terutama pada lansia. Diakuinya meskipun sesudah vaksin dilaksanakan kasus menurun namun muncul euforia yang menyebabkan orang menjadi tidak disiplin lagi dalam menjalankan protokol kesehatan.

Menurut Wawali terdapat 3 sebab mengapa Kota Kupang perlu meningkatkan kewaspadaan tinggi saat ini yaitu pertama karena pelaksanaan protokol kesehatan yang semakin menurun. Terkait ini Wawali mengatakan segera memperbaharui surat edaran penegakan disiplin dan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro di Kota Kupang per kecamatan per kelurahan. Kedua, adanya angka kematian (fatality rate) di Kota Kupang yang mencapai 3,3 persen dibandingkan angka nasional yaitu 2,73 persen. Hal ini menurut Wawali sangat penting untuk diwaspadai terlebih BOR (bed occupancy rate) atau persentase penggunaan tempat tidur pada rumah sakit rujukan covid-19 di Kota Kupang untuk tingkat nasional dinilai merah.

Selain pemberlakuan PPKM mikro, Wawali juga menegaskan agar penjagaan di gerbang-gerbang masuk kota harus diaktifkan kembali, semua ijin keramaian tidak diberikan dan bila ada kegiatan mendesak hanya diijikan terisi 50 persen termasuk kegiatan ibadah Wawali juga mengatakan pemkot perlu mempersiapkan pelaksanaan sholat Ied pada hari raya Idul Fitri mendatang untuk diatur dengan baik agar tidak terjadi kerumunan dan tetap menjalankan prokes. Untuk ini Wawali mengatakan akan segera melakukan rapat koordinasi dengan para tokoh agama dan Forkopimda.

Terkait pemberlakuan PPKM skala mikro, Kapolres Kupang Kota, AKBP Satrya Perdana P Tarung Binti, SIK, di kesempatan ini mengungkapkan TNI dan Polri siap membantu pemerintah daerah dalam pelaksanaannya. Dikatakannya, penanganan covid-19 di Kota Kupang harus serius dan tidak main-main karena Kota Kupang sebagai barometer di Provinsi NTT, untuk itu menurutnya sistem posko dan pelaporan harus berjalan dengan baik. Diungkapkannya, selama ini Polres Kupang Kota terus intens dalam melaksanakan kegiatan terkait penanganan covid-19 di Kota Kupang namun menurutnya perlu sinergi dengan pemkot terutama dengan para Camat dan Lurah harus ditingkatkan lagi termasuk meningkatkan peran RT/RW.

Kapolres juga mengungkapkan siap bersinergi dengan Dinas Kesehatan dalam upaya membantu proses vaksinasi terutama mobilitas bagi lansia. Untuk itu dirinya minta agar Dinkes memberikan data yang diperlukan dan dibantu dengan lurah setempat, Babinkabtibmas dan Babinsa siap melakukan upaya jemput bola. Hal ini perlu dilakukan karena seturut dengan program vaksinasi yang menjadi konsern dari Presiden. Terkait dengan larangan mudik, Kapolres sampaikan selain melakukan upaya penyekatan-penyekatan jalan juga perlu dilakukan pengawasan untuk pelabuhan udara dan pelabuhan laut terutama bagi warga yang datang dari luar negeri.

Dandim 1604 Kupang, Letkol ARH Abraham Kalelo, S.Sos, pada kesempatan ini mengungkapkan mendukung Pemkot Kupang sepenuhnya dalam penanganan covid-19. Dikatakannya selama ini Kodim 1604 Kupang terus bekerja sama dengan Polres Kupang Kota dalam upaya tersebut dan kedepannya juga akan meningkatkan kerja sama dengan pemkot. Menurutnya perlu dilakukan evaluasi bersama terhadap apa yang masih kurang dan apa yang perlu mendapatkan perhatian lebih sehingga membangun koordinasi yang intens. Terkait pelaksanaan vaksinasi, Dandim mengatakan pihaknya siap membantu untuk menggerakkan lansia sesuai kebutuhan. Untuk pelaksanaan Shalat Ied pada hari Idul Fitri mendatang, menurut Dandim, TNI siap mendukung keputusan Pemkot dengan harapan walaupun melaksanakan kegiatan keagamaan tetapi prokes tetap dijalankan.

Sementara itu, Kajari Kota Kupang, Odermaks Sombu, SH, MA, MH, di kesempatan ini mengungkapkan perlunya segera menindaklanjuti dana refocusing yang telah ditetapkan, karena menurutnya akan sangat membantu Pemkot dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan terkait penanggulangan covid-19 di Kota Kupang. Selain itu, dirinya menyoroti banyaknya kerumunan di tempat-tempat umum di kota Kupang seperti di bank yang perlu diperketat, termasuk kegiatan-kegiatan warga yang berpotensi menimbulkan kerumunan juga agar diperketat.

Wali Kota Kupang dalam pertemuan ini mengatakan pelaksanaan PPKM mikro di Kota Kupang belum berjalan secara baik. Hal ini dinilai Wali Kota karena peran camat dan lurah bersama satgas covid-19 Kota Kupang belum maksimal di lapangan dan juga warga yang tidak disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan 3M. Untuk itu dirinya minta agar Camat, Lurah dan Satgas Covid-19 Kota Kupang harus berperan aktif dan membangun kerja sama dengan Babinkamtibmas dan Babinsa. Dikatakannya perlu ada laporan harian dari posko PPKM mikro tentang perkembangan covid-19 di wilayah masing-masing. Wali Kota juga minta kepada jajaran Dinkes Kota Kupang untuk melaksanakan kegiatan vaksinasi sesuai jadwal tahapan yang diberikan dari pusat bekerja sama dengan Lurah melakukan upaya jemput bola.

Selain itu Wali Kota minta untuk memaksimalkan penggunaan detektor GeNose C19 yang dimiliki pemkot di tepat-tempat umum. Wali Kota juga minta agar penambahan ruang isolasi di RS S. K. Lerik agar segera direalisasikan dengan menggunakan dana refocusing. Terkait pelarangan mudik lebaran, Wali Kota minta untuk dilakukan pengetatan di pintu-pintu masuk Kota Kupang termasuk di bandara. Wali Kota pada kesempatan ini menyampaikan apresiasi dan terima kasih untuk semua dukungan dan kerja sama berbagai pihak dengan Pemkot terutama untuk jajaran Forkopimda dalam upaya penanganan covid-19 di Kota Kupang.

Turut hadir dalam pertemuan ini Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kupang, Asisten 2 Sekda, Kadis Perhubungan Kota Kupang, Direktur RSUD S. K. Lerik, Kepala Badan Kesbangpol dan pimpinan perangkat daerah terkait lainnya. (*PKP_ghe)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Wali Kota Pantau Uji Coba Genose Perdana di Kota Kupang

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH memantau langsung uji coba perdana alat test cepat covid-19 yakni Genose 19. Uji coba perdana berlangsung di lokasi Pasar Kasih Naikoten I, Kamis (1/04/2021) oleh para petugas dari Dinas Kesehatan Kota Kupang.

Dalam pemantauan tersebut Wali Kota didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, M.Si, Kepala Puskesmas Bakunase, drg. Dian Sukmawati Arkiang, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP, M.Si, serta Lurah Naikoten I, BudI Imanuel Izaac, SH.

Pada kesempatan tersebut Wali Kota kepada para pedagang dan pengunjung pasar Kasih Naikoten mengimbau untuk melakukan test dengan menggunakan alat Genose tersebut, guna memastikan kondisi kesehatan mereka. Jika hasil test reaktif maka warga bersangkutan akan langsung diberikan obat dan vitamin, serta bisa langsung dievakuasi ke pusat kesehatan terdekat maupun rumah sakit. Dinas Kesehatan telah menyiapkan mobil ambulans di lokasi tes untuk kebutuhan evakuasi tersebut.

Wali Kota berharap dengan adanya alat yang sederhana ini masyarakat tidak perlu takut akan biaya pemeriksaan dan juga proses pemeriksaannya karena lebih mudah dan tidak seperti tes antigen lainnya.

Karena itu kepada Dinas Kesehatan, Wali Kota meminta untuk memperluas akses di semua tempat pelayanan kesehatan, supaya mudah dijangkau masyarakat dan proses sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat bisa dilakukan lewat kelurahan setempat.

Genose 19 merupakan alat test deteksi dini Covid-19 melalui embusan nafas yang dikembangkan oleh Universitas Gajah Mada. Cara menggunakan genose sangat mudah, seseorang dihimbau untuk tidak merokok dan puasa selama setengah atau satu jam sebelum test dilakukan. kemudian seseorang hanya menghembuskan napas ke kantong sekali pakai untuk kemudian dianalisis oleh alat ini, rata-rata prosesnya hanya 3 menit.

Tampak para pedagang dan pengunjung di Pasar Kasih Naikoten cukup antusias untuk mencoba metode test dengan alat Genose 19 yang disiapkan petugas kesehatan di pos informasi pasar tersebut. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Vaksin AstraZeneca aman, Hari ini Serbu NTT

NTT AKTUAL. KUPANG. Korem 161/Wira Sakti mendukung penuh program pemerintah dalam rangka penanganan Covid-19, salah satunya melalui vaksinasi dengan Vaksin AstraZeneca.

Vaksin AstraZeneca ini aman dan terbukti efektifitasnya karena telah melewati pengkajian lengkap dan komprehensif, Oleh karena itu, hari ini kita laksanakan pemberian Vaksin AstraZeneca kepada Prajurit TNI.

Demikian dikatakan Dandenkesyah 09.04.01 Kupang Letkol Ckm dr Agus Saptiady, Sp.An kepada awak media disela sela kegiatan Serbuan Vaksin AstraZeneca untuk TNI Wilayah Korem 161/Wira Sakti, Sabtu (27/03/2022) di RST Tk III Wira Sakti Kupang.

Serbuan Vaksin AstraZeneca ini dilaksanakan dalam waktu yang sama di tiga tempat yang berbeda, total sebanyak 800 dosis untuk 800 Prajurit TNI.

“Adapun pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di tiga tempat yaitu di RST Tk III Wira Sakti Kupang sebanyak 220 Prajurit TNI, di Makodim 1618/TTU sebanyak 150 Prajurit TNI dan di RS Tk IV 09.07.04 Atambua sebanyak 430 Prajurit TNI” ungkap Dandenkesyah.

Sementara itu Babinsa Ramil 1621-03/Mollo Utara Dim 1621/TTS Serda Alvonsius Manirili mengungkapkan rasa syukurnya karena mendapatkan vaksin AstraZeneca.

” Puji Tuhan, saya telah divaksin menggunakan Vaksin AstraZeneca, dan Vaksin AstraZeneca ini aman, sehingga saya selaku Babinsa merasa percaya diri dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, sebagai medan perang maju ke medan laga untuk kita bersama sama melawan Covid 19,” ungkapnya penuh semangat.

Dalam kesempatan ini Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Samuel Petrus Hehakaya yang diwakili oleh Kasrem 161/Wira Sakti Kolonel Inf Jemz Andre Ratu Edo dengan didampingi Plh Kasiops Kasrem 161/Wira Sakti meninjau secara langsung pelaksanaan pemberian Vaksin AstraZeneca. (*)

Sumber berita + foto : Penrem161WS

Korem 161/Wira Sakti Vaksinasi Covid-19 bagi Purnawirawan, Warakawuri dan Veteran

NTT AKTUAL. OELAMASI. Kami sangat merasa senang dan bahagia, begitu besar perhatian TNI AD kepada kami, sehingga kami diberikan kesempatan untuk menjalani Vaksinasi Covid-19 ini.

Selama pelaksanaan Vaksin ini dari tahap pendaftaran samoai dengan observasi, kami juga mendapatkan pelayanan yang baik dan ramah dari para petugas.

Demikian disampaikan Sertu (Purn) Damianus Aimoro yang beralamat di RT 13 RW 06 Kelurahan Naibonat, Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang, usai Kegiatan Vaksinasi Covid-19 bagi Purnawirawan, Warakawuri dan Veteran, Jumat (26/03/2021) di PPK 1 RST Tk III Wira Sakti Kupang.

” Tentunya dengan telah dilaksanakannya vaksinasi ini kita semua berharap bahwa kita semua selalu dalam keadaan sehat,” ucapnya.

Sementara itu Dandenkesyah 09.04.01 Kupang Letkol Ckm dr Agus Saptiady, Sp.An menyampaikan tentang pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 bagi Purnawirawan Warakawuri dan Veteran.

“Hari ini merupakan hari kedua dari pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 bagi Purnawirawan Warakawuri dan Veteran dari Kota Kupang dan sekitarnya. Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 ini merupakan perintah dari Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Samuel Petrus Hehakaya dan Kakesdam IX/Udayana dengan tujuan untuk mendukung suksesnya Vaksinasi Covid-19,” jelas Dandenkesyah 09.04.01 Kupang.

Selanjutnya disampaikan harapan dengan dilaksanakannya kegiatan ini.

“Dengan dilaksanakannya kegiatan ini diharapkan para Purnawirawan, Warakawuri dan Veteran selalu dalam keadaan sehat, terhindar dari Covid-19.Tentunya setelah menjalani vaksin Covid-19 ini, para Purnawirawan, Warakawuri dan Veteran harus tetap mematuhi protokol kesehatan,” kata Dandenkesyah 09.04.01 Kupang.

Tampak Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Samuel Petrus Hehakaya, Kasrem 161/Wira Sakti dan Para Kasi Kasrem 161/Wira Sakti juga hadir dalam kegiatan ini, untuk memantau dan memastikan pelaksanaan kegiatan Vaksinasi Covid-19 ini berjalan dengan tertib,aman dan lancar. (*)

Sumber berita + foto : Penrem161WS

Wakil Wali Kota Kupang Apresiasi Antusiasme Warga Lansia Penerima Vaksin Covid-19

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Sejak pelaksanaan vaksinasi covid-19 tahap II yang diperuntukkan bagi warga lanjut usia dan pelayanan publik di Kota Kupang, Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man terus melakukan pemantauan jalannya proses vaksinasi baik di puskesmas-puskesmas dan tempat pelayanan publik lainnya. Dalam dua hari terakhir ini Senin dan Selasa (15-16/03/2021), Wakil Wali Kota menyambangi Puskesmas Sikumana dan Puskesmas Bakunase untuk memantau langsung jalannya kegiatan vaksinasi Covid-19 bagi lansia di kedua lokasi tersebut.

Ketika Wakil Wali Kota Kupang memantau pelaksanaan vaksinasi massal untuk warga lanjut usia (lansia) di Puskesmas Sikumana pada Senin (15/03/2021), tampak antusiasme warga mengikuti proses vaksinasi yang digelar di Puskesmas tersebut. Hal ini terlihat dari begitu ramainya warga lansia yang silih berganti berdatangan sejak pukul 08.00 pagi.

Wakil Wali Kota yang didampingi Sekretaris Camat Maulafa, Norbertus Noto dan beberapa Lurah se Kecamatan Maulafa serta Kepala Puskesmas Sikumana dr. Maria Ivonny Dondao Rai, mengungkapkan apresiasinya atas antusiasme warga dalam mengikuti program vaksinasi Covid-19 dari pemerintah. “Saya senang melihat proses vaksinasi di puskesmas Sikumana hari ini, berjalan sangat baik dan penuh dengan antusiasme masyarakat,” ujarnya sambil menyapa beberapa warga lansia yang tengah antri. “Antusiasnya masyarakat mengikuti Vaksinasi Covid-19 ini seolah memberi pesan pada kita semua bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan sebagaimana informasi-informasi yang tidak bertanggung jawab yang beredar ditengah masyarakat beberapa waktu lalu. Ini pertanda bahwa kita akan mampu menang melawan Covid-19,” sambung Wawali.

Selain itu Wawali juga memantau prosedur isolasi mandiri oleh puskesmas dengan koordinasi satgas covid 19 Kota Kupang, camat dan lurah yang diakuinya telah berjalan dengan baik dari sisi pendekatan dan penerapan protokol kesehatan.

Kepala Puskesmas Sikumana dr. Maria Ivonny Dondao Rai, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa jadwal Pelayanan Vaksinasi dilakukan Setiap hari, mulai pukul 09.00 – 11.30 WITA. Stok vaksin yang tersedia untuk puskesmas Sikumana total berjumlah 51 multi-dose bagi lansia. Selain itu, Kepala Puskesmas menyampaikan laporan jumlah OTG yang menjalani isolasi mandiri yaitu sebanyak 51 orang.

Dari pantauan yang dilakukan, untuk Puskesmas Sikumana vaksinasi yang ditargetkan berjumlah 4.593 orang, sesuai daftar nama yang sudah diverifikasi, dengan rincian jumlah per kelurahan; Kelurahan Naikolan 698 orang, Kelurahan Sikumana 1.301 orang, Kelurahan Oepura 1.382 orang, Kelurahan Kolhua 655 orang, Kelurahan Fatukoa 304 orang dan Kelurahan Belo 253 orang. Sementara yang telah melakukan vaksin sebanyak 171 orang terdiri dari lansia dan pelayanan publik).

Antusiasme warga lansia penerima vaksin covid-19 juga nampak di Puskesmas Bakunase, ketika Wakil Wali Kota berkunjung pada Selasa (16/03/2021) untuk memantau jalannya proses vaksinasi di puskesmas tersebut. Menemui para warga lansia yang sementara antri dengan tertib, wawali menyapa sekaligus memberikan dukungan dan berpesan agar rileks dan tidak tegang petugas menyuntikkan vaksin. Didampingi Camat Kota Raja, Rudi Abubakar dan Lurah se-kecamatan Kota Raja serta Kepala UPTD Puskesmas Bakunase, drg. Dian Sukmawati Arkiang, Wawali mengapresiasi antusiasme para lansia yang hadir untuk menerima vaksin di Puskesmas Bakunase. “Saya senang melihat banyaknya warga yang bersedia dan antusias vaksin. Patut diapresiasi banyak warga lansia datang vaksinasi. Saya berharap agar lebih banyak warga Kota Kupang berusia lansia yang belum untuk tidak takut dan datang untuk divaksin,” tuturnya.

Kepada para RT/RW, tenaga kesehatan, para Lurah, Camat juga TNI dan Polri di Kecamatan Kota Raja, Wawali mengingatkan untuk selalu berkoordinasi dan tetap semangat dalam penanganan covid-19 di Kota Kupang. Wakil Wali Kota dikesempatan tersebut juga mengkonfirmasi kondisi terkini kasus covid-19 di setiap kelurahan pada para lurah yang hadir termasuk situasi lapangan kepada tenaga kesehatan 3T. Wawali dr. Hermanus Man mengingatkan kepada para tenaga kesehatan 3T untuk selalu berkoordinasi dengan para lurah serta camat dan kepala UPTD Puskesmas Bakunase agar selalu update setiap informasi terkini. Koordinasi juga terus dilakukan terkait pemantauan dan pengawasan terhadap pasien COVID-19 yang melakukan isolasi mandiri, baik kepada tenaga kesehatan 3T, Kepala UPTD Puskesmas Bakunase, Camat, para Lurah dan Babinkantibmas.

Salah satu warga lanjut usia yang baru saja menerima vaksin, ketika dimintai pernyataannya terkait program vaksinasi covid-19 turut menyampaikan dukungannya kepada pemerintah. “Kita perlu menjunjung tinggi program pemerintah dan ini juga untuk kepentingan kesehatan saya dan orang lain di lingkungan sekitar saya. Untuk itu saya juga berharap agar semua orang mau dan dapat divaksin. Harapan kami sebagai warga, semua komponen terutama pemerintah serius dalam penanganan covid-19 agar semua cepat normal kembali dan perekonomian pulih,” ujar warga bernama George Aleks Saununu.

Sementara Olin Mboik, tenaga kesehatan yang bertugas memvaksin para warga di UPTD Puskesmas Bakunase menilai bahwa sejak hari pertama vaksinasi tahap 2 banyak warga lansia yang antusias untuk menerima vaksin-19 di Puskesmas Bakunase. Dari data yang ada, terhitung sejak 3 Maret lalu hingga saat ini, di wilayah pelayanan UPTD Puskesmas Bakunase sudah lebih dari seratus orang warga lanjut usia yang menerima vaksin. “Kami juga selalu berkoordinasi dengan para RT/RW serta lurah dan TNI/POLRI untuk mengimbau warga lanjut usia untuk tidak takut untuk divaksin, karena vaksin ini telah terbukti halal, aman dan teruji secara klinis,” tuturnya.

Untuk termin pertama yang sudah dilaksanakan sejak tanggal 06/03/2021, di UPTD Puskesmas Bakunase ditargetkan sebanyak 527 orang yang terdiri dari 400 orang lansia dan 127 petugas pelayanan publik termasuk di dalamnya para tenaga kesehatan, para Camat dan Lurah se-Kota Kupang dan bagi pedagang. Hingga saat ini, sudah 163 orang lansia yang sudah menerima vaksin. Selanjutnya akan menerima vaksin termin kedua terhitung 28 hari setelah menerima vaksin termin pertama. Adapun jadwal pelayanan vaksinasi covid-19 di Puskesmas Bakunase, dilakukan setiap hari kecuali hari minggu dan libur mulai pukul 09.00 – 13.00 Wita. (*PKP_ghe/nyg/jms)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Pemprov NTT Terus Berupaya Menekan Angka Stunting

NTT AKTUAL. KUPANG. Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef A. Nae Soi MM mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT akan terus berupaya untuk menekan angka stunting sebagaimana untuk bisa membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta juga guna menciptakan generasi penerus sebagai sumber daya manusia yang baik, berkualitas, dan unggul.

Hal tersebut disampaikannya pada saat menjadi Keynote Speaker dalam ‘Webinar Nasional Dalam Rangka Pengabdian Pada Masyarakat’ dengan topik ‘NTT Bangkit Menuju Zero Stunting’ yang diselenggarakan pada Senin (15/03/2021).

Wakil Gubernur hadir dalam webinar tersebut bersama para Pejabat Eselon II Lingkup Pemprov NTT di ruang rapat Gubernur NTT.

“Menuju zero stunting ini adalah tantangan kita dalam menjawab masalah stunting itu sendiri. Ini adalah cita-cita dan tujuan kita bersama baik Pemerintah dan masyarakat agar saling bersinergi untuk mengatasi masalah stunting sesuai sasaran yang tepat. Kita semua bertekad untuk menuju zero stunting. Harus bisa tuntas,” demikian ditegaskan Wakil Gubernur.

“Saya membicarakan kaitkan visi dan misi Pemerintahan saat ini yaitu NTT bangkit Menuju Masyarakat Sejahtera dalam bingkai NKRI. Mengapa kita gunakan kata bangkit karena kondisi kita di NTT yang masih tertinggal dan maka dari itu harus dibawa menuju kemajuan bersama dimana dengan pengelolaan sumber daya alam bagi masyarakat untuk penanganan stunting,” ujarnya.

Dijelaskannya sumber daya alam NTT ini sangat kaya dan juga sebagai aset. Aset jangan dibiarkan begitu saja melainkan harus dikelola dengan baik untuk menunjang kesejahteraan terutama dalam penanganan masalah stunting,” tambah Wakil Gubernur.

“Salah satu cara kami menekan stunting adalah dengan pengembangan tanaman kelor yang memiliki kandungan gizi yang sangat baik untuk dikonsumsi sehingga dapat mendukung asupan gizi bagi masyarakat yang terkena stunting,” ujar Wakil Gubernur.

Dijelaskannya saat ini, kelor NTT terus dikembangkan dengan diantaranya pengembangan kelor 50 juta pohon hingga tahun 2023, meningkatkan produksi dan mutu kelor, memperkuat pengembangan petani kelor, memfasilitasi kemitraan petani/produsen kelor dengan industri hilir agar tercipta rantai pasok yang berkelanjutan, mengembangkan kelor NTT untuk semakin dikenal luas di pasar domestik maupun mancanegara, menjadikan kelor sebagai komoditas unggulan dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Gubernur NTT Pantau Vaksinasi Covid-19 Bagi Pekerja Media Di Kupang

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) memantau proses pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahap pertama bagi pekerja media yang dilaksanakan di gedung Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan Kupang pada Jumat (12/03/2021).

Dalam kunjungannya, Gubernur Viktor didampingi Kepala Biro Administrasi Pimpinan Pemprov NTT DR. Jelamu Ardu Marius,M.Si beserta Direktur Poltekkes Kemenkes Kupang, Dr. Ragu Harming Kristina, SKM, M.Kes.

Data dari Biro Administrasi Pimpinan menyebutkan sebanyak 150 pekerja media sudah terverifikasi untuk menjalani vaksinasi Covid-19 yang disediakan oleh Dinas Kesehatan NTT.

Dalam kunjungannya, Gubernur VBL pertama-tama meninjau langsung aula Poltekkes yang digunakan sebagai tempat pendaftaran peserta vaksinasi, setelah itu berturut -turut Gubernur VBL meninjau ruang skrining atau pemeriksaan kesehatan peserta, kemudian ruang penyuntikan vaksin dan terakhir di ruang observasi.

Pada kesempatan tersebut Gubernur Viktor juga menyempatkan diri mendampingi salah satu peserta vaksinasi serta mengajak bincang-bincang peserta yang terlihat tampak sedikit gugup tersebut agar peserta menjadi lebih santai saat divaksin.

“Tidak perlu takut ya, rileks, rileks saja. tidak rasa apa-apa kok, kan hanya disuntik saja,” ujarnya saat mendampingi salah satu pasien paruh baya tersebut.

Dihadapan para awak media, Gubernur Laiskodat pun menegaskan bahwa vaksin yang diberikan saat ini merupakan vaksin terbaik di dunia yang dibuktikan berdasarkan hasil penelitian / riset oleh organisasi kesehatan dunia (WHO).

“Tidak perlu diragukan lagi, karena ini adalah vaksin terbaik di dunia. Jadi kita semua harus menerima dan bersyukur serta mendukung vaksin yang diberikan ini,” tegas Gubernur Laiskodat.

Setelah divaksin, para pekerja media mendapatkan surat vaksin dan satu papan rak telur ayam serta disuguhi teh kelor dari stand pihak La Moringa.

Ditemui ditempat terpisah, Karo Administrasi Pimpinan NTT Jelamu Ardu Marius menjelaskan agar para peserta vaksin untuk tetap menjaga diri dan mempersiapakan diri mengikuti vaksinasi tahap kedua yang akan kembali diselenggarakan 14 hari setelah vaksinasi tahap pertama serta tetap mentaati protokol kesehatan.

“Dan pesan kami untuk semua rekan-rekan jurnalis yang hari ini telah divaksin tahap pertama agar tetap mematuhi protokol kesehatan, lindungi diri setiap kali keluar rumah dan berinteraksi dengan siapapun demi kebaikan kita bersama,” jelas Marius.

Kegiatan hari ini terlaksana atas dukungan Ketua Dekranasda Provinsi NTT Julia Sutrisno Laiskodat, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda. Provinsi NTT Jelamu Ardu Marius, Kepala Biro umum Setda Provinsi NTT George M. Hadjo, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT dr. Meserasi B. V. Ataupah, Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Vaksin Bagi Lansia dan Pelayan Publik Berlanjut, Wawali Apresiasi Antusias Warga

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man, pada hari Selasa dan Rabu (9-10/03/2021) kembali mengunjungi Puskesmas dan tempat pelayanan publik di Kota Kupang yang telah ditentukan untuk melaksanakan proses vaksinasi. Wawali didampingi Tim Satgas Penanganan Covid 19 Kota Kupang, para Camat dan Lurah serta Kepala Puskesmas.

Selama 2 hari, dr. Hermanus Man mengunjungi dan memantau pelaksanaan vaksinasi di 3 puskesmas dan 1 kantor lurah. Keempat tempat tersebut antara lain; Puskesmas Penfui, Puskesmas Oepoi, Puskesmas Oebobo dan Kantor Lurah Manulai II. Dan dari hasil pantauan terlihat masyarakat terutama lansia dan pelayan publik sangat antusias mengikuti dan siap di vaksin.

Pada Selasa (9/03/2021), kunjungan dimulai dari Puskesmas Penfui, dari hasil pantauan diperoleh data target sasaran vaksinasi berjumlah 1500 orang yang terbagi dalam 3 kelurahan yaitu, kelurahan Penfui, kelurahan Naimata dan kelurahan Maulafa. Stok Vaksin yang tersedia berjumlah 19 Multi Dos bagi lansia dan 134 lansia bagi tenaga kesehatan. Jadwal pelayanan vaksinasi setiap hari Selasa, Kamis dan Sabtu mulai pukul 09.00-13.30 Wita.

Selanjutnya rombongan melanjutkan kunjungan ke Puskesmas Oepoi di Kelurahan Oebufu. Pada puskesmas tersebut target vaksinasi bagi lansia dan pelayan publik berjumlah 3.355 orang dengan ketersediaan vaksin 25 multi dos bagi lansia dan 38 single dos bagi pelayan publik. Puskesmas Oepoi melayani masyarakat yang berdomisili di Kelurahan Oebufu, Kelurahan Liliba, Kelurahan Kayu Putih dan Kelurahan Tuak Daun Merah. Jadwal Pelayanan Vaksinasi setiap hari Selasa, Kamis dan Sabtu mulai pukul 09.00 Wita s/d selesai.

Kemudian Wawali menuju Puskesmas Oebobo, dan berdasarkan informasi yang diperoleh target vaksinasi bagi lansia dan pelayan publik berjumlah 2.260 orang yang terdapat di 3 kelurahan yaitu, Kelurahan Oebobo, Kelurahan Fatululi dan Kelurahan Oetete. Stok Vaksin yang tersedia berjumlah 540 dos dengan jadwal pelayanan, Selasa, Kamis dan Sabtu mulai pukul 09.00-13.30 Wita.

Pada hari Rabu (10/03/2021), dr. Hermanus Man melanjutkan kunjungan ke Kantor Kelurahan Manulai II, dimana target sasaran vaksinasi berjumlah 100 orang pada termin I yang meliputi Kelurahan Naioni, Kelurahan Manulai II dan Kelurahan Batuplat. Stok Vaksin yang tersedia berjumlah 11 Ampoule dengan jadwal pelayanan setiap hari dalam 1 minggu mulai pukul 08.00 s/d selesai.

Wawali ketika memberikan informasi terkait kunjungannya selama 3 hari mengatakan bahwa dari hasil pantauannya semua pelaksanaan berjalan baik. Ketersediaan vaksin yang ada sementara cukup untuk pelaksanaan vaksinasi bagi lansia pelayan publik. Diakuinya masih ada beberapa hambatan proses vaksinasi antara lain; masih terdapat sejumlah masyarakat yang tidak mau divaksin dengan alasan beragam, jaringan internet yang lambat karena terpusat di satu server Dinas Kesehatan Kota Kupang dan kesulitan mendapatkan nomor telepon peserta yang bersangkutan.

Terkait pelaksanaan Rapid Antigen dan Swab PCR oleh Laboratorium swasta, beliau menginstruksikan agar setiap laboratorium wajib melaporkan hasil tes pasien yang positif kepada Dinas Kesehatan Kota Kupang untuk ditindaklanjuti. (Pkp_chr/dev/et)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang