Arsip Kategori: KESEHATAN

PMI Kota Kupang Salurkan Bantuan Alat Kesehatan Bagi RS.St. Carolus Boromeus Bello dan Masyarakat

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man yang juga selaku Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Kupang menyerahkan bantuan alat kesehatan bagi Rumah Sakit St. Carolus Boromeus Bello yang di terima oleh perwakilan rumah sakit, dr. Arianti Yusnita dan Suster Anselina Sebe serta pembagian masker bagi masyarakat, Selasa (19/4/2022) bertempat di Rumah Sakit St. Carolus Boromeus Kupang.

Bantuan tersebut berasal dari PMI Pusat dan International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC) yang diberikan ke PMI NTT dan kemudian diserahkan dan penyalurannya oleh PMI Kota Kupang. Turut hadir Kepala Markas PMI NTT, Servasius Poso dan Kepala Markas PMI Kota Kupang, Julia Manuhutu.

Wawali menyambut baik bantuan yang diberikan tersebut dan respons yang baik oleh PMI Kota Kupang untuk segera mungkin dibagikan ke masyarakat dan fasilitas kesehatan di Kota Kupang. Diakuinya selaku Ketua PMI Kota Kupang, ia bersama tim membagikan masker secara langsung ke masyarakat baik melalui tempat-tempat ibadah, panti asuhan, sekolah bahkan di tempat-tempat umum lainnya.

Lebih lanjut Wawali menjelaskan terkait peralatan untuk sarana kesehatan akan dibagikan kepada rumah sakit dan klinik untuk membantu menangani pasien yang membutuhkan perawatan di fasilitas kesehatan. Ditegaskannya bahwa PMI terus mendukung tenaga medis dan para pihak dalam penanganan Covid -19.

Selanjutnya Wawali menyampaikan peranan PMI dalam masyarakat yang paling utama adalah selalu hadir di saat masyarakat membutuhkan bantuan kemanusiaan. Sebagai contoh saat Kota Kupang diterpa bencana siklon Seroja, PMI telah menyiapkan bantuan beras dari daerah-daerah lain pada gudang yang telah dipersiapkan.

“Khusus untuk covid-19, PMI Kota Kupang telah banyak memberikan bantuan terutama vaksinasi yang bekerja sama dengan banyak pihak untuk saling konsolidasi terkait sasaran vaksinasi. Kemudian bersama Dinas Kesehatan Kota Kupang melakukan proses vaksinasi yang akhirnya mendapat respons yang baik dari masyarakat,” ungkap Wawali.

Menutup pesannya Wawali berharap apa yang dilakukan oleh PMI khususnya PMI Kota Kupang ini dapat membantu masyarakat dan sarana kesehatan di masa pandemi covid 19. Sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat agar selalu memakai masker saat beraktivitas di luar rumah.

Adapun bantuan yang diserahkan kepada Rumah Sakit St. Carolus Boromeus Bello antara lain, 5 dos Isolation Coat A, 1 box Cold Box Vaccine, 50 buah face shield, 50 buah APD Hazmat Parolis, 1 buah Oxygen Cylinder 6M³, 1 buah Oxygen Cylinder 1M³ for Ambulance dan 100 buah Mask Respirator N93, 3M 1860. Kegiatan dilanjutkan dengan pembagian masker dan hand sanitizer bagi masyarakat di ruang publik dan jalan raya. (*PKP_chr/jms)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Kunjungi Kabupaten TTS, Presiden Jokowi : Tahun 2024 Angka Stunting Nasional Harus Turun

NTT AKTUAL. SOE. Usai melakukan Peresmian Penataan Kawasan Kota Kupang, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melanjutkan kunjungan ke Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) pada Kamis (24/3/2022) dalam rangka meninjau Program Percepatan Penurunan Stunting yang dilaksanakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.

Dalam tinjauan tersebut, Presiden turut berdialog secara virtual bersama para Bupati dan Walikota Se-Nusa Tenggara Timur mengenai Percepatan Penurunan Stunting. Presiden menegaskan kepada semua kepala daerah agar bekerja keras secara bersama-sama untuk menurunkan angka stunting nasional pada 14% ditahun 2024 mendatang.

“Target kita secara nasional itu harus berada pada angka 14%. Ini saya tegaskan lagi harus bisa mencapai target itu. Untuk semua Kepala Daerah baik Gubernur, Walikota dan Bupati se-Indonesia agar bekerja keras untuk bisa mencapainya. Saya harapkan sudah ada perubahan pada tahun 2023 dan 2024,” jelas Jokowi.

Ia menambahkan pentingnya perhatian dan kerja bersama dalam hal-hal yang berkaitan dengan stunting diantaranya pemenuhan gizi, pendampingan bagi calon keluarga baru, persiapan yang baik bagi para pasangan sebelum menikah itu semua harus dikerjakan dengan baik. Termasuk pengukuran dan penimbangan bagi bayi yang baru lahir dan pemberian makanan tambahan yang bergizi tinggi.

“Saya ingin titip kepada seluruh kepala daerah Gubernur,Bupati dan Walikota di NTTdan juga seluruh Indonesia, bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) itu sangat menentukan maju atau tidaknya sebuah negara. Kualitas peradaban generasi negara itu ditentukan oleh generasi yang bertumbuh dan berkembang dengan baik. Maka sangat penting sekali kita fokus bekerja dalam penanganan stunting,” tambah beliau.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat juga mengingatkan kepada masyarakat mengenai pemanfaatan kelor untuk memenuhi gizi. “Kelor itu manfaatnya sangat baik bagi kesehatan, dan dengan nilai gizi yang tinggi maka sangat bermanfaat juga dalam pemenuhan asupan bagi anak dan ibu hamil serta ibu yang sedang menyusui untuk mencegah stunting,” jelas Gubernur VBL saat mendampingi Presiden berbincang dengan para ibu hamil, anak-anak bersama para ibu, serta pasangan yang akan menikah.

Sementara itu, Kepala BKKBN dr Hasto Wardoyo mengatakan untuk dalam pengawasan serta penanganan stunting, kini BKKBN telah menyediakan dashboard pemetaan data stunting by name by address untuk setiap anak atau keluarga beresiko stunting di tingkatan kota dan desa sehingga mudah dalam melakukan pendampingan sehingga dapat memperlancar penanganan stunting. (**/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Wakil Wali Kota Kupang Ajak Relawan Sukseskan Imunisasi Polio

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man, mengajak para relawan untuk menyukseskan pelaksanaan imunisasi polio di Kota Kupang. Ajakan tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis Imunisasi Polio dan Keterampilan Komunikasi untuk Relawan Kelurahan Nunleu Program Kesiapsiagaan Polio, di Hotel Kristal Kupang, Rabu (9/03/2022).

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh PMI Kota Kupang dengan dukungan Federasi Palang Merah Internasional dan Bulan Sabit Merah (IFRC) dan Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID).

Dalam sambutannya, dr. Hermanus Man yang juga menjabat sebagai Ketua PMI Kota Kupang itu minta kepada 20 orang relawan peserta bimtek tersebut untuk berperan bersama PMI dan seluruh masyarakat Kota Kupang melawan polio, dengan imunisasi polio. Dengan bergabungnya para relawan Wawali berharap bisa membantu upaya sosialisasi program tentang penanganan polio kepada seluruh masyarakat di Kelurahan Nunleu. Dia berharap dengan mengikuti pelatihan ini, para relawan mendapat pengetahuan tentang vaksinasi polio, pengetahuan dan keterampilan berkomunikasi serta sikap sebagai relawan.

Pada kesempatan yang sama Wawali juga menyampaikan materi pengenalan tentang polio kepada para relawan. Menurutnya penyakit polio disebabkan oleh virus polio. Virus tersebut masuk melalui rongga mulut atau hidung, kemudian menyebar di dalam tubuh melalui aliran darah. Penyebaran virus polio dapat terjadi melalui kontak langsung dengan tinja penderita polio, atau melalui konsumsi makanan dan minuman yang telah terkontaminasi virus polio. Pencegahan polio dapat dilakukan dengan melakukan imunisasi polio. Vaksin polio mampu memberikan kekebalan terhadap penyakit polio dan aman diberikan kepada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Ada dua bentuk vaksin polio, yaitu suntik (IPV) dan obat tetes mulut (OPV). Polio dalam bentuk obat tetes mulut (OPV-0) diberikan kepada bayi sesaat setelah lahir. Selanjutnya, vaksin polio akan diberikan sebanyak empat dosis, baik dalam bentuk suntik (IPV) atau obat tetes mulut (OPV). Para relawan diimbau untuk mengedukasi warga di wilayahnya agar anak-anak di bawah usia 15 tahun harus divaksin polio.

Kepala Divisi Markas PMI Kota Kupang, Juliana M. Manuhutu menyampaikan pelatihan yang dilaksanakan bagi relawan polio kelurahan ini menghadirkan nara sumber dari PMI Kota Kupang, relawan senior yang sudah mengikuti TOT dan juga pihak puskesmas di wilayah kerja relawan.

Adapun materi bimtek yang disampaikan antara lain tentang Palang Merah, introduksi singkat eridikasi polio, imunisasi polio, imunisasi keja dan pengisi default tracking, Community Based Health and First Aid (CBHFA), pengantar kesehatan masyarakat, kajian dan rencana aksi berbasis masyarakat, pelibatan masyarakat dan pencatatan rumor, pendidikan dan promosi kesehatan, pengenalan alat peraga imunisasi polio, pengenalan formulir pelaporan dan praktik. Pelatihan tersebut berlangsung selama dua hari. (*PKP_nys)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Percepat Pembentukan Kekebalan Komunitas, PMI NTT Terus Lakukan Vaksinasi Kepada Masyarakat

NTT AKTUAL. KUPANG. Palang Merah Indonesia (PMI) NTT terus menggencarkan upaya vaksinasi untuk membantu pemerintah Provinsi NTT dalam rangka membentuk Herd Immunity atau Kekebalan Komunitas di Provinsi NTT.

“Dengan dukungan dari PMI pusat, PMI NTT telah melakukan vaksinasi covid-19 kepada 11.332 orang penerima manfaat. Para penerima ini tersebar di Kabupaten Sabu Raijua, Ende, Alor, Ngada, Manggarai Timur, Manggarai dan Sikka. Target vaksinasi PMI NTT yang difasilitasi oleh PMI pusat adalah 25.000 orang penerima. Kita akan terus menggencarkan vaksinasi untuk mencapai target tersebut,” jelas Ketua PMI NTT, Josef A. Nae Soi saat pertemuan Virtual di Kupang bersama Ketua Umum PMI Pusat Muhammad Jusuf Kalla dan para Ketua PMI dari seluruh Indonesia, Selasa (22/02/2022).

Menurut Nae Soi, PMI NTT juga telah melakukan vaksinasi yang difasilitasi oleh Komite Internasional Palang Merah (ICRC) kepada 10.978 orang penerima di PMI NTT dan PMI kabupaten Belu.

Ketua PMI NTT, Josef A. Nae Soi saat pertemuan Virtual di Kupang bersama Ketua Umum PMI Pusat Muhammad Jusuf Kalla dan para Ketua PMI dari seluruh Indonesia, Selasa (22/02/2022). Dokumentasi : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

“Saat ini lonjakan kasus covid-19 di NTT masih dapat dikendalikan. Tantangan kami di NTT bukan hanya Covid-19 tapi juga bencana alam. Saat ini potensi banjir di NTT sangat besar. Kami harapkan dukungan dan kolaborasi dari PMI Pusat terhadap kebutuhan kami di PMI NTT, ” kata Josef Nae Soi.

Menurut Josef Nae Soi yang juga Wakil Gubernur NTT tersebut, Pengurus PMI NTT periode 2021-2026 baru berusia 2 bulan. Fokus pertama pengurus yang baru tersebut adalah pada data pendonor darah.

“Kegiatan kami yang pertama adalah menginvetarisasi donor darah hidup. Donor darah hidup adalah orang yang setiap saat siap mendonorkan darahnya. Untuk ini kami bekerja sama dengan TNI/Polri dan universitas-universitas,” jelas Josef Nae Soi.

Sementara itu, Ketua Umum PMI Pusat, Muhammad Jusuf Kalla dalam arahannya mengungkapkan, pandemi Covid-19 telah berlangsung selama 3 tahun sejak pertama kali muncul di Indonesia pada Maret 2020. PMI telah terlibat dan berupaya secara aktif membantu pemerintah untuk penanganan Covid-19.

“Saya memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran pengurus PMI Daerah yang telah bekerja keras untuk melakukan upaya ini. Saat ini angka penderita covid juga terus meningkat setelah sempat melandai akibat munculnya varian omicron. Saya minta jajaran pengurus PMI daerah untuk kembali mensosialisasikan penegakan Prokes, melakukan disinfektan di sekolah-sekolah dan tempat-tempat umum, menyalurkan masker kepada masyarakat dan melakukan upaya vaksinasi, ” jelas mantan Wakil Presiden dua periode tersebut. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Antisipasi Lonjakan Kasus Omicron, Wawali Bersama Forkopimda Pantau RSUD dan Fasilitas Isoter

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Dalam rangka mengantisipasi lonjakan kasus covid 19 varian Omicron, Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Kupang; Kapolres Kupang Kota, AKBP Satrya Perdana P Tarung Binti, SIK dan Kasdim 1604 Kupang, Letkol Inf. Sugeng Prihatin turun bersama memantau kesiapan pada sejumlah fasilitas isolasi terpusat (isoter) dan RSUD SK Lerik, Selasa (8/02/2022).

Pemantauan ini merupakan hasil kesepakatan bersama, sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden kemarin. Turut serta dalam pemantauan tersebut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Kupang, Ignasius Lega, SH, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, Kadis Nakertrans Kota Kupang yang sebelumnya menjabat sebagai Staf Ahli Wali Kota dan Plt. Asisten I Sekda, Thomas Dagang, S.Sos, M.Si, Kepala Pelaksana BPBD Kota Kupang yang baru dilantik, Ernest S. Ludji, SSTP, M.Si serta Direktur RSUD SK Lerik, dr. Marsiana Halek dan Kabag Tata Pemerintahan Setda Kota Kupang, Hengky Malelak, SSTP,M.Si.

Pemantauan dimulai dari Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) yang terletak di wilayah Liliba. Rombongan Wawali bersama Forkopimda diterima oleh Kepala Bapelkes, Meffi B. Eoh, SH bersama jajarannya. Dalam penjelasannya saat mendampingi rombongan meninjau ruang isolasi, Meffi menjelaskan, Bapelkes Kupang yang merupakan salah satu UPTD dari Dinas Kesehatan Provinsi NTT, memiliki 5 asrama dengan total 64 tempat tidur. Rencananya tiga asrama akan dijadikan sebagai ruang isolasi terpusat, sedangkan dua asrama lainnya akan menjadi tempat istirahat bagi para tenaga kesehatan yang bertugas merawat pasien covid 19. Dia memastikan dalam waktu 2 minggu ke depan ruangan-ruangan tersebut sudah bisa digunakan sebagai fasilitas isolasi. Wawali selain melihat kondisi kamar isolasi juga memastikan kesediaan air, listrik, fasilitas wifi, juga ketersediaan mobil ambulance untuk merujuk jika ada pasien yang kritis serta mobil operasional untuk mengangkut tenaga kesehatan. Wawali minta pihak Bapelkes untuk berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi yang telah menentukan lokasi tersebut sebagai fasilitas isoter, untuk melengkapi fasilitas yang belum ada.

Setelah Bapelkes, Wawali bersama rombongan melanjutkan peninjauan di Puskemas Penkase-Oeleta yang juga disiapkan menjadi fasilitas isolasi terpusat. Di sana mereka diterima oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Kupang, Rudi Priyono,SKM, M.Kes, dan para petugas. Rudi menjelaskan, Puskesmas Penkase-Oeleta saat ini memiliki 10 ruangan dengan 25 tempat tidur untuk pasien covid 19. Mereka juga telah menyiapkan petugas kesehatan khusus untuk fasilitas tersebut. Sama seperti di Bapelkes, Wawali minta Dinas Kesehatan memastikan ketersediaan air, listrik dan wifi. Dinas Kesehatan juga diminta untuk berkoordinasi dengan TNI/Polri untuk pengamanan jika sudah ada pasien positif yang diisolasi di sana.

Lokasi terakhir yang dipantau adalah RSUD SK Lerik. Saat ini rumah sakit tersebut memiliki 10 ruangan isolasi dengan 20 tempat tidur. Karena belum ada pasien covid yang dirawat, untuk sementara ruang isolasi tersebut dipakai sebagai ruang perawatan pasien pneumonia. Selain memantau ruang isolasi, Wawali bersama rombongan juga berkesempatan meninjau generator oksigen yang sudah mulai beroperasi, baik untuk menyuplai oksigen central, dengan kapasitas produksi 300 ml/jam maupun untuk pengisian tabung oksigen hingga 23-24 tabung oksigen/hari. Direktur RSUD SK Lerik, dr. Marsiana Halek memastikan dengan kapasitas produksi saat ini, masih mampu memenuhi kebutuhan oksigen jika semua tempat tidur di ruang isolasi sudah terisi. Pihak RSUD SK Lerik juga sudah menyiapkan langkah antisipasi, jika kasus melonjak dan produksi generator oksigen belum mencukupi, pihaknya juga menyiapkan oksigen konsentrator.

Dalam keterangan pers kepada wartawan usai melakukan pemantauan, Wawali memastikan Pemkot Kupang siap menghadapi masuknya gelombang covid 19 varian omicron. Fasilitas isolasi terpusat yang sudah ditunjuk saat ini sudah 80 persen siap, tinggal melengkapi beberapa fasilitas pendukung yang belum ada. Untuk itu Wawali mengimbau Warga Kota Kupang untuk tidak kuatir. “Kami berharap yang terbaik, tapi mempersiapkan untuk kemungkinan terburuk,” ungkapnya. Diakuinya saat ini jumlah pasien dengan gejala berat sangat sedikit karena sebagian besar warga sudah divaksin. Wawali juga mengharapkan dukungan TNI/Polri dalam upaya penegakkan protokol kesehatan.

Kapolres Kupang Kota, AKBP Satrya Perdana P Tarung Binti, SIK, memastikan dukungan Polri dalam upaya menegakkan protokol kesehatan dan percepatan vaskinasi. Kapolresta juga kembali menegaskan dua poin penting yang ditekankan Presiden RI kemarin, yakni percepatan vaksinasi dan peningkatan prokes. Dukungan senada juga disampaikan Kasrem 1604 Kupang, Letkol Inf. Sugeng Prihatin. Menurutnya anggota TNI siap memberikan dukungan jika Pemkot Kupang kembali menggelar operasi penertiban dan penegakkan prokes. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Tindaklanjuti Arahan Presiden, Wawali Pimpin Rakor Tangani Omicron

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Usai mendengarkan arahan Presiden RI, Joko Widodo kepada seluruh kepala daerah se-Indonesia terkait penanganan covid 19 varian Omicron, Senin (7/02/2022), Pemerintah Kota Kupang langsung menggelar rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan perangkat daerah terkait. Rapat yang dipimpin oleh Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man, bersama Kapolres Kupang Kota, AKBP Satrya Perdana P Tarung Binti, SIK dan Kasdim 1604 Kupang, Letkol Inf. Sugeng Prihatin, berlangsung di ruang kerja Wakil Wali Kota Kupang. Turut hadir dalam rapat tersebut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Kupang, Ignasius Lega, SH, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, M.Kes beserta jajarannya, Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, Lodywik Djungu Lape, S.Sos, Kadis Nakertrans Kota Kupang yang sebelumnya menjabat sebagai Staf Ahli Wali Kota dan Plt. Asisten I Sekda, Thomas Dagang, S.Sos, M.Si, serta Kepala Pelaksana BPBD Kota Kupang yang baru dilantik, Ernest S. Ludji, S.STP, M.Si dan Kabag Tata Pemerintahan Setda Kota Kupang, Hengky Malelak, S.STP, M.Si.

Wawali dalam rapat tersebut menyampaikan ada dua hal yang perlu menjadi perhatian utama semua pihak terkait penanganan varian omicron, sebagaimana yang disampaikan Presiden. Yang pertama soal percepatan vaksinasi dan yang kedua tentang peningkatan penerapan protokol kesehatan, terutama penggunaan masker. Terkait capaian vaksinasi, Wawali memerintahkan beberapa dinas terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil serta Dinas Sosial dan BPBD untuk melakukan koordinasi agar mematangkan kembali data-data terkait capaian vaksinasi. Karena sebelumnya ada temuan perbedaan antara data capaian pada fasislitas kesehatan dengan data capaian dilihat dari administrasi kependudukan atau KTP, yang mengakibatkan capaian vaksinasi di Kota Kupang yang harusnya sudah di atas 70 persen dinyatakan belum mencapai oleh pemerintah pusat. Pemkot Kupang juga menurutnya akan memberlakukan ketentuan persyaratan sudah divaksin bagi warga yang ingin memperoleh layanan publik atau dokumen kependudukan seperti akte pernikahan.

Sementara mengenai penerapan prokes, Wawali minta kepada BPBD Kota Kupang dan pihak terkait untuk kembali menjalankan patroli atau operasi penertiban warga yang belum taat prokes. Para petugas akan dibekali dengan masker yang diberikan kepada warga yang ditemukan tidak memakai masker. Satgas Covid juga diminta untuk lebih selektif dalam memberikan izin pelaksanaan acara atau pesta, serta mengoperasikan kembali posko tanggap darurat penanganan covid 19.

Wawali menambahkan rencananya, Selasa (8/02/2022) bersama Kapolresta dan Unsur Kodim 1604 serta dinas terkait akan turun meninjau langsung persiapan menghadapi masuknya varian Omicron di Kota Kupang. Ada beberapa titik yang akan mereka kunjungi antara lain RSUD SK Lerik, untuk mengecek ketersediaan tempat tidur, obat-obatan dan oksigen serta kelengkapan lain, lalu Puskesmas Penkase Oeleta dan Balai Pelatihan Kesehatan sebagai tempat akomodasi para tenaga kesehatan yang bertugas merawat pasien covid 19.

Kapolres Kupang Kota, AKBP Satrya Perdana P Tarung Binti, menyarankan agar perangkat daerah terkait seperti Dinas Kesehatan dan BPBD perlu melakukan analisa perbandingan kebutuhan antara situasi normal dengan situasi saat ada lonjakan kasus sperti pada waktu lalu. Dia juga minta Pemkot untuk segera menentukan lokasi mana saja yang akan menjadi tempat isolasi terpusat serta memastikan ketersediaan tenaga kesehatan untuk pelayanan di sana. Terkait vaksinasi, Kapolres Kupang Kota menyarankan agar dilakukan di setiap kelurahan, anggota Polri di lapangan siap memobilisasi warga yang mau divaksin.

Dukungan senada juga disampaikan Kasdim 1604 Kupang, Letkol Inf. Sugeng Prihatin. Menurutnya anggota TNI siap mendukung upaya Pemkot Kupang dalam menegakkan penerapan protokol kesehatan. Mengenai vaksinasi, Kasdim menyarankan agar sedapat mungkin Pemkot menyediakan semacam bantuan sosial seperti sembako sebagai stimulus agar warga lebih antusias untuk datang divaksin. Menurutnya hal yang sama sudah mereka terapkan di Kabupaten Kupang dan terbukti efektif.

Pada kesempatan yang sama Kadis Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, M. mengakui saat ini sudah ada temuan 1 orang yang terkonfirmasi positif covid 19 varian Omicron di Kota Kupang. Namun pasien yang bersangkutan sudah dinyatakan sembuh.

Sebelumnya, dalam arahannya kepada para kepala daerah se-Indonesia, Presiden RI, Joko Widodo mengajak seluruh kepala daerah dan unsur TNI dan Polri untuk bersama-sama berupaya menangani varian omicron dengan manajemen yang lebih baik dari saat menangani varian delta. Saat ini dilihat dari trend kasus varian omicron, 93 persen masih ada di wilayah Jawa dan Bali dengan tingkat rawat, penggunaan ICU dan kematian masih rendah. Namun Presiden mengingatkan agar semua pihak termasuk kepala daerah di luar Jawa dan Bali tetap hati-hati dan waspada, mengingat pada kasus sebelumnya, setelah minggu ketiga dan keempat penyebaran kasus mulai tinggi di luar Jawa dan Bali.

Untuk itu, Presiden minta semua kepala daerah harus memastikan kesiapan rumah sakit, obat-obatan, oksigen dan tempat isolasi terpusat sabagai antisipasi adanya lonjakan kasus. Menurutnya pasien dengan gejala ringan dan tanpa gejala sebaiknya melakukan isolasi mandiri atau isolasi terpusat. Isolasi di rumah sakit hanya diperuntukkan bagi pasien dengan gejala sedang, berat atau kritis.

Ada dua hal yang menurut Presiden perlu menjadi perhatin serius para kepala daerah. Yang pertama adalah percepatan vaksinasi. Dilihat dari karakter pasien meninggal, 69 persen pasien covid yang meninggal belum divaksin lengkap. Karena itu menurutnya vaksin jadi kunci penanganan varian omicron untuk tekan angka kematian. Hal kedua yang perlu mendapat perhatian adalah peningkatan protocol kesehatan. Presiden minta semua pihak untuk tidak panik, para kepala daerah perlu menjelaskan warganya untuk tetap tenang. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Rayakan Hari Gizi Nasional ke-62, Wawali Dorong Aksi Bersama Tangani Stunting dan Obesitas

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man mengajak para ahli gizi dan mahasiswa calon ahli gizi untuk melakukan aksi bersama menangani stunting dan obesitas di Kota Kupang. Ajakan tersebut disampaikannya saat menghadiri peringatan Hari Gizi Nasional ke-62, yang diselenggarakan oleh Poltekes Kemenkes Kupang di Kampus Program Studi Gizi dan Kebidanan Poltekes Kemenkes Kupang, Jumat (28/01/2022).

Menurut Wawali yang juga berprofesi sebagai dokter itu, pada tahun 1960 saat hari gizi nasional pertama kali dicanangkan, Indonesia berhadapan dengan persoalan malnutrisi, yang saat itu dikenal dengan istilah kekurangan energi protein. Saat ini masyarakat Indonesia berhadapan dengan persoalan menyangkut gizi yakni stunting dan obesitas. Diakuinya pemerintah sudah memiliki program khusus untuk penanganan stunting. Sementara mengenai penanganan obesitas, masih kurang sosialisasi. Padahal menurutnya tingkat kematian tertinggi di Indonesia penyebab utamanya adalah karena penyakit yang timbul akibat obesitas, seperti hipertensi, kolesterol dan serangan jantung.

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man (tengah) saat memotong nasi tumpeng dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional ke-62, yang diselenggarakan oleh Poltekes Kemenkes Kupang bertempat di Kampus Program Studi Gizi dan Kebidanan Poltekes Kemenkes Kupang, Jumat (28/01/2022). Dokumentasi : Prokompim Setda Kota Kupang

Untuk itu, Wawali mengimbau Prodi Gizi Poltekes Kemenkes Kupang sebagai pabriknya ahli gizi di NTT ikut serta dan berkotribusi dalam upaya penanganan dua persoalan menyangkut gizi ini. Menurutnya perlu ada sosialisasi tentang cara-cara penanganan obesitas, salah satunya melalui olahraga dan asupan gizi yang seimbang. Dia berharap kegiatan sosialisasi mengenai gizi seimbang ini tidak hanya sekedar dibuat karena momentum hari gizi saja. Para ahli gizi diminta untuk membantu mensukseskan upaya pemerinatah untuk menurunkan angka stunting dan obesitas, di Kota Kupang khususnya dan di NTT pada umumnya. “ Mari beri sesuatu yang hebat sebagai kontribusi kita bagi bangsa ini,” pungkasnya.

Wakil Direktur I Poltekes Kemenkes Kupang, Irfan, SKM, M.Kes mengakui Prodi Gizi didirikan untuk mencetak kader-kader yang berkontribusi dalam upaya penanganan masalah gizi di NTT. Melalui momentum peringatan Hari Gizi Nasional ke-62 ini mereka ingin memberikan pesan kepada masyarakat tentang pentingnya memberikan asupan gizi seimbang. Dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Gizi Nasional ke-62, mereka juga menggelar aksi donor darah dan lomba cipta menu untuk mahasiswa.

Wakil Ketua I DPD Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Provinsi NTT, Gusti Ngurah Suarnawa, mengapresiasi Prodi Gizi Kemenkes Poltekes Kupang yang sudah menggagas peringatan Hari Gizi Nasional ini. Ditambahkannya, tugas Persagi sebagai organisasi profesi adalah membantu pemerintah dalam upaya menurunkan angka stunting dan obesitas serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan asupan gizi seimbang. Menurutnya ketercukupan pangan harus disertai pula dengan asupan gizi yang seimbang.

Kepala Program Studi Gizi Poltekes Kemenkes Kupang, Agustina Setia, S.ST, M.Kes., menyampaikan terima kasih kepada Wawali dan Ketua TP PKK Kota Kupang yang sudah berkenan hadir merayakan peringatan Hari Gizi Nasional bersama mereka. Menurutnya kegiatan yang bertema Aksi Bersama Cegah Stunting dan Obesitas, dengan slogan gizi Seimbang, keluarga sehat, negara kuat itu bisa terlaksana berkat kerja sama Kemenkes dan DPD Persagi NTT.

Peringatan Hari Gizi Nasional ke-62 di Kota Kupang tersebut diawali dengan jalan sehat yang dilepas oleh Wawali. Kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng bersama. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala BPOM Kupang, Tamran Ismail, S.Si, M.P, Ketua Dharma Wanita Kota Kupang, Ny. Louise Marlinda Funay-Pellokila bersama jajarannya, para Wakil Direktur Poltekes Kemenkes Kupang, para dosen dan pegawai serta mahasiswa di Prodi Gizi dan Kebidanan Poltekes Kemenkes Kupang. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Ratusan Awak Media di Kota Kupang Ikuti Vaksinasi Tahap III

NTT AKTUAL. KUPANG. Ratusan Awak Media yang ada di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengikuti kegiatan Vaksinasi Covid-19 Tahap III yang diselenggarakan Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT bekerjasama dengan Biro Umum dan Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Rabu (19/01/2022).

Awak Media di Kota Kupang saat mengikuti Vaksinasi Tahap ke III yang berlangsung di Aula El Tari Kupang, Rabu (19/01/2022).

Kegiatan Vaksinasi yang berlangsung di Aula El-Tari Kompleks Gedung Sasando,Jln El-Tari No. 52  ini diikuti oleh Awak Media baik dari Media Online, Cetak dan Elektronik.

Saat ditemui Awak Media di Lokasi kegiatan Vaksinasi, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT, Prisila Parera,SE, mengatakan tujuan diselenggarakannya kegiatan Vaksinasi Covid-19 ini yaitu supaya mengikuti target Nasional untuk terciptanya Herd Immunity.

Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT, Prisila Parera,SE, saat dikonfirmasi Awak Media di sela-sela kegiatan Vaksinasi Tahap III yang berlangsung di Aula El-Tari, Rabu (19/01/2022)

“Kegiatan kali ini yakni kita memediasi para Awak Media untuk melakukan Vaksin Booster yaitu jenisnya Vaksin Pfizer, dan tujuan yaitu untuk menciptakan Herd Immunity seperti target Nasional,”

Dalam melakukan melakukan kegiatan Vaksinasi Covid-19 ini Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT menjalin kerjasama dengan Biro Umum Setda NTT dan dengan Dinas Kesehatan Provinsi NTT, jelas Prisila.

Untuk diketahui para Awak Media sangat antusias mengikuti kegiatan Vaksinasi Covid-19 ini guna mendukung pemerintah dalam rangka menciptakan Herd Immunity. (*/NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Wawali Buka Pembekalan Baseline Survey Program Kesiapsiagaan Polio di Kota Kupang

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man, membuka kegiatan pembekalan baseline survey program kesiapsiagaan polio di Kota Kupang yang berlangsung di Aula Hotel Romyta, Kelurahan Oebufu Kota Kupang, hari ini, Selasa (4/01/2022).

Turut mendampingi Wakil Wali Kota Kupang dalam kegiatan tersebut, Kepala Markas PMI Kota Kupang, Yuliana Manuhutu dan Koordinator Lapangan (Korlap) Kesehatan PMI Provinsi NTT, Marsianus Lanna, S.Pd.

Wawali yang juga menjabat
sebagai Ketua PMI Kota Kupang, dalam sambutannya menyampaikan tujuan dilaksanakan pembekalan ini adalah guna menyiapkan diri menghadapi penyakit yang disebabkan oleh virus, bukan hanya Covid-19, demam berdarah dan campak, melainkan juga polio. Virus polio ini menurutnya dapat menyerang saraf bahkan otak yang bisa menyebabkan kelumpuhan dan kecacatan pada anak-anak. Untuk membasmi virus ini perlu dilakukan vaksinasi/imunisasi. Untuk itu, relawan PMI Kota Kupang dapat mengajak anak-anak di Kota Kupang untuk mendapatkan vaksinasi/imunisasi di Posyandu.

Ditambahkannya, Kota Kupang dipilih sebagai salah satu daerah operasi PMI dan dijadikan sebagai salah satu kota untuk promosi percepatan pelaksanaan vaksinasi. Untuk pelaksanaan vaksinasi/imunisasi polio dilakukan di 4 kelurahan di Kota Kupang. Wawali berharap PMI Kota Kupang dapat menggunakan metode pendekatan keluarga atau dari rumah ke rumah untuk mendata anak di bawah umur 15 tahun. Data yang diperlukan yaitu nama, umur, dan alamat domisili. Pendataan juga bisa dilakukan menggunakan Kartu Keluarga dan Kartu Identitas Anak (KIA). Untuk itu, seluruh anak yang baru dilahirkan harus segera mempunyai akta kelahiran dan Kartu Identitas Anak (KIA) kemudian setelah umur 17 tahun, KIA dapat dialihkan menjadi Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Wawali yang juga berprofesi sebagai dokter itu menambahkan, pembekalan ini sekaligus pelatihan bagi relawan PMI dalam melakukan teknik pemberian vaksinasi/imunisasi polio. Dia juga berharap dalam dua minggu mendatang vaksinasi covid-19 di Kota Kupang untuk dosis pertama bisa mencapai 90% dan dosis kedua mencapai 70%.

Kepala Markas PMI Kota Kupang, Yuliana Manuhutu menjelaskan kegiatan pembekalan baseline survey program kesiapsiagaan polio di Kota Kupang ini akan berlangsung selama dua hari sejak 4-5 Januari 2022. Peserta kegiatan terdiri dari 8 orang dari Relawan KSR (Korps Suka Rela) dan 16 orang perwakilan dari 4 kelurahan, yakni Kelurahan Naikoten 2, Kelurahan Nunleu, Kelurahan Oeba dan Kelurahan Fatubesi.

Narasumber kegiatan ini didatangkan dari Dinas Kesehatan Kota Kupang, Korlap PMI  Propinsi NTT dan relawan yang sudah mengikuti training of trainer (TOT). *PKP_ain/ans

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Dorong Percepatan Vaksinasi, OJK NTT Kembali Gelar Vaksinasi Massal Sektor Jasa Keuangan

NTT AKTUAL. KUPANG. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Nusa Tenggara Timur kembali menggelar kegiatan vaksinasi Covid-19 secara massal yang ketiga kalinya untuk vaksin dosis pertama dan kedua bagi masyarakat. Kegiatan kali ini dilaksanakan di 4 lokasi di Kabupaten Kupang yaitu Kecamatan Takari, Kelurahan Baumata, Kelurahan Raknamo dan Kabupaten Malaka.

Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam mendorong percepatan vaksinasi agar tercipta herd immunity masyarakat guna mendukung pemulihan ekonomi Indonesia khusunya  Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan vaksinasi di Kecamatan Kecamatan Takari, Keluarahan Baumata, Kelurahan Raknamo dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2022 bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang dan Bank NTT. Target total vaksinasi untuk ke tiga tempat ini adalah sebanyak 1.000 dosis vaksin.

Kegiatan serupa juga dilaksanakan di Kabupaten Malaka pada tanggal 30 November 2021 sampai dengan 4 Desember 2021 bekerjasama dengan Bank Indonesia, Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka dan Bank BCA. Total terdapat 5.491 peserta yang divaksin.

Kedepannya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan terus bekerjasama dengan Industri Jasa Keuangan (IJK), Kementerian Kesehatan, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menyalurkan vaksinasi kepada 10 juta masyarakat hingga akhir Desember 2021. (*)

Sumber berita + foto : Humas OJK NTT