Arsip Kategori: EKONOMI

Like It, Dorong Literasi Keuangan Perkuat Ekonomi Nasional

NTT AKTUAL. JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bekerja sama dalam Forum Koordinasi Pembiayaan Pembangunan melalui Pasar Keuangan (FKPPPK) menyelenggarakan acara Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (Like It) secara virtual, Selasa (03/8/2021).

Pelaksanaan Like It merupakan salah satu upaya bersama untuk meningkatkan literasi keuangan kepada generasi muda dan masyarakat dalam rangka memperbesar basis investor ritel serta mengembangkan sektor keuangan di Indonesia.

Inklusi keuangan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi melalui distribusi pendapatan yang lebih merata, penurunan kemiskinan dan stabilitas sektor keuangan. Untuk mewujudkan sistem keuangan yang inklusif, sangat diperlukan peningkatan literasi keuangan di masyarakat. Upaya meningkatkan tingkat literasi keuangan bukan menjadi tugas satu atau dua pihak saja. Hal ini merupakan tugas semua otoritas, dan perlu melibatkan semua stakeholders, termasuk generasi muda dan masyarakat.

Dalam sambutan pada pembukaan rangkaian acara Like It, Menteri Keuangan (Menkeu) mengungkapkan “Salah satu yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan untuk melakukan edukasi dan sekaligus memberikan pilihan instrumen investasi bagi masyarakat adalah kami menerbitkan Surat Berharga Negara dalam bentuk ritel (SBN Ritel). SBN Ritel ini selalu kita pasarkan dan saya minta kepada Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko terus melakukan edukasi publik. Dan Alhamdulillah saya lihat kemajuannya sangat baik. Basis investor kita terus meluas.”

Meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menempatkan dananya di instrumen investasi yang aman tercermin dari meningkatnya penjualan SBN ritel di masa pandemi. Tercatat SBN ritel seri SBR010 yang diterbitkan di bulan Juli 2021 mencapai rekor penjualan tertinggi sepanjang penerbitan SBN ritel non-tradable, baik dari jumlah investor maupun nominal.

Menkeu juga menyampaikan bahwa kemudahan untuk melakukan pemesanan secara online membuat masyarakat menjadikan SBN ritel sebagai pilihan investasi yang utama di saat masih terbatasnya mobilitas masyarakat. “Dengan kita bisa memberi opsi investasi kepada masyarkat berupa SBN ritel, mereka bisa melakukan seperti belanja online”.

Gubernur BI, Perry Warjiyo menyampaikan bahwa terdapat tiga alasan peran basis investor ritel sangat penting dalam rangka mengembangkan pasar keuangan di Indonesia. Pertama, perlu investor ritel untuk membangun negeri dan menginvestasikan dana untuk negeri. Kedua, dengan semakin banyaknya partisipasi dari investor ritel, tingkat perputaran uang akan baik sehingga mendukung efektivitas kemajuan ekonomi. Ketiga, basis investor ritel sangat diperlukan untuk memperkuat ketahanan ekonomi, khususnya pasar keuangan. Hal ini merupakan bagian dari reformasi struktural. Semakin banyak investor ritel, pasar keuangan akan semakin kuat dalam menghadapi ketidakpastian perekonomian gobal. Disamping itu BI juga turut berkontribusi mendorong pendalaman pasar keuangan baik melalui pengembangan instrumen pasar uang dan pasar valas, serta infrastruktur pasar keuangan.

“Investor ritel, kami butuh Anda. Untuk negara, untuk ekonomi dan pasar keuangan, dan juga untuk Anda sendiri”, tegas Perry Warjiyo.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan OJK terus mendorong peningkatan literasi keuangan sejalan dengan terus bertambahnya jumlah investor individu yang membeli berbagai instrumen investasi keuangan. Seperti jumlah investor di pasar modal yang meningkat menjadi 5,60 juta (96% yoy) pada Juni 2021 dan didominasi oleh investor ritel terutama kalangan milenial yang mencapai 70%.

“Literasi keuangan menjadi aspek penting bagi investor ritel yang menjadi follower di pasar modal sehingga dapat melindungi investor dari investasi ilegal dan memitigasi investasi yang hanya berorientasi pada keuntungan jangka pendek yang tinggi tanpa mempertimbangkan risiko, aspek legalitas produk serta aspek kewajaran penawaran”.

Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa dalam sambutannya menyampaikan, “terciptanya pasar keuangan yang efisien dan dalam akan meningkatkan efisiensi pasar keuangan serta memperluas jangkauan pasar keuangan ke seluruh lapisan masyarakat melalui kemudahan akses dan pilihan investasi yang beragam. Selain itu, pasar keuangan yang efisien dan dalam akan turut mendukung terwujudnya stabilitas sistem keuangan yang lebih baik.”

“LPS, sebagai bagian dari otoritas regulator di industri perbankan, hadir untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan nasional melalui program penjaminan simpanan. Saat ini, semua bank yang beroperasi di Indonesia telah menjadi peserta penjaminan LPS, baik bank umum maupun BPR/BPRS,”ujar Purbaya Yudhi Sadewa.

Pemerintah akan terus mengembangkan instrumen inovatif lainnya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berinvestasi di pasar keuangan. Selain untuk mewujudkan sektor keuangan Indonesia yang inklusif, partisipasi generasi muda dan masyarakat dalam berinvestasi dapat mendorong kemandirian bangsa untuk pembiayaan pembangunan di Indonesia dan menjadi penunjang stabilitas sektor keuangan yang lebih kuat.

Like It merupakan series kegiatan literasi yang diinisiasi dengan kolaborasi bersama dan diselenggarakan secara bergantian oleh FKPPPK. Series literasi ini akan memberikan pemahaman mengenai produk atau investasi di surat berharga negara, produk pasar modal serta bagaimana mengelola keuangan secara bijak. Rangkaian kegiatan Like It merupakan wujud sinergi dan kolaborasi antar otoritas dalam upaya mendorong literasi keuangan, meningkatkan basis investor ritel, dan mengembangkan sektor keuangan Indonesia. (***/www.ojk.go.id)

Meriahkan Fesyar KTI 2021, BI NTT Gelar Talkshow “Sustainable Fashion as The New Lifestyle”

NTT AKTUAL. KUPANG. Dalam rangka mendorong akselerasi Pengembangan Ekonomi & Keuangan Syariah Nasional, serta dalam rangka menuju penyelenggaraan Indonesia Shari’a Economic Festival (ISEF) di Jakarta, Bank Indonesia menyelenggarakan Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) yang diselenggarakan di 3 regional Indonesia, yaitu Regional Sumatera, Jawa dan Kawasan Timur Indonesia(KTI). Fesyar KTI tahun ini mengambil Tema “Bersinergi Membangun Ekonomi dan Keuangan Syariah untuk Memperkuat Momentum Pemulihan Ekonomi Melalui Keunggulan Sumber Daya Regional”, terdiri dari 2 kegiatan utama, yakni Sharia Forum dan Shariaf Fair serta sub-sub kegiatan seperti webinar, talkshow, business matching, perlombaan dan kegiatan lainnya yang berlangsung pada 27 Juli – 3 Agustus 2021. Fesyar KTI sendiri telah dibuka oleh Deputi Gubernur BI, Bapak Dony Primanto Juwono pada tanggal 27 Juli 2021.

Sejalan dengan rangkaian penyelenggaraan Fesyar KTI tersebut, pada hari Kamis, 29 Juli 2021, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT mengadakan kegiatan acara talkshow webinar dengan tema Sustainable Fashion as The New Lifestyle. Kegiatan ini bertujuan mendukung keberlangsungan pengembangan ekonomi dan keuangan Syariah melalui dukungan terhadap halal value chain yang salah satunya ditunjang dari segi industri fesyen. Lebih lanjut kegiatan ini juga diharapkan dapat mengenalkan konsep sustainable fashion, membahas perkembangan serta potensi sustainable fashion pada kehidupan sehari – hari, serta sebagai gaya hidup baru masyarakat. Kegiatan talkshow webinar ini menghadirkan tiga narasumber utama yaitu Ali Charisma (National Chairman of Indonesian Fashion Chamber), Basrie Kamba (Director Asia Pacific Rayon), dan Franka Soeria (Fashion Expert & Co-Founder #Markamarie & Global Head). Acara ini dihadiri oleh berbagai kalangan di antaranya Kepala Perwakilan dan Pimpinan Satuan Kerja BI di seluruh Indonesia, Kepala Kanwil Kementerian Keuangan Provinsi NTT, Kepala OJK Provinsi NTT, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi NTT, Ketua MUI Provinsi NTT, Ketua dan Anggota Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Provinsi NTT, Pimpinan Pesantren di Provinsi NTT, pelaku UMKM, asosiasi usaha, mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum.

Acara dibuka oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan potensi yang dimiliki oleh  Indonesia dalam ekonomi dan keuangan Syariah, serta berbagai upaya yang telah dilakukan oleh Bank Indonesia dalam rangka mendorong perkembangan ekonomi dan keuangan Syariah tersebut, khususnya di bidang fashion. Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT juga menekankan bahwa di NTT, BI juga terus mendukung pengembangan sustainable fashion dengan mendorong penggunaan pewarna alam pada kain dan produk-produk tenun karya UMKM Binaan KPw BI Provinsi NTT. Produk-produk tersebut juga telah diturunkan menjadi busana etnik dan modern yang dipamerkan melalui fashion show pada penyelenggaraan Exotic Tenun Fest 2021 pada bulan Maret lalu yang disiarkan virtual secara nasional, serta Gernas BBI Kilau Permata Digital Flobamora pada Juni 2021, di Labuan Bajo.

Sesi talkshow diawali dengan pemaparan materi dari masing-masing narasumber Ali Charisma yang menyampaikan bahwa pengembangan sustainable fashion dapat menjadi salah satu strategi yang dapat ditempuh untuk menempatkan Indonesia bukan hanya sebagai target pasar namun juga pelaku pasar. Prinsip utama dalam sustainable fashion yaitu keseimbangan antara people, profit, dan planet harus dikembangkan lebih lanjut untuk meningkatkan keberlangsungan kegiatan industri fesyen tanah air. Selanjutnya, Basrie Kamba selaku narasumber kedua, menjelaskan bagaimana perkembangan industry fashion yang sustainable (Global-Nasional) serta bagaimana potensi yang dapat diperoleh bagi pelaku usaha fashion tanah air. Franka Soeria selaku narasumber ketiga memaparkan mengenai beberapa miskonsepsi yang sering terjadi di masyarakat terkait dengan sustainable fashion. Beliau juga mendorong pesrta yang hadir, baik dari sisi pelaku usaha maupun konsumen, untuk tidak takut dalam memulai mengadopsi fashion yang berkelanjutan, baik dalam usahanya maupun sebagai gaya hidup sehari-hari. Diskusi dan pendalaman dilakukan pada sesi selanjutnya berikut pertanyaan dari audience terkait topik talkshow. Secara keseluruhan, kegiatan talkshow  ini berlangsung dengan antusiasme tinggi yang ditunjukkan oleh lebih dari 825 orang peserta yang aktif memberikan pertanyaan serta keikutsertaan dalam kuis interaktif yang disiapkan. (*)

Sumber berita + foto : Humas KPwI BI NTT

Semester I Sektor Jasa Keuangan Stabil Mendukung Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional

NTT AKTUAL. JAKARTA.29 Juli 2021. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat hingga data semester I 2021 sektor jasa keuangan tetap stabil dicerminkan membaiknya sejumlah indikator seperti intermediasi perbankan dan penghimpunan dana di pasar modal serta terjaganya rasio kehati-hatian (prudensial) di lembaga jasa keuangan.

Meskipun indikator ekonomi domestik sampai Juni masih menunjukkan berlanjutnya pemulihan, OJK mencermati adanya penurunan mobilitas karena pemberlakuan PPKM Darurat yang dikhawatirkan dapat mempengaruhi laju pemulihan ekonomi ke depan.

Di tengah perkembangan tersebut, pasar keuangan domestik masih terjaga stabil. IHSG hingga 23 Juli 2021 tercatat menguat ke level 6,102 atau tumbuh 1,9 persen mtd dengan aliran dana nonresiden tercatat masuk sebesar Rp2,02 triliun. Pasar SBN juga terpantau menguat dengan rerata yield SBN turun 13,5 bps di seluruh tenor. Namun, investor nonresiden tercatat net sell sebesar Rp11,73 triliun.

Penghimpunan dana di pasar modal hingga 27 Juli 2021 telah mencapai nilai Rp116,6 triliun atau meningkat 211 persen dari periode yang sama tahun lalu, dengan 27 emiten baru yang melakukan IPO. Selain itu, masih terdapat penawaran umum yang dalam proses dari 86 emiten dengan nilai nominal sebesar Rp54,2 trliun.

Sementara itu, OJK mendukung program Pemerintah dalam melaksanakan percepatan vaksinasi masyarakat dengan membuka sentra-sentra vaksin Covid-19 di berbagai daerah bekerjasama dengan Industri Jasa Keuangan dan Kemenkes dengan target 10 juta vaksin hingga Desember. Percepatan vaksinasi diyakini menjadi kunci utama untuk membangun imunitas komunal sehingga mobilitas masyarakat bisa kembali normal dan perekonomian kembali bergerak.

OJK juga mencatat, pemulihan ekonomi global masih terus berlanjut terutama di negara ekonomi utama dunia seiring dengan laju vaksinasi dan mobilitas yang mulai kembali ke level prapandemi. Selain itu, kebijakan moneter negara utama dunia diperkirakan masih akomodatif sehingga mampu menurunkan risiko likuditas di pasar keuangan global.

Intermediasi perbankan

Kredit perbankan pada bulan Juni 2021 meningkat sebesar Rp67,39 triliun dan telah tumbuh sebesar 0,59 persen yoy, meneruskan tren perbaikan selama empat bulan terakhir seiring berjalannya stimulus Pemerintah, OJK, dan otoritas terkait lainnya. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) kembali mencatatkan pertumbuhan double digit sebesar 11,28 persen yoy. Dari sisi suku bunga, transmisi kebijakan penurunan suku bunga telah diteruskan pada penurunan suku bunga kredit ke level yang cukup kompetitif.

Sektor asuransi mencatatkan penghimpunan premi pada Juni 2021 sebesar Rp31,0 triliun dengan rincian Asuransi Jiwa sebesar Rp21,1 triliun, Asuransi Umum dan Reasuransi sebesar Rp9,9 triliun. Selanjutnya, fintech P2P lending pada periode yang sama mencatatkan pertumbuhan baki debet pembiayaan cukup signifikan menjadi Rp23,38 triliun (Juni 2020 dan Mei 2021 masing-masing tercatat sebesar Rp11,8 triliun dan Rp21,7 triliun). Sementara itu, piutang perusahaan pembiayaan masih terkontraksi dan mencatatkan pertumbuhan negatif 11,1 persen yoy di Juni 2021.

Profil risiko lembaga jasa keuangan pada Juni 2021 masih relatif terjaga dengan rasio NPL gross tercatat sebesar 3,24 persen (NPL net: 1,06 persen) dan rasio NPF Perusahaan Pembiayaan Juni 2021 turun pada 3,96 persen (Mei 2021: 4,05 persen). Selain itu, Posisi Devisa Neto Juni 2021 sebesar 2,32 persen atau jauh di bawah ambang batas ketentuan sebesar 20 persen.

Likuiditas industri perbankan sampai saat ini masih berada pada level yang memadai. Rasio alat likuid/non-core deposit dan alat likuid/DPK per Juni 2021 terpantau di atas threshold.

Permodalan lembaga jasa keuangan juga masih pada level yang memadai. Capital Adequacy Ratio industri perbankan tercatat sebesar 24,33 persen, jauh di atas thresholdRisk-Based Capital industri asuransi jiwa dan asuransi umum masing-masing tercatat sebesar 647,7 persen dan 314,8 persen, jauh di atas ambang batas ketentuan sebesar 120 persen. Begitupun gearing ratio perusahaan pembiayaan yang tercatat sebesar 2,03 kali, jauh di bawah batas maksimum 10 kali.

OJK secara berkelanjutan melakukan asesmen terhadap sektor jasa keuangan dan perekonomian untuk menjaga momentum percepatan pemulihan ekonomi nasional di tengah meningkatnya kasus Covid-19 domestik serta terus memperkuat sinergi dengan para stakeholder dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan. (***)

Sumber berita + foto : HUMAS OJK

Bank Indonesia Gelar Webinar Edukasi Ekonomi dan Keuangan Syariah

NTT AKTUAL. KUPANG. Bank Indonesia (BI) secara kontinyu akan senantiasa melaksanakan kegiatan edukasi kepada masyarakat terkait peran dan kebijakan Bank Indonesia. Pada hari Kamis, 22 Juli 2021, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT telah menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan edukasi ekonomi dan keuangan syariah secara virtual (webinar) via zoom. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pemahaman terhadap  konsep ekonomi dan keuangan Syariah serta peran dan kegiatan yang dilakukan Bank Indonesia dalam mendukung pengembangan ekonomi & keuangan syariah. Kegiatan webinar ini menghadirkan narasumber Ibu Kesumawati Syafei selaku Asisten Direktur dari Departemen Ekonomi & Keuangan Syariah (DEKS) Bank Indonesia. Acara ini dihadiri oleh berbagai kalangan seperti Kepala MUI NTT, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Kupang, serta mahasiswa dan pelajar dari berbagai institusi pendidikan di NTT seperti Universitas Muhammadiyah Kupang, STAI, SMA Muhammadiyah, MAN 1 Kupang, dan instansi pendidikan lainnya.

Acara edukasi dibuka dengan sambutan dari Kepala KPw BI NTT, Bpk. I Nyoman Ariawan Atmaja yang menyampaikan pentingnya menyampaikan perkembangan ekonomi & keuangan syariah kepada masyarakat dan peran penting Bank Indonesia di dalamnya, termasuk sinergi dengan Komite Nasional Ekonomi Syariah (KNEKS). antara lain dengan pelaksanaan seperti melalui Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (Fesyar KTI) 2021. Selain itu, terdapat acara penyerahan sertifikasi halal LPPOM MUI kepada lima UMKM NTT yang telah melewati proses sertifikasi. Acara sosialisasi dan edukasi ekonomi dan keuangan Syariah dimoderatori oleh Emil Faizza dan narasumber Kesumawati Syafei dari DEKS. Ibu Kesumawati menyampaikan konsep dasar dari ekonomi & keuangan Syariah, dan bahwa Indonesia memiliki potensi yang besar dimana Indonesia duduk pada ranking empat pada Global Islamic Economy Indicator Score Rank. Bank Indonesia berperan sebagai akselerator, inisiator, dan regulator pada pengembangan ekonomi & keuangan Syariah. Dalam pengembangan ekonomi & keuangan Syariah, Bank Indonesia memiliki tiga strategi.

  1. Pemberdayaan Usaha Syariah

Contoh: adalah fasilitasi teknis sertifikasi halal yang dilakukan oleh Bank Indonesia dan kurasi produk unggulan pada Industri Kreatif Syariah Indonesia (IKRA)

  1. Pengembangan dan Pendalaman Keuangan Syariah

Contoh: adalah melalui pengembangan instrumen Syariah dan penguatan regulasi.

  1. Keilmuan & Kampanye Ekonomi Syariah

Contohnya adalah kegiatan sosialisasi dan edukasi yang dilakukan kali ini untuk mendorong literasi ekonomi & keuangan Syariah di Indonesia yang masih 16.3%.

Selanjutnya, adalah tanggapan dari Bp. Dr. Syarifuddin MM, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Kupang. Beliau menyatakan bahwa praktik jual beli yang baik telah diatur dengan mengedepankan konsep syariah, yakni pelaksanaannya harus berdasarkan nilai-nilai agama, dan menjauhkan dari riba. Sehingga dalam pengembangannya, masyarakat, dan usaha dapat mengikuti nilai-nilai tersebut agar dapat memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat. Tanggapan kedua dari Bapak Abdul Kadir Makarim, ketua MUI NTT. Bapak Abdul Kadir menyatakan bahwa melaksanakan kegiatan secara syariah adalah sebuah kepentingan, dan kondisi negara pada saat ini diharapkan dapat dibantu dengan ekonomi & keuangan Syariah, dan diharapkan bahwa ekonomi & keuangan Syariah dapat berkembang, terutama di NTT. Secara keseluruhan kegiatan edukasi ekonomi & keuangan Syariah berlangsung dengan antusiasme tinggi peserta dengan beragam pertanyaan yang diajukan serta keikutsertaan dalam kuis interaktif yang disiapkan. (*/NA)

Sumber berita + foto : HUMAS KPw BI NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Di Masa Pandemi, Ini Kebijakan Strategis OJK Jaga Stabilitas Sektor Keuangan

NTT AKTUAL. JAKARTA. “Untuk mempertahankan momentum pemulihan ekonomi nasional dan stabilitas sistem keuangan saat ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mempersiapkan beberapa kebijakan strategis bekerja sama dengan Pemerintah dan Bank Indonesia. Kami memantau perkembangan situasi saat ini dan kami masih optimis dengan pertumbuhan ekonomi seiring dengan proyeksi pemulihan ekonomi nasional,”

Hal ini disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso melalui rilis tertulis yang diterima Media ini dari Humas OJK NTT,  Rabu (21/07/2021).

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memiliki Kebijakan-kebijakan Strategis untuk menjaga stabilitas sektor keuangan dan mendorong pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi.

Kebijakan Strategis yang pertama adalah Mengawal pelaksanaan PPKM Darurat, khususnya terkait pelaksanaan peran sektor jasa keuangan sebagai sektor esensial, yang meliputi :

– Operasi terbatas sektor keuangan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat serta memaksimalkan teknologi online/digital.

– Pegawai di sektor keuangan yang melakukan Work From Home
(WFH) diminta tetap tinggal di rumah dan menghindari mobilitas yang tidak perlu.
– Membuka jalur komunikasi dengan nasabah atau debitur, khususnya pada sektor-sektor yang terdampak kebijakan PPKM Darurat.

Kebijakan Strategis yang kedua yakni, mempercepat implementasi program vaksinasi yang terdistribusi dengan baik. Langkah ini meliputi :

– Vaksinasi massal pelaku SJK dan masyarakat dengan target 10 juta orang hingga akhir Desember 2021.

– Mendorong pendirian sentra vaksinasi oleh lembaga keuangan untuk vaksinasi pegawai dan konsumen, dan mempercepat pelaksanaan vaksinasi pelaku sektor keuangan di daerah.

Kebijakan Strategis yang ketiga yaitu, Percepatan belanja pemerintah pusat dan daerah sebagai kebijakan dari sisi fiskal untuk mempertahankan demand dan tingkat konsumsi masyarakat di tengah disparitas pemulihan sektoral.

Kebijakan keempat nya yakni, Akselerasi hilirisasi ekonomi dan keuangan digital dengan tetap mewaspadai cyber risk.

Kebijakan kelima adalah, Peningkatan penetrasi layanan keuangan dan pendalaman pasar keuangan untuk menjaga stabilitas keuangan secara berkelanjutan.

Kebijakan keenam yakni, Mendorong berkembangnya sustainable finance untuk
membiayai sustainable economic recovery dan memitigasi climate-related risk, dengan menjalankan inisiatif strategis berupa :
– Pengembangan taksonomi hijau yang bertujuan mengklasifikasikan aktivitas pembiayaan dan investasi berkelanjutan di Indonesia.

– Pengembangan kerangka manajemen risiko untuk industri dan pedoman pengawasan berbasis risiko bagi pengawas untuk
menerapkan climate-related financial risk.

– Inovasi produk dan layanan keuangan berkelanjutan oleh lembaga jasa keuangan.

– Meningkatkan awareness dan capacity building untuk seluruh pemangku kepentingan. (*)

Sumber berita + foto : HUMAS OJK NTT

Temui Nasabah, Dirut Bank NTT Sosialisasikan Konsep Smart Bank

NTT AKTUAL. ATAMBUA. Dalam rangka untuk mensosialisasikan konsep Bank NTT menuju smart bank, maka Direktur Utama (Dirut) Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho bersama Direktur Kepatutan dan Direktur Umum, ketika berada di Atambua, mampir ke salah satu nasabah premium.

Kepada Aloysius Mintura, Direktur Utama PT Pundi Mas Bahagia, di rumahnya di kawasan Jl. D.C Saudale Kelurahan Beirafu Kecamatan Atambua Barat, Atambua, Dirut Alex menyatakan terimakasihnya atas nama lembaga atas kemitraan yang terjalin selama bertahun-tahun. Dia berharap agar kerjasama ini terus berlanjut hingga tahun-tahun kedepan.

Direktur Utama Bank NTT, Harry Alex Riwu Kaho, bersama Direktur Kepatutan, Hilarius Minggu dan Direktur Umum, Johanis Landu Praing ketika bertemu Dirut PT Pundi Mas Bahagia, Aloysius Mintura, di kantornya, di Atambua, belum lama ini. Dokumentasi : Humas Bank NTT.

“Kami atas nama lembaga berterimakasih semoga dengan semangat yang sama, kita lebih berkontribusi membangun NTT kedepan. Kedatangan kami ini juga sekalian mengajak bapak untuk menggunakan layanan jasa bank yang baru dari Bank NTT,”tegas Alex.

Alex saat itu menjelaskan tentang konsep smart bank yang sementara diterapkan di Bank NTT yakni ada dua kantor cabang yang sementara didesain, sebagai smart bank. Kedua kantor itu yakni Kantor Cabang Utama (KCU) dan Kantor Cabang Khusus (KCK). Pada 17 Juli 2021 nanti, akan diluncurkan M-Banking yang baru dari Bank NTT.

“Kita Juli ini launching M-Banking yang baru, dan di layanan yang baru ini kita bisa kelola portofolio sendiri. Semua melalui handphone saja. Memang ada limit yang terbatas. Karena itu besar harapan kita agar bapak bisa menggunakan layanan perbankan kita yang baru,” tegas Alex saat bertamu di ruang kerja Aloysius Mintura. Apalagi, sebagai mitra utama Bank NTT di Atambua, seluruh kebutuhannya terkait jasa perbankan harus difasilitasi dengan baik.

Di Mobile Banking yang baru menurut Alex, ada sekitar 11 buah layanan, satu diantaranya pick up setoran. Ini adalah jenis layanan perbankan special bagi nasabah tertentu, yang memiliki waktu kerja terbatas ke bank.

“Jadi pick up setoran ini manajemen memberikan special service bagi nasabah-nasabah priority, sehingga lewat M-Banking mereka bisa meminta untuk jemput setoran. Ada aplikasinya yang terkoneksi dengan core banking. Begitu message masuk, petugasnya kesana. Jadi bagi nasabah private bank, dua kontrolnya jalan. Ini juga untuk meminimalisir resiko-resiko operasional,” tegas Alex.

Lalu seperti apa tanggapan pengusaha terkait tawaran menggunakan layanan baru pada m-Banking Bank  NTT? “Terkait pick up setoran, bagi kami menerima saja kalau memang ada program-program baru, asalkan itu memudahkan kami dalam melaksanakan aktivitas. Karena kita bisa menghemat waktu dan kita juga bisa mendapat keuntungan dari program yang sudah diberikan itu,”ujar Aloysius.

Dia berterimakasih kepada Bank NTT karena selama ini mereka sudah banyak dibantu baik dalam pengurusan jaminan-jaminan maupun urusan pekerjaan lainnya. Dia berharap agar kedepan pelayanannya lebih ditingkatkan lagi.

“Kita berharap Bank NTT lebih lagi mempermudah kami dalam urusan proyek begitu. Agar tolong difasilitasi. Kami akui, selama ini support Bank NTT kepada kami cukup baik,” harapnya.

Untuk diketahui bahwa di M-Banking yang baru, layanan yang bisa dimanfaatkan yakni inisiasi pinjaman, membayar tagihan Samsat, PBB, BPJS, serta uang sekolah. Tidak hanya itu melainkan ada akses pembayaran dengan menggunakan QRIS yang semula plafonnya Rp 2,5 juta naik menjadi Rp 5 juta. Dirut Bank NTT menambahkan, dengan layanan ini, transaksi pembelanjaan di mana-mana tidak saja sangat mudah dan gampang melainkan nasabah bisa mengecek lokasi ATM terdekat lewat fasilitas browsing. Sementara kinerja digital agen juga tidak terganggu. Ada tarik tunai tanpa kartu, portofolio, serta beberapa transaksi lainnya. (Humas Bank NTT)

Kinerja Bank NTT Semester I Tahun Buku 2021 Sangat Baik

NTT AKTUAL. KUPANG. Kinerja Manajemen PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (BPD NTT) untuk Semester I Tahun Buku 2021 menunjukkan angka yang sangat menggembirakan.

“Ini menjadi sebuah catatan terbaik dalam sejarah, karena kita tahu bersama bahwa kondisi bangsa yang sedang dilanda pandemi covid-19 dan ekonomi tidak begitu baik. Seluruh sektor mengalami goncangan, terlebih sektor ekonomi. Dari sini bisa disimpulkan bahwa walau ditengah hantaman covid yang luar biasa dampaknya bagi industri Perbankan, namun kinerja Bank NTT masih bertumbuh secara positif,”.

Hal ini disampaikan Direktur Utama (Dirut) Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho pada kegiatan Press Conference Kinerja Bank NTT Semester I Tahun 2021 yang berlangsung di lantai 5 kantor Pusat Bank NTT, Rabu (7/07/2021).

Direktur Utama (Dirut) Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho saat memberikan penjelasan terkait Kinerja Bank NTT Semester I Tahun Buku 2021 kepada awak Media dalam kegiatan Press Conference yang berlangsung di di lantai 5 kantor Pusat Bank NTT, Rabu (7/07/2021). Dokumentasi : Nataniel Pekaata/NTT AKTUAL.

Pada kesempatan ini mendampingi Dirut Bank NTT yaitu Direktur Pemasaran Kredit Paulus Stefen Messakh, Direktur Kepatuhan Hilarius Minggu.

Direktur Utama (Dirut) Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho (tengah) didampingi Direktur Pemasaran Kredit Paulus Stefen Messakh, Direktur Kepatuhan Hilarius Minggu saat hadir mengikuti kegiatan Press Conference dengan awak Media di lantai 5 kantor pusat Bank NTT, Rabu (7/07/2021). Dokumentasi : Nataniel Pekaata/NTT AKTUAL.

Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho menambahkan aset juga mengalami pertumbuhan yakni 4,41 % (yoy), Rp 14,7 Triliun menjadi Rp 17,1 Triliun pada akhir Juni 2021. Peningkatan asset ini bersumber dari peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK), kredit dan asset lainnya. Dana Pihak Ketiga bertumbuh 5,55 % (yoy) Rp 12,7 Triliun menjadi Rp 13,4 Triliun di akhir Juni 2021. Tabungan dan deposito pun tumbuh 4,29 % dan 24,40 % sedangkan giro 15,42 % akibat menurunnya Giro pemerintah daerah untuk penanganan Covid-19.

Sementara itu, peningkatan terjadi di bagian dana. Dana bertumbuh 5,5 % (yoy) Rp 12.7 Triliun menjadi Rp Rp 13.4 Triliun diakhir Juni 2021. Demikian pula kredit menunjukkan angka yang luar biasa. Dalam setengah tahun, Bank NTT berhasil mencapai ekspansi sebesar Rp. 1 Triliun walaupun di situasi yang sangat sulit, jelas Dirut Bank NTT.

“Penghimpunan dana pun memiliki catatan yang sangat signifikan. Manajemen Bank NTT mampu menghimpun dana sebesar Rp 13 Triliun. Ini tercapai karena Bank NTT memiliki pemegang saham yang hebat dan luar biasa dalam hal komitmen dan juga dalam hal kemajuan Bank,” ujar Dirut.

Oleh karena itu pada kesempatan ini, manajemen berterimakasih kepada pemegang saham atas komitmen yang tinggi untuk membesarkan Bank NTT sehingga mampu mencatatkan angka-angka spektakuler dalam semester I Tahun Buku 2021, tutur Dirut.

“Kiranya saran, teguran dan nasehat terus diberikan kepada manajemen sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kinerja kedepan. Jugaz semoga dengan kontribusi ini berdampak pada peningkatan PAD,” tutup Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho.

Untuk diketahui kegiatan Press Conference yang digelar Bank NTT ini menerapkan protokol kesehatan yang ketat, dimana sebelum mengikuti Press Conference pimpinan dan staf Bank serta awak media terlebih dahulu mengikuti Rapid Test Antigen, dan saat memasuki ruangan Press Conference semua aktif menggunakan hand sanitizer, menjaga jarak dan juga menggunakan masker. (NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

OJK Dukung Upaya Percepatan Vaksinasi Covid-19

NTT AKTUAL. JAKARTA. 23 Juni 2021. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendukung penuh upaya percepatan vaksinasi di tengah tingginya laju penyebaran Covid-19 yang menjadi faktor penting tetap terjaganya stabilitas sektor jasa keuangan dalam upaya mendorong pemulihan ekonomi. Percepatan vaksinasi diharapkan akan menciptakan kekebalan komunal yang mendukung mobilitas masyarakat dengan protokol kesehatan yang ketat sehingga perekonomian bisa kembali bergerak.

Dokumentasi : Istimewa

Tingginya penyebaran Covid-19 saat ini telah menjadi perhatian dan OJK akan mencermati dampaknya terhadap potensi peningkatan risiko pada sektor jasa keuangan yang tercermin dari indikator keuangan meskipun sampai saat ini masih termitigasi dengan baik seiring langkah percepatan laju vaksinasi.

OJK saat ini tengah menggelar vaksinasi massal untuk sektor jasa keuangan dan masyarakat dengan target minimal 345 ribu orang sampai dengan bulan Juli 2021. Kegiatan ini sudah diawali di Jakarta dan beberapa kota pada pekan lalu yang dihadiri Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Selain itu, OJK mengambil langkah cepat bersama dengan Kepolisian Republik Indonesia menindak pinjaman online ilegal yang berpotensi melanggar hukum. Masyarakat dirugikan karena tingkat bunga yang sangat tinggi serta waktu peminjaman yang tidak transparan, penyebaran data pribadi hingga penagihan yang disertai ancaman dan kekerasan.

OJK yang tergabung dalam Satgas Waspada Investasi secara rutin sudah melakukan cyber patrol dan menutup aplikasi atau website pinjaman online ilegal tersebut. Edukasi ke masyarakat juga terus dilakukan OJK bersama SWI untuk tidak memanfaatkan pinjaman online ilegal dan hanya menggunakan fintech lending resmi terdaftar dan berizin OJK.

Pemulihan Ekonomi

OJK mencatat, data perekonomian domestik terkini masih menunjukkan pemulihan yang terus berlanjut sejalan dengan perbaikan ekonomi global terutama di negara-negara ekonomi utama dunia seiring dengan laju vaksinasi dan penanganan pandemi.

Namun demikian, beberapa downside risks masih perlu diwaspadai antara lain potensi kenaikan laju kasus harian karena varian baru di tengah kelangkaan stok vaksin, tekanan inflasi dari sisi penawaran, dan ekspektasi kenaikan suku bunga Fed Fund Rate (FFR) yang lebih dini.

Di tengah perkembangan tersebut, pasar keuangan domestik dilaporkan tetap terjaga stabil. IHSG hingga 18 Juni 2021 tercatat ke level 6.007 atau menguat 1,0% mtd, sejalan dengan perkembangan pasar saham negara berkembang lainnya. Sementara, pasar SBN terpantau menguat dengan rerata yield SBN turun 12 bps di seluruh tenor. Investor nonresiden juga mencatatkan net buy sebesar Rp3,89 triliun di pasar saham dan Rp21,09 triliun di pasar SBN.

Kredit perbankan pada bulan Mei 2021 meningkat sebesar Rp32,23 triliun namun secara tahunan masih terkontraksi sebesar -1,23% yoy dengan nilai kontraksi yang semakin kecil. Perbaikan ini meneruskan tren positif selama 4 bulan ke belakang seiring berjalannya stimulus Pemerintah, OJK, dan otoritas terkait lainnya.

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) kembali mencatatkan pertumbuhan double digit sebesar 10,73% yoy. Dari sisi suku bunga, transmisi kebijakan penurunan suku bunga telah diteruskan pada penurunan suku bunga kredit yang cukup kompetitif, khususnya untuk kredit korporasi.

Rata-rata tertimbang suku bunga modal kerja korporasi tercatat menurun dari 8,66% menjadi 8,52% dengan pengenaan premi risiko yang konsisten dengan rating masing-masing korporasi, bahkan sejumlah korporasi mendapatkan suku bunga kredit yang lebih rendah dibandingkan yield surat utang korporasi yang diterbitkan untuk durasi yang proporsional.

Sektor asuransi mencatatkan penghimpunan premi pada Mei 2021 sebesar Rp12,5 triliun dengan rincian Asuransi Jiwa sebesar Rp7,8 triliun, Asuransi Umum dan Reasuransi sebesar Rp4,7 triliun. Selanjutnya, fintech P2P lending pada periode yang sama mencatatkan pertumbuhan baki debet pembiayaan cukup signifikan sebesar 69,1% yoy menjadi Rp21,75 triliun. Sementara itu, piutang perusahaan pembiayaan masih berada di zona kontraksi dan mencatatkan pertumbuhan negatif 13,7% yoy di Mei 2021.

Profil risiko lembaga jasa keuangan pada Mei 2021 masih relatif terjaga dengan rasio NPL gross tercatat sebesar 3,35% (NPL net: 1,09%) dan rasio NPF Perusahaan Pembiayaan Mei 2021 meningkat menjadi 4,0% (April 2021: 3,9%). Selain itu, Posisi Devisa Netto Mei 2021 sebesar 1,88% atau jauh di bawah ambang batas ketentuan sebesar 20%.

Likuiditas industri perbankan sampai saat ini masih berada pada level yang memadai. Rasio alat likuid/non-core deposit dan alat likuid/DPK per Mei 2021 terpantau masing-masing pada level 150,96% dan 32,71%, di atas threshold masing-masing sebesar 50% dan 10%.

Permodalan lembaga jasa keuangan juga masih pada level yang memadai. Capital Adequacy Ratio industri perbankan tercatat sebesar 24,38%, jauh di atas threshold. Risk-Based Capital industri asuransi jiwa dan asuransi umum masing-masing tercatat sebesar 651% dan 336%, jauh di atas ambang batas ketentuan sebesar 120%. Begitupun gearing ratio perusahaan pembiayaan yang tercatat sebesar 2,01x, jauh di bawah batas maksimum 10x.

OJK secara berkelanjutan melakukan asesmen terhadap sektor jasa keuangan dan perekonomian guna menjaga momentum percepatan pemulihan ekonomi nasional serta terus memperkuat sinergi dengan para stakeholder dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan. (*)

Sumber berita : Direktorat Hubungan Masyarakat Otoritas Jasa Keuangan

Editor : Nataniel Pekaata

Cegah Investasi Ilegal, SWID NTT Selenggarakan Rapat Koordinasi

NTT AKTUAL. KUPANG. Satuan Tugas Waspada Investasi Daerah (SWID) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Semester I Tahun 2021, yang berlangsung di Hotel Aston Kota Kupang, Selasa (22/06/2021).

Beberapa isu yang dibahas dalam Rapat Koordinasi ini yaitu diantaranya terkait dengan perkembangan investasi ilegal berupa pinjaman online ilegal, kegiatan cryptocurrency dan Asia Dinasty Sejahtera serta efektivitas penanganannya di Provinsi NTT.

Sebagai informasi, Satuan Tugas Waspada Investasi Daerah (SWID) Provinsi NTT dibentuk sebagai wadah koordinasi dalam penanganan tindak pelanggaran hukum dalam penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi. SWID Provinsi NTT beranggotakan 9 (sembilan) instansi dengan Ketua dari OJK Provinsi NTT dan Anggota terdiri dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Kejaksaan Tinggi Provinsi NTT, Kepolisian Daerah Provinsi NTT, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT, Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi NTT, Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT dan Dinas  Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi NTT. Dalam kegiatan Rakor kali ini, hadir juga secara virtual beberapa OPD terkait setingkat Kabupaten/Kota se-Provinsi NTT.

Dalam pemaparan materi nya, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT, Robert H.P Sianipar mengatakan berdasarkan data pengaduan konsumen di Provinsi NTT sejak tahun 2015, terdapat beberapa 5 (lima) entitas ilegal yang berkantor pusat di Provinsi NTT yang menjalankan kegiatan investasi ilegal, diantaranya “Mitra Tiara” di Larantuka, “Wein Grup” di Kupang, “Koperasi Amanda Permata” di Waingapu, “Komnaspan” di Sikka dan “Asia Dinasty Sejahtera” di Ende.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT, Robert H.P Sianipar, saat memaparkan materi pada Rapat Koordinasi Semester I Tahun 2021 Satuan Tugas Waspada Investasi Daerah (SWID) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yang berlangsung di Hotel Aston Kota Kupang, Selasa (22/06/2021). Dokumentasi : Humas OJK Provinsi NTT

Berkembangnya investasi ilegal ini di Provinsi NTT terutama disebabkan masih rendahnya tingkat literasi masyarakat mengingat pelaksanaan edukasi dan sosialisasi belum sepenuhnya menjangkau seluruh wilayah dan lapisan masyarakat di Provinsi NTT. Hal ini ditambah dengan kondisi geografis dan akses terhadap informasi yang terjamin kebenarannya sangat terbatas, sehingga menjadi peluang bagi mudahnya pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab melakukan penawaran secara online melalui situs-situs web dan media sosial, jelas Kepala OJK Provinsi NTT.

Untuk menjangkau dan mengefektifkan koordinasi SWID Provinsi NTT, terdapat usulan untuk memperluas keanggotaan dari yang saat ini hanya terdiri dari lembaga vertikal dan OPD setingkat provinsi, menjadi diperluas dengan memasukan OPD pada tingkat Kabupaten/Kota agar koordinasi dapat dilakukan lebih efektif untuk menjangkau setiap Kabupaten/Kota di Provinsi NTT. (*/NA)

Sumber berita + foto : Humas OJK Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Terus Berinovasi, Dekranasda NTT Gelar Soft Launching Aplikasi E-Commerce

NTT AKTUAL. KUPANG. Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTT menggelar acara soft launching Aplikasi E-Commerce yang berlangsung di Kantor Dekranasda Provinsi NTT, Kamis (17/06/2021).

Dalam acara soft launching yang berlangsung secara online (zoom meeting) dan offline ini dihadiri Ketua Dekranasda Provinsi NTT, Julie Sutrisno Laiskodat, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT, M.Nasir Abdullah, para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang menjadi mitra Dekranasda NTT, dan hadir pula perwakilan dari Bank Mandiri, Link Aja, kantor pos, TIKI serta JNE. Selain itu dalam acara Soft Launching ini juga turut dihadiri awak media dan sejumlah undangan lainnya.

Pada kesempatan ini Ketua Dekranasda Provinsi NTT, Julie Sutrisno Laiskodat saat memberikan sambutan dan membuka secara resmi acara Soft Launching E-Commerce Dekranasda NTT secara online melalui Zoom Meeting mengatakan walaupun sekarang pandemi Covid-19, Dekranasda Provinsi NTT tidak berdiam saja menanti kapan pandemi ini akan berlalu, tetapi Dekranasda NTT terus berinovasi dan bekerja.

Lanjut Julie Laiskodat dirinya sudah lama bermimpi dan berencana memiliki aplikasi E-Commerce sejak tahun 2019 dan akhirnya berkat pemuda-pemudi inovatif yang merupakan jajaran Dekranasda NTT mimpi dirinya saat ini bisa terwujud.

Ketua Dekranasda Provinsi NTT, Julie Sutrisno Laiskodat saat memberikan sambutan dan membuka secara resmi acara Soft Launching E-Commerce Dekranasda NTT secara online melalui Zoom Meeting, Kamis (17/06/2021). Dokumentasi : Nataniel Pekaata/NTT AKTUAL

“Mengapa Kami hari ini soft launching Aplikasi E-Commerce karena banyak sekali potensi yang ada di NTT yang diminati orang-orang dari luar daerah NTT. Selain itu pangsa pasar zaman Now yang dimana segala sesuatu adalah secara online, oleh karena itu kita harus bisa juga memiliki E-Commerce, agar pada akhirnya produk-produk NTT seperti Madu, kelor, gula semut, tenun ikat dan lainnya bisa juga dibeli secara online. Dengan adanya E-Commerce Dekranasda NTT ini orang yang ingin membeli produk-produk NTT bisa lebih mudah karena dengan Android dan mendownload aplikasi E-Commerce Dekranasda Provinsi NTT mereka sudah bisa mengakses apa saja produk NTT yang ingin dibeli,”

Dirinya berharap dengan adanya aplikasi E-Commerce ini dapat mendukung tercapainya slogan Gubernur NTT yaitu NTT Bangkit dan NTT Sejahtera,

Dikesempatan yang sama, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT, Muhammad Nasir Abdullah, mengatakan semua para pelaku UMKM di NTT sangat terbantu dengan adanya Dekranasda Provinsi NTT.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT, Muhammad Nasir Abdullah, saat memberikan sambutan pada acara soft launching Aplikasi E-Commerce yang berlangsung di Kantor Dekranasda Provinsi NTT, Kamis (17/06/2021). Dokumentasi : Nataniel Pekaata/NTT AKTUAL

Selain itu mudah-mudahan dengan langkah awal yang brilian yakni dengan adanya soft launching Aplikasi E-Commerce Dekranasda NTT ini dapat menjadi jembatan untuk mewujudkan cita-cita NTT Bangkit NTT Sejahtera,” jelas Nasir Abdullah.

Staff bidang promosi, publikasi, kreatif dan daya Saing pada Dekranasda Provinsi NTT, Ben Leonard mengatakan aplikasi E-Commerce Dekranasda Provinsi NTT ini bisa diunduh di Play Store dengan nama Dekranasda NTT.

“Aplikasi E-Commerce Dekranasda NTT ini hadir untuk menjawab mimpi dan harapan bunda Julie Sutrisno Laiskodat yakni kita masyarakat NTT jangan sampai menjadi penonton di daerah kita sendiri. Oleh karena itu kita terus berinovasi dan saat ini hadir dengan E-Commerce Dekranasda NTT. Aplikasi E-Commerce Dekranasda NTT ini untuk aplikasi sistem pembayaran nya bekerjasama dengan LinkAja,” tutur Ben.

Terkait untuk ekspedisi nya Dekranasda NTT menggandeng Ekspedisi dari Kantor Pos, JNE, TIKI, Lion Parcel dan Si Cepat, tutupnya. (NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata