Arsip Kategori: EKONOMI

OJK Akan Beri Sanksi Keras Bagi Perusahaan Pembiayaan Yang Debt Collectornya Melanggar Hukum Dalam Penarikan Kendaraan Bermotor

NTT AKTUAL. JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan memberikan sanksi keras bagi perusahaan pembiayaan yang debt collectornya melangggar hukum dalam penarikan kendaraan bermotor. OJK menyatakan, tidak akan mentolerir tindakan debt collector yang melanggar hukum tersebut.

Hal ini ditegaskan Juru Bicara OJK, Sekar Putih Djarot, melalui cuitannya dalam akun instagram ojkindonesia yang di-update tanggal 11 Mei 2021. Dalam instagram tersebut dinyatakan, OJK telah berkoordinasi dengan pihak asosiasi perusahaan pembiayaan untuk menertibkan anggotanya dalam menjalankan ketentuan penagihan yang sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Sobat OJK, terkait adanya penarikan paksa kendaraan oleh oknum debt collector, OJK menyatakan tidak mentolerir debt collector yang melanggar hukum dan akan memberi sanksi keras kepada perusahaan pembiayaan yang melanggar. OJK telah berkoordinasi dengan pihak asosiasi perusahaan pembiayaan untuk menertibkan anggotanya dalam menjalankan ketentuan penagihan yang sesuai dengan aturan yang berlaku. Demikian disampaikan oleh Juru Bicara OJK, Sekar Putih Djarot,” tulis Sekar Putih Djarot dalam akun instagram tersebut. (*/NA)

Semarak QRIS NTT “Ayo Kartini Era Digital, Bertransaksi Non Tunai Dengan QRIS”

NTT AKTUAL. KUPANG. Transformasi digital telah mengubah konsep bagaimana proses bisnis dilaksanakan; bagaimana perusahaan berinteraksi; dan
bagaimana konsumen mendapatkan layanan, informasi, dan barang.
Pesatnya perubahan perilaku masyarakat dan dunia usaha ke arah
digital menuntut otoritas kebijakan berinovasi merespons perubahan-perubahan tersebut.

BI mendukung upaya bersama dalam mengakselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan nasional melalui langkah-langkah percepatan digitalisasi sistem pembayaran. Langkah-langkah
tersebut antara lain mendorong akselerasi digitalisasi keuangan
melalui QR Code Indonesian Standard (QRIS) sekaligus mendorong
kesuksesan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GBBI), mempersiapkan fast payment 24/7 pembayaran ritel menggantikan
Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) guna mempercepat
penyelesaian transaksi, mendorong digitalisasi perbankan melalui
standardisasi Open Application Programming Interfaces (Open API),
dan terus mendorong elektronifikasi transaksi keuangan daerah.

Quick Response Code Indonesian Standard atau biasa disingkat QRIS
(dibaca KRIS) adalah standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code menjadi lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya.
QRIS bukan aplikasi, melainkan sebuah standar nasional QR Code yang diwajibkan bagi seluruh Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) yang menggunakan QR.

Dengan adanya standar QRIS, seluruh aplikasi pembayaran dari PJSP
apapun dapat melakukan pembayaran menggunakan QR code di seluruh merchant meskipun PJSP yang digunakan berbeda. Standar QRIS juga memudahkan merchant dalam menerima pembayaran dari aplikasi apapun hanya dengan membuka akun pada salah satu PJSP penyelenggara QRIS.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT bersinergi dengan
PJSP menyelenggarakan event Semarak QRIS NTT pada bulan Mei-
Juni 2021. Event ini diharapkan dapat mendorong akselerasi implementasi transaksi non tunai serta elektronifikasi transaksi pemerintah daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Rangkaian kegiatan Semarak QRIS NTT diantaranya adalah kampanye/publikasi, edukasi/talkshow dan promo experience
penggunaan QRIS. Hari ini merupakan hari 1 kegiatan edukasi yang diawali dengan melakukan launching Komunitas QRIS diantaranya Komunitas Kuliner Kampung Solor, Komunitas Penjahit Kampung Solor, Komunitas Jawa – K2S Kota Kupang, Komunitas Lantamal VII
Kupang – Layanan Kesehatan (RS dan Klinik) serta Komunitas Hindu
Kota Kupang. Edukasi hari pertama mengambil tema Panen Rupiah Ala Kartini Jaman Now. Edukasi hari pertama ditujukan kepada para wanita
sebagai Kartini di era digitalisasi yang dapat menjadi agen perubahan di masyarakat.

Bank Indonesia yakin dengan pemberdayaan perempuan menjadi
agen perubahan di era digitalisasi akan semakin mendorong percepatan kebangkitan ekonomi NTT serta perluasan pemanfaatan transaksi secara non tunai khususnya penggunaan QRIS di NTT.

Melalui kegiatan ini kami mengajak “Ayo Kartini era digital, bertransaksi non tunai dengan QRIS” alternatif pembayaran yang CeMuMuAH (Cepat, Mudah Murah Aman dan Handal). (*)

Sumber berita + foto : Humas KPw BI NTT

SBM Kupang Gelar SUZUKI FIESTA, DP Mobil SUZUKI Mulai 16 juta Rupiah

NTT AKTUAL. KUPANG. Memasuki tahun 2021, PT Surya Batara Mahkota selaku Main Dealer Suzuki Mobil wilayah Nusa Tenggara Timur atau disingkat PT SBM kembali menghadirkan event “SUZUKI FIESTA”  pada tanggal 03 – 07 Mei 20021 di Kupang yang tepatnya di Showroom Suzuki Mobil Jln Timor Raya No 01 Kota Kupang.

Pada pelaksanaan event “SUZUKI FIESTA” kali ini, mengusung tema Sell In New Normal yang mana kita tetap harus bergerak walaupun dalam kondisi yang kurang mendukung yaitu Pandemi Covid-19, event ini mewakili gerak langkah PT SBM dalam membangun, mengembangkan dan meningkatkan pelayanan khusus nya Customer Setia Suzuki dengan segala kemudahan.

Pada gelaran “SUZUKI FIESTA”  menunjukkan komitmennya dalam peningkatan pelayanan, kemudahan dalam hal memiliki mobil dengan menghadirkan rangkaian kegiatan pameran yang variatif.

Berbeda dengan event event sebelumnya, saat ini “SUZUKI FIESTA”  tak hanya menghadirkan rangkaian pameran otomotif tetapi untuk pertama kalinya menyelenggarakan pameran secara virtual.

General Manager PT SBM NTT, Fredy Prijatna dalam kegiatan Press Conference bersama awak media bertempat di PT SBM NTT hari ini Senin (03/05/2021) mengatakan pentingnya menjalin kedekatan antara industri otomotif dengan generasi muda sebagai salah satu cara mempersiapkan masa depan industri otomotif Indonesia. Sudah menjadi komitmen SBM untuk menghadirkan sebuah gelaran otomotif yang dapat memberikan manfaat sekaligus memberikan informasi kepada masyarakat tentang industri otomotif Indonesia.

Kegiatan “SUZUKI FIESTA” merupakan upaya Surya Batara Mahkota untuk memberikan informasi lebih detail tentang produk Suzuki melalui review produk yang akan dibawakan oleh wiraniaga SBM Kupang dan disiarkan secara live streaming melalui Media sosial resmi Surya Batara Mahkota. Karena sejak adanya internet, platform medsos mengajak masyarakat untuk dapat berkomunikasi tanpa batas. Selain untuk bersosialisasi, generasi masa kini mulai mengoptimalkan konten-konten kreatif sebagai media promosi yang efektif dalam menampilkan konten-konten kreatif yang dapat dinikmati oleh masyarakat secara luas, jelas Fredy.

Dirinya menambahkan event ini dilaksanakan dengan mengikutii protokol kesehatan, kami melakukan pengecekan suhu untuk semua yang mengikuti event, meyediakan tempat cuci tangan, wajib masker, jaga jarak duduk, dan untuk mengantisipasi kerumunan kami membagi jadwal untuk konsumen yang datang langsung ke Showroom.

Peningkatan penjualan Suzuki dalam keadaan pandemi dan pasca badai yang menerpa masyarakat khususnya pelanggan setia Suzuki tentunya dengan memberikan kemudahan kepada calon konsumen kami mulai dari DP murah mulai 16 juta dan angsuran terjangkau untuk masing-masing Type ditambah cashback dan hadiah langsung. Selain itu untuk calon konsumen yang mengunjungi website kami www.kupang.batara.co.id dan melakukan pembelian akan ada diskon khusus lagi. Ditambah konsumen akan mendapatkan Talang air dan Kaca Film secara gratis serta Paket Sehat Suzuki, jelas Fredy.

“Kami sangat mengapresiasi program pemerintah utuk pemotongan Ppn-Bm sebesar 100% untuk dua type mobil Suzuki  yaitu Xl 7 dan All New Ertiga. Pemotongan Ppn_Bm sebesar 100% hanya berlaku untuk jangka waktu tertentu yaitu dari Maret, April dan Mei. Bulan ini adalah bulan terakhir pemotongan 100%, dimana bulan berikutnya tidak berlaku untuk 100% namun hanya 50% dan akan berangsur sampai 25% dan kembali normal. Kami harapkan masyarakat pecinta Suzuki untuk menggunakan momen yang sangat baik ini untuk menjemput mobil impian bersama kami PT Surya Batara Mahkota,” kata Fredy.

Untuk diketahui Surya Batara Mahkota  merupakan kelompok usaha yang bergerak di bidang otomotif yang memasarkan, memperniagakan mobil Suzuki. Hal tersebut juga didukung dengan pelayanan purnajual suku cadang serta perbaikan/pemeliharaan di seluruh Indonesia yang solid dan terintegrasi dalam melayani para pelanggan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Surya Batara Mahkota Kupang bisa menuju website resmi Surya Batara Mahkota yaitu www.kupang.batara.co.id.

Dalam kegiatan Press Conference yang berlangsung di PT SBM NTT ini turut pula dihadiri Branch Manager PT SBM NTT, Theo Pareira, staf serta karyawan PT SBM NTT. (*/NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Proyeksi Kebutuhan Uang Layak Edar di NTT Pada Ramadhan dan Idul Fitri 2021 Sebesar Rp998 Miliar

NTT AKTUAL. KUPANG. Proyeksi kebutuhan Uang Layak Edar (ULE) perbankan dan masyarakat di Wilayah Provinsi NTT pada periode Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri tahun 2021 sebesar Rp998 Miliar, mengalami penurunan 4,1% (yoy) dibandingkan dengan realisasi distribusi uang layak edar pada periode Ramadhan dan Idul Fitri Tahun 2020 yang lalu yaitu sebesar Rp1,041 Triliun.

Hal ini disampaikan Deputi Kepala Perwakilan (Tim Implementasi SP, PUR dan MI), Daniel Agus Prasetyo kepada awak Media pada kegiatan Sasando Dia (Santai-santai Baomong deng Media) yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi NTT, bertempat di Kedai Kopi Petir, Senin (12/04/2021).

Dirinya menambahkan pelayanan penukaran uang kepada masyarakat tahun 2021 disediakan oleh 23 Bank di Kota kupang serta Bank yang memiliki kantor-kantor Cabang di seluruh wilayah Provinsi NTT maupun di 9 lokasi Kas Titipan Bank Indonesia meliputi Atambua, Maumere, Ende, Waikabubak, Waingapu, Ruteng, Kalabahi, Lewoleba dan Labuan Bajo. Terdapat 57 jaringan kantor bank di seluruh Provinsi NTT yang akan membuka pelayanan penukaran uang kepada masyarakat.

Selain itu Bank Indonesia meminta kepada seluruh kantor Bank untuk tetap menerapkan protokol kesehatan guna pencegahan penyebaran Covid-19 dalam setiap kegiatan, baik layanan penukaran uang di jaringan kantor bank maupun layanan penarikan serta penyetoran uang melalui mesin ATM, antara lain dengan kewajiban penggunaan masker, pemindaian suhu tubuh, penerapan physical distancing, penyediaan hand sanitizer, sabun dan tempat cuci tangan, jelas Daniel.

Lanjutnya, dalam rangka kelancaran pelayanan penukaran uang di Wilayah Provinsi NTT, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi NTT telah menyusun strategi sebagai berikut :

  1. Berkoordinasi dengan perbankan dan Penyelenggara Jasa Pengelolaan Uang Rupiah (PJPUR) untuk menjaga ketersediaan uang di berbagai ATM yang berkualitas baik melalui perencanan pengisian uang secara akurat.
  2. Berkoordinasi dengan perbankan untuk menyediakan layanan penukaran uang kepada masyarakat di loket kantor perbankan sehingga masyarakat mudah memperoleh uang.
  3. Berkoordinasi dengan perbankan untuk memastikan seluruh kegiatan pengelolaan uang memperhatikan aspek Kesehatan, Keamanan dan Keselamatan (K3) pegawai.
  4. Menghimbau kepada masyarakat untuk menggunakan transaksi pembayaran secara non tunai melalui Digital Banking, Uang Elektonik dan Quick Response Code Indonesian Standart (QRIS ).
  5. Menyediakan uang layak edar dalam jumlah nominal yang cukup dan higienis.
  6. Melakukan karantina uang Rupiah setoran Bank selama 7 hari sebelum diolah untuk diedarkan ke perbankan dan masyarakat di wilayah Provinsi NTT.
  7. Mendukung akselerasi penyaluran dana bantuan Pemerintah kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid 19 berupa bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), Program Sembako dan Bantuan Sosial Tunai (BST) serta Program Bantuan Dana Desa, tutup Daniel. (*/NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Bertemu Awak Media, Ini yang Disampaikan Kepala Perwakilan BI NTT

NTT AKTUAL. KUPANG. Dihadapan awak Media pada kegiatan SASANDO DIA (Santai-santai Baomong deng Media), yang berlangsung pada Senin (12/04/2021) Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), I Nyoman Ariawan Atmaja menyampaikan bahwa badai siklon tropis seroja yang mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi di beberapa wilayah di sejumlah Kabupaten/Kota di Provinsi NTT, berpotensi menjadi faktor penahan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2021.

“Lebih lanjut, kami akan melakukan asesmen lebih mendalam untuk mengetahui dampak bencana terhadap perekenomian di NTT, setelah mendapatkan data dan informasi antara lain luas panen, peternakan dan infrastruktur yang terdampak bencana,” ujar I Nyoman Ariawan Atmaja.

Sementara itu, perkembangan sistem keuangan pada Februari 2021 membaik, yang tercermin dari DPK, tumbuh 1,94% (yoy), meningkat dari bulan sebelumnya yang tumbuh 0,99% (yoy). Di sisi lain, kredit tumbuh sebesar 4,10% (yoy) sedikit melambat dari bulan sebelumnya yang mampu tumbuh 4,32% (yoy), jelas nya.

Dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan BI NTT dan berlangsung di Kedai Kopi Petir Kupang ini, I Nyoman Ariawan Atmaja juga menambahkan berdasarkan penggunaannya, kredit di NTT didominasi oleh kredit konsumsi dengan pangsa kredit sebesar 60% dan kredit produktif sebesar 40%. Kredit produktif (usaha) di NTT sebagian besar (62%) disalurkan ke sektor perdagangan berupa kredit UMKM.

Kegiatan yang berlangsung penuh keakraban ini juga turut pula dihadiri Deputi Kepala Perwakilan (Tim Perumusan dan Implementasi KEKDA), Hery Catur Wibowo, Deputi Kepala Perwakilan (Tim Implementasi SP, PUR dan MI), Daniel Agus Prasetyo, staf Kantor Perwakilan BI Provinsi NTT serta awak Media baik dari Media Online, Cetak dan Elektronik.

Dikesempatan ini Deputi Kepala Perwakilan (Tim Perumusan dan Implementasi KEKDA), Hery Catur Wibowo mengatakan Restrukturisasi kredit akibat Covid-19 di Provinsi NTT tercatat sebesar Rp4,7 triliun dari 59.574 debitur pada Maret 2021. Mayoritas restrukturisasi kredit dilakukan oleh pelaku usaha di sektor perdagangan dengan kontribusi sebesar 65,1% terhadap total restrukturisasi kredit.

Disamping itu, risiko kredit usaha tercatat masih tinggi, tercermin dari Loan-at-risk kredit modal kerja dan investasi yang melonjak sejak pandemi Covid-19 ke level 34,69% dan 58,93%. Bila dilihat berdasarkan sektor, tingkat risiko kredit di sektor akmamin, perdagangan, dan konstruksi masih berada pada level yang tinggi diatas 30%, jelas Hery. (*/NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Kondisi Layanan Perbankan di NTT Sudah Pulih Pasca Badai Siklon Seroja

NTT AKTUAL. KUPANG. Sebagai wujud komitmen Bank Indonesia bersama Perbankan untuk tetap menjaga kelancaran sistem pembayaran dan kebutuhan uang Rupiah masyarakat pasca bencana badai siklon Seroja di wilayah Provinsi NTT, kegiatan layanan di kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT tetap berlangsung normal.

Hal ini disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), I Nyoman Ariawan Atmaja melalui siaran pers nya, Selasa (6/04/2021).

Dirinya menambahkan kegiatan layanan di kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT tetap berlangsung normal, baik layanan tunai berupa penyetoran dan penarikan Bank serta penukaran, maupun layanan non tunai berupa pertukaran Warkat debet.

Demikian pula layanan Bank umum pada hari Selasa 6 April 2021 juga telah dibuka normal, untuk keseluruhan Provinsi NTT terdapat 62 Kantor Cabang Bank dan 313 ATM Bank serta layanan kliring di pada 15 Perbankan dan 2 Penyelenggara Warkat Debet (PWD) telah beroperasi, jelas I Nyoman Ariawan Atmaja.

Bank Indonesia akan terus berkoordinasi dengan Perbankan dan lembaga terkait lainnya untuk memantau perkembangan yang terjadi serta melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga agar kegiatan operasional sistem pembayaran dan pemenuhan kebutuhan uang Rupiah senantiasa dapat dilaksanakan, guna mendukung kegiatan transaksi di masyarakat termasuk mendukung upaya pemerintah dalam rangka pemulihan kegiatan ekonomi, tutupnya. (*/NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Hadiri Grand Opening Bank Artha Graha Cabang Kupang, ini Pesan Gubernur NTT

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT ingin agar sektor perbankan mendukung penuh pengembangan sektor pertanian, peternakan dan perikanan agar dapat menjadi dorongan bagi pembangunan Provinsi NTT. Hal tersebut disampaikannya pada saat memberikan sambutan dalam Grand Opening Kantor Cabang Kupang PT. Bank Artha Graha International Cabang Kupang pada Selasa (16/03/2021).

“Saya harapkan Bank Artha Graha dan seluruh perbankan di NTT agar serius pada seluruh sektor pembangunan seperti pertanian, peternakan juga perikanan. Perbankan harus menuju ke situ jangan semata-mata hanya mencari keuntungan tetapi juga berperan membangun NTT. Mendesain agar membantu UMKM bisa bertumbuh dengan produk-produk yang ada.
Hal tersebut akan bisa mendorong suplai chain kita sendiri untuk pariwisata. Saat ini kita masih datangkan daging dan telur ayam dari luar,” ujarnya.

“Perbankan harus siap untuk kreditnya masuk pada pertanian, peternakan, dan perikanan. Saat mayoritas penduduk NTT itu bekerja pada sektor itu tapi pada sektor-sektor ini kreditnya sangat kecil . Itu menunjukan bahwa pertumbuhan ekonomi pada sektor itu diabaikan. Kita berbicara negara agraris dan maritim tapi perbankan tidak tertarik pada hal ini. Mindset kita harus berubah dengan memperhatikan hal ini dan kita kerja harus serius dan mendesain bisnis itu mampu untuk sampai pada level marketnya,” papar Gubernur.

Ia mengatakan, Semuanya harus berperan pada sektor-sektor investasi ini. Sehingga UMKM dan Koperasi juga menghasilkan kekuatan ekonomi dan menjadi identitas ekonomi NTT yang menyangga ekonomi nasional. Ekonomi rakyat NTT harus bertumbuh menjadi kekuatan nasional.

“Kalau kita investasi pada sektor pertanian misalnya maka ada dua manfaat. Pertama, kita bisa mengangkat martabat mayoritas masyarakat NTT. Kedua kita bisa membuat size bisnisnnya. Misalnya Jagung, akan berkembang menjadi pakan ternak dan ada industri pakan ternaknya yang menguatkan bidang peternakan. Dengan peternakan yang kuat maka ada bisnis daging yang lebih maju,” tambahnya.

Gubernur juga memberikan apresiasi pada Pimpinan dan Jajaran Bank Artha Graha atas peresmian kantor yang baru tersebut.

Sementara itu, Kepala OJK NTT Robert Sianipar berharap dengan Kantor Baru Bank Artha Graha maka pimpinan dan
jajaran Bank Artha Graha bisa berperan aktif juga berkontribusi untuk mendorong perekonomian NTT. “Situasi Kantor ini lebih nyaman dan saya harap bisa memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Pimpinan Bank Arta Graha Cabang Kupang Nikolas Febrianto mengatakan Kantor Cabang Arta Graha ini merupakan relokasi dari cabang lama yang sebelumnya terletak di jalan Mohammad No 54 Kupang.

Nikolas mengatakan Bank Arta Graha internasional Kupang akan memberikan layanan perbankan berbasis digital dengan suasana yang lebih nyaman kepada nasabah. Hal ini sejalan dengan road map Bank Arta Graha Internasional terhadap transformasi perbankan digital, dimana untuk melakukan transaksi perbankan nasabah tidak perlu datang lagi ke bank melainkan dapat melakukannya dari rumah atau dari manapun melalui smartphone. Nasabah juga dapat melakukan transaksi tanpa harus antrian,” ungkapnya. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

OJK Terus Berikan Stimulus Guna Mendorong Pemulihan Ekonomi Pasca Covid

NTT AKTUAL. KUPANG. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memberikan stimulus guna mendorong pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19.

Beberapa kebijakan sebagai stimulus untuk mendorong pemulihan ekonomi yang dikeluarkan oleh OJK yakni penurunan rasio ATML baik di sektor otomotif, properti dan juga sektor kesehatan.

Hal ini disampaikan Pembina Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan (FKLJK) Provinsi NTT, yang juga Kepala OJK NTT Robert H. P. Sianipar dalam acara pertemuan bersama awak Media yang berlangsung di The Kings Kupang, Senin (8/03/2021).

“Pemerintah melalui kebijakan fiskal sudah mengeluarkan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPBM) untuk otomotif nol persen, BI juga mengeluarkan kebijakan moneter dengan penurunan suku bunga, lalu OJK juga mengeluarkan kebijakan sebagai stimulus yaitu dengan penurunan rasio ATML baik di sektor otomotif, properti dan juga sektor kesehatan. Inilah yang dikatakan sebagai sinergi kebijakan,” ujar Robert.

Dirinya menambahkan kebijakan-kebijakan ini adalah untuk mendorong gairah dari para pelaku usaha khususnya para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). “Jadi melalui rekan-rekan media tolong disampaikan ke masyarakat bahwa Sektor jasa keuangan siap dan terus bersinergi untuk mendorong pemulihan ekonomi,” ungkap Robert.

Selain itu OJK terus memberikan stimulus termasuk melakukan upaya-upaya digitalisasi UMKM, kemudian juga pelanjutan kebijakan restrukturisasi kredit. “Jadi kemudahan-kemudahan yang sebelumnya ditawarkan dari bulan Maret yang harusnya berakhir di April 2021 ini diperpanjang setahun sampai 2022. Tentunya dengan beberapa ketentuan, bagaimana memberikan kesempatan kepada para pelaku UMKM bisa bertahan melewati krisis pasca Covid,” ujar Robert.

Disisi lainnya OJK bersama-sama dengan Lembaga Jasa Keuangan ini ada namanya tim percepatan akses keuangan daerah. “Jadi kita ada bersama-sama dengan pemerintah baik di Pokja Keuangan maupun Pokja Sektor Ril. Kita mengidentifikasi mana produk dan komoditi unggulan yang perlu diberikan akses pembiayayaan. Apabila ada pelaku UMKM yang sulit memperoleh akses pembiayayaan tolong sampaikan kepada kami apa kendala nya,” tandasnya.

Ditempat yang sama, Ketua FKLJK Provinsi NTT yang juga merupakan Direktur Utama Bank NTT, Alex Riwu Kaho pada kesempatan ini mengatakan dari beberapa catatan yang kami peroleh bahwa dalam triwulan pertama ini di bulan Maret sudah menunjukkan adanya langkah-langkah maju dalam beberapa aktivitas di beberapa lingkungan pemerintah Kabupaten/Kota dan Provinsi.

“Mudah-mudahan ini tanda-tanda baik untuk pemulihan aktivitas secara menyeluruh bisa berjalan lebih cepat,” ujarnya.

Disisi lain relaksasi kebijakan juga terus di kembangkan baik oleh OJK maupun pihak kementerian atau pihak pemerintah sehingga investasi di beberapa sektor tertentu seperti kesehatan, pendidikan, dan perhubungan bisa mempercepat pulihnya pembangunan atau perkembangan pemulihan ekonomi baik dalam skala Nasional regional maupun domestik, jelas Alex.

Partisipasi dan kontribusi kita semua untuk mempercepat pemulihan ekonomi di NTT dengan berbagai relaksasi kebijakan yang telah dikeluarkan oleh berbagai lembaga termasuk OJK akan sangat membantu kita keluar dari kondisi yang terpuruk karena pandemi Covid-19, pungkasnya. (NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Bank NTT Turunkan Suku Bunga Kredit Konsumsi Dari 14% Menjadi 10%

NTT AKTUAL. KUPANG. Bank adalah lembaga jasa keuangan yang tugas utamanya menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya dalam bentuk kredit. Bank Indonesia dan OJK sebagai regulator dan pengawas lembaga jasa keuangan menghendaki agar lembaga perbankan dapat menjadi lembaga yang dapat mendorong perbaikan perekonomian nasional, mendorong mobilitas perdagangan, meningkatkan minat usaha melalui pemberian modal oleh lembaga keuangan dengan suku bunga yang terjangkau.

Dalam pelaksanaannya sektor usaha mikro kecil dan menengah menjadi pusat perhatian pemerintah maupun lembaga regulator dan pengawas guna menopang perekonomian negara. Dimasa pandemic Covid ini kebijakan-kebijakan dari regulator dan pengawas muncul dan sebagai bentuk respon cepat guna memulihkan stabilitas perekonomian negara dan mengembalikan semangat usaha para pelaku usaha Bank Indonesia mengambil langkah menurunkan BI Repo Rate. Usaha Bank Indonesia untuk menurunkan BI Repo Rate sebesar (BI – 7DRRR) 25 bps menjadi 3,50 persen dinilai baik untuk merangsang pertumbuhan ekonomi dalam dunia usaha.

Direktur Utama Bank NTT, Alex Riwu Kaho dalam kegiatan jumpa pers bersama awak media, Selasa (9/03/2021) sore mengatakan Bank pembangunan Daerah pun sebagai kas daerah dan motor penggerak ekonomi di daerahnya juga berupaya dan menguatkan perekonomian daerah dengan merangsang para pelaku usaha baik dari sektor industri berskala besar, kecil maupun mikro dengan menurunkan suku bunga dasar kredit untuk segala segmen.

Suku Bunga Dasar Kredit Berlaku efektif pun dikeluarkan per Maret 2021 menjadi simultan bagi pelaku usaha maupun masyarakat dalam mendukung usahanya. Berdasarkan hasil rapat ALCO Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur menetapkan : Suku Bunga Kredit Konsumsi (SBDK) diturunkan 400 bbs dari bunga 14% menjadi 10%, jelas Alex Riwu Kaho didampingi Direktur Umum Bank NTT, Yohanes Landu Praing, Direktur Kepatutan, Hilarius Minggu dan Direktur Pemasaran Kredit, Paulus Stefen Messakh.

Dengan penurunan SBDK ini masyarakat akan terdorong untuk meminjam baik untuk konsumsi maupun untuk kegiatan usaha sehingga daya beli masyarakat menjadi pulih lagi dan sektor-sektor ekonomi dapat pulih dari kelesuan disaat pandemic ini, jelas Alex Riwu Kaho.

Bank NTT berharap agar masyarakat NTT tetap aktif dalam geliat perekonomian dan tetap menaruh kepercayaan setelah diluncurkan suku bunga kredit yang baru, tutupnya. (*/NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Gubernur : Kita Harus Lakukan Antisipasi Untuk Capai Target Modal Inti Bank NTT Tahun 2024

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) selaku Pemegang Saham Pengendali memimpin Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa bank NTT secara virtual dengan para Bupati/Walikota se-NTT selaku Pemegang Saham Seri A dan para pemegang Saham Seri B di ruang Rapat Gubernur, Rabu (10/2/2021).

Tampak hadir mendampingi Gubernur Viktor, Jajaran Komisaris Bank NTT yakni Komisaris Utama, Juvenile Jodjana, Komisaris Independen, Semuel Djoh D. dan Frans Gana. Serta jajaran Dewan Direksi yang terdiri dari Direktur Utama, Harry Alexander Riwu Kaho, Direktur Umum, Yohanis Landu Praing dan Direktur Kepatuhan, Hilarius Minggu serta Notaris Serlina Sari Dewi Darmawan.

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa bank NTT yang berlangsung secara virtual, bertempat di ruang Rapat Gubernur NTT, Rabu (10/2/2021). Dokumentasi : Biro Administrasi Pimpinan Kupang

Tiga agenda utama yang dibahas dalam RUPS Luar Biasa tersebut yakni Pertama, Laporan surat Pengunduran Diri dari Direktur Pemasaran Dana yang diajukan pada 27 Nopember 2020 dan progres proses penggantiannya. Kedua, Pengangkatan dan Penetapan Direktur Pemasaran Kredit berdasarkan surat Persetujuan OJK Nomor SR-427/PB.12/2020 tanggal 30 Desember 2020. Ketiga, laporan progres penerbitan Peraturan Daerah terkait rencana penambahan setoran modal masing-masing Pemerintah Daerah dalam rangka pemenuhan modal inti Bank NTT sebesar 3 Triliun di tahun 2024.

Terkait agenda pertama dan kedua, semua peserta RUPS Luar Biasa menerima surat Pengunduran diri dari Absalom Sine selaku Direktur Pemasaran Dana dan Pengangkatan Paulus Stefen Messakh sebagai Direktur Pemasaran Kredit. Sambil menanti penetapan Direktur Pemasaran Dana yang baru, Dirut Bank NTT akan merangkap tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Pemasaran Dana.

“Terima kasih kepada bapak Absalom Sine yang telah mengabdi di Bank NTT selama 30 tahun. Komite Renumerasi dan Nominasi (KRN) akan segera melakukan proses rekruitmen untuk pengganti beliau. Karenanya susunan Dewan Direksi PT Bank Pembangunan Daerah NTT untuk saat ini adalah Direktur Utama sekaligus Plt. Direktur Pemasaran adalah Harry Alexander Riwu Kaho, Direktur Pemasaran Kredit, Paulus Stefen Messakh, Direktur Umum Yohanis Landu Praing, dan Direktur Kepatuhan, Hilarius Minggu,” jelas Komisaris Utama, Juvenile Jodjana.

Terkait agenda ketiga, Direktur Kepatuhan, Hilarius Minggu menjelaskan sudah ada 16 pemerintah daerah (Pemda) termasuk Pemprov NTT yang telah terbitkan Peraturan Daerah (Perda) Penyertaan Modal pada bank NTT sampai tahun 2024. Ada 4 Pemda yakni Kabupaten Kupang, Manggarai, Flores Timur dan Manggarai Barat yang Perda Penyertaan Modalnya sampai tahun 2021 dan 2022. Namun sudah ada surat kesanggupan penyertaan modal sampai tahun 2024 dari Bupati/Sekda. Sementara 3 Kabupaten yakni Kota Kupang, Sumba Barat Daya dan Ngada, perdanya sudah berakhir 2020 namun sudah ada surat kesanggupan penyertaan modal sampai 2024 dari Bupati/Sekda, kecuali Kabupaten Ngada yang belum ada surat kesanggupannya.

Hilarius menjelaskan, pada tahun 2020 modal yang disetor ke Bank NTT sudah mencapai sekitar Rp 1.562 triliun. Untuk tahun 2021 ini, baru dua Kabupaten yang melakukan penyetoran modal sesuai Perda yakni Kabupaten Alor sebesar Rp 3 Miliar dan Malaka sebesar Rp. 10 M. Lanjut Hilarius, Sesuai Peraturan OJK Nomor 12 Tahun 2020 tentang syarat Modal Inti Bank Pembangunan Daerah (BPD) yakni Rp. 1 triliun untuk Tahun 2020, Rp. 2 Triliun di tahun 2021, dan Rp. 3 Triliun di tahun 2024.

“Bank NTT memiliki modal inti aktual sampai tahun 2020 sebesar Rp. 1,779-an triliun. Jadi untuk tahun 2020, kita kelebihan modal inti sebesar Rp. 779-an miliar. Namun untuk tahun 2021 kita masih kurang sebesar Rp. 220-an miliar dan proyeksi untuk tahun 2024 dengan modal inti yang ada sekarang, kita kekurangan Rp. 1,220-an triliun. Kalau semua Pemerintah Daerah baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota berkomitmen lakukan setoran modal sesuai Perda maupun surat kesanggupan dari Bupati/Sekda, maka hal ini akan bisa tercapai bahkan bisa melebihi target yang ditetapkan OJK. Namun apabila Pemda belum bisa memastikan hal ini, maka kemungkinan kekurangan kita sampai tahun 2024 diproyeksi bisa mencapai Rp. 220-an miliar. Untuk mengatasi ini, manajemen akan menawarkan kepada investor agar menyertakan modal pada Bank NTT sebesar 10-20 persen dari modal inti Rp. 3 triliun atau sebesar Rp. 300-600 miliar secara bertahap mulai tahun 2022,” jelas Hilarius.

Menanggapi hal ini, Gubernur NTT selaku Pemegang Saham Pengendali menawarkan agar dilakukan antisipasi untuk capai modal inti sesuai aturan OJK. Sembari berupaya keras melakukan penyetoran modal sesuai Perda dan surat kesanggupan, juga dibuka ruang pembicaraan dengan investor.

“Dalam situasi seperti ini, kita harus jalan dan antisipasi ibaratnya seperti dua mesin untuk pesawat. Kalau satu mesin saja dan tiba-tiba macet, ibarat pesawat, kita bisa jatuh. Karenanya saya minta dalam RUPS ini untuk dibuka kesempatan bagi Komisaris dan Direksi untuk membuka ruang pembicaraan dengan investor. Sehingga kalau kita meleset atau kurang capai target, ada investor yang bisa membantu kita. Saran saya, kita membuka ruang untuk menawarkan saham-saham kita kepada investor secara bertahap mulai 2022 sesuai anjuran direksi tadi,” jelas Gubernur.

Lebih lanjut Gubernur Viktor menjelaskan tawaran antisipatif tersebut semata-mata untuk menyelamatkan Bank kebanggaan masyarakat NTT tersebut sesuai peraturan OJK.

“Karena kalau target ini tidak tercapai, resikonya sangat besar. Bisa jadi, kita akan kehilangan Bank NTT karena akan dimerger dengan bank lain sesuai aturan OJK. Prinsipnya kita setuju kalau bank ini tidak perlu (insentif) dari luar, tapi kita juga tidak boleh mengambil risiko dengan waktu yang sangat mepet. Kita harus menyiapkan strategi dua mesin ini dari sekarang. Kita memberi kesempatan kepada manajemen bank NTT untuk buka diskusi dengan investor sesuai Peraturan Perundang-undangan yang berlaku sambil berupaya mendorong Pemda melakukan kewajibannya sesuai perda atau surat kesanggupan,” jelas Gubernur Viktor.

Menanggapi hal ini, para Bupati/Walikota selaku pemegang saham seri A dan para pemegang saham seri B mendukung penuh usulan Gubernur Viktor.

“Dengan adanya wabah Pandemi Covid-19 yang kita tidak tahu kapan akan berakhir, tentu akan sangat menyulitkan bagi Pemerintah Daerah. Karena kita juga harus fokuskan anggaran untuk penanganan Covid sehingga berakibat pada penyertaan modal dari Pemda ke Bank NTT. Karenanya saya sangat mendukung usulan Gubernur untuk melakukan langkah antisipasi dengan membuka pembicaraan dengan investor,” jelas Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do. (*)

Sumber berita + foto : Siaran Pers Biro Administrasi Pimpinan Kupang