Arsip Kategori: EKONOMI

Bank NTT Tetap Tumbuh di Tengah Tantangan Pandemi Covid-19

NTT AKTUAL. KUPANG. PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) tetap bertumbuh ditengah tantangan Pandemi Covid-19.

Walaupun pandemi Covid-19 memberikan dampak dan tekanan bagi perkembangan bisnis Bank NTT di tahun 2021, akan tetapi disisi lain kinerja Bank NTT hingga akhir Desember 2021 masih tetap tumbuh.

Direktur Utama (Dirut) Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho pada kegiatan Media Gathering Akhir tahun 2021 bersama awak Media, Kamis (30/12/2021) bertempat di Sonaf Room Subasuka Paradise Kupang mengatakan indikator Asset Bank NTT pada Realisasi Per 28 Desember 2021 yaitu Rp. 16 Triliun. DPK pada Realisasi Per 28 Desember 2021 yaitu Rp. 12.7 Triliun. Giro pada Realisasi Per 28 Desember 2021 yaitu Rp. 2.3 Triliun. Tabungan pada Realisasi Per 28 Desember 2021 yakni Rp. 3.9 Triliun. Deposito pada Realisasi Per 28 Desember 2021 yakni Rp. 6.5 Triliun. Kredit pada Realisasi Per 28 Desember 2021 Rp. 11 Triliun. LDR pada Realisasi Per 28 Desember 2021 adalah 87,69%. Laba Sebelum Pajak pada Realisasi Per 28 Desember 2021 yaitu Rp. 321 Milyar.

Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho (kedua dari kanan) saat memaparkan Kinerja Bank NTT Tahun Buku 2021 pada kegiatan Media Gathering Akhir tahun 2021 bersama awak Media, Kamis (30/12/2021) bertempat di Sonaf Room Subasuka Paradise Kupang. Dokumentasi : Nataniel Pekaata/NTT AKTUAL

“Laba ini masih sedikit dibawah dari 31 Desember 2020. Tetapi kita optimis akan terjadi pelampauan atau Year on Year (y on y) melampaui perolehan laba di tahun buku 2020. Untuk finalnya nanti kita akan diaudit oleh KP, sehingga kinerja keuangan yang disampaikan ini bersifat sementara. Laba setelah di audit oleh KP itu menjadi final,” ujar Dirut.

Dirinya pada kesempatan ini menjelaskan pula bahwa Ringkasan pencapaian realisasi program strategis kerja Bank NTT di Tahun 2021 yakni sebagai berikut :

1. Momentum HUT Bank NTT pada tanggal 17 Juli 2021 lalu, Bank NTT mempersembahkan layanan Super Smart Bank dengan melakukan re-branding layanan Smart Branch di 2 (dua) kantor cabang (KCU dan KCK) serta meluncurkan layanan Digital funding dan lending dalam 1 (satu) aplikasi yaitu Aplikasi B-Pung Mobile Bank NTT dengan memiliki beragam fitur layanan seperti Bayar Tagihan, Virtual Account, Pickup Service, Belanja Online, Tarik Tunai Tanpa Kartu, Beli Pulsa HP & Listrik, Data Lokasi ATM terdekat, Pay QRIS, Transfer, Portofolio (Informasi Saldo Tabungan, Giro, Deposito serta Baki Debet Pinjaman), selain itu pada momentum perayaan HUT Ke-63 Provinsi Nusa Tenggara Timur, Bank NTT meluncurkan dua fitur baru pada aplikasi B-Pung Mobile yaitu Online On Boarding (layanan buku tabungan online), Be-Pinjam (Pengajuan Kredit Multiguna dan Kredit Merdeka online) dan mengembangkan layanan delivery channel pada mesin EDC Bank NTT yang digunakan untuk melakukan transaksi tidak hanya transaksi menggunakan debit GPN tetapi dapat bertransaksi menggunakan Kartu Debit/Kartu Kredit berlogo Visa/Mastercard pada mesin EDC Bank NTT.

2). Dukungan Bank NTT dalam mempercepat pemulihan ekonomi di Tahun 2021 yaitu penyaluran Kredit atas Penempatan Dana PEN di Bank NTT, Layanan Digital Banking, Memfasilitasi Rekening Dana Bantuan dari Pemerintah Pusat, Pemda dan Pihak Swasta, Bantuan kemanusiaan melalui Dana CSR, Agen Laku Pandai, Agen Dia Bisa Bank NTT, Produk Tabungan untuk para pelaku Usaha dan Pemberian Kredit Mikro serta Program Edukasi Inklusi Keuangan Program “Ramai Skali” Bank NTT yaitu “Kompetensi Kreatif Inklusi Keuangan Tahun 2021, antara lain Kompetisi Video Edukatif, Foto Produk, Karya Penulisan dan Cipta Jingle.

3). Sebagai bentuk rasa syukur dan penghargaan serta ucapan terima kasih atas loyalitas nasabah yang selama ini sudah setia dan mempercayakan kebutuhan perbankannya pada Bank NTT, di tanggal 29 Oktober 2021 Bank NTT menyelenggarakan Acara Spesial “Dedikasi Award” yang ke 3 (tiga) kalinya, tidak hanya itu, momentum acara dedikasi award juga sebagai penghargaan atas pencapaian kinerja cabang terhadap target dana pihak ketiga serta produk dan program Bank NTT, juga penghargaan kepada pegawai atas inovasi bidang teknologi, informasi, Bidang UMKM dan Panitia HUT Ke-59 Smart Branch Bank NTT serta Teladan Gerakan Patuh IV periode 2020.

4). Bank NTT akan terus mendukung upaya pemerintah dalam penanganan Covid-19 bekerja sama dengan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), Dinas Kesehatan Provinsi NTT sebanyak 1.250 warga Kecamatan Semau dan Semau Selatan mendapat vaksin sinovac pada bulan Agustus 2021 sehingga dapat mendorong terciptanya kekebalan komunitas / herd immunity diseluruh lapisan masyarakat guna mendukung pemulihan ekonomi nasional.

5). Bank NTT terus mendukung pertumbuhan dan pengembangan perekonomian di Nusa Tenggara Timur dalam upaya peningkatan kesejahteraan dan pembangunan ekonomi di Provinsi NTT, dengan berkomitmen dalam peningkatan kerjasama dengan seluruh Pemerintah Daerah baik Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota.

6). Bank NTT tetap mendorong peningkatan layanan Kredit Merdeka sebagai solusi pembiayaan ekonomi mikro di desa-desa. Pengembangan ekonomi dan pariwisata juga dilakukan melalui pengembangan desa binaan Bank NTT. Pola kemitraan dan kolaborasi akan terus dilakukan antara Bank NTT dengan Pemerintah Daerah dalam rangka mewujudkan masyarakat NTT yang sejahtera.

7). Tanggal 29 Desember 2021, Pelantikan Bapak Christofel S.M. Adoe sebagai Direktur Kepatuhan PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur Periode 2021-2026.

Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho pada kesempatan ini juga memaparkan pula Prestasi dan Penghargaan yang diterima Bank NTT di Tahun 2021, yaitu antara lain :

1). Bank NTT mendapatkan Penghargaan dari Kementerian Keuangan, Kantor Perbendaharaan Pajak atas kontribusinya kepada Negara berupa “Wajib Pajak Berkontribusi Signifikan Tahun 2020”.

2). Bank NTT meraih sukses keberhasilan membawa Bank NTT di Tahun 2021 masuk dalam Tingkat Kesehatan Bank pada peringkat 2 (PK-2).

3). Pencapaian tingkat kesehatan Bank NTT Sehat menjadi momentum Bank untuk realisasi rencana strategis menjadi Bank Devisa. Rencana strategis menjadi Bank Devisa mulai dipersiapkan dalam Tahun 2021 dengan target di Tahun 2023 Bank NTT menjadi Bank Devisa.

4). Bank NTT meraih 4th the best Indonesia Corporate Secretary dan Corporate Communication Award VI 2021 tanggal 11 Juni 2021.

5). Bank NTT meraih penghargaan dari Warta Ekonomi kategori BPD Buku 2 yaitu Very Good Financial Performance of Indonesia Best BPD 2021 dan Improving Community Engagement of the Utilization of Banking Services.

6) Bank NTT meraih 3 (tiga) kategori penghargaan dalam TOP BUMD Award 2021 dari Majal TOP Business yaitu Gubernur NTT Bapak Viktor B. Laiskodat sebagai TOP Pembina BUMD 2021, PT. Bank Pembangunan Daerah NTT sebagai TOP BUMD Award 2021 dan meraih predikat sebagai BUMD BPD bintang 4 dan Direktur Utama Bank NTT sebagai TOP CEO BUMD 2021.

7). Bank NTT meraih dua penghargaan dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia karena mampu mengelola kas titipan secara luar biasa dan juga Bank NTT memberikan layanan pada masyarakat di daerah terpencil, yakni sebagai PJSP Bank Pendukung Implementasi QRIS Terbaik Tahun 2021 dan Bank NTT Kantor Cabang Khusus (KCK) sebagai Bank penarik uang pecahan kecil terbanyak di NTT Tahun 2021.

8). Bank NTT meraih penghargaan bergengsi dan prestisius ‘Indonesia Enterprise Risk Management Award (IERMA) IV-2021 dan penghargaan yang sama dari economic review sebagai “The Big 6 Indonesia Enterprise Risk Management -IV-2021 dengan category Buku 2 nilai asset Rp. 15 Triliun =< Rp. 25 Triliun.

Untuk diketahui selain dihadiri Direktur Utama Bank NTT, pada kegiatan Media Gathering ini juga turut pula dihadiri Direktur Kredit Bank NTT, Direktur Teknologi Informasi dan Operasional Bank NTT, Direktur Kepatuhan Bank NTT, Kepala Divisi Riset dan Pengembangan Bank NTT, Kepala Divisi Operasional Bank NTT, Kepala Divisi Manajemen Resiko Bank NTT, Kepala Divisi Kredit serta para awak Media baik dari Media Online, cetak dan elektronik. (*/NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Pertemuan Tahunan BI 2021, Bank NTT Raih Tiga Apresiasi

NTT AKTUAL. KUPANG. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memberikan apresiasi untuk Bank NTT. Apresiasi ini diserahkan langsung oleh Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja kepada Manajemen Bank NTT saat acara pertemuan tahunan BI tahun 2021, yang berlangsung di ruang Nemberala – Kantor Perwakilan BI Provinsi NTT, Rabu (24/10/2021).
Apresiasi ini yaitu meliputi :
1. PT. BPD NTT mendapat apresiasi PTBI sebagai PJSP Bank Pendukung Implementasi QRIS Terbaik Tahun 2021.
2. Bank NTT KCK, mendapat apresiasi sebagai bank penarik Uang Pecahan Kecil Terbanyak di NTT Tahun 2021.
Selain memperoleh apresiasi dari Kantor Perwakilan BI NTT, Bank NTT juga memperoleh apresiasi dari BI Pusat di tingkat Nasional yakni meraih peringkat pertama sebagai Bank Pengelola Kas Titipan Terbaik di daerah 3 T (Terdepan, Terluar, Terpencil) dan Apresiasi ini diperoleh Bank NTT Waikabubak.
Saat ditemui awak Media, Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja mengatakan
“Kami memberikan apresiasi kepada Bank NTT karena memang Bank NTT ini selalu memberikan pelayanan kepada masyarakat hingga daerah-daerah terpencil. Selain itu Bank NTT juga sangat baik dalam mengedarkan uang pecahan,” ujar Kepala Perwakilan BI NTT.
Kepala Perwakilan BI NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja saat menyerahkan apresiasi dalam bentuk plakat kepada Bank NTT, Rabu (24/11/2021).
Dirinya menambahkan diberikannya apresiasi dari Kantor Perwakilan BI NTT kepada Bank NTT KCK karena Bank NTT KCK melayani penukaran uang pecahan kecil masyarakat dengan baik dan banyak juga nasabah-nasabah Bank NTT KCK yang menggunakan uang pecahan.
Kepala Perwakilan BI NTT pada kesempatan ini juga menjelaskan mengapa uang pecahan kecil penting, karena menurutnya uang pecahan kecil ini sangat penting di dalam transmisi tukar menukar barang dan jasa.
Kepala Perwakilan BI NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja
Selain itu dirinya juga sangat memberikan apresiasi karena Bank NTT aktif masuk ke Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk menggunakan QRIS.
“Kita juga bekerjasama dengan Bank NTT untuk melakukan elektronifikasi transaksi Pemerintah Daerah, jadi Agent Of Development dari Bank NTT itu sangat besar perannya, terutama mengelektronifikasi ekonomi dan keuangan daerah,” tuturnya.
Semoga dengan apresiasi ini Bank NTT semakin maju, semakin lebih baik lagi kedepannya untuk menjadi agen pembangunan di Provinsi NTT dan lebih sungguh melayani masyarakat, pungkasnya.
Untuk diketahui pertemuan tahunan BI tahun 2021 ini berlangsung secara Virtual yakni melalui Zoom dan YouTube. (NA)
Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Kehadiran Telaga Nirwana, Datangkan Berkat Bagi Pria Paruh Baya Penarik Rakit ini

NTT AKTUAL. BA’A. Bermodalkan rakit bambu yang dimilikinya, pria paruh baya bernama lengkap Elias Litik dapat menyokong kebutuhan keluarganya. Rakit bambu yang dimiliki ini digunakan dirinya untuk mengantar wisatawan baik domestik maupun mancanegara yang ingin menuju batu berbentuk hati yang terteletak di obyek wisata Telaga Nirwana.

Telaga Nirwana merupakan salah satu obyek wisata yang berada di Kecamatan Rote Barat Daya Kabupaten Rote Ndao Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Saat ditemui awak Media, Jumat (19/11/2021) Elias mengatakan profesi sebagai penarik rakit bambu di telaga Nirwana ini sudah ditekuninya selama kurang lebih tiga tahun.
Pria paruh baya yang berprofesi sebagai penarik rakit bambu di Telaga Nirwana, Elias Litik. Dokumentasi : Nataniel Pekaata/NTT AKTUAL
“Saya sudah menekuni pekerjaan sebagai pemilik rakit bambu ini selama tiga tahun dan untuk membuat rakit ini saya membeli bambunya dari Kecamatan Rote Timur,” ujar pria yang saat ini berusia 61 tahun.
Dirinya menambahkan pendapatan yang diperoleh nya dari profesi sebagai pemilik rakit bambu ini relatif, ada waktunya ramai pengunjung dan terkadang pengunjung juga sepi.
Para pengunjung telaga nirwana yang menggunakan jasa rakit bambu milik Elias Litik dan menikmati keindahan batu berbentuk hati di telaga nirwana, Jumat (19/11/2021). Dokumentasi : Nataniel Pekaata/NTT AKTUAL
“Kalau pengunjung sedang ramai saya mendapat keuntungan bisa mencapai kisaran Rp.150.000 hingga Rp.200.000. Tetapi kalau sedang sepi penghasilan yang saya peroleh hanya mencapai Rp.200.000 per minggunya nya. Apalagi di saat Pandemi Corona seperti saat ini pendapatannya minim,” tutur Elias.
Pendapatan yang diperolehnya ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. “Saya memiliki tiga orang anak, lima orang cucu dan satu orang cece saat ini,” ujarnya.
Dirinya menceritakan selama membawa para wisatawan yang berkunjung ke telaga nirwana dan menaiki rakit miliknya para wisatawan mengisahkan sangat mengagumi keindahan dan pesona alam yang ada di telaga nirwana dan wisatawan juga mengagumi keindahan karang yang berbentuk hati tersebut.
“Wisatawan baik domestik maupun mancanegara sangat mengagumi keindahan telaga nirwana. Saya sudah pernah membawa wisatawan yang berasal dari Australia dan mereka mengagumi keindahan alam yang ada di telaga Nirwana ini, untuk menggunakan rakit bambu ini saya beri tarif yang  murah dan terjangkau yakni Rp.10.000 per orang nya untuk pulang pergi,” pungkasnya.
Untuk diketahui bagi masyarakat yang hendak melihat keindahan telaga nirwana dapat menumpang perahu-perahu kecil yang dimiliki masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan yang berada di sekitar pantai Oeseli Kecamatan Rote Barat Daya dan dengan durasi kurang lebih 10 menit dari pinggir pantai Oeseli pengunjung tiba di telaga nirwana dan pengunjung harus menempuh jalur dengan berjalan kaki dari bibir pantai ke telaga nirwana. (NA)
Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Triwulan II 2021, Jumlah Transaksi e-Commerce di NTT Mencapai Rp214,74 Juta

NTT AKTUAL. KUPANG. Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) selalu aktif mengejar ketinggalan dari daerah lain yang lebih maju di Indonesia dari sisi digital. Secara transaksi, pada triwulan II 2021 jumlah transaksi e-Commerce di NTT mencapai Rp214,74 juta, atau mengalami peningkatan 87,45% (yoy), lebih tinggi bila dibandingkan transaksi periode yang sama tahun sebelumnya. Transaksi Uang Elektronik atau dompet elektronik pada periode Januari sampai dengan Agustus 2021 mencapai Rp192,61 juta, meningkat 614,14% (yoy). Selanjutnya untuk transaksi pembayaran menggunakan QR Code atau QRIS dari Januari hingga Juli 2021 tercatat telah mencapai Rp18,74 miliar. Rata-rata transaksi yang relatif meningkat, menggambarkan Provinsi NTT telah mulai bergerak menuju digitalisasi dan pertumbuhan transaksinya cukup signifikan.

Hal ini disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja saat memberikan sambutan dan membuka secara resmi kegiatan “Sosialisasi Interoperabilitas Layanan Sistem Pembayaran dan QRIS Tahun 2021” yang berlangsung via Zoom, hari ini Selasa (12/10/2021).

“Dengan adanya digitalisasi sistem pembayaran di NTT tersebut, kami harapkan pertumbuhan ekonomi di NTT juga dapat terakselerasi. Pertumbuhan ekonomi NTT pada triwulan II 2021 tumbuh sebesar 4,22% (yoy), dan kami perkirakan di triwulan III 2021 ini masih terus meningkat dan dapat tumbuh sebesar 3,49 % (yoy),” ujar Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja saat memberikan sambutan dan membuka secara resmi kegiatan “Sosialisasi Interoperabilitas Layanan Sistem Pembayaran dan QRIS Tahun 2021” yang berlangsung via Zoom, hari ini Selasa (12/10/2021). Dokumentasi : Istimewa

Dirinya menambahkan Tantangan dalam mengakselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan tentunya sangat banyak. Salah satunya adalah literasi digital SDM Indonesia yang masih relatif rendah khususnya di NTT. Oleh karena itu, BI secara intensif melakukan sosialisasi dan edukasi seperti yang dilaksanakan pada hari ini.

“Kami percaya Bapak/Ibu Akademisi dan Mahasiswa/Mahasiswi di NTT dapat menjadi agen perubahan dan berperan aktif dalam mendorong transformasi digital di Indonesia khususnya di NTT. Cara mudah dalam berpartisipasi adalah dengan menggunakan layanan Sistem Pembayaran secara non tunai dalam bertransaksi.

Untuk diketahui kegiatan “Sosialisasi Interoperabilitas Layanan Sistem Pembayaran dan QRIS Tahun 2021” ini dilaksanakan dalam rangka memberikan edukasi dan juga literasi kepada masyarakat khususnya Mahasiswa di NTT terkait layanan sistem pembayaran dan juga Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Kegiatan ini dilaksanakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT bersama dengan Departemen Penyelenggara Sistem Pembayaran (DPSP).

Kegiatan ini diikuti oleh Akademisi dan Mahasiswa dari sejumlah Universitas di Provinsi NTT, dan para peserta antusias mengikuti kegiatan. (*/NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Sahabat UMKM Dukung Pengembangan Ekonomi di Kota Kupang

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Sahabat UMKM sebagai komunitas yang menjadi wadah sosialisasi dan komunikasi para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di tingkat Nasional siap memberikan dukungan penuh terhadap upaya pengembangan UMKM di Kota Kupang.

Dukungan tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Sahabat UMKM, Faisal Hasan Basri pada pembukaan kegiatan Asessment dan Sosialisasi Program Sahabat UMKM di Kota Kupang, yang berlangsung di Aula Garuda Kantor Wali Kota Kupang, Rabu (6/10/2021). Kegiatan dibuka oleh Staf Ahli Wali Kota Kupang Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Drs. Thomas Didimus Dagang, M.Si. Turut mendampingi Kepala Bidang UKM pada Dinas Koperasi dan UMKM Kota Kupang, Ibu Rika Zogara.

Sekjen Sahabat UMKM berterima kasih kepada Pemerintah Kota Kupang yang telah memberikan kesempatan kepada mereka untuk bisa bertemu langsung dengan para pelaku UMKM yang merupakan pejuang ekonomi di Kota Kupang. Dia berharap kegiatan yang mereka gelar pada hari ini bisa memberikan kontribusi pada upaya pengembangan UMKM di Kota Kupang. Menurutnya kegiatan ini akan berkesinambungan, tidak hanya sekedar sosialisasi tapi akan dilanjutkan dengan program pendampingan yang rencananya akan berlangsung pada akhir Oktober 2021 mendatang secara online.

Staf Ahli Wali Kota Kupang Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Drs. Thomas Didimus Dagang, M.Si, mengapresiasi kegiatan yang merupakan program keberlanjutan pemberdayaan UMKM melalui peningkatan kompetensi ini. Menurutnya kegiatan yang berfokus pada digitalisasi dan daya saing pelaku usaha lokal agar dapat bertumbuh dan bertahan dalam kondisi krisis ini tentunya menjadi peluang yang berharga bagi para pelaku UMKM di Kota Kupang. Para peserta yang hadir akan dibekali dengan berbagai ilmu dan informasi yang bermanfaat bagi peningkatan bisnis yang dijalankan ke depan.

Menurutnya pandemi covid 19 yang melanda dunia tak terkecuali Indonesia telah berdampak pada lesunya perekonomian. Di sisi lain kondisi tersebut justru mendorong kesadaran akan pentingnya pemanfaatan teknologi digital bagi pelaku bisnis. Masyarakat kini telah beralih ke teknologi dengan memanfaatkan platform-platform yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sehingga tak heran banyak bisnis dari korporat maupun usaha berskala kecil yang memanfaatkan peluang ini dalam menjalankan bisnisnya.

Ditambahkannya sejak Agustus 2020 lalu, Pemerintah Kota Kupang melaksanakan berbagai kegiatan literasi digital dan pelatihan-pelatihan digital marketing khususnya bagi pelaku UMKM lokal agar turut bersaing di era teknologi informasi. Selain itu, Pemerintah Kota Kupang juga ikut mendukung pencanangan gerakan nasional 1000 start up digital guna mendorong lahirnya startup-startup yang nantinya dapat dikolaborasikan atau bahkan menunjang UMKM-UMKM lokal, agar produk lokal lebih dikenal di skala nasional bahkan global sekaligus mendukung peningkatan pariwisata daerah.

Target peserta pelaksanaan Assesment dan Sosialisasi Program Sahabat UMKM adalah sebanyak 30 orang dengan skala usaha Mikro (omzet di bawah 300 juta per tahun). Kategorisasi usaha peserta adalah di sektor kuliner sebanyak 10 orang, fashion sebanyak 10 orang dan kriya/kerajinan tangan sebanyak 10 orang. Adapun nara sumber yang dihadirkan Sahabat UMKM antara lain; Marko S Kurniawan – Head of International Business Binus International yang membawa materi tentang Financial Literasi dan Patria Firdausi Mabrur, Ketua Bidang Pemasaran dan Permodalan Komunitas Sahabat UMKM, yang membawakan materi tentang Akses Pemasaran dan Permodalan. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

Walaupun Ditengah Pandemi Covid-19, Gubernur NTT Tetap Dorong Peningkatan Perekonomian Daerah

NTT AKTUAL. KUPANG. Walaupun di tengah Pandemi Covid 19 dua tahun belakangan, Gubernur NTT, Viktor B Laiskodat tetap terus semangat mendorong peningkatan perekonomian daerah, hingga Pengukuhan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten dan Kota Se-Provinsi NTT di Semau, Kabupaten Kupang, Jumat (27/8/2021).

NTT telah membukukan angka pertumbuhan ekonomi 4,22% pada triwulan kedua tahun 2021. Sebelumnya, pada triwulan I NTT masuk sepuluh besar provinsi yang berkontribusi positif 0,12 % terhadap Pertumbuhan Ekonomi Nasional.

Progresivitas kinerja pembangunan NTT kian kuat, sehingga Gubernur NTT pada kesempatan itu, mengukuhkan Tim Percepatan sebagaimana dimaksud. Dalam pengukuhan tersebut, Gubernur meminta Para Bupati, Wakil Bupati, Walikota dan Sekda setiap Kabupaten Kota untuk terus mendorong pengembangan sektor UMKM.

“Saya harap dengan pengukuhan tim percepatan akses keuangan daerah di seluruh Kabupaten dan Kota, maka TPAKD harus mulai menggerakkan UMKM untuk bertumbuh dalam akses menuju pada industri keuangan sehingga inklusi keuangan kita dapat dilakukan dengan baik,” ungkap beliau.

“Bapak Presiden telah mendorong Gubernur, Bupati dan Walikota agar UMKM khususnya pada sektor pertanian dapat disinergikan dengan lembaga-lembaga keuangan sehingga produksinya bisa kontinuitas punya kualitas yang baik agar kita mampu bisa survive dalam kondisi pandemi ini, dan apa yang telah kita lakukan pada hari ini adalah melanjutkan perintah Bapak Presiden tersebut sebagai wujud kerja kolaboratif,” jelas Gubernur.

Menurut PLT. Kepala Biro Administrasi Pimpinan, Prisila Q. Parera, Kegiatan mengukuhkan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten dan Kota Se-Provinsi NTT merupakan salah satu langkah strategis yang harus dilakukan untuk mengkonsolidasikan seluruh pemangku kepentingan dan stakeholder terkait pemberdayaan masyarakat dan UMKM di daerah masing-masing.

PLT. Kepala Biro Administrasi Pimpinan, Prisila Q. Parera. Dok : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Hal ini disampaikan PLT. Kepala Biro Administrasi Pimpinan, Prisila Q. Parera, Senin (30/8/2021).

Dibentuknya TPAKD Kabupaten dan Kota Se-Provinsi NTT yaitu untuk mengatasi rendahnya tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat NTT, rendahnya penyerapan pembiayaan terhadap sektor UMKM dan belum adanya suatu forum di daerah untuk dapat melaksanakan koordinasi dan implementasi dalam rangka mendorong percepatan akses keuangan daerah, jelas Prisila.

“TPAKD dibentuk dengan tujuan yaitu: (1) Mendorong ketersediaan akses keuangan yang seluas-luasnya kepada masyarakat dalam rangka mendukung perekonomian daerah. (2) Mencari terobosan dalam rangka membuka akses keuangan yang lebih produktif bagi masyarakat di daerah. (3) Mendorong Lembaga Jasa Keuangan untuk meningkatkan peran serta dalam pembangunan ekonomi daerah. (4) Menggali potensi ekonomi daerah yang dapat dikembangkan dengan menggunakan produk dan layanan jasa keuangan. (5) Mendorong optimalisasi potensi sumber dana di daerah dalam rangka memperluas penyediaan pendanaan produktif antara lain untuk mengembangkan UMKM, usaha rintisan (start up business) dan membiayai pembangunan sektor prioritas. (6) Mendukung program Pemerintah dalam upaya meningkatkan indeks inklusi keuangan di Indonesia” ungkap Prisila. (***)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Wali Kota Kupang Jadi Nara Sumber Pada Webinar PIKI : Pemulihan Ekonomi di Masa Pandemi di Wilayah Indonesia Timur

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore,MM,MH menjadi salah satu nara sumber dalam webinar kebangsaan yang digagas Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI), Sabtu (28/8/2021).

Webinar yang membahas tentang pemulihan ekonomi di masa pandemi di wilayah Indonesia Timur itu menghadirkan Wakil Menteri Keuangan RI, Prof. Suahasil Nazara, Ph.D, sebagai keynote speaker dan Wali Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara, Ir. Maurits Mantiri, MM serta Ketua LPEKD PIKI, Jackwin Simbolon, Ph.D selaku nara sumber lainnya. Terlibat pula dalam webinar tersebut Anggota DPD RI sekaligus Ketua TP PKK Kota Kupang, Ny. Hilda Riwu Kore Manafe.

Ketua Umum DPP PIKI, Dr. Badikenita Putri Sitepu dalam sambutannya menyampaikan PIKI sebagai rumah bersama para intelektual Kristen mempunyai misi untuk mengembangkan pemikiran akademik, kreatif dan strategis untuk mewujudkan Indonesia yang adil dan sejahtera. Fokus mereka salah satunya adalah mewujudkan tujuan hidup bernegara yakni memajukan kesejahteraan umum bagi seluruh bangsa Indonesia.

Anggota DPD RI dari Provinsi Sumatera Utara ini mengakui masih ada ketimpangan pembangunan di Indonesia, terutama di wilayah timur. PIKI memberi perhatian serius pada persoalan ini. Terutama di tengah pandemi covid 19 yang sudah berlangsung kurang lebih 1,5 tahun ini, yang membawa dampak yang cukup luas baik dari aspek kesehatan maupun aspek ekonomi dan sosial. Webinar ini digelar untuk melihat sejauh mana kesiapan pemerintah baik pusat maupun daerah dalam upaya penanganan covid 19 serta pemulihan ekonomi. Kota Kupang dan Kota Bitung dianggap mewakili pandangan dari pemerintah daerah di wilayah Indonesia Timur.

Wakil Menteri Keuangan RI, Prof. Suahasil Nazara, Ph.D dalam pemaparannya mengajak pemerintah daerah untuk bersinergi dengan upaya pemerintah pusat khususnya dalam penanganan covid 19 dan pemulihan ekonomi. Diakuinya pembatasan sosial mengakibatkan kegiatan ekonomi terhenti dan investasi tertekan serta konsumsi masyarakat menurun. Untuk stabilitas keuangan dan pertumbuhan ekonomi yang positif, pemerintah baik pusat maupun daerah didorong untuk meningkatkan belanja pemerintah. Menurutnya belanja pemerintah terutama hasil refocusing sebaiknya dimanfaatkan untuk beberapa hal penting antara lain; dukungan kesehatan, perlindungan sosial, dukungan untuk sektor informal, menjalankan program-program prioritas dan insentif bagi pelaku dunia usaha misalnya dengan pengurangan pajak.

Prof. Suahasil Nazara juga menegaskan salah satu upaya yang sedang gencar diupayakan oleh pemerintah pusat untuk menangani covid 19 adalah lewat vaksinasi. Menurutnya saat ini sudah tercapai 93 juta dosis vaksin yang diberikan kepada seluruh warga Indonesia. Target pemerintah adalah mencapai 220 juta penerima vaksin dari total 270 juta warga Indonesia untuk mencapai herd imunity.

Menanggapi arahan tersebut, Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore,MM,MH memastikan Pemerintah Kota Kupang lewat program percepatan vaksinasinya telah mencapai 58 persen penerima untuk dosis pertama. Jumlah ini lebih tinggi dari pencapaian vaksinasi secara nasional. Terkait pemulihan ekonomi di masa pandemi, Wali Kota menjelaskan warga Kota Kupang saat ini tidak hanya terdampak pandemi covid 19 tetapi belum lama ini, tepatnya pada April 2021 lalu Kota Kupang juga dihantam oleh badai siklon tropis seroja. Banyak rumah warga yang rusak berat, dan sejumlah besar perahu nelayan yang rusak dan hilang saat badai. Untuk itu pada kesempatan yang sama kepada Wamen Kemenkeu, Wali Kota minta dukungan bantuan dari pemerintah pusat tidak hanya lewat bantuan rutin yang sudah tersalurkan selama ini, tapi juga bantuan khusus bagi warga terdampak terutama para nelayan yang kehilangan kapalnya.

Senada dengan arahan Wamen Kemenkeu, mantan Anggota DPR RI itu memaparkan, Pemerintah Kota Kupang telah memanfaatkan dana hasil refocusing senilai kurang lebih Rp 82 miliar untuk hal-hal yang sudah ditegaskan. Di antaranya adalah untuk pembenahan infrastruktur kesehatan, penyediaan obat dan vaksinasi. Untuk pemulihan ekonomi, Pemkot Kupang juga telah menyalurkan sejumlah bantuan sosial berupa paket sembako bagi warga terdampak yang kurang mampu serta bantuan pengembangan UMKM berupa peralatan dan bahan. Bahkan di awal pandemi tahun 2021 lalu, Pemkot Kupang juga telah menggelar pelatihan bagi 5000 pemuda di Kota Kupang untuk melahirkan start up baru yang merintis usaha dengan memanfaatkan teknologi informasi di tengah pandemi. Wali Kota juga memastikan akan melanjutkan program-program prioritas pro rakyat yang selama ini disambut antusias oleh masyarakat seperti program bedah rumah.

Pada kesempatan yang sama Wali Kota juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden RI yang meski di tengah pandemi tetap memberikan dukungan terhadap upaya penataan Kota Kupang lewat dana direktif Presiden, untuk pembangunan taman, trotoar dan drainase sehingga wajah Kota Kupang berubah jadi lebih baik, tertata rapi dan indah. Tak lupa Wali Kota memberi apresiasi kepada PIKI yang telah menggagas webinar tersebut. Dia berharap, PIKI terus bertumbuh dan memberikan dukungan kepada program-program pemerintah serta sebagai perpanjangan tangan Tuhan menjadi terang dan garam bagi sesama. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Menuju Bank Devisa, Bank NTT Komit Tetap Mempertahankan Diri Sebagai Bank Sehat

NTT AKTUAL. KUPANG. Perkembangan industri perbankan, terutama produk dan jasa yang semakin kompleks dan beragam dapat meningkatkan eksposur risiko dan profil risiko Bank. Sesuai dengan perkembangan usaha Bank yang senantiasa bersifat dinamis dan berpengaruh pada tingkat risiko yang dihadapi maka penilaian Tingkat Kesehatan Bank harus dapat mencerminkan kondisi Bank saat ini dan pada waktu yang akan datang.

Tingkat Kesehatan Bank adalah hasil penilaian kondisi Bank yang dilakukan terhadap risiko dan kinerja Bank. Tingkat kesehatan Bank merupakan hasil penilaian kualitatif atas berbagai aspek yang berpengaruh terhadap kondisi atau kinerja suatu bank melalui penilaian faktor permodalan, kualitas asset, manajemen, rentabilitas, likuiditas dan sensivitas terhadap pasar. Penilaian tingkat kesehatan bank dinilai Otoritas Jasa Keuangan (OJK) setiap 6 (enam) bulan atau per semester atas semua aspek sebagaimana yang disebutkan di atas oleh Bank.

Adapun empat faktor penilaian utama tingkat kesehatan Bank yakni :

  1. Profil risiko (risk profile); penilaian terhadap faktor risiko merupakan penilaian terhadap risiko inheren dan kualitas penerapan manajemen risiko dalam operasional bank yang meliputi risiko kredit, risiko pasar, risiko likuiditas, risiko operasional, risiko hukum, risiko strategik, risiko kepatuhan dan risiko reputasi.
  2. Good Corporate Governance (GCG); penilaian atas pengelolaan dan operasional dan manajemen Bank atas pelaksanaan prinsip-prinsip GCG.
  3. Rentabilitas (earnings); penilaian terhadap rentabilitas dan kesinambungan rentabilitas Bank dalam 1 periode.
  4. Permodalan (capital); penilaian terhadap kecukupan permodalan dan pengelolaan permodalan Bank.

Peringkat komposit tingkat kesehatan Bank dikategorikan dalam 5 (lima) peringkat komposit yakni : komposit 1 (sangat sehat), komposit 2 (sehat), komposit 3 (cukup sehat), komposit 4 (kurang sehat) dan komposit 5 (tidak sehat).

Direktur utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho dalam kegiatan Press Conference bersama awak Media di lantai 5 kantor pusat Bank NTT, Senin (23/8/2021) mengatakan selama kurang lebih 11 tahun kondisi tingkat kesehatan Bank NTT berdasarkan penilaian Otoritas ada dalam kondisi komposit 3 (cukup sehat). Kondisi ini dipengaruhi oleh 4 (empat) factor diatas yang berdasarkan penilaian belum dapat dikategorikan sebagai bank yang sehat. Bank dituntut perlu memperbaiki berbagai hal baik di sisi profil risiko, GCG, rentabilitas dan permodalan.

Direktur utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho. Dok : Nataniel Pekaata/NTT AKTUAL

Dirinya menambahkan tantangan untuk membawa Bank NTT sebagai Bank Kebanggaan Masyarakat NTT menjadi Bank sehat merupakan motivasi bagi Manajemen Bank NTT saat ini untuk berkomitmen menjadi Bank yang Sehat. Komitmen manajemen itu diwujudkan melalui salah satu program strategis yang dilaksanakan sejak akhir tahun 2021 dimana Bank NTT bertekad bahwa di Semester I – 2021 Bank NTT harus menjadi Bank yang sehat.

Tekad ini diwujudkan dalam sebuah langkah nyata (action plan) untuk melakukan perubahan. Perubahan dimulai dari setiap individu-individu Bank NTT, budaya kerja di tiap unit kerja, diharapkan perubahan ini membawa perubahan besar bagi institusi Bank NTT. Penetapan target yang jelas dan terukur dan pencapaiannya terus di evaluasi dan diperbaiki. Pemenuhan ketentuan atau peraturan, perbaikan bisnis proses dan perbaikan operasional dilakukan dengan standar yang tinggi sesuai standar yang ditetapkan untuk dapat mencapai tingkat kesehatan Bank yang sehat. Untuk meningkatkan tekad serta visi yang sama PIN sebagai simbol semangat, simbol kerja keras disematkan kepada seluruh karyawan Bank NTT.

BANK NTT JADI BANK SEHAT

Pada kegiatan Press Conference ini, Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho juga menjelaskan bahwa Kerja keras, dedikasi dan semangat yang dilakukan Bank NTT kurang lebih 8 (delapan) bulan terakhir membuahkan hasil yang baik. Dalam Prudential Meeting Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank NTT yang berlangsung virtual pada tanggal 18 Agustus 2021, OJK memaparkan penilaian Risk Based Rating Bank (RBBR) Bank NTT untuk penilaian Semester I – 2021, Bank NTT dinyatakan sebagai BANK SEHAT.

Akhirnya Bank NTT mengakhiri masa yang panjang sebagai Bank yang cukup sehat menjadi Bank yang sehat. Penilaian sebagai Bank yang sehat merupakan kado terindah dalam HUT Bank NTT yang ke-59 dan kado HUT Kemerdekaan RI ke-76.

Dalam program strategis Bank NTT di tahun 2023 target Bank NTT menjadi Bank Devisa. Salah satu persyaratan Bank devisa adalah tingkat kesehatan Bank minimal selama 18 bulan terakhir. Persyaratan tersebut mengisyaratkan agar Bank NTT tetap menjaga dan mempertahankan diri sebagai Bank Sehat.

ERA BARU BANK NTT

Bank NTT memasuki era baru, sebagai Bank Sehat, challenge untuk mempertahankan akan lebih sulit. Namun sebagai Bank Sehat terbuka peluang bagi Bank NTT untuk meningkatkan bisnis Bank ke depan. Salah satu peluang tersebut adalah digitalisasi. Bank NTT harus mampu dengan cepat beradaptasi dengan perubahan dinamika di dunia perbankan saat ini. Adapatasi di bidang teknologi harus mampu dilakukan Bank NTT dengan memanfaatkan peran digitalisasi. Digitalisasi di bidang operasional dan bisnis. Digitalisasi mampu meningkatkan efisiensi dan meningkatkan income bank. Digitalisasi disesuaikan dengan kebutuhan customer dan debitur Bank NTT.

Dirut Bank NTT menambahkan saat ini Bank NTT telah berhasil mendigitalisasi operasional 2 (dua) jaringan kantor yakni Kantor Cabang Utama dan Kantor Cabang Khusus. Ke depan digitalisasi operasional dan layanan akan dilakukan untuk seluruh jaringan kantor Bank. Di bidang Bisnis Bank akan terus melakukan diversifikasi produk dana dan kredit berbasis digital. Bank NTT diharapkan dapat mamahami apa yang menjadi kebutuhan para klien dan nasabahnya. Dengan transformasi digital yang dilakukan Bank NTT mampu berdiri dan bertahan di tengah kompetisi ketat industri perbankan.

“Sebagai bank Kebanggaan masyarakat Nusa Tenggara Timur, kami akan terus memberikan pelayanan dan produk yang terbaik bagi pemerintah dan masyarakat NTT. Harapan kami akan terus tumbuh dan tetap berkontribusi bagi pembangunan di NTT,” tutup Dirut Bank NTT. (***/NA)

Sumber berita : HUMAS BANK NTT

Editor + foto : Nataniel Pekaata

Pasar di Kota Kupang Akan Sediakan Display Info Harga

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Sejumlah pasar di Kota Kupang akan menyediakan display info harga barang komoditas. PD Pasar Kota Kupang dengan dukungan Bank Indonesia akan menyediakan display atau fasilitas layar monitor yang menampilkan informasi harga di beberapa pasar di Kota Kupang. Demikian salah satu poin yang disepakati dalam high level meeting (HLM) dan rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Triwulan III Tingkat Kota Kupang yang berlangsung secara virtual, Kamis (12/8/2021).

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore,MM,MH, menyambut baik rencana tersebut. Menanggapi rekomendasi tersebut Wali Kota memerintahkan kepada PD Pasar Kota Kupang dan Dinas perindustrian dan Perdagangan Kota Kupang untuk secara rutin melakukan pemantauan harga di pasar, sehingga info kenaikan harga diketahui lebih dini dan bisa segera diambil langkah antisipasi.

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore,MM,MH, saat mengikuti high level meeting (HLM) dan rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Triwulan III Tingkat Kota Kupang yang berlangsung secara virtual, Kamis (12/8/2021). Dokumentasi : Prokompim Setda Kota Kupang.

Pada kesempatan yang sama Wali Kota berterima kasih kepada semua stakeholder dan mitra yang selama ini telah memberi dukungan yang luar biasa serta terlibat langsung dalam upaya membangun dan menata Kota Kupang khususnya dalam pengendalian inflasi. Menindaklanjuti rekomendasi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, kepada semua pihak yang terlibat dalam TPID, Wali Kota mengimbau agar bisa menjadi catatan untuk bersama-sama Pemkot Kupang mengawal upaya pengendalian inflasi di Kota Kupang.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja dalam presentasinya menyampaikan pada Juli 2021, Kota Kupang mengalami inflasi sebesar 0,14% (mtm), lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang mengalami deflasi sebesar 0,88% (mtm). Inflasi terutama didorong oleh kenaikan harga ikan kembung akibat hasil tangkapan nelayan yang menurun, serta kenaikan harga daging babi di tengah wabah ASF yang masih berlanjut. Di sisi lain, berbagai jenis komoditas hortikultura seperti tomat dan sawi putih terus melanjutkan penurunan harga pasca Badai Siklon Seroja.

Secara tahunan, inflasi Kota Kupang pada Juli 2021 tercatat sebesar 1,55% (yoy), sedikit lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 1,52% (yoy). Dampak Siklon Seroja terhadap inflasi ternyata lebih rendah dibandingkan perkiraan semula. Namun bila dilihat lebih rinci per kelompok, inflasi kelompok makanan, minuman dan tembakau masih tercatat sangat tinggi sebesar 4,76% (yoy), sehingga perlu menjadi perhatian.

Selain display harga, pada rapat tersebut BI juga mengajukan sejumlah rekomendasi untuk upaya pengendalian inflasi di Kota Kupang. Di antaranya adalah mendorong untuk membentuk kluster komoditas penyumbang inflasi seperti kluster bawang merah, cabai merah, cabai rawit, juga mendorong pembuatan green house untuk menjamin produksi sayuran agar dapat berproduksi sepanjang tahun. BI juga mendorong akselerasi pembangunan pabrik pakan ternak untuk menekan biaya produksi ternak ayam. Menurut Nyoman 70 persen biaya daging dipengaruhi oleh harga pakan ternak yang dipasok dari luar daerah, karena itu untuk menekan harga ternak, NTT khususnya Kota Kupang perlu memiliki pabrik pakan ternak tersendiri.

BI juga mendorong bantuan kapal ke masyarakat terutama tonase besar untuk meningkatkan produksi dan produktivitas nelayan (1 sampai 10 GT). BI juga mendorong perlunya kerja sama antara daerah untuk menjamin pasokan kita komoditas yang biasa dipasok dari luar.

Dalam rapat tersebut sejumlah stakeholder terkait seperti Bulog dan Satgas Pangan Provinsi NTT memastikan ketersediaan stok pangan untuk Kota Kupang masih cukup hingga 2-3 bulan ke depan. Sementara pihak Pelindo III Kupang juga memastikan proses bongkar muat dan distribusi barang di Pelabuhan Tenau Kupang masih berjalan normal.

Rapat yang dipandu oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, Ignasius R. Lega, SH diikuti oleh General Manager PT. Pelindo III Kupang, Agus Nazar, perwakilan dari Pertamina, Bulog, Angkasa Pura dan BPS Kota Kupang. Turut serta pula sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait, antara lain Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Dinas Perhubungan dan Direksi PD Pasar Kota Kupang. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Ekonomi NTT Triwulan II-2021 Tumbuh Sebesar 4,22 Persen

NTT AKTUAL. KUPANG.Perekonomian Nusa Tenggara Timur (NTT) berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku tahun 2021 mencapai Rp 27,65 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp17,61 triliun.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, Darwis Sitorus, S.Si, M.Si, dalam Press Release yang diterima Media ini, Kamis (05/8/2021).

Dirinya menambahkan Ekonomi NTT triwulan II-2021 tumbuh sebesar 4,22 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2020 (y-on-y). Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi tertinggi dicapai oleh lapangan usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 24,86 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit Yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 11,79 persen.

Lanjutnya, Ekonomi NTT triwulan II-2021 mengalami pertumbuhan sebesar 5,03 persen dibandingkan dengan triwulan I-2021 (q-to-q). Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 18,23 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 69,69 persen.

Ekonomi NTT pada semester I 2021 tumbuh sebesar 2,18 persen (c-to-c). Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi tertinggi pada semester pertama tahun 2021 dicapai oleh lapangan usaha Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang sebesar 14,21 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran PK-LNPRT mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 5,07 persen, jelas Darwis.

Struktur Ekonomi NTT pada triwulan II-2021 masih didominasi oleh lapangan usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan dengan kontribusi sebesar 28,91 persen Sedangkan dari sisi pengeluaran masih didominasi Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga yaitu sebesar 68,79 persen, tutupnya. (***/NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata