Arsip Kategori: EKONOMI

Jelang Natal Penjabat Wali Kota Kupang Rutin Sidak Pasar

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh, S.H. bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah Kota Kupang (TPID) berupaya keras mengendalikan harga pasar menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru (Nataru). Inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pasar dan distributor secara rutin dilakukan untuk memantau perkembangan harga dan ketersediaan stok. Selasa (6/12/2022), bersama sejumlah pimpinan perangkat daerah dan stakeholder terkait, Penjabat Wali Kota melakukan pemantauan di Pasar Oebobo, pabrik tahu dan distributor telur. Turut mendampingi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kupang, Ramly K. T. Kusumo, SP., M.AP, Asisten Manager Perencanaan Operasional dan Data Pangan Bulog NTT, Norin Samma, serta Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, Ignasius Lega, S.H.

Pemantauan berawal dari Pasar Oebobo, Kelurahan Fatululi, di mana Penjabat Wali Kota berkesempatan menyapa langsung para pedagang sambil menanyakan harga bahan makanan seperti daging ayam, bawang dan tomat. Dari hasil pemantauan ditemukan kenaikan harga barang hingga Rp 5 ribu rupiah. Kenaikan harga diakibatkan stok yang berkurang dan adanya kenaikan biaya pengangkutan barang dari produsen ke pasar.

Selanjutnya Penjabat Wali Kota bersama rombongan sempat singgah di Pabrik Tahu Pink Jaya, Kelurahan Oebufu. Pemilik pabrik yang ditemui mengakui ada kenaikan harga tahu akibat kenaikan harga kacang kedelai impor, dari semula Rp 400 ribu/karung (isi 50 kg) naik bertahap Rp 25 ribu setiap bulan hingga sekarang mencapai Rp 700 ribu/karung.

Pemantauan berakhir di gudang distributor telur milik H. Muhammad, M.S. di Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM). Oleh distributor dijelaskan bahwa telur saat ini mereka jual dengan harga Rp 60 ribu/papan. Dikawatirkan akan mengalami kenaikan harga, karena permintaan menjelang Natal akan tinggi sementara stok terbatas.

Dalam rapat evaluasi yang dilaksanakan usai melakukan pemantauan, Penjabat Wali Kota menegaskan menjelang Natal, sidak pasar perlu secara rutin dilakukan bersama stakeholder terkait termasuk TNI dan Polri untuk turut mengawasi, guna mencegah kenaikan harga yang tidak terkendali dan merugikan masyarakat. Yang perlu mendapat perhatian serius adalah komoditi yang didatangkan dari luar daerah, seperti telur, daging ayam dan beras. Petugas lapangan harus turun setiap hari memantau perkembangan harga barang di pasar. Pemantauan juga menurutnya penting untuk melihat faktor-faktor yang mempengaruhi kenaikan harga sehingga dapat diintervensi. Apakah karena soal stok di distributor yang terbatas, atau kah karena kenaikan biaya pengangkutan barang dari produsen hingga ke pasar. Penjabat juga minta dukungan Bulog perlu bekerja sama dengan para distributor dan pengecer untuk membantu mengendalikan harga barang kebutuhan pokok lewat operasi pasar.

George juga menyinggung peluang kerja sama Pemkot Kupang dengan Bulog yang dapat berperan sebagai distributor penyalur sebagai tindak lanjut kesepakatan kerja sama yang baru disepakati dengan Pemerintah Kabupaten Blitar, Jawa Timur dan Kabupaten Bangli, Bali, khusus soal pasokan telur.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kupang, Ramly K. T. Kusumo, S.P. M.AP. pada kesempatan yang sama menyampaikan fenomena kenaikan harga barang kebutuhan pokok menjelang hari besar keagamaan sudah biasa terjadi. Senada dengan Penjabat Wali Kota menurutnya yang perlu dilakukan saat ini adalah fokus pada komoditas yang naik harga, dengan memastikan ketersediaan stok yang didatangkan dari luar, serta menjalin kerja sama dengan daerah luar sebagai pemasok, sehingga paling lambat 1 minggu sebelum Natal harga barang di pasar sudah terkendali. Diakuinya, perlu ada upaya yang lebih keras untuk memastikan stok telur aman menjelang Natal.

Sementara itu, Asisten Manager Perencanaan Operasional dan Data Pangan Bulog NTT, Norin Samma memastikan Bulog NTT siap mendukung upaya Pemkot Kupang dan siap untuk membahas lebih lanjut rencana kerja sama tersebut. Menurutnya yang perlu menjadi perhatian serius saat ini untuk pengendalian harga adalah bagaimana memastikan barang kebutuhan pokok yang dipasok dari luar bisa cepat sampai di Kupang sehingga stok tetap aman. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Hasilkan Puluhan Juta Sekali Panen, Noebaun Desa Binaan Bank NTT Jadi Inspirasi

NTT AKTUAL. KEFAMENANU. Desa Noebaun, Kecamatan Noemuti Kabupaten TTU, adalah satu dari lima desa yang direkomendasikan oleh Bank NTT Cabang Kefamenanu, untuk mengikuti kompetisi antar desa dalam Festival Desa Binaan Bank NTT dan Festival PAD Tahun 2022 dan pada Sabtu (19/11/2022) juri festival, Stenly Boymau, berkunjung ke desa itu.

Disana, juri hendak mengkonfirmasi kembali kesiapan mereka dalam mengikuti kompetisi paling spektakuler yang dihadirkan oleh Bank NTT. Didampingi dua pendamping dari Direktorat Kredit kantor pusat, yakni Echni Marisa Killa dan Ronald Lede, serta Berty Nope dan tim dari Cabang Kefamenanu, mereka diterima secara adat oleh tokoh masyarakat setempat. Disana sudah hadir Penjabat Kepala Desa Noebaun, Apriana M Ninu, Ketua Kelompok Pelita Hati Oeluan, Yosef Juan Heli, Charles selaku staf pada Dinas Pertanian TTU, para tokoh adat, tokoh masyarakat dan anggota kelompok.

Juri Stenly Boymau dan Pj Kepala Desa Noebaun, Apriana Ninu , Ketua Kelompok Tani, Yosef Juan Heli serta warga setempat saat foto bersama di kios organik milik warga. Dokumentasi : Tim Bank NTT

Ada yang menarik dari penyambutan juri kali ini, yakni Stenly dan rombongan diterima secara adat, melalui tutur adat Natoni, serta pengalungan selendang. Usai prosesi, dilanjutkan dengan pertemuan yang berlangsung di Lopo Dia@ BISA yang difasilitasi oleh Bank NTT, terletak di dekat tempat wisata Oeluan, TTU.

Saat itu Pj Kades Nebaun, Apriana Ninu menjelaskan sedikit mengenai profil desa dan geliat msyarakat yang terus bersinergi dengan aparat pemerintah desa, untuk membangun daerah mereka.

“Kelompok ini adalah kelompok yang selalu kami jadikan sebagai teladan bagi masyarakat lain. Kami memotivasi mereka bahwa, hanya dengan kerja keras, serta kerja cerdaslah kita akan berhasil,”tegasnya menambahkan, Noebaun juga memiliki tanah yang subur sehingga dia menyarankan warganya yang hendak menjadi tenaga kerja ke luar daerah untuk datang dan belajar dari usaha yang dibangun oleh Yosef Juan Heli. Ada 401 KK di desanya, dan hampir semuanya adalah petani.

“Saya motivasi warga untuk jangan lagi kerja jadi buruh di luar, kan disini ada Bank NTT yang siap membiayai kita. Petugas Bank NTT ramah dan mereka memberi solusi, seperti pendampingan waktu tanam, membantu dalam kemasan hingga penjualan. Mereka datangkan pembeli,”ujarnya serius.

Dia merasa senang, karena ibu-ibu sudah terlibat dengan beraneka kerajinan baik tenunan, gerabah, maupun tanaman holtikultura. Diakui, masyarakat butuh panutan dan mereka sudah melihat keberhasilan warga, dan inilah motivasi terbaik bagi mereka untuk memulai.

Sementara ketua kelompok Pelita Hati, Josef Juan Heli kepada juri mengisahkan bahwa dia memulainya ketika sedag berada di SoE. Saat itu dia direkrut sebuah LSM internasional yang punya program pendampingan terhadap generasi muda. Setelah dikaji, maka program pertanian holtikultura sangat tepat sehingga Yosef menjadi salah satu anggota. Lalu dia kembali ke Kefamenanu, tepatnya Noebaun untuk memulai usahanya. Kebunnya yang tak begitu luas, digarapnya. Tak sejengkalpun dia lepas, semua ditanami aneka tanaman sayuran maupun buah-buahan dengan pola taman menggunakan sistem irigasi tetes.

“Awalnya saya dengan mama yang memulai usaha ini. Namun semakin berkembang. Kami juga sudah datang ke beberapa lokasi dan beri motivasi seperti kemarin baru dengan Sinode GMIT, disana kami bicara di seratus pendeta mengenai metode penanaman yang tepat,”jelas Juan sembari menambahkan, kini sudah banyak warga yang mau bergabung setelah melihat pola kerja yang benar dan didukung sistem pemasaran yang baik.

Benar saja, di kios organik mereka, terdapat banyak barang dagangan. Sebagian besar hasil pertanian yang mereka kelola, seperti sayur mayur, labu jepang, labu lilin, jagung, semangka, pisang mentah dan yang sudah masak serta masih banyak lagi. Mereka juga menyediakan aneka makanan ringan seperti ubi kayu/singkong yang diolah dengan gula merah sehingga dijadikan  makanan ringan, keripik pisang, keripik ubi, madu batu, dan pisang goreng.

Yang menarik dari kios organik ini, ternyata mereka melayani pembayarannya menggunakan digitalisasi dan semua difasilitasi oleh Bank NTT. Mereka adalah salah satu merchant Qris, sehingga bagi pengunjung yang tidak membawa uang tunai, tinggal melakukan scan pada kode bar yang tersedia.

Tak cukup disitu, juri diajak masuk ke kebun. Dan ternyata luar biasa. Di kebun yang luas itu, seluruhnya dibentuk bedeng-bedeng berdiameter 1 X 4-5 meter. Ada bedeng yang sudah kosong karena baru saja dipanen, sedangkan ada yang masih dipenuhi sayuran maupun cabe.

Belum lagi tanaman labu yang dibentuk melata pada sebuah terowongan bambu, dengan buah labu dan patola berukuran besar yang berjuntai di tengah. Tentu ini menambah sensasi pengunjung yang menyusuri lorong, yang diibaratkan sebagai etalase untuk memamerkan beraneka bentuk buah labu dan patola itu.

Dalam sebuah diskusi di tengah kebun itulah, Juan membeber buah dari hasil kerja kerasnya itu. “Kami baru saja panen semangka pada bulan Oktober, dan saat itu kami undang Pak Wakil Bupati TTU. Semangka kalau sekali panen kami dapat sekitar Rp 30 juta, belum lagi sayur yang juga keuntungannya sangat bagus,”tegas Juan. Menurutnya, sebagai petani dia harus bisa membaca peluang di pasar, sehingga ketika petani lain ramai-ramai menanam satu jenis sayur, dia tidak akan menaman jenis yang sama. Dia baru akan menanamnya ketika merek hampir panen, sehingga ketika stok di pasar habis, dia akan melempar sayur olahannya di pasar. Begitu pula dengan cabe.  “Itu yang saya bilang bahwa petani harus bisa membaca peluang pasar. Dari sinilah dia akan untung,”tegasnya ringan. Dia sudah mencobanya dan berhasil.

Sementara Stenly Boymau, yang tahun ini adalah tahun kedua dilibatkan menjadi juri dengan sejumlah profesor itu, memberi apresiasi atas kerja keras dan cerdas dari kelompok usaha ini. Karena mereka berani memulai sesuatu hal yang baru, yakni menanam dengan hitungan pasar yang cerdas. Apalagi, mereka menanam tanaman yang agak unik, sehingga berdampak pada nilai jual. “Semuanya menggunakan pupuk organik, dan ini sesuatu yang baik. Masyarakat sudah harus bisa memproteksi diri terhadap sayuran dengan pupuk kimia, nah disini Pak Juan dan kelompok tani ini memulai sebuah pola yang baru,”tegas Stenly. Dia mendorong warga setempat untuk jangan berhenti berkreasi, karena lahan mereka masih luas dan Noebaun dikenal sebagai sebuah wilayah yang subur.

“Kelompok tani ini hendaknya menjadi embrio untuk lahirnya kelompok yang lain. Jangan takut untuk memulai, karena Bank NTT siap menjadi mitra, kita punya fasilitas kredit yang murah, tanpa agunan dan tanpa bunga. Tidak hanya disitu, Bank NTT akan terus mendampingi pada packaging hingga penjualan. Jangan ragu, kita ada banyak event dan selalu melibatkan UMKM sebagai mitra, sehingga kami bisa pastikan bahwa seluruh hasil pertanian atau produknya akan laku karena difasilitasi dengan pembeli,”ujar konsultan Humas Bank NTT ini. Bank NTT menurutnya memfasilitasi petani agar produknya masuk ke kanal-kanal penjualan yang dijual secara online dengan harga bersaing.

“Kelebihan kelompok ini adalah menjual hasil pertanian dengan pupuk organik. Nah ini perlu dikampanyekan kepada publik bahwa kita menjual sayuran serta aneka buah-buahan sehat, tanpa pupuk kimia. Masyarakat diedukasi mengkonsumsi makanan sehat, apalagi letak usaha ini di jalur Jalan Timor Raya atau trans Timor, ini sangat memudahkan pemasarannya,”ujarnya. (Tim Bank NTT)

Miliki Dedikasi Tinggi, Bank NTT Berhasil Raih Penghargaan di BI Awards 2022

NTT AKTUAL. JAKARTA. Bank Pembangunan Daerah (BPD) Nusa Tenggara Timur(NTT) meraih 2 (dua) penghargaan bergengsi di ajang Bank Indonesia (BI) Awards 2022.

BI Awards 2022 merupakan penghargaan untuk mitra strategis yang berdidikasi tinggi. total ada 58 (lima puluh delapan) pemenang yang meraih BI Awards tahun ini.

Diantara 58 pemenang, Bank NTT meraih 2 penghargaan sebagai kas titipan BI terbaik di daerah 3T, dan Bank terbaik dalam Financial Market Inklusion(FMI)untuk Kategori Bank Modal Inti(KBMI) 1 dan 2.

Acara pengumuman dan penyerahan penghargaan ini, dilaksanakan bersama dengan kegiatan pertemuan tahunan BI, pada Rabu 30 November 2022.

Hadir dalam kegiatan tersebut, yakni Presiden RI, Joko Widodo, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL), Yudo Margono, Pangdam Jaya Mayjen TNI, Untung Budiharto, Penjabat(Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi, Menko Airlangga Hartarto, Mentan, Menteri Kominfo, Menteri Perhubungan, Menkeu, dan para Menteri yang lain, seluruh pimpinan BI Pusat dan kantor perwakilan, para Gubernur, Pimpinan OJK, para Duta Besar, dan tamu undangan lainnya.

Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho (kiri) saat menerima Penghargaan di ajang Bank Indonesia (BI) Awards 2022. Rabu (30/11/2022). Dokumentasi : istimewa

Penghargaan bergengsi ini diberikan langsung oleh pihak BI yang adalah regulator perbankan di Indonesia. Dan penghargaan ini adalah sebuah pengakuan terhadap kinerja yang luar biasa dari Bank NTT.

Direktur Utama(Dirut) Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho hadir dan menerima secara langsung penghargaan tersebut. Diantara Dirut Bank NTT adalah Direksi dari Bank-Bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang juga menerima penghargaan dari BI.

Dalam pernyataan yang diterima media ini, Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho menyampaikan terimakasih kepada semua jajaran pejabat, serta karyawan dan karyawati Bank NTT.

“Pencapaian ini hanya kemurahan Tuhan bagi kita semua yang ada di Bank NTT yang terus bekerja dan mengabdi dan melayani dalam ketulusan, kejujuran dan kesungguhan secara cerdas dan tak kenal lelah” kata Dirut Bank NTT, alex Riwu Kaho.

Selaku Dirut Bank NTT, Alex Riwu Kaho mengajak semua insan Bank NTT agar terus menampilkan kinerja yang terbaik serta menghadirkan berbagai inovasi  cerdas untuk kemajuan Bank NTT ke depan.

Sebagai informasi, Bank NTT dibawah kepemimpinan Dirut Alexander Riwu Kaho terus menampilkan kinerja terbaik. Hingga November 2022, Bank NTT mencatat aset mencapai Rp17 triliun lebih.

Dari data OJK NTT, sampai dengan triwulan III 2022 yaitu secara year to date untuk pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 8,83 persen, pertumbuhan kredit sebesar 3,42 persen dan pertumbuhan total aset 8,82 persen.

Sementara untuk year on year (yoy) pertumbuhan total aset sebesar 0,56 persen, pertumbuhan DPK 3,58 persen dan pertumbuhan kredit 3,39 persen.

Bank NTT dinilai oleh OJK masih mempunyai ketahanan modal yang sangat baik untuk menghadapi guncangan ekonomi di tahun 2023. (*)

Pemkot Kupang Raih Penghargaan Mitra Pengendalian Inflasi Terkolaboratif BI NTT 2022

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Penjabat Wali Kota Kupang, George Melkianus Hadjoh, S.H. menghadiri acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia dan Temu Responden 2022, hari ini, Rabu, (30/11/2022), bertempat di Auditorium Nemberala lantai III Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam acara tersebut bank Indonesia Perwakilan NTT menganugerahkan sejumlah penghargaan kepada para stakeholder/mitra maupun responden dari berbagai kategori. Dalam acara tersebut, Pemerintah Kota Kupang menerima penghargaan BI NTT 2022 sebagai pemenang dari kategori kedua, sebagai Mitra Pengendalian Inflasi Terkolaboratif Kabupaten/Kota Non Indeks Harga Konsumen (IHK) Wilayah NTT, menyisihkan 2 nominasi lainnya, yaitu Kabupaten Sikka dan Kabupaten Sumba Timur.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Johanna Lisapaly yang diterima langsung oleh Penjabat Wali Kota Kupang.

Usai menerima penghargaan tersebut, Penjabat Wali Kota Kupang mengatakan bahwa urban farming menjadi salah satu solusi pengendalian inflasi yang tengah diupayakan Pemerintah Kota Kupang saat ini. “Kurang lebih seribu hektar lahan kosong di Kota Kupang sudah berhasil diidentifikasi dan siap untuk ditanami kelor, sorgum serta tanaman hortikultura. Bahkan Pemkot Kupang sudah mulai gerakan menanam di dua lahan kosong milik Pemkot di Kelurahan Naimata dan Kelurahan Naioni,” kata George.

Penjabat Wali Kota mengaku kerja pemerintah tentunya membutuhkan peran serta semua stakeholder agar bersama-sama berkolaborasi untuk kesejahteraan masyarakat. Selain urban farming, seperti menanam kelor dan sorgum di sejumlah lahan kosong, menurutnya Pemkot Kupang juga sudah mulai membangun komunikasi dan kerja sama dengan pemasok bahan-bahan kebutuhan pokok pemicu inflasi seperti telur dan ayam potong, yang selama ini didatangkan dari luar NTT.

“Kerja sama juga dilakukan dengan daerah-daerah lain yang ada di daratan Timor yang selama ini memasok suplai barang kebutuhan pokok warga Kota Kupang. Kami juga sudah minta Dinas Perhubungan untuk mengintervensi kenaikan harga barang akibat kenaikan biaya transportasi, dengan memberikan subsidi kepada penyedia jasa angkutan barang-barang kebutuhan dari luar Kota Kupang, seperti mobil pick up,” ujarnya.

Pemerintah Kota Kupang, lanjut George, yang dilantik sebagai Penjabat Wali Kota Kupang pada 22 Agustus 2022 silam, juga melakukan intervensi anggaran sebesar Rp 10 miliar pada APBD Tahun 2023 untuk penanganan inflasi dan dampak sosial bagi masyarakat. “Agar dapat mengendalikan inflasi, Pemerintah Kota Kupang telah dan akan terus melakukan langkah-langkah teknis, antara lain sidak pasar yang dilaksanakan setiap hari serta operasi pasar yang dilaksanakan masing-masing 2 kali seminggu di kelurahan dan tempat-tempat ibadah guna menekan kenaikan harga beberapa komoditas serta menjaga ketersediaan barang kebutuhan pokok masyarakat melibatkan Tim Satgas Pangan Provinsi NTT, unsur TNI Polri, pihak Bulog, Pelindo, Pertamina dan PT Angkasa Pura,” jelasnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, S. Donny H. Heatubun, dalam laporannya menyampaikan pada tahun 2022 ini, TPID Provinsi NTT dan TPID Kota Kupang terpilih menjadi salah satu nominasi TPID Provinsi dan TPID Kota Terbaik dalam seremoni TPID Awards. Dia mengapresiasi seluruh upaya extra effort dan sinergi yang telah dilakukan bersama melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota serta koordinasi seluruh stakeholder yang terlibat. Menurutnya sinergi dan kolaborasi TPID telah diwujudkan melalui pelaksanaan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di Pulau Flores dan Sumba, Gerakan Tanam Holtikultura di pekarangan rumah, pelaksanaan high level meeting secara berkala serta operasi dan sidak pasar dalam rangka menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

BI NTT 2022 merupakan ajang penghargaan yang diberikan Bank Indonesia Perwakilan Provinsi NTT kepada para stakeholder/mitra maupun responden terbaik yang telah berdedikasi dan berkontribusi nyata bersama Kantor Perwakilan BI Provinsi NTT dalam memajukan perekonomian di Provinsi NTT.

Dalam acara yang mengusung tema “Sinergi dan Inovasi Memperkuat Ketahanan dan Kebangkitan Menuju Indonesia Maju” tersebut, BI NTT menganugerahkan berbagai apresiasi tahun 2022 kepada 15 nominasi dengan 5 pemenang kategori. Kategori pertama, Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB) Terbaik Wilayah Provinsi NTT tahun 2022 dimenangkan oleh PT Citra Timor. Kategori ketiga, Mitra Pengendalian Inflasi Terkolaboratif Kabupaten/Kota Non IHK Wilayah NTT Tahun 2022, dimenangkan oleh Kabupaten Nagekeo. Kategori keempat, Mitra Strategis Terkolaboratif dalam Mendukung Edukasi Cinta Bangga Paham Rupiah Wilayah Provinsi NTT tahun 2022, dimenangkan oleh PT BPD NTT. Kategori kelima UMKM Binaan/Mitra Terkolaboratif di wilayah Provinsi NTT Tahun 2022, dimenangkan oleh Kelompok Tani Noetnana.

Selain itu, apresiasi BI NTT 2022 juga diberikan kepada responden terbaik tahun 2022, Kategori Pertama Contact Kegiatan Liaison Terkooperatif BI Wilayah Provinsi NTT Tahun 2022 diberikan kepada Kristal Hotel Kupang. Kategori kedua, Responden Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Pedagang Besar dan Data Pasokan Terkooperatif BI Wilayah Provinsi NTT Tahun 2022 diberikan kepada PT Multi Niaga Jaya Abadi. Kategori ketiga, Responden Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Terkooperatif BI Wilayah NTT Tahun 2022 diberikan kepada PT Ramayana Lestari Sentosa. Kategori keempat, Responden Survei Penjualan Eceran (SPE) Terkooperatif BI Wilayah Provinsi NTT Tahun 2022 diberikan kepada PT Mitra Pinasthika Mustika Cabang Kupang. Kategori kelima, responden PIHPS Pedagang Eceran Terkooperatif BI Wilayah Provinsi NTT Tahun 2022 diberikan kepada Bapak Mohamad Yusuf, Toko Rizky Boga. Kategori keenam, Responden Survey Pemantauan Harga (SPH) Terkooperatif BI Wilayah Provinsi NTT Tahun 2022 diberikan kepada Ibu Waode Ayama.

Sedangkan, juara pertama peserta Pitching Proposal Bisnis Terbaik, Program BI YES (Bank Indonesia Young Entrepeneur School) Batch II tahun 2022 diberikan kepada UMKM Hyuna.id, pengembangan produk madu tanah Desa Belemana Kabupaten Alor, Ibu Paulina Alu. Juara kedua, UMKM Antique Cake, pengembangan produk kue dan coklat Kota Kupang, Ibu Raden Rara Ekawati Astuti, S.H. Juara ketiga, UMKM Sedotan Rumput, pengembangan sedotan minuman dari rumput kabupaten Alor, Bapak Benny Leonard. (*PKP_ans/nt)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Kadin dan Bank NTT Jawab Kebutuhan Desa Binaan

NTT AKTUAL. KALABAHI. Baru saja kembali dari pulau Sumba dalam penjurian Desa Binaan Bank NTT di Sumba Barat Ketua Umum KADIN NTT. Bobby Lianto, M.M, MBA melanjutkan Penjurian Desa Binaan Bank NTT di Pulau Alor.

Kali ini beliau di temani oleh Marisa Killa Staf Bank NTT bidang Parekraf & desa binaan
Dalam kunjungannya selama 3 hari ke ALOR sebagai Dewan Juri Desa Binaan kali ini Bobby Lianto mengunjungi 5 Desa binaan Bank NTT yaitu : Desa Alimebung, Desa Kamot , Desa Alor Besar , Desa Aimoli dan Kelurahan Kabir – Pulau Pantar

Dalam Kunjungannya hadir Ketua Kadin Kabupaten Alor Denny Lalitan beserta pengurus kadin Alor Kaleb Laamaly, alasan Bobby Lianto Mengajak Kadin Daerah adalah supaya KADIN ALOR dapat berkolaborasi bersama bank NTT untuk dapat mensupport kebutuhan Desa binaan Bank NTT.

Kebanyakan ibu-ibu di Desa para pelaku UMKM yang telah membuat Produk produk hasil di desa nya seperti Kripik singkong, keladi, pisang, kue rambut, kue delapan, manisan Jahe Merah, Minyak Kemiri, Virgin Coconut Oil, kelor, hiasan dinding dari Kayu, akar bambu, kain Tenun dan produk produk lainnya

Mereka menyampaikan kesulitan mereka adalah setelah di produksi produk produk tersebut akan di jual kemana ? Sulit untuk memasarkan nya

KADIN NTT & KADIN ALOR serta Bank NTT menjawab tantangannya , Bobby Lianto sebagai Dewan Juri menjawab langsung ada 3 Solusi untuk memasarkan produk produk desa binaan, yang pertama Bobby Lianto mengusulkan Bank NTT mulai dari Cabang Pembantu terdekat, Kantor Cabang Kalabahi, bahkan di Kantor Pusat menyiapkan Rak / Counter yang memamerkan dan menjual segenap produk hasil Desa Binaan, Yang Kedua Puji Tuhan KADIN ALOR berkolaborasi dengan bank NTT segera di bulan Desember ini akan membuka CAFE & TOKO OLEH OLEH KHAS ALOR yang akan menjual semua produk produk hasil olahan UMKM dari Desa desa Binaan dan seluruh desa untuk menjawab kebutuhan , yang ke tiga KADIN NTT menyalurkan produk desa binaan ke Kupang lewat beberapa pengurus kadin aplikasi Digital seperti KIOS BETA.com, LAPAKDEKRA, dan LA MORINGA seraya menyampaikan bahwa Lewat La Moringa yaitu Restaurant khas NTT. KELOR & SE’I yang juga Toko Oleh oleh UMKM NTT yang saat ini selain di Kupang, telah di buka 4 kali lebih besar di Labuan Bajo dan juga sedang di persiapkan akan di buka di Bandara International CHANGI – Singapore salah satu bandara teramai di dunia dengan Bangga akan menjual produk-produk UMKM NTT. (*)

Sumber berita + foto : Humas Bank NTT

Terus Bertransformasi, Bank NTT Sediakan Layanan Perbankan Sesuai Tuntutan Jaman

NTT AKTUAL. KUPANG. Terus bertransformasi dan menyediakan layanan perbankan yang sesuai dengan tuntutan jaman, itulah Bank NTT saat ini. Bank yang lahir dari rahim bumi Flobamorata ini menghadirkan berbagai inovasi untuk mengajak masyarakat sama-sama bertumbuh.

Kantor Pusat Bank NTT

Bank NTT, sedang dalam proses menuju ke Bank Devisa, kerja keras dan kerja cerdas adalah spirit bagi manajemen yang saat ini dipimpin oleh Harry Alexander Riwu Kaho (Direktur Utama), Hilarius Minggu (Direktur Teknologi, Informasi dan Operasional), Paulus Stefen Messakh (Direktur Kredit), Johanis Landu Praing (Direktur Dana dan Treasury) dan Christofel Adoe (Direktur Kepatuhan).

Mereka bergandengan tangan, mengeksekusi mimpi besar pemilik dan masyarakat NTT, bahwa semua harus bisa bangkit, mandiri dan sejahtera. Untuk itulah sejumlah program didesain, guna membawa  Bank NTT menjadi bank yang tak kalah bersaing dengan bank lainnya di persada nusantara.

Setiap tahun, selalu ada thema baru yang diusung. Seperti Bank NTT sebagai Smart Bank, lalu Super Smart Bank, dan di ulang tahun 2022 ini, spirit baru didengungkan, yakni Momentum Keberlanjutan.

Tak cukup disitu, ide-ide brilian dituangkan dalam sejumlah program. Ada Ramai Skali yang disupport oleh Direktorat Dana, yang mana ini adalah sebuah gerakan untuk mendukung program besar Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dalam memperingati Bulan Inklusi Keuangan (BIK), selama Oktober. Pesertanya jangan ditanya. Semuanya anak-anak usia produktif yang diajarkan mengenai literasi keuangan.

Berikutnya, ada kompetisi ide dan gagasan serta kreatifitas antar desa yang diberi nama Festival Desa Binaan Bank NTT dan Festival PAD Tahun 2022. Ini adalah tahun kedua setelah diluncurkan tahun lalu.

Jika di 2021, hanya 23 desa pesertanya maka tidak tahun ini. Ada 115 desa dari seluruh kabupaten. Tiap cabang Bank NTT, mengirim lima  desa binaan untuk nantinya dikompetisikan di tingkat provinsi. Dari 115 desa ini, seluruhnya memiliki keunggulan tersendiri.  Baik itu di sektor pertanian, peternakan, perindustrian, maupun pariwisata dan potensi lainnya.

Untuk diketahui bahwa kehadiran Festival Desa Binaan Bank NTT ini sebagai wujud mengimplementasikan misi yaitu sebagai “Pelopor Penggerak Ekonomi Rakyat” dan “Menggali Sumber Potensi Daerah untuk diusahakan secara Produktif  bagi kesejahteraan Masyarakat NTT”.

Tak hanya itu melainkan program inspiratif yang dibesut di era Harry Alexander Riwu Kaho sebagai Direktur Utama ini adalah upaya mendukung Pemerintah Daerah Provinsi NTT dalam mengentaskan kemiskinan di NTT dengan mendesain pembinaan di masyarakat desa berupa peningkatan literasi keuangan, pelatihan dan pendampingan masyarakat desa yang ada di NTT.

“Festival Desa Binaan ini  untuk menuntun kehidupan masyarakat desa ke arah yang lebih sejahtera, meningkatkan perekonomian masyarakat perdesaan, mewujudkan kemandirian masyarakat desa. Kita juga memediasi kebutuhan pencari informasi baik potensi alam desa seperti pertanian, peternakan, perikanan maupun potensi wisata yang adalah potensi unggulan mereka,”ujar Dirut Alex di sebuah kesempatan.

Keunggulan lain iven ini yakni meningkatkan pertumbuhan perekonomian masyarakat desa yang Multiply Effect, menciptakan Desa Binaan yang mandiri dan berbasis digital, sentralisasi produk perbankan baik itu produk Dana Pihak Ketiga (DPK) dan Kredit dan juga menjadi pusat informasi potensi unggulan di daerah tersebut.

Masyarakat dilatih dan didampingi hingga berhasil dalam pengolah, packaging hingga pemasaran produk lokal unggulannya. Di sektor pariwisata pun sama. Ada narasi yang dihadirkan untuk menjembatani pesan leluhur ke generasi berikutnya, dan narasi ini tercatat secara digital, dan siapapun yang ke lokasi, tinggal scan pada barcode yang disiapkan lalu dengan mudahnya mengikuti alur ceriteranya. (*)

Sumber berita + foto : Humas Bank NTT

Sepanggung Dengan Bankir Papan Atas, Direktur Kredit Bank NTT Raih Award Bergengsi

NTT AKTUAL. JAKARTA. Kinerja pengurus pada PT. Bank Pembangunan Daerah (PT. BPD) Nusa Tenggara Timur, mendapat apresiasi pada forum tingkat nasional. Kali ini, Direktur Kredit Bank NTT, Paulus Stefen Messakh dinobatkan sebagai The Next Top Leader 2022 oleh Majalah Infobank. Paulus Stefen Messakh pun diundang hadir dan menerima penghargaan ini, Rabu (23 November 2022) siang, bertempat di Pullman Hotel Thamrin-Jakarta.

Direktur Kredit Bank NTT, Paulus Stefen Messakh saat dinobatkan sebagai The Next Top Leader 2022 oleh Majalah Infobank, Rabu (23 November 2022) siang, bertempat di Pullman Hotel Thamrin-Jakarta. Dokumentasi : Humas Bank NTT

Ada kriteria yang dijadikan sebagai patron dalam menjaring para leader terbaik perbankan di Indonesia. Kriteria pertama yang paling mendasar yakni berusia di bawah 50 tahun sebagai tanda sektor keuangan  Indonesia memiliki benih-benih pemimpin muda.

“Bahkan leader-leader terpilih ini juga merupakan Direksi  aktif di perusahaan. Selain itu, leader-leader pilihan  ini adalah yang terbaik karena telah dinilai berkontribusi bagi perusahaan dalam berkinerja baik sesuai rating Infobank, berpengalaman, berprestasi,”demikian release resmi penyelenggara.

Moment ini dihadirkan untuk memberikan apresiasi dan pengakuan kepada para bankir dan CEO terbaik serta kader-kader pemimpin di lembaga keuangan yang merupakan tumpuan dan harapan sektor finansial masa depan.

Sementara, untuk mengedepankan pentingnya faktor kepemimpinan bagi keberlanjutan usaha, acara yang dihadiri oleh 200 CEO & Leader di sektor keuangan dan BUMN Indonesia ini turut menyuguhkan Leadership Sharing yang dibawakan oleh Agus Dermawan Wintarto Martowardojo, seorang Bankir Senior yang pernah menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia dan Menteri Keuangan RI.

Saat ini pun beliau masih aktif dalam manajemen puncak dan struktur pengawasan di sektor perbankan Indonesia. Dalam kegiatan ini, Agus D.W. Martowardojo turut dianugerahi gelar khusus sebagai Indonesian Banking Leader in Creating More Leaders. Turut menyandang gelar khusus bersamanya, yakni Mu’min Ali Gunawan yang dinobatkan sebagai Inspirational  Legendary Banker.

Kegiatan forum nasional dan penganugerahan yang merupakan hasil kolaborasi antara Infobank Media Group bersama Ikatan Bankir Indonesia (IBI) ini mengangkat tajuk menarik The Secrets of Effective Leadership in a Crisis. Acara ini terdiri dari serangkaian agenda, diantaranya Economic Outlook 2023, Leadership Sharing, pemberian anugerah Bankers of the Year 2022, CEO of the Year 2022, dan acara puncakpengakuan jajaran Top 100 CEO & The Next 200 Leaders 2022 versi Infobank.

Ketua Dewan Redaksi Infobank, Eko B. Supriyanto turut menyampaikan pendapat dalam kata sambutannya pada forum kali. “Sektor keuangan perlu waspada dalam menyikapi gejolak perekonomian yang terjadi saat ini. Normalisasi kebijakan bank-bank sentral dunia dan berbagai stimulus moneter termasuk peningkatan suku bunga telah memaksa industri melakukan pengetatan likuiditas. BUMN pun perlu mengatur langkah jitu agar tetap dapat menjalankan perannya sebagai lokomotif ekonomi nasional. Di samping seluruh tantangan ini, sosok-sosok pemimpin handal, inovatif, berdedikasi, dan berdaya juang tinggi adalah faktor penting lain yang menjadi pilar penopang ketahanan usaha dalam menghadapi masa yang diwarnai ketidakpastian saat ini”,ujar Eko.

Infobank Top 100 CEO & The Next Leaders Forum 2022 dibuka dengan Keynote Speech Mahendra Siregar, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait Arah Kebijakan Lembaga Jasa Keuangan pada tahun 2023 mendatang. Selanjutnya Raden Pardede, Ekonom Senior Indonesia turut memberikan ulasan perekonomian tahun 2023 yang menantang karena Indonesia tengah dibayangi ancaman resesi perekonomian akibat dampak krisis global yang saat ini sedang melanda dunia. (***)

Sumber berita + foto : HUMAS BANK NTT

Keren, Gelar Program ‘Ramai Skali’ Bank NTT Libatkan UMKM

NTT AKTUAL. KUPANG. Program ‘Ramai Skali’ yang di selenggarakan Bank NTT di Kota Kupang Berlangsung Sukses, Sabtu (15/10/2022). Dalam pelaksanaan program ‘Ramai Skali’ ini Bank NTT juga melibatkan para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Binaannya.

Program ‘Ramai Skali’ Bank NTT di Kota Kupang di isi dengan acara Penjurian Kompetisi Tarian Etnik Kontemporer dan Traditional Costume Carnival Program ‘Ramai Skali’ Bank NTT 2022.

Selain itu dalam pelaksanaan program ‘Ramai Skali’ ini juga di serahkan bantuan CSR dari Bank NTT KCU Kupang kepada pemerintah Kota Kupang sebesar Rp.250.000.000 (Dua Ratus Lima Puluh Juta Rupiah). Bantuan ini di berikan untuk penataan Taman kantor Wali Kota Kupang.

Penjabat Wali Kota Kupang George M. Hadjoh, SH saat menerima secara simbolis bantuan CSR Bank NTT Rp. 250.000.000 untuk penataan taman kantor Wali Kota Kupang, Sabtu (15/10/2022). Dokumentasi : Nataniel Pekaata/NTT AKTUAL

Dalam pembukaan pelaksanaan program ‘Ramai Skali’ tahun 2022 ini turut pula di hadiri Penjabat Wali Kota Kupang, Perwakilan Bank Indonesia, Kepala OJK NTT, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTT dan sejumlah undangan lainnya.

Direktur Dana dan Treasury Bank NTT Yohanis Landu Praing dalam sambutan nya mengatakan Program ‘Ramai Skali’ merupakan program tahunan Bank NTT dan pelaksanaan program kali ini merupakan pelaksanaan program ‘Ramai Skali’ yang ke empat.

“Program ‘Ramai Skali’ ini di selenggarakan pertama kalinya pada 2 Februari 2019,” ujar Yohanis.

Program ‘Ramai Skali’ ini di jadikan sebagai momentum, sarana dan media untuk mempublikasikan serta mempromosikan seluruh produk dan layanan Bank NTT, jelasnya.

Direktur Dana dan Treasury Bank NTT Yohanis Landu Praing saat memberikan sambutannya pada pelaksanaan program ‘Ramai Skali’ di Alun-alun Kota Kupang, Sabtu (15/10/2022). Dokumentasi : Nataniel Pekaata/NTT AKTUAL

Dalam pelaksanaan program ‘Ramai Skali’ ini Bank NTT banyak melibatkan UMKM-UMKM dan dalam pelaksanaan transaksi para konsumen juga bisa menggunakan QRIS, tambah Yohanis.

Pada pelaksanaan program ‘Ramai Skali’ ini juga merupakan wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan diri yang dimiliki.

Program ‘Ramai Skali’ pada tahun ini melibatkan seluruh elemen, yaitu pelajar, mahasiswa, guru, dosen dan masyarakat umum yang mana jenis kompetisi yang di lakukan setiap tahun itu bervariasi, jelas Yohanis.

“Untuk tahun ini kompetisi yang di selenggarakan yaitu kompetisi pidato Bahasa Inggris, foto model, paduan suara, tarian etnik kontemporer, Traditional Costume Carnival dan tik tok promosi produk Bank NTT. Dengan kompetisi yang beragam ini tentu para juri yang menilai merupakan juri-juri yang profesional di bidangnya masing-masing,” kata nya.

Peserta program ‘Ramai Skali’ pada tahun ini berjumlah sebanyak 649 tim dengan melibatkan seluruh Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi NTT.

“Penjurian hari ini merupakan rangkaian road show yang telah kami lakukan sebelum nya di lima titik yaitu yang pertama di Labuan Bajo pada tanggal 20 September 2022, Waingapu tanggal 29 September 2022, Maumere tanggal 2 Oktober 2022, Kalabahi pada tanggal 5 Oktober 2022 dan di Kota Kupang pada tanggal 8 Oktober 2022 lalu dengan kompetisi yang di pertandingkan adalah kompetisi paduan suara,” ungkap Yohanis.

Sedangkan hari ini di alun-alun Kota Kupang di selenggarakan kompetisi Tarian Etnik Kontemporer dan Traditional Costume Carnival.

“Pada kompetisi Traditional Costume Carnival itu sendiri di ikuti oleh 16 Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur,” tandasnya.

Dirinya mengharapkan dengan program yang di selenggarakan Bank NTT, kiranya masyarakat  makin memahami, mengenal dan menggunakan produk serta layanan Bank NTT dan pada akhirnya masyarakat dapat secara nyata merasakan manfaat dari pelayanan Bank NTT tersebut, pungkasnya. (NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Bank NTT Meraih Penghargaan Dari Majalah Infobank

NTT AKTUAL. JAKARTA. Bank NTT kembali dinobatkan sebagai bank terbaik di Indonesia untuk klasifikasi berdasarkan Kelas Modal Inti (KBMI) 1. Ada 45 lembaga perbankan yang berhak atas capaian hebat ini, sehingga mereka meraih penghargaan dari Majalah Infobank yang berlangsung pada ajang 27th Infobank Award 2022 di Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Kamis (25/08/2022) siang.

Penghargaan bergengsi ini diterima oleh Kepala Divisi Rencorsec and Legal Bank NTT, Endry Wardono mewakili manajemen. Sementara hadir juga direksi bank-bank besar tanah air.

Dokumentasi : HUMAS BANK NTT

Masih mengenai penghargaan yang diterima oleh Bank NTT, kinerja keuangan dari bank yang saat ini dipimpin oleh Harry Alexander Riwu Kaho sebagai Direktur Utama ini, tercatat sangat baik. Ini berdasarkan hasil riset independent Biro Riset Infobank (BiRI) berdasarkan Rating 107 Bank versi Majalah Infobank tahun 2022.

Adapun riset penilaian kinerja pada rating kali ini dilakukan berdasarkan data laporan keuangan tahun penuh 2021 yang menerapkan lima tahapan besar dalam menentukan peringkat dan predikat. Pertama, menentukan formula rating yang didasarkan pada perkembangan perbankan dan kebijakan regulator, serta pencapaian perbankan secara industri. Kedua, mengumpulkan laporan keuangan bank-bank, yang terdiri atas neraca dan rugi laba selama dua tahun, serta laporan GCG dan profil risikonya.
Ketiga, memasukkan skor GCG dan profil risiko serta mengolah angka-angka dengan berbagai rasio dan pertumbuhan yang sudah ditetapkan. Tahap selanjutnya, BiRI mengelompokkan bank-bank sesuai dengan kelompok modal inti, mulai dari KMBI 4 sampai dengan 1. Dan tahapan terakhir, pemberian notasi akhir untuk memberikan predikat dan pemeringkatan setelah index nilai terkumpul.

Kriteria penilaian yang diterapkan Biro Riset Infobank hampir sama, bahkan lebih berat daripada kriteria yang digunakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bila penilaian kesehatan bank versi regulator hanya mengacu pada profil risiko, GCG, rentabilitas, dan permodalan, pada kesempatan ini Biro Riset Infobank menambah kriteria-kriteria lain seperti efisiensi dan pertumbuhan.

Direktur Biro Riset Infobank sekaligus Pemimpin Redaksi Majalah Infobank, Eko B. Supriyanto dalam kata pengantar pembukaan forum mengutarakan bahwa industri perbankan perlu tetap berhati-hati pada masa yang tidak menentu saat ini. Walaupun kondisi ekonomi domestik sudah mulai pulih, namun masih dibayangi kondisi ekonomi makro.

“Sinyal resesi di dunia menguat dan bisa menular sampai ke Indonesia dengan 3% probabilitas menurut data Kementerian Keuangan. Krisis kesehatan juga belum sepenuhnya selesai. Pada masa yang tidak pasti ini, dimana sektor perbankan sedang berupaya menjaga likuditas dan mengatur siasat atas kenaikan tingkat suku bunga kredit, bank turut dihadapkan oleh kemunculan debitur-debitur sontoloyo dengan finansial mumpuni yang lari dari kewajiban kreditnya dan mengatasnamakan restrukturisasi, bahkan berani melaporkan bank ke penegak hukum. Standar operasi yang ketat, diimbangi dengan selektif memilih calon debitur masih perlu dijaga oleh perbankan saat ini”, ujar Eko.

Second Half Economic Forecasting 2022 diawali dengan Forum Nasional bertajuk “Mewaspadai Signal Resesi dan Debitur Nakal” yang dibuka dengan Keynote Speech Dr. Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK terkait Arah Pengawasan dan Kebijakan Perbankan di Tengah Ketidakpastian.

Turut hadir sebagai narasumber forum, antara lain: Dody Budi Waluyo, MBA, Deputi Gubernur Bank Indonesia Bidang Perekonomian Makro yang memberikan pemaparan seputar Kebijakan Moneter dan Makro-prudensial (diwakili staf, yang hadir dan menjawab pertanyaan peserta); Darmawan Junaidi, MBA, Direktur Utama PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan pembicaraan terkait Penguatan GCG dan Risk Management Dalam Menghadapi Risiko Resesi;dan juga Kombes Pol. Helfi Assegaf, selaku Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri yang menerangkan perihal Ranah Penyelesaian Hukum pada Kasus Kredit Macet. (**/NA)

Sumber berita + foto : HUMAS Bank NTT

Editor : Nataniel Pekaata

OJK NTT Ajak Masyarakat Waspada Investasi Ilegal

NTT AKTUAL. KUPANG. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengajak masyarakat untuk waspada investasi ilegal.

Hal ini disampaikan Kepala OJK NTT, Japerman Manalu pada kegiatan Launching Pasar Siap QRIS dan Sasando Dia (Sante-Sante Baomong Deng Media) yang berlangsung di Aula Nemberalla Lantai III Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi NTT, Jumat (05/08/2022).

Pada kesempatan ini Japerman menambahkan OJK, Bank Indonesia, Kementerian Kominfo dan Kepolisian selalu aktif menerapkan solusi dalam mengantisipasi Pinjaman Online Ilegal.

Kepala OJK NTT, Japerman Manalu saat menjadi Narasumber dalam kegiatan Sasando Dia (Sante-Sante Baomong Deng Media), Jumat (05/08/2022). Dokumentasi : Nataniel Pekaata/NTT AKTUAL

Dirinya menjelaskan ada dua solusi mengantisipasi Pinjaman Online Ilegal ini yaitu solusi jangka pendek dan solusi jangka menengah panjang.

“Solusi Jangka pendek nya meliputi :
– Aktif memberikan Edukasi ke Masyarakat terkait Pinjaman Online Ilegal

– Melakukan Pemblokiran terhadap situs yang terindikasi melakukan aktivitas pinjaman Online Ilegal, dan

– Penegakan hukum,” ujar Japerman

Lanjutnya, untuk solusi jangka Menengah Panjang, yaitu :

– Membuka akses pendanaan yang lebih luas kepada masyarakat

– Membuka program peningkatan pendapatan masyarakat, dan

– Aktif menerapkan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi dan Undang-Undang Fintech.

Diakhir pemaparannya Kepala OJK NTT, Japerman Manalu mengajak pula agar apabila ingin berkonsultasi terkait Pinjaman Online masyarakat bisa menghubungi Kontak OJK :157, jam operasional dari jam 08.00 sampai 17.00 WIB.

Selain itu masyarakat juga bisa mengakses situs konsumen@ojk.go.id
dan waspadainvestasi@ojk.go.id

“Mari seluruh masyarakat harus cerdas menggunakan teknologi digital dan jangan mudah terpengaruh dengan pinjaman Online Ilegal. ‘Investasi Bodong Pasti Bohong’ dan ‘Investasi Ilegal Berujung Fatal’,” tutup Japerman. (*/NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata