Arsip Kategori: EKONOMI

Bank NTT Meraih Penghargaan Digital Banking Terbaik Dalam Kategori ‘Kolaborasi’

NTT AKTUAL. JAKARTA. Sebanyak 33 bank meraih penghargaan pada ajang Digital Banking Awards 2022 (DBA 2022). Dari deretan bank-bank ternama di level nasional, ada nama PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (PT. BPD NTT). Bank NTT meraih penghargaan digital banking terbaik dalam kategori ‘Kolaborasi’. Penghargaan yang baru pertama kali diadakan di Indonesia ini, diberikan Majalah Investor – Berita Satu Media Holdings (BSMH) bekerja sama dengan Intellectual Business Community (IBC), pada acara penganugerahan Digital Banking Awards 2022 secara virtual, Selasa (28/06/2022).

Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, hadir secara virtual, bersama para pejabat bank yang mengusung tagline bank kebanggaan masyarakat Nusa Tenggara Timur itu. Untjuk diketahui, Bank NTT dalam tahun ini meraih beberapa penghargaan bergengsi, karena berbagai inovasinya di bidang digitalisasi maupun layanan perbankan lainnya. Masih dalam kategori BPD, Bank NTT tidak sendirian, melainkan ada empat bank daerah lainnya yang juga memperoleh award dalam kategori yang lain.

Menurut Ketua Dewan Juri Dr. dr. Bayu Prawira Hie MBA, pemeringkatan dan pemberian penghargaan ini bertujuan mempercepat transformasi digital bank di Indonesia. Selain itu, juga untuk memetakan layanan digitalisasi perbankan secara umum serta memeringkat kualitas layanan digital banking.

“Acara ini juga bertujuan untuk membantu pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mendorong transformasi digital sektor perbankan, mendorong bank-bank untuk memperbaiki kualitas layanan digital, mendorong terjadinya akselerasi pembentukan ekosistem digital perbankan di Indonesia,”kata Bayu.

Digitalisasi saat ini sudah menjadi keniscayaan. Karena itu, setiap sektor perlu melakukan antisipasi agar tidak tertinggal. Apalagi di sektor perbankan, yang membutuhkan kecepatan, keamanan, akurasi, dan efisiensi.

Direktur Pemberitaan Berita Satu Media Holdings (BSMH) Primus Dorimulu berharap bank-bank memacu diri untuk terus maju. “Kita berharap Digital Banking Awards 2022 ini bisa menjadi ajang untuk memacu setiap bank bertranformasi digital secara komprehensif, sesuai dengan regulasi dan kebutuhan masyarakat,”kata Primus.

Dalam ajang Digital Banking Awards 2022 ini, bank dengan layanan digital banking dipisahkan dengan bank digital murni, begitu juga dengan bank berbasis syariah. Dilihat dari kelasnya, bank dibagi berdasarkan modal inti (KBMI). Namun, Bank Pembangunan Daerah dipisahkan dalam kelompok tersendiri.

Metodologi dan Penjurian

Metodologi dan Penjurian Pemeringkatan dan penghargaan Digital Banking Awards 2022 dilakukan oleh Tim Juri yang berkompeten dan profesional di bidang digitalisasi perbankan dan ahli dalam teknologi informasi. Pemeringkatan menggunakan kriteria yang terdapat dalam “Cetak Biru Tranformasi Digital Perbankan” dari Otoritas Jasa Keuangan serta berdasarkan pengolahan data sekunder yang dilakukan oleh Tim Riset Berita Satu Media Holdings.

Selain Bayu Prawira sebagai Ketua, anggota tim Juri lainnya adalah Hermawan Thendean (Praktisi Teknologi Industri Keuangan), Rico Usthavia Frans (Pengamat Bank), Bari Arijono (Executive Chairman Banking Institute), Suria Dharma (Direktur & Head of Research PT Samuel Sekuritas), dan Primus Dorimulu (Direktur Pemberitaan BSMH). Kriteria yang digunakan dalam penilaian adalah kriteria DMAB (Digital Maturity Assessment of Banks) dari Otoritas Jasa Keuangan ( https://www.ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/info-terkini/Pages/Cetak-BiruTransformasi-Digital-Perbankan.aspx), termasuk semua definisi dan penjelasan yang diuraikan dalam cetak biru tersebut.

Kriteria Penilaian

Kriteria penilaian mengacu pada enam indikator utama kematangan digital, terdiri atas 21 sub indikator yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan, yakni meliputi Nasabah/Customer, Data, Teknologi, Manajemen Risiko, Tatanan institusi dan Kolaborasi.

Selain itu, sebagai antisipasi pengesahan UU Perlindungan Data Konsumen, Tim Juri memasukkan satu kriteria tambahan, yaitu adanya jabatan Data Protection Officer, sebagai bagian dari kriteria dimensi Data. Pemeringkatan dan penilaian didasarkan atas empat kelompok. Pertama, KBMI (Kelompok Bank Modal Inti). Yakni KBMI IV (Modal Inti di atas Rp 70 triliun), KBMI III (Modal Inti > Rp 14 triliun – Rp 70 triliun), KBMI II (Modal Inti > Rp 6 triliun – Rp 14 triliun), dan KBMI I (Modal Inti di bawah Rp 6 triliun). Kemudian kelompok Bank Digital Murni, kategori Bank Pembangunan Daerah (BPD), dan bank syariah.

Meski menggunakan kriteria yang berbasis pada regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bayu menegaskan bahwa OJK tidak terlibat dalam proses penilaian DBA 2022, dan pemberian award ini bukan merupakan representasi OJK. Metodologi dalam penilaian Digital Banking Awards 2022 meliputi tiga aspek: Pertama, penilaian atas sendiri atau self-assesment, yang dilakukan oleh pihak kandidat, untuk menilai setiap sub kriteria, dengan menyertakan alasan dan bukti-bukti pendukung. Dalam hal ini, setiap peserta akan dikirim surat dan link secara resmi. Kedua, Tim Juri juga mengundang publik untuk menilai (public assessment), dengan menyertakan alasan dan bukti-bukti pendukung, melalui link: https://s.id/DBA-PUBLIC. Ketiga, Tim Juri mengadakan penilaian berdasarkan ekspertis tim juri serta masukan dari self-asessment dan public assessment, ditambah dengan wawancara dengan sejumlah peraih nominasi.

Masih berdasarkan keputusan juri, pada kategori bank berdasar modal inti (KBMI) 4, penghargaan digital banking terbaik untuk dimensi data diperoleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Sementara penghargaan digital banking terbaik untuk manajemen risiko dimenangkan PT Bank Central Asia Tbk, yang juga memperoleh penghargaan terbaik dalam penilaian customer. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mendapat penghargaan dari sisi tatanan institusi. Sedangkan, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mengantongi penghargaan dari sisi teknologi dan kolaborasi. Tak hanya itu, Bank Mandiri juga dinobatkan sebagai peraih “Best of The Best Digital Banking Awards 2022”.

Dirut Alex: Spirit Bagi NTT

Sementara itu Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riru Kaho, Selasa petang tadi atas nama Bank NTT mengucapkan apresiasi kepada Beritasatu Media Holding, Majalah Investor Daily dan Intellectual Business Community yang sudah menginisiasi digital award. “Penghargaan ini menjadi inspirasi bagi Bank NTT, dan menjadi semangat dalam aksi korporasi yang berkelanjutan untuk kami mampu melihat kebutuhan pengguna jasa yang makin kompleks. Kiranya kolaborasi ini memberi spirit yang kuat bagi kami di NTT dan daerah-daerah kepulauan dengan spirit kolaborasi pentaheliks, memberi kekuatan kepada BPD untuk terus bertumbuh di tengah kemajuan digital industri perbankan,”tegasnya.

Dia juga memberi apresiasi kepada bank-bank lain yang juga mendapat apresiasi yang sama, sembari berharap agar iven ini terus dilaksanakan dengan melihat berbagai spesifikasi dan kriteria penilaian yang dapat merangsang, memberikan daya tahan, daya saing dan daya tumbuh bagi industri perbankan di Indonesia.

Untuk diketahui, Bank NTT berdiri sejak 18 Oktober 1961 dan terhitung Maret 2022, memiliki total aset Rp 16,76 Triliun dan memiliki laba bersih Rp. 59,1 Miliar terhitung Maret 2022. Ada aksi yang membuatnya bertengger pada posisi puncak dalam peraih awards, yakni berkolaborasi secara positif sehingga memperoleh tambahan modal dari Pemrintah Provinsi NTT serta 14 pemerintah kabupaten dan kota di Provinsi NTT yang juga pemegang saham Bank NTT.  (***)

 Sumber berita + foto : HUMAS BANK NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Be Cash Bank NTT Hadir Untuk Manjakan Nasabah

NTT AKTUAL. KUPANG. Tak berhenti melakukan inovasi dalam layanan perbankan. Itulah PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (PT. BPD NTT). Bertempat di Paradox Café and Roasting, Jl. W.J. Lalamentik Kupang, Sabtu (25/06/2022), digelarlah Promo Kredit Konsumsi BE CASH yang merupakan hadiah langsung Kredit Multiguna Bank NTT berupa beasiswa dan cashback.

Dalam skim kredit yang diarsiteki Direktur Kredit, Paulus Stefen Messakh dan didukung team di Direktorat Kredit ini, anda bisa mendapatkan cashback angsuran bunga hingga dua bulan berjalan, untuk plafond kredit baru/top up minimal Rp 60 juta dan kelipatannya.

Adapun syarat dari program Promo Beasiswa dan Cashback yang dikhususkan bagi debitur baru dan debitur eksisting/top up Bank NTT yang mengajukan fasilitas kredit konsumsi Bank NTT, diantaranya setiap plafond sama dengan atau lebih besar Rp.60 Juta s.d < Rp.120 Juta dapatkan paket beasiswa langsung Rp.400 ribu. Sementara bagi yang lebih besar Rp.120 Juta s.d <180 Juta paket beasiswa langsung 400 ribu dan cashback satu bulan angsuran bunga, serta lebih besar Rp.180 juta dapatkan Paket beasiswa langsung 400 ribu dan cashback 2 bulan angsuran bunga.

Hadir pada KKB On The Street petang itu, Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, Direktur Kredit, Paulus Stefen Messakh, Dirut Jamkrida, Ibrahim Imang, Direktur Operasional Jamkrida, Octaviana Ferdiana Mae, serta sejumlah Kepala Divisi Bank NTT. Tamu undangan lainnya yang ikut hadir, para pimpinan lembaga asuransi maupun pimpinan tujuh dealer besar di Kota Kupang.

Di malam itu juga, ada Pre-launching produk “Digital Loan” Bank NTT. Kredit Digital (Digital Loan) adalah kredit yang memiliki proses pengajuan pinjaman secara online melalui Fitur Digital Loan dalam Aplikasi Mobile Banking Bank NTT (Be Pung Mobile).

Produk ini hadir untuk mempermudah pemenuhan kebutuhan konsumsi seperti Pendidikan, Kesehatan, Liburan, Renovasi rumah, Pembelian barang elektronik, Pembelian alat rumah tangga, Pembelian gadget/handphone dan tujuan konsumtif lainnya.Tujuannya, sebagai alternatif pemberian kredit bagi debitur existing yang ingin menikmati tambahan plafond tanpa melakukan pelunasan kredit multiguna dan atau kredit multi usaha. Sementara plafond kredit maksimum adalah Rp.50 juta dengan jangka waktu kredit maksimum 5 (lima) tahun. Fasilitas lain yang bisa dinikmati adalah, suku bunga kreditnya yang menarik dan kompetitif.

Bank NTT Terus Berinovasi

Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho dalam sambutannya, Sabtu malam itu menegaskan bahwa Bank NTT terus melakukan inovasi dan perubahan dalam pelayanan. Perkembangan teknologi yang pesat saat ini menuntut agar Bank NTT harus bisa menjawabnya dengan inovasi.

“Kita baru saja melakukan inisiasi pinjaman melalui B Pung Mobile dan dua periode inovasi yang kita lakukan, pada tahun kemarin bertepatan dengan HUT NTT kita launching digital lounge utuk kredit konsumsi. Hari ini kita terus mengupgrade mobile banking kita untuk menjawab kebutuhan nasabah debitur untuk lebih mudah, lebih cepat, lebih aman dan lebih andal, bisa menggunakan aplikasi Be Pinjam pada B Pung Mobile,”tegas Alex menambahkan “Sehingga kapanpun, dimanapun ketika ada kebutuhan mendadak, nasabah tidak harus ke kantor Bank NTT namun cukup dengan aplikasi Be Pinjam pada B Pung Mobile, akan menjawab kebutuhan-kebutuhan.”

Momentum malam itu menurut Dirut Alex, merupakan pembuktian bahwa inilah new wafe, dimana gelombang-gelombang kejutan akan terjadi dimana-mana. Gelombang kejutan ini justru hadir dan menggairahkan semangat semua sektor terutama perbankan untuk terus eksis dengan melakukan kolaborasi-kolaborasi bersama.

“Karena itu kami berterimakasih kepada Jamkrida, Jasa Raharja Putra, Askrida serta asuransi-asuransi penjaminan kredit di Bank NTT yang terus memberikan semangat, spirit, untuk berkolaborasi bersama membangun NTT,”tegas Alex berharap semoga sinergitas dan kolaborasi ini tidak sampai disini melainkan dilanjutkan pada momentum-momentum yang lain, di sektor-sektor yang lain pula. (***)

 Sumber berita + foto : HUMAS BANK NTT

Tampil di Studio TV Nasional, Dirut Bank NTT Beber Keberhasilan Digitalisasi UMKM

NTT AKTUAL. JAKARTA. Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, Kamis (16/06/2022), diundang hadir dalam Special Dialog, sebuah acara yang didesain khusus oleh manajemen Beritasatu TV Jakarta, untuk menampilkan tokoh-tokoh nasional yang geliatnya menginspirasi negeri.

Sembilan hari  yang lalu, Primus Dorimulu, Direktur Beritasatu Media Holdings, yang juga presenter dalam program ini, menghadirkan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Firli Bahuri dalam topik Firli Menjawab Keraguan Publik. Disana selama 50.36 menit Firli berbicara mengenai strateginya memberantas korupsi. Program ini  juga panggung yang disiapkan untuk tokoh nasional yakni kepala negara hingga para menteri.

Dan, pada Kamis petang tadi, Primus mendatangkan tiga narasumber berkelas, yang membahas sebuah topik special, yakni ‘Digitalisasi Bank untuk mendukung UMKM Provinsi’. Yang membanggakan adalah, Dirut Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho, diundang hadir mewakili sederetan pemimpin perusahaan daerah (BPD) di Indonesia, dalam program yang disiarkan secara live dari studio Berita Satu TV, Kamis pukul 16.00-17.00 Wita. Hadir bersama Alex dalam live talkshow di studio, Primus Dorimulu sebagai presenter dan Bayu Prawira Hie yang adalah Digital Tranformation Expert, sedangkan mengikuti secara daring, Wiweko Probojakti yang adalah Direktur TI, Konsumer dan Jaringan BPD Jawa Tengah.

Sebagai pengantar, Primus melontarkan pertanyaan mengenai apakah digitalisasi perbankan sudah menjadi kebutuhan nasabah ataukah belum, serta bagaimana prospek digitalisasi UMKM di NTT. Dijawab oleh Alex bahwa dunia sudah familiar dengan digitalisasi, berbeda dengan NTT yang karena kondisi topografi serta geografis bebeda-beda. Namun ini bukan kendala karena merupakan tantangan bagi sektor perbankan seperti Bank NTT untuk menyiasatinya. Bank NTT lalu secara masif berkolaborasi dengan semua pihak.

“Sehingga digitalisasi ini bisa dirasakan manfaatnya oleh semua pihak termasuk UMKM. Pandemi COVID menghantam fondasi ekonomi NTT dari level normal dari sebelumnya terkoreksi normal, hampir minus. Namun dalam kerja-kerja bersama dalam spirit yang sama, untuk membangun kembali fundamental ekonomi berbasis UMKM maka kolaborasi menjadi sebuah strategi untuk membangun sebuah ekosistem yang dalam ekosistem itu digitaliasi bisa dilakukan secara inklusi dengan berbagai pihak termasuk UMKM,” tegas Alex.

Direktur Beritasatu Media Holdings, Primus Dorimulu (kiri) saat memandu live talk show di studio Beritasatu TV Jakarta, Kamis (16/06/2022) petang. Hadir Bayu Prawira Hie (tengah) yang adalah Digital Tranformation Expert, serta Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho (kanan). Sementara itu mengikuti secara daring yaitu, Wiweko Probojakti yang adalah Direktur TI, Konsumer dan Jaringan BPD Jawa Tengah. Dokumentasi : Humas Bank NTT

Memang digitalisasi membutuhkan kerja keras, sehingga Bank NTT pada 2019 melakukan review dan kajian untuk segera beradaptasi dengan kemungkinan terjadinya hal-hal yang tak diinginkan. Ketika BI menghadirkan terobosan sistem pembayaran yang lebih modern, yakni penerapan QRIS ini menjadi salah satu terobosan untuk gaya atau model digitalissi yang akan berkembang. “Bank NTT segera melakukan upgrade core banking sehingga bisa mengakomodir potensi-potensui peluang di kemudian hari. Setelah itu tahapan berikutnya adalah mereviwe tenaga-tenaga IT baik special hire maupun organik untuk mampu mendesain program-program yang berbasis potensi unggulan di NTT. Karena jika Bank NTT mau bersaing namun jika tak memiliki karakteristik yang kuat, maka akan tergerus dan tenggelam,”tegas Alex menambahkan produk dan layanan yang disiapkan oleh Bank NTT seperti melakukan diversifikasi produk, pendekatan-pendekatan yang tepat untuk usaha-usaha yang berbasis potensi lokal. Dia bersyukur karena masyarakat mau beradaptasi. Apalagi dengan ratio elektronik dan ratio kelistrikan di NTT yang mulai membaik, membuat habid berubah dengan cepat termasuk masyarakat di pedesaan.

Alex merinci, setidaknya 6.000 UMKM binaan Bank NTT yang sudah bisa menggunakan layanan digital. Ini mengacu pada meningkatnya transaksi-transaksi digital dari hari ke hari. Ada beberapa kegiatan yang dihadirkan untuk mendukung digitalisasi terhadap layanan perbankan seperti Festival Desa Binaan Festival PAD dimana seluruh peserta sudah harus familiar dengan transaksi digital.

“Kami memantaunya dari kanal-kanal pembayaran ada peningkatan yang sangat signifikan. Trend kita menunjukkan pertumbuhan yang hampir mencapai 30 persen dan kita melihat adanya prospek yang sangat baik,”tegas Alex yang menambahkan saat ini Bank NTT memiliki kurang lebih 9.000 agen digital sejak 2019-2022. Dan ini sebuah lompatan eksponensial untuk pertumbuhan yang sangat luar  biasa karena mereka punya modal sendiri dan bisa mempergunakan jasa layanan bank untuk berkreasi. Mereka pun bisa mengembangkan pola pembayaran yang ada. Ada Agen Dia Bisa, dikembangkan ke Lopo Dia Bisa, lalu Lopo Dia Bisa ini kombine antara agen DIA Bisa dan UMKM yang ada sehingga disitulah marketplace itu ada karena mereka mengupload setiap produknya. Bank NTT memfasilitasi mereka dengan membuatkan E-Katalog.

“Untuk menjaga sustainable, maka kita terus mengembangkan keahlian warga, seperti packaging diperindah. Lewat kerjasama dengan Dekranasda, kita berkolaborasi sehingga lebih berkualitas dan layak di pasar. Seperti kolaborasi  dengan KADIN NTT, UMKM kita menembus pasar di Singapura, Timor Leste dan sebagainya,”ujar Alex.

Pihaknya bersyukur karena NTT memiliki gubernur, bupati dan kepala daerah yang sangat peduli serta punya komitmen yang kuat misalnya untuk pemenuhan modal inti minimum yang mana semua sudah komit agar pada tahun 2023, pemenuhan modal inti ini terpenuhi Rp 3 Triliun. Di bagian akhir, Alex berkesimpulan bahwa dari sisi industri perbakan, apa yang sudah dilakukan oleh regulator dan tuntutan market itu tidak masalah. Namun dari sisi lain untuk menghidupkan sustainable perbankan dimana ada konsumer dan konsumer itu adalah UMKM, maka salah satu yang harus dilakukan oleh regulasi apalagi untuk daerah seperti NTT, yakni harus diberlakukan semacam relaksasi dalam regulasi sehingga merangsang pertumbuhan-pertumbuhan UMKM lebih bergairah. Jika regulasi diterapkan secara umum tentu sulit sehingga dibutuhkan perlakuan khusus.

Sementara itu Bayu Prawira Hie saat itu mempertegas bahwa memang BPD dimiliki oleh Pemda dengan sasaran adalah ASN. Hal ini bagus dan menjadi modal income yang reguler namun dia menyarankan agar jangan lupa bahwa misi sebuah BPD adalah menjadi agen pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu adalah tepat jika bank mulai menyasar sektor UMKM. “BPD ini benar-benar harus merangkul masyarakat, selain karena misinya, juga agar mereka bisa berkembang serta terciptanya keeratan BPD dengan masyarakat.  BPD harus membangun sentimen dari masyarakat sehingga mereka pun mau agar banknya harus lebih bagus. Ini tugas bagi BPD. Agar BPD tidak saja menyasar kredit konsumtif namun produktif,” pungkasnya. (***)

Sumber berita + foto : HUMAS BANK NTT

Bank NTT Masuk Nominasi Digital Banking Award 2022, Dirut Alex : ini Spirit Bagi Kita

NTT AKTUAL. JAKARTA. PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (PT. BPD NTT), tahun 2022 kembali mencatatkan sejarah penting mengenai pencapaiannya di level nasional. Bank yang dinahkodai oleh Harry Alexander Riwu Kaho, SH, MM sebagai Direktur Utama ini, berdasarkan evaluasi tim juri, dinyatakan unggul dan masuk dalam nominasi Penghargaan Digital Banking Awards 2022 sehingga berhak mendapat penghargaan untuk kategori ‘BPD untuk Indikator Kolaborasi’.

Kantor Pusat Bank NTT

Untuk diketahui bahwa Penghargaan Digital Banking Awards 2022 diadakan oleh Majalah Investor bekerjasama dengan Intellectual Business Community (IBC). Dalam suratnya kepada Dirut Bank NTT tertanggal 7 Juni 2022 yang ditandatangani Primus Dorimulu sebagai Direktur Beritasatu Media Holdings dan Dr. dr. Bayu Prawira Hie, MBA sebagai Ketua Dewan Juri, disebutkan bahwa tim juri telah menerima data self-assessment yang diisi secara on-line oleh tim Bank NTT,  dan kemudian Tim Juri menilai berdasarkan self-assessment tersebut, data yang diperoleh dari publik, proses wawancara (selektif) dan juga ekspertis dari Tim Juri.

Tidak main-main, juri mengadopsi kriteria sulit yang digunakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI yakni kriteria DMAB (Digital Maturity Assessment of Banks). Adapun kriteria ini  mencakup 6 (enam) dimensi, yaitu Data, Teknologi, Manajemen Risiko, Kolaborasi, Institusi, dan Pelanggan.

“Berdasarkan evaluasi tim juri, dinyatakan unggul dan oleh karenanya berhak mendapat penghargaan untuk kategori ‘BPD untuk Indikator Kolaborasi’,”demikian isi surat tersebut. Selain itu Tim Juri pun sudah memilih 1 (satu) bank sebagai pemenang Best of the Best, yang mana informasi pemenang hal tersebut baru akan diumumkan pada acara pengumuman penghargaan ”Digital Banking Awards 2022” yang diadakan pada  Selasa, 28 Juni 2022 petang yang akan disiarkan live di BeritaSatu TV.

“Kami ucapkan selamat kepada Bapak yang telah memimpin Bank Nusa Tenggara Timur mendapatkan pencapaian yang luar biasa sehingga memenangkan Penghargaan ”Digital Banking Awards 2022” tersebut,”demikian panitia pelaksana masih dalam surat itu. Adapun acara penghargaan akan disiarkan secara live di BeritaSatu TV dan ditonton oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Sementara, Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, Jumat (10/6/2022) petang di Kalabahi saat mendampingi Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, melakukan kunjungan kerja ke sana, berterimakasih atas pencapaian ini. “Apresiasi ini merupakan tambahan spirit bagi kita untuk kita bekerja lebih keras dan lebih cerdas lagi. Serta mampu membawa fungsi BPD sebagai agent of development,”tegas Alex sembari menambahkan, penghargaan ini masih terkait spirit yang dibangun oleh Bank NTT untuk mendukung digitalisasi layanan perbankan. Sehingga menurutnya, digitalisasi akan terus dilakukan baik itu di bidang kredit, dana maupun operasional. “Dan dengan digitalisasi ini, Bank NTT bisa membenahi pelayanan, mempermudah serta mempecepat layanannya, serta dari sisi keamanan, ada mitigasi resiko dari berbagai peluang yang mengganggu keamanan dalam layanan,”tambahnya. (***)

Sumber berita + foto : HUMAS BANK NTT

Kunker di Alor, Gubernur VBL Beli Sirih Pinang dan Kue Rambut Bayar Pakai QRIS Bank NTT

NTT AKTUAL. KALABAHI. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, dalam kunjungan kerjanya (Kunker) ke Kalabahi Kabupaten Alor, Kamis (09/06/2022), menyempatkan diri untuk berkunjung ke Pasar Terbakar, Kalabahi. Pasar tradisional ini terletak di jantung kota, tepatnya di Kelurahan Nusa Kenari Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor.

Di pasar ini, telah menanti setidaknya 700 orang pedagang yang berasal dari baik itu Pasar Terbakar sendiri maupun dari Pasar Kadelang yang sementara dalam tahapan pembangunan kembali oleh Pemerintah Kabupaten Alor. Setibanya gubernur disana, Gubernur Viktor langsung turun dari mobilnya dan menuju ke pedagang yang sudah menanti.

Didampingi Bupati Alor, Amon Djobo, Staf Khusus Gubernur bidang ekonomi, Prof Daniel Kameo,  dan Wakil Bupati, Imran Duru dan Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho serta sejumlah pejabat lainnya, Gubernur berbelanja sejumlah barang seperti sirih pinang, kue rambut dan lainnya.

Gubernur membeli sirih dan pinang dari lapak milik Mama Orpa Wenyi. Ketika didatangi, Mama Orpa yang mengenakan setelan hijau tua itu pun menyambutnya dengan sapaan penuh kekelargaan. “Selamat datang bapak gubernur, disini ada sirih pinang, silahkan beli. Mari beli sudah bapak gubernur,”ujarnya sembari tersenyum. Yang disapa pun langsung menyentuh pinang muda yang berada di depannya.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), didampingi Bupati Alor, Amon Djobo, Prof Daniel Kameo, Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, ketika berkunjung ke Pasar Terbakar yang terletak di jantung kota Kalabahi, Alor, Kamis (09/06/2022) siang. Dokumentasi : HUMAS Bank NTT

“Ini berapa, ini sirih juga berapa,” tanya sosok yang kerap disingkat namanya VBL itu sembari menunjuk pinang maupun sirih yang masih segar. Dijawab oleh Mama Wenyi sembari menyebut harganya, dan gubernur pun langsung memintanya membungkus beberapa buah untuk dibawa pulang. Sontak Mama Wenyi berseru kegirangan. “Terimakasih bapak gubernur, nanti datang lagi ee,”ujarnya disambut tawa pedagang lainnya.

Namun ada yang menarik  dari transaksi siang itu, yakni gubernur membayar dengan menggunakan layanan non tunai yang sedang giat disosialisasikan oleh Bank NTT yakni Quick Respond Code Indonesia Standard (QRIS), atau layanan pembayaran digital yang dihadirkan oleh Bank Indonesia (BI). Pasar terbakar, Kalabahi adalah satu-satunya pasar di Alor yang para pedagangnya sudah bisa menerima pembayaran secara digital.

Setidaknya ada puluhan pedagang pasar yang menjadi merchant QRIS Bank NTT ini dibuktikan dengan identitas yang digantung pada bagian depan lapak mereka.

“Saya beli pake QRIS ya,”ujar gubernur yang sesaat kemudian, setelah transaksinya berhasil, menginformasikannya ke Mama Wenyi “Sudah langsung masuk ya ke rekeningnya.” Sembari berkelakar dengan Mama Wenyi, gubernur mengajak mereka untuk terus menjadi merchant QRIS. Mama Wenyi pun mendekatkan wajahnya ke HP dan mengecek, ternyata benar, transaksinya berhasil. Dia pun tertawa kegirangan.

Suasana pasar menjadi riuh, karena beberapa ibu penjual kue rambut, jagung titi, ikan kering serta sirih pinang yang bersuara keras, dengan nada kelakar meminta gubernur untuk mampir sekalian memborong semua dagangannya. Yang disapa pun mampir, dan berbelanja aneka kebutuhan baik itu ikan kering, cabe, sayur dan masih banyak lagi.

Untuk diketahi bahwa Bank NTT saat ini sedang giatnya melakukan digitalisasi terhadap pasar-pasar tradisional di NTT. Tak luput, sejumlah pasar yang menjadi ikon di setiap daerah, sudah ‘dimasukinya’. Sebut saja Pasar Inpres Naikoten Kupang dan pasar-pasar lainnya di Kupang, Pasar Wee Karou, Waikabubak Sumba Barat, Pasar Bobou di Bajawa, Kabupaten Ngada yang pada 1 Juni kemarin dikunjungi Presiden RI, Joko Widodo, serta Pasar Batu Cermin, Labuan Bajo. Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho menyebutkan bahwa sudah banyak pasar yang menjadi sasaran Bank NTT dalam mensosialisasikan layanan pembayaran secara digital.

Atas andil Bank NTT, maka BI mencatat sejauh ini NTT mengalami kenaikan sebesar 338 persen merchant Qris, atau meningkat dari 31.000 menjadi 105.000. dan ini mendapat apresiasi dari BI sebagai regulator. (***)

Sumber berita + foto : HUMAS Bank NTT

Gubernur VBL : Kehadiran Kantor BEI  Diharapkan Mendorong Munculnya Emiten dari NTT

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menyambut gembira hadirnya Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kehadirannya diharapkan dapat mendorong munculnya Emiten asal NTT. Emiten merupakan sebutan untuk perseorangan,perusahaan atau asosiasi yang ‘melantai’ atau menjual dan menawarkan efek atau surat berharga di pasar modal (bursa efek).

“Pemerintah dan masyarakat NTT tentu berbahagia untuk menerima sebuah networking atau jejaring yang baru dengan dibukanya kantor Bursa Efek Indonesia perwakilan NTT. Kehadiran kantor  ini (diharapkan) tidak hanya menggerakan anak-anak muda dan para investor tentang bagaimana lakukan transaksi dan investasi di bursa, tetapi juga bagaimana lahirkan emiten-emiten baru di NTT. Apalagi kalau emiten baru itu lahir dari UMKM,tentu itu menarik,”kata Gubernur VBL saat memberikan sambutan pada Peresmian Kantor Perwakilan BEI NTT di halaman Kantor BEI NTT Kota Kupang, Rabu (08/06/2022).

Dalam kesempatan tersebut Gubernur menantang Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan untuk melakukan berbagai upaya pemberdayaan UMKM.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat memberikan sambutan pada Peresmian Kantor Perwakilan BEI NTT di halaman Kantor BEI NTT Kota Kupang, Rabu (08/06/2022). Dokumentasi : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

“Sebagai Gubernur, saya tentu tidak mau  investasi triliunan rupiah itu ke luar dari Nusa Tenggara Timur. Produknya bukan produk NTT. Tentunya ini kerjaan besar. Berat memang bicara tentang dunia investasi pasar modal di provinsi yang miskin seperti NTT.  Karena itu butuh upaya-upaya yang besar dan luar biasa. Tidak seperti kita bicara di Jakarta, Medan atau Surabaya. Kita harus pergunakan cara-cara lain,” jelas Gubernur.

“Sebagai gubernur saya minta perlakuan khusus BEI bagi NTT. Desain-desain tidak boleh desain biasa dalam mengejar literasi dan  inklusi keuangan, begitupun kampanye untuk menghindari investasi bodong harus dibuat menarik. Lakukan edukasi ke seluruh NTT, tidak hanya terpusat di Kota Kupang,” lanjut Gubernur VBL.

Gubernur menegaskan, kalau standar perlakuan terhadap NTT sama dengan  kota-kota maju lainnya,maka NTT akan ketinggalan dalam dunia pasar modal dan literasi keuangan. Dalam melakukan upaya luar biasa tersebut perlu sinerjisitas.

“Ini menjadi catatan. Energi besar ini harus disenergikan. Minimal tahun depan misalnya ada 20 emiten baru asal NTT yang melantai di Bursa Efek. Itu kerjanya pasti yakni karena keterlibatan semua pihak : Gubernur terlibat,BEI terlibat, OJK terlibat,BI terlibat, lima galeri investasi terlibat semua. Kita mulai bicara secara baik. Saya akan bangga luar biasa  kalau itu lahir dari Usaha Kecil dan Menengah. Itu pesannya bahwa basis pertumbuhan ekonomi NTT sangat kuat,” jelas Gubernur.

Dikatakan Gubernur, kekuatan ekonomi NTT yang bertumpu pada pertanian, peternakan dan perikanan serta kelautan terbukti mampu bertahan menghadapi badai covid-19.

“Provinsi NTT meski provinsi miskin tapi terkontraksi hanya sampai 0,83 persen dan tidak sampai 1 persen, sementara provinsi lainnya yang punya potensi sumber daya alam luar biasa masih terkontraksi lebih tinggi bahkan sampai dengan saat ini. Hal ini karena kami mampu untuk merubah dan mengalihkan profesi dan seluruh perhatian ke pertanian, peternakan dan perikanan yang mana tempat-tempat itu tidak ada larangan untuk berkumpul sehingga kita punya basis pertumbuhan ekonomi yang kuat,”jelas Gubernur NTT.

Sementara itu, Direktur Pengembangan BEI, Hasan Fawsi memberikan apresiasi terhadap sambutan luar biasa masyarakat NTT akan kehadiran Bursa Efek Indonesia Perwakilan NTT.

“Sejak dimulainya kegiatan operasional di November 2019, kami terus  melakukan kegiatan edukasi tentang cara-cara investasi yang baik. Hasilnya luar biasa, tampak pada kenaikan jumlah investor baru di NTT. Pada Desember 2019, saat itu jumlah investor  baru hanya 8.856, sementara pada Mei 2022 sudah capai 45.537. Bayangkan dalam kurun waktu 2 setengah tahun jumlah investor baru naik sekitar 5,14 kali,” jelas Hasan.

Dikatakan Hasan, peningkatan jumlah investor baru diikuti peningkatan aktivitas  transaksi dan investasi. Pembukaan rekening baru ini tersebar di 56 anggota bursa di BEI. Selama pandemi covid-19, kegiatan edukasi BEI NTT juga tetap berjalan lancar dan dilakukan secara online. Pesertanya hampir dari semua kabupaten/kota di NTT.

“Khusus di Provinsi NTT, Sepanjang tahun 2022 sampai bulan Mei ini kami catat  transaksi yang luar biasa, dengan total transaksi capai 1,267 triliun rupiah. Hal yang menggembirakan bahwa demografi investor di NTT didominasi oleh kalangan muda yang berusia 18-25 tahun yang jumlahnya capai 43 persen. Ini potensi luar biasa untuk pengembangan ke depannya,” jelas Hasan.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan NTT, Japarmen Manalu berharapa agar kehadiran kantor BEI NTT dapat lebih meningkatkan akses keuangan terutama terhadap  pasar modal dan mendukung peningkatan literasi keuangan di NTT.

“Kantor BEI NTT diharapakan dapat meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di NTT.  Juga dapat menggenjot sektor pasar modal di NTT. Kami apresiasi atas didirikannya 5 galeri investasi oleh kantor BEI NTT. Kami juga harapkan pada waktunya terdapat Emiten  atau perusahaan yang menerbitkan sahammnya yang berkantor pusat di NTT pada Bursa Efek Indonesia. Kami siap memfasilitasi hal ini dengan bangun sinergi bersama BEI, bapak Gubernur dan jajarannya, akademisi dan seluruh pemangku kepentingan di NTT,” pungkas Japarmen.

Kantor BEI NTT mulai hadir dan beroperasi sejak 27 November 2019. Pada 14 Desember 2020 dilakukan soft launching secara online. Ada dua anghota mitra yang beroperasi di BEI NTT yaitu PT Phintraco Securitas dan PT Philip Securitas.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur NTT juga menandatangani prasasti peresmian Kantor BEI NTT.

Tampak hadir pada kesempatan tersebut Direktur Keuangan dan Sumberdaya Manusia BEI, Rissa Effenita Rustam, Kepala Divisi Pengembangan Pasar BEI, Dedi Priadi, Dirut Bank NTT, Alex Riwu Kaho, Kepala  BEI NTT, ibu Devi, pimpinan Perangkat Daerah Lingkup Pemprov NTT dan undangan lainnya. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Kredit Kendaraan Tanpa DP Resmi Dilaunching, Masyarakat Silahkan Datangi Kantor Bank NTT Terdekat

NTT AKTUAL. KUPANG. Bank NTT, pada Minggu (29/5/2022) petang, berlangsung di atrium Lippo Plaza Kupang, meluncurkan skim kredit baru, yang diberinama Kredit Kendaraan Bermotor (KKB). Ada yang menarik dari jenis kredit ini, yakni nasabah dipersilahkan memilih kendaraan bermotor apa saja, baik itu roda dua, empat maupun alat pertanian tanpa uang muka. Tidak hanya itu, melainkan promosi bunga kredit yang diberikan adalah 0,4%. Dengan diluncurkannya program ini, maka masyarakat sudah bisa mendatangi kantor-kantor Bank NTT terdekat untuk menginisiasi kreditnya sendiri, dan dipersilahkan memilih kendaraan apa yang disukai.

Hadir dalam seremoni  itu, Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, Direktur Kredit, Paulus Stefen Messakh, Direktur Kepatuhan, Christofel Adoe, serta para tamu undangan seperti GM PT. Pelindo Kupang, Agus Nazar, Ketua DPD REI NTT, Bobby Pitoby, pimpinan PT. Jamkrida, Oktofiana Ferdiana Mae, serta para pemilik showroom besar di Kota Kupang.

Seremoni ini didahului dengan doa oleh pendeta dan dilanjutkan penandatanganan MoU antara PT. Jamkrida yang diwakili oleh Oktofiana Ferdiana Mae dengan PT. BPD NTT yang diwakili Direktur Kredit, Paulus Stefen Messakh. Tak hanya itu, melainkan Bank NTT pun menandatangani perjanjian kerjasama (PKS) dengan sejumlah pimpinan dealer besar di Kota Kupang.

Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho (tengah), diapit Direktur Kepatuhan, Christofel Adoe (kiri) dan Direktur Kredit Paulus Stefen Messakh (Kanan), saat launching program KKB, di atrium Lippo Plaza Kupang, Minggu (29/5/2022) petang. Dokumentasi : Humas Bank NTT

Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho dalam sambutannya menegaskan bahwa atas nama badan pengurus, pihaknya berterima kasih kepada semua pihak yang sudah mau bekerjasama lewat kesepakatan MoU dan PKS. “Kiranya ini menjadi kekuatan bagi kita untuk membangkitkan NTT dari keterpurukan akibat Seroja dan COVID.  Hari ini kita terus melihat perkembangan baik, walau resesi akibat Rusia dan Ukraina. Namun di negara-negara lain, aktivitas masyarakat sangat luar biasa,”tegasnya.

Dia bangga, karena yang dilakukan Minggu petang ini, adalah kerja nyata dari perpaduan antara digital dan human. Ada ekspansi model bisnis, perpaduan antara digitalisasi, teknologi dan human. “Hari ini kita sudah melakukan, apa yang mungkin bagi industri lain kemarin sudah mapan dari sisi teknologi,  tapi  kita sudah mulai berlakukan hybrid atau perpaduan teknologi dan human,”tambahnya.

Dikatakannya, pada Juli nanti Bank NTT akan memasuki usia ke-60 dan pihaknya sedang menggagas berbagai ekosistem dan juga komunitas untuk ekspansi bisnis bank ini. Sehingga Bank NTT menurutnya membuka diri bagi siapapun untuk duduk bersama dan berdiskusi untuk menemukan cara atau strategi demi memperluas pelayanan bagi masyarakat NTT. “Dengan tersedianya jalan yang dibangun oleh Pemprov NTT yang tahun 2022 mencapai diatas 1.100 Km tentu ini menjadi daya dorong tersendiri untuk aksesibility pada pusat-pusat ekonomi yang ada di desa bisa bermanfaat bagi bapak ibu yang berbisnis di jalur transportasi dan otomotif.”

Di akhir sambutannya, Alex-demikian disapa, menegaskan bahwa pada saat launching, Bank NTT mencatat capaian luar biasa yakni adanya transaksi dalam program KKB ini, senilai Rp 2,1 Miliar. “Untuk hari ini di awal yang baik ini transaksi KKB telah mencapai Rp 2,1 M. Mari kita tepuk tangan atas capaian ini, mari kita doakan agar momen jangka waktu yang ada terus mengalami pertumbuhan yang baik dan menjadi luar biasa bagi kita,”tegas Alex.

Sementara Direktur Kredit Bank NTT, Paulus Stefen Messakh kepada wartawan dalam sebuah sesi wawancara beberapa saat seusai launching, menegaskan bahwa dalam beberapa diskusi internal, pengurus mencermati bahwa COVID segera mereda dan akan ada banyak peluang yang harus dimanfaatkan sehingga berdasarkan hasil analisa bersama, Bank NTT meluncurkan skim kredit ini.

“Kita harus putuskan KKB ini harus direalisir segera karena ini adalah peluang bisnis. Memang kelebihan kita adalah DP nol persen. Kenapa harus nol persen, ada aturan BI yang mengatur tentang Loan To Value (LTV) harus sekian persen. Keunggulan kita adalah kita sudah TKB 2, dan ketika kita sudah di level ini maka kita sudah bisa menyerap resiko-resiko yang ada jika ada kredit macet dan sebagainya,”ujar Stefen.

Diakui bahwa pasar menyambut sangat positif KKB ini. Terbukti, pihak Bank NTT mendapat banyak kontak dari masyarakat yang berkomuniksi lewat jalur pribadi dengan alasan mereka ingin mendapat informasi sebanyak munkin mengenai skim kredit ini.

“Kita akui bahwa baru dilaunching saja banyak WA yang masuk ke kita, saya dan Pak Dirut serta teman-teman lain bertanya tentang skim kredit ini. Sekarang tinggal bagaimana teman-teman cabang mengeksekusinya. Karena perencanaan seindah apapun namun jika tidak tereksekusi dengan baik maka tentu ini tidak akan bertumbuh,”tegasnya sembari berharap, dengan kolaborasi tim kerja yang baik, akan mencapai hasil maksimal. (***)

Sumber berita + foto : HUMAS BANK NTT

 

 

PILIHAN JUDUL:

  1. Kredit Kendaraan Bermotor Tanpa Uang Muka Diluncurkan, Bank NTT Catat Pemasukan Rp 2,1 M
  2. Kredit Kendaraan Tanpa DP Resmi Dilaunching, Masyarakat Silahkan Datangi Kantor Bank NTT Terdekat

 

 

 

AWAL YANG BAIK. Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho (tengah), diapit Direktur Kepatuhan, Christofel Adoe (kiri) dan Direktur Kredit Paulus Stefen Messakh (Kanan), saat launching program KKB, di atrium Lippo Plaza Kupang, Minggu (29/5/2022) petang.

Foto: Humas Bank NTT

 

BERSAMA. Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho (tengah), didampingi Direktur Kepatuhan, Christofel Adoe  dan Direktur Kredit Paulus Stefen Messakh berpose bersama para tamu undangan serta pimpinan distributor kendaraan bermotor, di sela-sela launching program KKB, di atrium Lippo Plaza Kupang, Minggu (29/5/2022) petang.

Foto: Humas Bank NTT

 

TANDATANGAN. Mitra Bank NTT yakni para pimpinan show room, saat menandatangani PKS dengan Bank NTT.

Foto: Humas Bank NTT

 

Bermodalkan Semangat Entrepreneur, Fredy Bria Jadi Pengusaha Sukses

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG.Bermodalkan semangat Entrepreneur atau kewirausahaan, pria bernama lengkap Fredy Tahady Bria kini merupakan sosok salah seorang pengusaha yang sukses di Kota Kupang.

Selain memiliki semangat kewirausahaan dirinya juga merupakan figur pekerja keras dan pantang menyerah. Hal ini dibuktikan sebelum menuai kesuksesan seperti sekarang, Fredy Tahady Bria yang akrab disapa Fredy Bria ini merintis usahanya dari seorang loper koran dan pernah juga menjadi tukang tambal ban.

Fredy Tahady Bria. Dokumentasi : Istimewa

Saat ditemui Media ini di lokasi usahanya, Rabu (25/05/2022) Fredy menceritakan dirinya sebelum memiliki toko yang bergerak di sektor otomotif dan bangunan seperti sekarang dirinya di tahun 2003 merintis usaha nya yaitu dari menjadi tukang tambal ban.

“Dari hasil tabungan saya sebagai loper Koran NTT Expres kala itu, saya berhasil membeli sebuah kompresor dan di tahun 2003 saya merintis usaha tukang tambal ban di Tarus. Kemudian saya terus menabung dan pantang menyerah yang pada akhirnya di tahun 2007 saya bisa membuat toko otomotif yang menjual suku cadang sepeda motor dan di Tahun 2015 saya bisa membuat sebuah toko bangunan.

Toko miliknya yang menjual suku cadang sepeda motor bernama Indo Motor dan toko bangunan miliknya bernama Indo Bangunan. Kedua tokonya ini terletak di Jln. Taebenu Kelurahan Liliba Kota Kupang. Selain memiliki dua toko ini Fredy juga sudah membuka cabang pula di Penfui yang sama menjual suku cadang sepeda motor dan bahan bangunan.

Dalam menapaki kehidupan nya Fredy yang juga merupakan Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan pada Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Provinsi NTT (BADIKLAT DPD PDI Perjuangan Provinsi NTT) ini selalu menerapkan motto hidup.

Motto hidup nya yaitu “Jika kita tidak bangkit untuk mengejar mimpi kita, maka orang lain akan mempekerjakan kita untuk mengejar mimpi mereka”.

“Selain itu saya memiliki motto hidup lainnya yakni ‘Hidup hanya sekali, hiduplah dengan dasyat’,” ungkap Fredy.

Dirinya pada kesempatan ini menceritakan pula bahwa berkat usaha toko otomotif nya dirinya sudah pernah menginjakkan kaki di sejumlah Negara-Negara lain seperti Shanghai Cina, Kuala Lumpur, Jepang, Hongkong, Thailand, Korea Selatan dan Singapura.

“Saya bisa berlibur ke luar Negeri ini berkat reward atau bonus dari pabrik-pabrik yang bergerak di bidang otomotif, seperti oli yakni oli Top One dan Repsol. Bonus ini diperoleh dari penjualan oli yang dijual di toko otomotif miliknya,” kata Fredy.

Di akhir wawancara, dirinya mengajak masyarakat khususnya generasi muda untuk selalu mampu bekerja keras, pantang menyerah dan menanamkan jiwa kewirausahaan “Karena dengan berwirausaha kita bisa menjadi pribadi yang mandiri serta berguna bagi sesama dalam hal menciptakan lapangan kerja baru,” tutupnya. (NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Belanja Sayuran di Pasar Digital Bank NTT, Deputi Gubernur BI Sosialisasi QRIS

NTT AKTUAL. LABUAN BAJO.Selama melakukan kunjungan kerjanya di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ny. Ida S. Budiman mengikuti sejumlah agenda. Ada dua agenda yang memiliki kaitan dengan peranan Bank NTT, yakni mini expo produk UMKM binaan Bank NTT, saat peluncuran layanan pembayaran non tunai (QRIS) di Labuan Bajo, yang berlangsung Selasa (10/05/2022) dan kegiatan kedua, peresmian pasar digital Bank NTT.

Di arena mini expo, Ny. Aida didampingi Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, Direktur Dana, Johanis Landu Praing, serta para pejabat dari Bank Indonesia, mendatangi seluruh booth. Para pelaku UMKM memajang beraneka hasil kreatifitas mereka seperti aneka motif tenunan yang menggunakan pewarna alami dan modern, juga aneka busana kekinian yang dimodifikasi kain tenunan khas NTT. Tidak hanya itu, ikut didisplay beraneka macam kopi maupun minuman herbal lainnya.

Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, mendampingi Deputi Gubernur BI, Ny. Aida S. Budiman, ketika berbelanja di salah satu lapak sayuran di Pasar Batu Cermin Labuan Bajo, Rabu (11/05/2022). Dokumentasi : HUMAS BANK NTT

Saat berkeliling, Ny. Aida memborong kain tenunan serta topi dan peci serta aneka produk lainnya. Semuanya dibayar dengan menggunakan QR code atau kode QRIS, yakni layanan pembayaran non tunai yang dihadirkan oleh Bank Indonesia. Pembayarannya pun mudah, yakni tinggal scan barcode pada produk, maka akan terkonfirmasi harga dan langsung bisa dibayar.

Sementara dalam kunjungan hari kedua Ny Aida dan rombongan dari Bank Indonesia pusat, tim ini melakukan peninjauan lokasi pasar digital Bank NTT. Pasar ini adalah pasar tradisional Batu Cermin yang masih berada dalam kawasan kota Labuan Bajo. Semula pasar ini menggunakan pola pembayaran tunai, namun secara perlahan Bank NTT melakukan edukasi kepada para pedagang pasar untuk menggunakan QRIS. Upaya ini sudah berlangsung, dan di daratan Timor sudah banyak pasar yang pedagangnya menjadi merchant QRIS.

Pantauan media ini, setibanya di dalam Pasar Batu Cermin, rombongan Bank Indonesia langsung menyerbu beraneka dagangan seperti sayuran, cabe, buah-buahan hingga kopi. Ny. Aida terkesima dengan penjelasan beberapa ibu pedagang mengenai produk yang dijual, penghasilan serta tabungan mereka. “Dengan menggunakan QRIS, bapak ibu sudah aman karena uangnya tersimpan di tabungan. Tidak perlu repot-repot menyiapkan kembalian dan aman dari virus,”jelas Ny. Aida saat mendatangi sebuah lapak sayuran. Hampir sebagian besar pedagang di bangunan induk pasar Batu Cermin sudah menjadi merchant QRIS Bank NTT. (***)

Sumber berita + foto : HUMAS BANK NTT

Jelang Paskah dan Idul Fitri, BI Siapkan Ketersediaan 3,79 Triliun Uang Rupiah

NTT AKTUAL. KUPANG. Dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang hari besar keagaaman yaitu Paskah dan Idulfitri, KPwBI Provinsi NTT memastikan kecukupan dan ketersediaan uang di masyarakat. Nominal uang yang disiapkan mencapai Rp3,79 triliun, meningkat sebesar 10,42% dari tahun sebelumnya. Langkah KPwBI Prov.NTT tersebut, dilakukan seiring momentum pertumbuhan ekonomi yang terus berlanjut serta untuk mengantisipasi peningkatan transaksi masyarakat sejalan dengan pandemi yang mulai terkendali. Pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), realisasi vaksinasi yang terus didorong dan peningkatan aktivitas masyarakat saat Paskah, Ramadan dan Idulfitri diperkirakan meningkatkan aktivitas ekonomi dan pembayaran sehingga membutuhkan peningkatan layanan sistem pembayaran tunai dan non tunai. Selain menyiapkan uang tunai, BI juga terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan pembayaran non tunai.

Hal ini disampaikan, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT (KPw BI NTT), I Nyoman Ariawan Atmaja dalam kegiatan Sante-Sante Duduk Baomong Deng Media (Sasando Dia) yang berlangsung di ruang Nemberela Lantai 3 KPw BI NTT, Jumat (8/4/2022).

Kepala KPw BI Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja (tengah) saat menjadi Narasumber dalam kegiatan Sasando Dia yang berlangsung di ruang Nemberela Lantai 3 KPw BI NTT, Jumat (8/4/2022). Dokumentasi : Humas KPw BI NTT

Sehubungan dengan hal tersebut, Bank Indonesia menempuh 3 (tiga) langkah strategis guna memastikan kelancaran sistem pembayaran, terutama memfasilitasi kegiatan perekonomian dan kebutuhan masyarakat, yaitu:

  1. Menyediakan uang layak edar dalam jumlah yang cukup dan higienis serta layanan penukaran uang di seluruh Indonesia khusus periode Ramadan/Idulfitri 1443H.
  2. Terus mendorong masyarakat untuk menggunakan transaksi pembayaran secara non tunai, antara lain QRIS, uang elektronik, BI-FAST, dan digital banking, yang dapat meminimalisir kontak fisik dalam bertransaksi.
  3. Melakukan kesiapan sistem dan layanan kritikal BI untuk menjamin keberlangsungan operasional sistem pembayaran yang diselenggarakan BI (tunai dan nontunai) serta sistem pembayaran yang diselenggarakan industri. Untuk memenuhi kebutuhan transaksi di masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri 1443H, layanan pembayaran melalui Sistem BI-RTGS, Bank Indonesia Scripless Securities Settlement System (BI-SSSS), Bank Indonesia Electronic Trading Platform (BI-ETP) dan SKNBI akan tetap beroperasi kecuali pada periode libur lebaran tanggal 2-3 Mei 2022. Sementara itu, layanan BI-FAST tetap beroperasi sepanjang waktu (24/7).

Dirinya menambahkan bagi masyarakat yang ingin melakukan penukaran uang tunai jelang Idulfitri, KPwBI Provinsi Nusa Tenggara Timur telah mempersiapkan 2 (dua) bentuk layanan, yaitu:

  1. Penukaran uang di Perbankan, mulai 4-29 April 2022. KPwBI Provinsi NTT bersinergi dengan perbankan nasional di Provinsi NTT menyiapkan 101 titik penukaran, bertambah 8% dari tahun lalu. Daftar rincian lokasi bank dapat dilihat https://tinyurl.com/LokasiPenukaranUangPerbankan.
  2. Penukaran uang di Mobil Kas Keliling BI, mulai tanggal 4 April 2022.  Penukaran uang melalui kas keliling BI kembali hadir setelah vakum dua tahun akibat pandemi. Guna menghindari kerumunan, masyarakat diharapkan memesan penukaran terlebih dahulu melalui aplikasi PINTAR (https://pintar.bi.go.id) sebelum hadir ke lokasi kas keliling. Lebih lanjut mekanisme pemesanan melalui aplikasi PINTAR dapat dilihat https://www.bi.go.id/id/publikasi/ruang-media/news-release/Documents/sp_249622_Panduan-PINTAR.pdf

Upaya tersebut juga melengkapi kegiatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat di daerah 3T (terdepan, terluar dan terpencil) di 5 pulau yaitu P Rote, P. Ndao, P. Sabu, P Raijua dan P. Salura. Kegiatan yang dilakukan pada tanggal 21 s.d 26 Maret 2022 merupakan salah satu langkah supaya ketersediaan uang rupiah yang berkualitas tetap terjaga di seluruh wilayah NTT, jelas I Nyoman Ariawan Atmaja.

Selain itu, BI mengajak masyarakat untuk berperilaku belanja bijak sesuai kebutuhan, berhemat, dan berinvestasi dengan cermat. BI juga mendorong masyarakat merawat Rupiah guna meningkatkan kesadaran masyarakat untuk semakin Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBP Rupiah). Hal ini tercermin juga dalam tema Ramadan/Idulfitri yang diusung tahun ini yakni “Serambi Rupiah Ramadan: Belanja Bijak dan Rawat Rupiah”.  KPwBI Provinsi NTT senantiasa berkoordinasi dengan perbankan dan lembaga terkait untuk memberikan layanan sistem pembayaran tunai dan nontunai guna mendukung kelancaran transaksi di masyarakat selama Paskah, Ramadan dan Idulfitri 1443 H, tutupnya. (*/NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata