Semua tulisan dari NTT AKTUAL

Miliki Dedikasi Tinggi, Bank NTT Berhasil Raih Penghargaan di BI Awards 2022

NTT AKTUAL. JAKARTA. Bank Pembangunan Daerah (BPD) Nusa Tenggara Timur(NTT) meraih 2 (dua) penghargaan bergengsi di ajang Bank Indonesia (BI) Awards 2022.

BI Awards 2022 merupakan penghargaan untuk mitra strategis yang berdidikasi tinggi. total ada 58 (lima puluh delapan) pemenang yang meraih BI Awards tahun ini.

Diantara 58 pemenang, Bank NTT meraih 2 penghargaan sebagai kas titipan BI terbaik di daerah 3T, dan Bank terbaik dalam Financial Market Inklusion(FMI)untuk Kategori Bank Modal Inti(KBMI) 1 dan 2.

Acara pengumuman dan penyerahan penghargaan ini, dilaksanakan bersama dengan kegiatan pertemuan tahunan BI, pada Rabu 30 November 2022.

Hadir dalam kegiatan tersebut, yakni Presiden RI, Joko Widodo, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL), Yudo Margono, Pangdam Jaya Mayjen TNI, Untung Budiharto, Penjabat(Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi, Menko Airlangga Hartarto, Mentan, Menteri Kominfo, Menteri Perhubungan, Menkeu, dan para Menteri yang lain, seluruh pimpinan BI Pusat dan kantor perwakilan, para Gubernur, Pimpinan OJK, para Duta Besar, dan tamu undangan lainnya.

Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho (kiri) saat menerima Penghargaan di ajang Bank Indonesia (BI) Awards 2022. Rabu (30/11/2022). Dokumentasi : istimewa

Penghargaan bergengsi ini diberikan langsung oleh pihak BI yang adalah regulator perbankan di Indonesia. Dan penghargaan ini adalah sebuah pengakuan terhadap kinerja yang luar biasa dari Bank NTT.

Direktur Utama(Dirut) Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho hadir dan menerima secara langsung penghargaan tersebut. Diantara Dirut Bank NTT adalah Direksi dari Bank-Bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang juga menerima penghargaan dari BI.

Dalam pernyataan yang diterima media ini, Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho menyampaikan terimakasih kepada semua jajaran pejabat, serta karyawan dan karyawati Bank NTT.

“Pencapaian ini hanya kemurahan Tuhan bagi kita semua yang ada di Bank NTT yang terus bekerja dan mengabdi dan melayani dalam ketulusan, kejujuran dan kesungguhan secara cerdas dan tak kenal lelah” kata Dirut Bank NTT, alex Riwu Kaho.

Selaku Dirut Bank NTT, Alex Riwu Kaho mengajak semua insan Bank NTT agar terus menampilkan kinerja yang terbaik serta menghadirkan berbagai inovasi  cerdas untuk kemajuan Bank NTT ke depan.

Sebagai informasi, Bank NTT dibawah kepemimpinan Dirut Alexander Riwu Kaho terus menampilkan kinerja terbaik. Hingga November 2022, Bank NTT mencatat aset mencapai Rp17 triliun lebih.

Dari data OJK NTT, sampai dengan triwulan III 2022 yaitu secara year to date untuk pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 8,83 persen, pertumbuhan kredit sebesar 3,42 persen dan pertumbuhan total aset 8,82 persen.

Sementara untuk year on year (yoy) pertumbuhan total aset sebesar 0,56 persen, pertumbuhan DPK 3,58 persen dan pertumbuhan kredit 3,39 persen.

Bank NTT dinilai oleh OJK masih mempunyai ketahanan modal yang sangat baik untuk menghadapi guncangan ekonomi di tahun 2023. (*)

Gelar Servis Gratis Ambulans Plat Merah, PT SBM Raih Banyak Apresiasi

NTT AKTUAL. KUPANG. PT. Surya Batara Mahkota (SBM) NTT memperoleh banyak apresiasi, setelah menggelar dengan sukses program Service Campaign Free Check Up dan Ganti Oli Gratis bagi Mobil Ambulans plat Merah bermerek Suzuki target kusus mobil penjualan Tahun 2018 sampai dengan 2020 dengan rincian nya yakni untuk jenis Suzuki APV Plat Merah.

Para Teknisi PT. SBM NTT saat melakukan servis pada mobil Ambulans plat merah dengan tipe Suzuki APV belum lama ini. Dokumentasi : istimewa

Servis ganti oli gratis yang berlangsung dari tanggal 20 sampai dengan 30 November 2022 ini di ikuti oleh mobil-mobil Ambulance yang ada di Puskesmas Penfui, Puskesmas Kupang Kota dan Puskesmas Oepoi.

Brand Manager PT SBM NTT, Theo Pareira saat di konfirmasi NTT AKTUAL belum lama ini mengatakan Service Campaign Free Check Up dan Ganti Oli Gratis bagi Mobil Ambulance plat Merah bermerek Suzuki yang terjadi penjualan di Tahun 2018 sampai dengan 2020 dengan rincian nya yakni untuk jenis Suzuki APV di selenggarakan PT SBM NTT sebagai bentuk terimakasih kepada para konsumen yang sudah mempercayai Suzuki sebagai pilihan kendaraan.

“Kami juga menghimbau Untuk penguna Mobil Suzuki pada umumnya jangan ragu servis di bengkel resmi kami karena kami mempunyai mekanik yang terlatih dan rata-rata sudah bersertifikat dan juga menyediakan suku cadang asli standart Suzuki,” ujar Theo.

Untuk di ketahui PT SBM NTT selaku Main Dealer Suzuki Mobil wilayah Nusa Tenggara Timur juga memberikan Gratis Pemeriksaan 23 item kendaraan, Gratis oli mesin SGO sebanyak 4 Liter dan Gratis Filter Oli 1 Piece.
(NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Pemkot Kupang Raih Penghargaan Mitra Pengendalian Inflasi Terkolaboratif BI NTT 2022

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Penjabat Wali Kota Kupang, George Melkianus Hadjoh, S.H. menghadiri acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia dan Temu Responden 2022, hari ini, Rabu, (30/11/2022), bertempat di Auditorium Nemberala lantai III Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam acara tersebut bank Indonesia Perwakilan NTT menganugerahkan sejumlah penghargaan kepada para stakeholder/mitra maupun responden dari berbagai kategori. Dalam acara tersebut, Pemerintah Kota Kupang menerima penghargaan BI NTT 2022 sebagai pemenang dari kategori kedua, sebagai Mitra Pengendalian Inflasi Terkolaboratif Kabupaten/Kota Non Indeks Harga Konsumen (IHK) Wilayah NTT, menyisihkan 2 nominasi lainnya, yaitu Kabupaten Sikka dan Kabupaten Sumba Timur.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Johanna Lisapaly yang diterima langsung oleh Penjabat Wali Kota Kupang.

Usai menerima penghargaan tersebut, Penjabat Wali Kota Kupang mengatakan bahwa urban farming menjadi salah satu solusi pengendalian inflasi yang tengah diupayakan Pemerintah Kota Kupang saat ini. “Kurang lebih seribu hektar lahan kosong di Kota Kupang sudah berhasil diidentifikasi dan siap untuk ditanami kelor, sorgum serta tanaman hortikultura. Bahkan Pemkot Kupang sudah mulai gerakan menanam di dua lahan kosong milik Pemkot di Kelurahan Naimata dan Kelurahan Naioni,” kata George.

Penjabat Wali Kota mengaku kerja pemerintah tentunya membutuhkan peran serta semua stakeholder agar bersama-sama berkolaborasi untuk kesejahteraan masyarakat. Selain urban farming, seperti menanam kelor dan sorgum di sejumlah lahan kosong, menurutnya Pemkot Kupang juga sudah mulai membangun komunikasi dan kerja sama dengan pemasok bahan-bahan kebutuhan pokok pemicu inflasi seperti telur dan ayam potong, yang selama ini didatangkan dari luar NTT.

“Kerja sama juga dilakukan dengan daerah-daerah lain yang ada di daratan Timor yang selama ini memasok suplai barang kebutuhan pokok warga Kota Kupang. Kami juga sudah minta Dinas Perhubungan untuk mengintervensi kenaikan harga barang akibat kenaikan biaya transportasi, dengan memberikan subsidi kepada penyedia jasa angkutan barang-barang kebutuhan dari luar Kota Kupang, seperti mobil pick up,” ujarnya.

Pemerintah Kota Kupang, lanjut George, yang dilantik sebagai Penjabat Wali Kota Kupang pada 22 Agustus 2022 silam, juga melakukan intervensi anggaran sebesar Rp 10 miliar pada APBD Tahun 2023 untuk penanganan inflasi dan dampak sosial bagi masyarakat. “Agar dapat mengendalikan inflasi, Pemerintah Kota Kupang telah dan akan terus melakukan langkah-langkah teknis, antara lain sidak pasar yang dilaksanakan setiap hari serta operasi pasar yang dilaksanakan masing-masing 2 kali seminggu di kelurahan dan tempat-tempat ibadah guna menekan kenaikan harga beberapa komoditas serta menjaga ketersediaan barang kebutuhan pokok masyarakat melibatkan Tim Satgas Pangan Provinsi NTT, unsur TNI Polri, pihak Bulog, Pelindo, Pertamina dan PT Angkasa Pura,” jelasnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, S. Donny H. Heatubun, dalam laporannya menyampaikan pada tahun 2022 ini, TPID Provinsi NTT dan TPID Kota Kupang terpilih menjadi salah satu nominasi TPID Provinsi dan TPID Kota Terbaik dalam seremoni TPID Awards. Dia mengapresiasi seluruh upaya extra effort dan sinergi yang telah dilakukan bersama melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota serta koordinasi seluruh stakeholder yang terlibat. Menurutnya sinergi dan kolaborasi TPID telah diwujudkan melalui pelaksanaan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di Pulau Flores dan Sumba, Gerakan Tanam Holtikultura di pekarangan rumah, pelaksanaan high level meeting secara berkala serta operasi dan sidak pasar dalam rangka menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

BI NTT 2022 merupakan ajang penghargaan yang diberikan Bank Indonesia Perwakilan Provinsi NTT kepada para stakeholder/mitra maupun responden terbaik yang telah berdedikasi dan berkontribusi nyata bersama Kantor Perwakilan BI Provinsi NTT dalam memajukan perekonomian di Provinsi NTT.

Dalam acara yang mengusung tema “Sinergi dan Inovasi Memperkuat Ketahanan dan Kebangkitan Menuju Indonesia Maju” tersebut, BI NTT menganugerahkan berbagai apresiasi tahun 2022 kepada 15 nominasi dengan 5 pemenang kategori. Kategori pertama, Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB) Terbaik Wilayah Provinsi NTT tahun 2022 dimenangkan oleh PT Citra Timor. Kategori ketiga, Mitra Pengendalian Inflasi Terkolaboratif Kabupaten/Kota Non IHK Wilayah NTT Tahun 2022, dimenangkan oleh Kabupaten Nagekeo. Kategori keempat, Mitra Strategis Terkolaboratif dalam Mendukung Edukasi Cinta Bangga Paham Rupiah Wilayah Provinsi NTT tahun 2022, dimenangkan oleh PT BPD NTT. Kategori kelima UMKM Binaan/Mitra Terkolaboratif di wilayah Provinsi NTT Tahun 2022, dimenangkan oleh Kelompok Tani Noetnana.

Selain itu, apresiasi BI NTT 2022 juga diberikan kepada responden terbaik tahun 2022, Kategori Pertama Contact Kegiatan Liaison Terkooperatif BI Wilayah Provinsi NTT Tahun 2022 diberikan kepada Kristal Hotel Kupang. Kategori kedua, Responden Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Pedagang Besar dan Data Pasokan Terkooperatif BI Wilayah Provinsi NTT Tahun 2022 diberikan kepada PT Multi Niaga Jaya Abadi. Kategori ketiga, Responden Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Terkooperatif BI Wilayah NTT Tahun 2022 diberikan kepada PT Ramayana Lestari Sentosa. Kategori keempat, Responden Survei Penjualan Eceran (SPE) Terkooperatif BI Wilayah Provinsi NTT Tahun 2022 diberikan kepada PT Mitra Pinasthika Mustika Cabang Kupang. Kategori kelima, responden PIHPS Pedagang Eceran Terkooperatif BI Wilayah Provinsi NTT Tahun 2022 diberikan kepada Bapak Mohamad Yusuf, Toko Rizky Boga. Kategori keenam, Responden Survey Pemantauan Harga (SPH) Terkooperatif BI Wilayah Provinsi NTT Tahun 2022 diberikan kepada Ibu Waode Ayama.

Sedangkan, juara pertama peserta Pitching Proposal Bisnis Terbaik, Program BI YES (Bank Indonesia Young Entrepeneur School) Batch II tahun 2022 diberikan kepada UMKM Hyuna.id, pengembangan produk madu tanah Desa Belemana Kabupaten Alor, Ibu Paulina Alu. Juara kedua, UMKM Antique Cake, pengembangan produk kue dan coklat Kota Kupang, Ibu Raden Rara Ekawati Astuti, S.H. Juara ketiga, UMKM Sedotan Rumput, pengembangan sedotan minuman dari rumput kabupaten Alor, Bapak Benny Leonard. (*PKP_ans/nt)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Kadin dan Bank NTT Jawab Kebutuhan Desa Binaan

NTT AKTUAL. KALABAHI. Baru saja kembali dari pulau Sumba dalam penjurian Desa Binaan Bank NTT di Sumba Barat Ketua Umum KADIN NTT. Bobby Lianto, M.M, MBA melanjutkan Penjurian Desa Binaan Bank NTT di Pulau Alor.

Kali ini beliau di temani oleh Marisa Killa Staf Bank NTT bidang Parekraf & desa binaan
Dalam kunjungannya selama 3 hari ke ALOR sebagai Dewan Juri Desa Binaan kali ini Bobby Lianto mengunjungi 5 Desa binaan Bank NTT yaitu : Desa Alimebung, Desa Kamot , Desa Alor Besar , Desa Aimoli dan Kelurahan Kabir – Pulau Pantar

Dalam Kunjungannya hadir Ketua Kadin Kabupaten Alor Denny Lalitan beserta pengurus kadin Alor Kaleb Laamaly, alasan Bobby Lianto Mengajak Kadin Daerah adalah supaya KADIN ALOR dapat berkolaborasi bersama bank NTT untuk dapat mensupport kebutuhan Desa binaan Bank NTT.

Kebanyakan ibu-ibu di Desa para pelaku UMKM yang telah membuat Produk produk hasil di desa nya seperti Kripik singkong, keladi, pisang, kue rambut, kue delapan, manisan Jahe Merah, Minyak Kemiri, Virgin Coconut Oil, kelor, hiasan dinding dari Kayu, akar bambu, kain Tenun dan produk produk lainnya

Mereka menyampaikan kesulitan mereka adalah setelah di produksi produk produk tersebut akan di jual kemana ? Sulit untuk memasarkan nya

KADIN NTT & KADIN ALOR serta Bank NTT menjawab tantangannya , Bobby Lianto sebagai Dewan Juri menjawab langsung ada 3 Solusi untuk memasarkan produk produk desa binaan, yang pertama Bobby Lianto mengusulkan Bank NTT mulai dari Cabang Pembantu terdekat, Kantor Cabang Kalabahi, bahkan di Kantor Pusat menyiapkan Rak / Counter yang memamerkan dan menjual segenap produk hasil Desa Binaan, Yang Kedua Puji Tuhan KADIN ALOR berkolaborasi dengan bank NTT segera di bulan Desember ini akan membuka CAFE & TOKO OLEH OLEH KHAS ALOR yang akan menjual semua produk produk hasil olahan UMKM dari Desa desa Binaan dan seluruh desa untuk menjawab kebutuhan , yang ke tiga KADIN NTT menyalurkan produk desa binaan ke Kupang lewat beberapa pengurus kadin aplikasi Digital seperti KIOS BETA.com, LAPAKDEKRA, dan LA MORINGA seraya menyampaikan bahwa Lewat La Moringa yaitu Restaurant khas NTT. KELOR & SE’I yang juga Toko Oleh oleh UMKM NTT yang saat ini selain di Kupang, telah di buka 4 kali lebih besar di Labuan Bajo dan juga sedang di persiapkan akan di buka di Bandara International CHANGI – Singapore salah satu bandara teramai di dunia dengan Bangga akan menjual produk-produk UMKM NTT. (*)

Sumber berita + foto : Humas Bank NTT

Terus Bertransformasi, Bank NTT Sediakan Layanan Perbankan Sesuai Tuntutan Jaman

NTT AKTUAL. KUPANG. Terus bertransformasi dan menyediakan layanan perbankan yang sesuai dengan tuntutan jaman, itulah Bank NTT saat ini. Bank yang lahir dari rahim bumi Flobamorata ini menghadirkan berbagai inovasi untuk mengajak masyarakat sama-sama bertumbuh.

Kantor Pusat Bank NTT

Bank NTT, sedang dalam proses menuju ke Bank Devisa, kerja keras dan kerja cerdas adalah spirit bagi manajemen yang saat ini dipimpin oleh Harry Alexander Riwu Kaho (Direktur Utama), Hilarius Minggu (Direktur Teknologi, Informasi dan Operasional), Paulus Stefen Messakh (Direktur Kredit), Johanis Landu Praing (Direktur Dana dan Treasury) dan Christofel Adoe (Direktur Kepatuhan).

Mereka bergandengan tangan, mengeksekusi mimpi besar pemilik dan masyarakat NTT, bahwa semua harus bisa bangkit, mandiri dan sejahtera. Untuk itulah sejumlah program didesain, guna membawa  Bank NTT menjadi bank yang tak kalah bersaing dengan bank lainnya di persada nusantara.

Setiap tahun, selalu ada thema baru yang diusung. Seperti Bank NTT sebagai Smart Bank, lalu Super Smart Bank, dan di ulang tahun 2022 ini, spirit baru didengungkan, yakni Momentum Keberlanjutan.

Tak cukup disitu, ide-ide brilian dituangkan dalam sejumlah program. Ada Ramai Skali yang disupport oleh Direktorat Dana, yang mana ini adalah sebuah gerakan untuk mendukung program besar Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dalam memperingati Bulan Inklusi Keuangan (BIK), selama Oktober. Pesertanya jangan ditanya. Semuanya anak-anak usia produktif yang diajarkan mengenai literasi keuangan.

Berikutnya, ada kompetisi ide dan gagasan serta kreatifitas antar desa yang diberi nama Festival Desa Binaan Bank NTT dan Festival PAD Tahun 2022. Ini adalah tahun kedua setelah diluncurkan tahun lalu.

Jika di 2021, hanya 23 desa pesertanya maka tidak tahun ini. Ada 115 desa dari seluruh kabupaten. Tiap cabang Bank NTT, mengirim lima  desa binaan untuk nantinya dikompetisikan di tingkat provinsi. Dari 115 desa ini, seluruhnya memiliki keunggulan tersendiri.  Baik itu di sektor pertanian, peternakan, perindustrian, maupun pariwisata dan potensi lainnya.

Untuk diketahui bahwa kehadiran Festival Desa Binaan Bank NTT ini sebagai wujud mengimplementasikan misi yaitu sebagai “Pelopor Penggerak Ekonomi Rakyat” dan “Menggali Sumber Potensi Daerah untuk diusahakan secara Produktif  bagi kesejahteraan Masyarakat NTT”.

Tak hanya itu melainkan program inspiratif yang dibesut di era Harry Alexander Riwu Kaho sebagai Direktur Utama ini adalah upaya mendukung Pemerintah Daerah Provinsi NTT dalam mengentaskan kemiskinan di NTT dengan mendesain pembinaan di masyarakat desa berupa peningkatan literasi keuangan, pelatihan dan pendampingan masyarakat desa yang ada di NTT.

“Festival Desa Binaan ini  untuk menuntun kehidupan masyarakat desa ke arah yang lebih sejahtera, meningkatkan perekonomian masyarakat perdesaan, mewujudkan kemandirian masyarakat desa. Kita juga memediasi kebutuhan pencari informasi baik potensi alam desa seperti pertanian, peternakan, perikanan maupun potensi wisata yang adalah potensi unggulan mereka,”ujar Dirut Alex di sebuah kesempatan.

Keunggulan lain iven ini yakni meningkatkan pertumbuhan perekonomian masyarakat desa yang Multiply Effect, menciptakan Desa Binaan yang mandiri dan berbasis digital, sentralisasi produk perbankan baik itu produk Dana Pihak Ketiga (DPK) dan Kredit dan juga menjadi pusat informasi potensi unggulan di daerah tersebut.

Masyarakat dilatih dan didampingi hingga berhasil dalam pengolah, packaging hingga pemasaran produk lokal unggulannya. Di sektor pariwisata pun sama. Ada narasi yang dihadirkan untuk menjembatani pesan leluhur ke generasi berikutnya, dan narasi ini tercatat secara digital, dan siapapun yang ke lokasi, tinggal scan pada barcode yang disiapkan lalu dengan mudahnya mengikuti alur ceriteranya. (*)

Sumber berita + foto : Humas Bank NTT

Perempuan Tangguh di Pedalaman, Sarjanakan Anak Setelah Bermitra dengan Bank NTT

NTT AKTUAL. KEFAMENANU.Mama Yuliana Babu, usianya sudah mendekati senja. Kerutan di wajahnya seolah mengisahkan perjuangannya menghidupi keluarga kecilnya. Gerakannya gesit, dan sangat komunikatif saat diajak berdiskusi. Dia adalah seorang warga Desa Lemun, Kecamatan Miomafo Barat Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yang punya kisah sukses.

Tanpa sungkan dia mengisahkan perjuangannya membina usahanya dari skala kecil, hingga kini. “Saya mulai usaha saya di tahun  2012. Saat itu saya produksi dan memasarkan dalam bentuk tradisionalSatu tahun kemudian, saya diajak Bank NTT mengikuti study banding di Malang,”ujarnya memulai diskusi, Sabtu (19/11/2022) siang, di pusat penjualan UMKM Fularosa, Desa Eban.

Saat itu, juri Festival Desa Binaan Bank NTT dan Festival PAD Tahun 2022, Stenly Boymau sedang berkunjung ke sana untuk melakukan penjurian tahap kedua dan terakhir. Eban adalah satu dari empat desa lainnya di TTU yang menjadi peserta festival.

Bersama ibu-ibu lainnya, Mama Yuliana yang saat itu berkebaya biru tua dengan bawahan tais Timor,  tanpa sungkan menyampaikan pengalamannya berusaha. “Saya  buat berbagai macam kue,  keripik  pisang, keripik ubi dan lainnya. Suatu saat saya dibawa oleh Pak Berty (Berty Nope, staf Bank NTT Cabang Kefamenanu) ke Malang untuk belajar tentang cara membuat keripik dan aneka usaha lain yang berkualitas,”jelasnya.

Mama Yulina Babu (kebaya biru) dan Serofina Kolo (kebaya merah) saat ditemui di pusat penjualan UMKM Fularosa Desa Eban, belum lama ini. Dokumentasi : Humas Bank NTT

Ternyata itu adalah kali pertama dalam hidupnya  bepergian dengan pesawat terbang. Di Malang-lah, dia belajar tentang kelebihan orang lain, lalu merombak cara kerjanya. “Kami bertemu dengan beberapa pelaku UMKM disana yang juga buat keripik, mereka sudah pakai alat yang modern, irisan pisangnya sama dan pisang mereka pun besar-besar. Saya belajar disana, sehingga sampai Eban, saya buat keripik yang kualitasnya sama. Tapi saya mau jujur, pisang di Timor sini enak-enak,”ujarnya tulus. Dia kesana melakukan study banding mengenai pengolahan keripik, keripik talas, kacang telur, dan berbagai produk lainnya.

Bekal dari sanalah modal baginya sehingga kini usahanya semakin maju. “Usaha saya lebih berkembang, karena Bank NTT membantu kami dalam diklat, study banding, lalu packaging yang baik, bahkan Bank NTT memfasilitasi pembeli untuk datang dan belanja di kami,”jelas mama Yuliana lagi. Tanpa malu-malu, dia menambahkan “Bank NTT sudah banyak bantu kami. Kami sangat senang, terlalu enak, karena mereka cari kasi kami pembeli,”tambahya tulus.

Kini usahanya sudah semakin berkembang, keripiknya diorder oleh banyak kalangan, begitu pula aneka kue. “Kami selalu puas karena jualan kami pasti laku. Bermitra dengan Bank NTT ini bagus karena setiap kali kalau ada pameran, kami dilibatkan. Barang-barang yang kami bawa selalu habis. Pokoknya habis semua,”ungkapnya.

Namun jangan dikira keberhasilannya saat ini datang dari proses yang mudah. Tidak. Dia memulainya dari bawah. Beberapa tahun lalu, dia  memiliki  seorang anak yang kuliah di Jogjakarta, dan sudah tiga tahun tidak pulang ke kampung. Karena memang mereka tidak punya uang. Dan, tiga tahun pula mereka tidak pernah bertemu muka.

“Kami baru bisa bertemu saat saya dibawa ke Malang. Dibantu Bank NTT, anak saya datang dari Jogja, dan kami bertemu. Saya senang sekali.” Mama Yuliana sosok yang tidak pernah lupa sejarah. Dia membukanya satu persatu, sembari berharap ada orang lain yang juga sukses melebihinya. Saat ini anaknya sudah menamatkan kuliahnya, dengan jurusan yang diambilnya bagus, tentang perbankan.

“Dia sudah pulang, belum dapat kerja sehingga  bantu-bantu kami. Adik-adiknya yang lain juga sudah tamat sekolah, dan kami sudah agak ringan,”urainya masih dengan senyum yang tak hilang dari wajahnya. Jika dulu, dia sering membuat kue, keripik dan aneka cemilan lainnya yang dibawa  suaminya untuk jualan keliling kampung, kini Bank NTT sudah menyiapkan sebuah pusat penjualan produk UMKM, namanya UMKM Fularosa, yang dibangun diatas tanah paroki setempat, tepatnya di Desa Eban, Miomafo Barat-TTU. Di lokasi inilah, ada harapan baru bagi mereka untuk menatap hari esok.

Usaha Jamu

Eban memang memiliki koleksi perempuan-perempuan tangguh yang menjadi penopang ekonomi keluarga. Tak hanya Mama Yuliana, melainkan ada juga Mama Serofina Kolo. Dia baru saja bergabung dengan Bank NTT, dalam sebuah program kemitraan.

Perempuan bertalenta  ini jago meracik jamu, dan banyak yang sudah merasakan keampuhan tangan dinginnya. “Saya berusaha sejak tahun 2005, dan usaha saya itu adalah jamu jahe kunyit instan, kunyit putih, saya produksi Minyak Gosok Asli Mutis, fermentasi anggur dari buah pisang maupun kulitnya,”tuturnya saat ditemui di Eban, 19 November 2022.

Jamu dan minyak gosoknya sangat berkhasiat, dan bahkan dia memiliki banyak pelanggan tak saja di Eban melainkan Kefa serta kota-kota sekitarnya. Karena itu, kedepan dia akan mengajukan pinjaman dengan nominal yang lebih besar lagi, untuk mendukung usahanya. “Usaha ini saya semakin besar, banyak yang cocok dengan ramuan ini sehingga dengan bantuan Bank NTT, saya akan kembangkan lagi,”tegasnya menambahkan, dia yakin kalau Bank NTT akan membantunya memasarkan produk-produk yang dihasilkannya.

“Anak saya tiga orang sudah tamat SMA karena usaha ini, sehingga kedepan saya akan ambil pinjaman lagi. Tahap pertama saya dikasi modal usaha Rp 5 juta, lalu tambah lagi Rp 15 juta. Saya mau usaha saya ini berhasil sehingga saya akan ambil lebih besar lagi.”

Jangan ditanya bagaimana cara melunasinya. “Terlalu bisa,”ujarnya singkat. Dia pun tertawa lepas, disambut anggukan sobatnya, Mama Yuliana yang berada persis di sampingnya.

Kini, UMKM Fularosa yang dibangun oleh Bank NTT, menjadi media penampung berbagai produk UMKM warga desa. Romo Ignas Kabosu, Pr., Romo Frengky Atitus, Pr., Leonardus Kefi selaku perangkat desa Eban, dan Ketua BPD Yuniperus Anin serta Rince Nesi selaku Kepala Capem Eban, hari itu ikut mensupport mereka. (*)

Sumber berita + foto : Humas Bank NTT

Gubernur NTT Hadiri Upacara Peringatan Proklamasi Kemerdekaan RDTL Ke-47

NTT AKTUAL. MANATUTO-RDTL.Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) ikut menghadiri Upacara Peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) ke-47 yang bertempat di Munisipiu / Kabupaten Manatuto – RDTL pada Senin (28/11/2022). Kehadiran Gubernur VBL ini juga berdasarkan undangan resmi Presiden RDTL Jose Ramos-Horta pada tanggal 5 September 2022 lalu perihal Upacara Peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan Timor Leste.

President RDTL Jose Ramos Horta dalam sambutannya menyampaikan selamat datang dan apresiasi atas kehadiran Gubernur NTT bersama para delegasi.

“Selamat datang dan apresiasi atas kehadiran Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur Bapak Viktor Bungtilu Laiskodat bersama para delegasi yang berjumlah 50 orang di RDTL ini. Beliau (Viktor Bungtilu Laiskodat), disini rumah kamu sebagai saudaraku dan juga sebagai orang Timor. Bahkan sebagai Orang Timor, kami pun patut berbangga karena beliau mampu meyakinkan Presiden RI Joko Widodo untuk melakukan kerja besar di wilayah perbatasan Wini (RI) – Oekusi (RDTL) untuk membangun Free Trade Zone yang nantinya dapat berdampak bagi pertumbuhan ekonomi di Pulau Timor dan wilayah Timor-Leste,” ungkap Presiden Ramos Horta.

“Selanjutnya, dalam semangat mendukung dan membangun Free Trade Zone, ada empat bahasa yang terus kita edukasi di negara ini (Timor-Leste) yaitu Bahasa Tetun, Portugis, Inggris dan Indonesia,” tegas Presiden Horta.

Sementara itu, Gubernur VBL turut menyampaikan Selamat atas Upacara Peringatan Proklamasi RDTL tersebut dan juga memberikan tanggapan positif terkait pembangunan free trade zone. Selamat hari Proklamasi Kemerdekaan Timor Leste yang ke-47. Terkait dengan free trade zone pun tentunya dapat dimanfaatkan oleh kedua pihak yaitu Indonesia dan Timor Leste untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakatnya,” ungkap Gubernur VBL.

“Pulau Timor ini sangat unik, pulau kecil namun terdapat dua negara di dalamnya yaitu Negara Indonesia dengan wilayah Provinsi NTT dan Negara Timor Leste,” kata Gubernur Laiskodat.

“Untuk itu, NTT dan Timor-Leste mesti saling mendukung dalam semangat membangun Free Trade Zone dan diharapkan memiliki semangat membangun yang sama, apalagi kita ketahui bersama Indonesia sebagai salah satu Negara yang memiliki ekonomi terkuat didunia akan menjadi gerakan yang hebat untuk berperan membangun Pulau Timor dan Timor Leste sekaligus menjadi prestasi yang luar biasa,” jelasnya.

Untuk diketahui, pada kesempatan tersebut Gubernur VBL juga mendapatkan penghargaan dari pemerintah RDTL dalam bentuk Medal Of Merit, Ordem de Timor Leste yang telah berkontribusi untuk komunikasi hubungan internasional dan bilateral.

Ordem de Timor-Leste adalah tanda kehormatan tertinggi yang diberikan oleh Timor Leste. Dibentuk pada tahun 2009, tanda kehormatan ini diberikan setelah penghargaan serupa pada awalnya diberikan oleh Timor Timur. Penghargaan ini bersifat lebih umum dan lebih luas daripada tanda kehormatan yang diberikan saat kemerdekaan Timor Leste. Penghargaan ini diberikan kepada tokoh dan warga negara asing yang kontribusinya diakui dan signifikan bagi negara dan bangsa. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT 

Penjabat Wali Kota Kupang Serahkan SK P3K dan Satyalancana Karya Satya di Momen Ulang Tahun KORPRI

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Pemerintah Kota Kupang menggelar upacara dalam rangka Hari Ulang Tahun ke 51 Korps Pegawai Negeri Republik Indonesia (KORPRI), bertempat di lapangan upacara kantor Wali Kota Kupang, Selasa (29/11/2022). Bertindak selaku Inspektur dalam upacara tersebut, Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh, S.H., dan dihadiri oleh unsur Forkopimda Kota Kupang, Para Staf Ahli Wali Kota, Para Asisten Sekda, Para Pimpinan Perangkat Daerah, Para Camat dan Lurah serta seluruh ASN lingkup pemerintah Kota Kupang.

Penjabat Wali Kota dalam sambutannya menyampaikan bahwa masyarakat saat ini sangat mengharapkan kualitas layanan publik yang tinggi. Untuk memenuhi harapan masyarakat ini, setiap anggota KORPRI harus memiliki karakter dasar sebagai birokrasi yang melayani serta berkarya bagi bangsa dan negara. Spirit sebagai pelayan masyarakat harus ditanamkan kuat dalam hati sanubari dan diwujudkan menjadi pelaku yang melayani secara profesional. dengan teknologi yang semakin canggih, cara bekerja kita juga harus berubah. kecepatan merupakan faktor kunci kesuksesan dalam berkarya, yang cepat akan mengalahkan yang lambat.

Saat ini pemerintah sedang mempersiapkan diri menghadapi krisis ekonomi yang diprediksi melanda dunia pada tahun 2023 mendatang. Mendagri dalam arahannya pada rapat pengendalian inflasi daerah yang diselenggarakan secara rutin setiap hari Senin berharap agar pemerintah daerah melakukan 6 langkah konkret, di antaranya; melaksanakan operasi pasar murah, melaksanakan sidak ke pasar dan distributor agar tidak menahan barang, kerja sama dengan daerah penghasil komoditi untuk kelancaran pasokan, gerakan menanam, merealisasikan Biaya Tidak Terduga (BTT), serta dukungan transportasi dari APBD. Untuk itu semua perangkat daerah diharapkan bekerja kolaborasi melakukan langkah konkret yang sudah diarahkan pemerintah pusat untuk menekan laju inflasi di Kota Kupang.

Pada kesempatan tersebut, diserahkan juga tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya secara simbolis kepada 3 orang perwakilan dengan masa bakti 10 tahun, 20 tahun dan 30 tahun, serta penyerahan Surat Keputusan Wali Kota Kupang tentang pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di lingkungan Pemerintah Kota Kupang dan Surat Perintah Melaksanakan Tugas kepada 423 orang P3K.

“Pada momen yang berbahagia ini secara resmi kita juga menyambut 423 Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (P3K), ditandai dengan penyerahan SK pengangkatan yang sudah kami tanda tangani per 1 September 2022 lalu. Atas nama Pemerintah Kota Kupang saya ingin memberikan ucapan selamat dan proficiat kepada 423 P3K yang baru bergabung. Terima kasih karena sudah mengikuti proses yang cukup panjang ini. Tentu menjadi suatu kebanggaan tersendiri, karena dari sekian banyak orang yang mendaftar saudara-saudari yang terpilih dan dinyatakan lulus,” ungkap George.

Harapannya bagi P3K agar setelah aktif di unit kerja masing-masing, mampu meningkatkan motivasi, pengetahuan dan keterampilan serta ikut membantu Pemerintah Kota Kupang dalam meningkatkan pelayanan di Kota Kupang.

Lebih lanjut, atas nama Presiden Republik Indonesia, Penjabat Wali Kota menganugerahkan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada 61 PNS di lingkungan Pemerintah Kota Kupang yang telah dinilai pantas dan layak untuk mendapatkannya. Penganugerahan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya merupakan suatu bentuk penghargaan Pemerintah Republik Indonesia atas kerja keras serta jasa-jasa aparatur sipil negara dalam melaksanakan tugas dengan penuh pengorbanan, kesetiaan, pengabdian, kecakapan, kejujuran, dan kedisiplinan serta telah memenuhi syarat masa kerja secara terus menerus dan tidak terputus untuk periode 10, 20, dan 30 tahun.

”Penghargaan ini juga dimaksudkan sebagai motivasi bagi seluruh PNS untuk lebih meningkatkan pengabdian dan prestasi kerjanya sehingga keberadaan PNS sebagai abdi negara dan abdi masyarakat sungguh-sungguh berarti melalui sikap kesetiaan kepada bangsa dan negara, jujur, tertib, dan disiplin, serta mampu menjaga citra pemerintah dimata masyarakat dengan pelayanan yang prima,”

Di akhir sambutannya Penjabat Wali Kota kembali berpesan kepada seluruh ASN di lingkup Pemerintah Kota Kupang untuk terus fokus dalam menekan laju inflasi, salah satu fokus yang sedang gencar dilaksanakan adalah pemanfaatan lahan tidur/lahan kosong untuk ditanami kelor dan sorgum, sedangkan lahan pekarangan rumah dapat dimanfaatkan untuk menanam tanaman seperti cabai, tomat dan sejenisnya. Selain itu pemerintah mulai dari tingkat RT hingga kelurahan agar tetap fokus dalam penanganan stunting di wilayahnya masing-masing sehingga target yang ingin dicapai pemerintah dalam beberapa tahun ke depan dapat terealisasi. Tak lupa terkait kebersihan lingkungan terus digelorakan oleh Penjabat Wali Kota dalam upaya dan impian menjadikan Kota Kupang menjadi salah satu kota terbersih di Indonesia. (*PKP_chr)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Enam Startup Baru NTT Beradu Solusi Digital di Demo Day 1000 Startup Digital Regional NTT

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Dalam melahirkan para talenta muda di bidang digital, Kementerian Kominfo telah menginisiasi program Gerakan Nasional 1000 Startup Digital dan telah hadir di Nusa Tenggara Timur sejak tahun 2020. Program di Nusa Tenggara tahun inipun telah selesai dilaksanakan dengan acara puncak Demo Day pada tanggal 23 November 2022 dengan menampilkan 6 startup baru yang mempresentasikan ide bisnis mereka di hadapan para tamu dan praktisi bisnis NTT.

Tahapan program Gerakan 1000 startup digital di Nusa Tenggara Tahun 2022 telah melalui berbagai tahapan. Mulai dari Roadshow, Ignition, Workshop, Hacksprint hingga Bootcamp, dari serangkain tahapan yang dilalui, para startup dibina dan dibimbing oleh para mentor yang berpengalaman pada bidang startup dan entrepreneurship. Melalui bimbingan dari para mentor terpilihlah enam startup yang beradu dalam pitch-battle pada “Demo day” Gerakan Nasional 1000 Startup Digital Regional Nusa tenggara timur.

Enam startup yang mengikuti demo day adalah LapakDekra, Kios Beta, Beta Pandai, Donasisampahmu, Callmechanic, dan Flobamora school. Dalam adu pitching ini setiap startup diberikan tiga menit untuk menyampaikan bisnis model startup mereka di depan para praktisi bisnis di Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan demo day gerakan nasional 1000 Startup Digital Regional NTT dimulai pukul 15:00 WITA dan dilakukan secara Hybrid yang berlokasi di aula kampus Universitas Muhamadiyah dan online melalui platform zoom. Demo day ini dihadiri oleh beberapa praktisi bisnis yaitu dari perwakilan KADIN NTT dan Akademisi dari UNDANA.

Dalam sesi pitching setiap perwakilan dari 6 startup tampil dengan semangat dan penuh percaya diri dalam menyampaikan bisnis startup yang mereka bangun. Diawali Oleh Dimas Sedy dari startup Flobamora school yang menyakinkan bahwa startup mereka menjadi solusi untuk permasalahan kesenjangan manajemen pendidikan anak dan para orang tua. Kemudian dilanjutkan  dari startup Beta Pandai yang diwakili oleh Awad Alkatri yang meyakini bahwa startup mereka ini dapat membantu untuk mengembangkan potensi dan skill anak-anak dari NTT. Tak kalah dari startup Kios Bbeta yang diwakili oleh Pricher Samane menyampaikan bahwa dengan Kios Beta masyarakat dapat berbelanja dengan simple.  Startup selanjutnya adalah Donasisampahmu yang menawarkan perubahan bagi masyarakat NTT dalam hal penanggulangan sampah, yang disampaikan oleh Zulkhaedir Abdussamad. Startup yang kelima dari adalah Callmechanic yang diwakili oleh Satrio Gery Saba yang menawarkan solusi baru dalam jasa service dan ganti oli motor yang dapat dipesan secara online. Sebagai penutup adalah Lapakdekra yang diwakili oleh Benny Leonard yang menyampaikan startup mereka hadir sebagai e-commerce & digital Ecosystem for creative industry yang menjual berbagai produk lokal dari NTT.

Setelah Sesi pitching selesai, para praktisi selaku juri pada demo day  menyampaikan pendapat dan saran mereka kepada para startup founders yang telah melakukan pitching untuk startup mereka. Dan pada sesi penutup bapak Wildrian Ronald Otta, S.Stp., M.M. dari Dinas Kominfo Kota Kupang menekankan untuk berkolaborasi sehingga dapat mengembangkan opportunity dan membangun ekosistem dengan komponen-komponen lain. Hal senada juga disampaikan  Apriyanto Arkiang, salah satu mentor di tahapan Bootcamp,  sebagai anak asli dari NTT yang pernah berkerja di Traveloka memberikan semangat kepada para startup founders dan anak-anak dari daerah timur terkhususnya dari NTT untuk tetap semangat dan bermimpi serta dapat menunjukan bahwa anak-anak dari NTT dapat bersaing secara nasional.

Di akhir dari rangaikain tahapan program ini diharapkan bahwa enam startup ini dapat terus bertumbuh serta berkembang dan dapat menjadi solusi yang akurat bagi setiap permasalahan yang ada di Nusa Tenggara Timur. (*)

Rapat bersama Kepala Desa Se-Kabupaten Malaka, Gubernur Minta Jaga Kolaborasi Untuk Penanganan Stunting

NTT AKTUAL. BETUN. Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat meminta jajaran Bupati, Camat dan Kepala Desa untuk terus mempererat sinergitas kolaborasi antara Pemerintah dan masyarakat terkait dengan penanganan stunting. Demikian harapan beliau pada saat hadir dalam Rapat Bersama Camat dan Kepala Desa Se Kabupaten Malaka di Aula Gereja Sta. Maria Betun pada Rabu (23/11/2023) lalu.

“Kita tentunya menyambut gembira karena angka stunting di Provinsi NTT sudah turun dari menjadi 17,7 %. Ini merupakan hasil kerja kolaboratif yang baik dari Bupati, Camat, hingga Kepala Desa. Saya sangat mengapresiasi hal tersebut dan terima kasih juga untuk Kabupaten Malaka yang juga mampu menurunkan angka stuntingnya,” ungkap Gubernur.

“Kita kerja kolaborasi itu artinya kita kerja cerdas. Ini sudah baik kita turunkan angka stunting di angka 17,7 % dan saya mau agar semua bupati, camat dan kepala desa tetap menjaga sinergitas ini dan bekerja lebih keras lagi sehingga angka stunting kita bisa turun menjadi single digit ditahun 2023 mendatang,” pinta Gubernur VBL.

Ia juga menjelaskan, Presiden Jokowi telah menargetkan di tahun 2024 itu angka stunting nasional turun diangka 14%. “Kita harapkan bulan februari mendatang angka stunting Provinsi NTT berada di angka 12%. Itu akan luar biasa dan membuktikan bahwa Provinsi ini mampu mengatasi persoalannya dengan kerja cerdas kolaboratif yang hebat,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga meminta masyarakat untuk mulai gencar berpartisipasi bersama Pemerintah dalam pengembangan komoditi jagung, sorgum dan kelor.

“Saya ingin agar Kabupaten Malaka sebagai lumbung pangan bagi Pulau Timor harus dikerjakan dengan maksimal apalagi Kabupaten ini dianugrahi bentangan lahan yang rata dan subur serta air yang melimpah. Kita dorong selain pengembangan komoditi, pisang, ubi, bawang dan kelapa maka kita juga tambahkan dengan jagung, sorgum, serta kelor. Tentunya ini akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi kita,” ungkapnya.

“Kita ingin agar pertumbuhan ekonomi di NTT ini datang dari sektor pertanian, perikanan, serta peternakan. Kalau begitu maka angka kemiskinan pun akan menurun,” tambahnya.

“Saya juga turut memberi apresiasi kepada Bupati Malaka yang baru saja mendorong para Kepala Desa untuk mempersiapkan lahan minimal 10 Ha setiap desa untuk mendukung program yang ada. Kalau 10 Ha setiap desa maka intervensi dengan baik pada benih dan pupuk. Untuk Program TJPS 1 Ha itu biaya benih dan pupuk sebesar Rp 6.000.000, maka 10 Ha itu biaya Rp 60.000.000 dan dapat menggunakan dana desa. Dari 127 Desa dengan 10 Ha. Berarti 1270 Ha tambahan untuk lahan TJPS,” jelas Gubernur.

Sementara itu Bupati Malaka Simon Nahak mengapresiasi Kunjungan Kerja Gubernur di Kabupaten Malaka. “Terima kasih atas kunjungan langsung Bapak Gubernur di Malaka yang sudah melakukan beberapa kunjungan di beberapa titik diantaranya peninjauan tambak garam, Program TJPS dan Sorgum. Ini sangat baik karena memberikan spirit bagi masyarakat dimana pemimpin daerah langsung turun ke lapangan,” kata Bupati Simon.

“Pada kesempatan ini juga saya meminta dengan 10 Ha lahan yang disiapkan setiap desa ini dapat dikerjakan untuk mendukung program dibidang pertanian terkhususnya untuk program TJPS,” tambahnya. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT