Semua tulisan dari NTT AKTUAL

Diperkirakan Musim Hujan di NTT Mulai Akhir Oktober, Pemprov Ajak Petani Optimalkan Lahan

NTT AKTUAL. KUPANG. Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT mengajak seluruh masyarakat NTT untuk mempersiapkan dan mengoptimalkan lahan-lahan yang tersedia untuk berproduksi melalui program TJPS Pola Kemitraan. Sesuai perkiraan BMKG, musim hujan di NTT diprediksi akan dimulai pada akhir Oktober.

“Sesuai dengan hasil koordinasi dengan BMKG, musim hujan di NTT diperkirakan akan terjadi di dasarian tiga artinya di minggu terakhir bulan Oktober. Untuk itu, kita sudah lakukan persiapan dengan memprioritaskan lokasi-lokasi yang curah hujannya mendahului yakni daerah Flores bagian barat. Mengikuti selanjutnya bagi kabupaten-kabupaten lain yang curah hujannya di dasarian pertama bulan November,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Lecky Frederich Koli dalam konferensi Pers bersama awak media di Kantor Gubernur NTT, Selasa (27/09/2022).

Didampingi Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT, Prisilia Parera, Kadis Lecky mengajak masyarakat untuk mengoptimalkan lahan-lahan yang ada termasuk pekarangan rumah untuk meningkatkan perekonomian keluarga melalui program TJPS Pola Kemitraan. Melalui skema ekositem kemitraan dengan melibatkan lembaga perbankan, offtaker serta lembaga penjamin kredit, ekonomi dan daya beli masyarakat diharapkan tetap terjaga di tengah situasi ketidakpastian ekonomi global saat ini.

“Dengan solusi ekosistem yang terbangun seperti ini, semua yang diperlukan oleh para petani,sudah ada sebelum dia tanam. Baik itu pupuk, bibit, obat-obatan termasuk sarana produksi disiapkan, sehingga tinggal digerakan untuk masyarakat kerjakan gotong royong untuk mereka berproduksi. Jaminan pasar juga telah disiapkan dengan harga yang telah disepakati sehingga petani tetap bersemangat untuk menanam. Kemarin, bapak Gubernur juga telah berbicara dengan Menteri BUMN agar dana-dana KUR dari Bank Himbara (Himpuna Bank Milik Negara,red) juga dapat menjangkau para petani di desa-desa,” jelas Lecky.

Lebih lanjut Kadis Lecky menjelaskan, untuk tahun 2022, target lahan Program TJPS Kemitraan adalah 105 ribu hektar (ha) lahan. Dengan sasaran, masyarakat petani sebanyak 124 ribu orang, yang sudah ada by name by addressnya.

“Yang sudah kita tanami adalah kurang lebih 37 ribu ha pada musim tanam II dari April sampai September 2022 (Asep,red) dan sudah dipanen serta dijual hasilnya, petani pun sudah mendapatkan keuntungan. Sisanya akan dikerjakan pada musim tanam I Oktober 2022 sampai Maret 2023 (Okmar,red). Kita sudah siapkan kurang lebih 88 ribu ha lahan dan sudah diajukan ke bank pelaksana yakni Bank NTT. Dan sudah dilakukan seleksi (oleh Bank NTT dan Offtaker,red) sekitar 40 ribu ha. Serta sudah dilakukan pencarian tahap pertama untuk petani bisa mulai lakukan penanaman,” kata Lecky.

Selanjutnya, Lecky menguraikan, Target produksi jagung untuk musim tanam I Okmar 2022-2023 adalah 400 ribu ton.
“Dan hasil produksi itu akan kita gunakan untuk kepentingan industri pakan ternak di dalam daerah dan selebihnya kita akan kirim ke luar termasuk ke Surabaya. Dalam jangka pendek kita juga akan bekerjasama dengan Kabupaten Bangli di Provinsi Bali untuk mensuplai kebutuhan jagung bagi mereka dan sebaliknya mereka akan mensuplai kebutuhan daging ayam dan telur ayam untuk NTT khususnya untuk masyarakat pulau Sumba.Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani dan mengurangi angka kemiskinan,” ujar Lecky.

Seperti diketahui, angka kemiskinan di NTT mengalami penurunan. Sesuai hasil rilis yang disampaikan BPS, Persentase penduduk miskin di NTT pada Maret 2022 sebesar 20,05 persen, menurun 0,39 persen poin terhadap September 2021 dan menurun 0,94 persen poin terhadap Maret 2021. NTT termasuk dalam 10 besar Provinsi di Indonesia dengan penurunan jumlah angka kemiskinan tertinggi dalam periode tersebut.

Hadapi Krisis Pangan, Gubernur Instruksikan Fokus Pengembangan 4 Komoditas

Dalam kesempatan tersebut, Kadis Lecky juga mengungkapkan, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat juga telah menginstruksikan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta Dinas terkait lainnya agar fokus pada pengembangan 4 komoditas utama dalam menghadapi krisis pangan dunia yakni jagung melalui program TJPS Kemitraan, Sorgum, Kelor dan Ayam KUB.

“Untuk pengembangan Sorgum, kita akan tanam tahun ini sebanyak 3.500 ha dan tahun depan targetnya 34 ribu ha. Benih Sorgum sudah ada sekitar 11 ton yang berasal dari kabupaten Flores Timur dan kita sudah salurkan ke kabupaten-kabupaten yang dapat alokasi. Terkait Kelor, kita lakukan kerjasama dengan TNI. Kita sedang siapkan 1 juta anakan yang kemudian akan difasiltasi oleh TNI untuk didistribusikan ke masyarakat agar mereka berproduksi dan hasilnya akan dibeli oleh offtaker yang memang sudah dipersiapkan. Pola pengembangan 3 komoditas ini akan menggunakan pola Kemitraan yang sudah dilaksanakan dalam program TJPS sehingga masyarakat tak perlu ragu untuk jaminan pasarnya,” pungkas Lecky. (**)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Ketum KONI NTT JNS Lantik Badan Pengurus KONI Kabupaten Kupang

NTT AKTUAL. OELAMASI. Ketua Umum (Ketum) KONI NTT yang juga Wakil Gubernur NTT Drs. Josef A. Nae Soi MM (JNS) melantik Badan Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kupang Masa Bakti 2021-2025. Kegiatan Pelantikan tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Kupang pada Selasa (27/09/2022).

Untuk diketahui jajaran Badan Pengurus KONI Kupang yang dilantik diantaranya Ketua Umum KONI Kabupaten Kupang : Drs. Korinus Masneno, Ketua Harian : Johanis J. Mase, S.Th, Wakil Ketua Harian : Yosep Lede, SE, Sekretaris : Seprianus Lau.S.Sos, M.Si, Wakil Sekretaris I : Drs Guntur E. Subun Taopan, Wakil Sekretaris II : Joni A. Siokain, S.Sos, Bendahara : Iwan Tukan, SE, MM, Wakil Bendahara : Nely Marianti Dapa, ST serta jajaran pengurus bidang lainnya.

Ketua Umum KONI Provinsi NTT Drs. Josef A. Nae Soi MM dalam sambutannya meminta jajaran KONI Kabupaten Kupang untuk menyatukan kerja kolaborasi guna meningkatkan prestasi olahraga. “Selamat dan sukses kepada Badan Pengurus KONI Kabupaten Kupang yang baru saja dilantik, dan mari kita rajut semangat kerja bersama untuk meningkatkan pembangunan dan prestasi dibidang olahraga bagi Nusa Tenggara Timur terkhususnya di Kabupaten Kupang,” ujarnya.

“Kita tak lupa untuk bersyukur pula karena melalui perjuangan kita dan dukungan dari masyarakat NTT sehingga Provinsi NTT dan NTB ditetapkan sebagai tuan rumah PON XXII tahun 2028 mendatang. Maka Saya harapkan KONI Kabupaten Kupang ini dapat bersinergi dengan baik bersama Pemerintah agar nantinya juga bisa mendukung terlaksananya PON Tahun 2028 karena akan ada venue yang akan di bangun di Kabupaten Kupang untuk mendukung terlaksanaya ajang tersebut,” katanya.

Kita butuh kerja bersama karena ajang PON ini sangat bermanfaat bukan saja untuk mendorong peningkatan prestasi atlet NTT tetapi juga untuk peningkatan ekonomi daerah. Ini juga sesuai amanat UU Nomor 11 tahun 2022 mengatakan bahwa Olahraga menjadi industri untuk menumbuhkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” paparnya.

“Kita memiliki atlet-atlet yang unggul dan dapat mengharumkan nama NTT dikancah nasional. Saat ini kita juga patut berbangga karena Tim Sepakbola Prapopnas NTT berhasil lolos ke ajang Popnas 2023 tahun depan yang akan diselenggarakan di Provinsi Sumatra Selatan dan Bangka Belitung. Hasil tersebut diraih usai tim sepakbola NTT berhasil meraih poin 9 usai meraih 3 kemenangan masing-masing atas Sulawesi Selatan (2-1), Sulawesi Barat (3-0) dan Jawa Timur (2-0). Adapun kita juga bangga ada 2 pemain asal NTT yang memperkuat timnas sepakbola kita. Ini sungguh membanggakan,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Kabupaten Kupang yang juga Bupati Kupang Drs. Korinus Masneno mengatakan, KONI Kabupaten Kupang siap terus meningkatkan prestasi olahraga dan pembangunan bidang olahraga di Kabupaten Kupang. “Terima kasih kepada Ketua Umum KONI NTT yang telah mengukuhkan kami sebagai pengurus KONI Kabupaten Kupang. Kami mohon dukungan dari semua pihak untuk dapat berperan aktif mendukung pembangunan dan meningkatkan prestasi olahraga Kabupaten Kupang,” ujarnya.

“Ini juga momentum bersejarah karena meskipun Sejarah Kepengurusan KONI di negara ini sudah terbentuk sebelum kemerdekaan tepatnya pada tanggal 15 Oktober 1938 , namun harus diakui bahwa ini adalah pertama kalinya Pemerintah Kabupaten Kupang melaksanakan Pengukuhan Kepengurusan KONI,” ungkap Korinus.

“Saya ingin agar eksistensi KONI bukan hanya sebagai organisasi seremonial belaka tetapi KONI mampu berperan dalam peningkatan prestasi olahraga di Kabupaten Kupang. Peranan KONI sebagai satu-satunya organisasi yang berwenang dan bertanggung jawab mengelola, membina dan mengembangkan dan koordinasikan seluruh pelaksanaan kegiatan olahraga maka harus dioptimalkan tugasnya dengan baik,” ujarnya.

Korinus menjelaskan, prestasi olahraga di Kabupaten Kupang terus memberikan hasil positif. Hal ini ditandai pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Ke-V Provinsi NTT Tahun 2022 lalu Kabupaten Kupang mendapatkan prestasi meraih peringkat 8 dengan perolehan 7 medali emas, 8 medali perak dan 14 medali perunggu.

“Saya sampaikan bahwa Kabupaten Kupang bertekad penuh mendukung pelaksanaan PON XXII tahun 2028 di NTT dan NTB untuk dapat berjalan lancar. Kita sudah memiliki Sport Center yang kita bangun di Tilong Kecamatan Kupang Tengah maka harus kita berdayakan dengan baik. Bendungan Tilong akan digunakan menjadi lomba dayung, dan lahan untuk pembangunan stadion yang sudah ditinjau oleh Pemerintah Pusat juga sudah disiapkan untuk pembangunan stadion. Untuk 1 stadion butuh lahan 4 Ha dan lahan kita yang tersedia dan bersertifikat tersedia 40 Ha. Saya juga menawarkan kepada Kementerian Olahraga agar asrama atlet juga dibangun di kabupaten kupang,” jelasnya.

Untuk diketahui, acara pelantikan tersebut diawali dengan Pembacaan SK Ketua Umum KONI Provinsi NTT oleh Sekretaris Umum KONI NTT, dilanjutkan dengan Pengukuhan Pengurus KONI Kabupaten Kupang Masa Bakti 2021-2025 oleh Ketua Umum KONI NTT, kemudian penyematan PIN dan Badge KONI oleh Ketua Umum KONI Provinsi NTT kepada Ketua KONI Kabupaten Kupang dan dilanjutkan dengan penyerahan bendera KONI dari Ketua Umum KONI NTT kepada Ketua Umum KONI Kabupaten Kupang. Serta dilanjutkan dengan penandatanganan Berita Acara Pelantikan oleh Ketua Umum KONI Kabupaten Kupang dan Ketua Umum KONI Porvinsi NTT, kemudian diakhiri dengan foto bersama. (**/NA)

Penulis dan Foto : Meldo Nailopo
Editor : Nataniel Pekaata 

Tekan Angka Stunting, Pemkot Kupang Gelar Rembuk Bersama

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Pemerintah Kota Kupang terus gencar dalam menekan angka Stunting, salah satunya diselenggarakannya kegiatan Rembuk Stunting yang merupakan kolaborasi antara Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana serta Dinas Kesehatan Kota Kupang, bertempat di Hotel Kristal Kupang, Selasa (27/09/2022).

Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy Priestley Funay, S.E., M.Si., mewakili Penjabat Wali Kota Kupang dan dihadiri oleh para Staf Ahli Wali Kota Kupang, Pimpinan Perangkat Daerah Kota Kupang, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Kupang, Lousje Marlinda Funay – Pellokila, S.TP., beserta jajarannya, Perwakilan Kantor Kementerian Agama Kota Kupang, Para Camat dan Lurah Se-Kota Kupang, para Kepala Puskesmas, pengurus Ikatan Dokter Anak Indonesia serta pengurus Ikatan Bidan Indonesia.

Sambutan Penjabat Wali Kota Kupang yang dibacakan oleh Sekda Kota Kupang menyampaikan bahwa Rembuk Stunting merupakan kegiatan aksi dari percepatan penurunan Prevalensi Stunting yang baik untuk melakukan konfirmasi dan sinkronisasi berbagai program kegiatan dan sub kegiatan yang telah ada dalam dokumen anggaran Perangkat Daerah baik itu yang bersifat spesifik maupun sensitif. Oleh karena itu semua komponen diharapkan fokus pada upaya percepatan penurunan Stunting dan target Kota Kupang angka stunting menjadi 10 % di tahun 2023.

Saat ini angka Stunting di Kota Kupang berada pada angka 21,5 % pada operasi timbang bulan Agustus 2022, sementara untuk angka Stunting pada bulan Agustus 2021 berada pada 26.1 %. Ini berarti bahwa selama satu tahun Prevalensi Stunting menurun sebesar 4,6%, namun demikian masih jauh dari target penurunan angka Stunting sebagaimana kesepakatan pada Raker Gubernur dan Bupati / Wali Kota di Labuan Bajo di mana target penurunan Stunting pada angka 10 % di tahun 2023. Dengan kata lain Kota Kupang masih deviasi minus 11,5 %, dan karena itu kita harus bekerja keras, kerja cerdas dan kerja kolaborasi semua pihak, mulai dari Lurah, Camat, OPD serta Stake Holder terkait.

“Dalam kaitan dengan Rembuk Stunting yang kita laksanakan pada hari ini, saya menyambut baik karena hal ini merupakan langkah penting, dimana kita akan melakukan konfirmasi, sinkronisasi dan sinergisme hasil analisis situasi, rancangan kegiatan dari perangkat daerah penanggung jawab layanan dengan hasil perencanaan partisipatif dalam upaya penurunan stunting di lokasi fokus yakni 38 kelurahan,” ungkap Sekda.

Lebih lanjut dalam sambutannya disampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor perlu dilakukan sehingga intervesi baik spesifik maupun sensitif diarahkan pada lokasi Stunting untuk mendukung pencapaian target penurunan angka Stunting yang telah ditetapkan. Di penghujung kegiatan nanti akan dilakukan penandatanganan komitmen dan kesepakatan bersama Penjabat Wali Kota dengan Camat dan Lurah. “Saya berharap para Camat dan Lurah memberikan perhatian serius karena disana tercermin peran strategis Camat dan Lurah diantaranya memastikan seluruh bayi balita mengikuti penimbangan di bulan operasi timbang, demikian juga melakukan kampanye perubahan perilaku, perubahan pola konsumsi (Gemar Makan Ikan dan Kelor) pada setiap kesempatan serta mendorong dan memastikan calon pengantin untuk mengikuti kursus pra nikah sesuai prosedur serta syarat kesehatan sebelum melangsungkan pernikahan sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan angka Stunting, serta Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB),” lanjut Sekda.

Di akhir sambutan Penjabat Wali Kota berharap melalui kesempatan ini para Camat dan Lurah agar terus menggalakkan dan menggerakkan masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan sebagai bentuk intervensi sensitif dalam percepatan penurunan Prevalensi Stunting, dan perangi sampah plastik di Kota Kupang.

Melalui laporan panitia yang dibacakan oleh Kepala Bidang Sosial Budaya Bappeda Kota Kupang, Imelda Fonyke Nange, S.T., M.T., disampaikan bahwa kegiatan ini sebagai komitmen dalam melakukan percepatan, pencegahan dan penurunan Stunting, maka Pemerintah Kota Kupang telah melaksanakan berbagai aksi percepatan pencegahan dan penurunan Prevalensi Stunting terintegrasi sesuai dengan juknis yang dikeluarkan oleh Kementerian/Bappenas.

Adapun hasil dari pelaksanaan Aksi I adalah ditetapkannya 38 kelurahan Lokus Stunting dari 51 kelurahan di Kota Kupang. Sedangkan hasil Aksi II adalah menyusun rencana kegiatan terintegrasi dalam kegiatan perangkat daerah, dan kegiatan Rembuk Stunting ini adalah Aksi III untuk menyampaikan hasil Aksi I dan Aksi II serta membangun komitmen pemerintah daerah dalam pencegahan dan penurunan Stunting secara terintegrasi di Kota Kupang. (*PKP_chr/NA)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

Cegah Masuknya HPHK-OPTK, Karantina Pertanian Kupang Lakukan Pemusnahan

NTT AKTUAL. MOTAAIN. Karantina Pertanian Kupang melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain kembali melakukan pemusnahan terhadap komoditas pertanian yang masuk ke wilayah NKRI dikarenakan tidak adanya Sertifikat Kesehatan Karantina (Phytosanitary Certificate) dari negara asal, Jumat (23/09/2022).

“Dokumen kesehatan dari negara asal sebagai jaminan kesehatan bagi komoditas pertanian yang diimpor dan ini penting guna melindungi sumber pangan kita,” ungkap Nina Liban, Dokter Hewan Karantina di tempat pemasukan PLBN Motaain.

Sebelum dilakukan pemusnahan, sesuai Pasal 44 ayat (3) UU No. 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, Karantina Pertanian Kupang telah memberi kesempatan kepada pemilik dalam jangka waktu 3 hari kerja untuk melengkapi dokumen tersebut, tetapi tidak dilakukan oleh pemilik.

Selanjutnya, Nina Liban menyampaikan pihaknya melakukan pemusnahan komoditas pertanian berupa olahan daging sapi 95 kilogram, olahan daging ayam 520 kilogram, olahan daging babi 173 kilogram, madu sebanyak 12 liter, Beras 80 kilogram, kacang-kacangan 25 kilogram, bawang merah 5 kilogram, dan kentang sebanyak 20 kilogram. Komoditas pertanian tersebut berasal dari Republik Demokratik Timor Leste (RDTL).

Khaeruddin, selaku Subkoordinator Pengawasan dan Penindakan Karantina Pertanian Kupang mengungkapkan, “Setelah dilakukan penahanan dikarenakan melanggar Pasal 33 UU No 21 Tahun 2022 ternyata pemilik barang tidak mampu melengkapi dokumen yang dipersyaratkan sesuai waktu yang ditetapkan karena itu kami lakukan pemusnahan”.

Cara pemusnahan yang ditetapkan Pasal 47 ayat (1) UU 21 Tahun 2019 yang menyatakan bila pemusnahan dilakukan dengan cara membakar, menghancurkan, mengubur, dan/atau pemusnahan lain yang sesuai, sehingga media pembawa tidak mungkin lagi menjadi sumber penyebaran hama dan penyakit serta tidak menganggu kesehatan manusia dan tidak menimbulkan kerusakan sumber daya alam hayati.

Tindakan karantina pemusnahan ini dihadiri oleh instansi terkait yaitu Bea dan Cukai, Imigrasi, Karantina Kesehatan, BNPP Motaain, BKIPM Motaain, Bais TNI, Polres Kabupaten Belu, Kodim Kabupaten Belu, Satgas Pamtas, Pospol Motaain, serta Ketua Gugus Tugas PMK. “Kegiatan ini sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat betapa pentingnya Sertifikat Kesehatan Tumbuhan maupun Hewan menyertai komoditas pertanian yang dilalulintaskan dan dimasukan ke wilayah Indonesia”, tambah Yulius Umbu Hunggar selaku Kepala Karantina Pertanian Kupang. (**)

Sumber berita + foto : Humas Karantina Pertanian Kupang

Dosen Biologi UKAW Kupang Paparkan Bioteknologi Hijau Pohon Kusambi

NTT AKTUAL. KUPANG. Penelitian lintas disiplin ilmu memberikan pandangan yang luas dan keterkaitan antara data yang didapatkan dari kajian  bidang ilmu yang berbeda untuk menjelaskan suatu obyek penelitian. Ocseanic and South East Asian Navigators (OCSEAN) telah memberikan kesempatan bagi 8 orang peneliti dari bidang bahasa, budaya, biologi dan genetika dari Universitas Kristen Artha Wacana Kupang untuk mengikuti Summer Training Course on Interdisciplinary Methods in Probing the Human Past di Universitas Uppsala, Swedia sejak 15 Juni – 15 Sepetember 2022.

Pelatihan yang diberikan memberikan paradigma berpikir baru tentang pentingnya melakukan inovasi dalam penelitian namun tetap menjaga kelestarian bahasa dan budaya lokal sebagai kekayaan daerah. Interaksi antara manusia dengan sesama dan alam di masa lampau menjadi peta untuk pengembangan penelitian masa depan.

Penyerahan sertifikat Summer Training Course on Interdisciplinary Methods in Probing the Human Past  bidang Genetika oleh fasilitator OCSEAN 2022. Dokumentasi : istimewa

Dosen Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, UKAW Kupang, Mellissa E.S Ledo, S.Si, M.Biotech yang berkesempatan mengikuti Summer Training Course on Interdisciplinary Methods in Probing the Human Past di Universitas Uppsala, Swedia, kepada Media ini, Selasa (27/09/2022) menceritakan saat mengikuti Summer Training Course on Interdisciplinary Methods in Probing the Human Past di Universitas Uppsala, Swedia dirinya berkesempatan mempersentasekan manfaat pohon Kusambi.

Pohon Kusambi (Schleichera oleosa) memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Nusa Tenggara Timur sejak dulu kala, setiap bagian pohon kusambi memiliki manfaat dan berkaitan erat dengan budaya NTT, jelas Mellissa.

“Daun dan batang kusambi digunakan dalam pembuatan daging Se’i dan pembuatan pewarna alami untuk tenun ikat sedangkan biji kusambi digunakan oleh masyarakat sebagai bahan bakar tradisional misalnya untuk menyalakan lentera,” ungkap Mellissa.

Dosen Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, UKAW Kupang, Mellissa E.S Ledo, S.Si, M.Biotech. Dokumentasi : istimewa

Dirinya menambahkan Kearifan lokal masyarakat NTT dalam menggunakan pohon kusambi menjadi petunjuk untuk melakukan berbagai penelitian yang dapat menambah nilai manfaat pohon kusambi saat ini. Bioteknologi hijau berkaitan dengan pemanfaatan agen biologi (tumbuhan, hewan dan mikroba) untuk menghasilkan berbagai produk yang bermanfaat dan ramah lingkungan.

Penelitian tentang kualitas daging Se’i ditinjau dari parameter kimia dan mikrobiologi dengan variasi waktu pengasapan yang berbeda menunjukkan bahwa pengasapan secara tradisional perlu dioptimasi untuk mengurangi kadar benzo(a)pyrene dan mengurangi kontaminasi Staphylococcus aureus yang dapat menghasilkan enterotoksin  (Ledo et al., 2006).

Upaya pembuatan asap cair dilakukan untuk mengurangi kandungan benzo (a)pyrene dari asap batang kusambi namun pembuatan daging se’i menggunakan asap cair mengurangi cita rasa daging se’i (Lambui et al, 2006). Pembuatan pewarna alami dari daun dan batang kusambi untuk memberikan warna pink pada tenun ikat dapat dikembangkan untuk pembuatan cat akrilik untuk aktivitas seni lukis atau mural. Buah kusambi biasanya dikonsumsi langsung dengan menambahkan gula, garam dan cabai namun daging buah kusambi dapat digunakan dalam pembuatan wine kusambi dengan cita rasa yang khas dan konsentrasi alkoholnya berkisar 9-10 % (Mali et al., 2020).

Biji kusambi dengan kandungan asam lemak yang bervariasi dan relatif tinggi ditemukan  menjadi tempat hidup mikrofungi lipolitik (jamur mikroskopis yang dapat menghasilkan enzim lipase) yaitu Aspergillus niger, Aspergillus flavus, dan Penicillium sp (Sele et al., 2018). Enzim lipase yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan industri misalnya sebagai biokatalis dalam sintesis biodiesel (Ledo et al., 2020) dan pembuatan keju (Klaes et al.,2022). Kecambah biji kusambi juga dapat digunakan sebagai sumber enzim lipase (Hendrik et al.,2021).

Produk-produk ramah lingkungan yang dihasilkan melalui metode bioteknologi dengan menggunakan daun, batang, buah dan biji kusambi menunjukkan bahwa kearifan lokal masyarakat NTT memiliki potensi yang besar dalam mendukung inovasi pada pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat yang dapat memberikan manfaat bagi kehidupan sekaligus menyadarkan kita betapa pentingnya melakukan konservasi pohon kusambi bukan hanya karena pohon ini memiliki banyak manfaat  namun juga untuk melestarikan budaya NTT yang berkaitan dengan pohon kusambi dan kehidupan masyarakat NTT di masa lampau hingga masa kini, tutup Mellissa. (**)

Sukseskan TJPS Okmar, Pemprov NTT Siapkan 88.000 Hektar

NTT AKTUAL. KUPANG. Dalam rangka mensukseskan Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) dan Kesiapan Lahan Menghadapi Musim Tanam Oktober 2022- Maret 2023 (OKMAR), Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT melalui Dinas Teknis yakni Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT menyiapkan 88.000 hektar lahan pertanian.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Lecky Frederich Koli pada kegiatan jumpa pers bersama awak Media yang berlangsung di Lobi Kantor Gubernur NTT, hari ini Selasa (27/09/2022).

“Dinas pertanian dan ketahanan pangan yang di tugaskan untuk menjaga ketahanan pangan daerah, oleh sebab itu kita harus mempersiapkan berbagai hal dan mengkoordinasikan serta memastikan sebanyak-banyaknya lahan yang bisa ditanami untuk bisa ber produksi di musim penghujan ini. Di tahun 2022 ini kita menargetkan 105.000 hektar dan yang sudah kita tanami kurang lebih 37.000 hektar yang dimana penanaman nya yaitu musim tanam kedua (April – September 2022) dan itu sudah dipanen dan sudah di jual hasilnya oleh off taker serta petani sudah mendapatkan pendapatan nya,” kata Lecky.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Lecky Frederich Koli (kiri) saat memberikan keterangan pers terkait kesiapan lahan Menghadapi Musim Tanam Oktober 2022- Maret 2023 (OKMAR) kepada awak Media di Lobi Kantor Gubernur NTT, hari ini Selasa (27/09/2022). Dokumentasi : Nataniel Pekaata/NTT AKTUAL

Sisanya akan dikerjakan di musim tanam satu yakni Oktober 2022 sampai dengan Maret 2023, dan  sudah di siapkan lebih dari 88.000 hektar lahan pertanian, tambahnya.

Dirinya menambahkan seperti hasil koordinasi dengan BMKG, musim hujan itu akan jatuh pada dasarian III bulan Oktober 2022. “Sehingga kita sudah melakukan persiapan-persiapan untuk memprioritaskan lokasi-lokasi yang curah hujannya terlebih dahulu yaitu di Flores bagian barat, karena itu off taker yang menyediakan benih-benih jagung, pupuk dan lain sebagainya sedang dalam persiapan untuk penyaluran ke sana, selanjutnya mengikuti lokasi-lokasi lain yang curah hujannya akan jatuh mulai dasarian I November 2022,” tutur Lecky.

Target produksi TJPS di musim tanam satu ini adalah sekitar 400.000 ton dan itu nantinya akan digunakan untuk kepentingan industri pakan ternak di dalam Provinsi NTT dan selebihnya dari produksi jagung ini akan di kirim keluar daerah seperti ke Surabaya, jelasnya.

“Selain itu seperti yang direncanakan kedepannya dalam kurun waktu jangka pendek Provinsi NTT juga akan bekerjasama dengan Kabupaten Bangli yang ada di Provinsi Bali, dimana NTT mensuplai kebutuhan jagung ke Bangli dan Bangli mensuplai daging ayam dan telur ayam ke NTT,” ujar Lecky.

Untuk diketahui pada kesempatan ini turut mendampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT yakni Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT Serta dihadiri para awak media baik dari Media Online, Cetak dan Elektronik.

Antisipasi Krisis Pangan

Dalam kegiatan jumpa pers ini Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Lecky Frederich Koli juga menjelaskan Gubernur NTT sudah menginstruksikan untuk fokus pada empat komoditas yaitu jagung yang masuk melalui skema TJPS pola kemitraan yang bekerjasama dengan off taker, Bank NTT dan Bank-Bank Himbara lainnya, Sorgum, tanaman kelor serta ayam KUB.

“Sesuai dengan komoditas-komoditas instruksi Bapak Gubernur ini sudah kita persiapkan. Jagung TJPS tidak ada masalah, dimana benih jagung, pupuk sudah dalam proses penyaluran. Benih sorgum juga sedang dalam proses penyaluran dan benih-benih itu datang dari NTT sendiri yakni dari Flores Timur kurang lebih sebanyak 11 ton dan  itu sudah kita distribusikan kepada kabupaten-kabupaten yang mendapatkan alokasi,” jelasnya.

Kemudian kelor itu kerjasama dengan TNI dan Dinas Pertanian NTT sedang mempersiapkan 1 juta anakan dan nantinya TNI bisa mendistribusikan ke rumah-rumah penduduk untuk bisa berproduksi dan kemudian hasilnya itu akan di take over oleh off taker yang memang sudah dipersiapkan, lanjut Lecky.

“Sehingga semua skema dalam penanganan komoditas-komoditas yang di instruksikan Gubernur NTT itu sudah dalam desain ekosistem terutama untuk jaminan pasar sehingga petani-petani tetap bisa terus optimis dan bersemangat untuk menanam oleh karena sudah tersedia jaminan pasar nya dengan harga yang sudah kita sepakati. Sehingga dengan demikian apa yang dikerjakan oleh masyarakat, dia akan mampu mendapatkan manfaat pangan dan manfaat ekonomi untuk tetap bisa menjaga kemampuan pendapatan serta daya beli,” pungkasnya. (NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Penjabat Wali Kota Launching Integrasi Data Kotaku dengan Website Kota Kupang

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh, SH, melaunching integrasi data Kotaku dengan Website Kota Kupang. Launching berlangsung di lokasi penataan kawasan kumuh samping wisata mangrove Kelurahan Oesapa Barat, Jumat (23/09/2022).

Hadir dalam launching ini, Kepala Seksi Wilayah I Balai Prasarana Permukiman NTT, Migel Ezron Elim,ST, Kepala Satker PPP Wilayah 1 Provinsi NTT, Team Leader KMP Program Kotaku, Tim Korprov Kotaku Wilayah I Provinsi NTT, Tim Koorkot Kotaku Wilayah I. Turut mendampingi Penjabat Wali Kota dalam kesempatan tersebut, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, Ignasius Lega, SH, beserta sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait, Sekretaris Camat Kelapa Lima dan Lurah Oesapa Barat.

Dengan launching tersebut, secara resmi Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika menyiapkan ruang dan memberikan akses domain untuk konten program kotaku pada website resmi Pemda Kota Kupang. Harapannya website tersebut akan menjadi pusat informasi dan edukasi serta ruang pembelajaran yang baik bagi pemda, stakeholder dan masyarakat dalam melanjutkan penanganan kumuh dan pencegahan berkembangnya kumuh baru di Kota Kupang.

Dalam sambutannya Penjabat Wali Kota mengakui pada proses perencanaan pembangunan kebutuhan akan data sangatlah penting untuk menunjang usulan yang akan diajukan. Tanpa data yang lengkap rancangan yang diajukan belum tentu diterima. Dengan launching ini data-data yang terintegrasi dan terpusat dapat dimanfaatkan pada setiap level pemerintahan dapat mempercepat proses pembuatan kebijakan.

Atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Kupang dia menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat yang melalui Kementerian PUPR dan balai yang ada di NTT, yang sudah membantu Pemkot Kupang membangun sejumlah infrastruktur dan menata kawasan kumuh lewat program Kotaku. Tanggung jawab Pemerintah Kota Kupang saat ini menurutnya adalah menjaga agar infrastruktur yang sudah dibangun oleh pemerintah pusat tersebut. Pemkot Kupang akan bekerja sama dengan TNI dan Polri untuk melakukan operasi penertiban aset-aset pemerintah guna mencegah pengrusakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

George juga berharap aset yang sudah dibangun bisa dimanfaatkan secara baik untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya seperti lokasi penataan kawasan kumuh di Oesapa Barat yang menurutnya bisa digunakan sebagai lokasi even budaya tingkat kelurahan.

Pada kesempatan yang sama dia menyampaikan pemerintah dan masyarakat Kota Kupang tentunya sangat berharap agar program Kotaku bisa berlanjut di Kota Kupang. Karena itu dia minta kepada Bappeda Kota Kupang untuk segera menyiapkan surat pernyataan minat kepala daerah sebagaimana yang disyaratkan oleh pemerintah pusat agar program tersebut bisa berlanjut.

Kepala Seksi Wilayah I Balai Prasarana Permukiman NTT, Migel Ezron Elim,ST, dalam sambutan mewakili Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah NTT, menjelaskan pemilihan kawasan Oesapa Barat sebagai kawasan prioritas berkaitan erat dengan konsep penataan ruang Kota Kupang sebagai Water Front City dan pembangunan infrastruktur permukiman untuk menunjang kawasan Oesapa Barat sebagai kawasan strategis ekonomi dan pariwisata dengan luas kumuh di kawasan Oesapa tertangani 12,6 Ha dengan adanya pembangunan jalan, drainase, air bersih, sanitasi (MCK) dan persampahan (TPS3R).

Dia berharap infrastruktur yang telah terbangun dan akan diserahterimakan ke Pemda menjadi aset pemerintah Kota Kupang untuk dikelola dengan beberapa hal yang harus disiapkan oleh Pemerintah Kota Kupang di antaranya; penyelesaian dokumen LAIR, (Land Acquisition Implementation Report), Kelembagaan (OPD) serta mengalokasikan APBD untuk O&P/Business Plan.

Ditambahkannya, Pemerintah Kota Kupang dapat melanjutkan kegiatan penanganan kumuh di kawasan permukiman kumuh di Kota Kupang sampai tuntas, dengan membangun kolaborasi bersama dan saling terintegrasi dan terpadu antar berbagai pihak vertikal, horizontal dan sumber pendanaan. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Wagub JNS Menghadiri Rakerda dan Diklatda BPD HIPMI NTT

NTT AKTUAL. KUPANG. Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef A. Nae Soi MM (JNS) mengatakan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) NTT memiliki peran penting dalam menggerakan roda ekonomi untuk pembangunan daerah. Demikian disampaikan beliau pada saat memberikan sambutannya dalam kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Pendidikan-Pelatihan Daerah (Diklatda) BPD HIPMI NTT bertempat di Hotel Aston pada Kamis (22/09/2022).

“HIPMI NTT ini sangat dibutuhkan Provinsi ini. Organisasi ini adalah gerakan pengusaha muda yang punya semangat besar dan kreatif serta inovatif juga punya peran dan sebagai motor penggerak ekonomi kita. Mari kita jalin sinergitas terus untuk membangun kolaborasi untuk kembali menumbuhkan ekonomi kita yang saat ini belum pulih seutuhnya dari dampak pandemi covid-19,” jelas Wagub Josef.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan Rakerda dan Diklatda ini sehingga dapat bermanfaat bagi HIPMI NTT dan juga punya output dan outcome yang bermanfaat bagi masyarakat. Kegiatan ini sangat baik untuk kita dapatkan skill, knowledge dan membentuk attitude kita sebagai pengusaha muda,” tambah Wagub.

Ia menambahkan, dengan kolaborasi dan sinergitas yang bagi antara HIMPI NTT dan Pemerintah Provinsi NTT serta stakeholder maka ekonomi NTT akan terus berkembang maju. “Kita kerja sama dengan kembangkan potensi-potensi yang menjadi kekuatan untuk menumbuhkan ekonomi masyarakat kita,” katanya.

Ketua Umum BPD HIPMI NTT Iksan Darwis menjelaskan, Rakerda dan Diklatda ini adalah agenda rutin dari HIPMI. “Rakerda ini bertujuan menentukan arah program kerja HIPMI, dan Diklatda untuk membentuk kemampuan berorganisasi, mengembangkan pengetahuan dan keterampilan pengusaha. Juga mengembangkan relasi dari para pengusaha muda dan pihak lainnya,” kata Iksan.

“Dalam kegiatan ini juga kami rangkaikan dengan kegiatan Forum Bisnis Daerah (Forbida) dengan melakukan bisnis matching antara BPD HIPMI Jawa Timur dan BPD HIPMI NTT, serta pelaksanaan seminar bisnis,” katanya.

“Kita mau juga HIPMI sebagai indikator pengusahan muda nasional. Kita tahu bahwa pengusaha nasional berada di angka 3 – 4 %. Untuk menjadi negara maju maka angka pengusaha kita harus sampai di angka 10%. Kita harus tumbuhkan pengusaha-pengusaha baru yang handal di NTT juga untuk ikut menumbuhkan ekonomi di NTT,” jelasnya.

Ketua Panitia Rudi Rikoni menjelaskan, kegiatan ini dihadiri oleh BPD HIPMI dari 22 Kabupaten/Kota Se-Provinsi NTT. Kegiatan tersebut juga mengangkat tema “NTT Pulih Lebih Cepat, Pengusaha Muda Bangkit Lebih Kuat”. Agenda lainnya yang juga dilaksanakan antara lain HIPMI Goes to Campus dan HIPMI Goes To School serta Peresmian Kantor BPD HIMPI NTT. (**/NA)

Penulis & Foto : Meldo Nailopo

Editor : Nataniel Pekaata 

Sekda Kota Kupang Terima Tim Sosialisasi Prodi Profesi Kepamongprajaan IPDN

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, SE, M.Si menerima kunjungan tim Sosialisasi Program Studi Profesi Kepamongprajaan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Pertemuan berlangsung di ruang rapat Wali Kota Kupang, Kamis (22/09/2022).

Tim sosialisasi dipimpin oleh Direktur Program Pendidikan Profesi Kepamongprajaan (PPPKp) IPDN, Dr. Sampara Lukman, M.A, didampingi Wakil Direktur Bidang Akademik, Dr. Frans Dione, S.IP,M.Si, Wakil Direktur Bidang Administrasi, Dr. Tjahjo Suprajogo, M.Si, Kepala Bidang Akademik PPPKp, Dra. Sri Sundari dan Kepala Unit Penjamin Mutu PPPKp, Fransina M.P. Nusmesse, S.Sos, M.Si. Turut mendampingi Sekda dalam sosialisasi tersebut, Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Kupang, Yanuar Dally, SH, M.Si, serta alumni IPDN yang kini menjabat sebagai pimpinan perangkat daerah, yakni Kadis Nakertrans Kota Kupang, Thomas Didimus Dagang, S.Sos, M.Si dan Kadis Kominfo Kota Kupang, Wildrian Ronald Otta, S.STP, MM.

Direktur Program Pendidikan Profesi Kepamongprajaan (PPPKp) IPDN, Dr. Sampara Lukman, M.A, menjelaskan dalam sosialisasi ini mereka ingin menyampaikan informasi berkaitan dengan surat edaran Menteri Dalam Negeri tentang pendidikan kepamongprajaan sebagai tindak lanjut dari UU 23. Menurutnya dalam UU No 23 tahun 2014 pasal 224 disebutkan seorang camat harus mempunyai pengetahuan kepemerintahan yang dibuktikan dengan sertifikat kepamong prajaan. Dalam UU tersebut juga diatur jika camat yang diangkat tidak memiliki syarat dimaksud maka gubernur dapat membatalkan atau mencabut pengangkatan camat tersebut.

Lebih lanjut disampaikannya IPDN lewat Prodi Profesi Kepamongprajaan menawarkan program pendidikan selama tiga bulan bagi para camat dan calon camat yang belum memiliki sertifikat kepamongprajaan. Pendidikan ini tidak berlaku bagi camat atau calon camat alumni IPDN. Dia memaparkan secara rinci tentang biaya dan sejumlah kebutuhan yang perlu dipersiapkan oleh Pemda dan pegawai yang hendak mengikuti pendidikan tersebut. Program pendidikan profesi ini akan berlangsung dua kali dalam setahun dengan peserta paling banyak 75 orang setiap masa pendidikan. Dia mengakui saat ini di Indonesia ada kurang lebih 8 ribu orang camat yang diangkat tanpa disertai bukti pengetahuan kepemerintahan berupa sertifikat kepamongprajaan.

Dalam sosialisasi kali ini Dr. Sampara bersama rombongan akan mengunjungi Kota Kupang dan Kabupaten Malaka. Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, SE, M.Si, menyambut baik sosialisasi tersebut dan mengakuinya sebagai informasi penting bagi penyelenggaraan pemerintahan yang lebih baik. Sehingga dalam pelaksanaan tugasnya nanti, camat yang diangkat tidak menimbulkan masalah. Sebagai mantan camat di wilayah Kabupaten Kupang, Fahrensy mengakui pentingnya belajar tentang pemerintahan dan kepamongprajaan.

Sekda memastikan Pemkot Kupang akan merespon secara positif surat edaran Mendagri tersebut, dan akan dibahas dalam perencanaan anggaran murni tahun 2023 mendatang. Pemkot Kupang juga menurutnya akan mengkaji soal biaya dan syarat-syarat untuk pendidikan profesi tersebut, serta melakukan seleksi pegawai yang akan dikirim untuk mengikuti pendidikan tersebut. (*PKP_ans/NA)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

Penjabat Wali Kota Kukuhkan Anggota FKUB Kota Kupang Periode 2021-2025

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh mengukuhkan para anggota FKUB Kota Kupang periode 2021-2025. Pengukuhan berlangsung di Restoran Subasuka Kupang, Rabu (21/09/2022).

Hadir dalam pengukuhan tersebut Perwakilan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kupang, Melki Rensini, Ketua MUI Kota Kupang, H. Muhammad MS, Ketua PHDI Kota Kupang, I Wayan Wirasusana serta perwakilan Pastor Paroki St. Yosep Pekerja Penfui, Frater Riko. Turut mendampingi Penjabat Wali Kota, Kepala Badan Kesbangpol Kota Kupang, Noce Nus Loa, SH, M.Si beserta jajarannya.

Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh saat mengukuhkan para anggota FKUB Kota Kupang periode 2021-2025, bertempat di Restoran Subasuka Kupang, Rabu (21/09/2022). Dokumentasi : Prokompim Setda Kota Kupang

Berdasarkan keputusan Penjabat Wali Kota Kupang No. 129/KEP/HK/2022 tanggal 15 September 2022 tentang perubahan kedua atas lampiran keputusan Wali Kota Kupang No. 33/KEP/HK/2021 tanggal 20 Januari 2021 tentang Forum Kerukunan Umat Beragama dan Dewan Penasihat Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Kupang Periode tahun 2021-2025, susunan kepengurusan FKUB Kota Kupang antara lain sebagai berikut, Pdt. Jecky Latuperissa, M.Th sebagai Ketua, Rm. Anderias Sika, Pr dan H. Muhammad Abdurrahman sebagai Wakil Ketua, Pdt. Yosafat Chandradireja, M.Th sebagai Sekretaris dan I Nyoman Ramia sebagai Wakil Sekretaris beserta 12 orang pemimpin agama lainnya sebagai anggota.

Dalam arahannya Penjabat Wali Kota Kupang menyampaikan pengukuhan hari ini merupakan momentum bersejarah yang menunjukkan kebhinekaan sebagai kekuatan yang mengikat dan mempersatukan bangsa. Menurutnya FKUB merupakan bagian dari tubuh Kota Kupang yang tidak bisa dipisahkan dengan visi yang sejalan dengan Pemerintah Kota Kupang. Diakuinya peran pemimpin umat sangat strategis untuk membangun mindset dan karakter kerja keras umatnya.

Lebih lanjut, George menambahkan setelah dikukuhkan, para pengurus FKUB harus bergerak cepat, lewat kerja-kerja kolaborasi mendukung upaya Pemkot Kupang mewujudkan Kota Kupang yang bersih dan indah rasa Singapura. Para Pemuka Agama berperan membentuk sumber daya manusia, membangun mindset dan pikiran-pikiran positif yang membangkitkan semangat umat menatap masa depan. Karena itu dia mendorong ke depan perlu diselenggarakan lomba kebersihan antar rumah ibadah, agar semua rumah ibadah menjadi bersih dan umat yang datang beribadah merasa nyaman. Para pemimpin agama juga diharapkan lewat seruan di mimbar rumah ibadah mendorong umatnya untuk lebih disiplin dan bekerja keras untuk pengembangan ekonomi yang lebih baik. *PKP_ans