Sikapi Dampak Hujan dan Angin Kencang, Ketua DPC PDIP Rote Ndao Angkat Suara

NTT AKTUAL. BA’A. Menyikapi dampak dari hujan berkepanjangan disertai angin kencang di Kabupaten Rote Ndao yang dimana juga membawa dampak signifikan bagi masyarakat, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC PDI-P) Kabupaten Rote Ndao, Denison Moy, ST, angkat suara dan memberikan komentarnya kepada Media ini saat dihubungi melalui seluler, Minggu (4/04/2021) malam.

Pria yang akrab disapa Deni Mooy dan juga merupakan Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rote Ndao menceritakan bahwa hujan deras disertai angin kencang telah terjadi di Kabupaten Rote Ndao lebih dari 48 jam sehingga mengakibatkan tingginya gelombang dan meluapnya embung serta aliran-aliran kali cukup deras.

“Sekarang ini kondisinya angin sangat kencang dan mengakibatkan banyak pohon tumbang kena rumah-rumah penduduk. Tidak hanya kena rumah penduduk saja melainkan akibat dari pohon-pohon yang tumbang tersebut juga menutup akses jalan bagi masyarakat dan lebih fatalnya lagi berakibat pada terputusnya arus listrik,” ungkap Deni.

Selain itu yang memprihatinkan nya lagi adalah banyak sawah siap panen milik masyarakat yang berprofesi sebagai petani terendam dan di bawah air dan banyak pula perahu milik masyarakat yang bekerja sebagai nelayan hancur (rusak), jelasnya.

“Curah hujan yang tinggi ini juga mengakibatkan sebagian rumah warga ada yang terendam air, dan ada pula sekitar 157 Kepala Keluarga (KK) di desa Papela Kecamatan Rote Timur harus rela mengungsi,” ungkapnya.

Deni menuturkan pula bahwa Lokasi banjir yang terjadi di Kabupaten Rote Ndao itu sendiri ada di wilayah Kota Ba’a, Desa Busalangga Timur, Kelurahan Busalangga, Desa Papela Kecamatan Rote timur dan beberapa desa lainnya.

“Sementara untuk embung yang meluap dan luapannya juga mengakibatkan banjir itu terjadi di Dusun Onieal Desa Busalangga Timur yakni luapan air dari embung Kolidanon,” tandasnya.

Dirinya berharap agar cuaca ini cepat kembali normal dan akibat yang ditimbulkan dari hujan berkepanjangan bisa dibahas bersama-sama dengan pemerintah yaitu dengan mengambil kebijakan jangka pendek yang bisa membantu dan mengatasi kerugian yang dialami masyarakat, jelas Deni.

“Disisi lain saya juga berharap pemerintah bisa memasang papan peringatan kewaspadaan terutama di daerah-daerah rawan bencana misalnya di pinggir laut serta di daerah yang rawan longsor,” katanya.

Selain itu pemerintah juga bisa mengambil langkah cepat yakni dengan segera memfasilitasi dan membantu kebutuhan masyarakat di Desa Papela yang sedang mengungsi, tutup Deni.(NA)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata