NTT AKTUAL. KUPANG. Tanaman jagung milik masyarakat desa Renrua dengan luas lahan mencapai 360 Hektarare terancam gagal panen. Persoalan ini disebabkan oleh hama ulat yang kini menyerang di setiap tanaman jagung milik petani di wilayah Desa Renrua tersebut.

Hal ini disampaikan Kepala Desa Renrua Erwin Bau, kepada Media ini melalui selulernya, Rabu (4/03/2020).

“Curah hujan yang tidak menentu saat ini membuat tanaman yang ditanam masyarakat susah untuk tumbuh dengan baik. Harapan patani saat ini hanya jangung dan kacang tapi untuk jagung sudah terancam gagal panen dengan adanya hama ulat ini,” ungkapnya.

Erwin Bau mengatakan saat ini dirinya tengah mempersiapkan langkah antisipasi dengan menyediakan anggaran penanganannya.

Erwin menerangkan belum lama ini yakni pada hari Senin, 02 Maret 2020 dirinya mendapat laporan dari petani dan saat itu juga dirinya langsung turun untuk memantau, ternyata benar apa yang disampaikan oleh para petani, dengan curah hujan yang tidak menentu ditambah lagi hama ulat ini membuat petani sengsara yang mana akan terancam gagal panen.

“Saat memantau ke lokasi kebun milik masyarakat, saya sempat berdialog dengan seorang petani Fransiska Aek dirinya mengatakan jagung miliknya diserang hama ulat sejak dua minggu lalu. Kini jagung miliknya terancam gagal panen. Hujan saja su tidak jelas ditambah lagi ulat makan jagung, kami mau makan apa?, ujar Fransiska saat itu,” kata Erwin

Menyikapi persoalan ini Kepala Desa Renrua Erwin Bau berharap ada perhatian dari pemerintah untuk mengatasi ancaman gagal panen ini.

“Kami sangat berharap pemerintah melalui Dinas Pertanian dengan tim teknis yang ada bisa turun ke kebun masyarakat agar dapat memberi solusi mengatasi hama ulat ini,” ujarnya.

Bersama unsur pemerintah desa dirinya sudah turun ke kebun milik masyarakat untuk melihat persoalan yang ada agar dapat di laporkan ke dinas teknis terkait untuk penanganan lanjut dan pihaknya telah berencana untuk menyiapkan angaran guna mengatasi rawan pangan melalui APBDes 2020 apabila gagal panen itu benar-benar terjadi, pungkasnya.

Untuk diketahui desa Renrua terletak di Kecamatan Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). (*/Red)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *