NTT AKTUAL. KUPANG. Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang menggelar kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektor terkait, dalam rangka mengantisipasi peningkatan kasus DBD dan upaya penanggulangan DBD di Kota Kupang yang berlangsung di Aula rumah jabatan Walikota Kupang, Selasa (3/03/2020).

Dalam rapat koordinasi yang merupakan inisiasi Dinas Kesehatan Kota Kupang ini turut pula dihadiri Walikota Kupang Dr. Jefirstson R Riwu Kore, MM, MH, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Kupang Ir. Elvianus Wairata, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang drg. Retnowati, perwakilan dari OPD lingkup Pemerintah Kota Kupang terkait (RSUD, Puskesmas, Camat & Lurah) dan unsur Forkopimda.

Dalam sambutannya Walikota Kupang, Dr. Jefirstson R Riwu Kore, MM, MH, mengatakan persoalan kasus DBD bukan persolan yang mudah karena cukup menganggu kehidupan masyakat oleh karena itu harus ditangani sungguh-sungguh.

“Kita memberikan catatan khusus pertemuan kali ini untuk mengantisiapasi kasus DBD yang sudah mulai marak di Kota Kupang. Kasus DBD ini tidak bisa kami biarkan begitu saja tanpa ada solusi-solusi khusus untuk penyelesaiannya,” ujar Jefirstson.

Dirinya mengundang seluruh stage holder dan unsur Forkopimda untuk ikut terlibat membantu Pemerintah Kota Kupang baik secara langsung maupun tidak langsung dalam penanganan kasus DBD, tambahnya.

Dalam waktu tidak terlalu lama dirinya akan menginstruksikan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang untuk membentuk tim reakasi cepat dengan merekrut orang-orang yang terlatih guna penanganan kasus DBD, jelas Jefirstson.

“Selain itu Lurah dan Camat harus selalu menjalin koordinasi yang aktif dengan RT/RW, supaya dapat mengingatkan masyarakat apabila ada gejala-gejala Demam Berdarah agar segera ditangani atau disampaikan kepada Dokter,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, Ketua Panitia kegiatan Rapat Koordinasi yang juga selaku Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kota Kupang, Sri Wahyuningsih, S.KM, M.kes, saat membacakan laporan panitia mengatakan tujuan dari kegiatan Rapat Koordinasi Lintas Sektor terkait ini yaitu untuk menanggulangi penyakit DBD di Kota Kupang yang dimana sudah mulai terjadi peningkatan pada bulan Januari 2020.

“Rapat Koordinasi antisipasi penanggulangan penyakit DBD di Kota Kupang ini bertujuan untuk menggalang komitmen dengan lintas sektor dalam menggerakan peran serta masyarakat guna mencegah serta pengendalian penyakit berbasis lingkungan yang salah satunya adalah demam berdarah,” kata Sri Wahyuningsih.

Adapun peserta dalam pertemuan ini melibatkan seluruh stage holder dan pemangku-pemangku kepentingan di wilayah Kota Kupang, dan diharapkan dengan adanya pertemuan ini dapat berdampak positif terhadap :

  1. Partisipasi masyarakat
  2. Pemangku kepentingan ikut berperan dalam menggiatkan pemberantasan sarang nyamuk
  3. Kepala wilayah masing-masing bertanggung jawab dalan pelaksanaan kebersihan lingkungan dan pengawasan terhadap kasus DBD sehingga tidak meluas, pungkasnya. (Red)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata