Atasi DBD, Dandim 1618/TTU Jalin Koordinasi Dengan Dinkes

NTT AKTUAL. KEFAMENANU. Dalam rangka mengatasi serta mencegah penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Dandim 1618/TTU, Letkol Arm Roni Junaidi, S.Sos, mendatangi Dinas Kesehatan Kabupaten TTU, Rabu (11/03/2020).

Kunjungan Dandim 1618/TTU ini merupakan salah satu bentuk koordinasi antara Kodim 1618/TTU dengan Dinas Kesehatan Kabupaten TTU dalam upaya penanggulangan bahaya DBD.

Pada kesempatan ini Dandim 1618/TTU, Letkol Arm Roni Junaidi, S.Sos, kepada Wartawan mengatakan bahwa pada dasarnya dirinya yang merupakan aparat wilayah harus pula menjalin koordinasi yang aktif bersama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten TTU terkait penanggulangan penyakit DBD.

“Selaku aparat kewilayahan saya memahami bahwa permasalahan DBD adalah masalah kita bersama, karna kita hidup bersama dalam lingkungan masyarakat,” ungkap Dandim.

Melihat persoalan DBD ini, dirinya mengharapkan masyarakat juga harus terus selalu menjaga lingkungan sekitarnya agar lingkungan yang merupakan tempat tingggal dapat menjadi lingkungan yang bersih dan sehat, jelas Dandim.

“Selama ini kita tau nyamuk hidup di kubangan-kubangan air kotor padahal tidak, pola hidup nyamuk juga ada di kubangan air bersih. Oleh karena itu kita harus selalu menjaga lingkungan kita agar terhindar dari jentik-jentik nyamuk ini, ujarnya.

Dandim juga berterimakasih karena setelah bertemu dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTU, dirinya mendapatkan banyak Informasi, dan dari pertemuan ini dirinya akan menjalin koordinasi pula dengan seluruh jajaran Kodim 1618/TTU guna membantu pemerintah dalam upaya menanggulangi penyebaran bahaya DBD di Kabupaten TTU.

“Setelah melakukan kordinasi dengan pihak kesehatan kami akan melakukan S. O. P dan akan berkordinasi dengan semua babinsa agar dapat menyampaikan pada warga sehingga kita tidak terlena, dan bisa keluar dari bahaya DBD. Yang paling pertama yang perlu kita lakukan adalah memberikan pemahaman pada semua warga melalui sosialisasi dan tentunya kami akan terus melakukan koordinasi dengan Dinas Terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan,” pungkasnya.

Dikesempatan yang sama, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTU, Thomas J.M. Laka, S.km, menjelaskan bahwa saat ini di Kabupaten TTU sudah terdapat 215 kasus DBD, 58 kasus diantaranya adalah positif terinfeksi DBD, sisanya masih dalam kelas suspek. Bahaya DBD juga mengakibatkan 2 orang meninggal dunia. 2 orang yang meninggal itu di Kecamatan Biboki Anleu yaitu Anak usia 12 tahun dan 5 Tahun.

Selain menjelaskan tentang banyaknya kasus akibat DBD tersebut,  Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTU, Thomas Laka juga berterimakasih pada Dandim 1618/TTU, Letkol Arm Roni Junaidi, S.Sos, yang sudah melakukan kordinasi dengan Dinas kesehatan, karena secara tim semua punya tanggung jawab yang sama untuk sama-sama memberantas bahaya DBD di Kabupaten TTU. (Red)

Penulis    : Yanri Maunaben
Editor       : Nataniel Pekaata