Cegah Investasi Ilegal, SWID NTT Selenggarakan Rapat Koordinasi

NTT AKTUAL. KUPANG. Satuan Tugas Waspada Investasi Daerah (SWID) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Semester I Tahun 2021 di Hotel Aston Kota Kupang, Selasa (22/06/2021).

Beberapa isu yang dibahas dalam Rapat Koordinasi ini yaitu diantaranya terkait dengan perkembangan investasi ilegal berupa pinjaman online ilegal, kegiatan cryptocurrency dan Asia Dinasty Sejahtera serta efektivitas penanganannya di Provinsi NTT.

Sebagai informasi, Satuan Tugas Waspada Investasi Daerah (SWID) Provinsi NTT dibentuk sebagai wadah koordinasi dalam penanganan tindak pelanggaran hukum dalam penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi. SWID Provinsi NTT beranggotakan 9 (sembilan) instansi dengan Ketua dari OJK Provinsi NTT dan Anggota terdiri dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Kejaksaan Tinggi Provinsi NTT, Kepolisian Daerah Provinsi NTT, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT, Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi NTT, Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT dan Dinas  Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi NTT. Dalam kegiatan Rakor kali ini, hadir juga secara virtual beberapa OPD terkait setingkat Kabupaten/Kota se-Provinsi NTT.

Berdasarkan data pengaduan konsumen di Provinsi NTT sejak tahun 2015, terdapat beberapa 5 (lima) entitas ilegal yang berkantor pusat di Provinsi NTT yang menjalankan kegiatan investasi ilegal, diantaranya “Mitra Tiara” di Larantuka, “Wein Grup” di Kupang, “Koperasi Amanda Permata” di Waingapu, “Komnaspan” di Sikka dan “Asia Dinasty Sejahtera” di Ende.

Berkembangnya investasi ilegal ini di Provinsi NTT terutama disebabkan masih rendahnya tingkat literasi masyarakat mengingat pelaksanaan edukasi dan sosialisasi belum sepenuhnya menjangkau seluruh wilayah dan lapisan masyarakat di Provinsi NTT. Hal ini ditambah dengan kondisi geografis dan akses terhadap informasi yang terjamin kebenarannya sangat terbatas, sehingga menjadi peluang bagi mudahnya pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab melakukan penawaran secara online melalui situs-situs web dan media sosial.

Untuk menjangkau dan mengefektifkan koordinasi SWID Provinsi NTT, terdapat usulan untuk memperluas keanggotaan dari yang saat ini hanya terdiri dari lembaga vertikal dan OPD setingkat provinsi, menjadi diperluas dengan memasukan OPD pada tingkat Kabupaten/Kota agar koordinasi dapat dilakukan lebih efektif untuk menjangkau setiap Kabupaten/Kota di Provinsi NTT. (*)

Sumber berita + foto : Humas OJK NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Babinsa Koramil 1604-04/Amarasi Beri Dukungan Kepada Prajurit dan Masyarakat di Lokasi TMMD Kodim 1604/Kupang

NTT AKTUAL. KUPANG. Kehadiran program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-111 Kodim 1604/Kupang yang dilaksanakan di Desa Sahraen, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sangat di sambut baik oleh warga masyarakat, karena memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat.

Sesuai Siaran Pers dari Pendim 1604/Kupang yang diterima Media ini, Babinsa Koramil 1604-04/Amarasi Sertu Abner Faot, Rabu (23/06/2021) mengatakan sangat senang dengan kehadiran kegiatan TMMD di wilayah binaannya, selain memberikan kesejahteraan bagi warga juga menghidupkan kembali budaya gotong–royong masyarakat, terlihat pada pengerjaan salah satu sasaran fisik warga dan Prajurit TNI serta babinsa bersinergi bahu membahu membangun Gereja, Kapela dan sekolah.

Pelaksanaan TMMD ini juga dilaksanakan selama 30 hari dengan sasaran Kegiatan fisik berupa pembangunan 3 ruang kelas SMP Kristen 1 Amarasi Selatan, Pembangunan 1 ruang guru SMP 1 Amarasi Selatan, Rehap Kapelan St. Benediktus Sahraen Amarasi Selatan, Rehap Gereja Imanuel Sahraen Amarasi Selatan, Rehap Rumah Pastori Bonamhonis Sahraen Amarasi Selatan.

“Ada juga kegiatan Non-fisik meliputi penyuluhan tentang wawasan kebangsaan, penyuluhan tentang kesadaran hukum, penyuluhan tentang teknologi tepat guna dan penyuluhan tentang kesehatan serta penyuluhan tambahan lainnya,” ungkap Sertu Abner Faot.

TMMD merupakan bentuk kepedulian TNI dan salah satu program Operasi Bakti TNI yang dilaksanakan secara lintas sektoral serta terpadu dengan Kementerian, lembaga Pemerintahan non kementerian, POLRI, Pemerintah Daerah beserta seluruh komponen masyarakat, dengan sasaran untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memantapkan wawasan berbangsa dan bernegara melalui kegiatan fisik dan non fisik. (*)

Sumber berita + foto : Pendim 1604/Kupang

Pemkot Kupang Makin Perketat PPKM Mikro

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Kembali naiknya jumlah kasus covid 19 di Kota Kupang sejak awal Juni 2021 lalu mendorong Pemerintah Kota Kupang untuk bertindak cepat, dengan melakukan penguatan PPKM Mikro serta mendorong percepatan pelaksanaan vaksinasi. Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man dalam rapat koordinasi bersama OPD terkait di ruang kerjanya, Selasa (22/06/2021) menyampaikan rapat ini dimaksudkan untuk menindaklanjuti instruksi nasional terkait penebalan atau penguatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro. Rapat ini juga bertujuan untuk menyiapkan poin-poin penegasan yang akan dituangkan dalam surat edaran Wali Kota Kupang terbaru per tanggal 22 Juni hingga 5 Juli 2021 mendatang, berdasarkan kondisi terkini Kota Kupang.

Dalam keterangan pers kepada media usai rapat tersebut Wawali mengakui saat ini ada dua kelurahan di Kota Kupang yang masuk kategori zona merah. Sementara 5 hingga 7 kelurahan masuk kategori zona orange dan 33 lainnya masuk kategori zona kuning. Wawali minta agar warga Kota Kupang tidak panik, namun tetap waspada dan selalu patuh pada protokol kesehatan yang berlaku.

Ditambahkannya ada sejumlah catatan yang akan dituangkan dalam SE Wali Kota Kupang terbaru menyikapi kondisi terkini, baik untuk daerah merah, orange, kuning, hijau dan semua kelurahan dan merujuk pada instruksi nasional tentang penebalan PPKM mikro. PPKM mikro tersebut mengatur sejumlah kegiatan masyarakat, baik di perkantoran, sekolah, pusat perbelanjaan, tempat ibadah, kegiatan seni budaya, restoran, warung, café, tempat ibadah, kegiatan seni budaya, taman, obyek wisata, fasilitas umum, hajatan serta rapat atau seminar yang disesuaikan dengan kondisi terkini wilayah masing-masing.

Menurutnya SE Wali Kota Kupang yang akan berlaku mulai hari ini juga mengatur beberapa hal, antara lain tentang perlunya meningkatkan koordinasi gugus tugas tingkat kelurahan, dengan melibatkan semua pihak terkait sampai pada RT/RW, tokoh masyarakat juga tokoh agama. Mengenai gugus tugas tingkat kelurahan, Wawali minta kepada BPBD Kota Kupang untuk segera diproses dananya karena sudah dianggarkan. “Semua pejabat harus punya sense of crisis, kalau ditunda korban bisa makin banyak. Jangan lengah karena tiap hari peningkatan kasus di atas angka 10,” tegasnya.

Wawali juga minta agar para petugas memperkuat dan mempertegas edukasi tentang 5M dan 3T di tingkat kelurahan, terutama tempat-tempat umum seperti pasar, pertokoan, mall dan rumah ibadah. Perlu juga diperkuat koordinasi dengan puskesmas untuk pelaksanaan 3T pada semua kasus dan kontak. Menurutnya perlu juga ada pemetaan penyebaran kasus dan kontak per RT setiap hari. Bila di dalam satu RT terdapat lebih dari 10 kasus positif maka dilakukan penutupan (lockdown) RT tersebut. Karena itu tata cara dan protap lockdown perlu disosialisasikan kepada seluruh warga.

Selain itu karena mobilitas penduduk dari luar daerah ke Kota Kupang cukup tinggi, Wawali menilai perlu dilakukan pemantauan tiap hari bagi setiap pendatang baru, dengan memperhatikan status covid yang bersangkutan atau hasil rapid testnya. Petugas di Puskesmas juga diminta untuk secara aktif mendistribusikan obat-obatan dan vitamin yang dibutuhkan pada semua kasus dan kontak.

Untuk meningkatkan kekebalan tubuh, mantan Kepala Dinas Kesehatan di Alor dan Kabupaten Kupang itu juga mengimbau agar warga mengonsumsi makanan-makanan dan buah seperti pisang, jeruk, selada air, bawang putih, susu serta herbal lainnya yang mampu meningkatkan kekebalan tubuh.

Kepada semua Lurah di Kota Kupang dan jajarannya Wawali mengimbau untuk segera meningkatkan edukasi tentang manfaat vaksinasi dan menganjurkan pada semua warga untuk memperoleh vaksinasi. Edukasi tentang protokol kesehatan juga menurutnya perlu terus dilakukan tidak henti-hentinya, termasuk menaati SE Wali Kota Kupang tentang PPKM mikro terbaru.

Rapat koordinasi yang dipimpin oleh Wawali tersebut dihadiri oleh Kepala BPBD Kota Kupang, Maxi Jemy Didok, S.Pd, M.Si, Kepala Dinas Perhubungan Kota Kupang, Bernadinus Mere, AP,M.Si, Kepala Dinas Perindag Kota Kupang, Djidja Kadiwanu,SE, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Kupang, Kabid dari Kominfo Kota Kupang, Kabid dari Satpol PP Kota Kupang serta KTU RSUD SK Lerik Kota Kupang. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Wagub Nae Soi Buka Rakor Pengawasan Intern Keuangan dan Pembangunan Provinsi NTT Tahun 2021

NTT AKTUAL. KUPANG. Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef Nae Soi (JNS) mengharapkan agar semua program Pemerintah mulai dari perencanaan (plan), pelaksaanan (do) pengawasan (check) sampai evaluasi (evaluation) harus punya tujuan yakni hasil (output) dan bermanfaat nyata (outcome) untuk masyarakat.

“Semua yang kita kerjakan tentunya punya tujuan, namun tujuan itu tak akan berarti jika tidak ada hasil dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dalam rapat hari ini, kita harus bisa rumuskan permasalahan dan persoalan untuk kemudian lakukan analisis komprehensif dan integral agar program yang kita laksanakan bermanfat untuk masyarakat,” kata Wagub JNS dalam sambutannya saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Pengawasan Intern Pemerintah Keuangan dan Pembangunan se-Provinsi NTT di Aula El Tari Kupang, Senin (21/06/2021).

Rapat yang diprakarsai oleh Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi NTT tersebut dihadiri oleh Deputi Kepala BPKP Bidang Akuntasi Negara, Sally Salamah, Inspektur II Irjen Kementerian Dalam Negeri, Ucok, Kasatgas Korsup Wilayah V KPK, Dian Patria, Kepala BPKP NTT, para Bupati/Walikota dan Wakil Bupati se-NTT, Inspektur Provinsi dan para Inspektur Kabupaten/Kota se-NTT. Tema yang diusung adalah Meningkatkan Efektivitas dan Kualitas Pengawasan Intern dalam Mengawal Program Prioritas dan Isu Strategis Pemda Tahun 2021 khususnya pada sektor Pertanian dan Pariwisata.

Menurut Wagub Nae Soi, sektor pariwisata sebagai penggerak utama (prime mover) ekonomi di NTT memiliki mata rantai pasok yang luar biasa seperti pertanian, peternakan, perikanan kelautan, industri kecil dan menengah serta infrastruktur jalan dan jembatan. Pengawasan intern sangat penting supaya ada hal-hal yang bisa secara administratif diselesaikan, dicarikan solusinya secara cepat sehingga tidak timbulkan masalah di kemudian hari.

Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef Nae Soi (JNS) saat memberikan sambutan dan membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Pengawasan Intern Pemerintah Keuangan dan Pembangunan se-Provinsi NTT di Aula El Tari Kupang, Senin (21/06/2021). Dokumentasi : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.

“Saya berharap agar Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) berperan optimal dalam melakukan pengawasan sehingga proses pembangunan pada sektor-sektor ini berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” kata Wagub Nae Soi.

Lebih lanjut Wagub JNS mengungkapkan, pembangunan pariwisata dan sub sektor pendukung lainnya membutuhkan sinergitas dan semangat kolaboratif dari semua pihak terkait. Rakor ini jadi kesempatan untuk satukan tekad dan langkah terutama dari APIP dalam berikan rekomendasi perbaikan bagi pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan.

“Dengan adanya pengawasan terstruktur dan sinergis, instansi teknis yang laksanakan kegiatan tidak lagi ragu dan bingung karena ada tempat bertanya dan berkonsultasi baik itu dengan APIP maupun BPKP provinsi NTT, ” pungkas Wagub JNS.

Sementara itu, Deputi Kepala BPKP Bidang Akuntan Negara, Sally Salamah menyampaikan beberapa hal yang ditekankan Presiden Jokowi dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Intern pada 27 Mei 2021. Di antaranya tujuan utama pengawasan adalah untuk jamin tercapainya manfaat secara akuntabel, efektif dan efisien.

“Pengawasan juga harus jamin tidak ada satu rupiah pun yang salah sasaran. Yang ditunggu masyarakat adalah hasil, manfaat serta rupiah yang dibelanjakan Pemerintah. Beliau juga minta BPKP dan APIP harus kawal percepatan belanja Pemerintah (daerah),” jelas Sally.

Dalam mengimplementasikan arahan Presiden, lanjut Sally, BPKP telah terbitkan Agenda Prioritas Pengawasan (APP) termasuk APP Daerah untuk percepatan pemulihan ekonomi. Untuk tingkat nasional, ada 15 kelompok isu strategis dengan 60 objek pengawasan.

“Khusus untuk Provinsi NTT, isu strategis yang akan dilakukan pengawasan dengan berkolaborasi dengan APIP di NTT adalah sektor Pariwisata dan Pertanian. Rakor ini adalah upaya untuk harmonisasi dan koordinasi pengawasan di daerah untuk tingkatkan akuntabilitas pengawasan pembangunan daerah,” tutup Sally.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan Penandatangan Komitmen Bersama dan Pakta Integritas oleh para Bupati/Walikota se-NTT dan Wakil Gubernur NTT. (*/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Wali Kota Kupang Mengikuti Rakorwasin Keuangan dan Pembangunan Tingkat Provinsi NTT Tahun 2021

NTT AKTUAL. KUPANG. Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore,MM,MH meminta dukungan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk penataan kembali aset milik Pemerintah Kota Kupang. Permintaan tersebut disampaikannya saat mengikuti Rapat Koordinasi Pengawasan Intern (Rakorwasin) Keuangan dan Pembangunan Tingkat Provinsi NTT Tahun 2021 di Aula Eltari Kupang, Senin (21/06/2021).

Diakuinya saat ini ada aset milik Pemkot Kupang yang dipinjam oleh para pensiunan. Sayangnya aset-aset tersebut kemudian tidak dikembalikan. Karena itu Wali Kota meminta dukungan KPK dan BPKP untuk memberikan rekomendasi atau catatan yang bisa menjadi kekuatan dari Pemkot Kupang untuk tindak lanjut menertibkan kembali aset-aset tersebut.

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore,MM,MH, saat saat mengikuti Rapat Koordinasi Pengawasan Intern (Rakorwasin) Keuangan dan Pembangunan Tingkat Provinsi NTT Tahun 2021 di Aula Eltari Kupang, Senin (21/06/2021). Dokumentasi : Prokompim Setda Kota Kupang.

Dukungan dari KPK dan BPKP juga sangat diharapkannya dalam upaya penagihan piutang-piutang Pemkot Kupang, salah satunya yang berkaitan dengan pariwisata pada pihak ketiga termasuk BUMN. Wali Kota optimis dengan keterlibatan KPK dan BPKP, penagihan piutang yang selama ini sulit, bisa segera ditindaklanjuti. Masalah krusial lainnya tentang aset di Pemkot Kupang menurutnya adalah masih banyak aset milik Pemkot Kupang yang belum tercatat. Karena itu saat ini Pemerintah Kota Kupang tengah berupaya menghimpun dan mencatat semua aset yang selama ini belum tercatat.

Deputi Kepala BPKP Bidang Akuntan Negara, Dr. Sally Salamah, Ak,M.Prof.,CA,CHRP, QIA,CGCAE dalam sambutannya menyampaikan Presiden Joko Widodo telah mencanangkan tahun 2021 sebagai tahun percepatan pemulihan ekonomi nasional. Selaras dengan arahan presiden, BPKP telah menerbitkan agenda prioritas pengawasan (APP) dan Agenda Prioritas Pengawasan Daerah (APPD) Tahun 2021. Tema pengawasan yang diusung adalah “Mengawal Percepatan Pemulihan Ekonomi”.
Menurutnya untuk pengawasan tingkat nasional, BPKP memprioritaskan pengawasan intern pada 15 kelompok isu strategis dengan 60 obyek pengawasan. Untuk tingkat daerah, BPKP memprioritaskan pengawasan intern pada 12 isu strategis pembangunan nasional, 5 sektor pembangunan daerah (pendidikan, kesehatan, pariwisata dan pembangunan ekonomi), serta 67 isu pembangunan tematik yang tersebar pada 34 provinsi. Khusus untuk Provinsi NTT, isu strategis pembangunan nasional adalah sektor pariwisata dan pertanian.

Ditambahkannya Rakorwasin yang diselenggarakan hari ini merupakan salah satu bentuk upaya dalam koordinasi dan harmonisasi pengawasan intern di daerah. Pengawasan intern yang terkoordinasi dan harmonis akan meningkatkan kualitas pengawasan akuntabilitas keuangan dan pembangunan di daerah. Rakor ini juga menyasar peningkatan efektivitas pengawasan intern melalui identifikasi area strategis dan prioritas di daerah yang menjadi obyek dan desain kolaborasi pengawasan intern oleh BPKP dan APIP daerah se-provinsi NTT.

Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi menyampaikan terima kasih kepada BPKP yang sudah berinisiatif mengadakan kegiatan ini. Rakor ini menurutnya bertujuan untuk menjembatani antara upaya pencapaian visi dan misi pemerintah daerah dengan peran Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dalam mengawal pencapaian tujuan.

Dengan adanya pengawasan yang sinergis dan terstruktur, Wagub yakin akan ada pengungkit nilai tambah sektor pertanian dan pariwisata terhadap kemakmuran masyarakat di NTT. Aparat yang melaksanakan kegiatan pembangunan daerah tidak mengalami keraguan dalam pelaksanaan kegiatan karena ada tempat bertanya dan berkonsultasi yaitu APIP dan Perwakilan BPKP Provinsi NTT.

Rakor yang diikuti oleh para Bupati dan Wali Kota se-NTT tersebut juga menghadirkan sejumlah nara sumber, antara lain Inspektur Jenderal Kemendagri, Ucok Abdulrauf Damenta, Kasatgas Korsup Wilayah V KPK, Dian Patria, Kepala Perwakilan BPKP NTT, Sofyan Antonius. (*PKP_ans/ech)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

TMMD Ke-111 Kodim 1604/Kupang Laksanakan Sosialisasi Rekrutmen TNI-AD

NTT AKTUAL. KUPANG. Anggota Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Kodim 1604/Kupang Ke-111 Tahun anggaran 2021 melaksanakan sosialisasi/penyuluhan rekrutmen prajurit TNI-AD kepada para orang tua yang ada di wilayah lokasi TMMD, yang terletak di Kabupaten Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang, Senin (21/06/2021).

Selain mengerjakan sasaran fisik, anggota Satgas TMMD juga melaksanakan kegiatan sasaran Non fisik lainnya, salah satunya adalah melaksanakan sosialisasi Rekrutmen TNI-AD.

Danramil 1604-07/Alak Kapten Inf. H. Soleman Syukur di dampingi Peltu I Wayan Sukantara memberikan sosialisasi rekrutmen TNI-AD, mulai dari persiapan diri, pendaftaran, seleksi hingga masuk pendidikan.

Ia mengatakan menjadi seorang prajurit TNI-AD cukup mudah, cukup dengan persyaratan tinggi badan seimbang dengan berat badan sesuai dengan standar yang telah ditentukan, sebagai warga negara Indonesia, Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945, Tidak memiliki catatan kriminalitas yang dikeluarkan secara tertulis oleh Kepolisian Republik Indonesia.

Di tambahkan, Peltu I Wayan Sukantara bahwa penerimaan calon Prajurit TNI-AD dilaksanakan sebanyak empat kali dalam setahun yaitu Sekolah Akademi Militer (Akmil), Sekolah Calon Bintara Prajurit Karier (Secaba PK) dan Sekolah Calon Tamtama Prajurit Karier (Secata PK). Sekarang telah di buka pendaftaran Secaba PK. Bagi yang berminat bisa Mendaftar dan membawa persyaratan masuk menjadi Prajurit TNI AD,” katanya

“ Dijelaskan bahwa dalam seleksi penerimaan calon Prajurit TNI-AD semua jenis pendidikannya tidak dipungut biaya,” jelasnya.

Melalui sosialisasi ini diharapkan agar masyarakat lebih mengenal TNI serta menumbuhkan minat generasi muda untuk bergabung menjadi prajurit TNI.

Semua warga negara Indonesia bisa menjadi anggota TNI dan mengabdi kepada bangsa melalui jalur TNI. Namun harus diingat, peserta seleksi calon masuk TNI harus memenuhi persyaratan yang sudah ditentukan oleh institusi TNI.

“Menjadi anggota TNI berarti siap menyerahkan dirinya untuk mengabdi sepenuhnya kepada NKRI,”.

“Selama proses pendaftaran hingga pendidikan tidak dipungut biaya, apabila ada yang menjanjikan biar masuk menjadi TNI, semuanya itu tidak benar, itu hanya penipuan belaka dari orang yang tidak bertanggung jawab yang sengaja ingin meraup keuntungan dengan memanfaatkan momen penerimaan calon Prajurit ini,” tegas I Wayan Sukantara. (*)

Sumber berita + foto : Pendim 1604/Kupang

TMMD Ke-111 Tahun 2021, Dandim 1604/Kupang Ingatkan Kemanunggalan TNI Rakyat

NTT AKTUAL. KUPANG. TMMD Ke-111 tahun 2021, Dandim 1604/Kupang Ingatkan Kemanunggalan TNI Rakyat.

TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di wilayah Kabupaten Kupang secara resmi dibuka oleh Bupati Kupang mulai hari Selasa 15 Juni 2021.

Dandim 1604/Kupang, Kolonel Arh. Abraham Kalelo selaku Dansatgas TMMD Ke-111 Tahun 2021 pada saat memberikan pengarahan dilapangan Apel Makodim1604/Kupang kepada seluruh prajurit yang tergabung dalam Satgas TMMD mengingatkan pada seluruh anggotanya agar dalam pelaksanaan TMMD nantinya tetap
menjaga kesehatan dengan pola makan yang sehat, olahraga dan istirahat yang cukup sehingga pelaksanaan program TMMD berjalan aman, lancar dan tepat waktu dan tidak lupa tetap mengedepankan protokol kesehatan supaya terhindar dari COVID-19.

Dandim Alumnus Akmil 1999 tersebut juga meminta untuk tetap menjaga hubungan yang baik dengan masyarakat selama pelaksanaan TMMD, dan tidak membuat pelanggaran sekecil apapun yang dapat merugikan masyarakat, diri sendiri dan keluarga serta satuan.

Adapun sasaran fisik dalam program TMMD Ke-111 yakni Adapun sasaran yang dikerjakan yaitu Sasaran fisik di desa Nekmese meliputi pembangunan 3 ruang kelas SMP Kristen 1 Amarasi Selatan, pembangunan 1 ruang guru SMP 1 Amarasi Selatan pembangunan satu MCK dan di desa Sahraen meliputi Rehap Kapelan St. Benediktus Sahraen Amarasi Selatan, Rehap Gereja Imanuel Sahraen Amarasi Selatan, Rehap rumah Pastori Bonamhonis Sahraen Amarasi Selatan dan di Kelurahan Enoraen pembukaan lahan baru seluas 80 are untuk tanam singkong.

Dijelaskannya, selain kegiatan fisik, dalam program TMMD juga ada kegiatan non fisik seperti Penyuluhan tentang Teknologi tepat guna oleh dinas PMD Kabupaten Kupang, Penyuluhan tentang wasbang oleh Kodim 1604/Kupang, Penyuluhan tentang kesadaran hukum oleh Polres Kupang, Penyuluhan tentang rekrutmen TNI oleh Kodim 1604/Kupang, Penyuluhan bela negara oleh Kodim 1604/Kupang, Penyuluhan peternakan oleh Dinas Peternakan Kabupaten Kupang, Penyuluhan COVID-19 oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang. (*)

Sumber berita + foto : Pendim 1604/Kupang

Gelar Bimtek Ekspor di PLBN, Karantina Pertanian Kupang Sebut 10 Komoditas Pertanian Unggulan NTT

NTT AKTUAL. KUPANG. Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Kupang memaparkan data potensi ekspor komoditas pertanian asal Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berpeluang masuk pasar ekspor adalah kopra, asam jawa, kemiri, biji mede, gewang, vanili, arang, biji kakao, porang, dan jamur.

Kesepuluh komoditas ini dari data sistem perkarantinaan, IQFAST, berhasil mencatat nilai perdagangan lalu lintasnya hingga Rp 500 miliar di tahun 2020.

“Komoditas unggulan yang dimiliki NTT harus kita jaga dan tingkatkan bersama performanya di tahun 2021 ini,” kata Kepala Karantina Pertanian Kupang, Yulius Umbu Hunggar melalui keterangan tertulisnya di Kupang, Senin (21/06/2021).

Salah satu langkah operasional Karantina Pertanian Kupang dalam mendorong komoditas pertanian unggulan dapat masuk pasar global, Yulius menyebutkan pihaknya menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek).

Bimtek untuk pemenuhan persyaratan teknis sanitari dan fitosanitari dan protokol ekspor negara tujuan lainnya ini merupakan akselerasi Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks) Komoditas Pertanian asal NTT. “Bimtek yang digelar di Ruang Rapat Gedung Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Wini ini mendapat sambutan yang baik dari instansi terkait, petani dan pelaku usaha,” tambah Yulius.

Masih menurut Yulius, kegiatan ini merupakan implementasi dari Peraturan Menteri Pertanian No. 42 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Peningkatan Investasi dan Ekspor Produk Pertanian. Di mana Badan Karantina Pertanian (Barantan) ditunjuk sebagai Koordinator Tim Gugus Tugas Peningkatan Ekspor Produk Pertanian. “Wujud nyata yang dilakukan oleh Barantan antara lain memberikan kemudahan layanan ekspor, menjalin sinergisitas antar-instansi maupun dengan pelaku usaha serta dukungan operasional. Melalui bimtek ini harapannya bisa menguatkan sumber daya manusia dan optimalisasi sumber daya alam dengan bijak,” tuturnya lagi.

Sebagai informasi, Gratieks yang digagas oleh Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo, red) merupakan gerakan untuk mensinergikan seluruh entitas terkait, termasuk di NTT, agar dapat lebih memberikan dampak positif bagi petani dan masyarakat.

Secara terpisah Kepala Barantan Bambang, mengapresiasi sambutan baik dari pemerintah daerah untuk pendampingan ekspor untuk wilayah perbatasan negara.

“Border (perbatasan-red) menjadi salah satu tempat pengeluaran komoditas pertanian ke negara lain. Penguatan SDM dan mengoptimalkan sumber daya alam ini harus sejalan untuk akselerasi ekspor di border,” ujar Bambang.

Berani Bersaing dan Berinovasi

“Petani milenial perlu menggerakkan diri dan menjadi contoh untuk masyarakat sekitar. Jangan terlena dengan zona nyaman sehingga tidak meraih peluang keuntungan yang lebih besar dari pengolahan bahan mentah yang sesungguhnya dapat menjadi potensi ekspor bagi masyarakat,” ungkap Arifin Tasrif selaku Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor yang hadir dan turut menjadi narasumber.

Arifin menambahkan, para petani harus mau bersaing dan berinovasi mengembangkan hasil bumi NTT agar dapat menjadi produk unggulan dan mendunia. Tentunya penguatan sumber daya manusia harus bisa memanfaatkan sumber daya alam sehingga bisa optimal, pungkasnya.

Turut hadir juga dalam acara tersebut Kepala Bidang Pengelola Perbatasan PLBN Wini, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten TTU, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten TTU, para eksportir, petani milenial dan kelompok tani, serta instansi terkait lainnya. (*)

Sumber berita + foto : Humas Karantina Pertanian Kelas I Kupang

Program TMMD Membangkitkan Budaya Semangat Gotong Royong TNI dan Masyarakat Bangun Daerah

NTT AKTUAL. KUPANG. Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang berlangsung sejak 1980 masih terus dilaksanakan setiap tahunnya sampai dengan saat ini. Pada pertengahan tahun 2021, Kodim 1604/Kupang telah memasuki TMMD yang ke-111 Tahun 2021.

Sebelum pelaksanaan TMMD, Pemilihan tempat dan sasaran (TMMD) Ke-111 telah dilakukan melalui survey bersama oleh Kodim 1604/Kupang bersama pemerintah daerah dan instansi yang terkait.

Komadan Koramil 1604-03/Amarasi Kapten Inf. Lalu Yuli Ifnu Fajar mengungkapkan, kehadiran TMMD di tiga desa di kecamatan Amarasi selatan ini membangkitkan kembali semangat gotong royong masyarakat baik tua mudah, perempuan bahkan anak-anak ikut andil dalam kebersamaan semangat gotong royong.

Semangat kebersamaan gotong royong terlihat mulai dari hari pertama sampai saat ini, jadi semua pekerjaan yang beratpun terasa ringan. Terlihat juga para ibu-ibu sibuk memasak untuk sajian sarapan, makan siang dan makan malam untuk anggota satgas dan masyarakat.

Untuk itu dalam pelaksanaan TMMD, TNI tidak bekerja sendiri. TNI menggandeng banyak pihak terutama masyarakat setempat. Pada TMMD ke-111 dengan tema ‘Sinergi untuk Membangun Negeri’, Kehadiran TMMD untuk membantu pemerintah Daerah untuk mendorong akselerasi pembangunan nasional hingga tersebar ke pelosok di beberapa kabupaten/kota se-Indonesia untuk menjawab aspirasi dan kebutuhan riil masyarakat.

Harapan saya semoga gotong-royong, semangat kebersamaan ini kita terus pelihara, nilai budaya gotong-royong terus kita hidupkan dalam membangun daerah Kabupaten Kupang. Hasil program TMMD ini semoga dapat bermanfaat secara maksimal dan menyejahterakan masyarakat,” pungkasnya. (*)

Sumber berita + foto : Pendim 1604/Kupang

Pemkot Kupang Dukung Vaksinasi Covid 19 Bagi Pengungsi Luar Negeri

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Pemerintah Kota Kupang memberikan dukungan penuh kepada International Organization for Migration (IOM) Indonesia yang menggagas vaksinasi bagi para pengungsi luar negeri di Kota Kupang. Dukungan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Kupang, dr.Hermanus Man saat menghadiri kegiatan vaksinasi Covid 19 bagi para pengungsi luar negeri di Hotel Sasando Kupang, Sabtu (19/06/2021).

Diakuinya meski berstatus sebagai pengungsi, karena selama ini sudah menetap di Kota Kupang, Pemerintah Kota Kupang memiliki kewajiban untuk memperhatikan mereka. Karena itu atas nama Pemerintah Kota Kupang, Wawali berterima kasih kepada IOM yang telah membantu Pemkot Kupang dalam upaya penanganan covid 19.

Wakil Wali Kota Kupang, dr.Hermanus Man saat menghadiri kegiatan vaksinasi Covid 19 bagi para pengungsi luar negeri di Hotel Sasando Kupang, Sabtu (19/06/2021). Dokumentasi : Prokompim Setda Kota Kupang

Ditambahkannya untuk penanganan covid 19, Pemerintah Kota Kupang telah melakukan berbagai upaya. Yang pertama adalah menerbitkan Peraturan Wali Kota terkait penanganan Covid 19 berskala mikro. Pemerintah Kota Kupang berupaya keras untuk melakukan pencegahan penyebaran covid 19, meski diakuinya masih banyak warga Kota Kupang yang belum taat. Setelah sempat menurun pada awal tahun lalu, sejak April 2021 lalu terjadi kenaikan jumlah kasus 5 hingga 15 kasus setiap hari.

Upaya kedua yang dilakukan oleh Pemkot Kupang untuk memutus rantai penularan covid 19 menurut Wawali adalah melakukan vaksinasi. Dengan vaksinasi diharapkan semua warga Kota Kupang termasuk pengungsi luar negeri mencapai herd imunity. Dia berharap dengan kegiatan vaksinasi yang diselenggarakan IOM ini semua pengungsi luar negeri yang ada di Kota Kupang bisa divaksin.

Kepala IOM Kupang, Asni Yurika menyampaikan terima kasih atas kehadiran Wawali dan dukungan Pemkot Kupang sebagai mitra pada kegiatan vaksinasi ini. Menurutnya IOM sebagai organisasi yang dipercaya untuk memfasilitasi penanganan pengungsi luar negeri juga memberi perhatian serius terhadap penanganan covid 19 di Indonesia pada umumnya dan Kota Kupang pada khususnya. IOM juga mengalokasikan dana yang cukup besar untuk penanganan Covid 19 terutama untuk membantu penyediaan fasilitas kesehatan rumah sakit di kota-kota yang menampung para pengungsi. Pada kegiatan yang diselenggarakan hari ini IOM bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kementerian Kesehatan RI akan memberikan vaksin kepada 177 orang pengungsi luar negeri yang tersebar di tiga akomodasi di Kota Kupang.

Hadir dalam kesempatan tersebut Koordinator Substansi Pengendalian Resiko Lingkungan dan Kesehatan Lintas Wilayah pada KKP Kemenkes RI di Kupang, Hengky Yanrez Jozua, S.KM, M.Kes bersama tim vaksinasi, perwakilan dari Rumah Detensi Imigrasi Kupang dan Perwakilan dari Polres Kupang Kota.

Turut mendampingi Wawali dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Kesbangpol Kota Kupang, Noce Nus Loa, SH, M.Si, Kabid Pengkajian Masalah Strategis pada Badan Kesbangpol Kota Kupang, Jeriyanto R.R.Lakusa, SH serta yang mewakili Kepala Puskesmas Oepoi, dr.Yohanes P. Lisangan. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Portal Berita Online