GAMKI dan GMKI Melalui Polri Membagikan Sembako Untuk Warga Terdampak Covid-19 di Lokasi Vaksin Merdeka

NTT AKTUAL. KUPANG. Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Kupang melalui POLRI membagikan sembako bagi warga kota Kupang yang terdampak pandemic covid-19 di lokasi pelaksanaan vaksin merdeka pada Kamis (23/9/2021) di kampus IAKN Kupang.

Selain kegiatan vaksin merdeka juga dilaksanakan pembagian sembako untuk meringankan kebutuhan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, kegiatan kemanusiaan ini dimulai ketika masyarakat yang sudah selesai mengikuti vaksin merdeka langsung diarahkan oleh panitia untuk mendapatkan sembako yang sudah disediakan oleh Panitia.

Yan Piter Lilo selaku PIC GAMKI di NTT berharap sembako seadanya yang diberikan bisa bermanfaat bagi masyarakat.

“Dampak pandemic covid-19 sangat luar biasa di rasakan oleh masyarakat dan bantuan apapun yang diberikan pastinya sangat bermanfaat, saya berterima kasih untuk Kepolisian yang sudah memberikan setengah ton beras bagi warga untuk keberlangsungan hidup mereka di masa sulit ini,” ungkap Yan.

Eduard Nautu selaku Ketua Cabang GMKI Kupang berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut.

“Kegiatan kemanusiaan seperti ini sangat bermanfaat sehingga kerja sama yang baik antara POLRI serta GAMKI dan GMKI bisa terus dilaksanakan karena bermanfaat besar bagi masyarakat,” harap Eduard.

Ibu Mariana Rangga sebagai Salah satu penerima bantuan sembako berterima kasih atas bantuan yang diberikan.

“Terima kasih sebesar-besarnya kepada POLRI, pengurus GAMKI dan GMKI yang memberikan bantuan sembako ini, bantuan sembako ini sangat bermanfaat bagi kami,” ujar Ibu Mariana.

Antusiasme warga di sekitar kampus ikut dalam vaksin merdeka cukup banyak, dan harapan mereka melalui panitia dan kepolisian tetap mengawal semua aktivitas vaksin berjalan lancar dan sumbangan sembako untuk penerima manfaat tetap ada. (*)

Pemerintah Kota Kupang Ajukan Rancangan Perubahan KUA PPAS APBD 2021

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Dalam rangka menyiapkan rancangan APBD Perubahan tahun anggaran 2021, Pemerintah Kota Kupang telah menyusun rancangan perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) Kota Kupang tahun anggaran 2021 yang akan dibahas dan disepakati bersama DPRD Kota Kupang. Penjelasan tentang rancangan perubahan tersebut disampaikan oleh Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Kupang di Ruang Sidang Utama DPRD Kota Kupang, Kamis (23/9/2021). Rapat dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe, S.Sos didampingi oleh para Wakil Ketua DPRD dan dihadiri oleh segenap Anggota DPRD Kota Kupang, Sekda Kota Kupang bersama para Asisten Sekda serta seluruh pimpinan perangkat daerah serta Camat di lingkungan Pemerintah Kota Kupang.

Dalam penjelasan Wali Kota Kupang atas Rancangan Nota Kesepakatan Pemda Kota Kupang dengan DPRD Kota Kupang tentang Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran serta Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA Perubahan PPAS) APBD yang dibacakannya, Wawali menyampaikan penyusunan rancangan perubahan KUA dan perubahan PPAS APBD tahun anggaran 2021 mengacu pada kebijakan pembangunan daerah Kota Kupang tahun anggaran 2021 yang diprioritaskan pada beberapa hal antara lain : peningkatan kualitas infrastruktur yang ramah lingkungan; peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan; peningkatan perekonomian perkotaan, akses pelayanan perijinan dan penciptaan lapangan kerja serta penanganan dan pencegahan penyebaran pandemic covid 19 dalam wilayah Kota Kupang.

Wawali menambahkan bahwa alokasi perubahan KUA Perubahan PPAS APBD 2021 antara lain pada sektor pendapatan daerah yang sebelum perubahan sebesar Rp 1.122.652.976.094,- (satu triliun seratus dua puluh dua miliar enam ratus lima puluh dua juta sembilan ratus tujuh puluh enam ribu sembilan puluh empat rupiah) bertambah sebesar Rp 22.734.293.302,- (dua puluh dua miliar tujuh ratus tiga puluh empat juta dua ratus sembilan puluh tiga ribu tiga ratus dua rupiah) atau 2,03 persen, sehingga menjadi Rp 1.145.387.269.396,- (satu triliun seratus empat puluh lima miliar tiga ratus delapan puluh tujuh juta dua ratus enam puluh sembilan ribu tiga ratus sembilan puluh enam rupiah). Sementara belanja daerah sebelum perubahan sebesar Rp 1.166.578.741.261,- (satu triliun seratus enam puluh enam miliar lima ratus tujuh puluh delapan juta tujuh ratus empat puluh satu ribu dua ratus enam puluh satu rupiah) bertambah sebesar Rp 8.281.793.304,- (delapan miliar dua ratus delapan puluh satu juta tujuh ratus sembilan puluh tiga ribu tiga ratus empat rupiah) atau 0,71 persen sehingga menjadi Rp 1.174.860.534.565,- (satu triliun seratus tujuh puluh empat miliar delapan ratus enam puluh juta lima ratus tiga puluh empat ribu lima ratus enam puluh lima rupiah).

Menurutnya dari total perubahan APBD Kota Kupang TA 2021 tersebut dialokasikan untuk belanja operasional sebesar Rp 926.020.676.068,- (sembilan ratus dua puluh enam miliar dua puluh juta enam ratus tujuh puluh enam ribu enam puluh delapan rupiah) belanja modal sebesar Rp 161.619.103.007,- (seratus enam puluh satu miliar enam ratus sembilan belas juta seratus tiga ribu tujuh rupiah) belanja transfer Rp 0 (nol rupiah) dan belanja tidak terduga sebesar Rp 87.220.755.490,- (delapan puluh tujuh miliar dua ratus dua puluh juta tujuh ratus lima puluh lima ribu empat ratus sembilan puluh rupiah) dengan demikian proposi belanja operasi berkurang 2,87 persen, belanja modal berkurang 20,48 persen, belanja transfer berkurang 100 persen dan belanja tidak terduga bertambah 8.622,08 persen dari total APBD TA 2021. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Wawali Minta Sekolah Perketat Prokes Selama Tatap Muka Terbatas

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man meminta sekolah-sekolah yang sudah mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas untuk secara ketat menerapkan protokol kesehatan baik kepada para siswa maupun para guru dan pegawai. Penegasan tersebut disampaikannya saat melakukan pemantauan langsung kegiatan belajar mengajar tatap muka terbatas di dua sekolah, Selasa (21/9/2021). 2 sekolah yang dikunjungi adalah SMPN 5 Kota Kupang dan SD Katolik St. Maria Assumpta Kota Baru Kupang.

Pemantauan dimulai sejak pintu masuk sekolah. Wawali memastikan adanya petugas khusus untuk mengukur suhu siapa saja yang hendak masuk ke dalam lingkungan sekolah. Selain pengukur suhu, Wawali juga mengecek tempat cuci tangan di tiap-tiap ruangan kelas dan ketersediaan air untuk mencuci tangan. Para siswa dan guru diminta untuk tetap menjaga jarak dan selalu memakai masker selama jam pelajaran.

Dalam dialog dengan para siswa yang dikunjunginya di ruang kelas, Wawali minta agar para siswa membawa bekal sendiri dari rumah dan tidak jajan di luar, karena menurutnya salah petunjuk teknis yang berlaku dalam penerapan pembelajaran tatap muka adalah sekolah tidak memperkenankan kantin dibuka.

Kepada wartawan usai melakukan kunjungan tersebut Wawali menjelaskan dari hasil pemantauannya, sekolah-sekolah yang dikunjungi sudah menerapkan protokol kesehatan saat tatap muka terbatas secara baik. Menurutnya ini merupakan hasil dari kolaborasi yang baik antara orang tua siswa dengan para guru di sekolah sehingga menghasilkan proses pembelajaran yang efektif. Wawali optimis jika semua syarat dipatuhi secara baik, maka besar kemungkinan pada Oktober 2021 mendatang kegiatan belajar mengajar secara tatap muka bisa berlaku untuk semua kelas, meskipun masih menggunakan metode blended learning, artinya sebagian secara tatap muka sebagian lagi mengikuti pembelajaran secara virtual dari rumah.

Namun Wawali mengingatkan, jika dalam pelaksanaan tatap muka terbatas ditemukan satu saja kasus positif pada peserta didik atau ada sekolah yang kedapatan melanggar ketentuan yang berlaku, maka dipastikan seluruh kegiatan belajar mengajar tatap muka di semua sekolah di Kota Kupang akan dihentikan, siswa kembali belajar dari rumah.

Kepala Sekolah SMPN 5, Ferderik Mira Tade, S.Pd memastikan pihaknya sudah menjalankan semua ketentuan yang berlaku untuk pembelajaran tatap muka. Selain menyiapkan semua kelengkapan protokol kesehatan, sebelum memulai proses belajar mengajar dimulai sehari yang lalu, kepala sekolah bersama para guru terlebih dahulu memberikan arahan dan imbauan terkait ketentuan tatap muka terbatas kepada para siswa. Saat ini ada 13 rombongan belajar yang melaksanakan tatap muka di SMPN 5. 11 untuk kelas regular, 2 kelas SMP Terbuka serta 1 kelas untuk anak-anak imigran yang tidak tercatat dalam Dapodik. Vaksinasi untuk para siswa menurutnya akan dilakukan dalam waktu dekat.

Sementara itu Kepala Sekolah SD Katolik St. Maria Assumpta, Sr. Petri Canisia, CIJ menjelaskan dalam pertemuan dengan para orang tua siswa sebelumnya yang dibagi dalam dua sesi, pihak sekolah meminta dukungan para orang tua siswa untuk membantu menertibkan anak-anak mereka untuk taati protokol kesehatan. Dia optimis jika sekolah mereka lolos tahap pertama ini, dalam tahap kedua makin banyak kelas yang diizinkan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah.

Sebelumnya Kepala Dinas Pedidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si, saat mendampingi Wali Kota Kupang dalam pemantauan sehari sebelumnya menjelaskan selama berlangsungnya tatap muka tahap pertama, tim dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap keseluruhan proses pembelajaran pada masing-masing sekolah. “Jika menurut hasil penilaian tim ternyata sekolah mengabaikan protokol covid-19 maka rekomendasi pembelajaran tatap muka terbatas bagi sekolah tersebut akan dicabut dan kembali ada pembelajaran jarak jauh (daring),” tegasnya. Batas waktu evaluasi pembelajaran tatap muka terbatas tahap pertama adalah 30 Oktober 2021.

Ditambahkannya jika hasil evaluasi tim terhadap keseluruhan proses pembelajaran pada tahap pertama ternyata satuan pendidikan konsisten atau taat pada protokol covid-19 dan status Covid-19 di Kota Kupang cenderung menurun maka pembelajaran tatap muka terbatas dinaikkan lagi, yaitu kelas II untuk jenjang SD/ MI dan kelas IX untuk jenjang SMP/ MTs. Untuk jumlah peserta didik tiap sekolah perhari menurutnya tetap mengacu pada SE Walikota Kupang Nomor: 068/ HK. 443.1/IX/2021 yang menjelaskan maksimal jumlah peserta didik tiap hari pada satu sekolah adalah 50% dari total siswa kelas I untuk jenjang SD/ MI dan kelas VII untuk jenjang SMP/ MTs. Sedangkan jumlah siswa dalam satu ruang kelas adalah 14 orang untuk jenjang SD/MI dan 16 orang dalam satu ruang untuk jenjang SMP/ MTs.

Terkait dengan alokasi waktu pembelajaran tatap muka perhari untuk jenjang SD/ MI maksimal 4 X 35 menit perhari atau mulai dari pukul 08.00 – 10.20 wita, sedangkan untuk jenjang SMP/ MTs maksimal kegiatan akan berlangsung 5 X 40 menit per hari atau mulai pukul 08.00 – 11.20 wita. Ditegaskannya bahwa peran satgas covid-19 Tingkat sekolah selama berlangsungnya pembelajaran tatap muka di sekolah sangat penting untuk memastikan beberapa hal yaitu antara lain; memastikan seluruh perlengkapan atau peralatan covid-19 tersedia dan cukup, mengawasi siswa agar disiplin dan taat pada protokol covid-19 yaitu dengan memakai, mencuci tangan, menjaga jarak dengan teman teman dan juga guru, memastikan tidak ada kantin yang dibuka di sekolah dan sekaligus mengontrol agar tidak ada kelas yang kosong sehingga menimbulkan kerumunan siswa.

Adapun satuan pendidikan atau sekolah yang telah diperiksa dan dinyatakan memenuhi syarat sehingga direkomendasikan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas untuk jenjang SD/ MI sebanyak 108 satuan pendidikan/sekolah dari total 154 satuan pendidikan di Kota Kupang. Sedangkan untuk jenjang SMP sebanyak 28 satuan pendidikan (sekolah) dari total 56 satuan pendidikan (sekolah) di Kota Kupang. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Wali Kota Kupang Pantau Langsung KBM Tatap Muka di Sekolah

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM.,MH memantau langsung pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka terbatas di dua sekolah di Kota Kupang, Senin (20/9/2021).

Dalam kunjungan tersebut Wali Kota melihat langsung kesiapan sekolah yang telah dinyatakan memenuhi syarat, berdasarkan penilaian tim penilai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang direkomendasikan siap menjalankan proses pembelajaran tatap muka terbatas. Wali Kota juga berkesempatan menyapa langsung para guru dan siswa di dua sekolah tersebut.

Sekolah pertama yang dikunjungi adalah SD Kristen Hosana Agape di Kelurahan Bonipoi, Kecamatan Kota Lama. Sekolah tersebut sudah menjalankan kegiatan belajar mengajar tatap muka terbatas sejak seminggu yang lalu. Kepada para siswa yang ditemui di ruang kelas mereka, Wali Kota berpesan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan baik di sekolah maupun di rumah. Para siswa juga diimbau untuk memanfaatkan fasilitas yang disediakan sekolah seperti air dan sabun untuk mencuci tangan dan hand sanitizer. Mereka juga diminta untuk membawa bekal masing-masing yang disiapkan orang tua dari rumah dan tidak jajan sembarangan. Tak lupa layaknya orang tua, Wali Kota juga mengimbau kepada para siswa untuk tekun belajar, mengerjakan tugas-tugas sekolah secara baik agar kelak menjadi anak-anak yang pintar dan berprestasi.

Kepala Sekolah SD Kristen Hosana Agape, Dicky Fanggidae, S.Pd, saat menerima kunjungan Wali Kota memastikan kesiapan sekolahnya dalam menjalankan pembelajaran tatap muka terbatas. Menurutnya SD Kristen Hosana Agape telah melakukan berbagai persiapan sebagaimana yang diprasyaratkan dalam menunjang pembelajaran tatap muka terbatas, mulai dari perlengkapan covid-19, pengawasan satgas covid-19 tingkat sekolah dan kesiapan guru yang mengisi proses belajar mengajar.

Usai memantau di SD Kristen Hosana, Wali Kota melanjutkan kunjungan ke SMP 15 Kelurahan Manulai 2 Kecamatan Alak. Bersama Kepala Sekolah Yusak S. Olla,S.Pd, Wali Kota menyambangi sejumlah ruang kelas yang sedang berlangsung kegiatan belajar mengajar tatap muka terbatas. Dari dialog dengan sejumlah siswa diketahui sebagian besar siswa yang mengikuti kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah sudah divaksin covid 19. Beberapa siswa belum bisa divaksin karena sedang sakit.

Kepala Dinas Pedidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si, yang turut mendampingi Wali Kota dalam kunjungan tersebut menjelaskan, berdasarkan hasil penilaian tim dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang terhadap daftar periksa satuan pendidikan (SD dan SMP) untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas yang sudah dilakukan sebelumnya, direkomendasikan bahwa satuan pendidikan (sekolah) yang telah memenuhi syarat untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas adalah sebagai berikut; kelas yang menjadi prioritas pembelajaran tatap muka terbatas tahap pertama adalah Jenjang SD/ MI (kelas I seluruhnya dan kelas V khusus siswa peserta Asesmen Nasional Berbasis Komputer/ ANBK), jenjang SMP/ MTs (kelas VII seluruhnya dan kelas VIII khusus siswa peserta Asesmen Nasional Berbasis Komputer/ ANBK). Ditambahkannya untuk tahap pertama akan mulai dilaksanakan paling lambat tanggal 20 September 2021. Selama berlangsungnya tatap muka tahap pertama, tim dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap keseluruhan proses pembelajaran pada masing-masing sekolah. “Jika menurut hasil penilaian tim ternyata sekolah mengabaikan protokol covid-19 maka rekomendasi pembelajaran tatap muka terbatas bagi sekolah tersebut akan dicabut dan kembali ada pembelajaran jarak jauh (daring),” tegasnya. Batas waktu evaluasi pembelajaran tatap muka terbatas tahap pertama adalah 30 Oktober 2021.

Dumul menambahkan untuk tahap kedua, jika hasil evaluasi tim terhadap keseluruhan proses pembelajaran pada tahap pertama ternyata satuan pendidikan konsisten atau taat pada protokol covid-19 dan status Covid-19 di Kota Kupang cenderung menurun maka pembelajaran tatap muka terbatas dinaikkan lagi, yaitu kelas II untuk jenjang SD/ MI dan kelas IX untuk jenjang SMP/ MTs. Untuk jumlah peserta didik tiap sekolah perhari menurutnya tetap mengacu pada SE Walikota Kupang Nomor: 068/ HK. 443.1/IX/2021 yang menjelaskan maksimal jumlah peserta didik tiap hari pada satu sekolah adalah 50% dari total siswa kelas I untuk jenjang SD/ MI dan kelas VII untuk jenjang SMP/ MTs. Sedangkan jumlah siswa dalam satu ruang kelas adalah 14 orang untuk jenjang SD/MI dan 16 orang dalam satu ruang untuk jenjang SMP/ MTs.

Terkait dengan alokasi waktu pembelajaran tatap muka perhari untuk jenjang SD/ MI maksimal 4 X 35 menit perhari atau mulai dari pukul 08.00 – 10.20 wita, sedangkan untuk jenjang SMP/ MTs maksimal kegiatan akan berlangsung 5 X 40 menit per hari atau mulai pukul 08.00 – 11.20 wita. Ditegaskannya bahwa peran satgas covid-19 Tingkat sekolah selama berlangsungnya pembelajaran tatap muka di sekolah sangat penting untuk memastikan beberapa hal yaitu antara lain; memastikan seluruh perlengkapan atau peralatan covid-19 tersedia dan cukup, mengawasi siswa agar disiplin dan taat pada protokol covid-19 yaitu dengan memakai, mencuci tangan, menjaga jarak dengan teman teman dan juga guru, memastikan tidak ada kantin yang dibuka di sekolah dan sekaligus mengontrol agar tidak ada kelas yang kosong sehingga menimbulkan kerumunan siswa.

Adapun satuan pendidikan atau sekolah yang telah diperiksa dan dinyatakan memenuhi syarat sehingga direkomendasikan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas untuk jenjang SD/ MI sebanyak 109 satuan pendidikan/ sekolah dari total 154 satuan pendidikan di Kota Kupang. Sedangkan untuk jenjang SMP sebanyak 30 satuan pendidikan (sekolah) dari total 56 satuan pendidikan (sekolah) di Kota Kupang

Turut hadir mendampingi Wali Kota dan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang memantau pelaksanaan proses pembelajaran tatap muka terbatas tersebut Kepala Bagian Protokol dan Komuikasi Pimpinan Setda Kota Kupang, Ernest S. Ludji, SSTP., M.Si dan Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Okto Naitboho, M.Pd. (*PKP_jms)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Implementasi SPBE di Kota Kupang, Wali Kota Luncurkan Aplikasi Nodan Mamo dan Si Imut

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM., MH., hadir dalam webinar implementasi SPBE di Kota Kupang, Jumat (17/9/2021). Dalam kesempatan tersebut Wali Kota juga meluncurkan Aplikasi Nodan Mamo yang digagas Dinas Kominfo Kota Kupang dan aplikasi Si Imut oleh Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kota Kupang.

Seminar turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, SE., M.Si., Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Kupang, Yanuar Dally, SH., M.Si., Para Pimpinan Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Kota Kupang dan Para Camat se-Kota Kupang serta para Analis SPBE yang merupakan akademisi dan ASN di Kota Kupang

Dalam pengantarnya, Sekda menjelaskan bahwa SPBE merupakan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik. Sistem ini memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam penyelenggaraan pemerintahan untuk memberikan layanan kepada Pengguna SPBE. Hal ini sesuai amanah Peraturan Presiden No. 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik.

Ditambahkannya, SPBE memberi peluang untuk mendorong dan mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang terbuka, partisipatif, inovatif, dan akuntabel, meningkatkan kolaborasi antar instansi pemerintah dalam melaksanakan urusan dan tugas pemerintahan untuk mencapai tujuan bersama, meningkatkan kualitas dan jangkauan pelayanan publik kepada masyarakat luas, dan menekan tingkat penyalahgunaan kewenangan dalam bentuk kolusi, korupsi, dan nepotisme melalui penerapan sistem pengawasan dan pengaduan masyarakat berbasis elektronik.

Menurutnya, revolusi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) memberikan peluang bagi pemerintah untuk melakukan inovasi pembangunan aparatur negara melalui penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) atau E-Government, yaitu penyelenggaraan pemerintahan yang memanfaatkan TIK untuk memberikan layanan kepada instansi pemerintah, aparatur sipil negara, pelaku bisnis, masyarakat dan pihak-pihak lainnya.

Dalam sambutan, Wali Kota Kupang menyambut baik dan mengapresiasi adanya SPBE. Menurutnya harus benar-benar dilaksanakan dan berhasil sebagai perwujudan misi kota cerdas atau smart city di Kota Kupang. Untuk itu, ia mengharapkan Dinas Kominfo dapat berkolaborasi dengan ahli dan akademisi di bidang IT untuk mendapat masukan-masukan. Dalam seminar tersebut, Dinas Kominfo menggandeng pihak Stikom Uyelindo

“Saya harap masukan dari para analis dalam seminar ini dapat diterjemahkan dengan baik oleh Dinas terkait dalam hal ini dinas Kominfo, segera dikerjakan dan bila perlu langsung dibuat uptd beserta aturan-aturannya. Pemerintah pusat menargetkan waktu 3 tahun dalam proses implementasi akan tetapi saya harap kita bisa lebih cepat dari waktu tersebut,” tegas Wali Kota.

Kepala Dinas Kominfo Kota Kupang, Ariantje Baun, SE, M.Si menjelaskan bahwa prioritas implementasi SPBE sesuai dokumen rencana induk akan dilaksanakan dalam kurun waktu 3 tahun, namun sesuai arahan kepala daerah maka harus dapat tercapai pada akhir tahun 2022 bahkan menurut Wali Kota akan lebih baik jika bisa dilaksanakan lebih cepat dalam tahun ini.

Beberapa prioritas SPBE yang akan dikerjakan antara lain :
1. Prioritas Implemenetasi SPBE Tahun 1 memiliki target umum birokrasi berorientasi TIK dan berkinerja tinggi dengan karakteristik integratif, dinamis, transparan dan pelayanan publik yang terpadu, efektif, responsif, adaptif, partisipatif dan mudah diakses oleh masyarakat.
2. Prioritas Implementasi SPBE tahun 2 memiliki target umum pemanfataan TIK yang efektif dan efisien dapat dicapai melalui integrasi infrastruktur, sistem aplikasi, keamanan informasi dan layanan TIK.
3. Prioritas Implementasi SPBE Tahun 3 memiliki target umum SDM yang sudah memiliki kepemimpinan dan kompetensi berbasis TIK dan tingkat literasi SPBE pada masyarakat telah memadai sehingga penyelenggaraan dan pemanfaatan layanan SPBE dapat berjalan normal.

Terkait 2 aplikasi yang diluncurkan Wali Kota antara lain Nodan Mamo yang merupakan layanan kesekretariatan yang terintegrasi dengan dinas Kominfo. Aplikasi diciptakan untuk membantu dalam pengarsipan dokumen, sistem evaluasi yang masih manual serta kesulitan dalam tata kelola aset pemkot. Sedangkan aplikasi Si Imut oleh BKPPD yang terintegrasi dengan aplikasi Nodan Mamo digunakan pada bidang Mutasi untuk mengelola kenaikan pangkat ASN Pemkot Kupang. (*PKP_chr)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

Oesapa Barat Bakal Jadi Ikon Pariwisata Baru di Kota Kupang

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Kelurahan Oesapa Barat, khususnya kawasan sekitar hutan mangrove dan muara bakal menjadi ikon pariwisata baru di Kota Kupang. Demikian disampaikan Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH saat menghadiri ground breaking atau peletakan batu pertama dan sosialisasi kegiatan peningkatan kualitas permukiman kumuh Kota Kupang kawasan Oesapa, di lokasi pembangunan, Kelurahan Oesapa Barat, Jumat (17/9/2021). Proyek bantuan dari Kementerian PUPR melalui program Kotaku ini diyakininya bakal mengubah wajah kawasan tersebut menjadi sebuah destinasi wisata modern seperti yang ada di kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Wali Kota mengakui pembangunan ini merupakan hasil dari perjuangan sejak beberapa tahun lalu. Berkat dukungan Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah NTT dan jajarannya upaya Pemkot Kupang untuk menata Kota Kupang menjadi kota yang modern mulai terwujud. Mulai dari pembangunan infrastruktur jalan, lampu jalan, drainase dan trotoar. Ditambahkannya selama beberapa tahun terakhir Kota Kupang mendapat perhatian besar dari Presiden Jokowi melalui Kementerian PUPR. Sejumlah besar dana direktif Presiden ditujukan untuk pembangunan dan penataan Kota Kupang.

Pada kesempatan yang sama Wali Kota juga menyampaikan terima kasih kepada warga Oesapa Barat, para pemilik lahan yang telah rela menghibahkan tanahnya untuk pembangunan tersebut. Dia optimis penataan ini tidak hanya melahirkan ikon pariwisata baru tetapi juga menciptakan peluang lapangan kerja baru bagi warga di sekitar lokasi, terutama bagi warga yang telah menghibahkan tanahnya.

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah NTT, Herman Tobo, ST, M.Si menyampaikan pemilihan kawasan Oesapa sebagai kawasan prioritas berkaitan erat dengan konsep penataan ruang Kota Kupang sebagai Water Front City dan pembangunan infrastruktur 4 permukiman untuk menunjang Kawasan Oesapa sebagai Kawasan Strategis Ekonomi dan Pariwisata. Adapun luasan kumuh di kawasan Oesapa ini seluas 16,17 ha.

Pembangunan Skala Kawasan Oesapa Kota Kupang ini menurutnya bertujuan untuk menuntaskan permasalahan kumuh pada 7 indikator kumuh, meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), meningkatkan kesempatan dan penyerapan tenaga kerja, mengembangkan livelihood di kawasan sekitar Oesapa Kota Kupang serta mengubah pola hidup dan perilaku masyarakat untuk menata permukiman menjadi lebih bersih, sehat dan lestari. Dia berharap ke depan Pemerintah Kota Kupang dapat mengelola dan memelihara hasil pembangunan Skala Kawasan Oesapa sehingga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Lurah Oesapa Barat, Christian E. Chamdra, SH yang menyambut Wali Kota menambahkan berkat program penataan kawasan yang sudah dimulai sejak tahun 2018 lalu, kawasan Oesapa Barat tersebut sudah mengalami banyak perubahan. Sebelumnya kawasan ini masih terhambat sejumlah masalah, diantaranya drainase, sampah, akses jalan yang rusak berat, banjir serta gelombang pasang air laut. Namun berkat kolaborasi antara Pemerintah Kota Kupang dan Kementerian PUPR perlahan wilayah ini menjadi lebih baik dan nyaman bagi warga. Banyak program dan bantuan yang diberikan di sana, bahkan di tengah pandemi covid 19, Kelurahan Oesapa Barat tetap mendapat perhatian.

Turut mendampingi Wali Kota dalam kegiatan tersebut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, Ignasius Lega, SH, Kepala Bappeda Kota Kupang selaku Ketua Pokja PKP Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, SH, PPK Pengembangan Kawasan Permukiman Wilayah I NTT, Team Leader Technical Management Construction Regional 5, Team Leader OSP Region 5 Program Kotaku Provinsi NTT, Koordinator Kota Wilayah I Program Kotaku Provinsi NTT, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Kupang, Camat Kelapa Lima, Lurah Oesapa Barat, Lurah Oesapa, perwakilan dari PT Bumi Selatan Perkasa sebagai kontraktor pelaksana pekerjaan, serta warga pemilik lahan yang terdampak proyek skala kawasan. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Penuhi Kebutuhan Oksigen, Wali Kota Serahkan Bantuan Perangkat Konsentrator Oksigen

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Rumah Tahanan (Rutan) Klas 2B Kupang dan 2 Puskesmas di Kota Kupang yakni, Puskesmas Sikumana dan Puskesmas Bakunase menerima bantuan berupa mesin konsentrator oksigen dari Pemerintah Kota Kupang, Kamis (16/9/2021).

Penyerahan dilakukan oleh Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM., MH., bersama anggota DPRD Kota Kupang, Djainudin Lonek, SH., MH., kepada Kepala Rutan Klas 2B Kupang, Muhammad Rizal Fuadi, A.Md.IP., SH., M.Si., dan para kepala Puskesmas.

Wali Kota Kupang menyampaikan dengan hadirnya mesin ini dapat bermanfaat bagi klinik di Rutan Klas 2B Kupang yang menerima 2 unit dan Puskesmas yang masing-masing menerima 1 unit alat konsentrator oksigen dalam membantu ketersediaan oksigen bagi pasien yang membutuhkan.

“Saya ingin dengan adanya mesin oksigen ini dapat berguna bagi saudara-saudara kita yang sedang sakit dan membutuhkan bantuan oksigen, tapi harapan kami paling utama adalah kita selalu diberi kesehatan oleh Tuhan,” tutur Wali Kota.

Ucapan terima kasih disampaikan Kepala Rutan Klas 2B Kupang atas bantuan 2 unit mesin konsentrator oksigen tersebut. Menurutnya dengan hadirnya alat ini dapat membantu klinik yang berada dalam Rutan. Dengan demikian warga binaan yang mengalami keluhan terkait masalah pernapasan maupun kekurangan oksigen dapat terbantu dengan alat tersebut.

Perangkat konsentrator oksigen ini dapat bekerja dengan menyambungkannya ke stopkontak listrik. Cara kerja alat ini adalah menyaring udara di ruangan yang awalnya terdiri dari 80 persen nitrogen dan 20 persen oksigen. Lalu konsentrator oksigen menggunakan udara itu, kemudian menyaringnya dan diubah menjadi 90 hingga 95 persen oksigen murni. Nitrogen dipisahkan untuk memberi pasien dosis oksigen setinggi mungkin.

Alat konsentrator oksigen dilengkapi dengan panel untuk mengatur kadar oksigen yang dibutuhkan oleh pasien. Selanjutnya, pasien dapat menggunakan kanula hidung atau masker khusus yang terhubung pada alat tersebut. (*PKP_chr)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Rayakan HUT Ke-76, PMI Kota Kupang Gandeng Pegadaian Syariah Vaksin 1.000 Warga Kota Kupang

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Dalam rangka merayakan HUT Palang Merah Indonesia (PMI) ke-76, PMI Kota Kupang berkolaborasi dengan PT Pegadaian menggelar vaksinasi massal. Vaksinasi belangsung selama dua hari sejak Kamis (16/9/2021) hingga Jumat (17/9/2021) bertempat di halaman kantor cabang Pegadaian Syariah, Kelurahan Oebobo.

Ketua PMI Kota Kupang, dr. Hermanus Man dalam sambutannya pada puncak perayaan HUT PMI ke-76 yang berlangsung di lokasi vaksinasi, Jumat (17/9/2021) menyampaikan terima kasih kepada PT Pegadaian sebagai bagian dari Kota Kupang, yang telah berkontribusi mendukung upaya percepatan vaksinasi. Diakuinya PMI sebagai organisasi kemanusiaan selama ini mendapat dukungan dari berbagai pihak dalam menjalankan misinya. Salah satu mitra yang selalu setia mendukung PMI adalah PT Pegadaian. “Sebagaimana slogannya, mengatasi masalah tanpa masalah, PT Pegadaian telah membantu PMI dan Pemkot Kupang dalam mengatasi masalah covid 19 lewat vaksinasi massal ini,” imbuhnya.

Tentang PMI, dr. Herman yang juga adalah Wakil Wali Kota Kupang menuturkan satu bulan setelah proklamasi kemerdekaan RI, 17 Agustus 1945 terbentuklah Palang Merah Indonesia (PMI) pada 17 September 1945. Pemerintah Indonesia mendirikan PMI dengan tiga tugas pokok antara lain untuk menangani masalah kesehatan, mengurus donor darah dan untuk mengurus bencana.

Ditambahkannya kasus covid 19 ini termasuk bencana. Bencana itu bisa dicegah salah satunya dengan vaksinasi. Saat ini vaksinasi di Kota Kupang mencapai 65% dan diperkirakan akhir September ini sudah mencapai 70% atau bahkan lebih. Dengan pencapaian itu diharapkan warga Kota Kupang mencapai kekebalan kelompok (herd immunity), sehingga warga bisa lebih leluasa beraktivitas.

Deputi Bisnis PT Pegadaian Area Kupang, Imam Subekti saat membuka vaksinasi massal sehari sebelumnya menyampaikan terima kasih kepada PMI Kota Kupang yang sudah mendukung vaksinasi massal yang diinisiasi oleh PT. Pegadaian. Dijelaskannya sebagai BUMN, agen peningkatan perekonomian masyarakat, PT Pegadaian selain menjadi pelaku bisnis yang mencari laba juga memilik tugas sebagai agen pemberdayaan masyarakat melalui CSR, bina lingkungan dan dana kebajikan umat. Dana kebajikan umat merupakan sumbangan dari nasabah yang tekumpul diberdayakan dan dikembalikan kepada masyarakat, salah satunya melalui vaksinasi. Dia berharap vaksinasi massal yang mereka gelar bisa membantu Pemkot Kupang dalam mengatasi pandemi covid 19.

Vaksinasi yang digelar PT Pegadaian bekerja sama dengan PMI Kota Kupang itu menargetkan 1000 orang penerima. Vaksin sinovac diperuntukkan bagi warga usia 12-17 tahun, sementara vaksin astrazeneca diperuntukkan bagi warga usia 18 tahun ke atas.

Turut hadir mengikuti acara tersebut, Pemimpin Wilayah VII PT Pegadaian Kanwil Denpasar, Nuril Islamiah. Deputi Bisnis PT Pegadaian Area Kupang, Imam Subekti, Pemimpin Cabang Pegadaian Syariah Kupang, Perwakilan BPBD Kota Kupang, Perwakilan Dinas Kesehatan Kota Kupang, serta Kepala dan Staf Puskesmas Alak. Sehari sebelumnya vaksinasi diberikan oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Naioni. (*PKP_ainun/ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Mentan Akan Kunjungi NTT, Gubernur Usulkan Pembentukan Bio Security dan Bio Industry

NTT AKTUAL. KUPANG. Bertempat di ruang kerjanya, Selasa (21/9/2021) Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menerima audiens Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang, drh. Yulius Umbu Hunggar terkait informasi kunjungan kerja Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo pada 29 September 2021 mendatang.

Gubernur VBL menegaskan agar Jaringan Pertanian Nasional (JPN) yang akan dikukuhkan secara nasional nanti perlu adanya unsur Akademisi dan Off taker serta sinergikan dengan pendamping yang dimiliki.

“Bicara tentang nomenklatur jaringan untuk kepentingan pertanian maka perlu adanya unsur Akademisi dan Off Taker dalam JPN serta lima orang pengurus setiap kabupaten, di cek lagi tugasnya apa saja, kemudian dikolaborasikan dengan pendamping Program TJPS,” tegas Gubernur Viktor

Gubernur Viktor menginstruksikan Kepala Dinas Pertanian Dan KP, Dinas Peternakan kolaborasi bersama Stakeholder terkait untuk menyiapkan usulan Bio Security dan Bio Industry serta Skenario Penanganan Penyakit African Swine Fever (ASF) pada ternak Babi di NTT.

“Dalam rangka kunjungan kerja nanti, Kadis Pertanian dan Kadis Peternakan agar berkolaborasi dengan stakeholder terkait untuk menyiapkan usulan Bio Security dan Bio Industry untuk pertanian NTT termasuk usulan Laboratorium Kesehatan Hewan sebagai upaya penanganan penyakit ASF pada hewan ternak Babi di NTT,” jelas Gubernur Laiskodat

Sementara itu, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang, drh. Yulius Umbu Hunggar melaporkan terkait persiapan dan agenda Kunjungan Kerja Bapak Menteri Pertanian di NTT.

“Bapak Gubernur, dapat kami sampaikan, Kunker Bapak Menteri tanggal 29/9 mendatang, terdapat lima agenda yang dilaksanakan yaitu: 1) pengukuhan secara nasional JPN se Indonesia secara virtual, 2) Kegiatan Pelepasan Ekspor, 3) Penandatanganan MOU antara Menteri Pertanian RI dan RDTL terkait pengembangan dan pemasaran hasil pertanian, 4) Peresmian dan penandatanganan prasasti Instalasi Karantina Hewan Tenau, 5) Menyaksikan penandatanganan MOU BKP kelas I Kupang, SKP kelas II Ende dan Dinas Peternakan Provinsi NTT terkait pengendalian ASF di NTT,” ungkap Yulius. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Pertunjukan Rakyat “Indonesia Sehat, Ekonomi Bangkit” Sukses Diselenggarakan Kominfo

NTT AKTUAL. JAKARTA. Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemkominfo RI) sukses menyelenggarakan acara Pertunjukan Rakyat ‘Indonesia Sehat, Ekonomi Bangkit’ dengan mengusung tema besar yaitu “Peran Milenial Dalam Menjaga Nilai Budaya di Era Digital”, Sabtu (18/9/2021).

Acara yang diselenggarakan secara langsung di The Sultan Hotel & Residence Jakarta ini juga berlangsung via Zoom dan disiarkan pula melalui Channel YouTube Kemkominfo TV.

Acara ini diisi Keynote Speech via Zoom oleh Plt. Direktur Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik Kominfo RI, Bambang Gunawan. Selain itu turut hadir sebagai pembicara dalam kegiatan ini yakni, Ketua Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Jakarta Pusat Fauzan Fadel Muhammad. Hadir pula sebagai narasumber lainnya yakni dr. Kristin Tjandra.

Acara ini dipandu oleh Host Jeremy Teti dan Bella Fauzi. Turut pula dimeriahkan oleh penampilan bintang tamu Dian Sorowea serta musik yang diisi oleh Boma & Friend’s.

Pada kesempatan ini Plt. Direktur Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik Kominfo RI, Bambang Gunawan mengatakan teknologi komunikasi dan informasi di Indonesia semakin berkembang pesat. Saat ini hampir semua orang memiliki akses yang mudah untuk memperoleh informasi melalui internet. Hal ini dibuktikan oleh angka penetrasi pengguna internet di Indonesia yang mencapai 73,3 persen (73,3%). Data ini merupakan data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia Tahun 2020.

Dengan jumlah penduduk 270,20 juta jiwa hasil sensus penduduk tahun 2020. Dimana 64,69 persen (64,69 %) merupakan Milenial yang lahir pada tahun 1981 sampai dengan tahun 2013. Para Milenial ini juga merupakan pengguna internet terbesar di Indonesia. “Mereka pada umumnya belum mempunyai kecakapan yang memadai dalam memanfaatkan internet dan Media digital yang dapat memberikan nilai tambah bagi pengguna nya”, jelas Bambang Gunawan.

Sehubungan dengan hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika baru-baru ini telah meluncurkan program ‘Literasi Digital’ untuk meningkatkan kemampuan dan pemahaman masyarakat termasuk para Milenial dalam penggunaan teknologi informasi dan internet yang benar, tambahnya.

Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang kaya akan budaya dan oleh sebab itu hendaklah para generasi muda dan Milenial dapat selalu menjaga serta melestarikan budaya bangsa Indonesia.

“Dizaman sekarang dimana kemajuan teknologi telah maju sedemikian pesat, tidak seharusnya kita lalai dengan peninggalan-peninggalan budaya. Kemampuan teknologi internet dengan   kemampuannya menembus batas-batas geografis bahwa seakan dunia tak berjarak bukanlah penghalang untuk selalu melestarikan budaya kita sendiri,” ujar Bambang Gunawan.

Ada beberapa catatan kecil untuk generasi Milenial terhadap budaya bangsa Indonesia di tengah maraknya teknologi informasi. Catatan tersebut antara lain adalah :

  1. Generasi Milenial harus bisa menjaga budaya tradisi asli bangsa Indonesia, karena itu adalah identitas dan bernilai luhur dari nenek moyang bangsa Indonesia.
  2. Kemajuan teknologi justru bisa kita manfaatkan untuk mengemas secara kreatif budaya asli Indonesia untuk diperkenalkan di dunia internasional.
  3. Budaya asli Indonesia bukanlah hal yang kuno dan ketinggalan zaman, justru akan bernilai positif jika bisa dengan kreatif ditampilkan dan diperkenalkan kepada dunia. Banyak orang asing yang belajar tentang budaya Indonesia dan telah membuktikannya bahwa budaya Indonesia mempunyai nilai yang tinggi. (*)

Portal Berita Online