Jelang Natal Penjabat Wali Kota Kupang Rutin Sidak Pasar

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh, S.H. bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah Kota Kupang (TPID) berupaya keras mengendalikan harga pasar menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru (Nataru). Inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pasar dan distributor secara rutin dilakukan untuk memantau perkembangan harga dan ketersediaan stok. Selasa (6/12/2022), bersama sejumlah pimpinan perangkat daerah dan stakeholder terkait, Penjabat Wali Kota melakukan pemantauan di Pasar Oebobo, pabrik tahu dan distributor telur. Turut mendampingi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kupang, Ramly K. T. Kusumo, SP., M.AP, Asisten Manager Perencanaan Operasional dan Data Pangan Bulog NTT, Norin Samma, serta Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, Ignasius Lega, S.H.

Pemantauan berawal dari Pasar Oebobo, Kelurahan Fatululi, di mana Penjabat Wali Kota berkesempatan menyapa langsung para pedagang sambil menanyakan harga bahan makanan seperti daging ayam, bawang dan tomat. Dari hasil pemantauan ditemukan kenaikan harga barang hingga Rp 5 ribu rupiah. Kenaikan harga diakibatkan stok yang berkurang dan adanya kenaikan biaya pengangkutan barang dari produsen ke pasar.

Selanjutnya Penjabat Wali Kota bersama rombongan sempat singgah di Pabrik Tahu Pink Jaya, Kelurahan Oebufu. Pemilik pabrik yang ditemui mengakui ada kenaikan harga tahu akibat kenaikan harga kacang kedelai impor, dari semula Rp 400 ribu/karung (isi 50 kg) naik bertahap Rp 25 ribu setiap bulan hingga sekarang mencapai Rp 700 ribu/karung.

Pemantauan berakhir di gudang distributor telur milik H. Muhammad, M.S. di Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM). Oleh distributor dijelaskan bahwa telur saat ini mereka jual dengan harga Rp 60 ribu/papan. Dikawatirkan akan mengalami kenaikan harga, karena permintaan menjelang Natal akan tinggi sementara stok terbatas.

Dalam rapat evaluasi yang dilaksanakan usai melakukan pemantauan, Penjabat Wali Kota menegaskan menjelang Natal, sidak pasar perlu secara rutin dilakukan bersama stakeholder terkait termasuk TNI dan Polri untuk turut mengawasi, guna mencegah kenaikan harga yang tidak terkendali dan merugikan masyarakat. Yang perlu mendapat perhatian serius adalah komoditi yang didatangkan dari luar daerah, seperti telur, daging ayam dan beras. Petugas lapangan harus turun setiap hari memantau perkembangan harga barang di pasar. Pemantauan juga menurutnya penting untuk melihat faktor-faktor yang mempengaruhi kenaikan harga sehingga dapat diintervensi. Apakah karena soal stok di distributor yang terbatas, atau kah karena kenaikan biaya pengangkutan barang dari produsen hingga ke pasar. Penjabat juga minta dukungan Bulog perlu bekerja sama dengan para distributor dan pengecer untuk membantu mengendalikan harga barang kebutuhan pokok lewat operasi pasar.

George juga menyinggung peluang kerja sama Pemkot Kupang dengan Bulog yang dapat berperan sebagai distributor penyalur sebagai tindak lanjut kesepakatan kerja sama yang baru disepakati dengan Pemerintah Kabupaten Blitar, Jawa Timur dan Kabupaten Bangli, Bali, khusus soal pasokan telur.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kupang, Ramly K. T. Kusumo, S.P. M.AP. pada kesempatan yang sama menyampaikan fenomena kenaikan harga barang kebutuhan pokok menjelang hari besar keagamaan sudah biasa terjadi. Senada dengan Penjabat Wali Kota menurutnya yang perlu dilakukan saat ini adalah fokus pada komoditas yang naik harga, dengan memastikan ketersediaan stok yang didatangkan dari luar, serta menjalin kerja sama dengan daerah luar sebagai pemasok, sehingga paling lambat 1 minggu sebelum Natal harga barang di pasar sudah terkendali. Diakuinya, perlu ada upaya yang lebih keras untuk memastikan stok telur aman menjelang Natal.

Sementara itu, Asisten Manager Perencanaan Operasional dan Data Pangan Bulog NTT, Norin Samma memastikan Bulog NTT siap mendukung upaya Pemkot Kupang dan siap untuk membahas lebih lanjut rencana kerja sama tersebut. Menurutnya yang perlu menjadi perhatian serius saat ini untuk pengendalian harga adalah bagaimana memastikan barang kebutuhan pokok yang dipasok dari luar bisa cepat sampai di Kupang sehingga stok tetap aman. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Pemkot Kupang Perkenalkan Pengembangan Aplikasi Sodamolek dan Aplikasi Si Pejuang

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Pemerintah Kota Kupang memperkenalkan pengembangan Aplikasi Sodamolek dan Aplikasi Si Pejuang (Sistem Informasi Persetujuan Ruang) yang berkaitan dengan pelayanan publik kepada masyarakat Kota Kupang. Sosialisasi berlangsung di Aula Garuda Kantor Wali Kota Kupang, Selasa (6/12/2022) disaksikan langsung oleh Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh, SH. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, SE, M.Si, Kepala Dinas Kominfo Provinsi NTT , Drs. Aba Maulaka, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang, Kepala BAPPEDA Kota Kupang, para camat, perwakilan mitra Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kupang serta insan pers.

Aplikasi Sodamolek dan Aplikasi Si Pejuang merupakan rancangan proyek perubahan dari utusan tugas Pemerintah Kota Kupang yaitu Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, Ignasius Repelita Lega, SH dan Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kupang, Wildrian Ronald Otta, S.STP, MM, yang dimentori oleh Sekretaris Daerah Kota Kupang. Proyek perubahan tersebut mengambil tindakan pengembangan aplikasi terkait perizinan di Kota Kupang yang dapat digunakan untuk mempermudah pelaksanaan pelayanan publik yang nantinya bisa diakses oleh masyarakat Kota Kupang.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, Ignasius Repelita Lega, SH, dalam penjelasannya menyampaikan pengembangan aplikasi Sodamolek dan Si Pejuang merupakan bagian dari teknologi informasi yang juga menjadi bagian dari organisasi pembelajaran yang adaptif dengan kebutuhan publik. Dasar dari proyek perubahan pengembangan kedua aplikasi tersebut merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 95 tahun 2018 Tentang Sistem Pemerintahan Yang Berbasis Elektronik serta Perwali Nomor 22 Tahun 2021 Tentang Rencana Induk SPBE Lingkup Pemerintah Kota, yang basisnya yaitu pada integrasi tersistem dan kerja kolaboratif. Kedua inovasi tersebut diharapkan juga akan terintegrasi sehingga ke depannya akan menjadi virtual front office bagi pelayanan publik di Kota Kupang secara menyeluruh dan terintegrasi.

Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kupang, Wildrian Ronald Otta, S.STP, MM, menambahkan kehadiran Aplikasi Si Pejuang merupakan jawaban atas kesulitan masyarakat dalam pengurusan PKKPR (Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang) yang outputnya sampai pada PBG (Persetujuan Bangunan Gedung) disesuaikan dengan tata ruang yang ada di Kota Kupang. Dalam aplikasi Si Pejuang, masyarakat dapat memantau sejauh mana dokumen melewati tahapan pengusulan hingga tahap akhir proses verifikasi terkait PKKPR dan PBG yang mana dalam aplikasi tersebut melibatkan Kantor Pertanahan dan Dinas Pekerjaan Umum yang membidangi tata ruang di Kota Kupang sehingga penyesuaian tata ruang akan langsung diadaptasi oleh aplikasi.

Sedangkan tentang pengembangan aplikasi sodamolek, Andre menjelaskan berasal dari bahasa Rote yang memiliki arti ‘salam sejahtera”. Sodamolek dalam konteks transformasi budaya berkaitan dengan komitmen pemberian pelayanan dan komitmen menyejahterakan masyarakat. Sodamolek sendiri telah mencapai kompetisi inovasi pelayanan publik top 40 dan Indonesia inovation award tahun 2019. Sodamolek terbaru yang telah dikembangkan memberikan akses layanan baru yaitu untuk fitur administrasi publik, fitur untuk sistem informasi manajemen puskesmas fitur pemantauan harga pasar untuk membantu pemerintah dalam mengetahui laju inflasi yang terjadi di Kota Kupang serta fitur tambahan laporan penanganan sampah dan keamanan yang terkoneksi langsung dengan stakeholder terkait dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Kepolisian, serta fitur tambahan untuk Brigade Kupang Sehat dan pemadam kebakaran. Aplikasi sodamolek yang baru dikembangkan juga menyediakan fitur layanan laporan 15 menit sebelum dan sesudah berkantor, terkait dengan aktivitas pembersihan oleh seluruh pegawai pemerintah Kota Kupang yang selanjutnya semua perangkat daerah akan diberikan user untuk dapat mengakses penggunaan aplikasi pengembangan sodamolek yang baru untuk dapat melakukan penginputan.

Penjabat Walikota Kota Kupang George Melkinus Hadjoh,SH, yang turut mengikuti sosialisasi kedua aplikasi tersebut minta agar sebelum aplikasi tersebut dilaunching, harus dimulai dengan sosialisasi bahwa pemerintah akan memiliki aplikasi yang bisa menjawab berbagai macam kepentingan masyarakat yang berkaitan dengan pelayanan publik. Menurutnya sebelum melaunching pengembangan aplikasi Sodamolek dan aplikasi Si Pejuang juga perlu dilihat sejumlah hal penting yang perlu untuk menjadi perhatian terkait penggunaan dua aplikasi tersebut agar mengintegrasikan secara sistematis yaitu data inflasi, pelayanan publik, data stunting, sistem informasi kesehatan dan hal-hal penting lainnya yang menjadi masukan untuk segera diperbaiki dan integrasikan. Masukan-masukan yang didapatkan dalam sosialisasi bertujuan untuk memperkaya sistim aplikasi Sodamolek dan aplikasi Si Pejuang. Apa yang dilaksanakan hari ini masih dalam tahapan menghimpun input atau masukan sebagai bahan evaluasi, sehingga pada saat dilaunching dua aplikasi tersebut sudah bisa menjawab kebutuhan-kebutuhan walaupun tidak secara menyeluruh kebutuhan tersebut terakomodir, namun aplikasi tersebut dapat untuk membantu kebutuhan dan kepentingan masyarakat dalam peningkatan pelayanan publik tertentu pada kantor pelayanan publik milik pemerintah menjadi lebih inovatif dan efisien.

“Ini kita belum launching. Ini bagian dari upaya memperkenalkan dan juga menyampaikan informasi bahwa ke depan nanti Pemerintah Kota Kupang memiliki satu sistem yang bisa diakses oleh masyarakat Kota Kupang, dibantu oleh teman-teman mitra untuk bagaimana segala macam kebutuhan pelayanan publik, pelayanan kesehatan, pelayanan administrasi pemerintahan, kemasyarakatan dan pembangunan dapat diakses secara cepat di sini dan langsung di aplikasi ini,” ungkapnya. Menurutnya ini bagian dari proses, sehingga masukan dari pihak lain yang ada ini akan memperkaya sistem ini, lalu dibuat sedemikian rupa sehingga terhubung dengan seluruh hotel, restoran, rumah makan serta apapun yang ada hubungannya dengan pajak dan retribusi akan bisa terpantau.

Lebih lanjut dikatakan sebagai media kerja, maka pengembangan aplikasi sodamolek dan Si Pejuang masih perlu uji publik berulang-ulang. Karena untuk menjadi satu sistem aplikasi pemerintah, aplikasi harus mampu mengakomodir berbagai macam kepentingan yang dikehendaki oleh masyarakat sehingga jika diperlukan maka harus juga dilibatkan pakar informatika, pakar ekonomi supaya memberikan input dan bisa mendesain sistem tersebut, sehingga benar-benar bisa dipakai dan mampu mengikuti dinamika kebutuhan masyarakat secara terkini. George menambahkan diperlukan motivasi dan itikad baik untuk mendukung pengembangan sistem aplikasi Sodamolek dan aplikasi Si Pejuang sehingga bisa mengakomodir berbagai pekerjaan penting termasuk upaya penyelesaian masalah persampahan di berbagai lokasi di Kota Kupang, yang memungkinkan untuk bisa diakses dalam aplikasi agar cepat mendapat penangan oleh Pemerintah Kota Kupang melalui dinas terkait. (*PKP_rdp)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Meriahkan HUT Pos Kupang dan Dharma Wanita, Sekda Buka Lomba Menggambar dan Mewarnai

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, SE, M.Si, membuka kegiatan Lomba Menggambar dan Mewarnai untuk siswa-siswi TK dan SD se-Kota Kupang dalam rangka HUT Pos Kupang Ke-30 dan HUT Dharma Wanita ke-23. Lomba yang diikuti oleh ribuan anak itu berlangsung di GOR Oepoi, Sabtu (03/12/2022).

Hadir dalam kegiatan ini Pimpinan PT. Timor Media Grafika, Margaretha Iin Wahyuningrum, Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi NTT, Ny. Narwasty Danga Hinda, Ketua DWP Kota Kupang, Ny. Lousje Marlinda Funay – Pellokilla.

Dalam sambutannya Sekda menyampaikan atas nama Pemerintah Kota Kupang saya ingin mengucapkan selamat dan proficiat kepada Harian Umum Pos Kupang yang pada tanggal 1 desember kemarin merayakan ulang tahun yang ke-30.

Dia berharap di usia yang ke-30 ini Pos Kupang terus konsisten dengan visinya untuk menyajikan informasi terbaik dan benar serta fokus mencerdaskan masyarakat, membuka isolasi berpikir dan menjadi kontrol sosial masyarakat terhadap pemerintah.

Sekda juga berharap Pos Kupang yang saat ini sudah mampu bersaing dalam era digital dengan memanfaatkan berbagai platform media sosial untuk menyajikan informasi dengan cepat dan akurat bisa menjangkau semua kalangan, termasuk anak-anak generasi penerus bangsa.

Kegiatan lomba mewarnai dan menggambar ini menurutnya menjadi bukti bahwa Pos Kupang tidak hanya fokus dengan penyajian data dan informasi, tapi juga memiliki tanggung jawab moril untuk berperan serta mencerdaskan generasi bangsa yang kreatif dan berkarakter.

Pada kesempatan yang sama Sekda juga mengucapkan selamat Ulang Tahun Dharma Wanita Persatuan (DWP) ke-23. Menurutnya momentum ini bertujuan mengingatkan ibu-ibu yang tergabung dalam organisasi Dharma Wanita Persatuan, bahwa mereka tidak hanya sekedar sebagai pendamping suami, pendidik dan pendamping anak-anak tapi juga perlu meningkatkan perannya untuk ikut berpartisipasi dan berkontribusi dalam pembangunan di daerah ini, sesuai bidang dan keterampilannya masing-masing.

Ketua Panitia Lomba Menggambar dan Mewarnai, Sari Novita Safur menyampaikan jumlah peserta lomba seluruhnya 1600 anak. Peserta dibagi dalam tiga kelompok, yaitu kelompok TK/PAUD, kelompok SD Kelas 1-3, dan kelompok SD kelas IV –kelas VI. (*PKP_ans/NA)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

Penjabat Wali Kota Kupang Berkantor di Manutapen, Warga Minta Perbaiki Jalan Rusak

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Warga Kelurahan Manutapen minta Pemerintah Kota Kupang segera memperbaiki jalan di wilayah mereka yang rusak akibat pekerjaan pemasangan pipa SPAM Kali Dendeng. Permintaan tersebut disampaikan Ketua LPM Kelurahan Manutapen, Semuel Hauteas, saat Penjabat Wali Kota Kupang berkantor di Kelurahan Manutapen, Kamis (02/12/2022).

Hadir mendampingi Penjabat Wali Kota Kupang, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Sekda Kota Kupang, Jeffry E. Pelt, SH, para Staf Ahli Wali Kota Kupang, para Pimpinan Perangkat Daerah Lingkup Kota Kupang, Camat Alak dan para lurah sekecamatan Alak, beserta tokoh masyarakat setempat.

Menanggapi permintaan tersebut, Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh, SH langsung minta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kupang untuk segera membangun koordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti kontraktor SPAM Kali Dendeng dan Balai Jalan untuk melihat persoalan ini secara serius. Dia mengakui hingga saat ini infrastruktur publik seperti jalan dan drainase di sejumlah kelurahan belum memadai. Ada yang rusak karena adanya penggalian untuk pemasangan pipa, sebagian butuh peningkatan kapasitas jalan dan sebagian lagi perlu dibangun baru.

Lebih lanjut dikatakan, saat ini Kota Kupang juga masih memiliki persoalan tentang tingkat kesadaran masyarakat yang masih tergolong rendah dengan buang sampah sembarang. Perilaku ini menurutnya menjadi fenomena yang perlu mendapat solusi agar kota kita jauh lebih baik dari waktu ke waktu. Tidak disadari bahwa perilaku buang sampah sembarang menjadi salah satu penyebab adanya genangan air yang cukup banyak di beberapa tempat pada saat intensitas hujan cukup tinggi sebagai akibat dari tersumbatnya saluran drainase, yang pada suatu saat bakal menjadi sarang penyakit yang membahayakan warga.

Pada kesempatan yang sama Penjabat Wali Kota Kupang menyampaikan beberapa hal terkait dengan program Pemerintah Kota ke depan, antara lain penanaman sorgum, kelor, budidaya perikanan air tawar, ternak ayam pedaging dan ayam petelur di tanah milik Pemkot dan masyarakat yang telah dimulai beberapa waktu lalu. George juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan setiap lahan pekarangan rumahnya dengan mengembangkan pertanian hortikultura (cabai, tomat dan sayur-mayur) sebagai sebuah gerakan bersama. Menurutnya ini penting dilakukan agar mampu menekan laju inflasi sekaligus siap menghadapi isu resesi ekonomi tahun depan.

Kepada para pimpinan perangkat daerah, Penjabat Wali Kota menegaskan agar setiap usulan masyarakat yang disampaikan segera disikapi dengan melihat urgensi persoalannya. “Jika bisa ditangani segera maka langsung diselesaikan tidak perlu ditunda-tunda. Sedangkan untuk usulan yang membutuhkan biaya besar dicatat oleh masing-masing dinas kemudian diusulkan pada pembahasan anggaran berikut,” tegasnya.

Sementara itu pada saat yang sama Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Kupang, Maxi Dethan menjelaskan bahwa telah ada pertemuan koordinasi antara PUPR Kota Kupang, Balai Jalan serta Pemerintah Provinsi NTT. Koordinasi para pihak tersebut telah disepakati untuk membagi kewenangan dalam menyelesaikan beberapa hal sekaligus antara lain jalan dan drainase. “Kami telah menyepakati untuk membagi kewenangan, apa yang menjadi kewenangan Provinsi akan diselesaikan oleh Provinsi, begitu juga Pemkot dan Balai Jalan akan menyelesaikan persoalannya masing-masing sesuai kewenangannya. Sedangkan yang menjadi kewenangan kota, akan segera dilakukan survei oleh PUPR Kota Kupang bersama pemerintah kelurahan,” ungkapnya.

Selain perbaikan infrastruktur jalan dalam pertemuan tersebut sejumlah usulan lain disampaikan oleh ketua LPM Kelurahan Manutapen, sebagai rangkuman hasil rapat bersama dengan perangkat RT dan RW setempat, antara lain terkait pelayanan instalasi air bersih pipa PDAM (SPAM Kali Dendeng), koordinasi dengan Pemprov NTT berkaitan dengan Kawasan Kehutanan RI yang telah ditempati oleh masyarakat. Warga juga minta Pemkot Kupang memperhatikan kesempatan kerja bagi pemuda Kelurahan Manutapen di PDAM pasca berakhirnya pembangunan proyek SPAM tersebut, lampu penerangan jalan, TPS, tembok penahan jalan di RT 03 dan 16, jalan setapak, pertanian hidroponik memanfaatkan embung yang sudah ada serta bedah rumah tidak layak huni bagi masyarakat. (*PKP_jms/NA)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Editor : Nataniel Pekaata

Hasilkan Puluhan Juta Sekali Panen, Noebaun Desa Binaan Bank NTT Jadi Inspirasi

NTT AKTUAL. KEFAMENANU. Desa Noebaun, Kecamatan Noemuti Kabupaten TTU, adalah satu dari lima desa yang direkomendasikan oleh Bank NTT Cabang Kefamenanu, untuk mengikuti kompetisi antar desa dalam Festival Desa Binaan Bank NTT dan Festival PAD Tahun 2022 dan pada Sabtu (19/11/2022) juri festival, Stenly Boymau, berkunjung ke desa itu.

Disana, juri hendak mengkonfirmasi kembali kesiapan mereka dalam mengikuti kompetisi paling spektakuler yang dihadirkan oleh Bank NTT. Didampingi dua pendamping dari Direktorat Kredit kantor pusat, yakni Echni Marisa Killa dan Ronald Lede, serta Berty Nope dan tim dari Cabang Kefamenanu, mereka diterima secara adat oleh tokoh masyarakat setempat. Disana sudah hadir Penjabat Kepala Desa Noebaun, Apriana M Ninu, Ketua Kelompok Pelita Hati Oeluan, Yosef Juan Heli, Charles selaku staf pada Dinas Pertanian TTU, para tokoh adat, tokoh masyarakat dan anggota kelompok.

Juri Stenly Boymau dan Pj Kepala Desa Noebaun, Apriana Ninu , Ketua Kelompok Tani, Yosef Juan Heli serta warga setempat saat foto bersama di kios organik milik warga. Dokumentasi : Tim Bank NTT

Ada yang menarik dari penyambutan juri kali ini, yakni Stenly dan rombongan diterima secara adat, melalui tutur adat Natoni, serta pengalungan selendang. Usai prosesi, dilanjutkan dengan pertemuan yang berlangsung di Lopo Dia@ BISA yang difasilitasi oleh Bank NTT, terletak di dekat tempat wisata Oeluan, TTU.

Saat itu Pj Kades Nebaun, Apriana Ninu menjelaskan sedikit mengenai profil desa dan geliat msyarakat yang terus bersinergi dengan aparat pemerintah desa, untuk membangun daerah mereka.

“Kelompok ini adalah kelompok yang selalu kami jadikan sebagai teladan bagi masyarakat lain. Kami memotivasi mereka bahwa, hanya dengan kerja keras, serta kerja cerdaslah kita akan berhasil,”tegasnya menambahkan, Noebaun juga memiliki tanah yang subur sehingga dia menyarankan warganya yang hendak menjadi tenaga kerja ke luar daerah untuk datang dan belajar dari usaha yang dibangun oleh Yosef Juan Heli. Ada 401 KK di desanya, dan hampir semuanya adalah petani.

“Saya motivasi warga untuk jangan lagi kerja jadi buruh di luar, kan disini ada Bank NTT yang siap membiayai kita. Petugas Bank NTT ramah dan mereka memberi solusi, seperti pendampingan waktu tanam, membantu dalam kemasan hingga penjualan. Mereka datangkan pembeli,”ujarnya serius.

Dia merasa senang, karena ibu-ibu sudah terlibat dengan beraneka kerajinan baik tenunan, gerabah, maupun tanaman holtikultura. Diakui, masyarakat butuh panutan dan mereka sudah melihat keberhasilan warga, dan inilah motivasi terbaik bagi mereka untuk memulai.

Sementara ketua kelompok Pelita Hati, Josef Juan Heli kepada juri mengisahkan bahwa dia memulainya ketika sedag berada di SoE. Saat itu dia direkrut sebuah LSM internasional yang punya program pendampingan terhadap generasi muda. Setelah dikaji, maka program pertanian holtikultura sangat tepat sehingga Yosef menjadi salah satu anggota. Lalu dia kembali ke Kefamenanu, tepatnya Noebaun untuk memulai usahanya. Kebunnya yang tak begitu luas, digarapnya. Tak sejengkalpun dia lepas, semua ditanami aneka tanaman sayuran maupun buah-buahan dengan pola taman menggunakan sistem irigasi tetes.

“Awalnya saya dengan mama yang memulai usaha ini. Namun semakin berkembang. Kami juga sudah datang ke beberapa lokasi dan beri motivasi seperti kemarin baru dengan Sinode GMIT, disana kami bicara di seratus pendeta mengenai metode penanaman yang tepat,”jelas Juan sembari menambahkan, kini sudah banyak warga yang mau bergabung setelah melihat pola kerja yang benar dan didukung sistem pemasaran yang baik.

Benar saja, di kios organik mereka, terdapat banyak barang dagangan. Sebagian besar hasil pertanian yang mereka kelola, seperti sayur mayur, labu jepang, labu lilin, jagung, semangka, pisang mentah dan yang sudah masak serta masih banyak lagi. Mereka juga menyediakan aneka makanan ringan seperti ubi kayu/singkong yang diolah dengan gula merah sehingga dijadikan  makanan ringan, keripik pisang, keripik ubi, madu batu, dan pisang goreng.

Yang menarik dari kios organik ini, ternyata mereka melayani pembayarannya menggunakan digitalisasi dan semua difasilitasi oleh Bank NTT. Mereka adalah salah satu merchant Qris, sehingga bagi pengunjung yang tidak membawa uang tunai, tinggal melakukan scan pada kode bar yang tersedia.

Tak cukup disitu, juri diajak masuk ke kebun. Dan ternyata luar biasa. Di kebun yang luas itu, seluruhnya dibentuk bedeng-bedeng berdiameter 1 X 4-5 meter. Ada bedeng yang sudah kosong karena baru saja dipanen, sedangkan ada yang masih dipenuhi sayuran maupun cabe.

Belum lagi tanaman labu yang dibentuk melata pada sebuah terowongan bambu, dengan buah labu dan patola berukuran besar yang berjuntai di tengah. Tentu ini menambah sensasi pengunjung yang menyusuri lorong, yang diibaratkan sebagai etalase untuk memamerkan beraneka bentuk buah labu dan patola itu.

Dalam sebuah diskusi di tengah kebun itulah, Juan membeber buah dari hasil kerja kerasnya itu. “Kami baru saja panen semangka pada bulan Oktober, dan saat itu kami undang Pak Wakil Bupati TTU. Semangka kalau sekali panen kami dapat sekitar Rp 30 juta, belum lagi sayur yang juga keuntungannya sangat bagus,”tegas Juan. Menurutnya, sebagai petani dia harus bisa membaca peluang di pasar, sehingga ketika petani lain ramai-ramai menanam satu jenis sayur, dia tidak akan menaman jenis yang sama. Dia baru akan menanamnya ketika merek hampir panen, sehingga ketika stok di pasar habis, dia akan melempar sayur olahannya di pasar. Begitu pula dengan cabe.  “Itu yang saya bilang bahwa petani harus bisa membaca peluang pasar. Dari sinilah dia akan untung,”tegasnya ringan. Dia sudah mencobanya dan berhasil.

Sementara Stenly Boymau, yang tahun ini adalah tahun kedua dilibatkan menjadi juri dengan sejumlah profesor itu, memberi apresiasi atas kerja keras dan cerdas dari kelompok usaha ini. Karena mereka berani memulai sesuatu hal yang baru, yakni menanam dengan hitungan pasar yang cerdas. Apalagi, mereka menanam tanaman yang agak unik, sehingga berdampak pada nilai jual. “Semuanya menggunakan pupuk organik, dan ini sesuatu yang baik. Masyarakat sudah harus bisa memproteksi diri terhadap sayuran dengan pupuk kimia, nah disini Pak Juan dan kelompok tani ini memulai sebuah pola yang baru,”tegas Stenly. Dia mendorong warga setempat untuk jangan berhenti berkreasi, karena lahan mereka masih luas dan Noebaun dikenal sebagai sebuah wilayah yang subur.

“Kelompok tani ini hendaknya menjadi embrio untuk lahirnya kelompok yang lain. Jangan takut untuk memulai, karena Bank NTT siap menjadi mitra, kita punya fasilitas kredit yang murah, tanpa agunan dan tanpa bunga. Tidak hanya disitu, Bank NTT akan terus mendampingi pada packaging hingga penjualan. Jangan ragu, kita ada banyak event dan selalu melibatkan UMKM sebagai mitra, sehingga kami bisa pastikan bahwa seluruh hasil pertanian atau produknya akan laku karena difasilitasi dengan pembeli,”ujar konsultan Humas Bank NTT ini. Bank NTT menurutnya memfasilitasi petani agar produknya masuk ke kanal-kanal penjualan yang dijual secara online dengan harga bersaing.

“Kelebihan kelompok ini adalah menjual hasil pertanian dengan pupuk organik. Nah ini perlu dikampanyekan kepada publik bahwa kita menjual sayuran serta aneka buah-buahan sehat, tanpa pupuk kimia. Masyarakat diedukasi mengkonsumsi makanan sehat, apalagi letak usaha ini di jalur Jalan Timor Raya atau trans Timor, ini sangat memudahkan pemasarannya,”ujarnya. (Tim Bank NTT)

Latih UMKM di Mbay Buat Kemasan Produk Menarik, Bank NTT Hadirkan Pelatih Berkualitas

NTT AKTUAL. MBAY. Bank NTT kantor pusat dan Cabang Mbay, bekerjasama dengan Pemkab Nagekeo serta Tim Penggerak PKK Nagekeo, menggelar pelatihan pembuatan kemasan makanan olahan guna peningkatan pendapatan ekonomi keluarga tingkat Kabupaten Nagekeo, Kamis (24/11/2022) di Mbay.

Acara yang dibuka oleh Bupati Nagekeo yang diwakili  oleh Asisten Bidang Kesra beserta Ibu Tuti sebagai ketua Team Penggerak PKK Kabupaten Nagekeo ini diikuti 30 orang pengurus Tim Penggerak PKK seluruh Nagekeo.

Menariknya, pelatihan yang berlangsung di aula kantor bupati, di Mbay ini menghadirkan narasumber berkulitas. Mereka antara lain Mulyadi Zaenal Abdullah yang adalah Freelance Design Grafafis lebih dan sudah berpengalaman lebih dari 10 tahun. Dia juga sejauh ini berkonsentrasi pada design, branding dan printing, dan juga salah satu penggagas Update Design. Dan narasumber kedua, Leader Ismail, yang juga sudah 10 tahun lebih bergelut di bidang Desain Grafis. Leader juga adlah pimpinan Update Design Kupang, serta Instruktur Desian Grafis Lembaga Pelatihan Kerja dan Instruktur Swasta Desain Grafis UPTD – BLK Provinsi NTT.

Peserta dilatih tentang cara membuat kemasan yang memiliki daya saing, serta lengkap dengan identitas produk sehingga menarik konsumen. Selain itu mereka diajar untuk pengenalan tentang tujuan branding suatu produk, dasar-dasar design kemasan serta alat dan bahan juga. Bahkan pelatih pun melakuan demonstrasi penggunaan menggunakan mesin sealer. Sat itu peserta diajak membawa produk olahan untuk dilatih membuat kemasan yang sesuai produknya.

Peserta sangat antusias mengikuti materi yang disampaikan oleh narasumber. Terbukti pada tingginya animo merka dalam bertanya. Lagipula pertanyaan yang di lontarkan sangat beragam mulai dari hal fundamental tentang UMKM hingga teknis kemasan, branding dan marketing.

Adapun tujuan  pelatihan desain kemasan ini agar peserta dalam hal ini pelaku UMKM yang didominasi Ibu-Ibu Tim Penggerak PKK dapat membuat kemasan produk sendiri yang lebih menarik dari sisi desain, informasi dan kemasannya. Ini sangat penting agar dapat menarik perhatian konsumen serta meningkatkan omzet penjualan produk para pelaku UKM. (**)

Penjabat Wali Kota Kupang Terima Kunker Komisi I DPRD TTU

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh, SH, menerima kunjungan kerja Ketua dan para Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Pertemuan berlangsung di ruang rapat Penjabat Wali Kota Kupang, Kamis (01/12/2022).

Rombongan Komisi I DPRD TTU dipimpin oleh Ketua Komisi I, Hilarius Ato, SE. Turut mendampingi Penjabat Wali Kota Kupang, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Kupang, Achrudin Rudi Abubakar, S.Sos, M.Si beserta jajaran.

Ketua Komisi I DPRD TTU, Hilarius Ato, SE, menjelaskan tujuan kunjungan kerja mereka kali ini adalah untuk mempelajari sejauh mana Satuan Polisi Pamong Praja Kota Kupang menegakkan Perda di Kota Kupang. Diakuinya meskipun wilayah Kota Kupang terbilang kecil namun jumlah penduduk yang padat dan majemuk tentunya membutuhkan pola yang tepat dalam menegakan perda. Sebagai mitra Satpol PP, Komisi I menurutnya perlu belajar dari Satpol PP Kota Kupang yang sudah cukup sukses dalam menegakan perda.

Selain di Satpol PP, mereka juga berencana melakukan kunjungan kerja ke Sekretariat DPRD Kota Kupang, khususnya di Bagian Risalah dan Persidangan. Diakuinya selama ini untuk proses perekaman risalah persidangan di DPRD TTU masih dilakukan secara manual, yang kurang efektif. Karena itu dalam kunjungan kali ini mereka ingin mempelajari metode ataupun teknologi yang digunakan oleh Setwan Kota Kupang untuk risalah persidangan.

Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh, SH, menyambut baik kunjungan Komisi I DPRD Kabupaten TTU. Mengenai penegakan Perda oleh Satpol PP menurutnya perlu ada komitmen dan tidak boleh ada negosiasi atau tawar menawar. Ditambahkannya, dalam menjalankan tugasnya sebagai penegak Perda, para anggota Satpol PP harus memiliki keberanian. Selain itu mereka juga perlu membekali diri dengan kecerdasan serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sesama. Mantan atlet Kempo itu juga menambahkan, anggota Satpol PP harus memiliki kondisi fisik yang sehat dan bugar, karena itu harus secara rutin dilakukan upgrade untuk mengoptimalkan peran para pegawai yang masih muda. Satpol PP juga menurutnya harus memberi respons yang lebih cepat terhadap keluhan atau pengaduan masyarakat, serta secara aktif melakukan penertiban di pasar dan pada para pedagang kaki lima yang menggunakan trotoar untuk berjualan.

Pada kesempatan yang sama, George juga memaparkan tentang komitmennya sejak awal menjabat yakni menjadikan Kota Kupang sebagai salah satu kota terbersih di Indonesia dan kota yang bebas dari sampah plastik. Diakuinya bersama seluruh ASN setiap hari gencar memotivasi warga untuk selalu menjaga kebersihan kota.

Dia juga menyinggung tentang upaya Gubernur NTT, Victor B. Laiskodat untuk membangun free trade zone di wilayah perbatasan antara Indonesia dan RDTL, khususnya wilayah Wini yang masuk dalam Kabupaten TTU dengan wilayah Oekusi, RDTL. Menurutnya warga TTU perlu mempersiapkan diri agar tidak menjadi penonton saat free trade zone berlaku. Pemerintah Kota Kupang menurutnya siap menawarkan kemungkinan-kemungkinan peluang kerja sama dengan Pemkab TTU. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Ketua Umum Partai Demokrat Akan Berkunjung Ke NTT, Ini Agendanya

NTT AKTUAL. KUPANG. Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan berkunjung ke Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kunjungan ini dilakukan AHY untuk bertemu dengan seluruh kader Partai Demokrat di NTT selama dua hari yakni hari Selasa (06/12/2022) hingga Rabu (07/12/2022).

Hal ini diungkapkan Ketua Panitia Maria Caecilia Stevi Harman kepada wartawan Sabtu (03/12/2022).

Menurut Stevi, panggilan akrabnya, AHY akan berada di Kota Kupang menyapa para kader Partai Demokrat dengan beberapa agenda besar.

“Bapak AHY tidak hanya bertemu dengan kader dan simpatisan Partai Demokrat dalam kegiatan pelantikan para Ketua DPC se- Provinsi NTT, AHY dijadwalkan memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandira tanggal 6 Desember 2022,” ungkap Stevi.

Stevi menyampaikan bahwa berbagai persiapan telah dilakukan DPD Partai Demokrat Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam menyambut kedatangan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Kota Kupang.

“Agendanya, pada tanggal 6 Desember memberikan Kuliah Umum di Universitas Katolik Widya Mandira Kupang yang dihadiri 2.500 mahasiswa. Pada tanggal 7 Desember acara Pelantikan Pengurus DPC dari 22 Kabupaten/Kota di GOR Oepoi Kota Kupang yang dihadiri 5.000 orang,” tandas wanita yang berprofesi sebagai dokter ini.

Ketua DPD Partai Demokrat NTT Leonardus Lelo menerangkan, para kader, simpatisan Partai Demokrat, bahkan masyarakat NTT siap menyambut kedatangan AHY di Kota Kupang.

Rapat koordinasi DPD Partai Demokrat NTT dengan DPC Kota Kupang dan DPC Kabupaten Kupang guna persiapan menyambut kedatangan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Kota Kupang. Dokumentasi : Bakomstra Demokrat NTT

Menurut Leo Lelo, ada kerinduan dan penantian yang mendalam dengan kehadiran putra sulung mantan Presiden SBY itu.

“Tidak hanya para kader dan simpatisan Partai Demokrat yang rindu, bahkan masyarakat NTT siap menyambut kehadiran AHY. Pastinya kesempatan yang berharga bagi kader, simpatisan, bahkan masyarakat NTT dengan kehadiran Ketum Partai Demokrat,” jelas anggota DPRD NTT ini.

Leo Lelo melanjutkan, ada beberapa agenda AHY di Kota Kupang, tak hanya silaturahmi dengan kader dan simpatisan Partai Demokrat, dan juga melantik para Ketua DPC Partai Demokrat se-Provinsi NTT.

“Ada rangkain kegiatan lain DPD jelang pelantikan, yaitu bakti sosial dengan membagikan sembako untuk masyarakat NTT,” ucapnya.

Dalam kunjungannya, AHY akan di dampingi pengurus DPP, di antaranya Sekjen DPP Teuku Riefky Harsya, Kepala BPOKK Herman Khaeron, Wakil Ketua Umum Benny K Harman, dan Wakil Sekjen Jovan.

Untuk di ketahui seperti pantauan wartawan, persiapan pengurus DPD Partai Demokrat NTT dalam menyambut kedatangan AHY adalah melakukan rapat koordinasi dengan DPC Kota Kupang dan DPC Kabupaten Kupang sejak Oktober lalu, serta pengadaan sembako yang dibungkus dengan rapi, serta persiapan pemasangan bendera Partai Demokrat di seluruh Kota Kupang. (Bakomstra Demokrat NTT)

Wakil Gubernur NTT Berikan Apresiasi Kepada Jajaran PUPR

NTT AKTUAL. KUPANG. Bertempat di Lapangan Upacara Kantor Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT pada Sabtu 3 Desember 2022 dilaksanakan Upacara Peringatan Hari Bakti PUPR ke-77 dengan tema, “77 Tahun Bakti PUPR Sigap Membangun Negeri”. Wakil Gubernur NTT Drs. Josef A. Nae Soi MM (JNS) yang bertindak sebagai Inspektur Upacara memberikan apresiasi kepada pihak PUPR yang telah berkontribusi bagi pembangunan di NTT.

“Saya bersama Gubernur atas nama pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat Provinsi NTT mengucapkan Selamat Hari Bakti PUPR Ke-77 di tahun 2022 ini. Juga tentunya apresiasi kepada jajaran PUPR diantaranya untuk seluruh komponen Dinas PUPR dan juga Balai – Balai Kementerian PUPR di Wilayah Provinsi NTT mulai dari pimpinan, pegawai, jajaran dan seluruh mitra kerja yang sudah bekerja keras dalam kontribusi besar terhadap pembangunan infrastruktur di NTT yang sangat bermanfaat bagi kamajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” kata Wakil Gubernur NTT.

“Kita tentunya mengharapkan agar segala bentuk kerja dan kolaborasi bersama satu sama lain tetap terjalin dan solid sebagai kesatuan gerak bersama untuk terus meningkatkan pembanguan di wilayah provinsi NTT ini. Sekali lagi terima kasih yang sebesar-besarnya bagi jajaran PUPR,” tambah Wagub.

“Peringatan Hari Bakti PUPR ke 77 ini merupakan momentum bagi seluruh keluarga besar PUPR untuk terus meningkatkan nilai-nilai dan semangat untuk menjaga kekompakan, disiplin, militansi, pengabdian, dan sportivitas dalam bekerja,” ujar Wagub JNS.

“Satu hal yang saya rasakan dari berbagai upaya yang Bapak/Ibu para insan PUPR lakukan adalah semakin besarnya kepercayaan publik kepada kita semua. Upaya membangun kepercayaan tersebut tidak lahir dari upaya sesaat, tetapi merupakan buah dari kerja keras dan upaya perbaikan menerus. Saya ingin upaya ini melembaga, menjadi nafas dan semangat setiap Insan PUPR dimanapun beradauntuk selalu membangun infrastruktur yang berkualitas baik, berestetika tinggi, dan ramah lingkungan untuk keberlanjutan,” kata Wagub JNS saat menyampaikan Sambutan Menteri PUPR.

Dalam sambutan Menteri PUPR yang dibacakan Wakil Gubernur NTT tersebut juga dijelaskan sepanjang tahun 2022 ini, Kementerian PUPR mendapatkan penugasan khusus dari Presiden Joko Widodo untuk mendukung beberapa
agenda pembangunan diantaranya Penataan Kawasan dan akses untuk untuk mendukung KTT G20 di Bali, Renovasi Taman Mini Indonesia, Penataan Kawasan Labuan Bajo termasuk Pulau Rinca, dan Penataan Kawasan Mandalika untuk penyelenggaraan event Moto GP serta event internasional lainnya.

Adapun juga Kementerian PUPR melanjutkan pembangunan infrastruktur yang menjadi program strategis dan prioritas nasional, seperti Bendungan, Jalan Tol, Irigasi, Sistem Penyediaan Air Minum dan Program Satu Juta Rumah pada tahun 2022 ini, serta melaksanakan program Padat Karya Tunai (PKT) pada tahun 2022 ini untuk mempertahankan daya beli masyarakat dan membantu menyediakan lapangan kerja bagi 611 ribu jiwa.

Seluruh capaian pembangunan infrastruktur PUPR diatas telah turut serta secara nyata dalam upaya memelihara optimisme pemulihan ekonomi pasca Pandemi COVID-19, serta menjaga kepercayaan publik kepada Pemerintah.

Untuk diketahui, dalam upacara tersebut juga dilaksanakan penyerahan Penghargaan Satya Lencana Karya Satya X Tahun juga penghargaan kepada para pensiunan. (*/NA)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Penjabat Wali Kota Ajak Grab Terlibat Tangani Stunting di Kota Kupang

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh, SH, mengajak Grab dan perusahaan jasa transportasi online lainnya yang beroperasi di Kota Kupang untuk mendukung upaya pemerintah menekan angka stunting di Kota Kupang. Permintaan tersebut disampaikan saat menerima audiens sejumlah petinggi Grab di Wilayah Nusa Tenggara, di ruang kerjanya, Kamis (01/12/2022).

Hadir dalam pertemuan ini Head of Business Development Grab Bali Nusra, Ratni Mulyana Nelwan, Manager of Business Development Bali Nusra, Florentina Anggika, Public affairs manager territory East Indonesia, Andi Faramuli Aswari dan City Manager Nusa Tenggara, Aditya Wiwekananda. Turut mendampingi Penjabat Wali Kota Kupang, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Kupang, Ernest S. Ludji, SSTP, M.Si.

Menurut George bentuk dukungan Grab bisa berupa jasa antar jemput barang atau bantuan sosial kepada keluarga bayi stunting di wilayah Kota Kupang. Diakuinya saat ini Pemkot Kupang tengah gencar berupaya menekan angka stunting sesuai arahan Presiden hingga 14 persen. Grab dengan keunggulan aplikasinya yang menjangkau seluruh wilayah Kota Kupang dipercaya dapat membantu pemerintah terutama dalam hal distribusi bantuan. Dia berharap kerja sama tersebut bisa dikolaborasikan dengan stakeholder terkait lainnya termasuk dengan UMKM. Selain untuk penanganan stunting, menurut George, Grab juga bisa berperan mendukung Pemkot Kupang dalam upaya menjaga kebersihan kota. Para pengemudi grab diminta untuk ikut mensosialisasikan kepada para penumpang atau pengguna jasa agar tidak membuang sampah sembarangan, apalagi dari atas kendaraan.

Dia berencana dalam waktu dekat akan memberikan kesempatan kepada pihak Grab untuk mensosialisasikan program atau fitur-fitur layanannya kepada seluruh pimpinan perangkat daerah lingkup Kota Kupang serta pihak terkait termasuk pelaku UMKM. Selain untuk membiasakan para pegawai dengan digitalisasi, dia berharap produk-produk layanan dari Grab bisa dimanfaatkan untuk mendukung program-program kerja perangkat daerah serta usaha para pelaku UMKM.

Head of Business Development Grab Bali Nusra, Ratni Mulyana Nelwan, mengakui kunjungan mereka hari ini selain untuk memperkenalkan diri, juga sekaligus menawarkan kemungkinan kerja sama yang bisa dilakukan Grab untuk mendukung program kerja Pemerintah Kota Kupang. Dia mengapresiasi dan menyambut baik rencana Penjabat Wali Kota Kupang yang akan mempertemukan mereka dengan para pimpinan perangkat daerah dan pelaku UMKM di Kota Kupang. Pihak Grab menurutnya siap mendukung penuh program Pemkot Kupang melalui sejumlah program layanannya. (*PKP_ans)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Portal Berita Online