Wali Kota Pimpin Upacara HUT Ke 50 KORPRI Tingkat Kota Kupang

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Pemerintah Kota Kupang menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 50 Korps Pegawai Negeri Republik Indonesia (Korpri) dengan tema “ASN Bersatu, Korpri Tangguh, Indonesia Tumbuh”, Senin (29/11/2021) bertempat di Lapangan Upacara Kantor Wali Kota Kupang. Bertindak selaku Inspektur Upacara, Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM., MH., dan komandan upacara, Staf Ahli Walikota Kupang Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Thomas Didimus Dagang, S.Sos. M.Si.

Turut Hadir Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man, Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy Priestley Funay, SE., M.Si., para Staf Ahli Wali Kota Kupang, para Asisten Sekda Kota Kupang, para Pimpinan Perangkat Daerah, Camat, Lurah serta perwakilan staf dari masing-masing perangkat daerah.

Selaku pimpinan sekaligus penasihat Korpri di Kota Kupang, Wali Kota menyampaikan dirgahayu ke 50 Korpri kepada seluruh anggota Korpri di lingkungan Pemerintah Kota Kupang dan juga mengucapkan terima kasih atas pengabdian yang tulus bagi terwujudnya pemerintahan dan pelayanan kemasyarakatan serta pembangunan di Kota Kupang.

Selanjutnya Wali Kota mengatakan di tengah kesulitan dan dengan segala keterbatasan di masa pandemi yang kita hadapi bersama, ASN tetap tampil sebagai pemersatu bangsa dan berkontribusi dalam upaya pemulihan di masa pandemi yang belum berakhir. Dalam situasi sulit dan serba terbatas, ASN diharapkan terus bekerja dengan metode baru, bahkan melebur dengan masyarakat menemukan solusi dalam mengatasi kesulitan yang timbul akibat pandemi.

Ditambahkan Wali Kota menjadi suatu kebanggaan karena dalam 2 tahun berturut-turut Pemerintah Kota Kupang dapat meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas keberhasilannya menyusun dan menyajikan laporan keuangan. Menurutnya prestasi ini terwujud berkat kerja keras semua elemen termasuk para anggota Korpri.

“Karena itu di kesempatan yang berbahagia ini saya ingin menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan perjuangan kita semua sehingga kerja keras yang sungguh-sungguh  dapat menghasilkan prestasi luar biasa dan menjadi harapan kita bersama agar prestasi yang kita raih saat ini dapat kita pertahankan ke depan, bahkan lebih ditingkatkan lagi,” harap Wali Kota.

Di akhir sambutannya Wali Kota mengajak agar seluruh ASN dan masyarakat dapat berpartisipasi dalam Gerakan Kupang Hijau melalui aksi tanam pohon dan anakan bagi terciptanya lingkungan yang bersih, asri, hijau dan layak huni untuk kita dan generasi yang akan datang. ASN diharapkan menjadi pelopor dan penggerak dalam hal positif ini. Selain itu memasuki musim penghujan di Kota Kupang, Wali Kota mewajibkan setiap ASN untuk menanam air dengan membuat sumur serapan untuk menampung atau menjebak air hujan agar tidak langsung mengalir ke laut melalui selokan. Hal ini diharapkan dapat membantu dalam upaya mengatasi kekeringan di Kota Kupang. *PKP_chr

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Pertemuan Tahunan BI 2021, Bank NTT Raih Tiga Apresiasi

NTT AKTUAL. KUPANG. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memberikan apresiasi untuk Bank NTT. Apresiasi ini diserahkan langsung oleh Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja kepada Manajemen Bank NTT saat acara pertemuan tahunan BI tahun 2021, yang berlangsung di ruang Nemberala – Kantor Perwakilan BI Provinsi NTT, Rabu (24/10/2021).
Apresiasi ini yaitu meliputi :
1. PT. BPD NTT mendapat apresiasi PTBI sebagai PJSP Bank Pendukung Implementasi QRIS Terbaik Tahun 2021.
2. Bank NTT KCK, mendapat apresiasi sebagai bank penarik Uang Pecahan Kecil Terbanyak di NTT Tahun 2021.
Selain memperoleh apresiasi dari Kantor Perwakilan BI NTT, Bank NTT juga memperoleh apresiasi dari BI Pusat di tingkat Nasional yakni meraih peringkat pertama sebagai Bank Pengelola Kas Titipan Terbaik di daerah 3 T (Terdepan, Terluar, Terpencil) dan Apresiasi ini diperoleh Bank NTT Waikabubak.
Saat ditemui awak Media, Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja mengatakan
“Kami memberikan apresiasi kepada Bank NTT karena memang Bank NTT ini selalu memberikan pelayanan kepada masyarakat hingga daerah-daerah terpencil. Selain itu Bank NTT juga sangat baik dalam mengedarkan uang pecahan,” ujar Kepala Perwakilan BI NTT.
Kepala Perwakilan BI NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja saat menyerahkan apresiasi dalam bentuk plakat kepada Bank NTT, Rabu (24/11/2021).
Dirinya menambahkan diberikannya apresiasi dari Kantor Perwakilan BI NTT kepada Bank NTT KCK karena Bank NTT KCK melayani penukaran uang pecahan kecil masyarakat dengan baik dan banyak juga nasabah-nasabah Bank NTT KCK yang menggunakan uang pecahan.
Kepala Perwakilan BI NTT pada kesempatan ini juga menjelaskan mengapa uang pecahan kecil penting, karena menurutnya uang pecahan kecil ini sangat penting di dalam transmisi tukar menukar barang dan jasa.
Kepala Perwakilan BI NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja
Selain itu dirinya juga sangat memberikan apresiasi karena Bank NTT aktif masuk ke Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk menggunakan QRIS.
“Kita juga bekerjasama dengan Bank NTT untuk melakukan elektronifikasi transaksi Pemerintah Daerah, jadi Agent Of Development dari Bank NTT itu sangat besar perannya, terutama mengelektronifikasi ekonomi dan keuangan daerah,” tuturnya.
Semoga dengan apresiasi ini Bank NTT semakin maju, semakin lebih baik lagi kedepannya untuk menjadi agen pembangunan di Provinsi NTT dan lebih sungguh melayani masyarakat, pungkasnya.
Untuk diketahui pertemuan tahunan BI tahun 2021 ini berlangsung secara Virtual yakni melalui Zoom dan YouTube. (NA)
Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Tahapan Hacksprint Gerakan Nasional 1000 Startup Digital di Kupang

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Tahapan Gerakan Nasional 1000 Startup Digital di Kota Kupang terus berlanjut. Berangkat dari rangkaian roadshow di bulan Agustus, kini Gerakan Nasional 1000 Startup Digital telah sampai ke tahapan Hacksprint. Tahapan Hacksprint merupakan tahapan ketiga dari rangkaian Gerakan Nasional 1000 Startup Digital. Di tahapan Hacksprint ini, para peserta yang telah memiliki ide startup akan mengikuti pelatihan dan bimbingan para fasilitator untuk memvalidasi ide startup, mengembangkan strategi bisnis, sampai merancang suatu produk digital yang memiliki daya jual.

Tahapan Hacksprint di Kota Kupang, dilaksanakan oleh Regional Officer Kupang, Peniel Sibero dan Jacobus Loloin yang giat menyuarakan kegiatan ini di seluruh penjuru NTT. Kegiatan ini diikuti oleh para peserta yang telah menyelesaikan tahapan workshop selama bulan Oktober. Berbekal ilmu dari workshop, para peserta kemudian membentuk timnya masing-masing. Tim-tim startup yang telah terbentuk ini di antaranya adalah Betablanja, BetaCari.id, DINEGO, ecopreneur.id, GoWisata dan Jasaku NTT. Sementara para fasilitator yang dilibatkan tahun ini adalah fasilitator terpilih yang berasal dari berbagai institusi. Di antaranya adalah Zet Baitanu – Kepala Lab Prodi Pendidikan Teknik Elektro Undana, Norman Peni dan Petrus Moensaku – Alumni 1000 Startup Digital, Maraden Arnoldus dari LP3I College Kupang, Vivi Wenji dan Hilda Langko dari Trinity Academia, Darsono Nababan dan Willy Sucipto – Dosen Unimor, Rambu Indah – Dosen Unkriswina Sumba dan Yohanes Payong – Dosen STIKOM Uyelindo Kupang.

Kegiatan Hacksprint ini akan berjalan selama dua hari di tanggal 20 November 2021 dan 27 November 2021 dan akan berlangsung secara hybrid, di mana para peserta yang berasal dari berbagai daerah di NTT, bergabung secara daring melalui platform Zoom Meeting dan Miro sementara beberapa fasilitator yang berdomisili di Kota Kupang, melaksanakan kegiatan berkumpul dan melakukan facilitating dari Hotel Kristal. Sesi Hacksprint kali ini berfokus pada Problem Validation dan MVP (minimum viable product) building, diharapkan para peserta dapat menemukan permasalahan yang valid untuk diselesaikan dan membuat sebuah produk sederhana yang siap untuk diuji ke market.

“Peserta tahun ini lebih antusias dan lebih siap daripada tahun lalu karena mereka merupakan hasil penjaringan yang telah mengikuti seluruh tahapan kegiatan sebelumnya. Untuk kegiatan tahun ini juga, kami mendapatkan titipan 2 tim startup dari Papua.” kata RO Kupang, Jack Loloin saat ditanya pendapatnya mengenai kegiatan hacksprint tahun ini. RO Kupang juga berharap dari tahapan hacksprint ini ada lebih dari satu tim startup yang lolos ke tahapan bootcamp, incubation dan final yaitu demo day dan bersaing di tingkat nasional. (*)

Wali Kota Kupang Imbau Masyarakat Tanam Pohon dan Buat Lubang Serapan Air

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Mengingat Kota Kupang telah memasuki musim hujan dan dalam rangka mencegah pemanasan global dan pencegahan penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD), Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH mengimbau kepada semua pihak untuk membersihkan lingkungannya masing- masing.

Imbauan ini tertuang dalam surat bersifat penting dengan nomor 094/DLHK.443.42/XI/2021 tertanggal 15 November 2021 yang ditujukan kepada para pimpinan organisasi atau lembaga pemerintah/swasta/politik/kemasyarakatan/pendidikan/kepemudaan/badan usaha/keagamaan/gereja/masjid serta seluruh masyarakat Kota Kupang.

Surat imbauan yang ditandatangani Wali Kota tersebut juga ditembuskan kepada Gubernur NTT dan Forkopimda Kota Kupang.

“Dalam membersihkan lingkungan, tidak diperkenankan memotong/menebang pohon yang ada, melainkan hanya memangkas untuk kerapihan serta untuk keamanannya,” kata wali kota.

Wali Kota juga mengimbau kepada semua masyarakat Kota Kupang untuk menanam pohon seperti Pule, Sepe, Angsana, Tebubuya, Mangga dan lain-lain yang menghasilkan atau sebagai peneduh (minimal tinggi 2 meter) dan bunga-bungaan untuk memperindah wajah kota.

Wali Kota menegaskan, bagi pihak yang ingin menanam pohon di fasilitas umum seperti di taman, boulevard dan lain-lain dapat berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang yang beralamat di Jln. Bintang, RT. 034/RW. 015, Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.

Wali Kota berharap kepada para pimpinan organisasi atau lembaga pemerintah/swasta/politik/keagamaan/kemasyarakatan/pendidikan/kepemudaan/badan usaha dan lain- lain agar dapat menggerakkan masyarakat melaksanakan imbauan tersebut.

“Diimbau kepada semua masyarakat Kota Kupang untuk membuat lubang serapan di lingkungan masing- masing untuk untuk menampung air (tanam air),” tutup wali kota dalam imbauan tersebut. (*)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Tingkatkan Sinergitas dengan Insan Pers, BI NTT dan OJK Gelar Media Gathering

NTT AKTUAL. BA’A. Dalam rangka untuk meningkatkan sinergitas dengan awak media yang berada di Kota Kupang, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (BI NTT) bersinergi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTT menyelenggarakan kegiatan Media Gathering yang berlangsung di Pantai Nemberala Kabupaten Rote Ndao.

Deputi OJK NTT dan BI NTT beserta Staff saat foto bersama dengan awak media di pantai Nemberala Rote Ndao, Sabtu (20/11/2021). Dokumentasi : Istimewa
Kegiatan Media Gathering yang diadakan selama tiga hari ini (19 sampai dengan 21 November 2021) ini dikemas dalam Kegiatan Pertemuan Triwulan IV Kantor OJK Provinsi NTT dan Kantor Perwakilan BI NTT bersama Media dan acara berikutnya yakni mengelilingi obyek wisata yang ada di Kabupaten Rote Ndao.
Hadir sebagai pembicara dalam Pertemuan Triwulan IV ini yaitu Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTT Larry Rupidara, Wakil Ketua Otoritas Jasa Keuangan Provinsi NTT Setia Ariyanto, Deputi Kepala Perwakilan/Kepala Tim Implementasi Kebijakan SP, PUR dan MI Daniel Agus Prasetyo, Deputi NI NTT Harry Catur Wibowo, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) NTT Fery Jahang dan Ketua Komisi Informasi Provinsi NTT Agustinus L.B. Baja.
Pada kesempatan ini para narasumber membawakan materi nya masing-masing yang meliputi Market Update Industri Jasa Keuangan di NTT, Perkembangan Ekonomi NTT Terkini, Kode Etik Jurnalistik dan Tantangan Tugas Jurnalistik Saat Ini, serta Materi berikut nya yaitu Keterbukaan Informasi Publik.
Sementara itu obyek-obyek wisata yang dikunjungi Staff BI NTT, OJK NTT dan awak media yaitu obyek wisata telaga nirwana, pantai batu pintu, batu termanu dan membeli souvenir serta tenun ikat yang dijual oleh para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Kabupaten Rote Ndao.
Tujuan dikunjungi nya obyek-obyek wisata ini oleh BI NTT, OJK NTT dan awak media yaitu sebagai bentuk dukungan guna memajukan pariwisata NTT. (NA)
Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Kehadiran Telaga Nirwana, Datangkan Berkat Bagi Pria Paruh Baya Penarik Rakit ini

NTT AKTUAL. BA’A. Bermodalkan rakit bambu yang dimilikinya, pria paruh baya bernama lengkap Elias Litik dapat menyokong kebutuhan keluarganya. Rakit bambu yang dimiliki ini digunakan dirinya untuk mengantar wisatawan baik domestik maupun mancanegara yang ingin menuju batu berbentuk hati yang terteletak di obyek wisata Telaga Nirwana.

Telaga Nirwana merupakan salah satu obyek wisata yang berada di Kecamatan Rote Barat Daya Kabupaten Rote Ndao Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Saat ditemui awak Media, Jumat (19/11/2021) Elias mengatakan profesi sebagai penarik rakit bambu di telaga Nirwana ini sudah ditekuninya selama kurang lebih tiga tahun.
Pria paruh baya yang berprofesi sebagai penarik rakit bambu di Telaga Nirwana, Elias Litik. Dokumentasi : Nataniel Pekaata/NTT AKTUAL
“Saya sudah menekuni pekerjaan sebagai pemilik rakit bambu ini selama tiga tahun dan untuk membuat rakit ini saya membeli bambunya dari Kecamatan Rote Timur,” ujar pria yang saat ini berusia 61 tahun.
Dirinya menambahkan pendapatan yang diperoleh nya dari profesi sebagai pemilik rakit bambu ini relatif, ada waktunya ramai pengunjung dan terkadang pengunjung juga sepi.
Para pengunjung telaga nirwana yang menggunakan jasa rakit bambu milik Elias Litik dan menikmati keindahan batu berbentuk hati di telaga nirwana, Jumat (19/11/2021). Dokumentasi : Nataniel Pekaata/NTT AKTUAL
“Kalau pengunjung sedang ramai saya mendapat keuntungan bisa mencapai kisaran Rp.150.000 hingga Rp.200.000. Tetapi kalau sedang sepi penghasilan yang saya peroleh hanya mencapai Rp.200.000 per minggunya nya. Apalagi di saat Pandemi Corona seperti saat ini pendapatannya minim,” tutur Elias.
Pendapatan yang diperolehnya ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. “Saya memiliki tiga orang anak, lima orang cucu dan satu orang cece saat ini,” ujarnya.
Dirinya menceritakan selama membawa para wisatawan yang berkunjung ke telaga nirwana dan menaiki rakit miliknya para wisatawan mengisahkan sangat mengagumi keindahan dan pesona alam yang ada di telaga nirwana dan wisatawan juga mengagumi keindahan karang yang berbentuk hati tersebut.
“Wisatawan baik domestik maupun mancanegara sangat mengagumi keindahan telaga nirwana. Saya sudah pernah membawa wisatawan yang berasal dari Australia dan mereka mengagumi keindahan alam yang ada di telaga Nirwana ini, untuk menggunakan rakit bambu ini saya beri tarif yang  murah dan terjangkau yakni Rp.10.000 per orang nya untuk pulang pergi,” pungkasnya.
Untuk diketahui bagi masyarakat yang hendak melihat keindahan telaga nirwana dapat menumpang perahu-perahu kecil yang dimiliki masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan yang berada di sekitar pantai Oeseli Kecamatan Rote Barat Daya dan dengan durasi kurang lebih 10 menit dari pinggir pantai Oeseli pengunjung tiba di telaga nirwana dan pengunjung harus menempuh jalur dengan berjalan kaki dari bibir pantai ke telaga nirwana. (NA)
Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

Generasi Muda NTT Harus Terus Berprestasi

NTT AKTUAL. KUPANG. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan agar generasi muda NTT harus terus berprestasi untuk bisa membawa nama baik NTT dan juga mengukir sejarah. Demikian dikatakannya pada saat memberikan sambutan dalam acara Penerimaan Kontingen NPC NTT Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua 2021 di Ruang Rapat Asisten Kantor Gubernur pada Kamis (18/11/2021).

“Generasi muda NTT harus terus berprestasi dalam segala bidang. Kita harus terus melahirkan prestasi. Itu juga bentuk nasionalisme kita sebagai sebagai orang NTT. Saya berterima kasih kepada semua atlet dengan prestasi yang luar biasa. Ada atlet yang dapat emas, perak, dan perunggu juga ada atlet yang mendapatkan lebih dari satu medali. Itu perjuangan yang hebat,” ujar Gubernur.

Gubernur juga menyatakan kebanggan keberhasilan Kontingen NPC NTT yang dipimpin oleh Wakil Gubernur. “Tentunya kita patut berbangga dengan hasil yang dicapai. Bersama kepemimpinan Bapak Wakil Gubernur Josef Nae Soi sebagai Ketua Kontingen sehingga hasil yang didapat ini cukup membanggakan. Atas nama Pemprov dan masyarakat saya mengucapkan terima kasih atas perjuangan dan prestasi yang telah diberikan dan ini membuktikan bahwa meskipun dalam kekurangan yang kita miliki dan dalam keadaan pandemi covid 19 kita tetap mampu berprestasi,” ucapnya.

“Untuk atlet yang mendapatkan medali emas kita berikan bonus sebesar Rp. 200.000.000, medali perak sebesar Rp 150.000.000, medali perunggu sebesar Rp 100.000.000, dan untuk atlet yang tidak mendapatkan medali tetap diberikan bonus masing-masing sebesar Rp 50.000.000. Juga yang mendapatkan medali emas, perak, dan perunggu masing-masing mendapatkan sebuah rumah. Tentunya juga para pelatih akan kita berikan bonus,” kata beliau.

Gubernur Viktor juga mengatakan bukan soal medali dan emas semata namun sejarah yang dicatat itu yang akan diingat sepanjang waktu. “Kita juga berharap dan berusaha agar nantinya kita bisa dipercayakan untuk menjadi tuan rumah menyelenggarakan PON dan Peparnas tahun 2028 di NTT dan tentunya itu semua harus kita kerjakan secara bersama-sama dan persiapkan dengan baik,” tambahnya.

Sementara itu Wakil Gubernur NTT yang juga Ketua Kontingen NPC NTT Josef A. Nae Soi menyatakan, jumlah kontingan NPC NTT ini terdiri dari 27 atlet, 3 pelatih, dan 9 Official. “Hasil yang kita dapat yaitu 5 medali emas, 13 medali perak dan 12 medali perunggu. Ini sangat membanggakan,” ujar Wagub Josef.

Wagub juga menambahkan, atlet NPC NTT mencatatkan hasil yang menyita perhatian dengan berhasil mengawinkan 3 medali yaitu emas, perak, dan perunggu masing-masing kategori Putra dan Putri dari nomor lari 800 meter.

“Kami berterima kasih pada Gubernur dan masyarakat NTT yang sudah memberikan dukungan sehingga kami bisa mendapatkan hasil yang maksimal,” tambahnya. (*)

Sumber berita + foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Memperingati BIK 2021, OJK NTT Gelar Cerdas Cermat Keuangan Tingkat SMP

NTT AKTUAL. KUPANG.  Memperingati Bulan Inklusi Keuangan tahun 2021 (BIK 2021) dengan tema “Inklusi Keuangan Untuk Semua Bangkitkan Ekonomi Bangsa”, OJK NTT menyelenggarakan perlombaan Cerdas Cermat Keuangan tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun 2021 yang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se-Provinsi NTT.

Perlombaan cerdas cermat keuangan tingkat SMP ini di ikuti oleh 18 SMP dari 18 Kabupaten/Kota Se-provinsi NTT.

Kepala OJK Provinsi Nusa Tenggara Timur, Robert H.P Sianipar bersama Kepala Sub Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Dedi Safari Yapudin secara simbolis menyerahkan hadiah kepada pemenang Lomba Cerdas Cermat Keuangan Tingkat Sekolah Menengah Pertama tahun 2021 dengan data pemenang sebagai berikut, juara 1 SMPK Santo Gabriel Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Juara 2 SMP Dian Harapan Kupang, Kota Kupang, Juara 3 SMP Santo Albertus Agung Weleun, Kabupaten Malaka.

Sampai dengan posisi Triwulan II tahun 2021, realisasi simpanan pelajar di Provinsi NTT mencapai 1.370.375 rekening dengan nominal sebesar Rp527 Miliar. SimPel merupakan sebuah produk tabungan yang secara khusus didesain untuk kalangan pelajar, baik berbasis konvensional (SimPel) maupun berbasis syariah (SimPel iB). Program ini diluncurkan oleh Presiden RI Jokowi bersama OJK dan beberapa bank pelaksana pada tanggal 14 Juni 2015, dengan beberapa fitur yang disesuaikan dengan karakteristik pelajar, seperti setoran awal yang ringan hanya Rp5.000 untuk jenis konvensional (SimPel) dan Rp1.000 untuk jenis syariah (SimPel iB), setoran selanjutnya minimum hanya Rp1.000, dijamin oleh LPS, dan tentunya menggunakan nama pelajar sendiri.

OJK berkomitmen akan terus mengkampanyekan budaya menabung sejak dini melalui beragam bentuk kegiatan dan dukungan kebijakan yang dibutuhkan, serta berkolaborasi secara aktif dengan pemerintah pusat dan daerah, industri perbankan, kementerian/lembaga, serta stakeholders terkait lainnya. (*/NA)

Sumber berita + foto : HUMAS OJK NTT

Editor : Nataniel Pekaata

Wali Kota Kupang Dukung Koperasi Pustim Kelola Sampah di TPA Alak

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH, mendukung rencana Koperasi Produsen Organik Pustim NTT untuk mengelola sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) milik Pemerintah Kota Kupang di Kelurahan Alak. Dukungan tersebut disampaikannya saat menerima kunjungan Ketua Koperasi Produsen Organik Pustim NTT, Vincensius Repu, SE, M.Agr bersama para pengurus Koperasi Produsen Organik Pustim di Hotel Maya, Senin (15/11/2021).

Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Pengawas Koperasi Pustim, Drs. Jhon Dekresano, MA, Wakil Ketua Pustim, Stanislaus Stanis, M.Si dan Sekretaris Pengawas  Pustim, Marselina Ully Riwu, SE. Turut mendampingi Wali Kota dalam pertemuan tersebut, Kepala Bagian Prokompim Setda Kota Kupang Ernest S. Ludji, S.STP, M.Si dan Kepala Sub Bagian  Dokumentasi  Prokompim Setda Kota Kupang Hubertus Mani, SH.

Menurutnya tidak banyak orang yang mau mengolah sampah menjadi produk pupuk organik dan sumber pendapatan mereka. Untuk itu Wali Kota mendukung dan mengapresiasi Koperasi Produsen Organik Pustim NTT yang berencana akan mengolah sampah Alak. “kegiatan ini sekaligus juga membantu Pemerintah Kota Kupang mereduksi sampah-sampah tersebut menjadi produk yang berguna dan memberikan nilai tambah bagi koperasi itu sendiri dan masyarakat tentunya,” ujar Wali Kota yang biasa disapa Jeriko itu.

Ditambahkannya pemerintah mengizinkan setiap upaya masyarakat yang sejalan dengan program pemerintah, dalam rangka membangun kota ini. Oleh karena itu, Pemkot Kupang menyerahkan kepada pihak pengurus Koperasi Produsen Organik Pustim NTT untuk mengurus hal-hal yang bersifat teknis dan melakukan koordinasi dengan dinas terkait.  “Silakan beraktivitas di TPA Alak, yang paling penting adalah lokasi tersebut bisa ditata dengan baik. Kalau bisa dibuat satu model percontohan dengan menggunakan produk yang dihasilkan dari pengelolaan sampah itu”, pungkasnya.

Ketua Koperasi Produsen Organik Pustim, Vincensius Repu, SE, MAgr dalam kesempatan tersebut menjelaskan tujuan pertemuan tersebut selain meminta ijin untuk mulai beraktivitas dan menggunakan sampah di TPA alak sebagai bahan yang akan diolah untuk menjadi pupuk organik, mereka juga ingin menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH  atas dukungan yang luar biasa terhadap upaya Koperasi Pustim NTT tersebut. Menurutnya dukungan ini tentu sesuai dengan harapan Koperasi Pustim NTT sebagai produsen pupuk organik, dengan memanfaatkan sampah di TPA Alak sebagai bahan utamanya. Dia berharap kehadiran mereka bisa memberi kontribusi positif bagi Kota Kupang.

Dosen Ekonomi di salah satu universitas  swasta di Kota Kupang itu menambahkan, koperasi produsen organik ini lahir dari inisiatif masyarakat pegiat koperasi kredit Kota Kupang yang jumlahnya sekitar 24 koperasi. Koperasi-koperasi kredit ini merasa bahwa  koperasi seharusnya tidak hanya mengurus keuangan, namun juga bisa merambah pada sektor-sektor riil. Karena itu mereka coba melihat sumber-sumber pengembangan yang lain dan salah satu bidang yang dipilih adalah kegiatan sebagai produsen pupuk organik, dengan cara mengolah sampah TPA Alak menjadi pupuk organik. “Sampah sebenarnya adalah material yang mudah didapatkan, tidak banyak orang tertarik mengolah sampah yang memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan. Sampah selalu “dijauhkan” dari  kehidupan manusia padahal sebenarnya sampah dapat menjadi ’emas’ namun terabaikan,” ungkapnya.

Menurut Vinsen sebenarnya kegiatan ini sudah pernah dilakukan tapi kemudian berhenti sekitar 10 tahun yang lalu. Untuk itu Koperasi Pustim NTT lewat produksi pupuk organik ingin membangkitkan kembali kegiatan tersebut dengan membangun sebuah sistem kerja sama yang saling mendukung dengan masyarakat khususnya pemulung. Dengan demikian koperasi dapat berjalan dan lebih dari itu masyarakat akan mendapatkan benefit secara ekonomi dengan beroperasinya produksi tersebut. Secara bertahap koperasi produsen pupuk organik tersebut akan mengajak para pegawai serta pemulung menjadi anggota koperasi, dengan berbagai kesepakatan bersama terkait dengan berapa harga sampah yang disalurkan pemulung ke koperasi dan berapa nilai yang akan disetor menjadi simpanan mereka sebagai anggota. (*PKP_jms)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Pemkot Kupang Terima Penghargaan STBM dari Kemenkes

NTT AKTUAL. KOTA KUPANG. Pemerintah Kota Kupang kembali menuai penghargaan. Kali ini penghargaan diberikan oleh Kementerian Kesehatan RI terkait Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Penghargaan berupa plakat tersebut diserahkan oleh Sekretaris Daerah Kota Kupang,  Fahrensy Priestley Funay, SE.,M.Si didampingi Ketua Pokja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, SH, kepada Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore,MM,MH di Hotel Maya Kupang, Senin (15/11/2021). Turut hadir pada kesempatan tersebut Kepala Bagian Prokompim Setda  Kota Kupang Ernest S. Ludji, S.STP.,M.Si.

Wali Kota Kupang mengaku  bangga dengan prestasi tersebut.  Menurutnya penghargaan ini menunjukkan bahwa ada keinginan yang kuat dari pemerintah agar masyarakat Kota Kupang mampu mempraktikkan perilaku masyarakat yang higienis dan saniter secara mandiri, dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.

“Penghargaan  ini saya persembahkan untuk warga Kota Kupang, dengan harapan ke depan akan semakin baik. Partisipasi warga Kota kupang terhadap kebersihan lingkungan memperlihatkan perkembangan yang baik dari waktu-ke waktu, sekaligus  gambaran bahwa antara upaya pemerintah dan keinginan masyarakat telah berada pada  jalan yang tepat,” pungkas Wali Kota yang biasa disapa Jeriko ini.

Sekretaris Daerah Kota Kupang  Fahrensy Priestley Funay, SE., M.Si menjelaskan penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)   dari Kementerian Kesehatan RI   ini diperoleh karena adanya upaya terus-menerus yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Kupang, dalam memobilisasi masyarakat untuk terlibat dalam mempertahankan layanan sanitasi berbasis masyarakat yang berkelanjutan.

Ketua AMPL Kota Kupang, Jeffry E. Pelt, SH, menambahkan konsep dasar sanitasi total berbasis masyarakat (STBM)  adalah sebuah pendekatan untuk mengubah perilaku masyarakat dengan model pemberdayaan masyarakat dengan cara pemicuan. Menurutnya ada tiga strategi STBM yaitu peningkatan kebutuhan (pemicuan perubahan perilaku), peningkatan penyediaan (pemasaran sanitasi) dan penciptaan lingkungan yang kondusif (Regulasi, advokasi, fasilitasi).

Lanjutnya ada lima pilar STBM  yang menjadi indikator perilaku manusia yang perlu dilihat sebagai titik sumber perubahan antara lain; pertama,  stop buang air besar sembarangan ( BABS),  yaitu membudayakan perilaku buang air besar sehat yang dapat memutus alur kontaminasi kotoran manusia sebagai sumber penyakit secara berkelanjutan, serta menyediakan dan memelihara sarana buang air besar memenuhi standar dan persyaratan kesehatan.

Kedua,  cuci tangan pakai sabun. Yaitu membudayakan perilaku cuci tangan pakai sabun dengan air yang mengalir secara berkelanjutan, serta menyediakan dan memelihara sarana cuci tangan yang dilengkapi dengan air yang mengalir, sabun dan saluran pembuangan air limbah.

Ketiga, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga. Yaitu membudayakan perilaku pengelolaan air layak minum dan makanan yang bersih secara berkelanjutan, serta menyediakan dan merawat tempat pengelolaan air dan makanan rumah tangga yang sehat.

Keempat, pengelolaan sampah rumah tangga. Yaitu membudayakan perilaku memilah sampah rumah tangga sesuai dengan jenisnya dan membuang sampah rumah tangga di luar rumah secara rutin, melakukan pengurangan (reduce), penggunaan kembali (reuse) dan pengelolaan kembali (recycle), serta menyediakan dan memelihara sarana pembuangan sampah rumah tangga di luar rumah.

Yang kelima adalah melakukan pengamanan limbah cair rumah tangga. Yaitu melakukan pemisahan saluran limbah cair rumah tangga melalui sumur resapan dan saluran pembuangan air limbah, serta menyediakan dan menggunakan penampungan limbah cair rumah  tangga dan memelihara saluran pembuangan dan penampungan limbah cair rumah tangga.

Menurutnya, bentuk apresiasi pemerintah pusat atas keberhasilan suatu daerah dalam mengubah perilaku hidup bersih dan sehat pada masyarakatnya salah satunya adalah dengan melahirkan inovasi-inovasi yang barbasis lima pilar STBM. (/pkp_jms)

Sumber berita + foto : Prokompim Setda Kota Kupang

Portal Berita Online